Kamis, 30 Juni 2022

Alquran yang Menguatkan Adanya Siksa Kubur dan Kisah Nyata Siksa nya

Nuh ayat 25 artinya sebai berikut : “Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.”

Al Hijr ayat 74 artinya sebai berikut : “Maka Kami jungkir balikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.”

Ghafir ayat 46 artinya sebai berikut : “Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!”

Al Buruj ayat 10 artinya sebai berikut : “Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.”

At Taubah ayat 101 artinya sebai berikut : “Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.”

Al Anfal ayat 50 artinya sebai berikut : “Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.”

Al An am ayat 93 artinya sebai berikut : “Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, Telah diwahyukan kepadaku, padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah Swt.

(Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), Keluarkanlah nyawamu. Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

Kita mengakui dan menyadari akan adanya kematian. Ya, hal ini tentu sudah menjadi pengetahuan bersama. Hanya, mengenai seperti apa di alam kubur, setiap ilmu memiliki cara pandang yang berbeda. Agama pun demikian dalam memandang adanya siksa kubur ini. Sebenarnya dalam hadis telah menceritakan bahwa memang ada siksa kubur. Hanya tidak pernah tahu bahwa apa yang terjadi setelah kematian tersebut datang menjemput ajal. Berikut cerita mengenai gambaran seorang mayat pemuda yang berusia delapan belas tahun yang digali kembali dari kuburnya setelah tiga jam dimakamkan dan disaksikan oleh ayahnya.

Seluruh badan memar. Matanya yang terbuka memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keterputusasaan. Darah yang begitu jelas menandakan bagaimana pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat. Berdasarkan keterangan ayahnya, anaknya rusak dalam urusan beribadah. Apabila bisa mengamatinya. Ketampanan dan kecantikan sudah tidak menjadi hal yang utama lagi di saat kita sudah di alam kubur, harta, kekuasaan juga tidak dapat menolong kita dalam menghadapi siksa kubur. Hanyalah amalan kitalah yang dapat memberikan manfaat saat kita dialam kubur. Sepertinya yang dirawayatkan hadis semuanya tidak akan dibawa kecuali tiga perkara, yaitu amal jariyah, anak saleh yang sering mendoakan kedua orangtuanya dan yang terakhir ilmu yang bermanfaat.


Berkenaan siksaan alam kubur yang terjadi pada orang murtad kepada Allah Swt, dan takutlah akan siksaannya pada segala larangannya dan sayangilah Allah Swt karena rahmatnya. Dan satu lagi bukti kasih sayang Allah Swt kepada umat-Nya tidak ke neraka dan hanya diberi peringatan saja.

Berikut dengan firman Allah SWT, "Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin," (QS. Ar-Rahman: 31). Allah Swt juga berfirman, "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)," (QS. Ar-Rahman: 60).



referensi sbb :