Rabu, 21 September 2022

DOSA Suami Pada Istri yang Dianggap Sepele Nomor 8 Allah SWT Tidak Mau Menemuinya di Hari Kiamat

13 Kewajiban Suami Terhadap Istri Menurut Islam, Bukan Hanya Kasih Nafkah! Dads harus memenuhinya agar rumah tangga berkah dan diridai Allah SWT 0 disukai 0 1 komentar 1 Simpan Simpan 13 Kewajiban Suami Terhadap Istri Menurut Islam, Bukan Hanya Kasih Nafkah! placeholder Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad Disunting oleh Aprillia Untuk menjadi keluarga yang bahagia, sakinah, mawadah, dan warohmah, setiap pasangan harus memenuhi kewajibannya. Tidak hanya istri, namun kewajiban suami terhadap istri juga penting untuk dilakukan.  Umumnya, hanya kewajiban istri terhadap suamilah yang sering ditekankan. Sedangkan kewajiban suami terhadap istri sering kali tidak diungkit.  Karena itu setiap suami perlu tahu apa saja yang menjadi tugas, tanggung jawab, serta kewajiban suami terhadap istri menurut Islam.  Perlu diketahui, kewajiban suami terhadap istri tidak hanya berkaitan tentang uang atau nafkah kebutuhan primer, seperti pakaian dan tempat tinggal saja, melainkan banyak hal lain yang jarang diketahui.  Simak beberapa kewajiban suami terhadap istri pada artikel ini.  Baca Juga: 9 Cara Mendampingi Ibu Hamil dalam Islam, Dads Wajib Tahu!  Kewajiban Suami Terhadap Istri Menurut Islam ADVERTISEMENT  Mengutip dari Nahdlatul Ulama, Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al -Imam Ghazali (Kaira, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halam 442) menjelaskan tentang adab suami terhadap istri sebagai berikut:  "Adab suami terhadap Istri, yakni: berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah.  Kemudian juga menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil (pelit), memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri."  ADVERTISEMENT   Berikut ini daftar kewajiban suami terhadap istri menurut Islam yang diuraikan dari kutipan di atas.  1. Bergaul dan Bertutur Kata yang Lembut kewajiban suami pada istri dalam islam-1.jpg Foto: kewajiban suami pada istri dalam islam-1.jpg  Foto: shutterstock.com  Bergaul dengan baik di sini dimaksudkan agar suami hendaknya berinteraksi dengan istri secara baik dan santun.  Meski seorang suami berlaku sebagai kepala keluarga, tidak selayaknya ia mengambil jarak dari istrinya.  Berkomunikasi dengan lembut dan santun juga akan membuat hubungan suami istri lebih harmonis.  Sebagaimana dijelaskan dalam ayat:   فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ   ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ   ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْأَمْرِ   ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ   ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ  (Fa bimaa rohmatim minallohi lingta lahum, walau kungta fazhzhon gholiizhol-qolbi langfadhdhuu min haulika fa'fu 'an-hum wastaghfir lahum wa syaawir-hum fil-amr, fa izaa 'azamta fa tawakkal 'alalloh, innalloha yuhibbul-mutawakkiliin.)  Artinya:  "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.  ADVERTISEMENT   Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.  Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu.  Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal." (QS. Ali Imran: 159).  Baca Juga: 5+ Adab Istri ketika Suami Marah Menurut Ajaran Islam, Wajib Dipahami!  2. Menunjukkan Kasih Sayang Selain lemah lembut, kewajiban suami terhadap istri menurut Islam lainnya adalah dengan selalu menunjukkan kasih sayang pada istri.  Meski sedang merasa marah, seorang suami tetap dituntut untuk berlaku baik dan menunjukan kasih sayangnya. Rasulullah SAW pun melakukan hal yang sama pada istrinya.  Wanita adalah pusat kebaikan dalam rumah tangga dan makhluk yang sangat emosional. Keberadaannya bergantung pada kasih sayang yang didapatkan.  ADVERTISEMENT   Rahasia pernikahan yang bahagia terletak pada ekspresi kasih sayang suami kepada istri.  Jika Dads ingin menaklukkan hati pasangan dan memperkuat ikatan pernikahan, tunjukkanlah kasih sayang pada pasangan.  Baca Juga: 8 Persiapan Melahirkan menurut Islam, Yuk Lakukan Moms!  3. Bersikap Lapang saat Sendiri Bersikap Lapang saat Sendiri Foto: kewajiban suami pada istri dalam islam-2.jpg  Foto: shutterstock.com  Seorang suami sebaiknya memiliki kemandirian sehingga saat sang istri sedang tidak sedang bersamanya. Ia harus dapat melayani dirinya sendiri dengan baik tanpa mengeluh.  4. Memaafkan Istri Bila Berbuat Salah Dalam agama Islam, memaafkan seseorang sangat dianjurkan. Karenanya, seorang suami hendaknya memaafkan kesalahan istri dan mencoba untuk berkomunikasi dengan baik dalam menyelesaikan permasalahan.  5. Tidak Banyak Mendebat Tidak Banyak Mendebat ADVERTISEMENT   Foto: xx cara membuat suami takut kehilangan istri  Foto: shutterstock.com  Berdebat tidak selalu berdampak baik. Bila sewaktu-waktu perdebatan dengan istri terjadi, sebaiknya seorang suami dapat menghargai pendapat istri sekalipun ia kurang setuju.  6. Memberi Janji yang Baik Memberi janji yang baik, terutama untuk membiasakan hal baik, bisa membuat kasih sayang antara suami dan istri semakin meningkat. Hal ini pun bisa berdampak baik untuk keharmonisan rumah tangga.  Baca Juga: Istri atau Suami Ingin Rujuk? Perhatikan Hal-hal Ini!  7. Menjaga Harta Istri Menjaga Harta Istri Foto: kewajiban suami pada istri dalam islam-3.jpg  Foto: shutterstock.com  ADVERTISEMENT   Harta istri, seperti mahar dari suami atau hasil bekerja sendiri merupakan milik istri. Menjaga harta istri yang dimaksud di sini adalah bahwa suami hendaknya tidak mengklaim itu sebagai miliknya.  Bila ia bermaksud untuk menggunakan sebagian atau seluruh hartanya, maka ia wajib meminta izin dari istrinya.  Dengan demikian, perempuan memiliki kedaulatan atas kepemilikan harta.  Kedaulatan perempuan atas kepemilikan harta ini tertuang jelas dalam perintah Alquran pada Surat An-Nisa’ ayat 4 perihal kewajiban pemberian mahar oleh seorang suami kepada istrinya.  وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا  Artinya:  "Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.  Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya." (Surat An-Nisa’ ayat 4).  Baca Juga: Cara Bercinta yang Disarankan Menurut Islam  8. Memuliakan Keluarga Istri Kewajiban suami terhadap istri menurut Islam berikutnya adalah memuliakan keluarga istri. Seorang istri memiliki hubungan emosional yang kuat dengan keluarganya.  Karena itu, suami hendaknya bersikap baik terhadap keluarga istri dan menghormatinya.  Sikap buruk yang dilakukan suami terhadap keluarga istri bisa menyebabkan hubungan yang tidak harmonis di dalam rumah tangga.  9. Selalu Bersemangat Terhadap Istri Selalu Bersemangat Terhadap Istri Foto: kewajiban suami pada istri dalam islam.jpg (Foto: Shutterstock)  Foto: shutterstock.com  Gairah hidup berumah tangga harus selalu dipelihara dengan baik. Bersemangat terhadap istri di sini juga berarti semangat untuk memenuhi kebutuhan lahir dan batin seorang pasangan.  10. Tidak Pelit terhadap Istri Kewajiban suami terhadap istri menurut Islam yang juga sangat penting untuk dijalankan adalah dengan memenuhi kebutuhan finansial istri secara tidak bakhil (pelit atau kikir).  Maksudnya, suami dan istri tidak boleh pelit satu sama lain, sebab hal ini bisa berdampak kurang baik terhadap keharmonisan keluarga.  Pasangan hendaknya bersikap longgar terkait keuangan terhadap satu sama lain dan saling membantu secara finansial.  11. Menjaga Keluarganya Menjaga Keluarganya Foto: kewajiban.jpg  Foto: dreamstime.com  Laki-laki dan perempuan adalah dua pilar dasar sebuah keluarga.  Tetapi, karena laki-laki diberkahi dengan kualitas-kualitas khusus berdasarkan urutan penciptaan, dan karena kekuatan logika mereka lebih kuat daripada perempuan, mereka dianggap sebagai penjaga keluarga.  Allah SWT memandang laki-laki sebagai pelindung keluarga yang dinyatakan dalam Alquran surat An-Nisa, ayat 34:  الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ   Artinya:  "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (Surat An-Nisa’ ayat 34).  Oleh karena itu, laki-laki memiliki tanggung jawab yang lebih besar dan lebih sulit dalam menghidupi keluarganya.  Laki-laki yang menafkahi keluarganya harus tahu bahwa perempuan juga manusia seperti halnya laki-laki. Dia juga memiliki keinginan dan hak kebebasan serta kehidupan.  Menikah dengan seorang wanita bukanlah mempekerjakan seorang pembantu. Istri adalah pasangan yang akan menemani, serta seseorang yang akan menghabiskan hidup bersama.  Baca Juga: 15+ Adab Istri Terhadap Suami dalam islam, Wajib Tahu!  12. Memberi Pendidikan Agama Sebagai kepala keluarga, seorang suami juga wajib mengajarkan ilmu-ilmu agama yang baik kepada pasangannya.  Hal ini dijelaskan dalam surah At-Tahriim, ayat 6, yakni:  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ  Artinya:  "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu (dan anakmu) dan istrimu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka.  Dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahriim 6).  Baca Juga: Anak Suka Menyisakan Makanan? Begini Menurut Pandangan Islam  13. Menyediakan Tempat Tinggal untuk Istri Menyediakan Tempat Tinggal untuk Istri Foto: Menyediakan Tempat Tinggal untuk Istri  Foto: photodune.net  Menyediakan tempat tinggal yang layak juga menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan seorang suami.  Dilansir dari Muslimah.or.id, hak istri yang bisa didapatkan dari suami adalah kediaman yang nyaman dan tenteram.  Bagi yang memiliki kecukupan finansial, bisa menyediakan tempat tinggal yang layak, dan bagi yang kurang mampu atau fakir, tidak wajib.  Selain itu, seorang suami juga tidak sepantasnya membawa orang lain yang kehadirannya dapat menyebabkan bahaya bagi keutuhan rumah tangga.  Itulah 13 tugas, tanggung jawab dan kewajiban suami terhadap istri menurut Islam. Semoga Dads sudah memenuhi kewajiban di atas dengan baik, Dosa Suami Pada Istri yang Dianggap Sepele  Nomor 8 Allah SWT Tidak Mau Menemuinya di Hari Kiamat, Dosa suami kepada istri kadang tidak pernah disadari. Karena menganggap perbuatan itu biasa saja dan banyak laki-laki lain yang melakukannya juga.  Padahal ada kesalahan suami yang dihitung dosa jika dia lakukan di dalam rumah tangganya. Dan ini harus diketahui suami dengan terus menambah ilmu agamanya.Karena dosa suami pada istri itu sangat dibenci Allah. Bahkan salah satunya jika dilakukan, Allah sampai tidak mau menemuinya di hari kiamat. Naudzubillahimindzalik.  Suami yang mengetahui dosa apa saja yang dibenci Allah, akan memperbaiki sikapnya. Dan ini akan menghindarkannya dari murka Allah.Oleh karena itu, seorang suami wajib mengetahui apa saja dosa pada istri yang harus dihindari. Sehingga keluarganya akan menjadi lebih harmonis.   