Doa saat Sedang Patah Hati, Bikin Hati Lebih Tenang. Doa saat sedang patah hati perlu diamalkan bagi mereka yang baru saja putus cinta atau berpisah dari pasangan. Pasalnya, patah hati karena ditinggal pergi oleh seseorang yang disayang tetu saja dapat membuat hati menjadi sedih dan galau. Hal yang wajar memang ketika kita kehilangan seseorang dicintai, lantas merasakan sakit hati yang begitu mendalam. Terlebih rasa sakit itu timbul karena sebuah kesalahan yang tak pernah dilakukan sebelumnya alias tanpa penyebab.
Alih-alih melakukan perbuatan tercela, lebih baik mengamalkan doa saat sedang patah hati. Dalam Islam pun ada doa-doa yang dapat menenangkan hati dari perasaan sedih tersebut.
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal huzni wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzu bika minal bukhli wal jubni wa a'udzu bika min gholabatid daini wa qohrir rijaal
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hal yang menyedihkan dan menyusahkan, sifat lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan utang dan penindasan orang."
Dalam doa di atas dijelaskan bahwa manusia adalah hamba dan makhluk yang lemah. Sehingga ketika terjadi sesuatu harus disikapi dengan keadaan sadar dan bertawakal pada Allah SWT.
Allahumma inni as aluka nafsaan bika muthma innah tu,minu biliqooika watardho biqodoika wataqna'u bi'athoika.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang rida dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu."
Selain itu, sebagai seorang muslim sebaiknya mempercayakan semuanya kepada Allah SWT. Termasuk persoalan hati yakni dengan mendekatkan diri kepada Sang Maha pembolak-balik hati manusia yaitu Allah SWT.
Dengan begitu ketika merasa patah hati tidak akan membuat seseorang terlarut dalam kesedihan, melainkan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan hidup.
Referensi : Doa saat Sedang Patah Hati, Bikin Hati Lebih Tenang
Dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil, Inilah Beberapa Cara Agar Mengingat Allah Setiap Kondisi. Selain membahas cara mengamalkan dzikir hasbunnallah wanikmal wakil, selanjutnya akan dibahas cara agar kita dapat selalu mengingat Allah Ta’ala.
Hikmah dari selalu mengingat Allah adalah dapat dipermudah urusannya, bertambah keimanannya, serta mendapatkan penjagaan dan pertolongan dari Allah.
1. Berbuat Kebaikan
2. Mengkaji Ilmu Agama
3. Menjaga Shalat Lima Waktu
4. Menghindari Maksiat
5. Mengkonsumsi yang Halal
Ingin agar pikiran kita selalu melihat Allah di keadaan apapun? Berbuatlah kebajikan atau kebaikan.
Dengan kebaikan, pikiran Anda akan tertuju untuk mengharapkan balasan dari Allah.
Ukuran baik atau buruknya sebuah tindakan bukanlah ditentukan oleh menurut diri sendiri.
Akan tetapi, ketika kita dapat membedakan mana niat tindakan baik dan buruk serta dampaknya sesuai dengan petunjuk hidup yaitu Al-Quran maka kita tidak akan terperdaya oleh hawa nafsu.
Contohnya adalah berbakti kepada kedua orangtua ketika mereka masih hidup. Agar pikiran kita senantiasa tertuju mengingat Allah, maka niatkan dalam diri untuk mengkaji ilmu agama. Dengan mengkaji ilmu agama, seseorang lebih memahami dan mengerti kenapa aturan dan larangan dalam agama itu dibuat.
Kemudian, kewajiban menuntut ilmu agama adalah merupakan sebuah kewajiban tiap mukmin.
Sebagaimana terdapat pada hadist berikut.
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224).
Selain melakukan amalan istighfar dan berdzikir, salah satu kunci dari mengingat Allah adalah dengan shalat lima waktu. Apabila seorang muslim mampu menjaga kewajiban shalat lima waktu, bukan tidak mungkin ia akan terbiasa mengingat Allah dalam segala aktivitasnya. Shalat juga diibaratkan sebagai tiang agama dalam setiap diri muslim.
Segala bentuk kemaksiatan bisa menjangkiti diri seorang muslim hingga akhirnya berlepas diri dari ketentuan Allah ta’ala. Efek dari mengingat Allah adalah kita dapat menghindari maksiat, oleh karenanya baik menghindari maksiat maupun beristighfar ketika niat maksiat akan menjauhkan diri dari perbuatan yang merugikan nantinya.
