This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2022

Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT

Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT. Doa merupakan senjata orang mukmin, pilar agama dan cahaya langit dan bumi. Allah Ta'ala memerintahkan hamba-Nnya untuk berdoa dan meminta hanya kepada-Nya dan berjanji akan mengabulkannya. Banyak orang berdoa namun permohonannya tak kunjung dikabulkan Allah Ta'ala. Apa sebabnya? Mari kita simak Hadis Rasulullah   صلى الله عليه وسلم   berikut. Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:   « أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».   "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.'   Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.' Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa : "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram , maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya ?" (HR. Muslim No. 1015).  Begitu pula Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan pada Sa'ad radhiyallahu 'anhu: "Perbaikilah makananmu, maka doamu akan mustajab." (HR. at-Thabrani).(Baca Juga: Rahasia Terkabulnya Doa dalam Al-Qur'an Al-Karim ) Ada yang bertanya kepada Sa'ad bin Abi Waqqosh:   تُستجابُ دعوتُك من بين أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ؟ فقال : ما رفعتُ إلى فمي لقمةً إلا وأنا عالمٌ من أين مجيئُها ، ومن أين خرجت   "Apa yang membuat doamu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم lainnya?" "Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar," jawab Sa'ad. Al-Habib Quraisy Baharun (pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat) dalam satu tusiyahnya mengatakan, para salafus shalih memberi nasihat bijak: "Siapa yang bahagia doanya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya." Dari Sahl bin 'Abdillah, ia berkata: "Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka doanya akan mudah dikabulkan." Yusuf bin Asbath berkata: "Telah sampai pada kami bahwa doa seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi."   Adapun jalan mudah terkabulnya doa adalah dengan melakukan ketaatan secara umum sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya doa . Dikisahkan, ada tiga orang yang masuk dan terkurung dalam sebuah gua karena batu besar menutupi mereka.   Akhirnya mereka berdoa kepada Allah dengan menyebut amal saleh yang pernah mereka perbuat. Alhasil doa mereka dikabulkan Allah dan akhirnya dapat keluar dari gua tersebut. Ibin Munabbih berkata: "Amalan saleh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) doa . Lalu beliau membaca firman Allah Ta'ala yang artinya, "Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya." (QS. Fathir: 10) Selain menjauhi makanan haram dan perbuatan maksiat , sikap waro' (hati-hati) terhadap larangan Allah akan memudah dikabulkannya doa . Semoga Allah Ta'ala memberi kita taufik agar dapat menghindari hal-hal yang haram. Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT. Doa merupakan senjata orang mukmin, pilar agama dan cahaya langit dan bumi. Allah Ta'ala memerintahkan hamba-Nnya untuk berdoa dan meminta hanya kepada-Nya dan berjanji akan mengabulkannya. Banyak orang berdoa namun permohonannya tak kunjung dikabulkan Allah Ta'ala. Apa sebabnya? Mari kita simak Hadis Rasulullah  صلى الله عليه وسلم   berikut. Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:   « أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».   "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.'   Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.' Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa : "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram , maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya ?" (HR. Muslim No. 1015).  Begitu pula Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan pada Sa'ad radhiyallahu 'anhu: "Perbaikilah makananmu, maka doamu akan mustajab." (HR. at-Thabrani).(Baca Juga: Rahasia Terkabulnya Doa dalam Al-Qur'an Al-Karim ) Ada yang bertanya kepada Sa'ad bin Abi Waqqosh:   تُستجابُ دعوتُك من بين أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ؟ فقال : ما رفعتُ إلى فمي لقمةً إلا وأنا عالمٌ من أين مجيئُها ، ومن أين خرجت   "Apa yang membuat doamu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم lainnya?" "Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar," jawab Sa'ad. Al-Habib Quraisy Baharun (pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat) dalam satu tusiyahnya mengatakan, para salafus shalih memberi nasihat bijak: "Siapa yang bahagia doanya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya." Dari Sahl bin 'Abdillah, ia berkata: "Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka doanya akan mudah dikabulkan." Yusuf bin Asbath berkata: "Telah sampai pada kami bahwa doa seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi."   Adapun jalan mudah terkabulnya doa adalah dengan melakukan ketaatan secara umum sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya doa . Dikisahkan, ada tiga orang yang masuk dan terkurung dalam sebuah gua karena batu besar menutupi mereka.   Akhirnya mereka berdoa kepada Allah dengan menyebut amal saleh yang pernah mereka perbuat. Alhasil doa mereka dikabulkan Allah dan akhirnya dapat keluar dari gua tersebut. Ibin Munabbih berkata: "Amalan saleh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) doa . Lalu beliau membaca firman Allah Ta'ala yang artinya, "Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya." (QS. Fathir: 10) Selain menjauhi makanan haram dan perbuatan maksiat , sikap waro' (hati-hati) terhadap larangan Allah akan memudah dikabulkannya doa . Semoga Allah Ta'ala memberi kita taufik agar dapat menghindari hal-hal yang haram.    Referensi : Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT. Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT. Doa merupakan senjata orang mukmin, pilar agama dan cahaya langit dan bumi. Allah Ta'ala memerintahkan hamba-Nnya untuk berdoa dan meminta hanya kepada-Nya dan berjanji akan mengabulkannya. Banyak orang berdoa namun permohonannya tak kunjung dikabulkan Allah Ta'ala. Apa sebabnya? Mari kita simak Hadis Rasulullah   صلى الله عليه وسلم   berikut. Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:   « أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».   "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.'   Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.' Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa : "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram , maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya ?" (HR. Muslim No. 1015).  Begitu pula Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan pada Sa'ad radhiyallahu 'anhu: "Perbaikilah makananmu, maka doamu akan mustajab." (HR. at-Thabrani).(Baca Juga: Rahasia Terkabulnya Doa dalam Al-Qur'an Al-Karim ) Ada yang bertanya kepada Sa'ad bin Abi Waqqosh:   تُستجابُ دعوتُك من بين أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ؟ فقال : ما رفعتُ إلى فمي لقمةً إلا وأنا عالمٌ من أين مجيئُها ، ومن أين خرجت   "Apa yang membuat doamu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم lainnya?" "Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar," jawab Sa'ad. Al-Habib Quraisy Baharun (pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat) dalam satu tusiyahnya mengatakan, para salafus shalih memberi nasihat bijak: "Siapa yang bahagia doanya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya." Dari Sahl bin 'Abdillah, ia berkata: "Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka doanya akan mudah dikabulkan." Yusuf bin Asbath berkata: "Telah sampai pada kami bahwa doa seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi."   Adapun jalan mudah terkabulnya doa adalah dengan melakukan ketaatan secara umum sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya doa . Dikisahkan, ada tiga orang yang masuk dan terkurung dalam sebuah gua karena batu besar menutupi mereka.   Akhirnya mereka berdoa kepada Allah dengan menyebut amal saleh yang pernah mereka perbuat. Alhasil doa mereka dikabulkan Allah dan akhirnya dapat keluar dari gua tersebut. Ibin Munabbih berkata: "Amalan saleh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) doa . Lalu beliau membaca firman Allah Ta'ala yang artinya, "Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya." (QS. Fathir: 10) Selain menjauhi makanan haram dan perbuatan maksiat , sikap waro' (hati-hati) terhadap larangan Allah akan memudah dikabulkannya doa . Semoga Allah Ta'ala memberi kita taufik agar dapat menghindari hal-hal yang haram.

Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT. Doa merupakan senjata orang mukmin, pilar agama dan cahaya langit dan bumi. Allah Ta'ala memerintahkan hamba-Nnya untuk berdoa dan meminta hanya kepada-Nya dan berjanji akan mengabulkannya. Banyak orang berdoa namun permohonannya tak kunjung dikabulkan Allah Ta'ala. Apa sebabnya? Mari kita simak Hadis Rasulullah

 صلى الله عليه وسلم 

berikut. Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: 

« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ». 

"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' 

Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.' Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa : "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram , maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya ?" (HR. Muslim No. 1015).

Begitu pula Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan pada Sa'ad radhiyallahu 'anhu: "Perbaikilah makananmu, maka doamu akan mustajab." (HR. at-Thabrani).(Baca Juga: Rahasia Terkabulnya Doa dalam Al-Qur'an Al-Karim ) Ada yang bertanya kepada Sa'ad bin Abi Waqqosh:

 تُستجابُ دعوتُك من بين أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ؟ فقال : ما رفعتُ إلى فمي لقمةً إلا وأنا عالمٌ من أين مجيئُها ، ومن أين خرجت 

"Apa yang membuat doamu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم lainnya?" "Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar," jawab Sa'ad. Al-Habib Quraisy Baharun (pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan Jawa Barat) dalam satu tusiyahnya mengatakan, para salafus shalih memberi nasihat bijak: "Siapa yang bahagia doanya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya." Dari Sahl bin 'Abdillah, ia berkata: "Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka doanya akan mudah dikabulkan." Yusuf bin Asbath berkata: "Telah sampai pada kami bahwa doa seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi." 

Adapun jalan mudah terkabulnya doa adalah dengan melakukan ketaatan secara umum sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya doa . Dikisahkan, ada tiga orang yang masuk dan terkurung dalam sebuah gua karena batu besar menutupi mereka. 

Akhirnya mereka berdoa kepada Allah dengan menyebut amal saleh yang pernah mereka perbuat. Alhasil doa mereka dikabulkan Allah dan akhirnya dapat keluar dari gua tersebut. Ibin Munabbih berkata: "Amalan saleh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) doa . Lalu beliau membaca firman Allah Ta'ala yang artinya, "Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya." (QS. Fathir: 10) Selain menjauhi makanan haram dan perbuatan maksiat , sikap waro' (hati-hati) terhadap larangan Allah akan memudah dikabulkannya doa . Semoga Allah Ta'ala memberi kita taufik agar dapat menghindari hal-hal yang haram.


Referensi : Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT