This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Sabtu, 20 Agustus 2022

Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita

Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita

Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita. Disakiti adalah salah satu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun di dunia ini. Apalagi jika hati kita yang tersakiti, rasanya akan lebih sakit dibandingkan sakit gigi. Dalam kehidupan kadang disakiti dan menyakiti adalah hal yang biasa terjadi. Terkadang keluarga, sahabat, orang tua, anak, tetangga dan teman kerja menyakiti hati kita baik sengaja maupun tidak.

Bagaimana amalan doa agar yang menyakiti kita menyesal?

Ada sebuah doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar menyesal yang bisa anda amalkan untuk menyadarakan mereka.

Dan ingat buat diri kita sendiri, bila ada orang yang menyakiti kita, baik dari perbuatan atau dari ucapannya, maka cepat-cepatlah berdoa pada Allah agar kita tak berbuat demikian.

Apakah Allah akan membalas orang yang menyakiti kita? Wallahu a'alm... 

Namun yang yang pasti saat Anda disakiti dan dizholimi orang lain, dosa Anda akan diampuni, dan doa yang Anda panjatkan akan dikabulkan.

Tuhan tidak pernah tidur untuk menjawab semua doa-doa kita. Sangat perih memang ketika seseorang yang sangat kita cintai.

Atau bahkan kita percaya untuk menjadi bagian dari hidup kita kelak, malah melanggar kepercayaan kita dengan menusuk hati kita.

Bukan dengan membalas dendam dengan cara kekerasan, namun menyadarkan seseorang yang menyakiti kita bisa dilakukan dengan cara yang baik. 

Bahkan Nabi Muhammad SAW membalas kebaikan kepada setiap orang yang menyakitinya.

Setidaknya, cobalah sejenak saja renungkan bahwa dengan terus berlarut dalam kesedihan, apakah kita tidak rugi? 

Sementara roda waktu terus berputar dan hidup harus terus berjalan. 

Terus mengingat ingat orang yang jelas jelas telah menyakiti hati kita, itu sama saja dengan menyia-nyiakan hidup kita sendiri.

Adapaun berikut doa orang tersakiti yang sebaiknya Anda baca ketika dizholimi. Meski Allah melarang kita mendoakan orang lain agar celaka atau dapat bencana, namun khusus terhadap orang-orang yang dizalimi atau dianiaya Allah membolehkannya.

adi saat seseorang dizalimi dan disakiti dan membaca doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar ditimpa musibah, Allah akan mengabulkannya.

Allah swt telah berfirman :

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Latinnya : 

Laa yuhibbu allaahu aljahra bialssuu-i mina alqawli illaa man zhulima wakaana allaahu samii’an ‘aliimaan.

Artinya :

”Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut, dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui.” ( 148 : an-Nisa).

Jadi meski ada orang yang kafir atau jahat, hendaknya kita tetap berlaku adil. Tidak berlebihan dan menzalimi mereka.

doa orang yang tersakiti meski mereka itu kafir dan jahat, tetap dikabulkan oleh Allah SWT.

Selain doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita di atas, kita juga dapat memanjatkan doa kepada Allah seperti di bawah ini:

حَسْبِىَ اللّٰهُ لِدِيْنِىْ حَسْبِىَ اللّٰهُ لِدُنْيَايَ حَسْبِىَ اللّٰهُ لِمَنْ اَهَمَّنِىْ حَسْبِىَ اللّٰهُ لِمَنْ بَغَاعَلَىَّ حَسْبِىَ اللّٰهُ لِمَنْ كَادَنِىْ بِسُوْءٍوَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللّٰهِ

Latinnya :

Hasbiyallaahu lidiinii, hasbiyallaahu lidunyaa, hasbiyallaahu liman ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa ‘alayya, hasbiyallaahu liman kaada nii bisuu-in walaa haula walaa quwwata illaa billaahi.

Artinya :

“Cukuplah Allah (penolong) bagi agamaku, cukuplah Allah (penolong) bagi duniaku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap sesuatu yang menyusahkanku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap orang yang menganiayaku, cukuplah Allah (penolong)-ku terhadap orang yang ingin berbuat jahat kepadaku, tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah.”

Adapun doa orang teraniaya Dan terzalimi dalam Al-Qur’an dapat dilihat dalam Surat An-Naml Ayat 62, yang berbunyi:

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

Latinnya :

Amman ja’ala al-ardha qaraaran waja’ala khilaalahaa anhaaran waja’ala lahaa rawaasiya waja’ala bayna albahrayni haajizan a-ilaahun ma’a allaahi bal aktsaruhum laa ya’lamuuna.

Artinya :

“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-ingat(-Nya).” (QS.27:62).

5 Hal yang Dapat Dilakukan Saat Kita Tersakiti

Ada 5 hal yang harus kita lakukan saat ada orang yang menyakiti kita. 

Termasuk diantaranya yakni melafalkan doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita agar menyesal dan sadar atas kekhilafannya.

1. Muhasabah

Pertama, kita harus mencoba bermuhasabah atau introspeksi diri. Apakah gerangan yang membuat orang lain menyakiti kita. 

Apakah mungkin ia menyakiti atas dasar kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan padanya? 

Ataukah semua ini akhir dosa-dosa kita yang terdahulu? Kita masing-masinglah yang bisa menjawab kedua pertanyaan ini.

2. Dekatkan diri kepada Allah

Kedua, dekatkan diri kita kepada Alloh. Bersyukurlah alasannya Alloh telah menyebabkan kita sebagai pihak yang teraniaya. 

Bersabarlah dan berdoalah. Karena doa orang-orang yang teraniaya yakni doa-doa yang makbul. 

Kita tidak perlu mendoakan untuk orang yang telah menyakiti hati kita. 

Berdoalah yang baik untuknya, misalkan dengan doa biar orang yang menyakiti kita menyesal dan menyadari kesalahannya sebagaimana berikut :

"Ya Allah, bimbinglah kami biar senantiasa dapat mengambil pesan yang tersirat dari semua kejadian. Jadikanlah kami sebagai hamba yang dapat menahan amarah. Lapangkan hati kami biar senantiasa mau memaafkan segala kesalahan. Berikan kekuatan pada kami untuk bisa membalas segala keburukan dengan kebaikan."

"Ya Allah, sadarkan kami bahwa semua hal yang telah dan akan terjadi ialah atas kehendak-Mu dan atas taqdir-Mu. Jadikan setiap taqdir yang Kau jadikan kepada kami, supaya selalu membawa kami lebih erat kepada-Mu."

"Ya Tuhan ampunilah dosa kami dan dosa orang yang telah menyakiti kami. Satukanlah hati kami dengan marifah-Mu. Amin."