Kriteria makanan yang halal terdapat dalam Al-Quran untuk kriteria thayyib sendiri yaitu tidak najis, tidak diharamkan atau dilarang, tidak membahayakan fisik serta akal. Islam sendiri menegaskan aturan tersebut agar manusia tersebut tidak jatuh kedalam jurang kemaksiatan.
Dengan mengkonsumsi makanan yang halal, diri kita akan terjaga dari perbuatan yang dilarang dalam agama Islam. Itulah informasi mengenai cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Referensi : Dzikir Hasbunallah Wanikmal Wakil, Inilah Beberapa Cara Agar Mengingat Allah Setiap Kondisi
Cara Mengamalkan Hasbunallah Wanikmal Wakil yang Tepat. Salah satu dzikir yang memiliki banyak keutamaan yaitu hasbunallah wanikmal wakil.Simak sampai habis untuk mengetahui cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil disini.
Dalam dzikir tersebut terkandung makna yang sangat dahsyat, karena maknanya menegaskan semangat tauhid pada diri mukmin. Dengan mengucap dzikir, dapat menjadi amalan ibadah yang memiliki pahala berlimpah, dan diselamatkan oleh Allah ta’ala dalam segala urusannya.
Sebelum itu penting bagi kita untuk ketahui cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil yang tepat, sehingga pahalanya dapat mengalir deras dan meresapi makna dzikir tersebut.
1. Baca secara rutin
Dalam cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil kita bisa membacanya secara rutin. Mengingat Allah tidak hanya pada keadaan tertentu saja. Namun kita dianjurkan untuk mengingat-Nya dalam setiap keadaan. Sebagaimana telah di jelaskan dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 103 sebagai berikut.
Artinya: “Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
Dengan mengamalkan dzikir berikut akan memberikan khasiat yang dahsyat apabila kita membacanya secara rutin dan istiqamah.
2. Dibaca sebanyak 450 Kali
Kita biasa melantunkan dzikir tasbih, tahmid, tahlil, takbir sebanyak 33x sehabis shalat.
Berikut dengan dzikir “Hasbunallah wanikmal wakil nikmal waula wanikman nasir” yang bila diamalkan dalam jumlah tertentu akan membawa mustajab. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa Nabi beristighfar dalam satu hari sebanyak 100 kali.
Artinya: Al Agharr, salah seorang sahabat Rasulullah, memberitahukan Ibnu Umar (w. 73 H), bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena aku bertaubat seratus kali dalam sehari.’” H.R. Muslim (875 H)
3. Baca Dzikir di Waktu Mustajab
Untuk cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil ini dapat dibaca ketika waktu-waktu mustajab.
Artinya: “Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.” Membaca dzikir, atau nama-nama pujian kepada Allah Ta’ala terbilang tidaklah sulit, namun dalam pengamalannya harus disertai dengan niat yang bersih.
Karena dengan berdzikir, sejatinya orang mukmin sedang berserah diri kepada Allah Ta’ala. Sudah menjadi fitrah bagi setiap diri manusia, ketika tertimpa kesedihan maka dirinya akan mencari sesuatu yang dapat bergantung kepadanya.
Bagi diri muslim, berserah diri adalah pilihan yang tepat karena berharap kepada Allah tidaklah sebuah kesia-siaan maupun mendatangkan kecewa.
Agar kita menjadi muslim yang selalu berserah diri kepada kekuasaan Allah, baiknya untuk dapat mengingat Allah dalam keadaan apapun. Sama halnya seperti berikhtiar untuk mendapatkan penghasilan tambahan, tidaklah sia-sia jika kita berdoa sambil mencarinya.
Referensi : Cara Mengamalkan Hasbunallah Wanikmal Wakil yang Tepat
Ada 6 hal yang bisa kita lakukan saat ada orang yang menyakiti kita. Termasuk diantaranya adalah melafalkan doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar menyesalinya dan sadar atas kekhilafannya.
1. Muhasabah
Pertama kita harus mencoba untuk bercermin atau introspeksi diri. Apa yang membuat orang lain menyakiti kita? Mungkinkah dia terluka karena kesalahan yang kita lakukan padanya? Ataukah ini akhir dari dosa-dosa kita yang lalu? Masing-masing dari kita dapat menjawab dua pertanyaan ini.
