Kamis, 25 Agustus 2022

Dampak Perceraian Bagi Anak Perempuan

Dampak Perceraian Bagi Anak Perempuan. Perceraian merupakan hal yang paling ditakuti oleh setiap pasangan. Namun terkadang mereka tidak bisa memaksakan kehendak, tak jarang konflik yang sudah terlalu rumit dan juga tidak memiliki solusi menyebabkan perceraian merupakan jalan terbaik untuk dipilih. Lantas apa positif dan negatifnya perceraian ?  Jika dilihat dari konflik, tentu dalam rumah tangga jika ada seseorang yang mengalami kejadian luar biasa seperti KDRT dan penyiksaan, maka korban akan terlepas. Namun jika konflik masih dikategorikan rendah maka negative dari perceraian akan lebih banyak. Terutama pada anak-anak yang akan menghadapi trauma dan sejenisnya. Lalu apa dampak perceraian bagi anak khususnya anak perempuan .   1). Kesehatan Anak Memburuk  Ketika seorang anak perempuan ditinggalkan ayahnya dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, misalnya dari balita hingga pubertas akibat perceraian. Pertama adalah kesehatan anak perempuan memburuk. Karena umumnya, kesehatan fisik seorang anak perempuan dipengaruhi mental dan perasaan atau mood mereka. Jika ditinggalkan oleh sosok ayah dan merasa kehilangan figure ayah maka anak perempuan tersebut akan sedih dan menyebabkan kesehatan anak menjadi menurun bahkan tak jarang memburuk.  2). Tidak Percaya Pada Pria  Kepercayaan seorang anak perempuan untuk seorang laki-laki ditanam pertama kali pada sang ayah. Namun jika ia menghadapi kenyataan bahwa ayahnya meninggalkan mereka atau mungkin ia mengikuti ayah dan perceraian terjadi. Maka anak tersebut bisa saja terlihat baik-baik saja namun faktanya mereka tidak lagi percaya pada sosok pria atau laki-laki. Jika anak tersebut ikut ibunya maka ayah akan dianggap pria yang mengkhianati mereka dan sosok yang jahat. Namun jika anak tersebut mengikuti sang ayah ketika perceraian, maka anak tersebut akan berpikir bahwa ayahnya tidak bisa menjaga ibunya dengan benar dan tidak bisa menjadi kepala keluarga yang sesuai.  3). Menjadi Anak Terlalu Mandiri/Kuat  Orang tua mana yang tidak ingin bahwa anaknya menjadi sosok yang kuat dan juga mandiri ? namun bagaimana jika anak tersebut kelewat mandiri atau kuat. Bahkan karena hal ini ia tidak lagi butuh pendampingan dan orang yang bisa mendewasakan mereka. Sehingga anak perempuan tersebut menjadi terlalu tangguh dan tidak takut apapun. Hal inilah yang dihindari dan juga ditakutkan oleh banyak anak perempuan yang mengalami perceraian.  4). Membenci sosok Ayah  Tak jarang ketika seorang anak perempuan mengalami perceraian terutama mereka yang mengikuti sang ibu maka akan membenci sosok ayah. Ketika ada pria yang ingin berperan menjadi seorang ayah atau pria lain yang lebih dewasa mau menaungi, maka anak perempuan tersebut akan merasa asing dan aneh. Tak jarang seorang anak perempuan jadi mengasingkan diri dan menjauh ketika seorang pria ingin berperan menjadi ayahnya. Bisa jadi ia juga tidak akan pernah menerima sosok ayah baru seperti layaknya ayah tiri.  5). Kecenderungan Depresi  Sayangnya ketika anak perempuan mengalami kegagalan atau broken home maka hal pertama yang akan melanda adalah depresi. Perasaan tidak terima, perasaan tidak senang dan tidak sesuai merupakan masalah yang menyebabkan depresi. Kegagalan rumah tangga orang tua menyebabkan depresi biasanya berawal dari bully atau ledekan teman-teman sehingga membuat ia semakin sadar bahwa keluarganya hancur. Apalagi banyak yang membandingkan atau nantinya akan mengatakan bahwa keluarga ideal haruslah seperti keluarga A atau B yang membuat anak perempuan yang cenderung peduli akan sakit hati. Sehingga depresi merupakan paling sering terjadi.    6). Melakukan Hal Diluar Batas  Seks bebasmerupakan permasalahan selanjutnya anak perempuan broken home, dimana seks bisa menjadi pelarian anak yang menjadi korban perceraian. Tentu saja hal tersebut mampu memberikan dampak yang negatif dan berbahaya di masa depannya terutama jika yang melakukan tersebut adalah anak perempuan. Perceraian juga bisa membuat anak-anak berada pada risiko yang lebih tinggi untuk bisa menerima pelecehan dari anak lainnya dan rentan terkena masalah kesehatan.  