Rabu, 21 September 2022

DOSA SUAMI YANG MERESAHKAN ISTRI

Kebaikan rumah tangga merupakan kebaikan umat. Sedangkan kebaikan umat menjadi sebab terbesar kehormatan dan kemuliaan umat tersebut. Suatu umat tidak menjadi baik kecuali bila rumah tangga juga baik. Dan, sebuah rumah tangga tidak menjadi baik kecuali bila pasangan suami-istri dalam kondisi baik dan istiqamah menjalankan perintah Allah. Dengan kondisi inilah segala problematika menjadi ringan atau bahkan meluruh, ketenangan akan turun, rahmat dan cinta kasih akan merebak.  Tema pembahasan buku ini adalah berbagai indikasi kelalaian dan kesalahan yang seringkali dilakukan para suami, sebagai peringatan, upaya mencari solusi dan harapan semoga menjadi lahan pendidikan dan tempat penuh rahmat dan kebahagiaan. Membahas kesalahan bukan berarti membatasi kesalahan atau menampung semua yang ada. Dan tidak suami berperilaku seperti ini, masih banyak di sana para suami yang berada di jalan yang lurus lagi berakhlak mulia.   KESALAHAN SUAMI Di antara kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak suami adalah ia melihat tidak adanya kecocokan antara istri dan orang tuanya. Meski demikian, ia tidak berusaha untuk mengakrabkan dan mengharmonisasikan mereka, bahkan, bisa jadi ia melakukan tindakan yang malah menyebabkan permusuhan dan menjauhkan hati. Barangkali ia memperlihatkan kasih sayangnya kepada istri di hadapan kedua orang tua, dan pada saat yang sama berkata kasar kepada mereka. Atau, ia menzalimi istri dan membenarkan setiap apa yang dikatakan orang tua tentang istrinya. Padahal, bisa jadi istrinya yang benar dan orang tuanya yang salah.   KESALAHAN SUAMI Ada beberapa suami yang mempunyai tabiat selalu was-was, jiwanya tegang dan gelisah. Anda, melihatnya lebih mengedepankan sikap syak wasangka dan sangat cenderung buruk sangka (suuzan). Sang suami mentafsirkan segala sesuatu dengan kemungkinan yang paling buruk. Terkadang ia buruk sangka kepada istri soal amanah keuangannya.    KESALAHAN SUAMI Di antara suami ada yang sangat merendahkan kedudukan istri. Ia menganggap istri sebagai permainan dan hiburan. Tidak menghiraukan perkataannya, tidak meminta pendapatnya terkait urusan pribadinya, dan tidak mengambil pendapatnya jika ia menyampaikan pendapat. Barangkali ia berhujjah atas sikap buruknya itu bahwa kepemimpinan ada di tangan laki-laki dan ia berlebihan atas hak tersebut, seperti menghina istri di depan anak-anaknya!   KESALAHAN SUAMI Ada tipe suami yang menyerahkan tali kendali kepemimpinannya kepada istri. Sehingga keinginannya mengikuti istri, pendapatnya tidak dianggap jika berbenturan dengan istri, ia kalah dari istrinya dalam memimpin rumah tangga.
Kebaikan rumah tangga merupakan kebaikan umat. Sedangkan kebaikan umat menjadi sebab terbesar kehormatan dan kemuliaan umat tersebut. Suatu umat tidak menjadi baik kecuali bila rumah tangga juga baik. Dan, sebuah rumah tangga tidak menjadi baik kecuali bila pasangan suami-istri dalam kondisi baik dan istiqamah menjalankan perintah Allah. Dengan kondisi inilah segala problematika menjadi ringan atau bahkan meluruh, ketenangan akan turun, rahmat dan cinta kasih akan merebak.

Tema pembahasan buku ini adalah berbagai indikasi kelalaian dan kesalahan yang seringkali dilakukan para suami, sebagai peringatan, upaya mencari solusi dan harapan semoga menjadi lahan pendidikan dan tempat penuh rahmat dan kebahagiaan. Membahas kesalahan bukan berarti membatasi kesalahan atau menampung semua yang ada. Dan tidak suami berperilaku seperti ini, masih banyak di sana para suami yang berada di jalan yang lurus lagi berakhlak mulia.

Di antara kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak suami adalah ia melihat tidak adanya kecocokan antara istri dan orang tuanya. Meski demikian, ia tidak berusaha untuk mengakrabkan dan mengharmonisasikan mereka, bahkan, bisa jadi ia melakukan tindakan yang malah menyebabkan permusuhan dan menjauhkan hati. Barangkali ia memperlihatkan kasih sayangnya kepada istri di hadapan kedua orang tua, dan pada saat yang sama berkata kasar kepada mereka. Atau, ia menzalimi istri dan membenarkan setiap apa yang dikatakan orang tua tentang istrinya. Padahal, bisa jadi istrinya yang benar dan orang tuanya yang salah.

Ada beberapa suami yang mempunyai tabiat selalu was-was, jiwanya tegang dan gelisah. Anda, melihatnya lebih mengedepankan sikap syak wasangka dan sangat cenderung buruk sangka (suuzan). Sang suami mentafsirkan segala sesuatu dengan kemungkinan yang paling buruk. Terkadang ia buruk sangka kepada istri soal amanah keuangannya. 

Di antara suami ada yang sangat merendahkan kedudukan istri. Ia menganggap istri sebagai permainan dan hiburan. Tidak menghiraukan perkataannya, tidak meminta pendapatnya terkait urusan pribadinya, dan tidak mengambil pendapatnya jika ia menyampaikan pendapat. Barangkali ia berhujjah atas sikap buruknya itu bahwa kepemimpinan ada di tangan laki-laki dan ia berlebihan atas hak tersebut, seperti menghina istri di depan anak-anaknya!

Ada tipe suami yang menyerahkan tali kendali kepemimpinannya kepada istri. Sehingga keinginannya mengikuti istri, pendapatnya tidak dianggap jika berbenturan dengan istri, ia kalah dari istrinya dalam memimpin rumah tangga.