2. Mendekatkan diri kepada Allah Swt
Kedua, dekati Allah. Bersyukurlah karena Allah menjadikan kita orang yang teraniaya. Sabar dan berdoa. Karena doa orang teraniaya diterima. Kita tidak perlu mendoakan orang yang telah menyakiti kita. Doakan yang baik untuknya, seperti mendoakan orang yang telah menyakiti kita agar bertobat dan mengakui kesalahannya sebagai berikut:
“Ya Allah, bimbinglah kami agar senantiasa dapat mengambil pesan yang tersirat dari semua kejadian. Jadikanlah kami sebagai hamba yang dapat menahan amarah. Lapangkan hati kami biar senantiasa mau memaafkan segala kesalahan. Berikan kekuatan pada kami untuk bisa membalas segala keburukan dengan kebaikan.”
“Ya Allah, sadarkan kami bahwa semua hal yang telah dan akan terjadi adalah atas kehendak-Mu dan atas takdir-Mu. Jadikan setiap takdir yang Kau jadikan kepada kami, supaya selalu membawa kami lebih erat kepada-Mu.”
“Ya Tuhan ampunilah dosa kami dan dosa orang yang telah menyakiti kami. Satukanlah hati kami dengan marifah-Mu. Amin.”
3. Mengasihi orang yang menyakiti kita
Ketiga, cintailah orang yang menyakiti kita. Tentu saja, jika luka kembali ke luka, permusuhan tidak akan pernah berakhir. Berikan kelembutan, bukan balas dendam, karena siapa pun yang tahu orang yang menyakiti kita adalah orang yang akan membantu kita dalam kesulitan.
4. Mengendalikan amarah
Keempat, kendalikan amarah. Jika kita menuruti amarah yang tidak akan pernah kita menangkan, sebenarnya ada 2 kerugian yang mutlak kita terima.
Kerugian pertama adalah kita disakiti oleh orang-orang dan kerugian kedua adalah kita disakiti oleh diri kita sendiri karena alasan sebenarnya adalah kemarahan akan menghancurkan perasaan kita. Jadi berpegang pada Anda.
Berdoalah agar mereka yang telah menyakiti kita akan bertobat. Itu lebih baik daripada mengikuti keinginan iblis. Anggap saja rasa sakit dan ketidakadilan yang dia lakukan bisa menjadi penebusan dosa.
5. Menyadari
Sadarilah bahwa segala sesuatu yang terjadi, termasuk perjuangan dan kesulitan yang Anda alami, atau takdir, adalah Qodo dan Qodarulloh. Kita sebagai hamba hanyalah perantara agar sesuatu terjadi, sedangkan Allah sendiri yang berkehendak untuk segalanya.
6. Memaafkan
Keenam, memaafkan. Tidak ada yang lebih indah dari pengampunan. Ampunilah mereka yang telah menyakiti kita agar kita bisa berbuat baik. maaf dengan tulus. Bukankah Allah Maha Pengampun selalu mengampuni dosa-dosa kita? Mengapa kita sebagai makhluk tidak bisa belajar untuk saling memaafkan?
Isi saja hati kita dengan doa-doa yang baik agar kita selalu ingat untuk tidak melakukan hal ini kepada siapapun. Inilah yang harus kita lakukan ketika kita merasa disakiti oleh orang lain. Jangan membalas rasa sakit Anda dengan dendam dan amarah yang membara.
Jawablah dengan doa agar mereka yang telah menyakiti kita akan bertobat dan mengakui kesalahan dan kesalahannya. Semoga penjelasan mengenai doa dan dzikir untuk membalas sakit hati orang yang telah menyakiti kita bermanfaat bagi kita.
Referensi : Hal yang Dapat Dilakukan Saat Kita Tersakiti
Jangan Balas Dendam, Baca Doa dan Dzikir untuk Membalas Sakit Hati. Sedang sakit hati karena seseorang atau sidia? Tenang, biar hati lebih sejuk yuk baca Dzikir untuk membalas sakit hati berikut, jamin anti-galau lagi. Ketika hubungan Anda tidak sedang baik-baik saja, Anda berhak untuk meluapkan segala kekesalan misalnya dengan menangis atau hal lainnya asalkan tidak berlebihan dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Doa dan dzikir untuk membalas sakit hati ketika Anda sedang dilanda rasa sedih, kecewa maupun emosi.
Pada dasarnya hidup terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan dan inginkan. Ada kalanya hal-hal tertentu yang membuat kita sakit hati lantas menimbulkan rasa dendam. Rasa sakit hati itu bisa karena pekerjaan, keluarga, hingga masalah percintaan. Sakit hati, kecewa, sedih, dan dendam adalah perasaan manusiawi yang dimiliki setiap manusia yang hidup di dunia ini. Namun, sebagai orang yang beriman, ada tuntunan yang menjadi obatnya.
Dzikir untuk Membalas Sakit Hati
Allah SWT berfirman dalam sebuah ayat Al-Quran: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Ar-Ra’du:28).
