Jumat, 17 Juni 2022

Hidup tidak pernah sederhana seperti kelihatannnya



Hidup tidak sederhana seperti kelihatannnya, hidup penuh degan rintangan, cobaan, halangan, masuk jurang, pesakitan, banyak orang bilang hidup itu " wang sinawang" semua manusia hidup didunia ada masalah, banyakan banyak masalah, bagaimana caranya kita dapat mensikapinya. Kita berfikir kita sudah bekerja sesuai tupoksi masing-masing, bahkan lebih bekerja keras, untuk dapat melangsungkan kehidupan yang baik, namun ternyata tetap menjadi masalah, kehidpan kurang sesimbang, menjadikan kelelahan yang akut justru terjebak dalam kemalasan karena terlalu keras bekerja menjadikan titik jenuh yang sangat akut membuat keluarga kecil menjadi tidak seimbang. 

Walaupaun sudah koreksi dan mengakui kita salah dalam mengambil sikap dan keputusan, namun semua itu seperti sudah terlambat. kehidupan menjadi lebih sulit, fikiran kita dihantui rasa bersalah dan menjadikan hidup menjadi sempit dan sulit. kemudian kita berfikir, apa sebenarnya tujuan dari hidup kita ini jika mendapatkan cobaan, rintangan, dan bahkan lebih buruk dari hal terbut semuanya tersebut? seperti sudah terlambat, namun nyawa masih dikandung badan dan masih bernafas, kehidupan harus berlanjut sampai nyawa ini tercabut dari badan (mati/meninggal) dari dunia yang fana ini. 

Kita kadang berfikir ulang untuk mengkoreksi diri kita sendiri, kita diberi kesempatan berkali-kali bahkan sering di ingatkan oleh Tuhan (Allah SWT) namun kenapa pada waktu itu kita tidak merasa bahwa hal tersebut yang adalah di ingatakan oleh pencipta langit dan bumi seisinya yaitu (Allah SWT). di situ kita merasakan hal penyesalan sangat sangat mendalam dan justru kita terjebak dalam kejelekan, keterpurukan yang berlarut-larut. 

Banyak dari teman yang menyarankan hal yang baik-baik untuk diri kita dan masa depan kita ke depan, semua orang memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda sehingga kita mendapat imputan yang berbeda-beda pula, kita harus menyaring dengan sangat teliti mana yang terbaik dan yang paling baik dari inputan tersebut. jika kita salah dalam mengambil sikap imputan tersebut kita akan terjerumus dalam lubang, keniscayaan dan kenyataan yang semakin dalam yang semakin terpuruk dalam kehidupan. 

Kita kita terpuruk yang berlarut-larut makan setan akan selalu mendamping jiwa yang sedih dan tertekan. Kita hanya meratapi hal yang sudah terlewat hal yang sudah terjadi dalam kehidupan kita. kita dulu tidak bersukur yang telah kita miliki yang kita seharusnya berbahagia dalam hal yang kita miliki tersebut. sekarang hilang begitu saja ya karena semua itu adalah kesalahan kita, Allah SWT tidak menzalimi hambanya, hanya hambanya yang telah melampaui batas sendiri. seharusnya hamba koreksi dan bertobat kepada Allah SWT. sehingga kehidupan harus dijalani dengan Iklas dan sabar saat sedih dan tidak memiliki apa-apa didunia ini, seperti semuanya hilang dari kehidupan kita.

Jika hal yang sudah terjadi, biarlah terjadi, hal yang berlalu biarlah berlalu, yang sudah ya sudah karena sudah terjadi, tidak semudah itu juga ternya dalam kehidupan, karena kita miliki memori dan sudah memiliki hal terindah dalam kehidupan kita ini. sangat menyakitkan sangat merasakan penyesalan sangat mendalam, inginnya kita memperbaiki dan menebus kesalah-kesalahan yang kita lakukan terhadap sesuatu hal yang kita disitu bersalah, namun semuanya kembali ke dalam diri kiat masing-masing, kita inginkanhal terbaik, namun disisi lain hal yang tidak mungkin bisa terjadi dan mau menerima kita kembali. memang sangat sulit menjalani hal tersebut, kita hanya manusia biasa tidak memiliki daya apa-apa hanya melaksanakan sesuatu hal yang kita anggap itu hal terbaik. disitu kita merasa memang syetan/iblis  adalah musuh dan nyata dan benar firman Allah SWT adalah benar-benar terjadi dan pasti akan terjadi. 

