Senin, 29 Agustus 2022

Durhaka kepada Orangtua dan Ingin Bertaubat Tapi Mereka Sudah Meninggal Dunia

Durhaka kepada Orangtua dan Ingin Bertaubat Tapi Mereka Sudah Meninggal Dunia. Berbuat durhaka kepada orangtua merupakan salah satu dosa besar yang mengundang murkanya Allah. "Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak." (an-Nisa:36).  "Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak." (an-Nisa:36).  Jadi sangatlah penting untuk berbuat baik dan berbakti kepada kedua orangtua, bahkan melebihi jihad di jalan Allah.    Namun terkadang masih ada saja seorang anak yang berbuat durhaka kepada orangtuanya, bahkan suka menelantarkannya ketika ia sudah tua renta. Durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa yang paling besar yang menyamai perbuatan syirik. Yang termasuk durhaka kepada kedua orangtua itu seperti suka melawan perintah orangtua, membentak dan menyakiti hatinya, berkata yang membuat orangtua bersedih dan juga bermuka masam kepada mereka. Lalu bagaimana jika sudah berbuat durhaka kepada kedua orangtua dan menyesalinya dan ingin bertaubat.     Bingung bagaimana cara ingin bertaubat setelah berbuat durhaka kepada kedua orangtua sedangkan mereka sudah meninggal dunia. Walaupun berbuat durhaka kepada orangtua sampai mereka meninggal dunia, kita masih punya kesempatan untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.     Karena sebesar apapun dosa yang kita perbuat, Allah yang Maha Pengampun akan menerima taubat seorang hamba jika ia benar-benar ingin bertaubat.    Seperti firman Allah berikut:  "Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. As-Syura: 25).  Ada dua hal yang perlu diperhatikan sebelum kita bertaubat setelah berbuat durhaka kepada kedua orangtua yang sudah meninggal.    1. Mampu memenuhi syarat taubat itu sendiri    Syarat taubat itu ada 4 perkara yaitu:  a. Menyesali perbuatan jahatnya itu dengan hati yang jujur.  b. Berjanji di dalam hati tidak akan mengulangi perbuatan jahat tersebut  c. meninggalkan segala hal yang berkaitan dengan perbuatan maksiat yang dilakukan  d. Membuang segala peralatan yang mengandung maksiat tersebut.    2. Tetap berbakti kepada kedua orangtua walaupun mereka sudah meninggal dunia    Bentuk berbakti kepada orangtua walaupun mereka sudah meninggal dunia itu seperti:  a. memperbanyak amal soleh dan dan mendoakan mereka  b. meminta ampun kepada Allah untuk kedua orangtua  c. memperbanyak sedekah atasnama kedua orangtua  d. memenuhi keinginan orangtua sebelum meninggal dunia yang belum tercapai  e. memulyakan teman dekat serta menjalin silaturahmi dengan keluarga dekat kedua orangtua.    Demikianlah cara bertaubat setelah berbuat durhaka kepada kedua orangtua yang sudah meninggal dunia. Semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa bertaubat diterima taubatnya.    Karena firman Allah Ta'ala:     Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53).

Durhaka kepada Orangtua dan Ingin Bertaubat Tapi Mereka Sudah Meninggal Dunia. Berbuat durhaka kepada orangtua merupakan salah satu dosa besar yang mengundang murkanya Allah. "Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak." (an-Nisa:36).

"Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak." (an-Nisa:36).

Jadi sangatlah penting untuk berbuat baik dan berbakti kepada kedua orangtua, bahkan melebihi jihad di jalan Allah.


Namun terkadang masih ada saja seorang anak yang berbuat durhaka kepada orangtuanya, bahkan suka menelantarkannya ketika ia sudah tua renta. Durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa yang paling besar yang menyamai perbuatan syirik. Yang termasuk durhaka kepada kedua orangtua itu seperti suka melawan perintah orangtua, membentak dan menyakiti hatinya, berkata yang membuat orangtua bersedih dan juga bermuka masam kepada mereka. Lalu bagaimana jika sudah berbuat durhaka kepada kedua orangtua dan menyesalinya dan ingin bertaubat. 


Bingung bagaimana cara ingin bertaubat setelah berbuat durhaka kepada kedua orangtua sedangkan mereka sudah meninggal dunia. Walaupun berbuat durhaka kepada orangtua sampai mereka meninggal dunia, kita masih punya kesempatan untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. 


Karena sebesar apapun dosa yang kita perbuat, Allah yang Maha Pengampun akan menerima taubat seorang hamba jika ia benar-benar ingin bertaubat.


Seperti firman Allah berikut:

"Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. As-Syura: 25).

Ada dua hal yang perlu diperhatikan sebelum kita bertaubat setelah berbuat durhaka kepada kedua orangtua yang sudah meninggal.


1. Mampu memenuhi syarat taubat itu sendiri


Syarat taubat itu ada 4 perkara yaitu:

a. Menyesali perbuatan jahatnya itu dengan hati yang jujur.

b. Berjanji di dalam hati tidak akan mengulangi perbuatan jahat tersebut

c. meninggalkan segala hal yang berkaitan dengan perbuatan maksiat yang dilakukan

d. Membuang segala peralatan yang mengandung maksiat tersebut.


2. Tetap berbakti kepada kedua orangtua walaupun mereka sudah meninggal dunia


Bentuk berbakti kepada orangtua walaupun mereka sudah meninggal dunia itu seperti:

a. memperbanyak amal soleh dan dan mendoakan mereka

b. meminta ampun kepada Allah untuk kedua orangtua

c. memperbanyak sedekah atasnama kedua orangtua

d. memenuhi keinginan orangtua sebelum meninggal dunia yang belum tercapai

e. memulyakan teman dekat serta menjalin silaturahmi dengan keluarga dekat kedua orangtua.


Demikianlah cara bertaubat setelah berbuat durhaka kepada kedua orangtua yang sudah meninggal dunia. Semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa bertaubat diterima taubatnya.


Karena firman Allah Ta'ala: 


Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53).