Zikir ini ternyata bisa menjadi salah satu obat mujarab bagi Anda yang sedang merasakan rasa sedih maupun sakit hati. Lalu, doa dan dzikir untuk membalas sakit hati apa saja yang paling ideal.
Berikut ini doa dan dzikir untuk membalas sakit hati yang paling di sukai oleh Allah Swt :
Latinnya: Subhanallah Walhamdulillah Wala ilaha Illallah Wallahu Akbar
Artinya: “Maha Suci Allah, dan Segala Puji Bagi-Nya, dan Tiada Tuhan Selain Allah, Allah Yang Maha Besar”.
Doa dan dzikir untuk membalas sakit hati di atas bisa Anda bacakan berulang-ulang seraya memikirkan hal-hal yang akan membuat perasaan kita senang dan mengingat sang pencipta kita Allah SWT, pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik untuk hambanya yang sedang berikhtiar dan tawakal.
Lantas, selain doa dan dzikir untuk membalas sakit hati di atas, Anda bisa juga membaca doa yang satu ini. Doa ini khusus agar kita bisa mengikhlaskan diri kita sendiri untuk menerima segala kondisi yang membuat kita sakit hati.
Allahumma Ajurni Fi Mushibati Waahlif Lii Khoiro Minha
Artinya: “Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.” (HR Tirmidzi).
Semoga Allah selalu memberikan kelapangan hati semua umatnya yang beriman untuk dapat mengikhlaskan segala beban yang membuat sakit hati dan menggantinya dengan yang lebih baik.
Doa dan Dzikir untuk Membalas Sakit Hati
Dalam hidup ini tentu apa yang kita inginkan tidak selalu bisa kita dapatkan. Slelau ada saja kejadian yang akan membuat kita mengalami rasa kecewa dan sakit hati. Saat merasa sakit hati, tentunya kita akan merasa sangat merana.
Apalagi jika ada yang menyakiti hati kita adalah salah satu orang terdekat, mungkin akan semakin tidak karuan rasanya.
Dengan alih-alih berusaha menyembuhkan, akhirnya kita malah lebih cenderung menyimpan rasa dendam.
Namun, perlu untuk Anda ingat, kita harus berteguh diri untuk tidak menjadi orang yang memberikan kesulitan kepada orang lain.
Karena balas dendam bukanlah solusi yang tepat. Selain itu kita juga dapat mengingat sabda Rasulullah mengenai 3 golongan manusia yang doanya cepat diijabah oleh Allah SWT.
“Ada tiga golongan manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat doanya sampai di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Allah berfirman : Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta.”(HR. Tirmidzi dan yang lainnya, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Hikmah dari Sakit Hati
Jadi bila Anda sedang disakiti janganlah membalas dendam, mintalah kepada Allah SWT untuk selalu diberikan kekuatan agar mudah memaafkan. Hikmahnya adalah agar kita selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Serta limpahkan pahala atas kesabaran dalam menghadapi rasa sakit hati, tanpa perlu membalasnya.
Allahuma ajurni fi mushibati wa akhlifli khaira minha. Artinya: “Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.”
Bagaimanapun, dalam agama islam tidak pernah disarankan untuk membalas dendam. Memaafkan adalah salah satu sifat mulia, dan menghapus rasa sakit hati dan ikhlas. Berat rasanya untuk mengobati rasa sakit hati, tapi kita harus bisa melaluinya dengan cara yang pernah diajarkan Rasulullah. Ini semua dilakukan agar hati kita selalu menjadi lapang, memiliki keselamatan di dunia dan di akhirat kelak.
Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang memaafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya,” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).
Latinnya: Laa yuhibbu allaahu aljahra bialssuu-i mina alqawli illaa man zhulima wakaana allaahu samii’an ‘aliimaan.
Artinya: ”Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut, dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui.” ( 148 : an-Nisa).
Jadi meski ada orang kafir atau jahat, hendaklah kita berlaku adil dan tidak berlebihan menzalimi mereka.
Sebab, doa orang tersakiti meski mereka itu kafir dan jahat, akan tetap dikabulkan oleh Allah SWT, Selain doa orang yang telah menyakiti hati kita di atas, kita juga dapat memanjatkan doa berikut ini kepada Allah SWT:
Latinnya: Hasbiyallaahu lidiinii, hasbiyallaahu lidunyaa, hasbiyallaahu liman ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa ‘alayya, hasbiyallaahu liman kaada nii bisuu-in walaa haula walaa quwwata illaa billaahi.
