This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Hikmah di Setiap Takdir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah di Setiap Takdir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2022

Hikmah di Setiap Takdir, Termasuk Takdir Buruk, Ini Penjelasannnya

Ilustrasi : Hikmah di Setiap Takdir, Termasuk Takdir Buruk, Ini Penjelasannnya

Hikmah di Setiap Takdir, Termasuk Takdir Buruk, Ini Penjelasannnya. Rukun iman yang keenam adalah percaya dengan takdir baik dan buruk. Umat muslim harus mempercayai bahwa Allah telah menakdirkan sesuatu pada manusia dan mempunyai faedah.  Menyifati takdir dengan "baik" adalah jelas. Adapun menyifati takdir dengan "buruk", maka ini yang selalu menjadi pertanyaan, sebab Allah sang pencipta adalah pencipta yang baik-baik. Kenapa ada takdir buruk. 

Buku Induk Aqidah yang disyarah Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan dibukukan syaikh Fahd bin Nashir bin lhrahim as-Sulaiman mencoba menjelaskan makna rukun iman keenam tersebut. Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin maksud dari takdir buruk adalah keburukan yang ditakdirkan bukan keburukan takdir (qadar) itu sendiri.

Semua perbuatan Allah adalah kebaikan dan hikmah, akan tetapi keburukan ada pada apa yang dikerjakan dan ditakdirkan. Jadi keburukan di sini berdasarkan kepada apa yang ditakdirkan dan dilakukan. Dicontohkan manusia mendapati keburukan pada sebagian makhluk yang diciptakan Allah, ada ular, kalajengking, binatang buas, penyakit, kemiskinan, paceklik dan lain-lain. Semua itu buruk bagi manusia, karena tidak sesuai dengannya. Ada pula kemaksiatan, dosa, kekufuran, kefasikan, pembunuhan dan sebagainya.

Semua itu buruk akan tetapi dari sisi penisbatannya sebenarnya baik karena Allah tidak menakdirkannya kecuali berdasarkan hikmah yang agung lagi mendalam, diketahui oleh yang mengetahui dan tidak diketahui oleh yang jahil. Dari sini, maka hendaknya manusia mengetahui, bahwa keburukan yang disandangkan kepada takdir adalah berdasarkan apa yang ditakdirkan dan dilakukan.

Bukan berdasarkan takdir itu sendiri yang merupakan takdir dan perbuatan Allah. Selanjutnya hendaknya mengetahui bahwa apa yang ditakdirkan itu bisa jadi dari sisi dirinya adalah buruk, akan tetapi dari sisi yang lain adalah baik.

Contoh lain adalah penyakit. Manusia yang sakit maka tanpa ragu menyebut sebagai buruk baginya, akan tetapi sebenarnya ia mengandung kebaikan. Di antara kebaikannya adalah melebur dosa-dosa, bisa jadi ada orang yang memiliki dosa-dosa yang tidak terlebur oleh taubat dan istighfar karena adanya penghalang.

Misalnya karena niatnya yang tidak benar terhadap Allah lalu diserang penyakit sebagai hukuman, maka dosa-dosa tersebut terleburkan. Di antara kebaikannya juga adalah bahwa manusia tidak mengetahui kadar nikmat sehat yang Allah berikan kepadanya, kecuali pada saat dia sakit. Ketika sehat manusia tidak mengetahui harga sehat tersebut, akan tetapi jika sakit datang, baru menyadari harga sehat. Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang sehat, ia tidak diketahui kecuali oleh orang-orang yang sakit.

Jelas ini adalah baik di mana karena dapat menyadari harga sebuah nikmat. Di antara kebaikan lainnya adalah bahwa bisa jadi penyakit tersebut mengandung sesuatu yang justru membunuh penyakit di dalam tubuh di mana tidak bisa dibunuh kecuali dengan sakit.  Para dokter menyatakan bahwa penyakit-penyakit tertentu membunuh (bakteri-bakteri bibit-bibit penyakit tertentu) di dalam tubuh dan penderita tidak mengetahuinya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menyampaikan kesimpulan dari iman takdir baik dan buruk adalah pertama, keburukan yang disandangkan kepada qadar, adalah keburukan dengan melihat kepada apa yang ditakdirkan Allah. Adapun takdir Allah itu sendiri, maka adalah baik secara keseluruhan.  
Kedua, keburukan yang ada pada apa-apa yang ditakdirkan tidaklah bersifat murni (total), akan tetapi adalah keburukan yang bisa menghasilkan perkara-perkara yang merupakan kebaikan, jadi keburukannya adalah suatu nisbi. 

Referensi : Hikmah di Setiap Takdir, Termasuk Takdir Buruk, Ini Penjelasannnya