This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Senin, 15 Agustus 2022

Penyesalan-Penyesalan dalam Al-Qur’an

Penyesalan-Penyesalan dalam Al-Qur’an

Ada dua redaksi penyesalan dalam Al-Qur’an, yakni: “Yaa Laitanii” dan “Yaa Laitanaa” (ياليتني .. ياليتنا ). Penyesalan dengan redaksi “Yaa Laitanii” terdapat 8 ayat. Sedangkan dengan redaksi “Yaa Laitanaa” terdapat 2 ayat. Total terdapat 10 ayat.  Mari kita perhatikan apa saja penyesalan-penyesalan itu agar kita waspada dan selamat.

Penyesalan dengan redaksi “Yaa Laitanii”

1. Penyesalan orang-orang munafik setelah menyaksikan kemenangan, keberuntungan dan kejayaan orang-orang beriman:

يَا لَيْتَنِي كُنتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا

Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).” (QS An-Nisa’: 73)

2. Penyesalan si kaya yang sombong dan tidak mau beriman setelah kebunnya dimusnahkan Allah dan menyaksikan kerugiannya.

يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا

“Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.” (QS Al-Kahfi: 42)

3. Penyesalan Ibunda Maryam alaihassalam dan berharap kematian karena khawatir tidak mampu menghadapi fitnah kaumnya disebabkan melahirkan Isa alaihissalam tanpa suami.

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (QS Maryam: 23)

Al-Hafiz Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya, bahwa ayat ini adalah dalil dibolehkannya mengharapkan kematian ketika terjadi fitnah (khawatir agama menjadi rusak karena tidak kuat menghadapi fitnah).

4. Penyesalan orang yang menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti.

يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا


“Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” (QS Al-Furqon: 27)

5. Penyesalan orang yang salah dalam memilih sahabat sehingga menjadikannya menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti.

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا

“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).” (QS Al-Furqon: 28)

6. Penyesalan ahli neraka ketika menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya pada hari kiamat nanti disebabkan amal buruknya ketika di dunia.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” (QS Al-Haqqoh: 25)

7. Penyesalan orang kafir pada hari kiamat nanti karena dibakar di neraka selamanya.

يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا

“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” (QS An-Naba’: 40)

8. Penyesalan ahli neraka karena dahulu tidak beriman dan beramal saleh.

يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (QS Al-Fajr: 24)

Penyesalan dengan redaksi “Ya Laitana”

1. Penyesalan ahli neraka dan keinginan agar dikembalikan ke dunia untuk beriman dan beramal saleh:

يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” (QS Al-An’am: 27)

2. Penyesalan ahli neraka karena dahulu tidak taat kepada Allah dan RasulNya Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam.

يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

“Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS Al-Ahzab: 66)

Semuanya adalah harapan dan penyesalan yang telah terlambat pada saat itu!

Saat ini, ketika kita masih di dunia dan ketika jiwa di kandung badan, kita masih bisa memperbaikinya. Masih ada waktu dan kesempatan untuk menjadi orang baik dan menutup umur dengan yang terbaik, husnul khotimah.

Jangan sia-siakan fasilitas umur yang Allah berikan. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada guna.

Semoga Allah berikan kepada kita semua sehat wal afiyat, istiqamah sampai husnul khatimah, aamiin ya Robb.

Referensi :  Penyesalan-Penyesalan dalam Al-Qur’an







Menyibak Tabir Penyesalan Manusia

Ilustrasi Menyibak Tabir Penyesalan Manusia

Dalam Al-Qur’an surat al-Waqi’ah (hari kiamat) Allah telah menginformasikan peristiwa masa depan yang akan di alami sekelompok manusia di akhirat kelak, berupa penyesalan atas rekaman jejak hidupnya yang jauh dari nilai islam di dunia. Ungkapan penyesalan ini di abadikan dengan ungkapan ya laitanii, Penyesalan hanya terucap namun tidak terwujud, karena waktu sudah terlambat. Lalu apa sajakah penyesalan-penyesalan yang akan di alami sekelompok manusia itu adalah :

  1. Penyesalan saat-saat Sakaratul Maut. Al Qur’an menerangkan bahwa ”Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami-lah kalian semuanya akan dikembalikan.” (Qs. Al-Anbiya`: 35)