Tidak memberi nafkah istri  Dosa suami pada istri yang pertama adalah tidak memberikan nafkah  lahiriyah. Tapi sebaliknya, suami justru meminta istri bekerja mencari nafkah.  Perbuatan semacam ini adalah dosa besar bagi suami. Karena dalam Islam mencari nafkah merupakan tanggung jawab seorang suami .  Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang dipandang melakukan dosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.” (HR Abu Daud no.1442, Muslim, Ahmad dan Thabrani)  Memiliki perasaan benci kepada istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah membenci istrinya. Artinya, suami memiliki perasaan tidak suka terhadap istri secara berkepanjangan meskipun sang istri baik kepadanya.  Rasululllah SAW bersabda: “Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika  dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhoi akhlak lain darinya.” (HR Muslim)  Tidak mengajarkan ilmu agama  Dosa suami pada istri berikutnya adalah tidak mengajarkan ilmu agama kepada istri dan anak-anaknya. Karena ini adalah kewajiban bagi suami.  Suami wajib memelihara diri dan keluarganya dari pedihnya siksa kubur dan api neraka dengan memberikan ilmu agama.  Al Qur’an Surat At Tahrim ayat 6 Allah berfirman:  “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”  Mengacu pada ayat tersebut, maka kewajiban seorang suami adalah mengajarkan akhlak yang baik untuk istri dan anak-anaknya. Jika tidak dilakukan, maka dicatat sebagai dosa suami besar.  Tidak mau membantu dalam pekerjaan rumah tangga  Dosa suami pada istri yang ini mungkin terdengar sepele. Tapi mereka yang tidak membantu istri dalam pekerjaan rumah tangga, berarti telah melakukan dosa pada istri.  Karena sudah merasa memenuhi nafkah lahiriyah, tak jarang suami yang jadi malas membantu istri di rumah. Padahal tugas seorang istri sangatlah berat.Rasulullah SAW pun telah mencontohkan untuk membantu istri dalam rumah tangganya.“ Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan istrinya dan jika datang waktu sholat maka beliau pun keluar untuk sholat.” (HR. Bukhari).  Menyebarluaskan aib istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah menyebarluaskan aib istri ke masyarakat. Padahal sebagai kepala keluarga, ia harus menutup rapat aib istrinya itu.  Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli istrinya, dan istrinya menggaulinya  kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia istrinya.” (HR Muslim)  Membiarkan istri bekerja untuk suami  Dosa suami pada istri berikutnya adalah membiarkan istri mencari nafkah untuk suami dan anak-anaknya. Istri bekerja membantu perekonomian keluarga diperbolehkan.Tapi jangan sampai istri banting tulang kerja di luar rumah sementara suami enak-enakan di rumah.  Jika suami tidak bekerja karena malas dan menyerahkan semua keperluan ekonomi pada istri, maka suami yang seperti itu akan dilaknat oleh Allah SWT.  Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.” (HR. Ahmad  No. 19612, Bukhari, Tirmidzi dan Nasa’i)  Meremehkan kedudukan istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah meremehkan kedudukan istri. Maksudnya, para suami karena merasa sudah memberi nafkah lahiriyah dia menganggap rendah istri yang berada di rumah.  Seorang wanita rela meninggalkan kedua orang tuanya demi suami dan bahkan rela mengandung anak serta melahirkan anak suaminya.  Namun seakan, semua perjuangannya itu tidak ada artinya di mata suami. Sungguh yang demikian itu, suami telah melakukan dosa besar pada istri.  Tidak merasa cemburu  Dosa suami pada istri di poin ini harus diwaspadai ya. Terlihat sepele tapi memberi efek yang mengerikan di hari kiamat.  Tidak cemburunya suami pada istri juga termasuk dosa besar. Karena sifat cemburu antara suami istri diperlukan dalam membina rumah tangga.  Selain sebagai pemanis dalam rumah tangga, rasa cemburu suami kepada istri juga bisa menjadi rem untuk istri dari perbuatan kurang terpuji.  HR An-Nasa’i mengatakan “Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, yaitu seseorang yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan Ad-Dayyuts.” Yang dimaksud Ad-Dayyuts atau dayyus adalah seorang lelaki yang di dalam berumah tangga, tidak memiliki rasa cemburu kepada istri atau keluarganya sama sekali. jadi perbuatan menyimpang apapun yang dilakukan istri, tidak pernah mendapat teguran dari suami. Suami yang seperti maka dia telah melakukan dosa besar kepada istri.Tapi rasa cemburu kepada pasangan juga tidak boleh berlebihan. Karena bisa menyebabkan perselisihan yang berujung pada keretakan rumah tangga.  Menyakiti istri secara fisik  Dosa suami pada istri ini banyak ditemukan dalam keseharian. Karena merasa superior dalam rumah tangga, suami melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga.Menyakiti secara fisik merupakan dosa besar suami pada istri, karena perempuan seharusnya dilindungi, bukan disakiti.Rasulullah SAW bersabda:  “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya.”  (HR Ibnu Majah)  Dosa suami pada istri yang sering dianggap sepele. Padahal semua dosa itu akan dihisab dan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.Dosa Suami Pada Istri yang Dianggap Sepele  Nomor 8 Allah SWT Tidak Mau Menemuinya di Hari Kiamat, Dosa suami kepada istri kadang tidak pernah disadari. Karena menganggap perbuatan itu biasa saja dan banyak laki-laki lain yang melakukannya juga.  