This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Begini Ciri-Cirinya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Begini Ciri-Cirinya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2022

Orangtua pun Bisa Durhaka, Begini Ciri-Cirinya

Orangtua pun Bisa Durhaka, Begini Ciri-Cirinya Orangtua pun Bisa Durhaka, Begini Ciri-Cirinya. nak dituntut untuk tidak durhaka terhadap orangtua. Sebab, ridho Allah SWT berasal dari ridho orangtua. Namun, siapa sangka bahwa orangtua ternyata bisa durhaka ke anak.  Tak banyak orangtua yang menyadari kalau sikap buruk dan durhaka bukan hanya dilakukan oleh anak kepada orangtua. Mereka yang dianggap sudah dewasa, tahu mana baik dan buruk juga bisa bersikap durhaka pada anak sendiri.  Hal tersebut diungkapkan oleh ustaz Ayang Utriza Yakin, PhD., di akun Twitternya. Pria yang juga lulusan Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan banyak faktor yang membuat orangtua bisa menjadi durhakan terhadap anak-anaknya.  "Ratusan pertanyaan masuk yg isinya hampir semua sama 'apakah ada orangtua yg durhaka?', Jawaban sy: YA. Adakah dalilnya? 'ya, banyak baik dari Alquran & hadis," ungkapnya.  Ustaz Ayang pun menjelaskan penyebab seseorang menjadi orangtua yang durhaka. Pertama, yaitu orangtua yang memberi nafkah untuk anaknya dari hasil kerja/ usaha yang haram.  "Korupsi, rampok, nyuri, jambret, malak, balak hutan, narkoba," tulisnya.  Lalu kedua, orangtua yang durhaka yaitu mereka yang tidak memberikan teladan baik ke anak-anaknya. Seperti mencontohkan salat, berpuasa, mengaji dan mengenal Islam.  Membiarkan dan merendahkan anak Bagi orangtua, jangan pernah mengucapkan kata kasar apalagi sampai menghina dan merendahkan. Hal tersebut sudah termasuk sikap durhaka dan sangat merusak mental anak. Ustaz Ayang juga mengingatkan hal tersebut, kalau orangtua yang durhakan adalah yang merendahkan anak sendiri"  "Orangtua yang menyakiti/ merisak/ menghina/ merendahkan anak-anaknya dengan ucapan/ kata2/ perlakuan hingga anak trauma atau rendah diri. Orangtua yang membiarkan anaknya dalam kemaksiatan dan keburukan seperti miras, narkoba, zina," ungkapnya.  Surah At Tahrim ayat 6Ustaz Ayang mengingatkan para orangtua terutama Ayah untuk melindungi keluarganya. Bertanggung jawab pada anak dan mengasuhnya dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam surah At Tahrim ayat 6.  At Tahrim ayat 6 Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.  Ustaz Ayang merujuk pada pendapat Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya al Jami li-Ahkam terkait ayat di atas. Yaitu: Orangtua wajib menjaga keluarganya dari apa yang membawa mereka ke neraka dengan mengajak anaknya berzikir, berdoa dan takwa kepada Allah SWT dan itu dilakukan dengan nasihat serta teladan perbuatan.. Orangtua pun Bisa Durhaka, Begini Ciri-Cirinya
Orangtua pun Bisa Durhaka, Begini Ciri-Cirinya. nak dituntut untuk tidak durhaka terhadap orangtua. Sebab, ridho Allah SWT berasal dari ridho orangtua. Namun, siapa sangka bahwa orangtua ternyata bisa durhaka ke anak.

Tak banyak orangtua yang menyadari kalau sikap buruk dan durhaka bukan hanya dilakukan oleh anak kepada orangtua. Mereka yang dianggap sudah dewasa, tahu mana baik dan buruk juga bisa bersikap durhaka pada anak sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh ustaz Ayang Utriza Yakin, PhD., di akun Twitternya. Pria yang juga lulusan Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan banyak faktor yang membuat orangtua bisa menjadi durhakan terhadap anak-anaknya.

"Ratusan pertanyaan masuk yg isinya hampir semua sama 'apakah ada orangtua yg durhaka?', Jawaban sy: YA. Adakah dalilnya? 'ya, banyak baik dari Alquran & hadis," ungkapnya.

Ustaz Ayang pun menjelaskan penyebab seseorang menjadi orangtua yang durhaka. Pertama, yaitu orangtua yang memberi nafkah untuk anaknya dari hasil kerja/ usaha yang haram.

"Korupsi, rampok, nyuri, jambret, malak, balak hutan, narkoba," tulisnya.

Lalu kedua, orangtua yang durhaka yaitu mereka yang tidak memberikan teladan baik ke anak-anaknya. Seperti mencontohkan salat, berpuasa, mengaji dan mengenal Islam.

Membiarkan dan merendahkan anak

Bagi orangtua, jangan pernah mengucapkan kata kasar apalagi sampai menghina dan merendahkan. Hal tersebut sudah termasuk sikap durhaka dan sangat merusak mental anak. Ustaz Ayang juga mengingatkan hal tersebut, kalau orangtua yang durhakan adalah yang merendahkan anak sendiri"

"Orangtua yang menyakiti/ merisak/ menghina/ merendahkan anak-anaknya dengan ucapan/ kata2/ perlakuan hingga anak trauma atau rendah diri. Orangtua yang membiarkan anaknya dalam kemaksiatan dan keburukan seperti miras, narkoba, zina," ungkapnya.

Surah At Tahrim ayat 6Ustaz Ayang mengingatkan para orangtua terutama Ayah untuk melindungi keluarganya. Bertanggung jawab pada anak dan mengasuhnya dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam surah At Tahrim ayat 6.

At Tahrim ayat 6

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Ustaz Ayang merujuk pada pendapat Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya al Jami li-Ahkam terkait ayat di atas. Yaitu: Orangtua wajib menjaga keluarganya dari apa yang membawa mereka ke neraka dengan mengajak anaknya berzikir, berdoa dan takwa kepada Allah SWT dan itu dilakukan dengan nasihat serta teladan perbuatan.