Artinya : “Cukuplah Allah (penolong) bagi agamaku, cukuplah Allah (penolong) bagi duniaku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap sesuatu yang menyusahkanku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap orang yang menganiayaku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap orang yang ingin berbuat jahat kepadaku, tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah.”
Adapun doa orang teraniaya Dan terzalimi dalam Al-Qur’an yang dapat Anda baca dalam Surat An-Naml Ayat 62, yang berbunyi:
Artinya: “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-ingat(-Nya).” (QS.27:62).
Referensi : Jangan Balas Dendam, Baca Doa dan Dzikir untuk Membalas Sakit Hati
Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita. Disakiti adalah salah satu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun di dunia ini. Apalagi jika hati kita yang tersakiti, rasanya akan lebih sakit dibandingkan sakit gigi. Dalam kehidupan kadang disakiti dan menyakiti adalah hal yang biasa terjadi. Terkadang keluarga, sahabat, orang tua, anak, tetangga dan teman kerja menyakiti hati kita baik sengaja maupun tidak.
Bagaimana amalan doa agar yang menyakiti kita menyesal?
Ada sebuah doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar menyesal yang bisa anda amalkan untuk menyadarakan mereka.
Dan ingat buat diri kita sendiri, bila ada orang yang menyakiti kita, baik dari perbuatan atau dari ucapannya, maka cepat-cepatlah berdoa pada Allah agar kita tak berbuat demikian.
Apakah Allah akan membalas orang yang menyakiti kita? Wallahu a'alm...
Namun yang yang pasti saat Anda disakiti dan dizholimi orang lain, dosa Anda akan diampuni, dan doa yang Anda panjatkan akan dikabulkan.
Tuhan tidak pernah tidur untuk menjawab semua doa-doa kita. Sangat perih memang ketika seseorang yang sangat kita cintai.
Atau bahkan kita percaya untuk menjadi bagian dari hidup kita kelak, malah melanggar kepercayaan kita dengan menusuk hati kita.
Bukan dengan membalas dendam dengan cara kekerasan, namun menyadarkan seseorang yang menyakiti kita bisa dilakukan dengan cara yang baik.
Bahkan Nabi Muhammad SAW membalas kebaikan kepada setiap orang yang menyakitinya.
Setidaknya, cobalah sejenak saja renungkan bahwa dengan terus berlarut dalam kesedihan, apakah kita tidak rugi?
Sementara roda waktu terus berputar dan hidup harus terus berjalan.
Terus mengingat ingat orang yang jelas jelas telah menyakiti hati kita, itu sama saja dengan menyia-nyiakan hidup kita sendiri.
Adapaun berikut doa orang tersakiti yang sebaiknya Anda baca ketika dizholimi. Meski Allah melarang kita mendoakan orang lain agar celaka atau dapat bencana, namun khusus terhadap orang-orang yang dizalimi atau dianiaya Allah membolehkannya.
adi saat seseorang dizalimi dan disakiti dan membaca doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar ditimpa musibah, Allah akan mengabulkannya.
Laa yuhibbu allaahu aljahra bialssuu-i mina alqawli illaa man zhulima wakaana allaahu samii’an ‘aliimaan.
Artinya :
”Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut, dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui.” ( 148 : an-Nisa).
Jadi meski ada orang yang kafir atau jahat, hendaknya kita tetap berlaku adil. Tidak berlebihan dan menzalimi mereka.
doa orang yang tersakiti meski mereka itu kafir dan jahat, tetap dikabulkan oleh Allah SWT.
Selain doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita di atas, kita juga dapat memanjatkan doa kepada Allah seperti di bawah ini:
Hasbiyallaahu lidiinii, hasbiyallaahu lidunyaa, hasbiyallaahu liman ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa ‘alayya, hasbiyallaahu liman kaada nii bisuu-in walaa haula walaa quwwata illaa billaahi.
Artinya :
“Cukuplah Allah (penolong) bagi agamaku, cukuplah Allah (penolong) bagi duniaku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap sesuatu yang menyusahkanku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap orang yang menganiayaku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap orang yang ingin berbuat jahat kepadaku, tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah.”
Adapun doa orang teraniaya Dan terzalimi dalam Al-Qur’an dapat dilihat dalam Surat An-Naml Ayat 62, yang berbunyi:
“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-ingat(-Nya).” (QS.27:62).
5 Hal yang Dapat Dilakukan Saat Kita Tersakiti
Ada 5 hal yang harus kita lakukan saat ada orang yang menyakiti kita.
