This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pada Masa-Masa Sulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pada Masa-Masa Sulit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2022

Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan

Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan

Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan. Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan. Di awal-awal kesulitan, kadang belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian? Karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu pasrah. 

Hati pun menyerahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan Itulah hakekat tawakkal. Tawakkal dengan bersandarnya hati pada Allah-lah, itulah sebab semakin mudahnya mendapatkan jalan keluar dari kesulitan yang ada. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba jadi putus asa. Demikianlah keadaan hamba ketika tidak bisa keluar dari kesulitan. Ketika itu, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Akhirnya, ia pun bertawakkal pada-Nya. 

Tawakkal inilah yang menjadi sebab keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3)” (Jaami’ul wal Hikam, 238). 

Maka sikap yang wajib dimiliki ketika itu adalah bersabar dan terus bersabar. Artinya, ketika sulit, hati dan lisan tidak berkeluh kesah, begitu pula anggota badan menahan diri dari perilaku emosional sebagai tanda tidak ridho dengan ketentuan Allah. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah. 

Semoga Allah senantiasa memudahkan kita meraih kelapangan dari kesempitan yang ada. Haruslah kita yakin badai pasti berlalu: “After a storm comes a calm”. Hanya Allah yang memberi taufik. Jadi untuk masa-masa sulit, biarlah Allah yang akan menguatkan. Tugas manusia hanya memastikan, kalau jarakmu dengan Allah tidak pernah jauh.

Referensi : Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan