Jumat, 16 September 2022

Cara Mendidik Anak Sesuai Sunnah dan Al-Qur'an

Cara Mendidik Anak Sesuai Sunnah dan Al-Qur'an, Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.

Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.

Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.

Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.

Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.

2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.

Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.

Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".

"Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).

3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.

Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.

Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.

"Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

4. Mengajarkan Tauhid

Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).

5. Mengajarkan Puasa

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.

Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.

Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.

6. Memberi Nama Panggilan yang Baik

Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.

Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).

7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan

Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.

Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.

8. Membiasakan Ucapan Salam

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.


Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.

9. Membiasakan Bersikap Sederhana

Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.

Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.

Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.

10. Perhatikan Pergaulan Anak

Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".

Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.

11. Menyatukan Ibu dengan Anak

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.

Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".

12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji

Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.

13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi

Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.

Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.

14. Terapkan Menjaga Kebersihan

"Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).

15. Berlaku Adil pada Setiap Anak

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.

16. Memberi Kasih Sayang

Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.

17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.

Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.

18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan

Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.

19. Mendoakan Anak

Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."

Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam

Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.

Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.

Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.

Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah

Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.

Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun

Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.

Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.

Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.

Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas

Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.

Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah

Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik yang tidak hanya mengajarkan bagaimana cara beribadah dengan benar, namun juga bagaimana mengatur suatu keluarga hingga negara.  Cara mendidik anak yang pertama sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir. Semasa hamil, sebaiknya memperbanyak mengaji, selain membawa ketenangan, tentunya ada berkah tersendiri.  Kemudian setelah bayi lahir, teraturlah setiap hari memperdengarkan bacaan Al-Qur'an. Hal ini supaya anak sudah terbiasa dengan lantunan setiap ayat firman Allah, apalagi dengan pikiran yang masih suci dan mudah menerima.  Apabila Anda ingin memiliki anak yang kelak jadi seorang hafidz, bisa dengan memperdengarkan juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Kemudian berlanjut juz 2 pada usia bayi 2 bulan, begitu seterusnya hingga selesai juz 30 pada usia 2 setengah tahun.  