This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Sabtu, 20 Agustus 2022

Dahsyatnya Doa Hati orang Tersakiti Terzalimi & Teraniaya

Siapa pun di dunia ini pasti pernah mengalami sakitnya hati, karena disakiti, dihina, dizalimi, atau dikhianati, sikap kita menentukan nasib kita selanjutnya, masa depan kita tergantung kepada apa yang kita lakukan sekarang, dan ingat Allah selalu ada untuk kita, memperhatikan dan membantu kita.. Jangan bersedih hati, pertolongan Allah akan segera datang dan diperlihatkan sebelum kita meninggalkan dunia ini    Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dahsyatnya Doa Hati orang Tersakiti, Terzalimi dan Teraniaya", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/sifasanjurio/550883d8a333112b312e39ac/dahsyatnya-doa-hati-orang-tersakiti-terzalimi-dan-teraniaya?page=2&page_images=1  Kreator: Sifa Sanjurio    Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.  Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Surat al Nisa ayat 148 yang berbunyi:

لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما

artinya: Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.  Ayat ini "melegalkan" perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang teraniaya atau terzalimi, dan itu semua dikategorikan kedalam "doa". Doa orang orang yang terzalimi adalah mujarab alias "tokcer" langsung didengar dan dikabulkan olehNya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi: “Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Surat al Nisa ayat 148 yang berbunyi:

لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما

Di tangan mereka, doa lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang terzalimi! Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa.

Tetapi dalam kelanjutan ayat tersebut diatas, selanjutnya Allah menjelaskan:

ان تبدو خیرا او تخفوه او تعفو عن سوء فان الله عفو قدیرا.

Artinya: Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya dan memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, Maka sungguh Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.

artinya: Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.  Ayat ini "melegalkan" perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang teraniaya atau terzalimi, dan itu semua dikategorikan kedalam "doa". 

Doa orang orang yang terzalimi adalah mujarab alias "tokcer" langsung didengar dan dikabulkan olehNya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi:  “Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Siapa pun di dunia ini pasti pernah mengalami sakitnya hati, karena disakiti, dihina, dizalimi, atau dikhianati, sikap kita menentukan nasib kita selanjutnya, masa depan kita tergantung kepada apa yang kita lakukan sekarang, dan ingat Allah selalu ada untuk kita, memperhatikan dan membantu kita.. Jangan bersedih hati, pertolongan Allah akan segera datang dan diperlihatkan sebelum kita meninggalkan dunia ini.

Referensi : Dahsyatnya Doa Hati orang Tersakiti Terzalimi & Teraniaya


5 Syarat Doa Dikabulkan Oleh Allah SWT

5 Syarat Doa Dikabulkan Oleh Allah SWT

5 Syarat Doa Dikabulkan Oleh Allah SWT. Tidak ada tempat lain untuk meminta selain kepada Allah SWT. Sebagai umat manusia, diwajibkan untuk meminta lewat doa kepada sang Pencipta, entah meminta agar dimudahkan rezeki, dimudahkan urusannya, hingga diampuni dosanya.

Tapi, kita mungkin kerap bertanya-tanya, apakah doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT? Melansir laman Dalam Islam, dikatakan bahwa ada lima syarat agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Apa saja?

1. Luruskan niat
Berdoa harus dilakukan dengan niat, agar semua doa-doa kita benar-benar melibatkan Allah SWT.

2. Ikhlas
Ikhlas merupakan kunci agar doa kita terkabul. Ikhlas mungkin sulit dilakukan, namun sebagai manusia, tapi kita perlu pasrahkan semuanya kepada Allah SWT.

3. Yakin sepenuhnya
Jangan biarkan keraguan muncul di dalam hati. Kita perlu yakin sepenuhnya bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa.

4. Tidak apa-apa berdoa sambil menangis
Kadang, permasalahan yang berat tidak mampu kita ungkapkan kepada orang lain, bahkan orang terdekat sekalipun. Inilah saatnya mendekat kepada Allah SWT, bahkan tidak apa-apa menangis saat berdoa.

Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah.” (HR. Tirmidzi).

5. Khusyuk
Berdoa juga perlu khusyuk saat menghadap Allah SWT. Jangan berdoa asal-asalan dan dilakukan sambil lalu.

Referensi : 5 Syarat Doa Dikabulkan Oleh Allah SWT


Doa Tidak Akan Dikabulkan Allah Swt, Meski Nangis Semalaman Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Doa Tidak Akan Dikabulkan Allah Swt, Meski Nangis Semalaman Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Doa Tidak Akan Dikabulkan Allah, Meski Nangis Semalaman Ini Kata Ustadz Adi Hidayat. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan ada hal yang menyebabkan doa tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT.  Jangan sampai melakukan tiga hal tersebut jika ingin doa dikabulkan oleh Allah. Karena jika dilakukan maka doa tidak akan dikabulkan Allah SWT.

Ada doa yang dengan cepat dikabulkan Allah, tetapi jika melakukan hal ini meskipun berdoa sambil menangis semalam tidak akan dikabulkan oleh Allah Swt. Apa saja hal yang bisa menjadi penghalang doa tidak dikabulkan oleh Allah tersebut. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan apa saja yang menjadi penyebab doa yang dipanjangkan tidak dikabulkan oleh Allah Swt.

Kata Ustadz Adi Hidayat, sifat doa itu akan dikabulkan oleh Allah kapan pun disampaikannya. Namun ternyata ada juga doa yang tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah meskipun bersoda dengan cara cara yang bisa dikabulkan Allah Swt. Misalkan berdoa sambil menengadahkan tangan, membaca asmaul husna, berdoa di perjalanan, padahal doa seperti itu langsung dikabulkan oleh Allah Swt.  Apa saja doa yang ditolak oleh Allah tersebut ini penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat.

1. Barang Haram.

Jika seseorang makan barang haram atau minim minuman yang haram, menggunakan barang haram maka doa nya ditolak oleh Allah Swt. Termasuk juga memakai pakaian haram atau perangkat haram, maka barang haram tersebut menjadi penghalang doa dan doa nya tidak akan dikabulkan Allah Swt. "Maka yang haram ini menutup pintu kebaikannya," kata Ustadz Adi Hidayat.

