This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Azab Allah Sangat Pedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Azab Allah Sangat Pedih. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2022

Azab Allah Swt Sangat Pedih


Azab Allah Sangat Pedih, Jangan Pernah Merasa Aman dari Azab Allah Swt, Azab Allah sangat pedih oleh karena itu jangan pernah merasa aman dari Azab Allah Swt, orang yang merasa aman dari azab Allah Swt adalah orang yang sangat merugi. Orang yang di dalam kehidupan dunianya mendapatkan kelapangan harta, kesehatan, kedudukan dan nikmat dunia yang lain sering kali merasa aman dari azab Allah di dunia nyata adanya. Orang tersebut hidup tanpa mengindahkan aturan Allah Swt dan kemaksiatan menjadi kesehariannya dan tidak menyadari bahwa azab Allah sangat pedih. Azab Allah Swt di dunia terkadang ditimpakan kepada manusia, sebagai peringatan bagi manusia yang lain akan tetapi azab Allah Swt di akhirat lebih berat lagi keadaannya dibandingkan azab Allah Swt nyata di dunia ini. Oleh karena itu jangan merasa aman dari azab Allah Swt, karena azab Allah Swt pada manusia itu sesuatu yang jelas dan azab Allah Swt nyata bagi manusia yang durhaka kepada-Nya. Azab Allah Swt yang nyata di dunia telah terjadi pada umat-umat terdahulu, sebagaimana diceritakan dalam banyak ayat tentang azab Allah Swt. Selain itu terkadang bukti azab Allah Swt itu nyata adanya bisa kita saksikan saat ini dengan terjadinya berbagai macam bencana, malapetaka, kekeringan dan lain-lain, yang hal itu kita takutkan merupakan salah satu bentuk azab dari Allah Swt. Oleh karena itu seorang muslim harus selalu taat kepada aturan-aturan yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan dan menghindari serta menjauhi sejauh-jauhnya hal-hal yang dapat menjadi penyebab turunnya azab Allah Swt yang berupa kemaksiatan-kemaksiatan, selain itu tidak lupa selalu memanjatkan doa agar terhindar dari Azab allah. Kapan azab Allah Swt datang seseorang tidak mengetahuinya yang jelas azab Allah Swt itu sangat pedih dan bukti azab Allah Swt itu nyata adanya bisa kita simak di dalam ayat-ayat Allah Swt dan terkadang kita saksikan sendiri, maka jangan pernah merasa aman dari azab Allah Swt. Sifat seorang mukmin adalah selalu merasa takut akan siksa Allah. Sedangkan sifat ahli maksiat adalah selalu merasa aman dari murka Allah sehingga begitu entengnya ia bermaksiat. Bahkan ia pun enggan bertaubat karena merasa Allah Swtitu Maha Pengampun. Padahal ini sifat yang keliru. Seharusnya yang dikedepankan dalam hal maksiat adalah sifat takut, bukan sifat harap. Gemar Maksiat, Allah Swt berfirman dalam surah Al A'raf ayat ke 99 yang artinya sbb ini : “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah Swt(yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah Swt kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99) Merasa Aman dari Murka Allah Swt Termasuk Dosa Besar, Merasa aman sehingga begitu senangnya ketika bermaksiat adalah termasuk dosa besar. Dalam hadits yang disebutkan oleh ‘Abdur Razaq dalam Mushonnafnya yang artinya sbb ini : “Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata bahwa di antara dosa besar yang terbesar adalah berbuat syirik pada Allah Swt, merasa aman dari murka Allah Swt dan merasa putus asa dan putus harapan dari ampunan Allah.” (HR. Abdurrozaq, 10: 460, dikeluarkan pula oleh Ath Thobroni).
  • “Tidakkah penduduk negeri itu beriman“; yang dimaksud (“penduduk negeri” dalam ayat tersebut) adalah ‘ para pendusta’, berdasarkan indikasi rangkaian kata (setelahnya) “akan datangnya siksa dari Kami“, yaitu ‘azab yang pedih’;
  • “Di malam hari, saat mereka sedang tidur“, yaitu ‘saat mereka lengah, terpedaya, dan sedang beristirahat’;
  • “Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?”, maksudnya ‘apa gerangan hal yang membuat mereka merasa aman, padahal mereka telah melakukan berbagai faktor penyebab yang bisa mendatangkan bencana itu; mereka telah melakukan dosa-dosa yang sangat buruk, sehingga bagaimana mungkin mereka tidak diganjar dengan kebinasaan setelahnya?’;
  • “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?” maksudnya ‘ketika mereka dilenakan dari arah yang tidak mereka duga, dan Allah menyiksa mereka; sesungguhnya, tipu daya Allah begitu kuat’;
  • “Tiada yang merasa aman dari azab Allah Swt kecuali orang-orang yang merugi” , maksudnya ‘maka sesungguhnya, orang yang merasa aman dari makar Allah adalah orang yang tidak membenarkan adanya balasan atas amalan yang telah dikerjakan. Dia juga tidak beriman dengan penuh kesungguhan kepada para rasul.
Ayat-ayat yang mula ini menakut-nakuti secara umum, agar hendaknya para hamba tidak merasa aman dengan keimanan yang dimilikinya. Akan tetapi, mereka senantiasa takut dan khawatir jika dirinya didera ujian yang dapat melemahkan imannya. Seorang hamba walau dia telah sampai pada kondisi (keimanan) nya saat ini tak ada kepastian bahwa dia akan selamat. Oleh karena itu hendaknya seorang hamba senantiasa berdo’a, beramal dan berusaha dengan menempuh setiap sebab yang memungkinkan dirinya terbebas dari keburukan ketika datangnya fitnah (ujian), cobaan, ataupun teguran untuk kembali kepada Allah Swt.