This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 19 Agustus 2022

Doa dengan Air Mata Menembus Batas Dimensi: Yang Mustahil Menjadi Berhasil

Ilustrasi : Doa dengan Air Mata Menembus Batas Dimensi: Yang Mustahil Menjadi Berhasil

Doa bukan sekedar permintan tetapi memberikan makna tersendiri bagi umat beragama, termasuk muslim. Doa merupakan sumber kekuatan, terutama jika kita berada di masa sulit. Dengan doa seolah seorang umat memiliki senjata, obat, serta pintu dalam segala kebaikan.

Beragam hal diminta seorang umat saat berdoa, mulai dari kekuatan, keberanian, penghiburan, keselamatan, atau apa saja yang diinginkan. Selain memberikan ketenangan, berdoa memberikan manfaat lain bagi kesehatan. Seperti orang yang depresi ketika berkeluh kesah, dengan berdoa kepada Allah secara tidak ia sadari akan membuat dirinya menjadi lebih optimis dalam menjalani hidup.

Namun, doa bukan sekedar permintaan basa-basi. Doa bukan formalitas belaka tanpa makna. Karena itulah, Sahabat Rasulullah yakni Umar bin Khattab pernah mengajak kaumnya untuk berdoa seperti anak kecil. Seperti apakah anak kecil ketika meminta sesuatu?

Merengeklah, memintalah, bahkan keluarkan air matamu ketika mengeluarkan semua keinginan dan keluh kesahmu layaknya seorang anak kecil yang sedang meminta sesuatu dari orang tuanya. Tangisan dalam doa sebenarnya bukan bermaksud supaya Allah mau mengabulkan atau segera mengabulkan doa kita, karena tujuan dari tangisan tersebut bukanlah Allah kasih atau tidak.

Namun, ada tujuan yang lebih utama dari tangisan dalam doa, yakni sebagai penyelamat dari siksa neraka kelak. Tetesan air mata di jalan Allah bisa memadamkan kobaran api neraka. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menangis karena Allah, akan Allah haramkan jasadnya disentuh neraka jahanam,”

Berdoa dengan mengeluarkan air mata di keheningan malam ketika orang-orang terlelap tidur dan harap kepada Allah, maka air mata pun bisa mempercepat ijabah dari setiap doa-doanya. Efek tetesannya mampu menembus batas-batas dimensi.

Rasulullah SAW mengingatkan, “Takutlah engkau akan doa (termasuk air mata) orang-orang yang dizalimi, sesungguhnya tiada lagi jarak pemisah antara Allah dengan orang tersebut.” (HR At Tirmidzi).

Inilah alasannya Rasulullah menggunakan air mata untuk bahasa sehari-hari untuk berkomunikasi dengan Allah. Tangisan mereka merupakan simbol kecintaan mereka kepada Allah sebagai Tuhan yang diagungkan dan dipercaya. Cinta yang bersumber dari kuatnya harapan akan ridha dan kasih sayang Allah dan terpadu dengan rasa takut akan murka Allah.

Sikap seperti ini akan mampu membuat umat yang mencintai Allah menjadi menjaga sikapnya dan tingkah lakunya agar jangan sampai mendzalimi orang lain karena air mata orang-orang yang terzalimi mendatangkan murka Allah kepadanya.

Doa dengan air mata adalah bukti kesungguhan bukan sekedar untuk meminta, namun kesungguhan persaksian bahwa hanya Allah yang bisa memberikan, mengampuni dan membuat hal mustahil menjadi berhasil. Doa bukan sekedar permintaan, tetapi persoalan keyakinan. Yakin bahwa Dzat yang Maha Segalanya mampu melampuai segalanya.

Doa adalah senjata terbaik umat Islam begitulah Nabi bersabda. Doa adalah keintiman seorang hamba ketika menyerahkan diri secara total hanya kepada Sang Pencipta. Permohonan kepada Tuhan sekaligus bentuk tauhid yang meniadakan yang lain yang tak layak dipertuhankan.

Hamba yang selalu berdoa akan merasa tidak sendirian karena ia selalu bersama Yang Maha Ada. Bukan persoalan dikabulkan atau tidak, tetapi keyakinan dengan kekuatan Sang Pencipta yang mustahil akan berhasil.

Referensi : Doa dengan Air Mata Menembus Batas Dimensi: Yang Mustahil Menjadi Berhasil

Doa Orang yang Terzalimi dan Artinya untuk Memohon Pertolongan Allah Swt

Ilustrasi : Doa Orang yang Terzalimi dan Artinya untuk Memohon Pertolongan Allah Swt

Doa Orang yang Terzalimi dan Artinya untuk Memohon Pertolongan Allah Swt. Salah satu doa yang pasti dikabulkan oleh Allah ialah doa orang yang terzalimi. Oleh karenanya, umat Muslim selalu diingatkan untuk tidak berbuat zalim kepada orang lain, bahkan kepada hewan dan tumbuhan.

Perbuatan zalim juga merupakan perbuatan tercela yang dilarang oleh Allah. Secara bahasa, zalim berarti celaka. Sedangkan secara istilah, zalim dapat diartikan sebagai perbuatan mencelakan orang lain dengan menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat agama.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah mengingatkan kepada umatnya untuk takut kepada doa orang yang terzalimi. Sebab, di momen itulah tidak ada pembatas antara orang yang terzalimi dan Allah. Peluang didengar dan dikabulkannya doa mereka juga besar.