3. Kasihi orang yang menyakiti kita

Ketiga, kasihilah orang yang menyakiti kita. Jika luka dibalas luka, tentu permusuhan tak akan pernah ada habisnya. 

Berikanlah kelembutan, bukan balas dendam, alasannya siapa tahu orang yang menyakiti kita yakni orang yang kelak akan menolong kita dalam kesulitan.

4. Kendalikan amarah

Keempat, kendalikan amarah. Jika kita menuruti amarah, kita tidak akan pernah diuntungkan, justru ada 2 kerugian yang mutlak diperoleh oleh kita. 

Kerugian pertama, kita telah disakiti orang, dan kerugian kedua kita disakiti oleh diri kita sendiri alasannya sejatinya amarah akan merusak perasaan kita. Oleh karenanya, tahanlah diri Anda. 

Doakan biar orang yang menyakiti kita menyesal yakni hal yang lebih baik dibanding menuruti nafsyu setan. 

Anggap saja kesakitan dan kedzoliman yang dilakukan olehnya dapat menjadi penebus dosa.

5. Menyadari

Sadarilah bahwa semua yang terjadi, termasuk pertengkaran dan persoalan yang Anda alami yakni atau takdi, qodo dan qodarulloh. 

Kita sebagai hamba hanyalah menjadi perantara untuk terjadinya sesuatu, sedangkan yang berkehendak atas semua hanyalah Alloh semata.

6. Maafkan

Keenam, maafkanlah. Tidak ada yang lebih rupawan dibanding rasa saling memaafkan. Maafkanlah orang yang telah menyakiti kita biar kebaikan bisa kita raih. Maafkan dengan ikhlas.Cukupkan saja hati kita dengan doa yang baik, agar sampai kapanpun kita selalu ingat untuk tidak berlaku demikian kepada siapapun.

Demikianlah yang sebaiknya kita lakukan saat merasa tersakiti oleh orang lain. Jangan balas kesakitan Anda dengan dendam dan amarah yang membara.  Balaslah dengan doa biar orang yang menyakiti kita menyesal dan sadar atas kesalahan dan kekhilafannya. Semoga penjelasan tentang doa untuk orang yang telah menyakiti hati kita bermanfaat bagi kita. 

Referensi : Doa untuk Orang yang Telah Menyakiti Hati Kita








Hati-hati Terhadap Doa Orang yang Tersakiti/Terzalimi/Teraniaya

Ilustrasi : Hati-hati Terhadap Doa Orang yang Tersakiti/Terzalimi/Teraniaya

Ketika kita  dizalimi oleh seseorang, baik dengan cara disakiti, dikhianati, dibohongi,  difitnah, ditipu, dihina atau sejenisnya, baik secara lisan, tulisan maupun perbuatan, maka tetaplah bersikap tenang, bijak, berlapang dada, sabar dan menjaga ucapan kita karena ucapan itu juga bisa menjadi doa. Dan salah satu doa yang akan terkabul (mustajab/mujarab) adalah doa orang yang tersakiti/terzalimi/teraniaya.

Walau untuk ukuran kita sebagai manusia biasa sangatlah sulit, apalagi kalau yang menyakiti kita itu adalah teman, sahabat, orang terdekat, orang kepercayaan, orang yang dicintai atau disayangi, orang yang pernah ditolong/dibantu dan lain sebagainya, seperti kata pepatah 'kacang lupa kulitnya', memang rasanya jauh lebih menyakitkan daripada dilukai oleh musuh.

Pada dasarnya, Allah SWT melarang kita mendoakan jelek terhadap orang lain karena doa jelek itu justru malah bisa berbalik menjadi doa jelek untuk diri kita sendiri. Namun khusus untuk orang-orang yang tersakiti/terzalimi/teraniaya, dibolehkan.

Firman Allah SWT:

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

”Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui" (QS. An-Nisa: 148).

Berdasarkan ayat tersebut, menurut pendapat para ulama, boleh (ja'iz) hukumnya mendoakan keburukan oleh orang yang tersakiti/teraniaya/terzalimi kepada orang yang telah menyakiti/menzaliminya, dan itu semua dikategorikan ke dalam "doa" yang mustajab/mujarab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah” (HR Bukhari).

"Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir dan doa buruk orang tua kepada anaknya" (HR. Abu Daud dan al-Tirmizi).

“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah” (HR. Ahmad).

“Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi” (Hadis hasan riwayat at-Tayalasi).

“Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan).......” (HR. Muslim).

Namun, walau demikian, bagi yang tersakiti/terdolimi/teraniaya tetaplah bersabar dan bersikap bijak. Memaafkan itu tentu saja lebih baik karena pemaaf itu merupakan sifat terpuji dan mulia, walau untuk ukuran kita sebagai manusia biasa sangatlah sulit, bahkan untuk kasus tertentu terkadang luar biasa sulitnya untuk memaafkan.

Firman Allah SWT:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imron: 133-134).

Sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangunan di Surga, hendaknya ia memaafkan orang yang menzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya dan menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya” (HR. Thabrani).

Islam mengajarkan pada umatnya bahwa memberi maaf tidak menunjukkan seseorang itu lemah karena tidak mampu membalas. Sebab memaafkan orang lain terutama untuk orang yang mampu membalasnya merupakan kemuliaan karena ia belajar dari sifat-sifat Allah, yaitu Al-‘Afuwwu Al-Qoodiru (yang Maha Memaafkan dan Maha Berkuasa).

Jadi.. janganlah bersedih hati bagi yang pernah mengalami sakit hati karena disakiti, dihina, dizalimi, dikhianati, difitnah, ditipu atau sejenisnya, baik dengan tulisan, perkataan maupun perbuatan. Yakinlah dengan janji Allah, semua pasti ada balasannya sesuai dengan kadar (berat-ringan) nya perbuatan yang dilakukannya.

Walau mendoakan jelek terhadap orang zalim dibolehkan, namun dengan memaafkan dan mendoakan baik, tentu saja itu lebih baik.   Bukankah lebih menyenangkan kalau orang zalim yang pernah menzalimi/menyakiti/mengkhianati kita itu berubah menjadi baik.

Bukankah lebih menyenangkan kalau orang zalim yang pernah membenci kita itu berubah mencintai atau menyayangi kita.  Bukankah lebih menyenangkan kalau orang zalim yang pernah memusuhi kita itu berubah membela kita.

Referensi : Hati-hati Terhadap Doa Orang yang Tersakiti/Terzalimi/Teraniaya



Patah Hati karena Ditinggal Pergi, Baca Doa Ini Agar Hati Lebih Tenang

Patah Hati karena Ditinggal Pergi, Baca Doa Ini Agar Hati Lebih Tenang

Patah Hati karena Ditinggal Pergi, Baca Doa Ini Agar Hati Lebih Tenang. Patah hati karena ditinggal pergi oleh orang terkasih bisa dialami oleh siapa saja. Kehilangan anggota keluarga contohnya, bisa menimbulkan luka yang dalam.

dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim disebutkan, Rasulullah SAW pernah mengajarkan bacaan doa patah hati kepada sahabatnya dari kalangan wanita, yakni Ummu Salamah.

Saat itu Ummu Salamah bercerita kepada Rasulullah tentang perasaan hatinya yang sedih karena ditingal wafat oleh suaminya Abu Salamah, dalam sebuah perang.

Ketika Ummu Salamah berdoa sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah, Allah SWT menjawab dan mengabulkan doanya, dengan menghadirkan seorang pendamping hidup yang lebih baik dari suami sebelumnya, yaitu Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Sementara itu laman Sahijab menuturkan, bisa jadi kepergian orang terkasih merupakan kehendak Allah, sehingga tidak perlu disesali berlebihan. Kutiba 'alaikumul-qitlu wa huwa kur-hul lakum, wa 'as an takrah syai`aw wa huwa khairul lakum, wa 'as an tuibb syai`aw wa huwa syarrul lakum, wallhu ya'lamu wa antum l ta'lamn

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216). Lalu doa apa yang sebaiknyha dibaca saat mengalami patah hati? Simak bacaan dan artinya berikut ini:

Doa pertama.

Allahuma ajurni fi mushibati wa akhlifli khaira minha.

“Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.”

Doa kedua

"Allahummagh firlii warhamnii wa al hiqnii birrofiiqil a'laa."

"Ya Allah, ampunkan hamba dan kasihanilah hamba dan berikutnya hamba dengan teman-teman yang di atas."

Referensi : Patah Hati karena Ditinggal Pergi, Baca Doa Ini Agar Hati Lebih Tenang




Doa agar Orang yang Menyakiti Kita Menyesal dan Minta Maaf

Doa agar Orang yang Menyakiti Kita Menyesal dan Minta Maaf

Mungkin kamu pernah disakiti oleh orang lain. Kemudian kamu ingin membalasnya tetapi tidak kuasa. Rasanya memang sangat 'nyesek' banget. Melihat diri ini tertindas oleh orang yang dzolim. 

Sebenarnya di dalam Agama Islam telah dijelaskan bahwa doa orang yang tersakiti sangat mustajab. Hal ini seperti seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه

Artinya: “Doa orang yang dizalimi yaitu diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tak memberi kesan pada doa tadi.”  

Dari hadist di atas kita bisa tahu bahwa Doanya orang yang terdzolimi itu langsung didengar dan diterima Allah Swt. Oleh karena itu, Rasull juga mengingatkan agar kita semua tidak mendzolimi orang lain. Karena jika orang tersebut berdoa, bisa celakalah orang yang dzolim itu. 

Lantas bagaimana bacaan doa agar orang yang menyakiti kita menyesal dan minta maaf? Simak bacaannya berikut ini. 

حسبي الله لديني حسبي الله لدنياي

حسبي الله لمن أهمين حسبي الله لمن بفاعلي حسبي الله لمن كادني بشؤءولاحول ولاقوة الابالله

Latin: "hasbiyallahu lidiini, hasbiyallahu lidunyaa, hasbiyallahu liman ahammanii, hasbiyallaahu liman baghaa 'alayya, hasbiyallahu liman kaada nii bisuu-in walaa haula walaa quwwata illaa billah,".

Artinya: "Cukuplah Allah (penolong) bagi agamaku, cukuplah Allah (penolong) bagi duniaku, cukuplah Allah (penolong) ku terhadap sesuatu yang menyusahkanku, cukuplah Allah (penolong)ku terhadap orang yang menganiayaku. Cukuplah Allah (penolong)ku terhadap orang yang ingin berbuat jahat kepadaku, tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah,"

Sebelum berdoa, alangkah baiknya diawali dengan istighfar terlebih dahulu kemudian bersholawat. 

Referensi : Doa agar Orang yang Menyakiti Kita Menyesal dan Minta Maaf



Jangan Balas Dendam (Baca Doa Ini Ketika Hati Tersakiti)

Jangan Balas Dendam (Baca Doa Ini Ketika Hati Tersakiti)

Dalam hidup ini tentu kita tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Ada saja kejadian yang membuat kita kecewa dan berujung sakit hati. Ketika sakit hati, kita dapat merasa sangat merana. 

Apalagi bila yang menyakiti hati kita adalah orang terdekat, mungkin semakin tidak karuan rasanya. Alih-alih berusaha menyembuhkan, kita malah cenderung menyimpan rasa  dendam. Namun ingat, kita harus berteguh diri untuk tidak menjadi seseorang yang memberikan orang lain kesulitan. Balas dendam bukan solusi yang tepat. 

Selain itu kita juga bisa mengingat sabda Rasulullah mengenai tiga golongan manusia yang doanya cepat dijabah. 

"Ada tiga golongan manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat doanya sampai di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Allah berfirman : Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta."(HR. Tirmidzi dan yang lainnya, hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Jadi bila kita sedang disakiti, memintalah kepada Allah SWT untuk diberikan kekuatan agar bisa memaafkan. Mendapatkan hikmah agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Serta limpahan pahala atas kesabaran menghadapi rasa sakit hati, tanpa membalasnya. 

Allahuma ajurni fi mushibati wa akhlifli khaira minha.

Artinya:

"Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya."

Bagaimanapun, dalam Islam tidak disarankan untuk membalas dendam. Memaafkan adalah sifat mulia, dan menghapus rasa sakit hati adalah ikhlas. 

Berat mengobati sakit hati, tapi kita harus melaluinya dengan cara yang diajarkan Rasulullah. Ini semua dilakukan agar hati kita menjadi lapang, memiliki keselamatan di dunia dan di akhirat. 

Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang memaafkan kedzaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya,” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).

Referensi : Jangan Balas Dendam (Baca Doa Ini Ketika Hati Tersakiti)


Dahsyatnya Doa Hati orang Tersakiti Terzalimi & Teraniaya

Siapa pun di dunia ini pasti pernah mengalami sakitnya hati, karena disakiti, dihina, dizalimi, atau dikhianati, sikap kita menentukan nasib kita selanjutnya, masa depan kita tergantung kepada apa yang kita lakukan sekarang, dan ingat Allah selalu ada untuk kita, memperhatikan dan membantu kita.. Jangan bersedih hati, pertolongan Allah akan segera datang dan diperlihatkan sebelum kita meninggalkan dunia ini    Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dahsyatnya Doa Hati orang Tersakiti, Terzalimi dan Teraniaya", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/sifasanjurio/550883d8a333112b312e39ac/dahsyatnya-doa-hati-orang-tersakiti-terzalimi-dan-teraniaya?page=2&page_images=1  Kreator: Sifa Sanjurio    Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.  Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Surat al Nisa ayat 148 yang berbunyi:

لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما

artinya: Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.  Ayat ini "melegalkan" perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang teraniaya atau terzalimi, dan itu semua dikategorikan kedalam "doa". Doa orang orang yang terzalimi adalah mujarab alias "tokcer" langsung didengar dan dikabulkan olehNya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi: “Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Surat al Nisa ayat 148 yang berbunyi:

لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما

Di tangan mereka, doa lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang terzalimi! Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa.

