Rabu, 29 Juni 2022

Ada 3 bentuk kezaliman


Berbuat Zalim berarti melampaui batas dan menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Zalim memiliki banyak macam dan bentuk. Namun secara umum  jenis zalim dibagi tiga hal anatara lain adalah sebagai berikut ini :

  1. Zalim kepada diri sendiri,
  2. Zalim kepada Allah Swt,
  3. Zalim Kepada sesama manusia.

Pertama,  Zalim seorang manusia terhadap dirinya dengan menyekutukan Allah Swt (zalim yang tidak akan diampuni dosanya sama sekali). Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.) (Surah Al Lukman ayat 13).

Kedua, Zalim seorang manusia kepada dirinya dengan berbuat maksiat kepada Allah Swt (zalim yang sama sekali tidak menjadi beban bagi Allah Swt).

Dianggap zalim, karena hak Allah SWT atas hambaNya adalah mereka wajib menyembahNya, mengesakan Nya  menaati dan tidak berbuat maksiat kepadaNya  bersyukur kepadaNya dan tidak mengkufuriNya. Jika mereka melanggarnya, maka mereka termasuk orang-orang yang zalim. 

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 229, 
Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah Swt, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah Swt, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa melanggar hukum-hukum Allah Swt, mereka itulah orang-orang zalim.

Ketiga, Zalim seorang manusia kepada sesama manusia (zalim yang tak akan dibiarkan Allah Swt).

Bagian ketiga inilah yang merupakan kezaliman yang paling dikenal dan paling banyak terjadi. Kezaliman ini merupakan jenis kezaliman yang lebih berat dari sebelumnya, paling banyak dosanya, serta memiliki akibat yang paling buruk . 

Seseorang takkan bisa lari darinya dan tak bisa terhindar dari bahaya dan dosanya dengan hanya sekedar berhenti dan menyesali kezaliman yang biasa diperbuatnya. Agar terhindar dari bahaya dan dosa kezaliman seperti ini, dia mesti meminta keikhlasan orang yang dizalimi dan segera mengembalikan haknya. 

Namun tak ada yang menjamin orang yang dizalimi akan membiarkan dan mengikhlaskan orang yang menzalimi jika dia meminta maaf dan keridhaannya. Oleh karena itu, kita memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari perilaku zalim terhadap sesama dan tidak menjadikan kita sebagai orang-orang yang zalim.

Sufyan Tsauri r.a. berkata, "Bertemu Allah Swt dengan membawa 70 dosa yang engkau lakukan atas Allah Swt, akan lebih ringan daripada bertemu denganNya dengan membawa satu dosa yang engkau lakukan atas orang lain".