Sebagaimana hadits yang dikutip dari buku Doa, Zikir, Wirid & Pengobatan Islami paling Mustajab oleh Ipnu R Noegroho, diriwayatkan dari Muadz bin Jabal radhiyallahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: “Takutlah kepada doa orang-orang yang terzalimi atau teraniaya, sebab tidak adanya  hijab atau pembatas antaranya dengan Allah.” (HR. Muslim)

Abu Al-Darda dalam buku Ubah Masalah Jadi Berkah menjelaskan, doa orang yang terzalimi dan doa anak yatim akan naik ke langit seperti percikan bunga api yang membumbung tinggi hingga terbukalah pintu-pintu langit untuknya. 

Maka saat seseorang sedang dizalimi, dianjurkan bagi mereka untuk selalu berdoa kepada Allah. Mohonlah kebaikan kepada-Nya, niscaya Dia akan mengabulkannya.

tercantum pada Alquran surat An-Naml ayat 62. Adapun bacaan doa lengkapnya sebagai berikut:

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

"Amman yujiibul mudhtharra idzaa da’aahu wayaksyifussuu-a wayaj’alukum khulafaa-al ardhi ailahun ma’allahi qaliilaa maa tadzakkaruun(a)."

Artinya: "Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)?. Amat sedikitlah kamu mengingat-ingat(-Nya)."

Dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri, terdapat doa untuk menghilangkan segala kesedihan dan memohon pertolongan Allah yang dapat dibaca setelah sholat, terutama sholat malam.

Bismillahir rahmaanirrahiimi waminkal faru wailaikalmustaka wabikal mustaanu walaa haula walaa quwwata illa billahi aliyyil azhiimi

Artinya: Dari Engkaulah kelapangan, dan kepada engkaulah segala sesuatu yang perlu dimohokan akan pertolongan, tidak ada daya dan kekuatan serta uaya hanyalah dengan pertolongan Allah semata.”

Doa di atas adalah permohonan kepada Allah agar melapangkan hati saat dilanda kesusahan dan kesedihan. Selain itu, doa ini juga memohon ampunan untuk orang yang menzalimi ataupun menyakiti. 

Referensi Doa Orang yang Terzalimi dan Artinya untuk Memohon Pertolongan Allah Swt





Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama

Ilustrasi Gambar : Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama

Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama. Dua hal yang perlu dijaga oleh setiap jiwa ini sangat perlu diketahui. Yang demikian agar kita bisa senantiasa menghindari dua perkara tersebut demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kitab Hayatu as-Salaf bayn al-Qawl wa al-‘Amal karya Syekh Ahmad bin Nashir Ath Thayar menyebutkan dua hal tersebut dengan keterangan di bawah ini:

اتقوا دمعه اليتيم و دعوة المظلوم فإنهما يسيران بالليل والناس نيام

Peliharalah dirimu dari dua hal yaitu air mata anak yatim  dan doanya orang yang tersakiti. Sebab saat engkau tertidur lelap di malam hari, tak mustahil anak yatim dan orang yang kau zalimi sedang menangis dan mengadukan kejahatanmu kepada Allah

Hal pertama yang perlu dijaga adalah air mata anak yatim, maksudnya adalah kita menjaga anak yatim agar matanya tak meneteskan air mata kesedihan. Kehadiran anak yatim merupakan sebuah tanda bahwa Allah ingin mengetahui siapa diantara kita  yang akan menanggung kehidupan mereka. Anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan untuk masalah fisik, seperti pakaian, makanan, minuman, dan tempat tinggal. Mereka juga membutuhkan curahan kasih sayang. Allah meminta umat Islam untuk memperlakukan anak yatim sebagaimana anak sendiri, tidak dibedakan. Jangan sampai anak yatim ini merasa disakiti.

Dengan menjaga air mata anak yatim agar tidak menetes dari mata mereka, sebenarnya kita berinvestasi dengan hal yang mulia untuk kehidupan yang lebih baik. Dalam hadis riwayat Thabrani, Rasulullah pernah bersabda “Bila engkau ingin agar hati menjadi lembut dan damai dan engkau mencapai keinginanmu, sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan seperti yang engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang serta lembut dan keinginanmu akan tercapai.” (HR Thabrani)

Yang kedua adalah doa orang yang tersakiti. Doa orang yang tersakiti memang mujarab, langsung didengar dan dikabulkan oleh-Nya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadis,

Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Di tangan mereka, doa lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang tersakiti itu. Karena jika sudah keluar dari mulut, ia akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha kuasa.

Adapun keterangan dalam kitab Hayatu as-Salaf bayn al-Qawl wa al-‘Amal disebutkan bahwa anak yatim yang meneteskan air mata dan orang yang tersakiti itu bisa saja menangis kepada Allah dan mengadukan setiap kejahatan yang mereka terima. Ucapan dan doa kedua orang tersebut bukanlah ucapan dan doa orang biasa, melainkan ucapan dan doa dua insan yang istimewa. Sebab Allah akan tidak akan pernah lupa dan akan memberikan balasan kepada orang yang berbuat jahat atau dzalim kepada keduanya.

Janji Allah kepada orang-orang yang teraniaya atau terzalimi sangat indah. Bahkan dikatakan bahwa Allah akan dengan senang hati segera menjabah doa kaum yang teraniaya tanpa syarat apapun. Begitu kiranya yang disabdakan Rasulullah dalam Hadist sebagai berikut, “Takutlah kepada doa kaum yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”. (HR Bukhari).

Referensi : Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama



Doa Orang Ini Terkabul, Ampuhnya Permohonan Manusia yang Dizalimi (Penjelasan Ustadz Abdul Somad)

Ilustrasi Ceramah : Doa Orang Ini Terkabul, Ampuhnya Permohonan Manusia yang Dizalimi (Penjelasan Ustadz Abdul Somad)

Doa secara harfiah berarti memanggil, mengajak, mengundang, menyeru, dan memohon. Sedangkan doa dalam pengertian amalan adalah memanggil Allah untuk mengajukan permohonan kepada-Nya. Doa dalam artian memanggil Allah dalam rangka mengajukan permohonan kepada-Nya, begitu penting bagi kita sebagai muslim.

