This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label hidup sengsara rejeki susah usaha seret rezeki disebabkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup sengsara rejeki susah usaha seret rezeki disebabkan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2022

hidup sengsara rejeki susah usaha seret rezeki disebabkan

Setidaknya ada empat penghambat datangnya rizki yaitu : Apa saja penyebab rezeki seret, Kita simak apa saja penyebab rezeki kamu makin hari makin seret.



  1. Jarang bersedekah. ilustrasi sedekah (pexels.com/timur weber) 
  2. Penyakit hati, pikiran kotor, dan sering berkata kasar.
  3. Malas dan suka membuang waktu. 
  4. Susah memberikan senyuman. 
  5. Berselisih dan memutuskan tali silaturahmi.
Mengapa beberapa orang dari kita merasa kok sulit sekali mendapat rezeki. Bahkan, rezeki saya rasanya seret banget. Usaha ini itu, tidak juga membuahkan hasil. Pokoknya serba sulit. Jika hal itu terjadi, maka kita perlu introspeksi diri. Jangan-jangan ada hal-hal yang membuat rezeki kita ditahan oleh Allah hingga sampai akhir hayat pun kita hidup berkesusahan. Sesungguhnya pada diri setiap manusia, telah ditetapkan bagi mereka rezekinya sejak roh ditiupkan pertama kali ke dalam kandungan ibu. Bermacam-macam tingkatan rezeki setiap manusia. Namun demikian, bukan berarti tidak bisa berubah karena walau bagaimanapun itu adalah hak prerogatif Allah SWT. 

1. Berbuat maksiat dalam mencari nafkah

Jaman sekarang jujur itu susah, orang yang ngga jujur aja kadang masih susah dapet duit. Akhirnya demi mencari uang melimpah. Sikut sana sikut sini, kalau perlu pakai dukun atau sewa orang untuk melakukan hal yang tidak-tidak. Ini terang-terangan membuat rezeki kita ditahan oleh Allah. Andaikata kita merasa dapat banyak duit itu semua tidak berkah.

2. Hilangnya rasa tawakal kepada Allah

Kadangkala ketika rezeki kita mulai mengalir, ada rasa bangga dalam diri. Seolah-olah kita merasa bahwa ini semua adalah hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah yang ada dalam diri kita. Kita merasa super hebat dan luar biasa.

Ketika itu terjadi, maka bersiaplah karena itu adalah titik balik dari tanjakan kesuksesan kita. Dan itulah titik balik dimana kita bukannya naik malah terus meluncur ke bawah.

3. Terlalu banyak dosa

Terlalu banyak dosa akan membuat hati kita tertutup debu. Memupuskan setiap doa yang dipanjatkan ke langit. Bahkan ada seorang Syekh terkenal yang mengatakan bahwa penutup dari pintu rezeki adalah dosa yang terlampau banyak. Sedangkan pembukanya adalah taubat. Jadi kalau Anda merasa rezeki seret, cobalah bercermin dosa apa saja yang sudah Anda perbuat selama ini.

Allah itu adil. Siapa yang berusaha maka pasti akan diberikan hasil. Ada hukum tanam benih tuai hasil. Selama kita usaha, ada hasil dibalik semua itu. Kalau kita tekun pasti berhasil. Tapi kalau tidak berhasil, dosa apa coba yang ada dalam diri kita. Jadi segeralah bertaubat.

4. Dalam bekerja sering melupakan Allah

Ciri-ciri paling mudah ditemui adalah meremehkan Shalat. Ketika kita benar-benar sibuk dan tiba waktunya shalat, kita cenderung menunda-nunda. Lebih penting kerjaan daripada shalat. Bahkan yang kebangetan, sampai ngga shalat gara-gara kerjaan. Itu artinya, kita sudah melupakan Allah yang selalu mengamati dan mengetahui setiap tindakan kita. Kalau Anda lupa padanya, Dia pun dengan mudah melupakan Anda.

Semoga kita semua dijauhkan dari empat penghambat aliran rezeki sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Amin.

Bekerja menjadi salah satu cara untuk mendapatkan rezeki berupa penghasilan. Rezeki manusia dalam jaminan Allah Swt. 
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS Huud ayat 6)   

Ada 10 hal dalam pandangan Islam soal mengapa rezeki seorang Muslim terhambat. Seorang Muslim perlu mengetahui hal ini agar tidak terjerumus pada perbuatan yang menghambat rezekinya. 

Pertama, karena menganggap rezeki itu sudah diatur sehingga memilih untuk tidak bekerja secara sungguh-sungguh. 

Kedua, karena perbuatan maksiat dan yang diharamkan dalam Islam. Ini adalah salah satu faktor utama mengapa rezeki seorang hamba seret. 

Ketiga, karena kufur nikmat atau tidak bersyukur dan mencerca nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt kepada dirinya. Keempat, karena pelit dan tidak senang mengeluarkan uang di jalan Allah Swt.

Kelima, melakukan tindakan yang dikutuk Allah Swt seperti syirik yakni menyekutukan Allah Swt Termasuk juga dalam hal ini adalah meyakini sesuatu mendatangkan manfaat dan semacamnya.

Keenam, tidak membayar zakat. Ketujuh, lupa dengan nikmat yang telah Allah berikan, dan justru menyandarkan suatu nikmat kepada selain Allah Swt

Kedelapan, meninggalkan tugas dan kewajiban sebagai seorang hamba kepada Allah Swt, karena terlalu sibuk bekerja untuk mendapatkan keberlimpahan harta. Kalaupun mendapat harta yang berlimpah karena kerja kerasnya di dunia, harta tersebut menjadi tidak berkah karena kewajibannya kepada Allah Swt ditinggalkan dan terlalu sibuk dengan dunia.

Kesembilan, memakan uang haram. Uang haram ini jelas tidak berkah meski secara fisik memiliki harta yang berlimpah. Ingatlah bahwa seorang Muslim harus menjemput rezeki dengan cara halal dan thayyib, serta berdasarkan ketentuan Alquran dan sunnah.

Jangan sampai seorang Muslim bekerja menjemput rezeki dengan mengabaikan ketentuan syariat Islam dan lebih mengutamakan aturan dunia.  

Keberkahan

Sebaik-baik rezeki adalah yang mengandung nilai keberkahan. Maka, jangan hanya mengejar banyaknya rezeki, tetapi kejar berkahnya rezeki.

Bukan banyaknya rezeki yang membuat cukup. Kecukupan berkait soal keberkahan. Ketika rezeki berkah, banyak atau sedikit menjadi lapang. Tetapi, ketika berkah hilang, banyak atau sedikit bisa berujung pada kesempitan hidup. Rasulullah SAW bersabda artinya: 

"Ya Allah, jadikanlah aku merasa cukup dengan apa yang Engkau rezekikan, berikanlah berkah di dalamnya." (HR Al Hakim).