Kamis, 11 Agustus 2022

Dampak Negatif Perceraian pada Anak secara Psikologis dan Menurut Islam


Dampak Negatif Perceraian pada Anak secara Psikologis dan Menurut Islam. Perceraian memang melibatkan hubungan antara suami dan istri. Namun, ternyata ada lho dampak negatif perceraian pada anak dari sisi psikologi dan Islam.

Sebetulnya perceraian adalah hal yang paling dihindari oleh pasangan yang sudah menikah dan dilarang oleh agama Islam.

Namun, tidak selamanya harapan menjadi kenyataan. Terkadang, di tengah perjalanan menjadi sebuah keluarga, badai datang dan menyebabkan perceraian.

Biasanya, keputusan ini diambil ketika sudah tidak ada lagi jalan keluar yang bisa menyelesaikan permasalahan kedua.

Tidak hanya orangtua yang tersakiti, perceraian juga menyisakan trauma pada anak yang mungkin akan terus dibawanya hingga dewasa.

Lantas, apa saja dampak negatif perceraian pada anak dalam psikologis dan agama Islam? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Saat terjadi perceraian, anak-anak pasti akan mengalami efek psikologis. Akan tetapi, stres yang dirasakan anak broken home berbeda-beda, tergantung pada usia, dan temperamen.

Efek psikologis perceraian pada anak kerap menjadi kekhawatiran orang tua, bahkan sebelum mengambil keputusan untuk berpisah. Hal ini karena tidak menutup kemungkinan ada beberapa dampak negatif perceraian pada anak dalam hal psikologis, antara lain:

1. Prestasi Akademik Menurun
Sebuah penelitian ilmiah Lowa State University menunjukkan bahwa, usia anak saat menghadapi masa perceraian orang tua ternyata memberikan pengaruh berbeda pada pencapaian akademisnya lho, Moms.

Diketahui bahwa anak yang masih berusia di bawah 18 tahun saat orang tua bercerai memiliki kemungkinan meraih gelar sarjana 35% lebih rendah, bila dibandingkan dengan anak yang sudah berusia di atas 18 tahun saat melalui masa perceraian.

Selain karena berkurangnya waktu berkualitas dan bimbingan dari salah satu orang tua, perubahan kondisi finansial keluarga setelah perceraian juga menjadi faktor lain yang sering membawa dampak negatif perceraian pada anak dan menjadi hambatan anak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

2. Kehilangan Keinginan untuk Berinteraksi Sosial
Dampak negatif perceraian pada anak juga dapat memengaruhi hubungan sosial anak dengan lingkungan sekitarnya.

Akibat perceraian atau peran orangtua yang hilang, sebagian anak akan melepaskan rasa kegelisahan mereka dengan bertindak agresif.

Tindakan agresif yang bisa anak lakukan adalah perilaku bullying (perundungan). Jika orangtua membiarkannya, hal ini dapat memengaruhi hubungan anak dengan teman sebayanya.

. Anak akan Merasa Bersalah

Dampak negatif perceraian pada anak selanjutnya adalah anak akan selalu merasa bersalah selama hidupnya.

Pikiran anak-anak memang kerap kali belum matang, sehingga saat orang tua memutuskan untuk bercerai mereka akan merasa bahwa hal ini terjadi karenanya.

Mereka akan merasa sangat bersalah, apalagi jika anak masih berusia di bawah 12 tahun. Mereka tergolong sangat rapuh dalam menghadapi hal ini.

Anak akan merasa jika dunia mereka menjadi berantakan setelah kedua orang tua bercerai.

4. Mudah Terpengaruh Hal Negatif
Dampak negatif perceraian pada anak juga menyebabkan Si Kecil yang beranjak remaja mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk yang ditemuinya dalam pergaulan. Seperti merokok, minum alkohol, dan narkoba.

Hal ini disebabkan anak merasa tidak lagi diperhatikan oleh orang tuanya yang sibuk dengan masalah rumah tangga.

Terlebih, jika perceraian melalui proses yang tidak mudah sehingga masing-masing orangtua membutuhkan waktu untuk memulihkan dirinya sendiri sehingga mereka mengabaikan anak-anaknya. 

5. Menjadi Lebih Posesif

Dampak negatif perceraian pada anak terhadap anak akan membawa mereka lebih posesif dalam lingkungan pertemanan atau percintaan.