Anak akan benar-benar terbiasa dan sudah belajar bicara, mempermudah Anda dalam mengajarkan isi Al-Qur'an. Tambahan pula dengan menceritakan kisah Islami yang berkaitan dengan kitab Al-Qur'an.  2. Mengajarkan Dasar-Dasar Islam  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan mengajarkan dasar-dasar Islam. Dalam kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, mengatakan mengenai tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.  Disebutkan bahwa pada usia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "LAILA HA ILLALLAH" sebanyak 7 kali. Kemudian saat menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan anak kalimat MUHAMMADAR RASULLULLAH".  "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya". (H.R Ibnu Abbas).  3. Memberi Contoh dan Mengajarkan Salat  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan memberi contoh dan mengajarkan salat. Sejak balita sudah membiasakan anak untuk mengambil air wudu dan mengikuti gerakan salat, meskipun belum benar sama sekali.  Jika anak sudah terbiasa melihat orang tuanya salat dan meniru setiap gerakannya, kelak akan lebih mudah untuk diajari.  "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya". (HR. Ahmad dan Abu Dawud).  4. Mengajarkan Tauhid  Cara mendidik anak menurut Islam sebenarnya sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, melalui adzan dari sang ayah atau kakeknya. "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).  5. Mengajarkan Puasa  Mengajak anak untuk mulai mengenal puasa sejak dini, kira-kira pada usia 6 tahun sudah mengajarkan bangun sahur. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan cara puasa setengah hari dan berselang seling, selanjutnya puasa penuh seharian.  Tanamkan pada anak segala manfaat dan berkah dari berpuasa. Ketika anak Anda sudah terbiasa untuk berpuasa, lama-lama akan lebih mudah baginya untuk puasa Ramadhan penuh tanpa setengah hari lagi.  6. Memberi Nama Panggilan yang Baik  Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya dengan memberi nama panggilan yang baik. Nama merupakan sebuah doa dari orang tua demi masa depan buah hatinya.  Bentuk mencintai, mendidik, dan menghormati anak melalui nama panggilannya. Dalam sebuah hadis dikatakan: "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).  7. Membacakan Kisah Nabi dan Para Suri Tauladan  Cara mendidik menurut Islam selanjutnya, sempatkanlah waktu Anda untuk membacakan kisah para suri tauladan, seperti para Nabi, Luqman, ashabul kahfi, sahabat Nabi dan sebagainya.  Hal ini supaya anak Anda dapat belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu menerapkan ajaran Islam sesuai syariat.  8. Membiasakan Ucapan Salam  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan anak untuk mengucapkan salam. ASSALAMUALLAIKUM merupakan kalimat doa sekaligus bentuk dari sopan dan santun pada orang lain. Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucap salam pada setiap orang dan ketika berkunjung.  9. Membiasakan Bersikap Sederhana  Membiasakan anak untuk bersikap sederhana merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. Beliau begitu istimewa di mata umat muslim, malaikat, dan bagi Allah.  Meski Rasul memiliki kekuasaan memimpin umat muslim kala itu, namun beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau lebih memilih untuk menahannya, bukan minta dilayani.  Rasulullah juga pernah mengajarkan untuk menggunakan pakaian yang sederhana, tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.  10. Perhatikan Pergaulan Anak  Cara mendidik anak berikutnya dengan memperhatikan siapa saja lingkungan pergaulan anak Anda. Rasulullah bersabda: "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api".  Jika anak Anda berteman dengan lingkungan yang positif, tentu akan membawa aura yang baik ke depannya.  11. Menyatukan Ibu dengan Anak  Abu Ayyub mengatakan, bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat".  12. Ajarkan Berkata Jujur dan Menepati Janji  Cara mendidik anak menurut Islam berikutnya dengan membiasakan berkata jujur dan bisa menepati janji. Hal ini akan terus tertanam hingga dewasa untuk menjadi pribadi yang baik dunia dan akhirat.  13. Mengajarkan Anak Sedekah dan Berbagi  Islam mengajarkan untuk banyak berbagi, baik dengan orang yang mampu maupun tidak. Rasulullah mengajarkan hal ini berkali-kali, layaknya Utsman bin 'Affan yang kekayaannya masih terjaga hingga kini, dan diteruskan oleh para keturunnannya.  Janji Allah itu pasti, semakin sering berbagi semakin sering pula Allah membagi Anda, entah dalam bentuk apa dan tidak terduga. Wallahualam.  14. Terapkan Menjaga Kebersihan  "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)". (HR. Muslim no. 91).  