7). Tidak Peduli (apatis) terhadap hubungan  Perceraian mampu menimbulkan trauma yang berkepanjangan bagi anak-anak terutama anak perempuan atau mereka yang sudah mengerti seperti apa hubungan. anak-anak yang trauma mereka menjadi orang yang merasa apatis dengan sebuah hubungan dan menganggap bahwa hubungan bukanlah hal yang penting karena melihat apa yang dialami orang tuanya gagal dan ia menganggap bahwa ia akan melakukan hal yang sama. Sehingga apatis menjadi salah satu efek yang besar.    8). Menutup Diri  Menutup diri merupakan efek lain yang disebabkan oleh perceraian terutama untuk anak perempuan. Disini berkaitan dengan anak yang merasa tersakiti adalah anak perempuan. Anak perempuan merupakan anak yang cenderung menutup perasaan jika mereka tersakiti dan juga mengalami kendala yang menekan mental. Berbeda dengan anak laki-laki yang lebih ekspresif.  9). Mempermainkan Hubungan   Ketika seorang anak merasa bahwa dengan broken home maka sebuah hubungan menjadi hal yang paling bisa dimainkan maka anak perempuan tersebut akan melakukan hal yang sama. Bukan tanpa sebab, seorang perempuan lebih mengutamakan perasaan dibandingkan logika. Ketika mereka sakit hati maka mereka menganggap bahwa hal tersebut bisa mereka lakukan juga pada orang lain untuk membalaskan dendam atau sekedar orang lain tahu bagaimana rasanya jadi anak broken home. Jika sudah seperti ini maka akan berbahaya dan akhirnya bisa mempermainkan hubungan atau perasaan orang lain tanpa ada rasa tidak  tega.  10). Pernikahan adalah Neraka  Jika melihat orang tuanya hancur dan berantakan, maka anak perempuan biasanya akan menganggap bahwa pernikahan menjadi sebuah neraka alias sebuah komitmen yang bohong belaka. Hal ini terjadi karena pernikahan yang dilihatnya dan dipelajarinya telah gagal. Seperti yang diketahui bahwa pernikahan merupakan sebuah komitmen sakral sedangkan keluarga merupakan lingkungan terdekat seorang anak belajar berbagai pengalaman dan hal. Jika lingkungan terdekatnya saja membuatnya tidak percaya.    11). Posesif dan Aneh  Beberapa anak perempuan yang menjalin hubungan dengan orang lain dengan bentuk yang salah membuat berbagai orang berpikir bahwa anak perempuan tersebut mungkin mengalami kejadian sebelunya. Dan tak jarang, seorang anak perempuan menjadi posesif dan aneh akibat kejadian perceraian orang tuanya yang berdampak pada mereka. Karena perceraian menyebabkan kehilangan seseorang yang dicintai, maka mereka lebih posesif lagi dalam menjaga pasangannya.  12). Cara Berpikir Terganggu  Cara berpikir yang bisa saja terganggu merupakan dampak selanjutnya yang dirasakan anak perempuan ketika ayah dan ibunya bercerai. Cara berpikir disini dimaksudkan bahwa anak tersebut kehilangan rasa simpati atau empatinya, rasa pedulinya, kasar, berperilaku emosional dan hal lainnya. Bisa saja awalnya anak tersebut cerdas namun menjadi seorang anak dengan perkembangan yang buruk, semua terjadi karena tekanan sebagai seseorang anak yang broken home.  13). Bodoh  Bodoh mungkin menjadi efek besar yang seringkali terlihat dalam anak-anak perempuan yang broken home. Suasana hati yang terganggu dan menyebabkan anak tersebut malas atau merasa tidak penting untuk belajar menyebabkan anak broken home menjadi bodoh dan tidak bisa belajar dengan baik.  14). Penyendiri  Penyendiri merupakan efek lain dari broken home, dimana seperti poin sebelumnya bahwa mereka menutup diri dan juga anti sosial membuat anak-anak broken home juga menyendiri dan membiarkan ia asik dan larut dalam dunianya sendiri. Terutama anak perempuan yang memilih untuk memendam dan biasanya cukup bermain sendiri saja untuk menghibur ketakutan atau kesedihannya. Dan hal ini akan terbawa sampai besar bahkan remaja.  15). Trauma berkepanjangan  Trauma berkepanjangan menjadi dampak terbesar yang akan terjadi pada anak perempuan. Memori bahwa orang tua bertengkar, marah, dan juga melampiaskan hal sedih pada keluarga menjadikan seorang anak akan trauma dan ketakutan dalam hal apapun. Menurut mereka hal menakutkan tentu berawal dari keluarga bahkan ia bisa menjadi trauma pada ayah atau ibunya sendiri.  Itu tadi 15 efek yang mungkin bisa terjadi, atau dampak yang bisa terjadi jika seorang anak perempuan mengalami keluarga yang mendahulukan keegoisan dan menyebabkan seorang anak melihat perceraian kedua orang tuanya. Lebih baik memang jika bisa dipertahankan ada baiknya menjaga hubungan dibandingkan mengalami hal yang nantinya berdampak pada anak-anak tersebut.

