Sabtu, 03 September 2022

Memaafkan Suami Yang Selingkuh

Begini cara memaafkan suami yang berselingkuh. Saat ada hati yang tidak setia dalam sebuah pernikahan, pasti rasanya menyakitkan. Komitmen untuk setia dihancurkan oleh orang yang harusnya bisa menjaga. Namun, apakah kesalahan ini harus diakhiri dengan perceraian? Mungkinkah kita bisa memaafkan suami yang berselingkuh? Nyatanya, menurut psikolog Stephen A. Diamond Ph.D, untuk bisa memaafkan perlu ada kepercayaan dari setiap pihak. "Cinta saja tidak cukup. Komitmen juga perlu adanya kepercayaan serta keberanian untuk kembali berjanji untuk setia, dan tentu menaatinya," ungkap Diamond yang dilansir oleh Psychology Today. Lalu, jika akhirnya kita memutuskan untuk mempertahankan pernikahan, inilah cara memaafkan suami yang selingkuh.  Kenali emosi dan rasakan  Kalau kamu merasa sakit hati, akui dan rasakan itu sepenuhnya. Tak perlu denial dan berusaha sok tegar karena diselingkuhi memang menyakitkan. Setelah itu, berhenti menyalahkan diri sendiri. Hanya dengan cara inilah, kita bisa mulai memaafkan suami. Lakukan secara perlahan, tanpa harus memaksanya.  Luapkan emosi dengan sehat Setelah suami berselingkuh, wajar saja jika kita merasakan emosi yang menggebu-gebu. Ada rasa sakit yang tak bisa dijelaskan, namun terasa dari ujung rambut hingga ujung kaki. Jika pikiran untuk balas dendam sempat terlintas, segera hilangkan karena hal itu hanya akan merusak hubungan yang sudah ada.  Usahakan untuk meluapkan emosi secara lebih sehat, misalnya meminta bantuan ahli profesional, buat jurnal pribadi, alihkan fokus pada hobi yang sudah lama ditinggalkan, atau bisa menenangkan diri di tempat sepi, jauh dari keramaian dan opini orang lain.  Berikan ruang  Kita tak punya kewajiban untuk langsung memaafkan. Suami pun tak punya hak memaksa kita untuk segera melupakan dan memaafkan kesalahannya. Luangkan waktu dan ruang bagi diri sendiri dan pasangan. Mungkin kita bisa memutuskan untuk berpisah sementara demi saling menginstrospeksi diri. Apakah yang harus dilakukan ke depannya. Jika kita buru-buru memaafkan padahal emosi dalam diri belum benar-benar selesai, ini hanya akan jadi bom waktu di masa depan.  Setelah ketahuan berselingkuh, apakah suami menunjukkan penyesalan dan ingin berubah? Jika ia terlihat menunjukkan penyesalan dan memohon maaf dengan sungguh-sungguh, mungkin kita bisa mempertimbangkan untuk kembali bersama. Tapi, jika si dia justru marah-marah dan menyalahkan kita sebagai pemicu kesalahannya itu, sebaiknya segera akhiri hubungan ini. We won't get anywhere. Ingat, kita berhak mendapat kebahagiaan.  Itulah beberapa cara memaafkan suami yang berselingkuh. Semua teori memang tak mudah untuk dipraktikkan, tapi setidaknya kamu tahu ada cara lain yang lebih menyehatkan dibanding berdiam dan mengurung diri di dalam kamar.
Begini cara memaafkan suami yang berselingkuh. Saat ada hati yang tidak setia dalam sebuah pernikahan, pasti rasanya menyakitkan. Komitmen untuk setia dihancurkan oleh orang yang harusnya bisa menjaga. Namun, apakah kesalahan ini harus diakhiri dengan perceraian? Mungkinkah kita bisa memaafkan suami yang berselingkuh? Nyatanya, menurut psikolog Stephen A. Diamond Ph.D, untuk bisa memaafkan perlu ada kepercayaan dari setiap pihak.

"Cinta saja tidak cukup. Komitmen juga perlu adanya kepercayaan serta keberanian untuk kembali berjanji untuk setia, dan tentu menaatinya," ungkap Diamond yang dilansir oleh Psychology Today. Lalu, jika akhirnya kita memutuskan untuk mempertahankan pernikahan, inilah cara memaafkan suami yang selingkuh.

Kenali emosi dan rasakan

Kalau kamu merasa sakit hati, akui dan rasakan itu sepenuhnya. Tak perlu denial dan berusaha sok tegar karena diselingkuhi memang menyakitkan. Setelah itu, berhenti menyalahkan diri sendiri. Hanya dengan cara inilah, kita bisa mulai memaafkan suami. Lakukan secara perlahan, tanpa harus memaksanya.

Luapkan emosi dengan sehat

Setelah suami berselingkuh, wajar saja jika kita merasakan emosi yang menggebu-gebu. Ada rasa sakit yang tak bisa dijelaskan, namun terasa dari ujung rambut hingga ujung kaki. Jika pikiran untuk balas dendam sempat terlintas, segera hilangkan karena hal itu hanya akan merusak hubungan yang sudah ada.

Usahakan untuk meluapkan emosi secara lebih sehat, misalnya meminta bantuan ahli profesional, buat jurnal pribadi, alihkan fokus pada hobi yang sudah lama ditinggalkan, atau bisa menenangkan diri di tempat sepi, jauh dari keramaian dan opini orang lain.

Berikan ruang

Kita tak punya kewajiban untuk langsung memaafkan. Suami pun tak punya hak memaksa kita untuk segera melupakan dan memaafkan kesalahannya. Luangkan waktu dan ruang bagi diri sendiri dan pasangan. Mungkin kita bisa memutuskan untuk berpisah sementara demi saling menginstrospeksi diri. Apakah yang harus dilakukan ke depannya. Jika kita buru-buru memaafkan padahal emosi dalam diri belum benar-benar selesai, ini hanya akan jadi bom waktu di masa depan.

Setelah ketahuan berselingkuh, apakah suami menunjukkan penyesalan dan ingin berubah? Jika ia terlihat menunjukkan penyesalan dan memohon maaf dengan sungguh-sungguh, mungkin kita bisa mempertimbangkan untuk kembali bersama. Tapi, jika si dia justru marah-marah dan menyalahkan kita sebagai pemicu kesalahannya itu, sebaiknya segera akhiri hubungan ini. We won't get anywhere. Ingat, kita berhak mendapat kebahagiaan.

Itulah beberapa cara memaafkan suami yang berselingkuh. Semua teori memang tak mudah untuk dipraktikkan, tapi setidaknya kamu tahu ada cara lain yang lebih menyehatkan dibanding berdiam dan mengurung diri di dalam kamar.


Referensi : Memaafkan Suami Yang Selingkuh