2. Mengerjakan Maksiat.

Jika banyak mengerjakan maksiat, doa yang dipanjatkan oleh orang yang mengerjakan maksiat ini tidak akan dikabulkan Allah Swt. "Mata sering melihat yang haram. Lisan sering berkata yang menyakiti. Telinga dipakai mendengar yang haram," kata Ustadz Adi Hidayat. Kata Ustadz Adi Hidayat, Allah itu mencintai yang baik dan tidak akan menerima kecuali yang baik atau toyib. Jadi kata Ustadz Adi Hidayat tidak akan mungkin yang baik masuk kepada yang tidak baik.

3. Tidak Bertakwa Kepada Allah Swt.

Orang yang tidak bertakwa kepada Allah, maka doa nya tidak akan dikabulkan oleh Allah. Jika tidak bertakwa maka secara otomatis Allah tidak akan mengabulkan doa nya.  Jadi itulah tiga hal yang bisa menjadi penghalang doa dikabulkan oleh Allah SWT.

Referensi : Doa Tidak Akan Dikabulkan Allah Swt, Meski Nangis Semalaman Ini Kata Ustadz Adi Hidayat




Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Ilustrasi : Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya). Berdoa merupakan bentuk ketidakberdayaan manusia pada tuhannya. Doa menjadi satu- satunya cara untuk menyeimbangkan usaha yang sudah dilakukan. Sebab usaha tanpa doa disebut sombong, karena hanya mengandalkan diri sendiri.  Namun doa saja tanpa usaha juga tidak lengkap, karena manusia harus berusaha.  Untuk itu, ada doa yang tidak dikabulkan oleh Allah SWT karena beerapa hal.

Ustadz Adi Hidayat menuturkan, sampai kapanpun doa tidak akan dikabulkan meski sudah melakukan sholat tahajud.  Bahkan berdoa sambil menangis tersedu-sedu tetap doa tidak akan dikabulkan jika masih seperti ini.  Padahal doa dilakukan setelah melakukan sholat tahajud hingga menangis.  Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi jika masih seperti ini dalam hidupnya.

"Sekhusyuk khusyuknya antum berdoa meminta bahkan setelah tahajud kalau memiliki sifat ini sampai kapanpun gak akan pernah dijawab," kata Ustadz Adi Hidayat dikutip BanyuwangiNetwork.com dari Portaljember.com dengan judul Meski Telah Tahajud dan Menangis, Doa Tidak akan Dikabulkan jika Masih Seperti Ini, Kata Ustadz Adi Hidayat.

Tentunya ini menjadi sebuah penghambat doa untuk dikabulkan oleh Allah SWT.  Maka, hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT adalah adanya barang haram yang melekat dalam diri.  Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwasanya Allah SWT sangat membenci hal yang bersifat haram.  Karena pada hakikatnya doa bersifat suci dan akan berlabuh ditempat yang suci yaitu kepada Allah SWT.

Jika doa yang dipanjatkan terlibat yang haram, maka doa tersebut pasti tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah.  "Menangis darah apapun gak akan pernah dijawab oleh Allah SWT selama perangkat hidupnya haram," tuturnya.  Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar sebelum berdoa dan memohon kepada Allah SWT pastikan terlebih dahulu diri dan hal yang melekat dalam diri jauh dari yang haram. Maka dengan begitu, doa pasti akan dikabulkan oleh Allah jika terbebas dari yang bersifat haram. 

Referensi : Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya).


Hati-hati, Jangan Pernah Berdoa sampai Menangis, akan Ada Dosa Ini (Kata Gus Baha: Pokoknya Jangan)

Hati-hati, Jangan Pernah Berdoa sampai Menangis, akan Ada Dosa Ini (Kata Gus Baha: Pokoknya Jangan)

Hati-hati, Jangan Pernah Berdoa sampai Menangis, akan Ada Dosa Ini (Kata Gus Baha: Pokoknya Jangan). Ternyata ada sebuah dosa yang bisa didapatkan bila seseorang berdoa sampai menangis kata Gus Baha. Hal itu diungkapkannya berdasarkan ilmu yang didapatkan dari orang tuanya ketika masih menuntut ilmu.  Sebaiknya ikuti penjelasan Gus Baha ini sampai selesai agar tahu dksa yang bisa didapatkan akibat berdoa sampai menangis.

Setiap orang diwajibkan untuk selalu berusaha agar setiap keinginan yang ingin diwujudkan bisa dicapai. Orang yang tidak mau berusaha sama sekali akan mendapatkan kemungkinan kecil harapannya tercapai.  Dalam Islam, selain diminta untuk berusaha juga diwajibkan untuk memanjatkan doa kepada Allah. Melalui doa yang dipanjatkan itu bisa menjadi perantara Allah mengabulkan harapan hamba-Nya.

Ada beberapa cara dalam memanjatkan doa agar menjadi mustajab di hadapan Allah SWT. Salah satu cara yang sering dilakukan umat Islam, yakni memanjatkan doanya sambil meneteskan air mata.  Menurut Gus Baha cara tersebut hendaknya tidak dilakukan karena berpotensi menimbulkan satu dosa.

Ulama muda tersebut pernah mendapat nasehat dari orang tuanya, bahwa kalau berdoa jangan sampai menangis.  "Kamu kalau berdoa jangan terlalu serius sampai menangis, pokoknya jangan," katanya menirukan larangan dari bapaknya.  Orang yang memanjatkan doa sampai menangis bisa mendapatkan satu dosa berupa dosa suudzon.

Hal itu karena orang yang menangis saat berdoa bisa saja meragukan kuasa Allah untuk mengabulkan doa.  Artinya, dia menganggap kalau tidak menangis maka Allah mustahil mengabulkan doanya. Padahal, meskipun dia tidak menangis Allah selalu memberikan kebahagiaan dalam hidupnya.  "Seperti Allah tidak baik saja, Allah itu baik walaupun tidak serius pasti diberi, kalau terlalu serius malah suudzon seolah-olah kalau tidak serius tidak dikabulkan," ungkapnya. Ikuti saran dari Gus Baha ini apabila belum bisa menyingkirkan perasaan yang dimaksud saat berdoa sambil menangis.

Referensi : Hati-hati, Jangan Pernah Berdoa sampai Menangis, akan Ada Dosa Ini (Kata Gus Baha: Pokoknya Jangan)




Wanita Yang Berdoa sambil Menangis (Khaulah binti Tsa'labah)

Ilustrasi : Wanita Yang Berdoa sambil Menangis (Khaulah binti Tsa'labah)

Wanita diciptakan dengan ribuan kemuliaan. Saking mulianya, Allah Swt memerintahkan kita untuk senantiasa mendahulukan wanita daripada yang lain. Kisah tentang kemulian seorang wanita pernah dikisahkan semasa hidup Nabi Muhammad SAW. Salah seorang wanita dengan tingkat keimanan tinggi datangmenemui Nabi. Ia menghadapi suatu kondisi yang mengharuskannya mendapatkan pencerahan. 

Namun ternyata, kala itu Nabi belum bisa menjawab karena belum ada wahyu yang diturunkan Allah terkait hal tersebut. Namun, ini tak lantas membuat si wanita menyerah. Ia berdoa dan memohon kepada Allah agar memberi jalan keluar atas permasalahan hidupnya. 

Ternyata doa ini langsung diijabah Allah Swt. Seketika Nabi menerima wahyu Surat Al-Mujadalah sehingga bisa menjawab permasalahan wanita tersebut. Siapa dia sebenarnya? Mengapa doanya dapat menembus langit ke tujuh dengan demikian cepat?

Nama lengkap wanita ini adalah Khaulah binti Tsa'labah bin Ashram bin Farah bin Tsa'labah Ghanam bin 'Auf. Ia merupakan istri dari Aus bin Shamit bin Qais dan dari pernikahan mereka lahir seorang putra yang diberi nama Rabi'.

Kisah doanya yang mampu menembus langit ini bermula ketika terjadi permasalahan antara dirinya dan suaminya. Dalam kondisi marah, sang suami kemudian mengeluarkan kalimat yang membuatnya merasa cemas dan perlu memperjelasnya kepada Nabi.

Referensi : Wanita Yang Berdoa sambil Menangis




Jumat, 19 Agustus 2022

Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Berdoa merupakan bentuk ketidakberdayaan manusia pada tuhannya. Doa menjadi satu- satunya cara untuk menyeimbangkan usaha yang sudah dilakukan.  Sebab usaha tanpa doa disebut sombong, karena hanya mengandalkan diri sendiri.Namun doa saja tanpa usaha juga tidak lengkap, karena manusia harus berusaha.

Untuk itu, ada doa yang tidak dikabulkan oleh Allah SWT karena beerapa hal.  Ustadz Adi Hidayat menuturkan, sampai kapanpun doa tidak akan dikabulkan meski sudah melakukan sholat tahajud. Bahkan berdoa sambil menangis tersedu-sedu tetap doa tidak akan dikabulkan jika masih seperti ini.

Padahal doa dilakukan setelah melakukan sholat tahajud hingga menangis. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi jika masih seperti ini dalam hidupnya. "Sekhusyuk khusyuknya antum berdoa meminta bahkan setelah tahajud kalau memiliki sifat ini sampai kapanpun gak akan pernah dijawab," kata Ustadz Adi Hidayat dikutip BanyuwangiNetwork.com dari Portaljember.com dengan judul Meski Telah Tahajud dan Menangis, Doa Tidak akan Dikabulkan jika Masih Seperti Ini, Kata Ustadz Adi Hidayat.

Tentunya ini menjadi sebuah penghambat doa untuk dikabulkan oleh Allah SWT.Maka, hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT adalah adanya barang haram yang melekat dalam diri. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwasanya Allah SWT sangat membenci hal yang bersifat haram.

Karena pada hakikatnya doa bersifat suci dan akan berlabuh ditempat yang suci yaitu kepada Allah SWT. Jika doa yang dipanjatkan terlibat yang haram, maka doa tersebut pasti tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah.

"Menangis darah apapun gak akan pernah dijawab oleh Allah SWT selama perangkat hidupnya haram," tuturnya. Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar sebelum berdoa dan memohon kepada Allah SWT pastikan terlebih dahulu diri dan hal yang melekat dalam diri jauh dari yang haram. Maka dengan begitu, doa pasti akan dikabulkan oleh Allah jika terbebas dari yang bersifat haram. 

Referensi : Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Menangislah Saat Berdoa

Ilustrasi : Menangislah Saat Berdoa

Menangis, mengeluh dan menumpahkan curahan hati saat menyampaikan permohonan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, ternyata sangat baik dilakukan, terlebih ketika kita menyampaikan permohonan ampunan kepada Allah. Allah Ta'ala ingin melihat hambaNya berdoa sambil menangis mengharapkan kebaikan dan pertolongan . Bersujud dalam shalat, dan berdoa memohon sambil menangis atas segala kekhilafan dengan niat hati yang tulus ikhlas.

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

 اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ مِّنَ النَّبِيّٖنَ مِنۡ ذُرِّيَّةِ اٰدَمَ وَمِمَّنۡ حَمَلۡنَا مَعَ نُوۡحٍ وَّمِنۡ ذُرِّيَّةِ اِبۡرٰهِيۡمَ وَاِسۡرَآءِيۡلَ وَمِمَّنۡ هَدَيۡنَا وَاجۡتَبَيۡنَا‌ ؕ اِذَا تُتۡلٰى عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُ الرَّحۡمٰنِ خَرُّوۡا سُجَّدًا وَّبُكِيًّا ۩

 “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam : 58)

Dalam Kitab Fiqih Sunnah, karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa, ayat ini berlaku kepada seseorang yang sedang mengerjakan shalat ataupun pada waktu lainnya. Abdullah bin Syikhir, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat sambil menangis terisak-isak seakan-akan pada dadanya terdapat bunyi air mendidih di dalam ceret.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, dan ia mensahihkannya)

Ali radhiyallahu'anhu berkata, “Pada waktu Perang Badar, tak seorangpun yang mengendarai kuda selain Miqdad bin Aswad. Pada malam harinya, tak seorang pun yang bangun untuk mengerjakan shalat selain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau berada di bawah sebatang pohon dan mengerjakan sholat sambil menangis hingga pagi hari.” (HR. Ibnu Hibban) Aisyah radhiyallahu'anha menceritakan bahwa sewaktu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam sakit menjelang kewafatannya, beliau bersabda,