Tetapi dalam kelanjutan ayat tersebut diatas, selanjutnya Allah menjelaskan:

ان تبدو خیرا او تخفوه او تعفو عن سوء فان الله عفو قدیرا.

Artinya: Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya dan memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, Maka sungguh Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.

artinya: Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.  Ayat ini "melegalkan" perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang teraniaya atau terzalimi, dan itu semua dikategorikan kedalam "doa". 

Doa orang orang yang terzalimi adalah mujarab alias "tokcer" langsung didengar dan dikabulkan olehNya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi:  “Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Siapa pun di dunia ini pasti pernah mengalami sakitnya hati, karena disakiti, dihina, dizalimi, atau dikhianati, sikap kita menentukan nasib kita selanjutnya, masa depan kita tergantung kepada apa yang kita lakukan sekarang, dan ingat Allah selalu ada untuk kita, memperhatikan dan membantu kita.. Jangan bersedih hati, pertolongan Allah akan segera datang dan diperlihatkan sebelum kita meninggalkan dunia ini.

Referensi : Dahsyatnya Doa Hati orang Tersakiti Terzalimi & Teraniaya


5 Syarat Doa Dikabulkan Oleh Allah SWT

5 Syarat Doa Dikabulkan Oleh Allah SWT

5 Syarat Doa Dikabulkan Oleh Allah SWT. Tidak ada tempat lain untuk meminta selain kepada Allah SWT. Sebagai umat manusia, diwajibkan untuk meminta lewat doa kepada sang Pencipta, entah meminta agar dimudahkan rezeki, dimudahkan urusannya, hingga diampuni dosanya.

Tapi, kita mungkin kerap bertanya-tanya, apakah doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT? Melansir laman Dalam Islam, dikatakan bahwa ada lima syarat agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Apa saja?

1. Luruskan niat
Berdoa harus dilakukan dengan niat, agar semua doa-doa kita benar-benar melibatkan Allah SWT.

2. Ikhlas
Ikhlas merupakan kunci agar doa kita terkabul. Ikhlas mungkin sulit dilakukan, namun sebagai manusia, tapi kita perlu pasrahkan semuanya kepada Allah SWT.

3. Yakin sepenuhnya
Jangan biarkan keraguan muncul di dalam hati. Kita perlu yakin sepenuhnya bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa.

4. Tidak apa-apa berdoa sambil menangis
Kadang, permasalahan yang berat tidak mampu kita ungkapkan kepada orang lain, bahkan orang terdekat sekalipun. Inilah saatnya mendekat kepada Allah SWT, bahkan tidak apa-apa menangis saat berdoa.

Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah.” (HR. Tirmidzi).

5. Khusyuk
Berdoa juga perlu khusyuk saat menghadap Allah SWT. Jangan berdoa asal-asalan dan dilakukan sambil lalu.

Referensi : 5 Syarat Doa Dikabulkan Oleh Allah SWT


Doa Tidak Akan Dikabulkan Allah Swt, Meski Nangis Semalaman Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Doa Tidak Akan Dikabulkan Allah Swt, Meski Nangis Semalaman Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Doa Tidak Akan Dikabulkan Allah, Meski Nangis Semalaman Ini Kata Ustadz Adi Hidayat. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan ada hal yang menyebabkan doa tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT.  Jangan sampai melakukan tiga hal tersebut jika ingin doa dikabulkan oleh Allah. Karena jika dilakukan maka doa tidak akan dikabulkan Allah SWT.

Ada doa yang dengan cepat dikabulkan Allah, tetapi jika melakukan hal ini meskipun berdoa sambil menangis semalam tidak akan dikabulkan oleh Allah Swt. Apa saja hal yang bisa menjadi penghalang doa tidak dikabulkan oleh Allah tersebut. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan apa saja yang menjadi penyebab doa yang dipanjangkan tidak dikabulkan oleh Allah Swt.

Kata Ustadz Adi Hidayat, sifat doa itu akan dikabulkan oleh Allah kapan pun disampaikannya. Namun ternyata ada juga doa yang tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah meskipun bersoda dengan cara cara yang bisa dikabulkan Allah Swt. Misalkan berdoa sambil menengadahkan tangan, membaca asmaul husna, berdoa di perjalanan, padahal doa seperti itu langsung dikabulkan oleh Allah Swt.  Apa saja doa yang ditolak oleh Allah tersebut ini penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat.

1. Barang Haram.

Jika seseorang makan barang haram atau minim minuman yang haram, menggunakan barang haram maka doa nya ditolak oleh Allah Swt. Termasuk juga memakai pakaian haram atau perangkat haram, maka barang haram tersebut menjadi penghalang doa dan doa nya tidak akan dikabulkan Allah Swt. "Maka yang haram ini menutup pintu kebaikannya," kata Ustadz Adi Hidayat.

2. Mengerjakan Maksiat.

Jika banyak mengerjakan maksiat, doa yang dipanjatkan oleh orang yang mengerjakan maksiat ini tidak akan dikabulkan Allah Swt. "Mata sering melihat yang haram. Lisan sering berkata yang menyakiti. Telinga dipakai mendengar yang haram," kata Ustadz Adi Hidayat. Kata Ustadz Adi Hidayat, Allah itu mencintai yang baik dan tidak akan menerima kecuali yang baik atau toyib. Jadi kata Ustadz Adi Hidayat tidak akan mungkin yang baik masuk kepada yang tidak baik.

3. Tidak Bertakwa Kepada Allah Swt.

Orang yang tidak bertakwa kepada Allah, maka doa nya tidak akan dikabulkan oleh Allah. Jika tidak bertakwa maka secara otomatis Allah tidak akan mengabulkan doa nya.  Jadi itulah tiga hal yang bisa menjadi penghalang doa dikabulkan oleh Allah SWT.