Karena berdoa merupakan tanda bahwa manusia membutuhkan Allah dalam kehidupan ini. Yang dimaksud doa terkabul karena keadaan adalah keadaan pendoa dan materi doa. Jadi, subyek doa merupakan unsur terpenting dari terkabulnya sebuah doa. Karenanya, dalam banyak riwayat disampaikan, bahwa doa para Nabi, Ulama, pemimpin yang baik, guru, orangtua, dan orang yang dizalimi adalah mustajab dan terkabul doanya atau dipenuhi oleh Allah Swt.

Alasan rasionalnya adalah karena mereka dekat dengan Allah, sehingga mampu memanjatkan doa dengan ikhlas. Ustadz Abdul Somad menerangkan dahsyat dan terkabulnya doa orang yang dizalimi.  Dalam ceramahnya ustadz Abdul Somad menceritakan kisah seorang nelayan yang dizalimi oleh sang raja:

Lalu, doa, pada prinsipnya, adalah ibadah. Karenanya, doa diperintahkan oleh Allah SWT.  Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sehingga, manusia yang menafikan doa dikatakan sombong. Lihat Al Quran surah Al-Mu'min: 60. Dengan demikian, doa menempati posisi sentral dalam amalan keagamaan. Selanjutnya, berbagai rujukan menyebutkan, bahwa doa yang sering dipraktekkan oleh orang Islam terbagi menjadi dua macam.

1. Doa yang terkabul (maqbul atau mustajab);

2. Doa yang tidak terkabul (ghairu maqbul).

Pembagian ini didasarkan pada output doa yang dipanjatkan oleh pendoa.  Tapi, output adalah bagian di luar kemampuan pengetahuan manusia.  Maka, yang perlu dilakukan oleh pendoa adalah upaya maksimal dalam berdoa.  Kaidah-kaidah yang ditetapkan tentang doa terkabul (maqbul atau mustajab) sudah dituntunkan oleh Allah lewat Rasul-Nya.

Jika, dikategorikan, kaidah tersebut terbagi menjadi 3, yaitu:

1. Doa terkabul karena keadaan;

2. Doa terkabul karena waktu;

3. Doa terkabul karena tempat.

Yang dimaksud doa terkabul karena keadaan adalah keadaan pendoa dan materi doa.  Jadi, subyek doa merupakan unsur terpenting dari terkabulnya sebuah doa. Karenanya, dalam banyak riwayat disampaikan, bahwa doa para Nabi, Ulama, pemimpin yang baik, guru, orangtua, dan orang yang dizalimi adalah mustajab dan terkabul doanya atau dipenuhi oleh Allah.

Alasan rasionalnya adalah karena mereka dekat dengan Allah, sehingga mampu memanjatkan doa dengan ikhlas.  Ustadz Abdul Somad menerangkan dahsyat dan terkabulnya doa orang yang dizalimi.  Dalam ceramahnya ustadz Abdul Somad menceritakan kisah seorang nelayan yang dizalimi oleh sang raja:

“Takut kamu kepada doa orang yang teraniaya!”ujarnya.  “Ada seorang nelayan yang dalam keadaan lapar, menangis meneteskan air mata, karena tidak makan,”ujarnya lagi.

“Kemudian dia ambil jaringnya, dia pun pergi ke tengah laut untuk menangkap ikan.” “Alhamdulillah usahanya dikabulkan Allah. Senang hati melihat seekor ikan dan dia pun bawa pulang.”  “Tapi ditengah perjalanan ikan tersebut diambil oleh sang raja penguasa yang dzalim.”

“Mau tidak mau suka tidak suka nelayan yang lemah itu pulang, sementara anaknya dalam keadaan lapar menangis dan meratap.” “Karena merasa dizalimi, maka nelayan itu berdoa; ya Allah Raja sudah menunjukkan kuasanya padaku yang lemah, maka tunjukkanlah kuasaMu, ya Allah.”  “Akhirnya raja yang menzalimi dengan cara merampaskan ikannya itu jatuh sakit, terkena tusukan taring ikan,”pungkasnya. Jadi, waspadalah dengan doa orang yang dizalimi karena doa orang tersebut terkabul dan mustajab.

Referensi : Doa Orang Ini Terkabul, Ampuhnya Permohonan Manusia yang Dizalimi (Penjelasan Ustadz Abdul Somad).



Doa Yang Tidak Akan Tertolak Allah Swt

Ilustrasi : Doa Yang Tidak Akan Tertolak Allah Swt

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi, Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.” (Hadis Hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) 

Penjelasan Hadis

Hadits ini menjelaskan tiga kelompok orang yang doanya tidak tertolak, yaitu: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan orang yang terzhalimi. 

Kalimat “Tiga orang yang doanya tidak tertolak” menjelaskan faktor-faktor dan ciri-ciri orang yang doanya cepat terkabul, baik berdoa untuk diri sendiri maupun orang lain. Faktor pengabulan doa disebabkan kebaikan yang melekat pada diri mereka, atau karena ketundukan kepada Allah ketika berdoa. Para ulama hadis menjelaskan bahwa penyebutan bilangan “tiga” tidak menunjukkan pembatasan jumlah tetapi hanyalah keterangan di antara orang-orang yang doanya cepat terkabul.