“Suruhlah Abu Bakar agar ia mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin.” Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, Abu Bakar itu adalah orang yang lembut hati. Ketika membaca Al Qur’an, ia sering menangis.’ Sebenarnya aku mengatakan demikian disebabkan kekhawatiranku bahwa kaum mulismin nantinya akan merasa berdosa jika tidak memosisikan Abu Bakar sebagai pengganti pertama terhadap kedudukan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akan tetapi, beliau tetap berkeras dengan perintahnya. ‘Suruhlah Abu Bakar mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin. Aku tahu bahwa kamu kaum wanita tak ada bedanya dengan istri Nabi Yusuf a.s’”(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi mensyahihkannya) Sikap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mempertahankan Abu Bakar sebagai imam kaum muslimin, padahal beliau telah diberitahu bahwa ia sering menangis dalam shalatnya merupakan dalil bahwa menangis dalam shalat itu diperbolehkan.

Ketika Umar ibnu Khatthab mengerjakan shalat subuh dan membaca surah Yusuf, kemudian pada saat membaca ayat, ‘Aku mengadukan kerisauan serta kesusahan hatiku hanya kepada Allah,’ kemudian terdengarlah bunyi isak tangisnya.” (Riwayat Bukhari, Sa’id bin Mansur, dan Ibnu Mundzir)

Muslimah, menangis bukanlah sesuatu hal yang memalukan. Bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selalu menangis ketika mendengar ayat Al-Qur’an dibacakan, getaran-getaran iman mereka ditunjukkan lewat tangisan. Percayalah, bahwa kelembutan hati bisa membawa kita menjadi hamba yang lebih peka.

Jika begitu sukar untuk berdoa sambil menangis, ingatlah bahwa ada tujuh golongan manusia yang bisa mendapatkan naungan dari Allah SWT pada hari kiamat kelak. Diantara mereka adalah orang yang seraya berdoa dan berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu menteskan air mata. Perhatikan hadis berikut: “Dua mata yang tidak akan disentuh api Neraka, yakni mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga karena siaga (saat berjihad) di jalan Allah.” (HR at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani dalam al-Misykaah)

Maka, berdoalah dalam keadaan hati yang percaya bahwa Allah memberikan segala ujian tak mungkin di luar batas kemampuan ummatNya.

Referensi : Menangislah Saat Berdoa









Jika Berat Menangislah, Karena Air Mata Itu Doa Saat Anda Tak Mampu Berbicara

Jika Berat Menangislah, Karena Air Mata Itu Doa Saat Anda Tak Mampu Berbicara

Jika Berat Menangislah, Karena Air Mata Itu Doa Saat Anda Tak Mampu Berbicara. Untuk Anda yang merasa berat karena problema hidup yang dialami saat ini dan ingin menangis, maka menangislah. Tidak perlu merasa malu, karena air mata yang keluar itu sebagian adalah doa. Toh, menangis merupakan salah satu cara terbaik menumpahkan segala rasa di hati, ketika diri tak mampu lagi berbicara.

Menangislah dan tak perlu menahannya, jika Anda ingin. Sambil menangis, Anda pun bisa berdoa dengan tulus dan ikhlas. Memohon sesuatu yang baik untuk diri Anda dan bisa menyembuhkan.  Jika Anda malu dan ragu, Anda perlu tahu manfaat menangis berikut ini :

Menangis Bukan Solusi, Namun Ampuh Menenangkan Hati

Menangis memang bukan untuk menemukan solusi. Namun air mata yang jatuh itu sangat ampuh sebagai obat penenang. Menangis membuat tubuh lebih relaks dan hati merasa sedikit lega. Nah, ketika hati sedikit lebih baik, Anda baru bisa berpikir solusinya.

Menangis akan Menyeimbangkan Pikiran

Ketika menangis, tubuh memproduksi zat endorfin atau zat bahagia. Zat ini akan menstabilkan pikiran dan menyeimbangkan emosi. Secara psikologis, menangis akan membuat seseorang lebih tegar.

Selain itu, banyak sekali lho manfaat yang didapat dari menangis, khususnya untuk kesehatan tubuh dan pikiran. Jangan menahan air mata dan menangislah seperlunya, ketika memang ingin menangis. Setelah itu, ambil satu langkah ke depan untuk menyelesaikan segala tantangan dan merengkuh impian.

Referensi : Jika Berat Menangislah, Karena Air Mata Itu Doa Saat Anda Tak Mampu Berbicara.

Meneteskan air mata saat berdoa

Meneteskan air mata saat berdoa

Meneteskan air mata saat berdoa. Setiap manusia pasti pernah merasakan didalam perjalanan hidupnya suatu ketika menemukan jalan buntu, kebuntuan dalam hidup kita tersebut macam-macam bisa menjadi penyebabnya, ada masalah keuangan, kesehatan, hubungan antara sesama bahkan dengan keluarga, bisnis ataupun pekerjaan.

Sudah umum dimasyarakat kita, baru mau mengandalkan Allah SWT jika merasa semua jalan ditempuh terasa tidak menghasilkan alias buntu, baru kita mau berdoa sampai-sampai meneteskan air mata saat berdoa.

Dan kalaupun sudah mau menjalankan atau melakukan doa tidak sabar, keinginannya selalu cepat dikabulkan, padahal segala sesuatu di dunia ini membutuhkan proses, jadi kita harus sabar menunggu hasilnya sambil menikmati prosesnya.

Didalam berdoa sangat bagus jika kita mampu sampai meneteskan air mata saat berdoa, tapi menangis yang sampai ke hati, dengan penuhi hati dengan harapan hanya kepada Allah SWT yang maha bisa mengabulkan doa-doa kita.

Ada sebuah kisah dari seorang ulama besar di Madinah, ulama besar ini mengisahkan ketika beliau berada di masjid Nabawi, ulama besar ini melihat seorang laki-laki didalam masjid yang sedang berdoa sambil menangis tersedu-sedu.

Sampai-sampai kata ulama besar semua orang-orang sekitarnya yang sedang berdoa menjadi sedih, seakan-seakan setiap orang yang mendengarnya jadi menangis, karena saking sedihnya ratapan doa laki-laki tersebut.