Referensi : Doa Tidak Akan Dikabulkan Allah Swt, Meski Nangis Semalaman Ini Kata Ustadz Adi Hidayat




Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Ilustrasi : Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya). Berdoa merupakan bentuk ketidakberdayaan manusia pada tuhannya. Doa menjadi satu- satunya cara untuk menyeimbangkan usaha yang sudah dilakukan. Sebab usaha tanpa doa disebut sombong, karena hanya mengandalkan diri sendiri.  Namun doa saja tanpa usaha juga tidak lengkap, karena manusia harus berusaha.  Untuk itu, ada doa yang tidak dikabulkan oleh Allah SWT karena beerapa hal.

Ustadz Adi Hidayat menuturkan, sampai kapanpun doa tidak akan dikabulkan meski sudah melakukan sholat tahajud.  Bahkan berdoa sambil menangis tersedu-sedu tetap doa tidak akan dikabulkan jika masih seperti ini.  Padahal doa dilakukan setelah melakukan sholat tahajud hingga menangis.  Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi jika masih seperti ini dalam hidupnya.

"Sekhusyuk khusyuknya antum berdoa meminta bahkan setelah tahajud kalau memiliki sifat ini sampai kapanpun gak akan pernah dijawab," kata Ustadz Adi Hidayat dikutip BanyuwangiNetwork.com dari Portaljember.com dengan judul Meski Telah Tahajud dan Menangis, Doa Tidak akan Dikabulkan jika Masih Seperti Ini, Kata Ustadz Adi Hidayat.

Tentunya ini menjadi sebuah penghambat doa untuk dikabulkan oleh Allah SWT.  Maka, hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT adalah adanya barang haram yang melekat dalam diri.  Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwasanya Allah SWT sangat membenci hal yang bersifat haram.  Karena pada hakikatnya doa bersifat suci dan akan berlabuh ditempat yang suci yaitu kepada Allah SWT.

Jika doa yang dipanjatkan terlibat yang haram, maka doa tersebut pasti tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah.  "Menangis darah apapun gak akan pernah dijawab oleh Allah SWT selama perangkat hidupnya haram," tuturnya.  Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar sebelum berdoa dan memohon kepada Allah SWT pastikan terlebih dahulu diri dan hal yang melekat dalam diri jauh dari yang haram. Maka dengan begitu, doa pasti akan dikabulkan oleh Allah jika terbebas dari yang bersifat haram. 

Referensi : Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya).


Hati-hati, Jangan Pernah Berdoa sampai Menangis, akan Ada Dosa Ini (Kata Gus Baha: Pokoknya Jangan)

Hati-hati, Jangan Pernah Berdoa sampai Menangis, akan Ada Dosa Ini (Kata Gus Baha: Pokoknya Jangan)

Hati-hati, Jangan Pernah Berdoa sampai Menangis, akan Ada Dosa Ini (Kata Gus Baha: Pokoknya Jangan). Ternyata ada sebuah dosa yang bisa didapatkan bila seseorang berdoa sampai menangis kata Gus Baha. Hal itu diungkapkannya berdasarkan ilmu yang didapatkan dari orang tuanya ketika masih menuntut ilmu.  Sebaiknya ikuti penjelasan Gus Baha ini sampai selesai agar tahu dksa yang bisa didapatkan akibat berdoa sampai menangis.

Setiap orang diwajibkan untuk selalu berusaha agar setiap keinginan yang ingin diwujudkan bisa dicapai. Orang yang tidak mau berusaha sama sekali akan mendapatkan kemungkinan kecil harapannya tercapai.  Dalam Islam, selain diminta untuk berusaha juga diwajibkan untuk memanjatkan doa kepada Allah. Melalui doa yang dipanjatkan itu bisa menjadi perantara Allah mengabulkan harapan hamba-Nya.

Ada beberapa cara dalam memanjatkan doa agar menjadi mustajab di hadapan Allah SWT. Salah satu cara yang sering dilakukan umat Islam, yakni memanjatkan doanya sambil meneteskan air mata.  Menurut Gus Baha cara tersebut hendaknya tidak dilakukan karena berpotensi menimbulkan satu dosa.

Ulama muda tersebut pernah mendapat nasehat dari orang tuanya, bahwa kalau berdoa jangan sampai menangis.  "Kamu kalau berdoa jangan terlalu serius sampai menangis, pokoknya jangan," katanya menirukan larangan dari bapaknya.  Orang yang memanjatkan doa sampai menangis bisa mendapatkan satu dosa berupa dosa suudzon.

Hal itu karena orang yang menangis saat berdoa bisa saja meragukan kuasa Allah untuk mengabulkan doa.  Artinya, dia menganggap kalau tidak menangis maka Allah mustahil mengabulkan doanya. Padahal, meskipun dia tidak menangis Allah selalu memberikan kebahagiaan dalam hidupnya.  "Seperti Allah tidak baik saja, Allah itu baik walaupun tidak serius pasti diberi, kalau terlalu serius malah suudzon seolah-olah kalau tidak serius tidak dikabulkan," ungkapnya. Ikuti saran dari Gus Baha ini apabila belum bisa menyingkirkan perasaan yang dimaksud saat berdoa sambil menangis.

Referensi : Hati-hati, Jangan Pernah Berdoa sampai Menangis, akan Ada Dosa Ini (Kata Gus Baha: Pokoknya Jangan)




Wanita Yang Berdoa sambil Menangis (Khaulah binti Tsa'labah)

Ilustrasi : Wanita Yang Berdoa sambil Menangis (Khaulah binti Tsa'labah)

Wanita diciptakan dengan ribuan kemuliaan. Saking mulianya, Allah Swt memerintahkan kita untuk senantiasa mendahulukan wanita daripada yang lain. Kisah tentang kemulian seorang wanita pernah dikisahkan semasa hidup Nabi Muhammad SAW. Salah seorang wanita dengan tingkat keimanan tinggi datangmenemui Nabi. Ia menghadapi suatu kondisi yang mengharuskannya mendapatkan pencerahan. 

Namun ternyata, kala itu Nabi belum bisa menjawab karena belum ada wahyu yang diturunkan Allah terkait hal tersebut. Namun, ini tak lantas membuat si wanita menyerah. Ia berdoa dan memohon kepada Allah agar memberi jalan keluar atas permasalahan hidupnya. 

Ternyata doa ini langsung diijabah Allah Swt. Seketika Nabi menerima wahyu Surat Al-Mujadalah sehingga bisa menjawab permasalahan wanita tersebut. Siapa dia sebenarnya? Mengapa doanya dapat menembus langit ke tujuh dengan demikian cepat?

Nama lengkap wanita ini adalah Khaulah binti Tsa'labah bin Ashram bin Farah bin Tsa'labah Ghanam bin 'Auf. Ia merupakan istri dari Aus bin Shamit bin Qais dan dari pernikahan mereka lahir seorang putra yang diberi nama Rabi'.