Sakarat bisa di artikan sebagai mabuk akal atau hilang segala-galanya, Nabi berpesan, ”Perbanyaklah ingat kepada yang memutuskan kelezatan dunia, yakni kematian”. Sakaratul maut pasti benar adanya dan ia akan menghampiri setiap manusia, Banyak sebab terjadinya kematian namun cuma satu yang pasti yakni Sakaratul maut. Saat peristiwa ini terjadi,  bertautanlah kedua betis pelakunya karena meregang nyawa akan dahsyatnya sakaratul maut, maka di saat sakaratul maut tiba terekamlah seluruh jejak perbuatan manusia sebelumnya yakni perbuatan baik dan buruk, dan bila yang muncul ialah rekaman kebaikan maka pelaku tidak akan takut bahkan malah akan menyambut bahagia karena telah tiba perjumpaan yang di rindukan dengan sang kekasih sejatinya Allah dan juga akan mendapatkan pahala.

Namun sebaliknya bila yang muncul adalah rekaman keburukan,  dirinya akan di hadapkan dengan kesengsaraan yang mengerikan dan ia pun menyesal lalu berkata (Ya Tuhan kembalikan nyawaku sekali lagi supaya agar aku bisa beramal soleh dan bersedekah serta berbuat kebajikan) Namun sayang penyesalan ini tiada gunanya, Ajal tidak bisa di tunda dan di majukan karena itulah akhir dari segala yang hidup yaitu mati.

  1. Penyesalan saat melihat kawan dekatnya mendapat siksa di neraka…. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan bisa lepas dari bergaul dengan orang lain. Sifat, karakter dan kepribadian seseorang tergantung dari teman / lingkungan di mana ia berada. Untuk itu di anjurkan agar berhati-hati saat mencari teman, sebab agama seseorang akan mengikuti agama teman dekatnya, baik buruknya pertemanan di dunia akan terekam jelas di akhirat kelak. Pertemanan yang di dasari ketaatan dan ketaqwaan akan memberikan bantuan/pertolongan satu sama yang lain.

Namun sebaliknya pertemanan yang di jalin atas dasar kedurhakaan akan menumbuhkan permusuhan, satu sama lain akan saling menuding sebagai penyebab masuknya ke neraka. Kelompok manusia ini akan menyesal dan berkata (ampunilah dosa-dosa kami ya Rabb) dalam Qs. Az-zuhruf : 67 Allah menerangkan : Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali mereka yang bertaqwa.

Ada banyak kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan dalam Al-Qur’an di antaranya adalah :

  1. Surah aL-Furqan ayat 27: “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.”

Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang zalim yang menyesali perbuatannya. Mereka menyesali karena semasa hidupnya ia tidak mengambil jalan bersama Rasul, tidak menuruti dan menjauhi ajaran Rasul. Sehingga pada hari kiamat mereka merasa sangat menyesal.

  1. Surah al-Furqan ayat 28: “Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku).”

Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang yang tidak menjadikan seseorang sebagai temannya. Orang tersebut adalah orang-orang yang shaleh dan suka melakukan kebaikan serta senantiasa menjauhi dirinya dari hal-hal yang dibenci Allah SWT. Sehingga apabila mereka dahulu berteman dengan orang-orang seperti itu, tentunya mereka juga akan mengikuti perangai temannya itu yang selalu berbuat kebaikan. Namun nyatanya mereka justru menjauhi orang tersebut, sehingga akhirnya kini mereka menyesali perbuatannya tersebut.

  1. Surah al-Haqqah ayat 25: “Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.”

Ini adalah kalimat penyesalan yang diucapkan oleh orang-orang yang menerima catatan amalnya di tangan kiri. Oleh karenanya mereka mengatakan bahwa lebih baik catatan tersebut tidak diberikan kepadanya. Sebab bila diberikan ditangan kiri, hal tersebut merupakan pertanda bahwa ia termasuk dalam golongan orang-orang celaka yang akan menerima azab dari Allah SWT.  Alangkah lebih baik apabila catatan tersebut tidak diberikan kepadanya, sehingga ia tidak akan mengetahui apakah ia termasuk dalam golongan orang yang beruntung atau orang yang celaka.

  1. Surah an-Naba ayat 40: “Sesungguhnya Kami telah Memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang kafir saat Allah SWT memperlihatkan kepadanya apa yang telah diperbuat oleh tangannya. Sehingga ia merasa lebih baik bila dulu ia dijadikan tanah. Dengan demikian ia tidak akan mungkin melakukan hal-hal buruk seperti yang dilakukannya saat itu.