Pertama: Pemimpin Yang Adil

Yang dimaksud kalimat “pemimpin yang adil” adalah penguasa wilayah yang mengurusi segala urusan manusia dan ia berlaku adil, mentaati perintah Allah dengan meletakkan sebuah kebijakan sesuai tempatnya. Penyebutan “pemimpin yang adil” didahulukan karena keumuman manfaat serta nilai kehadirannya berkaitan dengan kepentingan publik dan hajat hidup rakyat. 
Menurut Ibn Mandhur dalam kamus Lisan Arab, adil adalah sesuatu yang hawa nafsu tidak mempengaruhi untuk menyimpang/lalim dalam suatu keputusan. Adil merupakan putusan dengan jalan yang benar atau memutuskan dengan benar (Lisanul Arab, XI: 430). Menurut Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki, pemimpin yang adil ini adalah ia yang mematahkan ‘duri’ orang-orang zalim dan pelaku kriminal. Ia menjadi sandaran kaum dhuafa dan orang-orang miskin. Dengan kehadiran pemerintah yang adil, urusan publik terselesaikan sehingga mereka merasa aman dan terjamin jiwa, harta, dan nama baiknya.

Kedua: Orang Yang Berpuasa

Kalimat “orang yang berpuasa sampai ia berbuka” meliputi orang-orang yang berpuasa sunnah maupun wajib, khususnya puasa di bulan Ramadhan. Terkabulnya doa orang yang berpuasa disebabkan kuatnya unsur kedekatan diri kepada Allah SWT, mengosongkan jiwa dari perkara mubah dan godaan syahwat. 

Ibadah “lapar” tersebut menghasilkan kolaborasi kuat antara nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai kemanusiaan sehingga mereka terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat. 

Oleh karena itu, orang yang berpuasa hendaklah memanfaatkan moment berpuasa untuk memperbanyak do’a dengan penuh keikhlasan dan ketundukan kepada Allah SWT dengan keyakinan terkabulnya doa. Kalimat “sampai ia berbuka” menunjukkan masa terkabulnya doa tidak terikat dengan waktu-waktu tertentu, tetapi detik-detik waktu sepanjang berpuasa sejak terbit fajar sampai matahari terbenam merupakan waktu mustajab. 

Dalam kondisi darurat pandemik Covid 19 saat ini misalnya, doa orang-orang yang berpuasa Ramadan dapat menjadi upaya batin guna melewati wabah ini.Allah yang menguji kualitas syukur dan sabar manusia dengan musibah, maka Dia pula yang mengangkatnya. Allah yang menguji manusia dengan rasa takut, maka Dia pula yang mengangkatnya. Manusia hanya berusaha secara lahir dan bathin, namun hasil usaha milik Allah semata. Untuk itu, umat Islam hendaklah menajamkan usaha dengan doa, karena tidak ada yang dapat menolak turunnya wabah atau melenyapkannya kecuali doa.

Dalam sebuah hadis dari Salman al-Farisi, Rasulullah SAW bersabda, 

“Tidak ada yang dapat menolak qadha' kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah (kualitas) usia kecuali ketaatan.” (Hadis Shahih diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)

Ramadan adalah momentum umat Islam untuk bersatu melawan Covid 19 dengan doa dalam berbagai kesempatan, secara individu maupun berjemaah. Berdoalah selepas shalat, berdoalah selepas tilawah, berdoalah dalam munajatmu di malam hari, berdoalah bersama keluarga setiap berbuka puasa dan sahur. 

Karena Allah SWT memiliki sifat al Hayyu yang artinya malu, dimana Dia merasa malu jika hamba-Nya mengangkat kedua tangan seraya berdoa kepada-Nya namun Dia tidak mengabulkannya. 

Dalam sebuah hadits dari Salman al-Farisi, Rasulullah SAW bersabda, 

Sesungguhnya Allah Maha Pemalu. Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa.” (Hadis Shahih diriwayatkan oleh Ibnu Majah) 

Ketiga: Orang Yang Terzalimi

Kalimat “dan doa orang yang terzalimi” merupakan peringatan keras dan ancaman bagi para pelaku kezhaliman baik individu maupun kolektif. Doa orang teraniaya atau yang terzalimi termasuk salah satu doa yang mudah diijabah oleh Allah SWT. Berhati-hatilah, karena diantara dirinya dengan Allah tidak ada hijab. Sumpah, cacian dan kata-kata buruk adalah doa yang didengar Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. An-Nisa: 148)

Oleh karena itu, marilah kita menajamkan usaha dengan berdoa sepanjang bulan suci Ramadhan ini agar Allah SWT segera melenyapkan Covid 19 dari bumi Indonesia khususnya, dan seluruh penjuru dunia pada umumnya. Sekian, semoga bermanfaat. 

Referensi : Doa Yang Tidak Akan Tertolak Allah Swt





Menangis dalam Islam (Bisa Datangkan Pertolongan Allah Swt di Akhirat)

Menangis dalam Islam Bisa Datangkan Pertolongan Allah Swt di Akhirat. Menangis dalam Islam adalah seseuatu yang sama sekali tidak dilarang. Menangis merupakan salah satu ekspresi emosi manusia. Setiap orang bisa menangis, entah itu karena mereka merasakan bahagia, haru ataupun sedih. Ungkapan ekspresi dalam bentuk menangis juga berbeda untuk setiap orang.

Beberapa orang ada yang perlu usaha keras untuk menangis sedangkan yang lainnya sangat mudah menitikkan air mata hanya dengan melihat sesuatu yang iba atau mengharukan.

Pengalaman hidup dan kepribadian seseorang juga sangat mempengaruhi orang dalam mengungkapkan ekspresi menangisnya.

Menangis dalam Islam tidak dilarang. Bahkan, ada hal baik yang akan kita dapatkan jika menangis karena teringat akan dosa-dosa.

Tangisan yang timbul karena takut kepada Allah, bergetar hatinya karena nama Allah, berguncang jiwanya ketika mengingat maksiat dan dosa yang ia lakukan, oleh karena itu inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan dan tangisan hanifnya jiwa.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2).

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

قال لي النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : ” اقْرَأْ علَّي القُرآنَ ” قلتُ : يا رسُولَ اللَّه ، أَقْرَأُ عَلَيْكَ ، وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ ؟ ، قالَ : ” إِني أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي ” فقرَأْتُ عليه سورَةَ النِّساء ، حتى جِئْتُ إلى هذِهِ الآية : { فَكَيْفَ إِذا جِئْنا مِنْ كُلِّ أُمَّة بِشَهيد وِجئْنا بِكَ عَلى هَؤلاءِ شَهِيداً } [ النساء / 40 ] قال ” حَسْبُكَ الآن ” فَالْتَفَتَّ إِليْهِ ، فَإِذَا عِيْناهُ تَذْرِفانِ)

“Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”.

Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’.

Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisaa’ : 40). Maka beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” Rasulullah yang sudah dijamin surga pun menangis ketika mendengar firman Allah Azza Wajalla.  

Adalah suatu musibah bagi kita yang tidak bisa menangis karena mengingat dosa kepadaNya. Ini menunjukkan hatinya keras, tidak bisa tersentuh oleh kebaikan dan hanifnya iman.


Kita perlu tahu bahwa menangis dalam Islam justru sangat dianjurkan karena bisa mendatangkan pertolongan dari Allah SWT di akhirat kelak. Dalam sebuah hadits disebutkan, ada tujuh golongan manusia yang akan ditolong Allah SWT pada hari Kiamat, ketika tiada lagi pertolongan selain pertolongan dari-Nya.

salah satunya adalah orang yang menangis di keheningan malam ketika orang-orang terlelap tidur. Ia menangis karena besarnya rasa takut dan harap kepada Allah. Air mata pun bisa mempercepat ijabahnya doa-doa. Efek tetesannya mampu menembus batas-batas dimensi.

Karena itu, Rasulullah SAW mengingatkan, “Takutlah engkau akan doa (termasuk air mata) orang-orang yang dizalimi, sesungguhnya tiada lagi jarak pemisah antara Allah dengan orang tersebut.” (HR At Tirmidzi).

Itulah sebabnya, Rasulullah SAW dan para sahabat menjadikan air mata sebagai “bahasa sehari-hari” tatkala berinteraksi dengan Allah SWT. Tiada sehari pun yang mereka lewatkan tanpa menangis.

Menangis dalam Islam dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Mereka bukan menangis karena tak punya harta, kehilangan harta, atau sesuatu yang terkait dengan urusan duniawi.

Mereka menangis karena cinta yang begitu besar kepada Tuhannya. Cinta yang bersumber dari kuatnya raja’ (harapan akan ridha dan kasih sayang Allah) yang terpadu dengan khauf (rasa takut akan murka Allah).

Karena efeknya yang sangat dahsyat, mereka pun sangat menjaga sikap dan tingkah lakunya, agar jangan sampai menzalimi orang lain.

Mereka sangat takut jika air mata orang-orang yang terzalimi mendatangkan murka Allah kepadanya. Boleh jadi, inilah yang memotivasi Khalifah Umar bin Khathab untuk memanggul sekarung gandum dari Baitul Mal, ketika dia melihat seorang ibu dan anak-anaknya, yang notabene adalah rakyatnya, kelaparan. Begitu hebat efek dari air mata.

Dilihat dari perspektif ini, tak heran jika menangis dalam Islam dijadikan barometer untuk mengukur kadar keimanan seseorang. Ada banyak ayat Alquran dan hadis Rasulullah SAW yang mengungkapkan keutamaan menangis.

Dalam Alquran misalnya, Allah menyifatkan orang-orang yang berilmu sebagai mereka yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah, menyungkurkan muka mereka (bersujud) sambil menangis dan bertambah khusyuk (QS Al Israa’ [17]: 109).

Dalam ayat yang lain, Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis (QS Maryam [19]: 58).

Rasulullah SAW pun bersabda, “Setiap mata akan menangis di hari kiamat kelak, kecuali mata yang menangis karena takut kepada Allah, mata yang terpelihara dari hal-hal yang diharamkan Allah, serta mata yang berjaga di Jalan Allah.

Tidak salah jika kita mencucurkan air mata. Namun ketahuilah, air mata yang paling berkualitas, adalah air mata yang keluar karena harap dan takut kepada Allah SWT. Menangis dalam Islam yang baik disebabkan takut akan dosa kepada Allah SWT.

Jadi, menangis dalam Islam bukanlah hal yang tercela. Justru jika dilakukan untuk mengingat dosa dan bertaubat kepada Allah SWT, menangis dalam Islam dapat mendatangkan pertolongan Allah SWT.

Referensi : Menangis dalam Islam (Bisa Datangkan Pertolongan Allah Swt di Akhirat)







Air mata Orang Yang Teraniaya

Ilustrasi : Air mata Orang Yang Teraniaya

Mungkin air mata orang yang teraniaya hanyalah air biasa dimata orang yang dzalim. Namun dimata Allah air mata itu bukanlah hal yang remeh. Doa dan air mata mereka adalah petir dan air bah yang akan menenggelamkan orang-orang dzalim.
Allah subhanahu wa ta'ala Berfirman,
وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ
“Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim.” (Ibrahim: 42)
Setiap mukmin yang memiliki iman dihatinya tidak pernah merasa pesimis dan takut dengan kondisi apapun. Sebesar apapun kedzaliman dan kekejian yang menimpa mereka, tidak akan pernah memalingkan hati mereka dari keimanan kepada Allah. Mereka terus optimis dalam berusaha dan menanti pertolongan dari Allah subhanahu wa ta'ala. Karena mereka begitu yakin bahwa Allah Swt tidak akan Membiarkan kedzaliman terus berkuasa diatas bumi-Nya. Dan Allah tidak akan Melupakan apa yang telah diperbuat oleh orang-orang yang dzalim.
وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيّاً
“Dan Tuhan-mu tidak lupa.”(Maryam: 64)

Referensi : Air mata Orang Yang Teraniaya



Air Mata Orang yang Teraniaya

Ilustrasi : Air Mata Orang yang Teraniaya

Mungkin air mata orang yang teraniaya hanyalah air biasa dimata orang yang dzalim. Namun dimata Allah air mata itu bukanlah hal yang remeh. Doa dan air mata mereka adalah petir dan air bah yang akan menenggelamkan orang-orang dzalim.

