Kamis, 22 September 2022

Dampak Buruk Perceraian Secara Psikologis pria/wanita

Pernikahan menjadi hubungan yang sangat sakral untuk pria dan wanita. Namun, tidak semua pasangan bisa mempertahankan hubungan pernikahan hingga akhirnya menggugat cerai. Dampak perceraian bisa sangat berbahaya bagi psikologis dan mental seseorang.  Karena bukan masalah yang sepele, Anda harus bijaksana dalam memandang sebuah perceraian. Pasalnya, dampak perceraian akan terbawa sampai kapan pun dan bisa menimbulkan trauma pada seseorang.  Dampak perceraian secara psikologis  Perceraian mengakibatkan banyak perubahan dalam hidup seseorang. Dampak perceraian yang dirasakan oleh pria dan wanita sebenarnya sama aja. Keduanya dapat merasa marah, cemas, depresi, dan cemburu.  Rasa marah  Rasa marah bisa saja muncul setelah proses perceraian ketika masalah-masalah yang sebelumnya diabaikan muncul dan dibahas kembali.  Rasa cemas  Rasa cemas karena perubahan-perubahan yang dialami seusai perceraian adalah hal yang wajar terjadi. Setelah mengambil keputusan yang besar, seperti perceraian, wanita maupun pria akan merasa takut dengan ketidakpastian setelah perceraian. Bahkan pergantian rutinitas bisa menjadi salah satu pemicu dari rasa cemas setelah proses perceraian.  Depresi  Depresi dapat timbul karena rasa bersalah ataupun hilangnya ambisi setelah perceraian. Dampak perceraian yang satu ini mampu menghilangkan kesenangan atau ketertarikan kedua belah pihak terhadap hal-hal yang senang dilakukan.  Rasa cemburu  Meskipun sudah tidak tinggal seatap dan tidak lagi terikat sebagai suami istri, tetapi mengetahui mantan suami atau istri sedang berpacaran atau dekat dengan orang lain tentunya mampu memicu perasaan cemburu terhadap kehidupan pihak lainnya.  Cara pria dan wanita menyikapi dampak perceraian  Seperti yang telah disebutkan, baik pria maupun wanita sebenarnya merasakan dampak perceraian secara psikologis. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dampak perceraian di tahun-tahun pertama lebih parah pada pria ketimbang pada wanita.  Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pada tahun pertama perceraian, pria lebih merasakan dampak perceraian terhadap kepuasaan hidup dan keluarga, sementara wanita lebih merasakan dampak perceraian terhadap ekonomi rumah tangga.  Meskipun demikian, pada tahun-tahun berikutnya, pria dan wanita tidak memiliki perbedaan dampak perceraian yang menonjol.   Dampak perceraian pada pria  Dampak perceraian bisa jadi lebih besar pada pria karena pria cenderung tidak tertarik mencari dukungan secara emosional dari orang-orang sekitarnya.   Selain itu, seusai perceraian, pria lebih berisiko mengalami depresi, kekurangan dukungan sosial, dan menyalahgunakan zat-zat tertentu.   Pria yang lebih senang mengungkapkan perasaannya melalui tindakan akan lebih condong untuk mengungkapkan perasaannya terhadap perceraian yang dialami dalam bentuk menghindari tempat tinggal mereka, bekerja jauh lebih keras di kantor, dan sebagainya.  Penelitian lain mendapati bahwa pria lebih berisiko untuk melakukan tindakan bunuh diri daripada wanita selama proses perceraian berlangsung.  Dampak perceraian pada wanita  Sebuah riset menelusuri dampak perceraian secara psikologis pada wanita dan menemukan bahwa wanita yang bercerai memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibanding wanita yang menikah. Hal ini berpotensi menimbulkan depresi.  Perceraian mampu membuat seorang wanita merasa tidak bahagia dan kesepian. Para wanita yang sudah bercerai mungkin memiliki kekhawatiran dalam segi mencari pasangan yang tepat untuknya di masa depan.  Emosi lain yang dapat dirasakan oleh wanita yang bercerai adalah rasa bersalah. Perasaan bersalah tersebut bisa terlahir dari pemikiran bahwa sang wanita belum berusaha maksimal dalam mempertahankan pernikahannya.  Namun, dibalik dampak perceraian yang negatif secara psikologis pada wanita, terdapat juga dampak perceraian yang positif untuk para wanita.   Beberapa wanita yang bercerai menganggap perceraian sebagai periode untuk mengembangkan diri dan menjadi mandiri, serta mampu mengambil keputusan sendiri.  Tips menjalani proses perceraian  Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari bantuan atau dukungan sosial dan emosional dari orang-orang sekitar. Menjadi lebih terbuka dengan menceritakan apa yang dirasakan dan dipikirkan dapat membantu Anda untuk tidak merasa kesepian.  Anda juga bisa berkonsultasi dengan psikolog, konselor, ataupun psikiater jika Anda merasa perceraian yang dilalui mengganggu kehidupan sehari-hari. Bila Anda atau kerabat mengalami depresi atau memiliki keinginan untuk bunuh diri selama proses perceraian, segeralah kunjungi psikolog, konselor, atau psikiater.
Pernikahan menjadi hubungan yang sangat sakral untuk pria dan wanita. Namun, tidak semua pasangan bisa mempertahankan hubungan pernikahan hingga akhirnya menggugat cerai. Dampak perceraian bisa sangat berbahaya bagi psikologis dan mental seseorang.

