Senin, 03 Oktober 2022

Segala Perbuatanmu Baik Ataupun Buruk Akan Kembali Pada Dirimu Sendiri

Segala Perbuatanmu Baik Ataupun Buruk Akan Kembali Pada Dirimu Sendiri. Berkaitan dengan perbuatanmu yang akan kembali kepada dirimu sendiri, ada sebuah kisah menarik. Di suatu sore, Sayyidina Ali K.W sedang bercengkerama dengan para sahabatnya. Kemudian, Sayyidina Ali berkata, “Aku tidak pernah berbuat baik kepada siapapun dan tidak ada seorang pun yang pernah berbuat buruk kepadaku.”  Mendengar perkataan ini, para sahabat terheran dan bertanya, “Bukankah engkau telah banyak berbuat baik kepada umat, dan tidak sedikit juga orang yang membenci dan berbuat buruk padamu, lalu apa maksud perkataan ini?”  Kemudian, Sayyidina Ali menjawab, “Tidakkah kalian membaca Al-Qur’an?” Lalu beliau membaca surat Al-Isra’ ayat 7 yang artinya: “Jika kalian berbuat baik maka kalian berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kalian berbuat buruk maka itu juga untuk diri kalian sendiri.” Kemudian para sahabat memahami maksud dari perkataan ini.  Melalui kisah ini, kita dapat mengetahui bahwa segala perbuatan kita akan kembali kepada diri kita sendiri. Betapapun perbuatan kita juga memberi pengaruh kepada orang lain, akan tetapi perbuatan kita adalah cerminan dari diri kita.  Jika kita sering berbuat baik, maka perbuatan baik itu selain bermanfaat bagi orang lain, ia juga untuk kita sendiri. Begitu pula sebaliknya. Jika perbuatan buruk yang kita lakukan, maka sesungguhnya itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Sebagaimana jelas ditegaskan oleh ayat Al-Qur’an.  Tiga Perbuatan Yang Kembali Kepada Pelakunya Selain itu, terdapat tiga ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang perbuatan-perbuatan yang akan kembali kepada pelakunya. Pertama, melanggar janji. Kedua, rencana jahat dan yang terakhir adalah perbuatan zalim.  Ketiga perbuatan ini adalah perbuatan jahat. Perbuatan jahat yang akan kembali kepada pelakunya. Boleh jadi, seolah, ketiga perbuatan ini akan merugikan orang lain. Akan tetapi, pada hakikatnya, akibat dari perbuatan-perbuatan ini pertama kali akan menimpa pelakunya.  Untuk menjelaskan hal ini, mari kita merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an sebagai berikut: Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya kezaliman bahayanya akan menimpa dirimu sendiri.”  Alhasil, melalui kisah dan beragam ayat ini kita perlu merenungkan sejenak segala perbuatan kita. Tetap berhati-hati dan waspada atas segala apa yang kita pikirkan dan perbuatn. Oleh karena itu, mari terus berpikir dahulu sebelum berbuat. Karena segala yang kita perbuat hanya akan kembali kepada diri kita sendiri.  Melanggar Janji Melanggar janji adalah satu dari tanda orang munafik. Perbuatan ini jelas merugikan diri sendiri dan orang lain. Perbuatan ini sekilas nampak hanya merugikan orang yang dilanggar janjinya.  Akan tetapi, Al-Qur’an menjelaskan satu kenyataan penting, bahwa orang yang melanggar janji sesungguhnya ia melanggar janjinya sendiri. Ayat yang menjelaskan hal ini terdapat dalam surat Al-Fath ayat 10.  Artinya: “Maka barangsiapa melanggar janji, maka sesunggunya dia telah melanggar janjinya sendiri.”  Rencana Jahat Perbuatan selanjutnya adalah rencana jahat. Rencana jahat biasanya dilakukan untuk merugikan orang lain demi mendapat keuntungan diri sendiri. Apapun motifnya, rencana jahat adalah perbuatan yang buruk.  Banyak rencana jahat dilakukan karena rasa iri dan dengki. Selain itu, rencana jahat dilakukan untuk kepentingan-kepentingan rendah dan sering “menghalalkan cara”.  Rencana jahat ini juga akan berakibat buruk pada orang lain. Akan tetapi, faktanya, rencana ini tidak lain hanya kembali pada diri seorang yang berencana buruk. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, dalam surat Al-Fathir ayat 43.  Artinya: “Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri.”  Perbuatan Zalim Yang terakhir adalah perbuatan zalim. Kezaliman adalah perbuatan buruk yang sering menimpa kita. Perbuatan zalim adalah lawan dari kebijaksanaan. Saat kita tidak menempatkan atau memperlakukan sesuatu sebagaimana mestinya boleh jadi kita telah berbuat zalim.  Dalam beragam sisi, kezaliman bisa menimpa orang lain dan diri sendiri. Kezaliman yang pada tingkat tertinggi adalah Ketika yang berbuat zalim tidak menyadari bahwa ia sedang berbuat zalim.  Namun, tetap saja, kezaliman kepada siapapun dan dalam level apapun adalah perbuatan buruk. Dan kezaliman itu hanya kembali kepada pelakunya. Hal ini senada dengan surat Yunus ayat 23.
Segala Perbuatanmu Baik Ataupun Buruk Akan Kembali Pada Dirimu Sendiri. Berkaitan dengan perbuatanmu yang akan kembali kepada dirimu sendiri, ada sebuah kisah menarik. Di suatu sore, Sayyidina Ali K.W sedang bercengkerama dengan para sahabatnya. Kemudian, Sayyidina Ali berkata, “Aku tidak pernah berbuat baik kepada siapapun dan tidak ada seorang pun yang pernah berbuat buruk kepadaku.”