Ulama besar tersebut akhirnya tidak tahan mendengar dan melihat laki-laki meneteskan air mata sambil berdoa, lalu beliau menghampirinya sambil bertanya "pak kenapa bapak meneteskan air mata saat berdoa, doa bapak kami mendengar nya jadi ikutan sedih"

Si bapak yang berdoa tadi menoleh sambil menjawab "wahai Syaikh bagaimana saya tidak menangis dan meneteskan air mata saat berdoa, saat ini istri saya sedang menunggu saya dirumah sakit, untuk membawakan uang agar bisa dioperasi, sedangkan jangankan uang sebanyak itu sedikit saja saya tidak tidak punya"

Ulama besar itupun terkejut dia sangat memaklumi keadaan dan kesedihan si bapak tersebut pantas saja berdoa sambil meneteskan air mata dan tersedu menangis.

Ketika waktu sholat subuh tiba ulama besar tersebut menjadi imam shalat subuh, karena saat membaca bacaan ketika sholat suara ulama besar inipun sampai terdengar keluar masjid, sebab masjidnya menggunakan pengeras suara.

Tiba-tiba ada orang kaya disekitar masjid Nabawi ini mendengar suara ulama besar tadi kaget, karena dia merasa kenal dengar suara tersebut dan dia rupanya sering mendengar ceramah ulama besar. 

Setelah selesai sholat subuh orang kaya tersebut bergegas ke masjid Nabawi dengan tujuan untuk menemui ulama besar tersebut, setibanya didepan ulama besar tersebut si orang kaya tersebut menyampaikan bahwa dia sedang mencari orang yang bisa dia bantu untuk menyelesaikan masalahnya.

Ulama besar ini pun kaget, lalu di menoleh ke tempat bapak bapak yang tadi malam berdoa sambil menangis, lalu memanggilnya dan mempertemukan dengan orang kaya tersebut.

Ketika keduanya bertemu dan saling bertanya masalah nya masing-masing tiba keduanya sama-sama menangis tersedu-sedu, sampai ulama besar tersebut heran dan bertanya.

"Wahai saudaraku kenapa kalian berdua menangis?.." lalu si orang kaya pun menjawab "wahai ulama besar ternyata uang yang akan saya sedekah kan dari hasil hitungan zakat harta saya, sama persis dengan kebutuhan uang bapak yang sedang ditunggu istrinya dirumah sakit untuk operasi"

Ulama besar tersebut pun mata nya berkaca kaca dan berucap Allahu Akbar, maha besar Allah SWT yang telah mengabulkan doa kedua hamba ini, dengan jalan yang sangat luar biasa.

Doa dan Air Mata

Ilustrasi : Doa dan Air Mata

Salah satu cara yang sering dilakukan umat Islam, yakni memanjatkan doanya sambil meneteskan air mata. Menurut Gus Baha cara tersebut hendaknya tidak dilakukan karena berpotensi menimbulkan satu dosa

Ulama muda tersebut pernah mendapat nasehat dari orang tuanya, bahwa kalau berdoa jangan sampai menangis.Perhatikan dengan hati paling bening. Betapa kita jarang menyatakan kerinduan cinta kepada Sang Khaliq dengan rintihan dan air mata. Hari-hari dipenuhi dengan kesenangan dan hura-hura. Hidup seakan tak menemukan wajah sejatinya karena didera tawa yang menutup bashirah (mata batinnya) untuk menatap wajah Ilahi. Padahal, sungguh pada setiap desah napas adalah untaian langkah perjalanan menuju hari akhir.

Teringatlah kita akan sikap mahabbah penuh cinta para perindu Ilahi. Siang hari, ia mengepakkan sayap kehidupannya dengan penuh marhamah (kasih sayang), bagaikan singa jantan ia menunddukan dunianya. Tetapi, bila kelambu malam menyelimuti dirinya, ia pun meneteskan air mata, merintih penuh harap dan takut, bagaikan anak kucing yang merindu dalam dekapan induknya.

Alangkah indahnya tetesan air mata yang merembes dari kelopak mata karena takut, cemas, dan penuh harap ke hadirat Ilahi. Sejatinya, memang tangisan itu adalah bahasa batin. Ungkapan kalimat yang tidak mungkin diungkapkan dan diartikulasikan sepenuhnya dengan bahasa lisan. Allah berfirman, "Dan sujudlah mereka sambil menangis, dan bertambah khusyuk." (QS al-Isra’ [17]: 109).

Tangisan yang muncul karena takut kepada Allah, akan menambah rasa khusyuk dan keyakinan bahwa dia akan terbebaskan dari beban yang berat di dunia dan di akhirat. Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah.” (HR Tirmidzi dalam Riyaduh Shalihin, I/393).

Rasulullah SAW tidak hanya berkata-kata tentang betapa pentingnya menangis, tetapi beliau pun memberikan contoh kemuliaan akhlaknya dengan menunjukkan sikapnya bahwa menangis itu memang dibutuhkan. Ketika shalat dan berdoa, Rasul khusyuk dan tenggelam dalam kerinduan kepada Allah disertai dengan isak tangis yang merintih.

Imam Abu Dawud meriwayatkan, “Saya datang kepada Nabi SAW, sedangkan beliau melaksanakan shalat, maka terdengar napas tangisannya bagaikan suara air mendidih dalam bejana.” (HR Abu Daud dari Abdullah bin as-Sykhir RA dalam Riyadus Shalihin, I/394).

Hal serupa juga ditunjukkan Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah. Ali berkata, “Tetesan air mata dan ketakutan hati adalah bagian dari rahmat Allah saat berzikir kepada-Nya. Jika kamu mendapatkan kondisi ini, sampaikan doamu. Dan sekiranya ada seorang hamba dalam umat ini menangis, niscaya Allah SWT menyayangi umat itu karena zikirnya yang disertai tangisan.” (Biharul Anwar, 93: 336).

Menangislah dengan deraian air mata. Ia sangat diperlukan untuk menundukkan hati dan jiwa yang kaku karena tak pernah merasa takut kepada Allah. Menangislah, karena tangisanmu akan membawamu pada perasaan yang halus dan peka pada kehidupan.

