This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Inilah Janji Allah Swt di dalam Al-Qur’an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inilah Janji Allah Swt di dalam Al-Qur’an. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2022

Kezaliman Merajalela, Inilah Janji Allah Swt di dalam Al-Qur’an

Ilustrasi : Kezaliman Merajalela, Inilah Janji Allah Swt di dalam Al-Qur’an

Kezaliman Merajalela, Inilah Janji Allah di dalam Al-Qur’an. Pada setiap masa umat manusia, kezaliman selalu hadir dan tidak bisa dilepaskan dari apa yang telah dilakukan manusia terhadap sesamanya.  Allah subhanahu wa ta’ala merekam peristiwa kezaliman di dalam Al-Qur’an:

“kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu. Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab. Sungguh Tuhanmu benar-benar mengawasi.” (TQS. Al-Fajr: 10-14)

Ayat di atas memperlihatkan kepada kita mengenai gambaran bahwa semua bentuk kezaliman yang mereka lakukan pasti ada akhirnya. Semua dilihat oleh Allah dimana pun berada.  Allah maha melihat dan mengetahui segala bentuk perbuatan zalim yang telah diperbuat.

“Orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (TQS. Asy-Syu’ara: 227)

Akan tetapi, kebanyakan orang selalu menginginkan serta mengharap bahwa hukuman dan siksaan kepada orang zalim haruslah segera datang. Padahal tidak demikian.

Pertama, Allah sengaja membiarkan orang-orang zalim untuk melakukan praktiknya. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada mereka agar mau bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar.

“Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh rencana-Ku amat tangguh dan terencana, kuat, dan tidak ada yang menandinginya.” (TQS. Al-A’raf: 183)

Kedua, adanya Istijrad. Maknanya adalah naik sedikit demi sedikit, dari bawah ke atas. Hal tersebut terjadi dalam masalah kenikmatan, kemudahan dan kemewahan, sehingga semakin membuat para pelaku zalim menjadi lalai dan jauh dari Allah.

“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka.” (TQS. Al-An’am: 44)

Betapa mengerikannya rencana Allah bagi orang-orang yang berbuat kezaliman karena Allah sudah mempersiapkan balasanya bagi mereka.

Akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (TQS. Al-A’raf: 182)

Ketiga, munculnya Tazyin. Merupakan perbuatan buruk yang terlihat indah. Para pelaku kezaliman sudah tidak merasa sedikit pun bahwa perbuatannya itu tercela, namun terlihat baik-baik saja. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka.” (TQS. Al-‘Ankabut: 38)

Keempat, Akhdz, yakni siksa dan azab Allah. Ini merupakan fase terakhir yang akan Allah berikan kepada pelaku kezaliman.

“Begitulah siksa Tuhanmu jika Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.” (TQS. Hud: 102)

Inilah beberapa fase sebagai cara Allah dalam membalas perbuatan orang-orang zalim. Sungguh semuanya pasti akan berakhir dan tidak ada yang abadi selamanya kecuali Allah Swt.

Referensi : Kezaliman Merajalela, Inilah Janji Allah Swt di dalam Al-Qur’an