Termasuk diantaranya yakni melafalkan doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar menyesal dan sadar atas kekhilafannya.
1. Muhasabah
Pertama, kita harus mencoba bermuhasabah atau introspeksi diri. Apakah gerangan yang membuat orang lain menyakiti kita.
Apakah mungkin ia menyakiti atas dasar kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan padanya?
Ataukah semua ini akhir dosa-dosa kita yang terdahulu? Kita masing-masinglah yang bisa menjawab kedua pertanyaan ini.
2. Dekatkan diri kepada Allah
Kedua, dekatkan diri kita kepada Alloh. Bersyukurlah alasannya Alloh telah menyebabkan kita sebagai pihak yang teraniaya.
Bersabarlah dan berdoalah. Karena doa orang-orang yang teraniaya yakni doa-doa yang makbul.
Kita tidak perlu mendoakan untuk orang yang telah menyakiti hati kita.
Berdoalah yang baik untuknya, misalkan dengan doa biar orang yang menyakiti kita menyesal dan menyadari kesalahannya sebagaimana berikut :
"Ya Allah, bimbinglah kami biar senantiasa dapat mengambil pesan yang tersirat dari semua kejadian. Jadikanlah kami sebagai hamba yang dapat menahan amarah. Lapangkan hati kami biar senantiasa mau memaafkan segala kesalahan. Berikan kekuatan pada kami untuk bisa membalas segala keburukan dengan kebaikan."
"Ya Allah, sadarkan kami bahwa semua hal yang telah dan akan terjadi ialah atas kehendak-Mu dan atas taqdir-Mu. Jadikan setiap taqdir yang Kau jadikan kepada kami, supaya selalu membawa kami lebih erat kepada-Mu."
"Ya Tuhan ampunilah dosa kami dan dosa orang yang telah menyakiti kami. Satukanlah hati kami dengan marifah-Mu. Amin."
3. Kasihi orang yang menyakiti kita
Ketiga, kasihilah orang yang menyakiti kita. Jika luka dibalas luka, tentu permusuhan tak akan pernah ada habisnya.
Berikanlah kelembutan, bukan balas dendam, alasannya siapa tahu orang yang menyakiti kita yakni orang yang kelak akan menolong kita dalam kesulitan.
4. Kendalikan amarah
Keempat, kendalikan amarah. Jika kita menuruti amarah, kita tidak akan pernah diuntungkan, justru ada 2 kerugian yang mutlak diperoleh oleh kita.
Kerugian pertama, kita telah disakiti orang, dan kerugian kedua kita disakiti oleh diri kita sendiri alasannya sejatinya amarah akan merusak perasaan kita. Oleh karenanya, tahanlah diri Anda.
Doakan biar orang yang menyakiti kita menyesal yakni hal yang lebih baik dibanding menuruti nafsyu setan.
Anggap saja kesakitan dan kedzoliman yang dilakukan olehnya dapat menjadi penebus dosa.
5. Menyadari
Sadarilah bahwa semua yang terjadi, termasuk pertengkaran dan persoalan yang Anda alami yakni atau takdi, qodo dan qodarulloh.
Kita sebagai hamba hanyalah menjadi perantara untuk terjadinya sesuatu, sedangkan yang berkehendak atas semua hanyalah Alloh semata.
6. Maafkan
Keenam, maafkanlah. Tidak ada yang lebih rupawan dibanding rasa saling memaafkan. Maafkanlah orang yang telah menyakiti kita biar kebaikan bisa kita raih. Maafkan dengan ikhlas.Cukupkan saja hati kita dengan doa yang baik, agar sampai kapanpun kita selalu ingat untuk tidak berlaku demikian kepada siapapun.
Demikianlah yang sebaiknya kita lakukan saat merasa tersakiti oleh orang lain. Jangan balas kesakitan Anda dengan dendam dan amarah yang membara. Balaslah dengan doa biar orang yang menyakiti kita menyesal dan sadar atas kesalahan dan kekhilafannya. Semoga penjelasan tentang doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita bermanfaat bagi kita.
Referensi : Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita
Ketika kita dizalimi oleh seseorang, baik dengan cara disakiti, dikhianati, dibohongi, difitnah, ditipu, dihina atau sejenisnya, baik secara lisan, tulisan maupun perbuatan, maka tetaplah bersikap tenang, bijak, berlapang dada, sabar dan menjaga ucapan kita karena ucapan itu juga bisa menjadi doa. Dan salah satu doa yang akan terkabul (mustajab/mujarab) adalah doa orang yang tersakiti/terzalimi/teraniaya.