Karena itu, saudaraku, iringilah doa-doamu dengan air mata. Adukan suka-dukamu kepada Allah dengan wajah basah dan hati gerimis. Karena sesungguhnya, di setiap tetes air matamu akan ada ijabah Ilahiyah yang tersenyum.

Referensi : Doa dan Air Mata



Ciri-ciri Doa yang Dikabulkan Allah Swt

Ciri-ciri Doa yang Dikabulkan Allah Swt

Setiap muslim selalu berdoa kepada Allah untuk mewujudkan keinginannya. Dengan berdoa, manusia menjadi dekat dengan Allah Swt. Doa akan terkabul dengan caranya masing-masing. Allah memiliki cara tersendiri dalam mengabulkan doa hamba-Nya, seperti dalam hadits Thabrani dikutip dari buku berjudul Mutiara Mukmin Milenium. 

"Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan oleh-Nya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah serupa." (HR Thabrani).

1. Yakin Terkabul

Kita harus yakin bahwa setiap permohonan yang dipanjatkan pasti akan dikabulkan.

Dalam HR Ahmad disebutkan:

"Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merasiakan dari yang lain. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah maka mohonlah denhan penuh keyakinan bahwa doamu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang lalai dan lengah." (HR Ahmad).

2. Mengawali Doa dengan Pujian dan Sanjungan kepada Allah

Kemudian diikuti dengan bacaan sholawat kepada rasulullah. Kemudian mengakhirinya dengan cara yang sama.

3. Merendahkan Suara

Ketika berdoa kita harus merendahkan suara yaitu antara samar-samar dan keras. Hal ini sesuai dengan Surat Al A'raf ayat 55.

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ - ٥٥

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

4. Merendahkan Diri

Selain merendahkan suara, kita harus merendahkan diri, khusyu, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut tidak dikabulkan) dalam berdoa.

Hal ini sesuai dengan surat Al Anbiya ayat 90:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ - ٩٠

"Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu kepada Kami."

5. Memanjatkan Doa Berulang

Memanjatkan doa hendaknya dilakukan berulang yakni tiga kali. Selain itu kita harus berdoa menghadap kiblat serta mengangkat kedua tangan.

Ciri doa yang akan dikabulkan Allah SWT lainnya yakni ketika berdoa hati merasa takut, kulit bergetar, dan mata mengeluarkan air mata. Hal ini dikutip dari buku bertajuk 'Tanya Jawab Islam: Piss KTB oleh PISS KTB, TIM Dakwah Pesantren.

Selain itu ada 3 doa yang dikabulkan Allah:

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عنهُ قالَ: قالَ: رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: " ثَلاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهنَّ: دَعْوَةُ المَظلومِ، وَدَعْوَةُ المسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلى وَلدِهِ " رواه أَبُو داود والترمذي

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata: Rasulullah bersabda:

"Ada 3 doa yang pasti dikabulkan oleh Allah yaitu doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa orangtua kepada anaknya." (HR Abu Dawud dan Imam Tirmidzi).

Referensi : Ciri-ciri Doa yang Dikabulkan Allah Swt


Doa dengan Air Mata Menembus Batas Dimensi: Yang Mustahil Menjadi Berhasil

Ilustrasi : Doa dengan Air Mata Menembus Batas Dimensi: Yang Mustahil Menjadi Berhasil

Doa bukan sekedar permintan tetapi memberikan makna tersendiri bagi umat beragama, termasuk muslim. Doa merupakan sumber kekuatan, terutama jika kita berada di masa sulit. Dengan doa seolah seorang umat memiliki senjata, obat, serta pintu dalam segala kebaikan.

Beragam hal diminta seorang umat saat berdoa, mulai dari kekuatan, keberanian, penghiburan, keselamatan, atau apa saja yang diinginkan. Selain memberikan ketenangan, berdoa memberikan manfaat lain bagi kesehatan. Seperti orang yang depresi ketika berkeluh kesah, dengan berdoa kepada Allah secara tidak ia sadari akan membuat dirinya menjadi lebih optimis dalam menjalani hidup.

Namun, doa bukan sekedar permintaan basa-basi. Doa bukan formalitas belaka tanpa makna. Karena itulah, Sahabat Rasulullah yakni Umar bin Khattab pernah mengajak kaumnya untuk berdoa seperti anak kecil. Seperti apakah anak kecil ketika meminta sesuatu?

Merengeklah, memintalah, bahkan keluarkan air matamu ketika mengeluarkan semua keinginan dan keluh kesahmu layaknya seorang anak kecil yang sedang meminta sesuatu dari orang tuanya. Tangisan dalam doa sebenarnya bukan bermaksud supaya Allah mau mengabulkan atau segera mengabulkan doa kita, karena tujuan dari tangisan tersebut bukanlah Allah kasih atau tidak.

Namun, ada tujuan yang lebih utama dari tangisan dalam doa, yakni sebagai penyelamat dari siksa neraka kelak. Tetesan air mata di jalan Allah bisa memadamkan kobaran api neraka. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menangis karena Allah, akan Allah haramkan jasadnya disentuh neraka jahanam,”

Berdoa dengan mengeluarkan air mata di keheningan malam ketika orang-orang terlelap tidur dan harap kepada Allah, maka air mata pun bisa mempercepat ijabah dari setiap doa-doanya. Efek tetesannya mampu menembus batas-batas dimensi.

Rasulullah SAW mengingatkan, “Takutlah engkau akan doa (termasuk air mata) orang-orang yang dizalimi, sesungguhnya tiada lagi jarak pemisah antara Allah dengan orang tersebut.” (HR At Tirmidzi).

Inilah alasannya Rasulullah menggunakan air mata untuk bahasa sehari-hari untuk berkomunikasi dengan Allah. Tangisan mereka merupakan simbol kecintaan mereka kepada Allah sebagai Tuhan yang diagungkan dan dipercaya. Cinta yang bersumber dari kuatnya harapan akan ridha dan kasih sayang Allah dan terpadu dengan rasa takut akan murka Allah.

Sikap seperti ini akan mampu membuat umat yang mencintai Allah menjadi menjaga sikapnya dan tingkah lakunya agar jangan sampai mendzalimi orang lain karena air mata orang-orang yang terzalimi mendatangkan murka Allah kepadanya.