Kisah doanya yang mampu menembus langit ini bermula ketika terjadi permasalahan antara dirinya dan suaminya. Dalam kondisi marah, sang suami kemudian mengeluarkan kalimat yang membuatnya merasa cemas dan perlu memperjelasnya kepada Nabi.

Referensi : Wanita Yang Berdoa sambil Menangis




Jumat, 19 Agustus 2022

Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Berdoa merupakan bentuk ketidakberdayaan manusia pada tuhannya. Doa menjadi satu- satunya cara untuk menyeimbangkan usaha yang sudah dilakukan.  Sebab usaha tanpa doa disebut sombong, karena hanya mengandalkan diri sendiri.Namun doa saja tanpa usaha juga tidak lengkap, karena manusia harus berusaha.

Untuk itu, ada doa yang tidak dikabulkan oleh Allah SWT karena beerapa hal.  Ustadz Adi Hidayat menuturkan, sampai kapanpun doa tidak akan dikabulkan meski sudah melakukan sholat tahajud. Bahkan berdoa sambil menangis tersedu-sedu tetap doa tidak akan dikabulkan jika masih seperti ini.

Padahal doa dilakukan setelah melakukan sholat tahajud hingga menangis. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi jika masih seperti ini dalam hidupnya. "Sekhusyuk khusyuknya antum berdoa meminta bahkan setelah tahajud kalau memiliki sifat ini sampai kapanpun gak akan pernah dijawab," kata Ustadz Adi Hidayat dikutip BanyuwangiNetwork.com dari Portaljember.com dengan judul Meski Telah Tahajud dan Menangis, Doa Tidak akan Dikabulkan jika Masih Seperti Ini, Kata Ustadz Adi Hidayat.

Tentunya ini menjadi sebuah penghambat doa untuk dikabulkan oleh Allah SWT.Maka, hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT adalah adanya barang haram yang melekat dalam diri. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwasanya Allah SWT sangat membenci hal yang bersifat haram.

Karena pada hakikatnya doa bersifat suci dan akan berlabuh ditempat yang suci yaitu kepada Allah SWT. Jika doa yang dipanjatkan terlibat yang haram, maka doa tersebut pasti tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah.

"Menangis darah apapun gak akan pernah dijawab oleh Allah SWT selama perangkat hidupnya haram," tuturnya. Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar sebelum berdoa dan memohon kepada Allah SWT pastikan terlebih dahulu diri dan hal yang melekat dalam diri jauh dari yang haram. Maka dengan begitu, doa pasti akan dikabulkan oleh Allah jika terbebas dari yang bersifat haram. 

Referensi : Alasan Doa Tidak Dikabulan Meskipun Sudah Menangis Darah  (Ustadz Adi Hidayat Ungkap Penyebabnya)

Menangislah Saat Berdoa

Ilustrasi : Menangislah Saat Berdoa

Menangis, mengeluh dan menumpahkan curahan hati saat menyampaikan permohonan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, ternyata sangat baik dilakukan, terlebih ketika kita menyampaikan permohonan ampunan kepada Allah. Allah Ta'ala ingin melihat hambaNya berdoa sambil menangis mengharapkan kebaikan dan pertolongan . Bersujud dalam shalat, dan berdoa memohon sambil menangis atas segala kekhilafan dengan niat hati yang tulus ikhlas.

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

 اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ مِّنَ النَّبِيّٖنَ مِنۡ ذُرِّيَّةِ اٰدَمَ وَمِمَّنۡ حَمَلۡنَا مَعَ نُوۡحٍ وَّمِنۡ ذُرِّيَّةِ اِبۡرٰهِيۡمَ وَاِسۡرَآءِيۡلَ وَمِمَّنۡ هَدَيۡنَا وَاجۡتَبَيۡنَا‌ ؕ اِذَا تُتۡلٰى عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُ الرَّحۡمٰنِ خَرُّوۡا سُجَّدًا وَّبُكِيًّا ۩

 “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam : 58)

Dalam Kitab Fiqih Sunnah, karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa, ayat ini berlaku kepada seseorang yang sedang mengerjakan shalat ataupun pada waktu lainnya. Abdullah bin Syikhir, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengerjakan shalat sambil menangis terisak-isak seakan-akan pada dadanya terdapat bunyi air mendidih di dalam ceret.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi, dan ia mensahihkannya)

Ali radhiyallahu'anhu berkata, “Pada waktu Perang Badar, tak seorangpun yang mengendarai kuda selain Miqdad bin Aswad. Pada malam harinya, tak seorang pun yang bangun untuk mengerjakan shalat selain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau berada di bawah sebatang pohon dan mengerjakan sholat sambil menangis hingga pagi hari.” (HR. Ibnu Hibban) Aisyah radhiyallahu'anha menceritakan bahwa sewaktu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam sakit menjelang kewafatannya, beliau bersabda,

“Suruhlah Abu Bakar agar ia mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin.” Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, Abu Bakar itu adalah orang yang lembut hati. Ketika membaca Al Qur’an, ia sering menangis.’ Sebenarnya aku mengatakan demikian disebabkan kekhawatiranku bahwa kaum mulismin nantinya akan merasa berdosa jika tidak memosisikan Abu Bakar sebagai pengganti pertama terhadap kedudukan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akan tetapi, beliau tetap berkeras dengan perintahnya. ‘Suruhlah Abu Bakar mengerjakan shalat sebagai imam bagi kaum muslimin. Aku tahu bahwa kamu kaum wanita tak ada bedanya dengan istri Nabi Yusuf a.s’”(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi mensyahihkannya) Sikap Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mempertahankan Abu Bakar sebagai imam kaum muslimin, padahal beliau telah diberitahu bahwa ia sering menangis dalam shalatnya merupakan dalil bahwa menangis dalam shalat itu diperbolehkan.

Ketika Umar ibnu Khatthab mengerjakan shalat subuh dan membaca surah Yusuf, kemudian pada saat membaca ayat, ‘Aku mengadukan kerisauan serta kesusahan hatiku hanya kepada Allah,’ kemudian terdengarlah bunyi isak tangisnya.” (Riwayat Bukhari, Sa’id bin Mansur, dan Ibnu Mundzir)

Muslimah, menangis bukanlah sesuatu hal yang memalukan. Bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam selalu menangis ketika mendengar ayat Al-Qur’an dibacakan, getaran-getaran iman mereka ditunjukkan lewat tangisan. Percayalah, bahwa kelembutan hati bisa membawa kita menjadi hamba yang lebih peka.