Karena bukan masalah yang sepele, Anda harus bijaksana dalam memandang sebuah perceraian. Pasalnya, dampak perceraian akan terbawa sampai kapan pun dan bisa menimbulkan trauma pada seseorang.

Dampak perceraian secara psikologis

Perceraian mengakibatkan banyak perubahan dalam hidup seseorang. Dampak perceraian yang dirasakan oleh pria dan wanita sebenarnya sama aja. Keduanya dapat merasa marah, cemas, depresi, dan cemburu.

Rasa marah

Rasa marah bisa saja muncul setelah proses perceraian ketika masalah-masalah yang sebelumnya diabaikan muncul dan dibahas kembali.

Rasa cemas

Rasa cemas karena perubahan-perubahan yang dialami seusai perceraian adalah hal yang wajar terjadi. Setelah mengambil keputusan yang besar, seperti perceraian, wanita maupun pria akan merasa takut dengan ketidakpastian setelah perceraian. Bahkan pergantian rutinitas bisa menjadi salah satu pemicu dari rasa cemas setelah proses perceraian.

Depresi

Depresi dapat timbul karena rasa bersalah ataupun hilangnya ambisi setelah perceraian. Dampak perceraian yang satu ini mampu menghilangkan kesenangan atau ketertarikan kedua belah pihak terhadap hal-hal yang senang dilakukan.

Rasa cemburu

Meskipun sudah tidak tinggal seatap dan tidak lagi terikat sebagai suami istri, tetapi mengetahui mantan suami atau istri sedang berpacaran atau dekat dengan orang lain tentunya mampu memicu perasaan cemburu terhadap kehidupan pihak lainnya.

Cara pria dan wanita menyikapi dampak perceraian

Seperti yang telah disebutkan, baik pria maupun wanita sebenarnya merasakan dampak perceraian secara psikologis. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dampak perceraian di tahun-tahun pertama lebih parah pada pria ketimbang pada wanita.

Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pada tahun pertama perceraian, pria lebih merasakan dampak perceraian terhadap kepuasaan hidup dan keluarga, sementara wanita lebih merasakan dampak perceraian terhadap ekonomi rumah tangga.

Meskipun demikian, pada tahun-tahun berikutnya, pria dan wanita tidak memiliki perbedaan dampak perceraian yang menonjol. 

Dampak perceraian pada pria

Dampak perceraian bisa jadi lebih besar pada pria karena pria cenderung tidak tertarik mencari dukungan secara emosional dari orang-orang sekitarnya. 

Selain itu, seusai perceraian, pria lebih berisiko mengalami depresi, kekurangan dukungan sosial, dan menyalahgunakan zat-zat tertentu. 

Pria yang lebih senang mengungkapkan perasaannya melalui tindakan akan lebih condong untuk mengungkapkan perasaannya terhadap perceraian yang dialami dalam bentuk menghindari tempat tinggal mereka, bekerja jauh lebih keras di kantor, dan sebagainya.

Penelitian lain mendapati bahwa pria lebih berisiko untuk melakukan tindakan bunuh diri daripada wanita selama proses perceraian berlangsung.

Dampak perceraian pada wanita

Sebuah riset menelusuri dampak perceraian secara psikologis pada wanita dan menemukan bahwa wanita yang bercerai memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibanding wanita yang menikah. Hal ini berpotensi menimbulkan depresi.

Perceraian mampu membuat seorang wanita merasa tidak bahagia dan kesepian. Para wanita yang sudah bercerai mungkin memiliki kekhawatiran dalam segi mencari pasangan yang tepat untuknya di masa depan.

Emosi lain yang dapat dirasakan oleh wanita yang bercerai adalah rasa bersalah. Perasaan bersalah tersebut bisa terlahir dari pemikiran bahwa sang wanita belum berusaha maksimal dalam mempertahankan pernikahannya.

Namun, dibalik dampak perceraian yang negatif secara psikologis pada wanita, terdapat juga dampak perceraian yang positif untuk para wanita. 

Beberapa wanita yang bercerai menganggap perceraian sebagai periode untuk mengembangkan diri dan menjadi mandiri, serta mampu mengambil keputusan sendiri.

Tips menjalani proses perceraian

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari bantuan atau dukungan sosial dan emosional dari orang-orang sekitar. Menjadi lebih terbuka dengan menceritakan apa yang dirasakan dan dipikirkan dapat membantu Anda untuk tidak merasa kesepian.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan psikolog, konselor, ataupun psikiater jika Anda merasa perceraian yang dilalui mengganggu kehidupan sehari-hari. Bila Anda atau kerabat mengalami depresi atau memiliki keinginan untuk bunuh diri selama proses perceraian, segeralah kunjungi psikolog, konselor, atau psikiater.