This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2022

Allah Swt tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim

Ilustrasi : Manusia Zalim terhadap Diri Sendiri

Manusia Zalim terhadap Diri Sendiri. Manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa, salah satu contoh dosa besar yang kerap kali dilakukan manusia, yakni berbuat maksiat. Maksiat sendiri berarti menzalimi diri sendiri.


Kasih Allah SWT kepada hamba-Nya bagaikan air laut yang tiada habisnya. Namun sangat disayangkan, kasih Allah kepada hamba-Nya sering kali dibalas dengan perbuatan zalim terhadap diri sendiri.

Hal tersebut tertuang pada surat Yunus Ayat 44, Allah berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ ٱلنَّاسَ شَيْـًٔا وَلَٰكِنَّ ٱلنَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.

Dalam tafsir Al-Wajiz Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan, Allah tidak berbuat zalim atau menghukum seseorang dengan semena-mena. Akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri, mereka sendiri dengan tidak mempergunakan indera dan hati mereka untuk menuju jalan kebenaran.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsir as-Sa'di mengatakan, sejatinya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. Kebenaran datang kepada mereka tetapi mereka menolaknya, maka setelah itu Allah menghukumnya dengan mengunci hatinya, menutup pendengaran, dan penglihatannya.

Sementara, dalam tafsir Al-Mukhtashar dijelaskan bahwa Allah bersih dari tindakan zalim (semena-mena) kepada hamba-hamba-Nya. Dia tidak pernah menzalimi mereka sedikit pun. Tetapi merekalah yang gemar menzalimi diri mereka sendiri dengan cara menjerumuskan diri ke dalam jurang kehancuran, akibat terlalu fanatik kepada kebatilan, sombong, dan angkuh.

Kesimpulan dari tafsir tersebut bahwa begitu besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah tidak sedikit pun mencurangi hamba-Nya, namun manusia sendiri yang menzalimi dirinya, sehingga keluar dari nilai-nilai Islam.

Referensi : Allah Swt tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim.