Rabu, 14 September 2022

Doa Ditolak? Introspeksi

Doa Ditolak? Introspeksi . Dewasa ini sering kali kita jumpai, banyak dari kalangan Muslim berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka seringkali berpendapat bahwa doa ditolak karena Allah tidak mendengar keluh kesahnya, Allah tidak menyayanginya, Allah tidak memperhatikannya, Allah berpaling darinya, dan yang paling anehnya ada yang sampai berputus asa atas rahmat-Nya. Sehingga dia yang awalnya rajin menjadi malas untuk berdoa lagi dan semakin jauh dari-Nya. Doa Ditolak? Berfikir bahwa doa ditolak adalah suatu hal yang bodoh, sempit, dan sangat meleset. Mengibaratkan Allah itu tidak adil dan pilih kasih terhadap mahluknya. Bukankah Allah memiliki nama-nama istimewa, yang didalam nama-Nya membuktikan kepada kita bahwa Dia-Allah tidak hanya Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Dia-lah Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki), Al-Wahhab (Maha Pemberi Karunia), Al-Gani ( Maha Kaya), Al-Mugni (Yang Maha Pemberi Kekayaan), dan sebagainya. Semua nama-Nya jika disebut, tidaklah Allah mendengar melainkan Allah memberi karunia terhadapnya.  Selain itu, Allah meyakini kepada semua mahluk-Nya bahwa Allah benar-benar Maha Pemurah dan Maha Baik. Sebagaimana dalam hadis Qudsi Allah Azza wa Jalla berfirman : ”Jika seorang hamba-Ku bertekad akan melakukan kebaikan, namun tidak sempat melaksanakannya, Aku akan mencatat satu kebaikan baginya. Jika dia jadi melaksanakan tekadnya itu, aku catatkan sepuluh kebaikan, bahkan sampai tujuh ratus kali lipat baginya. Dan jika hamba-Ku bertekad akan melaksanakan keburukan namun tidak jadi melaksanakannya, Aku tidak akan mencatatnya sebagai dosa baginya. Lalu, jika ia melakukan keburukan tersebut, Aku hanya mencatat satu keburukan” (Hadis shahih dikeluarkan oleh Thabrani dan Abu Syaikh).  Dan juga dalam Alquran terdapat janji Allah kepada para hambanya, “Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu….” Saking Pemurahnya Allah, dalam ayat ini dijelaskan bahwa segala permohonan dan permintaan hamba-Nya baik dalam hal duniawi maupun ukrawi, perkara kecil atau perkara besar, kesulitan atau kemudahan. Tidaklah Allah mendegarnya kecuali Allah mengabulkan semua doa hambanya, selagi ia taat kepada-Nya.    Pentingnya Berdoa Doa merupakan bentuk komunikasi antara hamba, selaku makhluk lemah tak berdaya, kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Kuasa. Karenanya, doa merupakan suatu ibadah untuk manusia bisa mendekatkan diri kepada Tuhan. Tiada tempat meminta yang lebih baik selain kepada Allah SWT. Berbagai macam permasalahan dan keinginan kita hanyalah Allah yang bisa menampungnya. Allah SWT bahkan lebih tahu apa yang kita inginkan sebelum kita sendiri mengucapkannya melalui doa karena Allah Yang Maha Mengetahui. Imam at-Thaibi berpendapat bahwa berdoa adalah memperlihatkan sikap berserah diri dan membutuhkan Allah SWT, karena tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dan tunduk kepada Pencipta serta merasa butuh kepada Allah. Sedangkan Quraish Shihab berpendapat bahwa doa ialah suatu permohonan hamba kepada Tuhan-Nya agar memperoleh anugerah pemeliharaan dan pertolongan. Baik buat si pemohon maupun pihak lain yang harus lahir dari lubuk hati terdalam disertai dengan ketundukan dan pengagungan kepada-Nya. Itulah mengapa Islam mengharuskan kita untuk selalu berdoa, karena dalam dalil disebutkan: “Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah bisa dikatakan orang yang takabur (sombong) karena tidak menempatkan Allah sebagai penentu segalanya (QS al-Mu’min [40]: 60). Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT sangat murka kepada orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya,” (HR Ibnu Majah)..    Allah Itu Maha Baik Semua apa yang dipanjatkan seorang hamba kepada Allah pastilah dikabulkan, baik yang terlintas dalam benaknya maupun yang diucapkannya secara langsung. Sesungguhnya Allah tidak pernah menolak dan tidak akan mengabaikan permintaan seorang hamba kepada-Nya, karena Allah Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Rasululullah SAW bersabda : “Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Dia malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangan kepada-Nya,  Dia mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong tidak mendapatkan apa-apa.”(HR At-Tirmidzi). “Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan, kecuali orang yang aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan” (HR. Muslim no. 2577). Dalil lainya dalam Alquran, “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 186). Doa Tidak Diijabahi? Perkara doa yang tidak diijibahi atau yang sering disebut doa ditolak oleh Allah bukan berarti Allah berpaling dari kita, melainkan itu kesalahan diri kita sendiri. Syekh Abdul Qodir-Jailani dalam Mafatih al-Ghaib berkata, doa ditolak karena manusianya sendiri yang jahat terhadap Allah, yaitu kurangnya adab dalam berdoa kepada-Nya baik adab lahir maupun adab batin. Dalam penjelasannya. Kurangya adab yang dimaksud yaitu seorang berdoa tapi sekedar ucapan, sama sekali hatinya tidak percaya dan tidak meyakini akan kekuasaan Allah, bahwa Allah akan mengabulkan doanya. Adapun adab lahir yang dimaksud, seorang berdoa dengan khusuk tapi diakhir doanya dia mengatakan, “Terimalah doaku ya Rabb, jika engkau berkenan.” Hal ini seakan-akan ia ragu terhadap Allah. Sungguh hal inilah yang paling celaka walaupun ia berdoa seratus kali, doanya tidak akan didengar oleh Allah seakan terdapat hijab diantaranya.  Adab Berdoa Dalam riwayat lain, tidak terkabulnya doa seseorang karena ia berdoa melanggar syarat atau tidak dipenuhi syarat-syaratnya, diantaranya : Memakan harta yang haram, disebutkan dalam hadits “.…lalu dia mengangkat kedua tangannya ke langit dan mengucapkan, ya rabbi ya rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan tumbuh dari barang haram, bagaimana doanya diterima?!” (HR. Muslim, no. 1015) Tergesa-gesa dalam berdoa, “Doa seorang hamba senantiasa terkabulkan selagi tidak berdoa untuk dosa, memutus kekerabatan dan selagi tidak tergesa-gesa.”  Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah apa tergesa-gesa itu?” Beliau menjawab, “Dia berkata, aku sudah berdoa, aku sudah berdoa tapi aku tidak melihat dikabulkan sehingga dia merasa kecewa akan hal itu lalu dia meninggalkan doa.”   Berburuk sangka, “Aku tergantung persangkaan hamba Ku kepada Ku.” (HR. Bukhari, no. 7405, Muslim, no. 4675)..  Pada intinya Allah tidak butuh manusia, tetapi manusialah yang butuh Allah. Doa ditolak jangan salahkan Allah, tapi introspeksi diri sendiri. Apakah ada yang salah selama menjalankan syariat-Nya? Dan terkahir, doa itu sifatnya lembut, maka berdoalah dengan hati yang tenang dan jiwa yang bersih. (‘Ad-Du’a’ Muhamad bin Ibrahim Al-Hamad.).  Referensi : Doa Ditolak? Introspeksi