Padahal ada kesalahan suami yang dihitung dosa jika dia lakukan di dalam rumah tangganya. Dan ini harus diketahui suami dengan terus menambah ilmu agamanya.Karena dosa suami pada istri itu sangat dibenci Allah. Bahkan salah satunya jika dilakukan, Allah sampai tidak mau menemuinya di hari kiamat. Naudzubillahimindzalik.  Suami yang mengetahui dosa apa saja yang dibenci Allah, akan memperbaiki sikapnya. Dan ini akan menghindarkannya dari murka Allah.Oleh karena itu, seorang suami wajib mengetahui apa saja dosa pada istri yang harus dihindari. Sehingga keluarganya akan menjadi lebih harmonis.   Tidak memberi nafkah istri  Dosa suami pada istri yang pertama adalah tidak memberikan nafkah  lahiriyah. Tapi sebaliknya, suami justru meminta istri bekerja mencari nafkah.  Perbuatan semacam ini adalah dosa besar bagi suami. Karena dalam Islam mencari nafkah merupakan tanggung jawab seorang suami .  Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang dipandang melakukan dosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.” (HR Abu Daud no.1442, Muslim, Ahmad dan Thabrani)  Memiliki perasaan benci kepada istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah membenci istrinya. Artinya, suami memiliki perasaan tidak suka terhadap istri secara berkepanjangan meskipun sang istri baik kepadanya.  Rasululllah SAW bersabda: “Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika  dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhoi akhlak lain darinya.” (HR Muslim)  Tidak mengajarkan ilmu agama  Dosa suami pada istri berikutnya adalah tidak mengajarkan ilmu agama kepada istri dan anak-anaknya. Karena ini adalah kewajiban bagi suami.  Suami wajib memelihara diri dan keluarganya dari pedihnya siksa kubur dan api neraka dengan memberikan ilmu agama.  Al Qur’an Surat At Tahrim ayat 6 Allah berfirman:  “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”  Mengacu pada ayat tersebut, maka kewajiban seorang suami adalah mengajarkan akhlak yang baik untuk istri dan anak-anaknya. Jika tidak dilakukan, maka dicatat sebagai dosa suami besar.  Tidak mau membantu dalam pekerjaan rumah tangga  Dosa suami pada istri yang ini mungkin terdengar sepele. Tapi mereka yang tidak membantu istri dalam pekerjaan rumah tangga, berarti telah melakukan dosa pada istri.  Karena sudah merasa memenuhi nafkah lahiriyah, tak jarang suami yang jadi malas membantu istri di rumah. Padahal tugas seorang istri sangatlah berat.Rasulullah SAW pun telah mencontohkan untuk membantu istri dalam rumah tangganya.“ Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan istrinya dan jika datang waktu sholat maka beliau pun keluar untuk sholat.” (HR. Bukhari).  Menyebarluaskan aib istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah menyebarluaskan aib istri ke masyarakat. Padahal sebagai kepala keluarga, ia harus menutup rapat aib istrinya itu.  Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli istrinya, dan istrinya menggaulinya  kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia istrinya.” (HR Muslim)  Membiarkan istri bekerja untuk suami  Dosa suami pada istri berikutnya adalah membiarkan istri mencari nafkah untuk suami dan anak-anaknya. Istri bekerja membantu perekonomian keluarga diperbolehkan.Tapi jangan sampai istri banting tulang kerja di luar rumah sementara suami enak-enakan di rumah.  Jika suami tidak bekerja karena malas dan menyerahkan semua keperluan ekonomi pada istri, maka suami yang seperti itu akan dilaknat oleh Allah SWT.  Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.” (HR. Ahmad  No. 19612, Bukhari, Tirmidzi dan Nasa’i)  Meremehkan kedudukan istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah meremehkan kedudukan istri. Maksudnya, para suami karena merasa sudah memberi nafkah lahiriyah dia menganggap rendah istri yang berada di rumah.  Seorang wanita rela meninggalkan kedua orang tuanya demi suami dan bahkan rela mengandung anak serta melahirkan anak suaminya.  Namun seakan, semua perjuangannya itu tidak ada artinya di mata suami. Sungguh yang demikian itu, suami telah melakukan dosa besar pada istri.  Tidak merasa cemburu  Dosa suami pada istri di poin ini harus diwaspadai ya. Terlihat sepele tapi memberi efek yang mengerikan di hari kiamat.  Tidak cemburunya suami pada istri juga termasuk dosa besar. Karena sifat cemburu antara suami istri diperlukan dalam membina rumah tangga.  Selain sebagai pemanis dalam rumah tangga, rasa cemburu suami kepada istri juga bisa menjadi rem untuk istri dari perbuatan kurang terpuji.  HR An-Nasa’i mengatakan “Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, yaitu seseorang yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan Ad-Dayyuts.” Yang dimaksud Ad-Dayyuts atau dayyus adalah seorang lelaki yang di dalam berumah tangga, tidak memiliki rasa cemburu kepada istri atau keluarganya sama sekali. jadi perbuatan menyimpang apapun yang dilakukan istri, tidak pernah mendapat teguran dari suami. Suami yang seperti maka dia telah melakukan dosa besar kepada istri.Tapi rasa cemburu kepada pasangan juga tidak boleh berlebihan. Karena bisa menyebabkan perselisihan yang berujung pada keretakan rumah tangga.  Menyakiti istri secara fisik  Dosa suami pada istri ini banyak ditemukan dalam keseharian. Karena merasa superior dalam rumah tangga, suami melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga.Menyakiti secara fisik merupakan dosa besar suami pada istri, karena perempuan seharusnya dilindungi, bukan disakiti.Rasulullah SAW bersabda:  “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya.”  (HR Ibnu Majah)  Dosa suami pada istri yang sering dianggap sepele. Padahal semua dosa itu akan dihisab dan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.    Referensi : DOSA Suami Pada Istri yang Dianggap Sepele  Nomor 8 Allah SWT Tidak Mau Menemuinya di Hari Kiamat, 13 Kewajiban Suami Terhadap Istri Menurut Islam, Bukan Hanya Kasih Nafkah! Dads harus memenuhinya agar rumah tangga berkah dan diridai Allah SWT 0 disukai 0 1 komentar 1 Simpan Simpan 13 Kewajiban Suami Terhadap Istri Menurut Islam, Bukan Hanya Kasih Nafkah! placeholder Artikel ditulis oleh Nurul Aulia Ahmad Disunting oleh Aprillia Untuk menjadi keluarga yang bahagia, sakinah, mawadah, dan warohmah, setiap pasangan harus memenuhi kewajibannya. Tidak hanya istri, namun kewajiban suami terhadap istri juga penting untuk dilakukan.  Umumnya, hanya kewajiban istri terhadap suamilah yang sering ditekankan. Sedangkan kewajiban suami terhadap istri sering kali tidak diungkit.  Karena itu setiap suami perlu tahu apa saja yang menjadi tugas, tanggung jawab, serta kewajiban suami terhadap istri menurut Islam.  Perlu diketahui, kewajiban suami terhadap istri tidak hanya berkaitan tentang uang atau nafkah kebutuhan primer, seperti pakaian dan tempat tinggal saja, melainkan banyak hal lain yang jarang diketahui.  Simak beberapa kewajiban suami terhadap istri pada artikel ini.  Baca Juga: 9 Cara Mendampingi Ibu Hamil dalam Islam, Dads Wajib Tahu!  Kewajiban Suami Terhadap Istri Menurut Islam ADVERTISEMENT  Mengutip dari Nahdlatul Ulama, Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al -Imam Ghazali (Kaira, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halam 442) menjelaskan tentang adab suami terhadap istri sebagai berikut:  "Adab suami terhadap Istri, yakni: berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah.  Kemudian juga menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil (pelit), memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri."  ADVERTISEMENT   Berikut ini daftar kewajiban suami terhadap istri menurut Islam yang diuraikan dari kutipan di atas.  1. Bergaul dan Bertutur Kata yang Lembut kewajiban suami pada istri dalam islam-1.jpg Foto: kewajiban suami pada istri dalam islam-1.jpg  Foto: shutterstock.com  Bergaul dengan baik di sini dimaksudkan agar suami hendaknya berinteraksi dengan istri secara baik dan santun.  Meski seorang suami berlaku sebagai kepala keluarga, tidak selayaknya ia mengambil jarak dari istrinya.  Berkomunikasi dengan lembut dan santun juga akan membuat hubungan suami istri lebih harmonis.  Sebagaimana dijelaskan dalam ayat:   فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ   ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ   ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْأَمْرِ   ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ   ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ  (Fa bimaa rohmatim minallohi lingta lahum, walau kungta fazhzhon gholiizhol-qolbi langfadhdhuu min haulika fa'fu 'an-hum wastaghfir lahum wa syaawir-hum fil-amr, fa izaa 'azamta fa tawakkal 'alalloh, innalloha yuhibbul-mutawakkiliin.)  Artinya:  "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.  ADVERTISEMENT   Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.  Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu.  Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal." (QS. Ali Imran: 159).  Baca Juga: 5+ Adab Istri ketika Suami Marah Menurut Ajaran Islam, Wajib Dipahami!  2. Menunjukkan Kasih Sayang Selain lemah lembut, kewajiban suami terhadap istri menurut Islam lainnya adalah dengan selalu menunjukkan kasih sayang pada istri.  Meski sedang merasa marah, seorang suami tetap dituntut untuk berlaku baik dan menunjukan kasih sayangnya. Rasulullah SAW pun melakukan hal yang sama pada istrinya.  Wanita adalah pusat kebaikan dalam rumah tangga dan makhluk yang sangat emosional. Keberadaannya bergantung pada kasih sayang yang didapatkan.  ADVERTISEMENT   Rahasia pernikahan yang bahagia terletak pada ekspresi kasih sayang suami kepada istri.  Jika Dads ingin menaklukkan hati pasangan dan memperkuat ikatan pernikahan, tunjukkanlah kasih sayang pada pasangan.  Baca Juga: 8 Persiapan Melahirkan menurut Islam, Yuk Lakukan Moms!  3. Bersikap Lapang saat Sendiri Bersikap Lapang saat Sendiri Foto: kewajiban suami pada istri dalam islam-2.jpg  Foto: shutterstock.com  Seorang suami sebaiknya memiliki kemandirian sehingga saat sang istri sedang tidak sedang bersamanya. Ia harus dapat melayani dirinya sendiri dengan baik tanpa mengeluh.  4. Memaafkan Istri Bila Berbuat Salah Dalam agama Islam, memaafkan seseorang sangat dianjurkan. Karenanya, seorang suami hendaknya memaafkan kesalahan istri dan mencoba untuk berkomunikasi dengan baik dalam menyelesaikan permasalahan.  5. Tidak Banyak Mendebat Tidak Banyak Mendebat ADVERTISEMENT   Foto: xx cara membuat suami takut kehilangan istri  Foto: shutterstock.com  Berdebat tidak selalu berdampak baik. Bila sewaktu-waktu perdebatan dengan istri terjadi, sebaiknya seorang suami dapat menghargai pendapat istri sekalipun ia kurang setuju.  6. Memberi Janji yang Baik Memberi janji yang baik, terutama untuk membiasakan hal baik, bisa membuat kasih sayang antara suami dan istri semakin meningkat. Hal ini pun bisa berdampak baik untuk keharmonisan rumah tangga.  