This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Cara Bertobat dari Maksiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Bertobat dari Maksiat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2022

Cara Bertobat dari Maksiat

Telah menceritakan kepada kami Rauh bin Qais dari Asy’ats bin Jabir al Hadani dari Makhul dari Umar bin Abbas, ia berkata: “Pernah datang seseorang yang sudah tua renta menghadap Nabi SAW. Dia betelekan pada tongkatnya, kemudian dia berkata, wahai Rasulullah sesungguhnya aku ini banyak melakukan perbuatan jahat dan maksiat, apakah aku akan mendapatkan ampunan? Rasulullah SAW menjawab, bukankah kau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah? Dia menjawab, benar dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah! Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menyediakan ampunan bagimu untuk semua kejahatan dan kemaksiatan yang telah kamu lakukan itu!” (HR. Ahmad)  Dari uraian di atas, jelaslah bahwa yang dimaksud adalah Allah akan mengampuni semua dosa melalui taubat. Allah berfirman yang artinya: “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah maha pengampun lagi maha penyayang,” (QS An-Nisa: 110)?. Baca Juga : 10 Amalan Penghapus Dosa yang Mudah Dilakukan Kisah Wanita Pelacur yang Masuk Surga Ibnu Abbas r.a berkata, “Barang siapa saja di antara hamba Allah yang berputus asa dari ampunan bertaubat setelah datang keterangan ini, maka sungguh ia ingkar terhadap kitab Allah,”  Syirik adalah perbuatan dosa besar yang mempersekutukan Allah dengan makhluknya. Rasulullah bersabda, barangsiapa menghadap Allah dalam keadaan mempersekutukan-Nya maka dia akan masuk neraka karena dia telah melakukan kezaliman yang nyata. Advertisement Sikap syirik dapat merusak dan menggugurkan akidah Islam, oleh karena itu kita harus berhati-hati agar perbuatan kita tidak terbawa dalam kemusyrikan. Sebab jika kita melakukan kemusyrikan, kita harus bertaubat atau kembali kepada Allah seperti yang dijelaskan dalam QS Az-zumar: 53. Dan tatacara taubatnya ada tiga yaitu menyesali perbuatannya, meninggalkan pekerjaan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. (Penulis: Alwi Husein Al Habib, Direktur Bidang Pemberdayaan SDM di Center fo Democracy and Religious Studies (CDRS) Kota Semarang dan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Jurusan Ilmu al-Quran Tafsir)  Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Jumat, 18 Oktober 2019 - 12:44 WIB Judul Artikel : Beginilah Taubat Bagi Orang yang Musyrik dan Tata Caranya Link Artikel : https://www.viva.co.id/vstory/agama-vstory/1184209-beginilah-taubat-bagi-orang-yang-musyrik-dan-tata-caranya?page=2&utm_medium=page-2 Oleh : Alwi husein Al habib Pertanyaan: Apabila seorang muslim ingin terlepas dari dosa yang pernah dia lakukan, apa saja syarat yang wajib ditempuh terkait dengan orang yang bertobat dari dosanya? Apa pula nasihat Anda bagi orang yang melakukan perbuatan maksiat, agar dia mau bertobat sebelum ajal menjemputnya, sehingga dia akan rugi dan menyesal?  Jawab: Pertama, dia bertobat dengan tobat yang jujur dan murni, menyesali dosa yang telah dia lakukan, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, dan mengembalikan kezaliman (yang pernah dia ambil) kepada yang berhak. Yang terakhir ini terkait dengan hal-hal yang bisa dikembalikan, seperti harta. Kemudian dia meminta kerelaan dan maaf dalam hal-hal yang tidak bisa dikembalikan, sembari mendoakan kebaikan bagi yang dia zalimi dan memuji mereka atas kebaikan mereka yang dia ketahui.  Kedua, kami menasihati dianya membaca Al-Qur’an dan hadits-hadits tentang targhib wa tarhib (anjuran untuk melakukan kebaikan dan ancaman terhadap perbuatan keburukan). Selain itu, hendaklah dia mengingat akhirat beserta kengeriannya. Demikian pula, hendaklah dia bergaul dengan orang-orang yang baik sekaligus menjauhi orang-orang yang jelek.  Semoga dia bisa bertobat dari dosa-dosanya, memohon ampun kepada Rabbnya, dan mencerca dirinya sendiri atas maksiat yang dia lakukan.  