Doa Ditolak? Introspeksi . Dewasa ini sering kali kita jumpai, banyak dari kalangan Muslim berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka seringkali berpendapat bahwa doa ditolak karena Allah tidak mendengar keluh kesahnya, Allah tidak menyayanginya, Allah tidak memperhatikannya, Allah berpaling darinya, dan yang paling anehnya ada yang sampai berputus asa atas rahmat-Nya. Sehingga dia yang awalnya rajin menjadi malas untuk berdoa lagi dan semakin jauh dari-Nya. Doa Ditolak? Berfikir bahwa doa ditolak adalah suatu hal yang bodoh, sempit, dan sangat meleset. Mengibaratkan Allah itu tidak adil dan pilih kasih terhadap mahluknya. Bukankah Allah memiliki nama-nama istimewa, yang didalam nama-Nya membuktikan kepada kita bahwa Dia-Allah tidak hanya Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Dia-lah Ar-Razzaq (Maha Memberi Rezeki), Al-Wahhab (Maha Pemberi Karunia), Al-Gani ( Maha Kaya), Al-Mugni (Yang Maha Pemberi Kekayaan), dan sebagainya. Semua nama-Nya jika disebut, tidaklah Allah mendengar melainkan Allah memberi karunia terhadapnya.

Selain itu, Allah meyakini kepada semua mahluk-Nya bahwa Allah benar-benar Maha Pemurah dan Maha Baik. Sebagaimana dalam hadis Qudsi Allah Azza wa Jalla berfirman : ”Jika seorang hamba-Ku bertekad akan melakukan kebaikan, namun tidak sempat melaksanakannya, Aku akan mencatat satu kebaikan baginya. Jika dia jadi melaksanakan tekadnya itu, aku catatkan sepuluh kebaikan, bahkan sampai tujuh ratus kali lipat baginya. Dan jika hamba-Ku bertekad akan melaksanakan keburukan namun tidak jadi melaksanakannya, Aku tidak akan mencatatnya sebagai dosa baginya. Lalu, jika ia melakukan keburukan tersebut, Aku hanya mencatat satu keburukan” (Hadis shahih dikeluarkan oleh Thabrani dan Abu Syaikh).  Dan juga dalam Alquran terdapat janji Allah kepada para hambanya, “Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu….” Saking Pemurahnya Allah, dalam ayat ini dijelaskan bahwa segala permohonan dan permintaan hamba-Nya baik dalam hal duniawi maupun ukrawi, perkara kecil atau perkara besar, kesulitan atau kemudahan. Tidaklah Allah mendegarnya kecuali Allah mengabulkan semua doa hambanya, selagi ia taat kepada-Nya.


