Kamis, 25 Agustus 2022

Ini yang Dialami Anak Jika Orang Tua Bercerai

Ini yang Dialami Anak Jika Orang Tua Bercerai

Perceraian memang sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Perceraian yang biasa terlihat adalah perceraian yang dilakukan oleh Public Figure. Sebab perceraian yang mereka lakukan akan terekspose oleh media massa.

Memang tidak ada pasangan yang ingin bercerai. Namun masalah dalam rumah tangga yang tidak pernah ketemu titik temu akan menjadi bermulanya perceraian. Masalah yang hadir bukan saja sekedar pertengkaran, biasanya perbedaan, ketidakcocokan intelektual, kurangnya komunikasi, dan kurangnya komitmen sebelum melanjut ke tahap pernikahan menjadi alasan mengapa pasangan suami istri ingin bercerai.

Jika Anda sudah memiliki anak dan ingin bercerai. Anda wajib memikirkan dampak dari perceraian yang akan Anda lakukan terhadap perkembangan anak Anda. Biasanya anak menjadi korban psikologis akibat perceraian yang dilakukan oleh orang tuanya. Anak akan merasa bahwa keluarganya sudah tidak lengkap lagi. Hal ini dapat menimbulkan rasa iri terhadap teman sekolah ataupun teman rumahnya yang terlihat bahagia bersama dengan orang tua, sehingga anak akan merasa sedih dan kecewa.

Tentunya akan banyak hal-hal negatif yang akan berdampak pada anak ketika orang tuanya bercerai, berikut adalah beberpa contoh dampak negatif akibat perceraian yang dihimpun oleh soloposfm.com dari berbagai sumber.

 

  1. Timbul Perasaan Bersalah

Anak-anak akan merasa bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab kedua orang tuanya berpisah atau bercerai. Sehingga mereka akan selalu merasa bersalah. Apa lagi jika usia anak masih cukup muda atau usia dibawah 12 tahun sangat rapuh menghadapi hal ini. Sang anak akan menganggap bahwa perceraian yang dilakukan oleh kedua orang tuanya adalah masalah berat dan besar.  Sang anak juga akan merasa jika dunia mereka menjadi berantakan ketika orang tuanya bercerai.

  1. Perilaku Anak

Ketika orang tua bercerai, perilaku anak akan berubah seperti kesulitan tidur, tindakan yang negatif, mudah menangis, belajarnya berubah, dan dapat menyebabkan anak untuk melakukan tindakan berbahaya. Karena perceraian akan mengalami efek traumatis bagi psikologis anak.

  1. Dampak Pada Anak Balita

Meski belum benar-benar memahami arti perceraian, mereka tetap dapat merasakan terdapat sebuah masalah dalam keluarganya. Meskipun dia tidak mengetahui masalah secara pasti. Bagi balita perempuan ketika orang tua bercerai ia akan lebih banyak minder, dan bagi anak laki-laki ia akan lebih mudah marah.

  1. Anak Jadi Paranoid

Orang tua yang bercerai akan beresiko menghilangkan rasa percaya diri, kedamaian, hingga harapan anak. Sehingga menyebabkan anak berkembang menjadi pribadi yang paranoid. Sifat ini membuatnya menarik diri dan bersembunyi dalam kesendirian atau menjadi seorang pribadi yang kasar.

  1. Tidak Ingin Menikah

Perceraian yang terjadi akan memberikan traumatik yang membuat seseorang anak menghindari pernikahan. Ia enggan menikah karena takut mengalami hal yang sama seperti orang tuanya. Bahkan ia menghindari untuk menjalin hubungan terhadap lawan jenis karena trauma terhadap hubungan yang dialami oleh kedua orang tuanya.

  1. Menjadi Anak Pembangkang dan Minder

Anak korban perceraian akan merasa dirinya sudah tidak lagi dihargai oleh orang tua, sehingga ia merasa bahwa hidupnya sudah bebas dan sering untuk melawan orang tua. Bahkan dampak perceraian bagi anak akan membuat anak menjadi seorang yang peragu dan minder.

  1. Bertindak di Luar Jalur

Dampak lain bagi anak korban perceraian , ia akan menjadi anak yang di luar kendali dan lebih agresif. Perceraian dapat membuat anak menjadi anak yang kelainan seksual dan perilaku nakal lainnya. Bahkan dampak bagi anak korban perceraian ia dapat menjadi anak yang memiliki kelainan seks, seperti lesbi atau homo.

  1.  Mensabotase Hubungan

Tanpa sadar, dampak bagi anak yang menjadi korban perceraian akan selalu menunggu sesuatu yang buruk terjadi dalam hubungannya dengan pasangan. Memang awalnya ia akan menjalani hubungan, namun anak korban perceraian akan takut melanjutkan hubungan jangka panjang yang lebih serius.

  1. Sedih

Rasa sedih akan terus menghantui perasaan anak korban perceraian, hal ini disebabkan oleh hilangnya sesuatu yang sudah dimiliki sejak ia belum menyadari apa-apa.

  1. Kesepian

Rasa kesepian akan tentu menjadi dampak psikis bagi anak korban perceraian yang sangat mencolok pada anak yang menjadi korban perceraian. Sebab ketika orang tua bercerai anak akan merasakan kehilangan salah satu orang tuanya.