Doa dengan air mata adalah bukti kesungguhan bukan sekedar untuk meminta, namun kesungguhan persaksian bahwa hanya Allah yang bisa memberikan, mengampuni dan membuat hal mustahil menjadi berhasil. Doa bukan sekedar permintaan, tetapi persoalan keyakinan. Yakin bahwa Dzat yang Maha Segalanya mampu melampuai segalanya.

Doa adalah senjata terbaik umat Islam begitulah Nabi bersabda. Doa adalah keintiman seorang hamba ketika menyerahkan diri secara total hanya kepada Sang Pencipta. Permohonan kepada Tuhan sekaligus bentuk tauhid yang meniadakan yang lain yang tak layak dipertuhankan.

Hamba yang selalu berdoa akan merasa tidak sendirian karena ia selalu bersama Yang Maha Ada. Bukan persoalan dikabulkan atau tidak, tetapi keyakinan dengan kekuatan Sang Pencipta yang mustahil akan berhasil.

Referensi : Doa dengan Air Mata Menembus Batas Dimensi: Yang Mustahil Menjadi Berhasil

Doa Orang yang Terzalimi dan Artinya untuk Memohon Pertolongan Allah Swt

Ilustrasi : Doa Orang yang Terzalimi dan Artinya untuk Memohon Pertolongan Allah Swt

Doa Orang yang Terzalimi dan Artinya untuk Memohon Pertolongan Allah Swt. Salah satu doa yang pasti dikabulkan oleh Allah ialah doa orang yang terzalimi. Oleh karenanya, umat Muslim selalu diingatkan untuk tidak berbuat zalim kepada orang lain, bahkan kepada hewan dan tumbuhan.

Perbuatan zalim juga merupakan perbuatan tercela yang dilarang oleh Allah. Secara bahasa, zalim berarti celaka. Sedangkan secara istilah, zalim dapat diartikan sebagai perbuatan mencelakan orang lain dengan menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat agama.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah mengingatkan kepada umatnya untuk takut kepada doa orang yang terzalimi. Sebab, di momen itulah tidak ada pembatas antara orang yang terzalimi dan Allah. Peluang didengar dan dikabulkannya doa mereka juga besar.

Sebagaimana hadits yang dikutip dari buku Doa, Zikir, Wirid & Pengobatan Islami paling Mustajab oleh Ipnu R Noegroho, diriwayatkan dari Muadz bin Jabal radhiyallahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: “Takutlah kepada doa orang-orang yang terzalimi atau teraniaya, sebab tidak adanya  hijab atau pembatas antaranya dengan Allah.” (HR. Muslim)

Abu Al-Darda dalam buku Ubah Masalah Jadi Berkah menjelaskan, doa orang yang terzalimi dan doa anak yatim akan naik ke langit seperti percikan bunga api yang membumbung tinggi hingga terbukalah pintu-pintu langit untuknya. 

Maka saat seseorang sedang dizalimi, dianjurkan bagi mereka untuk selalu berdoa kepada Allah. Mohonlah kebaikan kepada-Nya, niscaya Dia akan mengabulkannya.

tercantum pada Alquran surat An-Naml ayat 62. Adapun bacaan doa lengkapnya sebagai berikut:

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

"Amman yujiibul mudhtharra idzaa da’aahu wayaksyifussuu-a wayaj’alukum khulafaa-al ardhi ailahun ma’allahi qaliilaa maa tadzakkaruun(a)."

Artinya: "Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)?. Amat sedikitlah kamu mengingat-ingat(-Nya)."

Dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri, terdapat doa untuk menghilangkan segala kesedihan dan memohon pertolongan Allah yang dapat dibaca setelah sholat, terutama sholat malam.

Bismillahir rahmaanirrahiimi waminkal faru wailaikalmustaka wabikal mustaanu walaa haula walaa quwwata illa billahi aliyyil azhiimi

Artinya: Dari Engkaulah kelapangan, dan kepada engkaulah segala sesuatu yang perlu dimohokan akan pertolongan, tidak ada daya dan kekuatan serta uaya hanyalah dengan pertolongan Allah semata.”

Doa di atas adalah permohonan kepada Allah agar melapangkan hati saat dilanda kesusahan dan kesedihan. Selain itu, doa ini juga memohon ampunan untuk orang yang menzalimi ataupun menyakiti. 

Referensi Doa Orang yang Terzalimi dan Artinya untuk Memohon Pertolongan Allah Swt





Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama

Ilustrasi Gambar : Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama

Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama. Dua hal yang perlu dijaga oleh setiap jiwa ini sangat perlu diketahui. Yang demikian agar kita bisa senantiasa menghindari dua perkara tersebut demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kitab Hayatu as-Salaf bayn al-Qawl wa al-‘Amal karya Syekh Ahmad bin Nashir Ath Thayar menyebutkan dua hal tersebut dengan keterangan di bawah ini:

اتقوا دمعه اليتيم و دعوة المظلوم فإنهما يسيران بالليل والناس نيام

Peliharalah dirimu dari dua hal yaitu air mata anak yatim  dan doanya orang yang tersakiti. Sebab saat engkau tertidur lelap di malam hari, tak mustahil anak yatim dan orang yang kau zalimi sedang menangis dan mengadukan kejahatanmu kepada Allah

Hal pertama yang perlu dijaga adalah air mata anak yatim, maksudnya adalah kita menjaga anak yatim agar matanya tak meneteskan air mata kesedihan. Kehadiran anak yatim merupakan sebuah tanda bahwa Allah ingin mengetahui siapa diantara kita  yang akan menanggung kehidupan mereka. Anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan untuk masalah fisik, seperti pakaian, makanan, minuman, dan tempat tinggal. Mereka juga membutuhkan curahan kasih sayang. Allah meminta umat Islam untuk memperlakukan anak yatim sebagaimana anak sendiri, tidak dibedakan. Jangan sampai anak yatim ini merasa disakiti.

Dengan menjaga air mata anak yatim agar tidak menetes dari mata mereka, sebenarnya kita berinvestasi dengan hal yang mulia untuk kehidupan yang lebih baik. Dalam hadis riwayat Thabrani, Rasulullah pernah bersabda “Bila engkau ingin agar hati menjadi lembut dan damai dan engkau mencapai keinginanmu, sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan seperti yang engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang serta lembut dan keinginanmu akan tercapai.” (HR Thabrani)

Yang kedua adalah doa orang yang tersakiti. Doa orang yang tersakiti memang mujarab, langsung didengar dan dikabulkan oleh-Nya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadis,

Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Di tangan mereka, doa lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang tersakiti itu. Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa.