Namun kemalasan manusia dan kelalaian manusia membuat kehidupan ini menjadi tidak baik. kita sudah diberikan manualbook berupa Al Qur'an dan diberikan akal fikiran oleh Allah SWT kenapa manusia masih mendustakan? kita sudah diberikan kesehatn, pakian, makan, minum, istri yang solih, anak yang gantheng dan solih, diberikan mertua yang baik dan solih, kenapa kita masih saja mendustakan dan tidak bersukur? sehingga kehidupan kita menjadi tidak baik ya karena kita tidak besyukur, seharusnya kita harus bersukur dahulu dan dipastikan Allah SWT akan menambah nikmatnya kepada hambyanya tersebut, jika tidak tidak bersukur siksa Allah SWT itu sangat pedih, dan itu pasti dan benar. bagiaman bila hal tersebut/permasalahn tersebut sudah terjadi? ya kita bertobat kepada Allah SWT harus rendah hati, berusaha menjalankan perintah Allah SWT dan menjahui apa yang dilarang oleh Allah SWT.

Jika hal-hal tersebut sudah hilang dari diri kita, kita harus iklas harus rendah hati, baik kepada semua orang dan jinta pertolongan kepada Allah SWT. mau bagimana lagi hal tersebut sudah terjadi atas seijinnya, mau kita balik jungkir pun, sampai kita menangis darah keluar dari mata kita pun belum tentu hal yang kita cintai dan kita sayangi dan kita bangga-banggakan akankembali dalam pelukan kita. Kita sudah menyakiti hati mereka berkali-kali, mau bagaiman lagi kita menyesal seumur hidup kita belum tentu akan kembali seperti sedia kala. kita akan terjebak dalam keputus asaan belum ada jalan kelaur untuk kita, kita takut ini adalah merupakan teguran meruapan hukuman untuk kita, agar kita tidak melakukan hal yang sama kesalahan yang sama yaitu ke egois san diri kita. kita menyesal boleh menyesal, namun jangan berlarut-larut dalam kesedihan nanti syetan akan masuk kedalam dada kita dan fikiran kita, syetan/iblis akan menyesaltkan kita ke dalam menaraka, membisikan kiat untuk melakukan hal yang buruk dan jelek kepada kita, dia akan membisik kan untuk melakukan bunuh diri, melakukan kejahatan, membisikan untuk membenci sesama manusia dan itu sangatlah berbahaya bagi keidupan kita. memang sangat sulit untuk membicarakan ilmu iklas, ternyata ilmu iklas itu sangat sulit dan berat diperoleh, mau tidak  mau hal sudah terjadi kita dipaksakan untuk dan harus iklas, mungkin kita bertahun-tahun akan menerima hal tersebut.

Dulu kita sudah berlahan menjadi orang/manusia yang lebih baik dari sebelumnya, sedikit demi sedikit kita merasakan bersukur atas nikmat Tuhan yang diberikan. namun dalam perjalana kehidupan kita lupa syetan adalah musuh yang nata bagi kita. kita tidak sadar melakukan hal yang tidak baik, berahu tahun kita tidak bersukur atas nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita/hambanya. Kita lalai dan menjalankan perintahnya kita lalai dalam menjahui larangannya, kita sibuk dalam pekerjan kita, hanya menuruti kesenanangan kita, hanya menuruti hawa nafsu kita, bahkan kita tidak merasakan hal yang terjadi dikiranya kita baik-baik saja, ternyata hal tersebut menjadikan masalah menjadi besar. dalam bahasa jawa Kriwik'an dadi Grojokan" yang artinya masalah kecil menjadi masalah besar, mau dibendung sudah terlambat. 

Tulisan ini saya buat sendiri untuk dapat mengjoreksi diri saya pribadi dan semoga mejadikan hal yang bermanfaat bagi siapa saja yang membacaya, materi tersebut sebenarnya belum semuanya saya utarakan karena ada banyak hal atau privasi yang tidak boleh disampaikan/diutarakan hanya Allah SWT dan saya pribadi yang tahu. intinya hidup masih dijalani, masih bernafas, masih sehat harus disyukuri dengan baik, ambil hikmahnya buang jeleknya. saya selalu mendo'akan anak saya Muhammad Rayyan Al Fatih (lahir Sragen, 15 Februari 2016) menjadi anak yang solih berbbakti kepada kedua orang ituanya terutama Ibu nya Miswari Budi Prahesti. saya sangat amat mencintainya, sampai kapanpun, do'akan saya juga agar menjadi manusia yang iklas rendah hati dan baik seperti wanita ahli surga Miswari Budi Prahesti. dan semoga Kita diberikan kesempatan yang ke dua untuk menjadi pribadai yang lebih baik lagi, Amin.