Jika begitu sukar untuk berdoa sambil menangis, ingatlah bahwa ada tujuh golongan manusia yang bisa mendapatkan naungan dari Allah SWT pada hari kiamat kelak. Diantara mereka adalah orang yang seraya berdoa dan berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu menteskan air mata. Perhatikan hadis berikut: “Dua mata yang tidak akan disentuh api Neraka, yakni mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga karena siaga (saat berjihad) di jalan Allah.” (HR at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani dalam al-Misykaah)

Maka, berdoalah dalam keadaan hati yang percaya bahwa Allah memberikan segala ujian tak mungkin di luar batas kemampuan ummatNya.

Referensi : Menangislah Saat Berdoa









Jika Berat Menangislah, Karena Air Mata Itu Doa Saat Anda Tak Mampu Berbicara

Jika Berat Menangislah, Karena Air Mata Itu Doa Saat Anda Tak Mampu Berbicara

Jika Berat Menangislah, Karena Air Mata Itu Doa Saat Anda Tak Mampu Berbicara. Untuk Anda yang merasa berat karena problema hidup yang dialami saat ini dan ingin menangis, maka menangislah. Tidak perlu merasa malu, karena air mata yang keluar itu sebagian adalah doa. Toh, menangis merupakan salah satu cara terbaik menumpahkan segala rasa di hati, ketika diri tak mampu lagi berbicara.

Menangislah dan tak perlu menahannya, jika Anda ingin. Sambil menangis, Anda pun bisa berdoa dengan tulus dan ikhlas. Memohon sesuatu yang baik untuk diri Anda dan bisa menyembuhkan.  Jika Anda malu dan ragu, Anda perlu tahu manfaat menangis berikut ini :

Menangis Bukan Solusi, Namun Ampuh Menenangkan Hati

Menangis memang bukan untuk menemukan solusi. Namun air mata yang jatuh itu sangat ampuh sebagai obat penenang. Menangis membuat tubuh lebih relaks dan hati merasa sedikit lega. Nah, ketika hati sedikit lebih baik, Anda baru bisa berpikir solusinya.

Menangis akan Menyeimbangkan Pikiran

Ketika menangis, tubuh memproduksi zat endorfin atau zat bahagia. Zat ini akan menstabilkan pikiran dan menyeimbangkan emosi. Secara psikologis, menangis akan membuat seseorang lebih tegar.

Selain itu, banyak sekali lho manfaat yang didapat dari menangis, khususnya untuk kesehatan tubuh dan pikiran. Jangan menahan air mata dan menangislah seperlunya, ketika memang ingin menangis. Setelah itu, ambil satu langkah ke depan untuk menyelesaikan segala tantangan dan merengkuh impian.

Referensi : Jika Berat Menangislah, Karena Air Mata Itu Doa Saat Anda Tak Mampu Berbicara.

Meneteskan air mata saat berdoa

Meneteskan air mata saat berdoa

Meneteskan air mata saat berdoa. Setiap manusia pasti pernah merasakan didalam perjalanan hidupnya suatu ketika menemukan jalan buntu, kebuntuan dalam hidup kita tersebut macam-macam bisa menjadi penyebabnya, ada masalah keuangan, kesehatan, hubungan antara sesama bahkan dengan keluarga, bisnis ataupun pekerjaan.

Sudah umum dimasyarakat kita, baru mau mengandalkan Allah SWT jika merasa semua jalan ditempuh terasa tidak menghasilkan alias buntu, baru kita mau berdoa sampai-sampai meneteskan air mata saat berdoa.

Dan kalaupun sudah mau menjalankan atau melakukan doa tidak sabar, keinginannya selalu cepat dikabulkan, padahal segala sesuatu di dunia ini membutuhkan proses, jadi kita harus sabar menunggu hasilnya sambil menikmati prosesnya.

Didalam berdoa sangat bagus jika kita mampu sampai meneteskan air mata saat berdoa, tapi menangis yang sampai ke hati, dengan penuhi hati dengan harapan hanya kepada Allah SWT yang maha bisa mengabulkan doa-doa kita.

Ada sebuah kisah dari seorang ulama besar di Madinah, ulama besar ini mengisahkan ketika beliau berada di masjid Nabawi, ulama besar ini melihat seorang laki-laki didalam masjid yang sedang berdoa sambil menangis tersedu-sedu.

Sampai-sampai kata ulama besar semua orang-orang sekitarnya yang sedang berdoa menjadi sedih, seakan-seakan setiap orang yang mendengarnya jadi menangis, karena saking sedihnya ratapan doa laki-laki tersebut.

Ulama besar tersebut akhirnya tidak tahan mendengar dan melihat laki-laki meneteskan air mata sambil berdoa, lalu beliau menghampirinya sambil bertanya "pak kenapa bapak meneteskan air mata saat berdoa, doa bapak kami mendengar nya jadi ikutan sedih"

Si bapak yang berdoa tadi menoleh sambil menjawab "wahai Syaikh bagaimana saya tidak menangis dan meneteskan air mata saat berdoa, saat ini istri saya sedang menunggu saya dirumah sakit, untuk membawakan uang agar bisa dioperasi, sedangkan jangankan uang sebanyak itu sedikit saja saya tidak tidak punya"

Ulama besar itupun terkejut dia sangat memaklumi keadaan dan kesedihan si bapak tersebut pantas saja berdoa sambil meneteskan air mata dan tersedu menangis.

Ketika waktu sholat subuh tiba ulama besar tersebut menjadi imam shalat subuh, karena saat membaca bacaan ketika sholat suara ulama besar inipun sampai terdengar keluar masjid, sebab masjidnya menggunakan pengeras suara.

Tiba-tiba ada orang kaya disekitar masjid Nabawi ini mendengar suara ulama besar tadi kaget, karena dia merasa kenal dengar suara tersebut dan dia rupanya sering mendengar ceramah ulama besar. 

Setelah selesai sholat subuh orang kaya tersebut bergegas ke masjid Nabawi dengan tujuan untuk menemui ulama besar tersebut, setibanya didepan ulama besar tersebut si orang kaya tersebut menyampaikan bahwa dia sedang mencari orang yang bisa dia bantu untuk menyelesaikan masalahnya.

Ulama besar ini pun kaget, lalu di menoleh ke tempat bapak bapak yang tadi malam berdoa sambil menangis, lalu memanggilnya dan mempertemukan dengan orang kaya tersebut.

Ketika keduanya bertemu dan saling bertanya masalah nya masing-masing tiba keduanya sama-sama menangis tersedu-sedu, sampai ulama besar tersebut heran dan bertanya.

"Wahai saudaraku kenapa kalian berdua menangis?.." lalu si orang kaya pun menjawab "wahai ulama besar ternyata uang yang akan saya sedekah kan dari hasil hitungan zakat harta saya, sama persis dengan kebutuhan uang bapak yang sedang ditunggu istrinya dirumah sakit untuk operasi"

Ulama besar tersebut pun mata nya berkaca kaca dan berucap Allahu Akbar, maha besar Allah SWT yang telah mengabulkan doa kedua hamba ini, dengan jalan yang sangat luar biasa.