Baca Juga: Istri atau Suami Ingin Rujuk? Perhatikan Hal-hal Ini!  7. Menjaga Harta Istri Menjaga Harta Istri Foto: kewajiban suami pada istri dalam islam-3.jpg  Foto: shutterstock.com  ADVERTISEMENT   Harta istri, seperti mahar dari suami atau hasil bekerja sendiri merupakan milik istri. Menjaga harta istri yang dimaksud di sini adalah bahwa suami hendaknya tidak mengklaim itu sebagai miliknya.  Bila ia bermaksud untuk menggunakan sebagian atau seluruh hartanya, maka ia wajib meminta izin dari istrinya.  Dengan demikian, perempuan memiliki kedaulatan atas kepemilikan harta.  Kedaulatan perempuan atas kepemilikan harta ini tertuang jelas dalam perintah Alquran pada Surat An-Nisa’ ayat 4 perihal kewajiban pemberian mahar oleh seorang suami kepada istrinya.  وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا  Artinya:  "Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.  Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya." (Surat An-Nisa’ ayat 4).  Baca Juga: Cara Bercinta yang Disarankan Menurut Islam  8. Memuliakan Keluarga Istri Kewajiban suami terhadap istri menurut Islam berikutnya adalah memuliakan keluarga istri. Seorang istri memiliki hubungan emosional yang kuat dengan keluarganya.  Karena itu, suami hendaknya bersikap baik terhadap keluarga istri dan menghormatinya.  Sikap buruk yang dilakukan suami terhadap keluarga istri bisa menyebabkan hubungan yang tidak harmonis di dalam rumah tangga.  9. Selalu Bersemangat Terhadap Istri Selalu Bersemangat Terhadap Istri Foto: kewajiban suami pada istri dalam islam.jpg (Foto: Shutterstock)  Foto: shutterstock.com  Gairah hidup berumah tangga harus selalu dipelihara dengan baik. Bersemangat terhadap istri di sini juga berarti semangat untuk memenuhi kebutuhan lahir dan batin seorang pasangan.  10. Tidak Pelit terhadap Istri Kewajiban suami terhadap istri menurut Islam yang juga sangat penting untuk dijalankan adalah dengan memenuhi kebutuhan finansial istri secara tidak bakhil (pelit atau kikir).  Maksudnya, suami dan istri tidak boleh pelit satu sama lain, sebab hal ini bisa berdampak kurang baik terhadap keharmonisan keluarga.  Pasangan hendaknya bersikap longgar terkait keuangan terhadap satu sama lain dan saling membantu secara finansial.  11. Menjaga Keluarganya Menjaga Keluarganya Foto: kewajiban.jpg  Foto: dreamstime.com  Laki-laki dan perempuan adalah dua pilar dasar sebuah keluarga.  Tetapi, karena laki-laki diberkahi dengan kualitas-kualitas khusus berdasarkan urutan penciptaan, dan karena kekuatan logika mereka lebih kuat daripada perempuan, mereka dianggap sebagai penjaga keluarga.  Allah SWT memandang laki-laki sebagai pelindung keluarga yang dinyatakan dalam Alquran surat An-Nisa, ayat 34:  الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ   Artinya:  "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (Surat An-Nisa’ ayat 34).  Oleh karena itu, laki-laki memiliki tanggung jawab yang lebih besar dan lebih sulit dalam menghidupi keluarganya.  Laki-laki yang menafkahi keluarganya harus tahu bahwa perempuan juga manusia seperti halnya laki-laki. Dia juga memiliki keinginan dan hak kebebasan serta kehidupan.  Menikah dengan seorang wanita bukanlah mempekerjakan seorang pembantu. Istri adalah pasangan yang akan menemani, serta seseorang yang akan menghabiskan hidup bersama.  Baca Juga: 15+ Adab Istri Terhadap Suami dalam islam, Wajib Tahu!  12. Memberi Pendidikan Agama Sebagai kepala keluarga, seorang suami juga wajib mengajarkan ilmu-ilmu agama yang baik kepada pasangannya.  Hal ini dijelaskan dalam surah At-Tahriim, ayat 6, yakni:  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ  Artinya:  "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu (dan anakmu) dan istrimu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka.  Dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahriim 6).  Baca Juga: Anak Suka Menyisakan Makanan? Begini Menurut Pandangan Islam  13. Menyediakan Tempat Tinggal untuk Istri Menyediakan Tempat Tinggal untuk Istri Foto: Menyediakan Tempat Tinggal untuk Istri  Foto: photodune.net  Menyediakan tempat tinggal yang layak juga menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan seorang suami.  Dilansir dari Muslimah.or.id, hak istri yang bisa didapatkan dari suami adalah kediaman yang nyaman dan tenteram.  Bagi yang memiliki kecukupan finansial, bisa menyediakan tempat tinggal yang layak, dan bagi yang kurang mampu atau fakir, tidak wajib.  Selain itu, seorang suami juga tidak sepantasnya membawa orang lain yang kehadirannya dapat menyebabkan bahaya bagi keutuhan rumah tangga.  Itulah 13 tugas, tanggung jawab dan kewajiban suami terhadap istri menurut Islam. Semoga Dads sudah memenuhi kewajiban di atas dengan baik, Dosa Suami Pada Istri yang Dianggap Sepele  Nomor 8 Allah SWT Tidak Mau Menemuinya di Hari Kiamat, Dosa suami kepada istri kadang tidak pernah disadari. Karena menganggap perbuatan itu biasa saja dan banyak laki-laki lain yang melakukannya juga.  Padahal ada kesalahan suami yang dihitung dosa jika dia lakukan di dalam rumah tangganya. Dan ini harus diketahui suami dengan terus menambah ilmu agamanya.Karena dosa suami pada istri itu sangat dibenci Allah. Bahkan salah satunya jika dilakukan, Allah sampai tidak mau menemuinya di hari kiamat. Naudzubillahimindzalik.  Suami yang mengetahui dosa apa saja yang dibenci Allah, akan memperbaiki sikapnya. Dan ini akan menghindarkannya dari murka Allah.Oleh karena itu, seorang suami wajib mengetahui apa saja dosa pada istri yang harus dihindari. Sehingga keluarganya akan menjadi lebih harmonis.   