Adapun keterangan dalam kitab Hayatu as-Salaf bayn al-Qawl wa al-‘Amal disebutkan bahwa anak yatim yang meneteskan air mata dan orang yang tersakiti itu bisa saja menangis kepada Allah dan mengadukan setiap kejahatan yang mereka terima. Ucapan dan doa kedua orang tersebut bukanlah ucapan dan doa orang biasa, melainkan ucapan dan doa dua insan yang istimewa. Sebab Allah akan tidak akan pernah lupa dan akan memberikan balasan kepada orang yang berbuat jahat atau dzalim kepada keduanya.

Janji Allah kepada orang-orang yang teraniaya atau terzalimi sangat indah. Bahkan dikatakan bahwa Allah akan dengan senang hati segera menjabah doa kaum yang teraniaya tanpa syarat apapun. Begitu kiranya yang disabdakan Rasulullah dalam Hadist sebagai berikut, “Takutlah kepada doa kaum yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”. (HR Bukhari).

Referensi : Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama



Doa Orang Ini Terkabul, Ampuhnya Permohonan Manusia yang Dizalimi (Penjelasan Ustadz Abdul Somad)

Ilustrasi Ceramah : Doa Orang Ini Terkabul, Ampuhnya Permohonan Manusia yang Dizalimi (Penjelasan Ustadz Abdul Somad)

Doa secara harfiah berarti memanggil, mengajak, mengundang, menyeru, dan memohon. Sedangkan doa dalam pengertian amalan adalah memanggil Allah untuk mengajukan permohonan kepada-Nya. Doa dalam artian memanggil Allah dalam rangka mengajukan permohonan kepada-Nya, begitu penting bagi kita sebagai muslim.

Karena berdoa merupakan tanda bahwa manusia membutuhkan Allah dalam kehidupan ini. Yang dimaksud doa terkabul karena keadaan adalah keadaan pendoa dan materi doa. Jadi, subyek doa merupakan unsur terpenting dari terkabulnya sebuah doa. Karenanya, dalam banyak riwayat disampaikan, bahwa doa para Nabi, Ulama, pemimpin yang baik, guru, orangtua, dan orang yang dizalimi adalah mustajab dan terkabul doanya atau dipenuhi oleh Allah Swt.

Alasan rasionalnya adalah karena mereka dekat dengan Allah, sehingga mampu memanjatkan doa dengan ikhlas. Ustadz Abdul Somad menerangkan dahsyat dan terkabulnya doa orang yang dizalimi.  Dalam ceramahnya ustadz Abdul Somad menceritakan kisah seorang nelayan yang dizalimi oleh sang raja:

Lalu, doa, pada prinsipnya, adalah ibadah. Karenanya, doa diperintahkan oleh Allah SWT.  Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sehingga, manusia yang menafikan doa dikatakan sombong. Lihat Al Quran surah Al-Mu'min: 60. Dengan demikian, doa menempati posisi sentral dalam amalan keagamaan. Selanjutnya, berbagai rujukan menyebutkan, bahwa doa yang sering dipraktekkan oleh orang Islam terbagi menjadi dua macam.

1. Doa yang terkabul (maqbul atau mustajab);

2. Doa yang tidak terkabul (ghairu maqbul).

Pembagian ini didasarkan pada output doa yang dipanjatkan oleh pendoa.  Tapi, output adalah bagian di luar kemampuan pengetahuan manusia.  Maka, yang perlu dilakukan oleh pendoa adalah upaya maksimal dalam berdoa.  Kaidah-kaidah yang ditetapkan tentang doa terkabul (maqbul atau mustajab) sudah dituntunkan oleh Allah lewat Rasul-Nya.

Jika, dikategorikan, kaidah tersebut terbagi menjadi 3, yaitu:

1. Doa terkabul karena keadaan;

2. Doa terkabul karena waktu;

3. Doa terkabul karena tempat.

Yang dimaksud doa terkabul karena keadaan adalah keadaan pendoa dan materi doa.  Jadi, subyek doa merupakan unsur terpenting dari terkabulnya sebuah doa. Karenanya, dalam banyak riwayat disampaikan, bahwa doa para Nabi, Ulama, pemimpin yang baik, guru, orangtua, dan orang yang dizalimi adalah mustajab dan terkabul doanya atau dipenuhi oleh Allah.

Alasan rasionalnya adalah karena mereka dekat dengan Allah, sehingga mampu memanjatkan doa dengan ikhlas.  Ustadz Abdul Somad menerangkan dahsyat dan terkabulnya doa orang yang dizalimi.  Dalam ceramahnya ustadz Abdul Somad menceritakan kisah seorang nelayan yang dizalimi oleh sang raja:

“Takut kamu kepada doa orang yang teraniaya!”ujarnya.  “Ada seorang nelayan yang dalam keadaan lapar, menangis meneteskan air mata, karena tidak makan,”ujarnya lagi.

“Kemudian dia ambil jaringnya, dia pun pergi ke tengah laut untuk menangkap ikan.” “Alhamdulillah usahanya dikabulkan Allah. Senang hati melihat seekor ikan dan dia pun bawa pulang.”  “Tapi ditengah perjalanan ikan tersebut diambil oleh sang raja penguasa yang dzalim.”

“Mau tidak mau suka tidak suka nelayan yang lemah itu pulang, sementara anaknya dalam keadaan lapar menangis dan meratap.” “Karena merasa dizalimi, maka nelayan itu berdoa; ya Allah Raja sudah menunjukkan kuasanya padaku yang lemah, maka tunjukkanlah kuasaMu, ya Allah.”  “Akhirnya raja yang menzalimi dengan cara merampaskan ikannya itu jatuh sakit, terkena tusukan taring ikan,”pungkasnya. Jadi, waspadalah dengan doa orang yang dizalimi karena doa orang tersebut terkabul dan mustajab.

Referensi : Doa Orang Ini Terkabul, Ampuhnya Permohonan Manusia yang Dizalimi (Penjelasan Ustadz Abdul Somad).