Perceraian merupakan hal yang paling ditakuti oleh setiap pasangan. Namun terkadang mereka tidak bisa memaksakan kehendak, tak jarang konflik yang sudah terlalu rumit dan juga tidak memiliki solusi menyebabkan perceraian merupakan jalan terbaik untuk dipilih. Lantas apa positif dan negatifnya perceraian ?

Jika dilihat dari konflik, tentu dalam rumah tangga jika ada seseorang yang mengalami kejadian luar biasa seperti KDRT dan penyiksaan, maka korban akan terlepas. Namun jika konflik masih dikategorikan rendah maka negative dari perceraian akan lebih banyak. Terutama pada anak-anak yang akan menghadapi trauma dan sejenisnya. Lalu apa dampak perceraian bagi anak khususnya anak perempuan . 

1). Kesehatan Anak Memburuk

Ketika seorang anak perempuan ditinggalkan ayahnya dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, misalnya dari balita hingga pubertas akibat perceraian. Pertama adalah kesehatan anak perempuan memburuk. Karena umumnya, kesehatan fisik seorang anak perempuan dipengaruhi mental dan perasaan atau mood mereka. Jika ditinggalkan oleh sosok ayah dan merasa kehilangan figure ayah maka anak perempuan tersebut akan sedih dan menyebabkan kesehatan anak menjadi menurun bahkan tak jarang memburuk.

2). Tidak Percaya Pada Pria

Kepercayaan seorang anak perempuan untuk seorang laki-laki ditanam pertama kali pada sang ayah. Namun jika ia menghadapi kenyataan bahwa ayahnya meninggalkan mereka atau mungkin ia mengikuti ayah dan perceraian terjadi. Maka anak tersebut bisa saja terlihat baik-baik saja namun faktanya mereka tidak lagi percaya pada sosok pria atau laki-laki. Jika anak tersebut ikut ibunya maka ayah akan dianggap pria yang mengkhianati mereka dan sosok yang jahat. Namun jika anak tersebut mengikuti sang ayah ketika perceraian, maka anak tersebut akan berpikir bahwa ayahnya tidak bisa menjaga ibunya dengan benar dan tidak bisa menjadi kepala keluarga yang sesuai.