Allah Swt Berfirman,

وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ 

“Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim.” (QS.Ibrahim:42)

Setiap mukmin yang memiliki iman dihatinya tidak pernah merasa pesimis dan takut dengan kondisi apapun. Sebesar apapun kedzaliman dan kekejian yang menimpa mereka, tidak akan pernah memalingkan hati mereka dari keimanan kepada Allah. Mereka terus optimis dalam berusaha dan menanti pertolongan dari Allah swt. Karena mereka begitu yakin bahwa Allah tidak akan Membiarkan kedzaliman terus berkuasa diatas bumi-Nya. Dan Allah tidak akan Melupakan apa yang telah diperbuat oleh orang-orang yang dzalim.

وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيّاً

“Dan Tuhan-mu tidak lupa.” (QS.Maryam:64). Sayyidina Ali bin Abi tholib pernah berkata, “Berhati-hatilah dengan doa orang yang teraniaya. Karena ia sedang meminta haknya kepada Allah, dan Allah pasti menjawab (doa) orang yang meminta haknya.”

Referensi : Air Mata Orang yang Teraniaya



Air Mata Muslim yang Mengantarkannya ke Allah dan Surga-Nya

Ilustrasi : Air Mata Muslim yang Mengantarkannya ke Allah Swt dan Surga-Nya

Air Mata Muslim yang Mengantarkannya ke Allah dan Surga-Nya. Air mata tangisan hamba karena takut kepada Allah SWT berbuah surga. Air mata pun bisa menjadi alat komunikasi yang sangat canggih antara seorang hamba dengan Tuhannya. Betapa tidak, tetesan air mata di jalan Allah SWt bisa memadamkan kobaran api neraka.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah.”

Air mata bisa mendatangkan pertolongan Allah di akhirat kelak. Dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa ada tujuh golongan manusia yang akan ditolong Allah pada hari Kiamat, ketika tiada lagi pertolongan selain pertolongan dari-Nya. 

Salah satunya adalah orang yang menangis di keheningan malam ketika orang-orang terlelap tidur. Ia menangis karena besarnya rasa takut dan harap kepada Allah. Air mata pun bisa mempercepat ijabahnya doa-doa. Efek tetesannya mampu menembus batas-batas dimensi.

Karena itu, Rasulullah SAW mengingatkan, “Takutlah engkau akan doa (termasuk air mata) orang-orang yang dizalimi, sesungguhnya tiada lagi jarak pemisah antara Allah dengan orang tersebut.” (HR At Tirmidzi).  

Itulah sebabnya, Rasulullah SAW dan para sahabat menjadikan air mata sebagai “bahasa sehari-hari” tatkala berinteraksi dengan Allah SWT. Tiada sehari pun yang mereka lewatkan tanpa menangis.

Menangis bukan karena tak punya harta, kehilangan harta, atau sesuatu yang terkait dengan urusan duniawi. Mereka menangis karena cinta yang begitu besar kepada Tuhannya. Cinta yang bersumber dari kuatnya raja' (harapan akan ridha dan kasih sayang Allah) yang terpadu dengan khauf (rasa takut akan murka Allah).

Karena efeknya yang sangat dahsyat, mereka pun sangat menjaga sikap dan tingkah lakunya, agar jangan sampai menzalimi orang lain. 

Mereka sangat takut jika air mata orang-orang yang terzalimi mendatangkan murka Allah kepadanya. Boleh jadi, inilah yang memotivasi Khalifah Umar bin Khathab untuk memanggul sekarung gandum dari Baitul Mal, ketika dia melihat seorang ibu dan anak-anaknya, yang notabene adalah rakyatnya, kelaparan. Begitu hebat efek dari air mata.

Dilihat dari perspektif ini, tak heran air mata menjadi dijadikan barometer untuk mengukur kadar keimanan seseorang. Ada banyak ayat Alquran dan hadis Rasulullah SAW yang mengungkapkan keutamaan menangis. 

Dalam Alquran misalnya, Allah menyifatkan orang-orang yang berilmu sebagai mereka yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah, menyungkurkan muka mereka (bersujud) sambil menangis dan bertambah khusyuk (QS Al Israa' [17]: 109).

Dalam ayat yang lain, Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis (QS Maryam 19: 58).

Rasulullah SAW pun bersabda, “Setiap mata akan menangis di hari kiamat kelak, kecuali mata yang menangis karena takut kepada Allah, mata yang terpelihara dari hal-hal yang diharamkan Allah, serta mata yang berjaga di Jalan Allah Swt.

Tidak salah jika kita mencucurkan air mata. Namun ketahuilah, air mata yang paling berkualitas, adalah air mata yang keluar karena harap dan takut kepada Allah SWT.

