Sabtu, 17 September 2022

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.

Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.

Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.

Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.

Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.

Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.

Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.

Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.

Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.

Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.

Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.

1. Menghargai usaha Anda

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.

Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.

Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.

Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.

Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.

Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

2. Melihat dari sudut pandang orang lain

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini. Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain    Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.

Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.

Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.

Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.

3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini. Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain    Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.
Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.

Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.

Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.

Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?

4. Berpikir positif

Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini. Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini. Pada dasarnya, setiap manusia pasti pernah merasa bersalah. Perasaan bersalah ini adalah emosi yang muncul setelah Anda merasa melakukan suatu kesalahan yang membuat Anda tidak nyaman. Supaya emosi ini tidak menguasai Anda, ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa bersalah.  Mengapa perasaan bersalah tidak boleh berlebihan?  Normalnya, rasa bersalah dapat membantu Anda termotivasi untuk hidup sesuai dengan prinsip Anda dan menjadi bahan evaluasi. Selain itu, emosi ini juga dapat membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih baik karena Anda cenderung memperlakukan mereka dengan adil dan baik.  Akan tetapi, ketika rasa bersalah tersebut menguasai Anda secara berlebihan, kualitas hidup Anda tentu juga akan terpengaruh.  Menurut American Psychiatric Association, rasa bersalah yang berlebihan (guilt complex) dapat dikategorikan sebagai salah satu tanda dari depresi. Hal tersebut dikarenakan perasaan ini biasanya muncul dari trauma masa kecil dan post-traumatic stress disorder (PTSD).  Selain itu, rasa bersalah yang menimbulkan trauma juga bisa dihasilkan dari perasaan bersalah karena selamat atau mengejar impian diri sendiri, sementara keluarga atau orang terdekat lain tengah tertimpa musibah.  Akibatnya, perasaan ini terus menguasai hidup Anda, sehingga Anda menjadi tertahan di suatu tempat dan berisiko menderita depresi.  Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, cobalah untuk mengurangi hingga menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan beberapa cara yang akan dijelaskan di bawah ini.  Cara menghilangkan rasa bersalah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perasaan bersalah berlebihan dapat berdampak buruk terhadap hidup orang yang mengalaminya. Kesulitan untuk berkonsentrasi di tempat kerja atau sekolah, memperburuk hubungan Anda dengan orang tersayang, hingga menjatuhkan harga diri Anda sendiri.  Tentu saja dampak-dampak di atas adalah satu dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari perasaan bersalah.  Oleh karena itu, cobalah untuk menghilangkan rasa bersalah tersebut dengan mengenal kesalahannya terlebih dahulu dan move on.  1. Menghargai usaha Anda  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain  Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.  Salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa bersalah adalah dengan menyadari dan menghargai usaha Anda. Jika Anda sudah tahu apa yang membuat perasaan bersalah ini terus menguasai pikiran Anda, mungkin sudah saatnya untuk mulai menghargai diri sendiri.  Cobalah evaluasi kembali usaha apa saja yang telah Anda lakukan. Biar bagaimanapun, jika itu adalah usaha terbaik yang bisa Anda berikan, tak perlu lagi merasa bersalah.  Mungkin saja ada faktor luar yang membuat hasil usaha Anda tak berjalan sesuai dengan yang Anda harapkan, misalnya, Anda terlalu cemas atau tertekan.  Cobalah untuk menerima hal tersebut dan ungkapkan rasa terima kasih kepada diri sendiri setiap hari pada buku Anda. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa Anda telah berusaha.  Menjadikan apa yang menurut Anda kurang sebagai bahan evaluasi dan perbaikan diri merupakan cara mengatasi rasa bersalah yang positif agar depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.  2. Melihat dari sudut pandang orang lain    Pada saat Anda merasa bersalah, cobalah untuk mengesampingkan hal tersebut dengan melihat semuanya dari sudut pandang orang lain.  Tanyakan kepada diri sendiri bagaimana Anda memperlakukan jika seorang teman memiliki masalah yang sama. Anda mungkin lebih mudah untuk mengasihi orang lain, sehingga Anda terlalu keras terhadap diri sendiri.  Jika Anda dengan sengaja mengambil sudut pandang orang lain, mungkin Anda lebih mudah untuk melihat situasi Anda sendiri agar dapat mengatasi rasa bersalah yang berlebihan ini. Dengan begitu, Anda bisa memperlakukan diri sendiri sebagaimana Anda mengasihani orang lain karena masalahnya.  3. Melihat emosi dari rasa bersalah ini lebih dalam  Jika rasa bersalah yang Anda rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi ini adalah salah satu topeng dari emosi yang lain. Entah itu rasa marah, terintimidasi, atau perasaan tertekan.  Misalnya, ketika Anda menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki kepribadian narsistik, mereka cenderung lebih sering membuat Anda menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh Anda.  Akibatnya, ketika Anda melakukan sesuatu, Anda menjadi mudah cemas terhadap pandangan pasangan Anda, sehingga tertekan dan terlihat merasa bersalah.  Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan rasa bersalah ini adalah dengan melihat kembali lebih dalam mengenai apa yang ada di balik emosi tersebut.  Apakah murni perasaan bersalah atau ada emosi lain yang menyebabkan rasa ini terus muncul?  4. Berpikir positif  Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.  Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.  Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.  Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.
Alih-alih mengingatkan diri sendiri mengenai kesalahan Anda, cobalah untuk sepakat bahwa Anda memang salah dan akan melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Kesalahan adalah guru terbaik dalam sebuah pengalaman. Ketika Anda berbuat salah, Anda mempelajari bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan dapat menghindarinya lain kali.

Ingatlah, bahwa rasa bersalah tidak selalu berdampak buruk, tapi juga dapat memengaruhi cara Anda ketika menghadapi sebuah masalah. Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menghilangkan rasa bersalah.

Sebenarnya, perasaan bersalah adalah emosi yang sangat normal terjadi pada manusia, tetapi ketika emosi tersebut menguasai Anda, inilah yang mengkhawatirkan. Jika cara di atas tidak dapat menghilangkan rasa bersalah Anda, mungkin mendatangi psikolog atau ahlinya dapat membantu Anda mengatasi masalah ini.


Referensi : Hilangkan Perasaan Bersalah yang Menguasai Pikiran Anda dengan 4 Cara Ini