Rabu, 10 Agustus 2022

Kurangnya motivasi beribadah berasal dari kurangnya pemahaman

Ilustrasi : Kurangnya motivasi beribadah berasal dari kurangnya pemahaman

Rasa malas, bahkan hingga depresi atau tertekan saat berniat untuk beribadah bisa dialami oleh siapa pun karena berbagai faktor. Dalam Islam, ibadah wajib sehari-hari seperti sholat lima waktu pun kadang dapat terasa sangat berat dikerjakan seorang Muslimah mengaku merasa sangat sulit untuk beribadah. Ia mengatakan, rasa malas dan tertekan hingga kehilangan fokus untuk melaksanakan ibadah sehari-hari sering kali datang menghampiri, membuatnya ingin menemukan solusi atas masalah ini.  Madiha Sadaf, seorang konselor yang menawarkan jawaban atas hal tersebut mengatakan, Allah SWT dalam Alquran menyebut: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Aku.” (51:56). 

Banyak anak yang dipaksa melaksanakan sholat lima waktu oleh orang tua mereka. Perasaan negatif, seperti kesal dan kurangnya motivasi beribadah, berasal dari kurangnya pemahaman saat menunaikan sholat. 

“Untuk menyembah Allah SWT, untuk mencapai keridhaan-Nya, dan berada di bawah naungan-Nya pada hari itu. Ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak ingin sholat, hubungan dengan Allah SWT, itu adalah realisasi Anda tentang kurangnya kualitas sholat dan realisasi kurangnya koneksi dengan Allah SWT,” ujar Sadaf. 

Sholat merupakan hubungan fisik, spiritual, dan emosional antara Allah dan hamba-Nya. Ini adalah bentuk komunikasi antara Allah SWT dan kita sebagai umat Muslim. 

Ketika sholat, kita berseru kepada Allah SWT, mengakui kemahakuasaan-Nya, serta mengakui kelemahan dan ketidakmampuan, dan meminta petunjuk. Sebagai contoh, saat berbicara tentang lima rukun Islam, sholat, meskipun sangat penting, adalah rukun yang kedua, bukan yang pertama. Pilar pertama adalah “La ila ha ilallah”.

Ketika melaksanakan ibadah tanpa niat dan pemahaman yang jelas, itu akan terasa hampa. Bahkan, hanya mengetahui definisi dari ayat-ayat Alquran yang dibaca saja tidak cukup. Sadaf menuturkan ada perbedaan besar antara mengetahui dan memahami sesuatu. 

Mengetahui hanyalah menyadari keberadaan fisiknya atau makna permukaannya. Namun, memahami itu berarti melampaui makna permukaannya. Memahami berarti menginternalisasinya dan memahami pengetahuan tersebut serta mampu menerapkannya.

Jadi, bagaimana Anda memahami Alquran? Bagaimana Anda memahami sholat? Sebelum memahami dasar-dasar Islam, Anda perlu memahami Sang Pencipta. “Anda perlu memahami Allah SWT dan perlu tahu apa artinya menjadi seorang Muslim dan mengapa Anda seorang Muslim. Apakah Anda seorang Muslim hanya karena orang tua Anda Muslim dan Anda diajari cara beribadah? Atau apakah Anda seorang Muslim karena Allah telah memenuhi hati Anda dengan cahaya kebenaran dan Anda dapat membedakan mana yang benar dan salah?” kata Sadaf menjelaskan. 

Menurut Sadaf, saat tidak mempertanyakan hal ini, maka dengan mudah tujuan yang dimiliki hilang. Untuk mengatasi perasaan hampa saat beribadah, curahkanlah setidaknya 10 hingga 15 menit setiap hari untuk menjawab pertanyaan berikut. 

1. Apa pesan Islam?

2. Siapakah Nabi Muhammad SAW?

3. Mengapa saya seorang Muslim?

4. Bagaimana cara memperkuat hubungan saya dengan Allah?

5. Apa yang telah saya lakukan hari ini untuk meningkatkan diri saya dibanding siapa saya kemarin?

Dari lima pertanyaan ini, gunakanlah sebagai pedoman untuk mengevaluasi tujuan hidup Anda. Ketika mempertanyakan tujuan, tindakan, dan memastikan bahwa niat itu murni dan tidak dipertanyakan, kita akan merasa termotivasi untuk memperbaiki diri sendiri dan depresi tidak dapat menyesatkan pada akhirnya.