15. Berlaku Adil pada Setiap Anak  Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi Anda tidak perlu menekan salah satu atau menonjolkan anak yang lain. Bangkitkan setiap potensi anak sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka.  16. Memberi Kasih Sayang  Memberi kasih sayang pada anak dari dalam kandungan hingga dewasa merupakan bentuk mendidik anak menurut Islam. Kasih sayang dalam bentuk kata-kata, perbuatan, dan tanggung jawab.  17. Mengajarkan Anak Menutup Aurat  Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini supaya mengenal siapa saja yang bukan mahramnya, serta tanamkan manfaat menutup aurat.  18. Mendidik Perbedaan Laki-laki dan Perempuan  Mulai memisahkan tempat tidur anak Anda untuk memiliki kamar sendiri. Terutama bagi anak laki-laki dan perempuan, kemudian ajarkan mengenai perbedaan di antara keduanya. Hal ini supaya kelak anak Anda tidak mudah goyah terhadap nafsu lawan jenis.  19. Mendoakan Anak  Mendoakan anak juga termasuk cara mendidik anak, memberi contoh pada mereka bahwa kasih sayang juga bisa dicurahkan melalui kalimat doa. Tertuang dalam kitab suci Al-Qur'an surah al-Furqon ayat 74 : "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."  Bagaimana Mendidik Anak dalam perspektif Islam  Dikutip dari detik.com, anak adalah titipan Allah yang kelak ketika sudah dewasa akan lepas dari orang tuanya dan hidup mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus membekali anak dengan keimanan kuat dan aturan serta prinsip tegas dalam menjalani kehidupan. Begitu pula bekal pengetahuan dan pengajaran. Meski begitu, saat ini jarang orang tua yang menerapkan pendidikan islam bagi putra mereka.  Padahal, dalam Al-Quran dan Sunnah yang dijadikan rujukan dalam pendidikan anak secara Islam, terdapat metode serta cara untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Cara mendidik anak pun disesuaikan dengan kematangan berpikir dan usia anak.  Pendidikan yang didasarkan pada kasih sayang dan lemah lembut membuat anak memiliki pribadi yang toleran dan peka. Dalam menegur anak, Rasul mencontohkan untuk memukul tanpa bermaksud melukai. Memukul di sini dilakukan pada area yang tidak merusak fungsi tubuh dan syaraf.  Mendidik Anak Usia 0-6 Tahun Secara Sunnah  Anak pada usia 0-6 tahun adalah usia golden age atau usia emas. Pada masa ini perkembangan anak sangat cepat dan harus dirangsang dengan tepat. Stimulus dengan menggunakan mainan edukasi sangat dianjurkan. Selain itu, berikan kasih sayang, bangun kedekatan dengan anak dan bertutur kata lembut kepada mereka. buat anak merasa aman dan nyaman. Jangan pernah biasakan memukul anak ataupun memarahi anak.  Mendidik Anak Usia 7-14 Tahun  Pada usia ini, mulai kenalkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Mulai latih anak untuk mendirikan salat 5 waktu dengan tepat. Berikan sanksi jika anak tidak mendirikan salat. Jika sanksi berupa pukulan, maka jangan berikan pukulan menyakitkan. Selain itu, mulai pisahkan tempat tidur mereka.  Mendidik Anak Usia 15-21 Tahun  Di masa ini, anak cenderung mulai memberontak. Hal ini dikarenakan anak memasuki masa pubertas. Gunakan pendekatan yang baik dan halus ketika anak melakukan kesalahan. Bangun rasa nyaman anak sehingga anak menganggap orang tua sebagai sahabat. Jika memiliki saudara, hendaknya saat memarahi atau menghardik anak tidak di depan saudara mereka. Hal ini agar mereka tidak jatuh harga dirinya.     Mendidik Anak Usia 21 Tahun ke Atas  Pada masa usia ini, anak mulai diberikan kepercayaan dan kebebasan. Namun begitu, kebebasan yang diberikan tetap harus memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab dan tidak menyalahi peraturan. Orang tua memiliki peran untuk mengarahkan ketika anak mengalami kesulitan dan memantau mereka. Berikan kebebasan anak untuk membuat keputusan.  Mendidik Karakter Anak Sesuai Sunnah  Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.  Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.

Dalam perspektif Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Pendidikan moral dan etika merupakan unsur penting dalam membangun anak yang berkarakter. Bagaimana seorang anak berkembang dan karakter mereka ditentukan oleh pola pendidikan dalam lingkup keluarga. Membangun karakter anak yang berakhlakul karimah tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendidikan formal saja.

Bagaimana orang tua mampu mendidik, mengawasi dan memberikan teladan kepada anak sangat berpengaruh dalam mencetak generasi yang unggul. Dengan menerapkan pola mendidik anak secara sunnah, tak hanya membangun fisik, mental tapi juga spiritual dan interpersonal yang baik.


Referensi : Cara Mendidik Anak Sesuai Sunnah dan Al-Qur'an