Tidak memberi nafkah istri  Dosa suami pada istri yang pertama adalah tidak memberikan nafkah  lahiriyah. Tapi sebaliknya, suami justru meminta istri bekerja mencari nafkah.  Perbuatan semacam ini adalah dosa besar bagi suami. Karena dalam Islam mencari nafkah merupakan tanggung jawab seorang suami .  Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang dipandang melakukan dosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.” (HR Abu Daud no.1442, Muslim, Ahmad dan Thabrani)  Memiliki perasaan benci kepada istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah membenci istrinya. Artinya, suami memiliki perasaan tidak suka terhadap istri secara berkepanjangan meskipun sang istri baik kepadanya.  Rasululllah SAW bersabda: “Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika  dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhoi akhlak lain darinya.” (HR Muslim)  Tidak mengajarkan ilmu agama  Dosa suami pada istri berikutnya adalah tidak mengajarkan ilmu agama kepada istri dan anak-anaknya. Karena ini adalah kewajiban bagi suami.  Suami wajib memelihara diri dan keluarganya dari pedihnya siksa kubur dan api neraka dengan memberikan ilmu agama.  Al Qur’an Surat At Tahrim ayat 6 Allah berfirman:  “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”  Mengacu pada ayat tersebut, maka kewajiban seorang suami adalah mengajarkan akhlak yang baik untuk istri dan anak-anaknya. Jika tidak dilakukan, maka dicatat sebagai dosa suami besar.  Tidak mau membantu dalam pekerjaan rumah tangga  Dosa suami pada istri yang ini mungkin terdengar sepele. Tapi mereka yang tidak membantu istri dalam pekerjaan rumah tangga, berarti telah melakukan dosa pada istri.  Karena sudah merasa memenuhi nafkah lahiriyah, tak jarang suami yang jadi malas membantu istri di rumah. Padahal tugas seorang istri sangatlah berat.Rasulullah SAW pun telah mencontohkan untuk membantu istri dalam rumah tangganya.“ Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan istrinya dan jika datang waktu sholat maka beliau pun keluar untuk sholat.” (HR. Bukhari).  Menyebarluaskan aib istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah menyebarluaskan aib istri ke masyarakat. Padahal sebagai kepala keluarga, ia harus menutup rapat aib istrinya itu.  Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli istrinya, dan istrinya menggaulinya  kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia istrinya.” (HR Muslim)  Membiarkan istri bekerja untuk suami  Dosa suami pada istri berikutnya adalah membiarkan istri mencari nafkah untuk suami dan anak-anaknya. Istri bekerja membantu perekonomian keluarga diperbolehkan.Tapi jangan sampai istri banting tulang kerja di luar rumah sementara suami enak-enakan di rumah.  Jika suami tidak bekerja karena malas dan menyerahkan semua keperluan ekonomi pada istri, maka suami yang seperti itu akan dilaknat oleh Allah SWT.  Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.” (HR. Ahmad  No. 19612, Bukhari, Tirmidzi dan Nasa’i)  Meremehkan kedudukan istri  Dosa suami pada istri berikutnya adalah meremehkan kedudukan istri. Maksudnya, para suami karena merasa sudah memberi nafkah lahiriyah dia menganggap rendah istri yang berada di rumah.  Seorang wanita rela meninggalkan kedua orang tuanya demi suami dan bahkan rela mengandung anak serta melahirkan anak suaminya.  Namun seakan, semua perjuangannya itu tidak ada artinya di mata suami. Sungguh yang demikian itu, suami telah melakukan dosa besar pada istri.  Tidak merasa cemburu  Dosa suami pada istri di poin ini harus diwaspadai ya. Terlihat sepele tapi memberi efek yang mengerikan di hari kiamat.  Tidak cemburunya suami pada istri juga termasuk dosa besar. Karena sifat cemburu antara suami istri diperlukan dalam membina rumah tangga.  Selain sebagai pemanis dalam rumah tangga, rasa cemburu suami kepada istri juga bisa menjadi rem untuk istri dari perbuatan kurang terpuji.  HR An-Nasa’i mengatakan “Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, yaitu seseorang yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan Ad-Dayyuts.” Yang dimaksud Ad-Dayyuts atau dayyus adalah seorang lelaki yang di dalam berumah tangga, tidak memiliki rasa cemburu kepada istri atau keluarganya sama sekali. jadi perbuatan menyimpang apapun yang dilakukan istri, tidak pernah mendapat teguran dari suami. Suami yang seperti maka dia telah melakukan dosa besar kepada istri.Tapi rasa cemburu kepada pasangan juga tidak boleh berlebihan. Karena bisa menyebabkan perselisihan yang berujung pada keretakan rumah tangga.  Menyakiti istri secara fisik  Dosa suami pada istri ini banyak ditemukan dalam keseharian. Karena merasa superior dalam rumah tangga, suami melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga.Menyakiti secara fisik merupakan dosa besar suami pada istri, karena perempuan seharusnya dilindungi, bukan disakiti.Rasulullah SAW bersabda:  “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya.”  (HR Ibnu Majah)  Dosa suami pada istri yang sering dianggap sepele. Padahal semua dosa itu akan dihisab dan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
Dosa Suami Pada Istri yang Dianggap Sepele  Nomor 8 Allah SWT Tidak Mau Menemuinya di Hari Kiamat, Dosa suami kepada istri kadang tidak pernah disadari. Karena menganggap perbuatan itu biasa saja dan banyak laki-laki lain yang melakukannya juga.