Pentingnya Berdoa Doa merupakan bentuk komunikasi antara hamba, selaku makhluk lemah tak berdaya, kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Kuasa. Karenanya, doa merupakan suatu ibadah untuk manusia bisa mendekatkan diri kepada Tuhan. Tiada tempat meminta yang lebih baik selain kepada Allah SWT. Berbagai macam permasalahan dan keinginan kita hanyalah Allah yang bisa menampungnya. Allah SWT bahkan lebih tahu apa yang kita inginkan sebelum kita sendiri mengucapkannya melalui doa karena Allah Yang Maha Mengetahui. Imam at-Thaibi berpendapat bahwa berdoa adalah memperlihatkan sikap berserah diri dan membutuhkan Allah SWT, karena tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dan tunduk kepada Pencipta serta merasa butuh kepada Allah. Sedangkan Quraish Shihab berpendapat bahwa doa ialah suatu permohonan hamba kepada Tuhan-Nya agar memperoleh anugerah pemeliharaan dan pertolongan. Baik buat si pemohon maupun pihak lain yang harus lahir dari lubuk hati terdalam disertai dengan ketundukan dan pengagungan kepada-Nya. Itulah mengapa Islam mengharuskan kita untuk selalu berdoa, karena dalam dalil disebutkan: “Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah bisa dikatakan orang yang takabur (sombong) karena tidak menempatkan Allah sebagai penentu segalanya (QS al-Mu’min [40]: 60). Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT sangat murka kepada orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya,” (HR Ibnu Majah)..


Allah Itu Maha Baik Semua apa yang dipanjatkan seorang hamba kepada Allah pastilah dikabulkan, baik yang terlintas dalam benaknya maupun yang diucapkannya secara langsung. Sesungguhnya Allah tidak pernah menolak dan tidak akan mengabaikan permintaan seorang hamba kepada-Nya, karena Allah Maha Penyayang dan Maha Pengasih. Rasululullah SAW bersabda : “Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Dia malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangan kepada-Nya,  Dia mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong tidak mendapatkan apa-apa.”(HR At-Tirmidzi). “Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan, kecuali orang yang aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan” (HR. Muslim no. 2577). Dalil lainya dalam Alquran, “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 186). Doa Tidak Diijabahi? Perkara doa yang tidak diijibahi atau yang sering disebut doa ditolak oleh Allah bukan berarti Allah berpaling dari kita, melainkan itu kesalahan diri kita sendiri. Syekh Abdul Qodir-Jailani dalam Mafatih al-Ghaib berkata, doa ditolak karena manusianya sendiri yang jahat terhadap Allah, yaitu kurangnya adab dalam berdoa kepada-Nya baik adab lahir maupun adab batin. Dalam penjelasannya. Kurangya adab yang dimaksud yaitu seorang berdoa tapi sekedar ucapan, sama sekali hatinya tidak percaya dan tidak meyakini akan kekuasaan Allah, bahwa Allah akan mengabulkan doanya. Adapun adab lahir yang dimaksud, seorang berdoa dengan khusuk tapi diakhir doanya dia mengatakan, “Terimalah doaku ya Rabb, jika engkau berkenan.” Hal ini seakan-akan ia ragu terhadap Allah. Sungguh hal inilah yang paling celaka walaupun ia berdoa seratus kali, doanya tidak akan didengar oleh Allah seakan terdapat hijab diantaranya.

Adab Berdoa Dalam riwayat lain, tidak terkabulnya doa seseorang karena ia berdoa melanggar syarat atau tidak dipenuhi syarat-syaratnya, diantaranya : Memakan harta yang haram, disebutkan dalam hadits “.…lalu dia mengangkat kedua tangannya ke langit dan mengucapkan, ya rabbi ya rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan tumbuh dari barang haram, bagaimana doanya diterima?!” (HR. Muslim, no. 1015) Tergesa-gesa dalam berdoa, “Doa seorang hamba senantiasa terkabulkan selagi tidak berdoa untuk dosa, memutus kekerabatan dan selagi tidak tergesa-gesa.”  Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah apa tergesa-gesa itu?” Beliau menjawab, “Dia berkata, aku sudah berdoa, aku sudah berdoa tapi aku tidak melihat dikabulkan sehingga dia merasa kecewa akan hal itu lalu dia meninggalkan doa.”   Berburuk sangka, “Aku tergantung persangkaan hamba Ku kepada Ku.” (HR. Bukhari, no. 7405, Muslim, no. 4675)..

Pada intinya Allah tidak butuh manusia, tetapi manusialah yang butuh Allah. Doa ditolak jangan salahkan Allah, tapi introspeksi diri sendiri. Apakah ada yang salah selama menjalankan syariat-Nya? Dan terkahir, doa itu sifatnya lembut, maka berdoalah dengan hati yang tenang dan jiwa yang bersih. (‘Ad-Du’a’ Muhamad bin Ibrahim Al-Hamad.).

Referensi : Doa Ditolak? Introspeksi