Jika ingin fokus, Anda perlu menghindari gangguan. Hal utama yang harus diingat adalah tujuan hidup. Ketika Anda ingin menjadi seorang profesional, seperti dokter, profesor, insinyur, guru, dan lainnya, Anda harus memperhatikan target dan tujuan. 

“Jika kita ingin fokus, kita perlu menghindari gangguan. Ketika itu ada di tempatnya, segala sesuatu yang lain jatuh pada tempatnya dan tidak ada yang namanya gangguan,” kata Sadaf.

Demikian pula, bagi seorang Muslim, satu-satunya tujuan adalah menyenangkan Allah SWT, menaati-Nya. Segala sesuatu yang dilakukan harus memiliki niat untuk menyenangkan Allah. Misalnya, saat kita belajar untuk ujian, kita harus niat belajar agar kita bisa membuat sesuatu yang berharga dari diri kita sendiri dan menggunakannya untuk melayani umat manusia. 

Selain itu, cobalah beberapa hal yang dapat meningkatkan fokus dan membantu Anda beribadah dengan lebih baik sebagai berikut. 

1. Tulis kegiatan yang dilakukan setiap hari

Ini sangat penting. Jika Anda menuliskan semua yang Anda lakukan setiap hari, itu akan membantu Anda melihat apa yang telah Anda lakukan yang telah menjauhkan Anda dari apa yang ingin Anda capai dalam hidup. Misalnya, jika Anda melihat bahwa Anda menghabiskan 3 jam menonton film atau 1 jam menjelajahi Facebook, Anda akan melihat waktu yang terbuang dapat dihabiskan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi Anda secara spiritual, mental, dan emosional.

2. Bangun kemauan

Fokus pada tujuan dan bekerja untuk mencapainya bukanlah hal yang mudah. Ketika Anda mengisi pikiran Anda dengan produktivitas dan mencoba menghapus kebisingan, akan mudah untuk tetap fokus dan pada jalurnya.

3. Rajin sholat

Sadaf menceritakan tentang seorang pria pada era 1800-an yang ingin menikahi seorang perempuan yang sudah memiliki suami. Ia mendatangi suami dari perempuan tersebut untuk memintanya menceraikan istrinya sehingga bisa menikahinya.

Suami perempuan itu, sebagai individu yang sangat taat, menghargai kejujurannya. Namun, ia mengatakan jika laki-laki itu sholat lima waktu selama 40 hari, maka ia siap menceraikan istrinya. 

Setelah 40 hari beribadah secara rutin, pria yang ingin menikahi perempuan bersuami itu merasakan percikan di hatinya. Ia menyadari betapa kesalahan besar yang dia lakukan karena memiliki niat buruk untuk seorang perempuan yang sudah menikah. Ia kemudian datang dan meminta maaf pada suami perempuan itu.

Kisah ini mengatakan ketika kita sholat dengan hati yang benar, itu membersihkan kesadaran dan membuat kita menyadari hal baik dan membedakannya dari yang buruk. Sholat adalah hubungan dengan Allah SWT.

Ketika berdiri untuk sholat, kita harus menyadari sedang berdoa kepada Pemilik atau Dunia, dan itu adalah hubungan khusus yang telah dianugerahkan. Allah SWT telah memilih kita daripada orang lain untuk dibimbing dengan benar dan berada di jalan yang lurus.

4. Olahraga 

Meski kedengarannya tidak perlu, olahraga membantu fokus. Ini melepaskan pemancar tertentu di otak Anda yang meningkatkan fokus, perhatian, dan kemampuan untuk membuat koneksi baru dan memperluas pembelajaran. Ketika berolahraga, Anda akan menyadari pikiran Anda menjadi sulit untuk mengembara dan akan menjadi mudah bagi pikiran agar fokus.

5. Membaca

Membaca membuat otak Anda bekerja dan itu hal yang sangat bagus. Baca hal-hal yang menarik minat Anda dan itu akan membantu Anda memperluas pengetahuan.

Referensi : Kurangnya motivasi beribadah berasal dari kurangnya pemahaman