Doa dan Air Mata

Ilustrasi : Doa dan Air Mata

Salah satu cara yang sering dilakukan umat Islam, yakni memanjatkan doanya sambil meneteskan air mata. Menurut Gus Baha cara tersebut hendaknya tidak dilakukan karena berpotensi menimbulkan satu dosa

Ulama muda tersebut pernah mendapat nasehat dari orang tuanya, bahwa kalau berdoa jangan sampai menangis.Perhatikan dengan hati paling bening. Betapa kita jarang menyatakan kerinduan cinta kepada Sang Khaliq dengan rintihan dan air mata. Hari-hari dipenuhi dengan kesenangan dan hura-hura. Hidup seakan tak menemukan wajah sejatinya karena didera tawa yang menutup bashirah (mata batinnya) untuk menatap wajah Ilahi. Padahal, sungguh pada setiap desah napas adalah untaian langkah perjalanan menuju hari akhir.

Teringatlah kita akan sikap mahabbah penuh cinta para perindu Ilahi. Siang hari, ia mengepakkan sayap kehidupannya dengan penuh marhamah (kasih sayang), bagaikan singa jantan ia menunddukan dunianya. Tetapi, bila kelambu malam menyelimuti dirinya, ia pun meneteskan air mata, merintih penuh harap dan takut, bagaikan anak kucing yang merindu dalam dekapan induknya.

Alangkah indahnya tetesan air mata yang merembes dari kelopak mata karena takut, cemas, dan penuh harap ke hadirat Ilahi. Sejatinya, memang tangisan itu adalah bahasa batin. Ungkapan kalimat yang tidak mungkin diungkapkan dan diartikulasikan sepenuhnya dengan bahasa lisan. Allah berfirman, "Dan sujudlah mereka sambil menangis, dan bertambah khusyuk." (QS al-Isra’ [17]: 109).

Tangisan yang muncul karena takut kepada Allah, akan menambah rasa khusyuk dan keyakinan bahwa dia akan terbebaskan dari beban yang berat di dunia dan di akhirat. Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah.” (HR Tirmidzi dalam Riyaduh Shalihin, I/393).

Rasulullah SAW tidak hanya berkata-kata tentang betapa pentingnya menangis, tetapi beliau pun memberikan contoh kemuliaan akhlaknya dengan menunjukkan sikapnya bahwa menangis itu memang dibutuhkan. Ketika shalat dan berdoa, Rasul khusyuk dan tenggelam dalam kerinduan kepada Allah disertai dengan isak tangis yang merintih.

Imam Abu Dawud meriwayatkan, “Saya datang kepada Nabi SAW, sedangkan beliau melaksanakan shalat, maka terdengar napas tangisannya bagaikan suara air mendidih dalam bejana.” (HR Abu Daud dari Abdullah bin as-Sykhir RA dalam Riyadus Shalihin, I/394).

Hal serupa juga ditunjukkan Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah. Ali berkata, “Tetesan air mata dan ketakutan hati adalah bagian dari rahmat Allah saat berzikir kepada-Nya. Jika kamu mendapatkan kondisi ini, sampaikan doamu. Dan sekiranya ada seorang hamba dalam umat ini menangis, niscaya Allah SWT menyayangi umat itu karena zikirnya yang disertai tangisan.” (Biharul Anwar, 93: 336).

Menangislah dengan deraian air mata. Ia sangat diperlukan untuk menundukkan hati dan jiwa yang kaku karena tak pernah merasa takut kepada Allah. Menangislah, karena tangisanmu akan membawamu pada perasaan yang halus dan peka pada kehidupan.

Karena itu, saudaraku, iringilah doa-doamu dengan air mata. Adukan suka-dukamu kepada Allah dengan wajah basah dan hati gerimis. Karena sesungguhnya, di setiap tetes air matamu akan ada ijabah Ilahiyah yang tersenyum.

Referensi : Doa dan Air Mata



Ciri-ciri Doa yang Dikabulkan Allah Swt

Ciri-ciri Doa yang Dikabulkan Allah Swt

Setiap muslim selalu berdoa kepada Allah untuk mewujudkan keinginannya. Dengan berdoa, manusia menjadi dekat dengan Allah Swt. Doa akan terkabul dengan caranya masing-masing. Allah memiliki cara tersendiri dalam mengabulkan doa hamba-Nya, seperti dalam hadits Thabrani dikutip dari buku berjudul Mutiara Mukmin Milenium. 

"Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan oleh-Nya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah serupa." (HR Thabrani).

1. Yakin Terkabul

Kita harus yakin bahwa setiap permohonan yang dipanjatkan pasti akan dikabulkan.

Dalam HR Ahmad disebutkan:

"Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merasiakan dari yang lain. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah maka mohonlah denhan penuh keyakinan bahwa doamu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang lalai dan lengah." (HR Ahmad).

2. Mengawali Doa dengan Pujian dan Sanjungan kepada Allah

Kemudian diikuti dengan bacaan sholawat kepada rasulullah. Kemudian mengakhirinya dengan cara yang sama.

3. Merendahkan Suara

Ketika berdoa kita harus merendahkan suara yaitu antara samar-samar dan keras. Hal ini sesuai dengan Surat Al A'raf ayat 55.

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ - ٥٥

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

4. Merendahkan Diri

Selain merendahkan suara, kita harus merendahkan diri, khusyu, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut tidak dikabulkan) dalam berdoa.

Hal ini sesuai dengan surat Al Anbiya ayat 90:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ - ٩٠

"Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu kepada Kami."

5. Memanjatkan Doa Berulang

Memanjatkan doa hendaknya dilakukan berulang yakni tiga kali. Selain itu kita harus berdoa menghadap kiblat serta mengangkat kedua tangan.

Ciri doa yang akan dikabulkan Allah SWT lainnya yakni ketika berdoa hati merasa takut, kulit bergetar, dan mata mengeluarkan air mata. Hal ini dikutip dari buku bertajuk 'Tanya Jawab Islam: Piss KTB oleh PISS KTB, TIM Dakwah Pesantren.

Selain itu ada 3 doa yang dikabulkan Allah:

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عنهُ قالَ: قالَ: رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: " ثَلاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهنَّ: دَعْوَةُ المَظلومِ، وَدَعْوَةُ المسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلى وَلدِهِ " رواه أَبُو داود والترمذي

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata: Rasulullah bersabda:

"Ada 3 doa yang pasti dikabulkan oleh Allah yaitu doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa orangtua kepada anaknya." (HR Abu Dawud dan Imam Tirmidzi).

Referensi : Ciri-ciri Doa yang Dikabulkan Allah Swt