Wabillahit taufiq, washallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad, wa alihi wa shahbihi wa sallam., Telah menceritakan kepada kami Rauh bin Qais dari Asy’ats bin Jabir al Hadani dari Makhul dari Umar bin Abbas, ia berkata: “Pernah datang seseorang yang sudah tua renta menghadap Nabi SAW. Dia betelekan pada tongkatnya, kemudian dia berkata, wahai Rasulullah sesungguhnya aku ini banyak melakukan perbuatan jahat dan maksiat, apakah aku akan mendapatkan ampunan? Rasulullah SAW menjawab, bukankah kau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah? Dia menjawab, benar dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah! Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menyediakan ampunan bagimu untuk semua kejahatan dan kemaksiatan yang telah kamu lakukan itu!” (HR. Ahmad)  Dari uraian di atas, jelaslah bahwa yang dimaksud adalah Allah akan mengampuni semua dosa melalui taubat. Allah berfirman yang artinya: “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah maha pengampun lagi maha penyayang,” (QS An-Nisa: 110)?. Baca Juga : 10 Amalan Penghapus Dosa yang Mudah Dilakukan Kisah Wanita Pelacur yang Masuk Surga Ibnu Abbas r.a berkata, “Barang siapa saja di antara hamba Allah yang berputus asa dari ampunan bertaubat setelah datang keterangan ini, maka sungguh ia ingkar terhadap kitab Allah,”  Syirik adalah perbuatan dosa besar yang mempersekutukan Allah dengan makhluknya. Rasulullah bersabda, barangsiapa menghadap Allah dalam keadaan mempersekutukan-Nya maka dia akan masuk neraka karena dia telah melakukan kezaliman yang nyata. Advertisement Sikap syirik dapat merusak dan menggugurkan akidah Islam, oleh karena itu kita harus berhati-hati agar perbuatan kita tidak terbawa dalam kemusyrikan. Sebab jika kita melakukan kemusyrikan, kita harus bertaubat atau kembali kepada Allah seperti yang dijelaskan dalam QS Az-zumar: 53. Dan tatacara taubatnya ada tiga yaitu menyesali perbuatannya, meninggalkan pekerjaan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. (Penulis: Alwi Husein Al Habib, Direktur Bidang Pemberdayaan SDM di Center fo Democracy and Religious Studies (CDRS) Kota Semarang dan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Jurusan Ilmu al-Quran Tafsir)  Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Jumat, 18 Oktober 2019 - 12:44 WIB Judul Artikel : Beginilah Taubat Bagi Orang yang Musyrik dan Tata Caranya Link Artikel : https://www.viva.co.id/vstory/agama-vstory/1184209-beginilah-taubat-bagi-orang-yang-musyrik-dan-tata-caranya?page=2&utm_medium=page-2 Oleh : Alwi husein Al habib
Pertanyaan:
Apabila seorang muslim ingin terlepas dari dosa yang pernah dia lakukan, apa saja syarat yang wajib ditempuh terkait dengan orang yang bertobat dari dosanya? Apa pula nasihat Anda bagi orang yang melakukan perbuatan maksiat, agar dia mau bertobat sebelum ajal menjemputnya, sehingga dia akan rugi dan menyesal?

Jawab:
Pertama, dia bertobat dengan tobat yang jujur dan murni, menyesali dosa yang telah dia lakukan, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, dan mengembalikan kezaliman (yang pernah dia ambil) kepada yang berhak. Yang terakhir ini terkait dengan hal-hal yang bisa dikembalikan, seperti harta. Kemudian dia meminta kerelaan dan maaf dalam hal-hal yang tidak bisa dikembalikan, sembari mendoakan kebaikan bagi yang dia zalimi dan memuji mereka atas kebaikan mereka yang dia ketahui.

Kedua, kami menasihati dianya membaca Al-Qur’an dan hadits-hadits tentang targhib wa tarhib (anjuran untuk melakukan kebaikan dan ancaman terhadap perbuatan keburukan). Selain itu, hendaklah dia mengingat akhirat beserta kengeriannya. Demikian pula, hendaklah dia bergaul dengan orang-orang yang baik sekaligus menjauhi orang-orang yang jelek.

Semoga dia bisa bertobat dari dosa-dosanya, memohon ampun kepada Rabbnya, dan mencerca dirinya sendiri atas maksiat yang dia lakukan. Wabillahit taufiq, washallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad, wa alihi wa shahbihi wa sallam.