Walau untuk ukuran kita sebagai manusia biasa sangatlah sulit, apalagi kalau yang menyakiti kita itu adalah teman, sahabat, orang terdekat, orang kepercayaan, orang yang dicintai atau disayangi, orang yang pernah ditolong/dibantu dan lain sebagainya, seperti kata pepatah 'kacang lupa kulitnya', memang rasanya jauh lebih menyakitkan daripada dilukai oleh musuh.
Pada dasarnya, Allah SWT melarang kita mendoakan jelek terhadap orang lain karena doa jelek itu justru malah bisa berbalik menjadi doa jelek untuk diri kita sendiri. Namun khusus untuk orang-orang yang tersakiti/terzalimi/teraniaya, dibolehkan.
”Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui" (QS. An-Nisa: 148).
Berdasarkan ayat tersebut, menurut pendapat para ulama, boleh (ja'iz) hukumnya mendoakan keburukan oleh orang yang tersakiti/teraniaya/terzalimi kepada orang yang telah menyakiti/menzaliminya, dan itu semua dikategorikan ke dalam "doa" yang mustajab/mujarab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah” (HR Bukhari).
"Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir dan doa buruk orang tua kepada anaknya" (HR. Abu Daud dan al-Tirmizi).
“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah” (HR. Ahmad).
“Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi” (Hadis hasan riwayat at-Tayalasi).
“Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan).......” (HR. Muslim).
Namun, walau demikian, bagi yang tersakiti/terdolimi/teraniaya tetaplah bersabar dan bersikap bijak. Memaafkan itu tentu saja lebih baik karena pemaaf itu merupakan sifat terpuji dan mulia, walau untuk ukuran kita sebagai manusia biasa sangatlah sulit, bahkan untuk kasus tertentu terkadang luar biasa sulitnya untuk memaafkan.
Firman Allah SWT:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imron: 133-134).
Sabda Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangunan di Surga, hendaknya ia memaafkan orang yang menzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya” (HR. Thabrani).
Islam mengajarkan pada umatnya bahwa memberi maaf tidak menunjukkan seseorang itu lemah karena tidak mampu membalas. Sebab memaafkan orang lain terutama untuk orang yang mampu membalasnya merupakan kemuliaan karena ia belajar dari sifat-sifat Allah, yaitu Al-‘Afuwwu Al-Qoodiru (yang Maha Memaafkan dan Maha Berkuasa).
Jadi.. janganlah bersedih hati bagi yang pernah mengalami sakit hati karena disakiti, dihina, dizalimi, dikhianati, difitnah, ditipu atau sejenisnya, baik dengan tulisan, perkataan maupun perbuatan. Yakinlah dengan janji Allah, semua pasti ada balasannya sesuai dengan kadar (berat-ringan) nya perbuatan yang dilakukannya.
Walau mendoakan jelek terhadap orang zalim dibolehkan, namun dengan memaafkan dan mendoakan baik, tentu saja itu lebih baik. Bukankah lebih menyenangkan kalau orang zalim yang pernah menzalimi/menyakiti/mengkhianati kita itu berubah menjadi baik.
Bukankah lebih menyenangkan kalau orang zalim yang pernah membenci kita itu berubah mencintai atau menyayangi kita. Bukankah lebih menyenangkan kalau orang zalim yang pernah memusuhi kita itu berubah membela kita.
Referensi : Hati-hati Terhadap Doa Orang yang Tersakiti/Terzalimi/Teraniaya
Patah Hati karena Ditinggal Pergi, Baca Doa Ini Agar Hati Lebih Tenang. Patah hati karena ditinggal pergi oleh orang terkasih bisa dialami oleh siapa saja. Kehilangan anggota keluarga contohnya, bisa menimbulkan luka yang dalam.
dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim disebutkan, Rasulullah SAW pernah mengajarkan bacaan doa patah hati kepada sahabatnya dari kalangan wanita, yakni Ummu Salamah.
Saat itu Ummu Salamah bercerita kepada Rasulullah tentang perasaan hatinya yang sedih karena ditingal wafat oleh suaminya Abu Salamah, dalam sebuah perang.
Ketika Ummu Salamah berdoa sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah, Allah SWT menjawab dan mengabulkan doanya, dengan menghadirkan seorang pendamping hidup yang lebih baik dari suami sebelumnya, yaitu Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
Sementara itu laman Sahijab menuturkan, bisa jadi kepergian orang terkasih merupakan kehendak Allah, sehingga tidak perlu disesali berlebihan. Kutiba 'alaikumul-qitlu wa huwa kur-hul lakum, wa 'as an takrah syai`aw wa huwa khairul lakum, wa 'as an tuibb syai`aw wa huwa syarrul lakum, wallhu ya'lamu wa antum l ta'lamn
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216). Lalu doa apa yang sebaiknyha dibaca saat mengalami patah hati? Simak bacaan dan artinya berikut ini:
Doa pertama.