3). Menjadi Anak Terlalu Mandiri/Kuat

Orang tua mana yang tidak ingin bahwa anaknya menjadi sosok yang kuat dan juga mandiri ? namun bagaimana jika anak tersebut kelewat mandiri atau kuat. Bahkan karena hal ini ia tidak lagi butuh pendampingan dan orang yang bisa mendewasakan mereka. Sehingga anak perempuan tersebut menjadi terlalu tangguh dan tidak takut apapun. Hal inilah yang dihindari dan juga ditakutkan oleh banyak anak perempuan yang mengalami perceraian.

4). Membenci sosok Ayah

Tak jarang ketika seorang anak perempuan mengalami perceraian terutama mereka yang mengikuti sang ibu maka akan membenci sosok ayah. Ketika ada pria yang ingin berperan menjadi seorang ayah atau pria lain yang lebih dewasa mau menaungi, maka anak perempuan tersebut akan merasa asing dan aneh. Tak jarang seorang anak perempuan jadi mengasingkan diri dan menjauh ketika seorang pria ingin berperan menjadi ayahnya. Bisa jadi ia juga tidak akan pernah menerima sosok ayah baru seperti layaknya ayah tiri.

5). Kecenderungan Depresi

Sayangnya ketika anak perempuan mengalami kegagalan atau broken home maka hal pertama yang akan melanda adalah depresi. Perasaan tidak terima, perasaan tidak senang dan tidak sesuai merupakan masalah yang menyebabkan depresi. Kegagalan rumah tangga orang tua menyebabkan depresi biasanya berawal dari bully atau ledekan teman-teman sehingga membuat ia semakin sadar bahwa keluarganya hancur. Apalagi banyak yang membandingkan atau nantinya akan mengatakan bahwa keluarga ideal haruslah seperti keluarga A atau B yang membuat anak perempuan yang cenderung peduli akan sakit hati. Sehingga depresi merupakan paling sering terjadi.


6). Melakukan Hal Diluar Batas

Seks bebasmerupakan permasalahan selanjutnya anak perempuan broken home, dimana seks bisa menjadi pelarian anak yang menjadi korban perceraian. Tentu saja hal tersebut mampu memberikan dampak yang negatif dan berbahaya di masa depannya terutama jika yang melakukan tersebut adalah anak perempuan. Perceraian juga bisa membuat anak-anak berada pada risiko yang lebih tinggi untuk bisa menerima pelecehan dari anak lainnya dan rentan terkena masalah kesehatan.

7). Tidak Peduli (apatis) terhadap hubungan

Perceraian mampu menimbulkan trauma yang berkepanjangan bagi anak-anak terutama anak perempuan atau mereka yang sudah mengerti seperti apa hubungan. anak-anak yang trauma mereka menjadi orang yang merasa apatis dengan sebuah hubungan dan menganggap bahwa hubungan bukanlah hal yang penting karena melihat apa yang dialami orang tuanya gagal dan ia menganggap bahwa ia akan melakukan hal yang sama. Sehingga apatis menjadi salah satu efek yang besar.


8). Menutup Diri

Menutup diri merupakan efek lain yang disebabkan oleh perceraian terutama untuk anak perempuan. Disini berkaitan dengan anak yang merasa tersakiti adalah anak perempuan. Anak perempuan merupakan anak yang cenderung menutup perasaan jika mereka tersakiti dan juga mengalami kendala yang menekan mental. Berbeda dengan anak laki-laki yang lebih ekspresif.

9). Mempermainkan Hubungan 

Ketika seorang anak merasa bahwa dengan broken home maka sebuah hubungan menjadi hal yang paling bisa dimainkan maka anak perempuan tersebut akan melakukan hal yang sama. Bukan tanpa sebab, seorang perempuan lebih mengutamakan perasaan dibandingkan logika. Ketika mereka sakit hati maka mereka menganggap bahwa hal tersebut bisa mereka lakukan juga pada orang lain untuk membalaskan dendam atau sekedar orang lain tahu bagaimana rasanya jadi anak broken home. Jika sudah seperti ini maka akan berbahaya dan akhirnya bisa mempermainkan hubungan atau perasaan orang lain tanpa ada rasa tidak  tega.

10). Pernikahan adalah Neraka

Jika melihat orang tuanya hancur dan berantakan, maka anak perempuan biasanya akan menganggap bahwa pernikahan menjadi sebuah neraka alias sebuah komitmen yang bohong belaka. Hal ini terjadi karena pernikahan yang dilihatnya dan dipelajarinya telah gagal. Seperti yang diketahui bahwa pernikahan merupakan sebuah komitmen sakral sedangkan keluarga merupakan lingkungan terdekat seorang anak belajar berbagai pengalaman dan hal. Jika lingkungan terdekatnya saja membuatnya tidak percaya.


11). Posesif dan Aneh

Beberapa anak perempuan yang menjalin hubungan dengan orang lain dengan bentuk yang salah membuat berbagai orang berpikir bahwa anak perempuan tersebut mungkin mengalami kejadian sebelunya. Dan tak jarang, seorang anak perempuan menjadi posesif dan aneh akibat kejadian perceraian orang tuanya yang berdampak pada mereka. Karena perceraian menyebabkan kehilangan seseorang yang dicintai, maka mereka lebih posesif lagi dalam menjaga pasangannya.

12). Cara Berpikir Terganggu

Cara berpikir yang bisa saja terganggu merupakan dampak selanjutnya yang dirasakan anak perempuan ketika ayah dan ibunya bercerai. Cara berpikir disini dimaksudkan bahwa anak tersebut kehilangan rasa simpati atau empatinya, rasa pedulinya, kasar, berperilaku emosional dan hal lainnya. Bisa saja awalnya anak tersebut cerdas namun menjadi seorang anak dengan perkembangan yang buruk, semua terjadi karena tekanan sebagai seseorang anak yang broken home.

13). Bodoh

Bodoh mungkin menjadi efek besar yang seringkali terlihat dalam anak-anak perempuan yang broken home. Suasana hati yang terganggu dan menyebabkan anak tersebut malas atau merasa tidak penting untuk belajar menyebabkan anak broken home menjadi bodoh dan tidak bisa belajar dengan baik.

14). Penyendiri

Penyendiri merupakan efek lain dari broken home, dimana seperti poin sebelumnya bahwa mereka menutup diri dan juga anti sosial membuat anak-anak broken home juga menyendiri dan membiarkan ia asik dan larut dalam dunianya sendiri. Terutama anak perempuan yang memilih untuk memendam dan biasanya cukup bermain sendiri saja untuk menghibur ketakutan atau kesedihannya. Dan hal ini akan terbawa sampai besar bahkan remaja.

15). Trauma berkepanjangan

Trauma berkepanjangan menjadi dampak terbesar yang akan terjadi pada anak perempuan. Memori bahwa orang tua bertengkar, marah, dan juga melampiaskan hal sedih pada keluarga menjadikan seorang anak akan trauma dan ketakutan dalam hal apapun. Menurut mereka hal menakutkan tentu berawal dari keluarga bahkan ia bisa menjadi trauma pada ayah atau ibunya sendiri.

Itu tadi 15 efek yang mungkin bisa terjadi, atau dampak yang bisa terjadi jika seorang anak perempuan mengalami keluarga yang mendahulukan keegoisan dan menyebabkan seorang anak melihat perceraian kedua orang tuanya. Lebih baik memang jika bisa dipertahankan ada baiknya menjaga hubungan dibandingkan mengalami hal yang nantinya berdampak pada anak-anak tersebut.