Mendengar perkataan ini, para sahabat terheran dan bertanya, “Bukankah engkau telah banyak berbuat baik kepada umat, dan tidak sedikit juga orang yang membenci dan berbuat buruk padamu, lalu apa maksud perkataan ini?”

Kemudian, Sayyidina Ali menjawab, “Tidakkah kalian membaca Al-Qur’an?” Lalu beliau membaca surat Al-Isra’ ayat 7 yang artinya: “Jika kalian berbuat baik maka kalian berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kalian berbuat buruk maka itu juga untuk diri kalian sendiri.” Kemudian para sahabat memahami maksud dari perkataan ini.

Melalui kisah ini, kita dapat mengetahui bahwa segala perbuatan kita akan kembali kepada diri kita sendiri. Betapapun perbuatan kita juga memberi pengaruh kepada orang lain, akan tetapi perbuatan kita adalah cerminan dari diri kita.

Jika kita sering berbuat baik, maka perbuatan baik itu selain bermanfaat bagi orang lain, ia juga untuk kita sendiri. Begitu pula sebaliknya. Jika perbuatan buruk yang kita lakukan, maka sesungguhnya itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Sebagaimana jelas ditegaskan oleh ayat Al-Qur’an.

Tiga Perbuatan Yang Kembali Kepada Pelakunya

Selain itu, terdapat tiga ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang perbuatan-perbuatan yang akan kembali kepada pelakunya. Pertama, melanggar janji. Kedua, rencana jahat dan yang terakhir adalah perbuatan zalim.

Ketiga perbuatan ini adalah perbuatan jahat. Perbuatan jahat yang akan kembali kepada pelakunya. Boleh jadi, seolah, ketiga perbuatan ini akan merugikan orang lain. Akan tetapi, pada hakikatnya, akibat dari perbuatan-perbuatan ini pertama kali akan menimpa pelakunya.

Untuk menjelaskan hal ini, mari kita merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an sebagai berikut: Artinya: “Wahai manusia! Sesungguhnya kezaliman bahayanya akan menimpa dirimu sendiri.”

Alhasil, melalui kisah dan beragam ayat ini kita perlu merenungkan sejenak segala perbuatan kita. Tetap berhati-hati dan waspada atas segala apa yang kita pikirkan dan perbuatn. Oleh karena itu, mari terus berpikir dahulu sebelum berbuat. Karena segala yang kita perbuat hanya akan kembali kepada diri kita sendiri.

Melanggar Janji

Melanggar janji adalah satu dari tanda orang munafik. Perbuatan ini jelas merugikan diri sendiri dan orang lain. Perbuatan ini sekilas nampak hanya merugikan orang yang dilanggar janjinya.

Akan tetapi, Al-Qur’an menjelaskan satu kenyataan penting, bahwa orang yang melanggar janji sesungguhnya ia melanggar janjinya sendiri. Ayat yang menjelaskan hal ini terdapat dalam surat Al-Fath ayat 10.

Artinya: “Maka barangsiapa melanggar janji, maka sesunggunya dia telah melanggar janjinya sendiri.”

Rencana Jahat

Perbuatan selanjutnya adalah rencana jahat. Rencana jahat biasanya dilakukan untuk merugikan orang lain demi mendapat keuntungan diri sendiri. Apapun motifnya, rencana jahat adalah perbuatan yang buruk.

Banyak rencana jahat dilakukan karena rasa iri dan dengki. Selain itu, rencana jahat dilakukan untuk kepentingan-kepentingan rendah dan sering “menghalalkan cara”.

Rencana jahat ini juga akan berakibat buruk pada orang lain. Akan tetapi, faktanya, rencana ini tidak lain hanya kembali pada diri seorang yang berencana buruk. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, dalam surat Al-Fathir ayat 43.

Artinya: “Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri.”

Perbuatan Zalim

Yang terakhir adalah perbuatan zalim. Kezaliman adalah perbuatan buruk yang sering menimpa kita. Perbuatan zalim adalah lawan dari kebijaksanaan. Saat kita tidak menempatkan atau memperlakukan sesuatu sebagaimana mestinya boleh jadi kita telah berbuat zalim.

Dalam beragam sisi, kezaliman bisa menimpa orang lain dan diri sendiri. Kezaliman yang pada tingkat tertinggi adalah Ketika yang berbuat zalim tidak menyadari bahwa ia sedang berbuat zalim.

Namun, tetap saja, kezaliman kepada siapapun dan dalam level apapun adalah perbuatan buruk. Dan kezaliman itu hanya kembali kepada pelakunya. Hal ini senada dengan surat Yunus ayat 23.