Padahal ada kesalahan suami yang dihitung dosa jika dia lakukan di dalam rumah tangganya. Dan ini harus diketahui suami dengan terus menambah ilmu agamanya.Karena dosa suami pada istri itu sangat dibenci Allah. Bahkan salah satunya jika dilakukan, Allah sampai tidak mau menemuinya di hari kiamat. Naudzubillahimindzalik.

Suami yang mengetahui dosa apa saja yang dibenci Allah, akan memperbaiki sikapnya. Dan ini akan menghindarkannya dari murka Allah.Oleh karena itu, seorang suami wajib mengetahui apa saja dosa pada istri yang harus dihindari. Sehingga keluarganya akan menjadi lebih harmonis. 

Tidak memberi nafkah istri

Dosa suami pada istri yang pertama adalah tidak memberikan nafkah  lahiriyah. Tapi sebaliknya, suami justru meminta istri bekerja mencari nafkah.

Perbuatan semacam ini adalah dosa besar bagi suami. Karena dalam Islam mencari nafkah merupakan tanggung jawab seorang suami .

Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang dipandang melakukan dosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.” (HR Abu Daud no.1442, Muslim, Ahmad dan Thabrani)

Memiliki perasaan benci kepada istri

Dosa suami pada istri berikutnya adalah membenci istrinya. Artinya, suami memiliki perasaan tidak suka terhadap istri secara berkepanjangan meskipun sang istri baik kepadanya.

Rasululllah SAW bersabda: “Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika  dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhoi akhlak lain darinya.” (HR Muslim)

Tidak mengajarkan ilmu agama

Dosa suami pada istri berikutnya adalah tidak mengajarkan ilmu agama kepada istri dan anak-anaknya. Karena ini adalah kewajiban bagi suami.

Suami wajib memelihara diri dan keluarganya dari pedihnya siksa kubur dan api neraka dengan memberikan ilmu agama.

Al Qur’an Surat At Tahrim ayat 6 Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Mengacu pada ayat tersebut, maka kewajiban seorang suami adalah mengajarkan akhlak yang baik untuk istri dan anak-anaknya. Jika tidak dilakukan, maka dicatat sebagai dosa suami besar.

Tidak mau membantu dalam pekerjaan rumah tangga

Dosa suami pada istri yang ini mungkin terdengar sepele. Tapi mereka yang tidak membantu istri dalam pekerjaan rumah tangga, berarti telah melakukan dosa pada istri.

Karena sudah merasa memenuhi nafkah lahiriyah, tak jarang suami yang jadi malas membantu istri di rumah. Padahal tugas seorang istri sangatlah berat.Rasulullah SAW pun telah mencontohkan untuk membantu istri dalam rumah tangganya.“ Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan istrinya dan jika datang waktu sholat maka beliau pun keluar untuk sholat.” (HR. Bukhari).

Menyebarluaskan aib istri

Dosa suami pada istri berikutnya adalah menyebarluaskan aib istri ke masyarakat. Padahal sebagai kepala keluarga, ia harus menutup rapat aib istrinya itu.

Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli istrinya, dan istrinya menggaulinya  kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia istrinya.” (HR Muslim)

Membiarkan istri bekerja untuk suami

Dosa suami pada istri berikutnya adalah membiarkan istri mencari nafkah untuk suami dan anak-anaknya. Istri bekerja membantu perekonomian keluarga diperbolehkan.Tapi jangan sampai istri banting tulang kerja di luar rumah sementara suami enak-enakan di rumah.

Jika suami tidak bekerja karena malas dan menyerahkan semua keperluan ekonomi pada istri, maka suami yang seperti itu akan dilaknat oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.” (HR. Ahmad  No. 19612, Bukhari, Tirmidzi dan Nasa’i)

Meremehkan kedudukan istri

Dosa suami pada istri berikutnya adalah meremehkan kedudukan istri. Maksudnya, para suami karena merasa sudah memberi nafkah lahiriyah dia menganggap rendah istri yang berada di rumah.

Seorang wanita rela meninggalkan kedua orang tuanya demi suami dan bahkan rela mengandung anak serta melahirkan anak suaminya.

Namun seakan, semua perjuangannya itu tidak ada artinya di mata suami. Sungguh yang demikian itu, suami telah melakukan dosa besar pada istri.

Tidak merasa cemburu

Dosa suami pada istri di poin ini harus diwaspadai ya. Terlihat sepele tapi memberi efek yang mengerikan di hari kiamat.

Tidak cemburunya suami pada istri juga termasuk dosa besar. Karena sifat cemburu antara suami istri diperlukan dalam membina rumah tangga.

Selain sebagai pemanis dalam rumah tangga, rasa cemburu suami kepada istri juga bisa menjadi rem untuk istri dari perbuatan kurang terpuji.

HR An-Nasa’i mengatakan “Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, yaitu seseorang yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan Ad-Dayyuts.” Yang dimaksud Ad-Dayyuts atau dayyus adalah seorang lelaki yang di dalam berumah tangga, tidak memiliki rasa cemburu kepada istri atau keluarganya sama sekali. jadi perbuatan menyimpang apapun yang dilakukan istri, tidak pernah mendapat teguran dari suami. Suami yang seperti maka dia telah melakukan dosa besar kepada istri.Tapi rasa cemburu kepada pasangan juga tidak boleh berlebihan. Karena bisa menyebabkan perselisihan yang berujung pada keretakan rumah tangga.

Menyakiti istri secara fisik

Dosa suami pada istri ini banyak ditemukan dalam keseharian. Karena merasa superior dalam rumah tangga, suami melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga.Menyakiti secara fisik merupakan dosa besar suami pada istri, karena perempuan seharusnya dilindungi, bukan disakiti.Rasulullah SAW bersabda:  “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya.”  (HR Ibnu Majah)

Dosa suami pada istri yang sering dianggap sepele. Padahal semua dosa itu akan dihisab dan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.


Referensi : DOSA Suami Pada Istri yang Dianggap Sepele  Nomor 8 Allah SWT Tidak Mau Menemuinya di Hari Kiamat