Referensi : Air Mata Muslim yang Mengantarkannya ke Allah Swt dan Surga-Nya



Perkataan Baik/Bijak Untuk Orang Yang Menzalimi Orang Lain

Ilustrasi : Perkataan Baik/Bijak Untuk Orang Yang Menzalimi Orang Lain

Sebaik apapun kita, pasti akan ada saja orang yang tidak suka karena begitulah hidup selalu ada hitam dan putih. Kita tidak akan bisa mengendalikan persepsi orang tentang kita, tetapi kita bisa mengendalikan diri kita untuk tidak terlalu bereaksi lebih tentang bagaimana orang menilai kita lewat kata bijak untuk orang yang menzalimi kita. Orang yang zalim terkadang hanya iri dengan apa yang orang lain miliki. Sehingga, ia akan menyebarkan berita-berita negatif untuk membuat orang membenci kita.

Hal-hal ini tentu sering membuat seseorang kecewa, sakit hati dan sedih. Bahkan, rasanya sulit untuk memberikan reaksi terhadap hal buruk yang orang lain lakukan pada kita. Lantas apa yang bisa kita lakukan? Kita tidak perlu membalas perbuatannya dengan hal yang sama. Tetapi, kita bisa mencoba menyadarkan mereka lewat kata bijak untuk orang yang menzalimi kita. Nah, berikut adalah beberapa kumpulan kata bijak sebagai. Balasan menzalimi orang lain :

1. Lebih baik direndahkan karena kejujuran daripada dibanggakan dengan kebohongan.

2. Memaafkan, Kadang-kadang bukan karena kita terlalu baik tetapi kerana hati tak mampu lagi diisi dengan kebencian. Hidup terlalu singkat untuk diisi dengan benci dan buruk sangka sesama kita.

3. “Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.” Ali bin Abi Thalib.

4. Jangan sesekali belajar melupakan. Cobalah ganti dengan memaafkan; bonusnya biasanya lupa begitu saja tanpa direncanakan.

5. “Memaafkan orang yang telah mendzalimi dan menyakiti kita adalah menolong diri kita sendiri agar kita bisa melepaskan diri dari rasa maraha, kecewa, benci dan dendam.” – Muhamad Agus Syafii

6. “Ketika kita memaafkan oranglain, sesungguhnya kita telah membiarkan luka hati kita sembuh dengan lebih cepat.” – Daudantonius

7. Memaafkan adalah kunci untuk memutuskan rantai kebencian.

8. Kamu memaafkan seseorang bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu cukup kuat tuk tahu bahwa tak ada yg sempurna, mereka bisa lakukan salah. 

9. “Untuk mendapatkan apa yang diinginkan, kau harus bersabar dengan apa yang Kau benci.” – Imam Ghazali.

10. “Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.” -Abu Bakar Sibli.

11. Bukan masalah benar atau salah. Masalahnya adalah kamu yang merasa paling benar sendiri.

12. Teman dan musuh itu memang terkadang tidak ada perbedaan, ada kalanya dia mendukungmu tapi juga ada kalanya dia justru menusukmu dari belakang”.

13. Hati-hati dengan mereka yang tak pernah sesuai antara ucapan dan tindakan.

14. Jika ketidaktahuan adalah kebahagiaan. Kamu pasti orang paling bahagia di planet ini.

15. Jadilah orang kecil yang berpikir besar. Jangan jadi orang besar yang selalu berpikir kecil dan sempit.

16. Kamu terdengar lebih baik dengan mulut tertutup.

17. Aku lebih baik tidak memiliki teman daripada aku punya teman, tetapi mereka diam-diam membenciku.

18. Jika karma tidak memukulmu, dengan senang hati aku akan melakukannya.

19. Sekali-kali bolehlah menjadi orang yang jahat karena menjadi orang baik terus malah dimanfaatin sama teman sendiri.

20. Kurasa aku butuh kacamata. Ke manapun aku memandang, orang-orang selalu terlihat punya dua wajah.

21. Ketika ada seseorang yang dengan sengaja mengkhianati kita di masa lalu. Ketika ia datang kembali untuk meminta maaf. Maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak memaafkannya.

22. Cara terbaik menghukum orang yang telah melakukan kesalahan terhadap kita ialah dengan berbuat baik kepadanya.

23. Jangan sesekali belajar melupakan. Cobalah ganti dengan memaafkan; bonusnya biasanya lupa begitu saja tanpa direncanakan.

24. Bersukurlah jika ada yang memberi luka dan air mata, karena dari merekalah kita belajar memaknai arti ketuluan dalam mengampuni dan melupakan.

25. Memaafkan memang takan mengubah MASA LALU, tapi pasti akan mempermudah MASA DEPAN.

26. Memaafkan adalah bentuk cinta terbaik. Ia memerlukan pribadi yang kuat untuk mengatakan maaf dan seorang pribadi bahkan lebih kuat untuk mengampuni.

27. Sesungguhnya memaafkan adalah perilaku membebaskan dirimu sendiri dari perasaan dan pikiran buruk.

28. Memaafkan adalah proses pembangunan kekuatan. Maafkanlah orang yg telah melukaimu, jadilah keperibadian yang kuat dan penyayang.

Kata bijak untuk orang yang menzalimi kita ini sangat cocok kalian jadikan balasan bagi mereka yang membenci. Tidak perlu ikut membalas dengan hal yang sama seperti mereka. Cukup doakan dan sadarkan mereka untuk bisa lebih bijak dan dewasa dalam bersikap. Dengan begini, hidup kalian pun akan lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh dengan opini orang lain.

Referensi : Perkataan Baik/Bijak Untuk Orang Yang Menzalimi Orang Lain


Allah Swt Hukum Orang Zalim Sejak di Dunia dengan Kegelapan Hati

Ilustrasi ; Allah Swt Hukum Orang Zalim Sejak di Dunia dengan Kegelapan Hati

Allah Swt Hukum Orang Zalim Sejak di Dunia dengan Kegelapan Hati. Banyak orang karena kekuasaan dan kemampuannya menjadi zalim terhadap sesama, bahkan banyak orang yang berkuasa menjadi seenaknya memanfaatkan kekuasaannya menzalimi rakyatnya.