Allahuma ajurni fi mushibati wa akhlifli khaira minha.
“Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.”
Doa kedua
"Allahummagh firlii warhamnii wa al hiqnii birrofiiqil a'laa."
"Ya Allah, ampunkan hamba dan kasihanilah hamba dan berikutnya hamba dengan teman-teman yang di atas."
Referensi : Patah Hati karena Ditinggal Pergi, Baca Doa Ini Agar Hati Lebih Tenang
Mungkin kamu pernah disakiti oleh orang lain. Kemudian kamu ingin membalasnya tetapi tidak kuasa. Rasanya memang sangat 'nyesek' banget. Melihat diri ini tertindas oleh orang yang dzolim.
Sebenarnya di dalam Agama Islam telah dijelaskan bahwa doa orang yang tersakiti sangat mustajab. Hal ini seperti seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه
Artinya: “Doa orang yang dizalimi yaitu diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tak memberi kesan pada doa tadi.”
Dari hadist di atas kita bisa tahu bahwa Doanya orang yang terdzolimi itu langsung didengar dan diterima Allah Swt. Oleh karena itu, Rasull juga mengingatkan agar kita semua tidak mendzolimi orang lain. Karena jika orang tersebut berdoa, bisa celakalah orang yang dzolim itu.
Lantas bagaimana bacaan doa agar orang yang menyakiti kita menyesal dan minta maaf? Simak bacaannya berikut ini.
حسبي الله لديني حسبي الله لدنياي
حسبي الله لمن أهمين حسبي الله لمن بفاعلي حسبي الله لمن كادني بشؤءولاحول ولاقوة الابالله
Latin: "hasbiyallahu lidiini, hasbiyallahu lidunyaa, hasbiyallahu liman ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa 'alayya, hasbiyallahu liman kaada nii bisuu-in walaa haula walaa quwwata illaa billah,".
Artinya: "Cukuplah Allah (penolong) bagi agamaku, cukuplah Allah (penolong) bagi duniaku, cukuplah Allah (penolong) ku terhadap sesuatu yang menyusahkanku, cukuplah Allah (penolong)ku terhadap orang yang menganiayaku. Cukuplah Allah (penolong)ku terhadap orang yang ingin berbuat jahat kepadaku, tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah,"
Sebelum berdoa, alangkah baiknya diawali dengan istighfar terlebih dahulu kemudian bersholawat.
Referensi : Doa agar Orang yang Menyakiti Kita Menyesal dan Minta Maaf
Dalam hidup ini tentu kita tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Ada saja kejadian yang membuat kita kecewa dan berujung sakit hati. Ketika sakit hati, kita dapat merasa sangat merana.
Apalagi bila yang menyakiti hati kita adalah orang terdekat, mungkin semakin tidak karuan rasanya. Alih-alih berusaha menyembuhkan, kita malah cenderung menyimpan rasa dendam. Namun ingat, kita harus berteguh diri untuk tidak menjadi seseorang yang memberikan orang lain kesulitan. Balas dendam bukan solusi yang tepat.
Selain itu kita juga bisa mengingat sabda Rasulullah mengenai tiga golongan manusia yang doanya cepat dijabah.
"Ada tiga golongan manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat doanya sampai di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Allah berfirman : Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta."(HR. Tirmidzi dan yang lainnya, hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Jadi bila kita sedang disakiti, memintalah kepada Allah SWT untuk diberikan kekuatan agar bisa memaafkan. Mendapatkan hikmah agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Serta limpahan pahala atas kesabaran menghadapi rasa sakit hati, tanpa membalasnya.
Allahuma ajurni fi mushibati wa akhlifli khaira minha.
Artinya:
"Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya."
Bagaimanapun, dalam Islam tidak disarankan untuk membalas dendam. Memaafkan adalah sifat mulia, dan menghapus rasa sakit hati adalah ikhlas.
Berat mengobati sakit hati, tapi kita harus melaluinya dengan cara yang diajarkan Rasulullah. Ini semua dilakukan agar hati kita menjadi lapang, memiliki keselamatan di dunia dan di akhirat.
Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang memaafkan kedzaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya,” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).
Referensi : Jangan Balas Dendam (Baca Doa Ini Ketika Hati Tersakiti)