Jumat, 16 September 2022

Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Simak Dan Fahami Berikut

Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.

Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.

1. Ekspresi penyesalan

2. Penjelasan tentang kesalahan

3. Pengakuan pertanggung jawaban

4. Pernyataan menyesal

5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama

6. Meminta pengampunan

Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.

"Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.

1. Minta Maaf pada Orangtua

Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.

Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.

Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.

"Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.

2. Minta Maaf pada Anak

Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan. Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak      Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.

Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.

"Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."

Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."

3. Minta Maaf pada Saudara

Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan. Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak      Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.

Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.

Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.


4. Minta Maaf pada Pasangan

Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan. Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak      Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.

"Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.

Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.

5. Minta Maaf pada Teman

Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan. Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak      Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.

"Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.

Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan. Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Bagaimana Anda meminta maaf atas kesalahan yang telah Anda perbuat? Membuat permintaan maaf terhadap seseorang yang telah Anda sakiti bukanlah hal yang mudah.  1. Ekspresi penyesalan  2. Penjelasan tentang kesalahan  3. Pengakuan pertanggung jawaban  4. Pernyataan menyesal  5. Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama  6. Meminta pengampunan  Dr. Jennifer Thomas, penulis utama When Sorry Is Not Enough sekaligus seorang psikolog, telah melakukan riset bersama Dr. Gary Chapman, penulis The 5 Love Languages: The Secret to Love That Lasts, untuk menghasilkan lima bahasa permintaan maaf: mengungkapkan penyesalan, menerima pertanggung jawaban, melakukan penggantian (jika merusak barang), bertobat dengan sungguh-sungguh dan meminta pengampunan.  "Permintaan maaf dari tiap orang berbeda. Sesuai dengan bahasa permohonan maaf seseorang, saya menemukan, misalnya yang mengatakan 'Saya salah dan saya minta maaf' mencapai 77% orang," jelas Thomas, "Tetapi, 23% sisanya sedang menunggu untuk mendengar tiga hal lain (yang harus keluar dari mulut orang yang meminta maaf) dan itulah sebabnya kami memiliki lima bahasa permintaan maaf," lanjutnya.Namun, permintaan maaf harus disesuaikan dengan orang yang dimintai maafnya. Seperti apa? Berikut lima di antaranya.  1. Minta Maaf pada Orangtua  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak  Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.  Beberapa orang membuat tiga alasan umum ketika mereka meminta maaf kepada orangtua: menyalahkan, berdalih dan menyangkal apa yang telah mereka lakukan, menurut penelitian Thomas."Membuat alasan ketika Anda meminta maaf kepada orangtua Anda adalah sebuah kesalahan. Saya pikir, Anda harus membuat permintaan maaf apa adanya, tanpa imbuhan apa pun," ujar Thomas.Thomas merekomendasikan untuk memasukkan kelima bahasa permintaan maaf dan menahan diri agar tidak membuat penjelasan atau alasan macam-macam.  Orangtua hanya mencari pengakuan, bukan alasan yang mengecewakan mereka. "Orangtua Anda tahu bahwa Anda tidak sempurna dan mereka sangat sadar akan perilakumu," tambah Morin. "Tapi itu tidak berarti kesalahan Anda menjadi selesai begitu saja di hadapan mereka. Jika Anda menyakiti salah satu orang tua Anda, maka akui itu," kata Morin, merekomendasikan permintaan maaf yang berpusat pada rasa menyesal dan permintaan pengampunan.  "Katakan sesuatu seperti 'Maafkan aku karena aku tidak ikut berkumpul bersama keluarga besar. Aku tahu betapa pentingnya hal itu bagimu. Maafkan aku karena sudah melewatkan acara tersebut.' Kemudian, fokuslah untuk mengubah perilaku Anda di masa depan untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyesal," pungkas Morin.  2. Minta Maaf pada Anak      Permintaan maaf adalah sesuatu yang penting bagi anak-anak, terlebih bagi mereka yang masih kecil atau usianya belum beranjak dewasa. Mereka ingin mendengar banyak hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Ini adalah momen tepat untuk mengajarkannya nilai-nilai yang luhur.  "Ekspresi penyesalan adalah kunci untuk memberikan permintaan maaf yang efektif kepada seorang anak," kata Morin. "Bersedialah untuk menggunakan kata-kata seperti, 'Aku merasa sangat sedih sudah mengecewakanmua, Nak,' atau 'Aku marah pada diri sendiri karena mengacaukan acaramu.' Kemudian, jelaskan bahwa Anda akan mencoba dan melakukan yang lebih baik lain kali. Anak Anda akan belajar banyak tentang kehidupan dari cara Anda meminta maaf. Maka, jadilah panutan yang baik dan bertanggung jawab penuh atas seluruh tindakan yang Anda perbuat."  Hindari kesalahan umum, seperti mengharapkan anak untuk mengembalikan permintaan maaf. "Permintaan maaf Anda harus apa adanya dan bersifat menawarkan. Jadi, meskipun anak Anda tidak membalas, permintaan maaf Anda masih berlaku."  3. Minta Maaf pada Saudara  Ketika meminta maaf kepada saudara lelaki atau perempuan, Thomas mengatakan bahwa perkataan "Saya minta maaf" sebenarnya sudah sangat cukup membantu."Kalimat ini membuat mereka tahu bahwa Anda tidak akan menyalahkan, berdalih atau menyangkal kesalahan yang telah Anda buat," katanya.  Permintaan maaf akan menunjukkan rasa hormat kepada saudara kandung Anda sendiri. Namun, jangan sampai mengungkit kesalahan lain yang pernah dia perbuat kepada Anda."Mengingatkan masa lalu saudaramu setiap kali ia menyakitimu hanya memperburuk keadaan. Tetap perhatikan situasi yang terjadi saat ini, dengan menjelaskan apa yang salah. Coba ucapkan sesuatu seperti, 'Maaf, aku sudah mengacau. Aku seharusnya tidak menceritakan kisah tentangmu di depan semua orang. Aku sangat menyesal.' Itu sudah cukup menggambarkan penyesalan Anda," imbuh Morin.    4. Minta Maaf pada Pasangan  "Tetap terhubung secara emosional adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat," kata Amy Morin, seorang psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do."Jadi, penting untuk mengekspresikan penyesalanmu dan meminta maaf. Itu berarti, Anda tidak pernah menyalahkan orang lain atau mengatakan hal-hal seperti, 'Maaf, apakah kamu merasa seperti itu?' Sebaliknya, katakan, 'Maaf, aku sudah membentakmu' untuk menunjukkan bahwa Anda menyesali tindakan buruk Anda," ujarnya.  Selain itu, Thomas juga mengatakan bahwa Anda perlu membuat pengabdian diri kepada pasangan Anda dengan jelas."Jika ia adalah suami atau istri Anda, sesuatu yang sangat penting adalah komitmen Anda," katanya.Untuk melakukan hal ini, Thomas merekomendasikan Anda agar memasukkan bahasa permintaan maaf keempat: pernyataan siap bertobat atau berjanji tak mengulangi kesalahan yang sama.Anda juga harus, secara khusus, menjabarkan perubahan yang Anda lakukan di kehidupan mendatang agar kesalahan itu tak lagi terjadi. Thomas mengatakan, sikap seperti ini akan membuat pasangan Anda tahu bahwa Anda tak hanya memikirkan masa depannya, tapi juga memikirkan masa depan bersama.  5. Minta Maaf pada Teman  "Ketika meminta maaf kepada seorang teman, mungkin lebih tepat, hal yang perlu Anda perbuat adalah menawarkan untuk memperbaiki kesalahan Anda," kata Morin. Ia menyarankan agar Anda mengajak rekan kerja atau teman yang ingin Anda mintai maafnya untuk makan siang atau mentraktir kopi di sebuah kafe.  "Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.

"Meskipun Anda terlanjur berbuat salah, Anda dapat melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan pertemanan ini dan Anda siap menerima risiko apa pun untuk mewujudkannya," lanjut Morin. Selain itu, seorang teman juga ingin tahu bahwa Anda berdedikasi untuk menjaga persahabatan."Komitmen Anda terhadap pertemanan adalah hal yang baik untuk diungkapkan di awal atau di akhir permintaan maaf," tutur Thomas. Sedangkan Morin menyarankan agar Anda menggunakan bahasa permintaan maaf nomor tiga: menebus kesalahan.


Referensi : Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf Ke Seseorang? Simak Dan Fahami Berikut