Biasanya, orang atau penguasa yang zalim secara tidak sadar terus melakukan kezalimannya kepada rakyatnya. Mereka sebenarnya sedang memupuk hatinya dengan tirai kegelapan  yang semakin tebal sehingga akan semakin zalim.

Ketahuilah orang yang berbuat zalim sudah dihukum Allah di dunia dengan kegelapan yang hakiki. Yaitu kegelapan hati yang membuat hati itu buta, dimana ia melihat perkara yang mungkar menjadi ma’ruf, yang ma’ruf menjadi mungkar, tidak menerima nasehat, tidak bisa mengambil manfaat dari petunjuk Allah & Rasul-Nya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنﱠ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ   

“Jagalah diri kalian dari perbuatan zalim, karena sesungguhnya kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat”.(Hadits Shahih, Riwayat Ahmad. Lihat Shahiihul jaami’ No.101).  Hadist ini berisi peringatan dan bahaya perbuatan zalim sekaligus anjuran untuk berbuat adil (lawan dari zalim).  Definisi zalim adalah memposisikan sesuatu bukan pada tempatnya. Perlu diketahui -- Islam tidak mengajarkan kezaliman. Akan tetapi Islam mengajarkan keadilan.

Sebagaimana firman Allah  :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”(QS. An-Nahl: 90).

Bahkan Allah menafikkan sifat zalim pada diriNya dan melarang hambaNya dari hal tersebut. Sebesar-besar zalim adalah perbuatan syirik. Sebagaimana firman Allah :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman:13).

Dan sebesar-besar perbuatan adil adalah mentauhidkan Allah, baik dalam hal Rububiyah, Uluhiyah, maupun Asma wa Sifat. Disini kita bisa simpulkan bahwa para nabi dan rasul yang diutus Allah untuk mengajarkan keadilan  (yaitu tauhid) bukan kezaliman (yaitu syirik.).

Termasuk larangan adalah berbuat zalim terhadap orang lain. Mungkin di dunia si pelaku bisa bebas berbuat zalim karena merasa memiliki kekuatan dan kemampuan. Namun, di akhirat kelak, kekuasaan dan kekuatan secara mutlak hanya milik Allah semata.

Allah Swt lah yang akan menegakkan keadilan diantara hamba-hambaNya yang berbuat zalim. Yaitu dengan mengurangi pahala amalannya dan dipindah ke amalan pihak yang dizalimi sebagai balasan atas perbuatannya. Bila masih kurang, amalan buruk orang yang dizalimi akan berpindah padanya. Sungguh betapa gelap perasaannya di saat hal itu terjadi. 

Referensi : Allah Swt Hukum Orang Zalim Sejak di Dunia dengan Kegelapan Hati


5 Wasiat Rasulullah Muhammad SAW tentang Larangan Berbuat Zalim

Ilusrasi : 5 Wasiat Rasulullah Muhammad SAW tentang Larangan Berbuat Zalim

Wasiat Rasulullah SAW tentang Larangan Berbuat Zalim. asulullah SAW mengingatkan umatnya agar menjauhi perbuatan zalim. Umat Islam telah dilarang untuk berbuat zalim agar tak merugikan dirinya dan orang lain. Hal ini juga telah diperingatkan Nabi Muhammad ﷺ.

Pertama:  

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Seorang Muslim dengan Muslim yang lain adalah bersaudara. Dia tidak boleh berbuat zalim dan aniaya kepada saudaranya yang Muslim. 

Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa membebaskan seorang Muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak." (HR Muslim).

Kedua: 

 أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ، فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ رواه مسلم

“'Tahukah kalian siapakah orang yang muflis (bangkrut) itu? Para sahabat menjawab, 'Orang yang muflis (bangkrut) diantara kami adalah orang yang tidak punya dirham dan tidak punya harta.' Rasulullah ﷺ bersabda, 'Orang yang muflis (bankrut) dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) melaksanakan sholat, menjalankan puasa dan menunaikan zakat, namun dia juga datang (membawa dosa) dengan mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta ini dan menumpahkan darah si ini serta memukul si ini. 

Maka akan diberinya orang-orang tersebut dari kebaikan-kebaikannya. Dan jika kebaikannya telah habis sebelum ia menunaikan kewajibannya, diambillah keburukan dosa-dosa mereka, lalu dicampakkan padanya dan ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)

Ketiga:  

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ

"Hindarilah kezaliman, karena kezaliman itu adalah mendatangkan kegelapan pada hari kiamat kelak! Jauhilah kekikiran, karena kekikiran itu telah mencelakakan (menghancurkan) orang-orang sebelum kalian yang menyebabkan mereka menumpahkan darah dan menghalalkan yang diharamkan." (HR Muslim)

Keempat:

مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ "Siapa yang pernah berbuat aniaya sejengkal saja (dalam perkara tanah) maka nanti dia akan dibebani (dikalungkan pada lehernya) tanah dari tujuh bumi." (HR Bukhari)

Kelima:

 قَالَ اللَّهُ تَعَالَى ثَلَاثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ

"Allah Ta'ala berfirman, “Ada tiga jenis orang yang aku berperang melawan mereka pada hari kiamat, seseorang yang bersumpah atas namaku lalu mengingkarinya, seseorang yang berjualan orang merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang mempekerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya." (HR Bukhari).


Referensi : 5 Wasiat Rasulullah SAW tentang Larangan Berbuat Zalim