Hal ini karena anak broken home secara emosional lebih haus kasih sayang karena tidak mereka dapatkan dari keluarganya. Selain itu, anak broken home juga cenderung memiliki rasa cemburu yang berlebihan pada orang di sekitarnya.

6. Sulit Percaya dengan Orang Lain
Melansir International E-journal of Advances in Social Sciences menunjukkan bawah, anak broken home akan sulit percaya dengan orang lain dan akan selalu merasa bahwa ia sedang dibohongi.

Perasaan sulit menaruh kepercayaan pada orang lain ini dapat menyebabkan anak mudah frustrasi dan sering berkecil hati saat berhubungan dengan orang lain.

Dalam agama Islam, pernikahan adalah ikatan suci tidak hanya pada manusia tetapi juga dengan Allah SWT. Karenanya pernikahan dianggap sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Tetapi, tidak semua mahligai rumah tangga berjalan sesuai rencana. Banyak pernikahan yang berakhir dengan perceraian karena berbagai alasan.

Padahal, Allah SWT sangat membenci perceraian dua orang muslim, seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Umar. Dikutip dari Azislam, Rasulullah SAW mengatakan,

"Dari semua tindakan yang sah, yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian."

Allah SWT membenci perceraian karena banyak alasan. Bukan hanya merugikan bagi suami dan istri yang bercerai, melainkan bagi anak-anak yang mengalaminya.

Orang yang paling menderita karena perceraian adalah anak-anak. Perceraian orang tua dapat memengaruhi mereka sampai dewasa, dan bukan tidak mungkin anak memiliki rasa trauma.

Berikut ini dampak negatif perceraian pada anak menurut Islam.

7. Membuat Anak Stres
Dampak negatif perceraian pada anak, tanpa disadari anak akan merasa bahwa dia adalah penyebab orang tuanya bercerai dan mereka juga merasakan tanggung jawab untuk membuat orang tuanya kembali lagi.

Selain itu, akan akan merasa orang tuanya tidak lagi menyayanginya.

Perasaan inilah yang akhirnya membuat anak menjadi stres, yang akhirnya mengarah pada pikiran negatif.

8. Mengalami Kesedihan Akut
Jika anak sudah cukup dewasa untuk memahami apa arti perceraian, dampak negatif perceraian pada anak, mereka akan merasakan kesedihan yang akut, setelah mengetahui bahwa orang tua mereka tidak lagi bersama.

Perasaan ini bahkan bisa berujung pada depresi dini, dan menyebabkan kesedihan dalam waktu yang lama.

9. Perubahan Suasana Hati yang Parah
Dampak negatif perceraian pada anak, Si Kecil tidak lagi merasakan kehangatan dan kebahagiaan. Karenanya, perubahan suasana hati cenderung dialami oleh anak.

Mereka juga menarik diri dari lingkungannya dan memilih untuk tidak berbicara dengan siapapun.

Meskipun ada pula anak yang menjadi overacting untuk mencari perhatian orang disekitarnya.

10. Kehilangan Fokus dalam Beraktivitas

Karena anak lebih bergantung pada orang tuanya, dampak negatif perceraian pada anak membuat mereka mudah kehilangan fokus untuk melakukan kegiatan apapun.

Anak akan mudah cemas, tegang, gugup, dan merasa sulit untuk berkonsentrasi pada hampir semua hal, terutama dalam belajar.

Mereka juga akan kehilangan minat pada kegiatan apa pun yang membuat hatinya senang.

11. Menimbulkan Masalah Perilaku
Anak mungkin akan menjadi pribadi yang emosional, antisosial, mudah kehilangan kesabaran, dan memiliki perilaku menyerang sebagai dampak negatif perceraian pada anak. Ini juga menjadi dampak perceraian orang tua.

12. Depresi
Depresi tidak mengenal usia. Bahkan anak-anak kecil bisa merasakan depresi saat mereka merasa sangat sedih atas dampak negatif perceraian pada anak.

Risiko depresi ini lebih tinggi pada anak yang menyaksikan perceraian dan mengerti apa artinya.

Menurut banyak penelitian, perceraian orang tua adalah adalah satu faktor penyebab seseorang memiliki gangguan bipolar.

Selain itu, pada balita dan anak-anak prasekolah antara usia 18 bulan dan 6 tahun menunjukkan rasa depresi dengan kembali ke perilaku seperti menempel, mengompol, mengisap jempol, dan amarah.

Referensi : Dampak Negatif Perceraian pada Anak secara Psikologis dan Menurut Islam