  1. Surah al-Fajr ayat 24: “Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya suka berbuat keburukan. Ia menghabiskan waktunya dengan melakukan hal yang sia-sia. Sehingga di akhirat saat diperlihatkan perbuatannya, ia merasa menyesal mengapa dahulu semasa hidup tidak mengerjakan kebaikan.

Referensi : Menyibak Tabir Penyesalan Manusia


35 Kata-kata Mutiara Ikhlas Menerima Kenyataan, Bikin Pikiran Tenang

Ilustrasi 35 Kata-kata Mutiara Ikhlas Menerima Kenyataan, Bikin Pikiran Tenang

Kata-kata Mutiara Ikhlas Menerima Kenyataan, Bikin Pikiran Tenang. Kehidupan tidak selalu berjalan mulus dan sesuai rencana. Selalu saja ada masalah yang menghambat, baik secara silih berganti maupun berbarengan.

Seseorang perlu membereskan masalah yang ia hadapi untuk mencapai tujuan atau cita-citanya. Ada berbagai cara yang ditempuh untuk mewujudkannya. Kamu perlu menyiapkan hati yang ikhlas. Mungkin tak mudah menerapkan rasa ikhlas saat ada masalah.

Menerima kenyataan dan ikhlas dengan yang sudah terjadi bisa membuat beban hidup menjadi lebih ringan. Kemudian berharap hari esok akan lebih baik dari hari yang sudah dilalui.  Dengan begitu, kamu bisa kembali melangkah menuju masa depan.

Di sisi lain, kamu bisa membaca kata-kata mutiara ikhlas menerima kenyataan sebagai penguat dan masukkan. Tak hanya itu, kata-kata mutiara ikhlas menerima bisa menenangkan hati dan pikiran.

Kamu juga bisa membagikan kata-kata mutiara ikhlas menerima kenyataan kepada orang terdekat agar kembali bangkit dari keterpurukan. Ada banyak kata-kata tentang ikhlas, yang bisa kamu baca dan bagikan kepada orang terdekat dan tercinta.

1. "Inti hidup itu adalah kombinasi niat, ikhlas, kerja keras, doa, dan tawakal." - Ahmad Fuadi

2. "Sesungguhnya nikmat terbesar dalam hidup adalah ketika kita ikhlas mendoakan orang yang membenci dan menghina kita." - Harly Umboh

3. "Mensyukuri hari ini dan mengikhlaskan apa yang telah berlalu."

4. "Ikhlas bukan melepaskan sesuatu dengan air mata, tetapi bisa merelakan sesuatu dengan senyuman."

5. "Belajarlah ikhlas dari hal-hal kecil, maka dengan demikian kamu akan terbiasa ikhlas saat melakukan hal besar. Dan lakukanlah satu kali hal besar dengan ikhlas sehingga kamu akan ikhlas saat melakukan hal kecil."

6. "Orang yang selalu ikhlas menghadapi semua masalah yang menghampirinya adalah orang yang bisa menikmati kehidupannya."

7. "Selalu semangat dan ikhlas menghadapi hari ini karena mengeluh tidak akan meperbaiki keadaan kita."

8. "Senyuman yang dilahirkan dengan keikhlasan akan menghindarkan kita dari sifat kebencian dan kedengkian."

9. "Jangan pernah terpaksa untuk berbuat kebaikan. Beri sedikit keikhlasan, maka Allah akan membalas dengan berlipat kebahagiaan."

10. "Kita harus ikhlas melepaskan sesuatu yang bukan milik kita untuk mendapatkan sesuatu yang memang akan menjadi milik kita."

11. "Kunci utama dalam menghadapi suatu cobaan adalah sabar, ikhlas, ikhtiar, dan tawakal, karena Allah tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuan mereka."

12. "Jalani hidup meski kadang ada bagian yang tidak disukai. Terimalah kenyataan yang ada, bersyukur, ikhlas dan sabar."

13. "Tidak ada kata kata yang lebih indah selain kata ikhlas dan sabar."

14. "Makin berusaha mengikhlaskan, makin tenang perasaan, makin yakin Allah memberikan yang terbaik di masa depan."

15. "Kebahagiaan adalah jalan sedangkan kesedihan adalah ujian. Hidup adalah seberapa ikhlas kita menjalani kenyataan."

16. "Ikhlas menerima kesalahan dan belajar dari setiap kesalahan karena itu yang akan menjadikanmu lebih kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan."

17. "Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima kenyataan dengan ikhlas bahwa kamu adalah kamu, maka jadilah dirimu sendiri."

18. "Percayalah bahwa segala sesuatu masalah akan berakhir dengan kebahagian apabila kita bisa sabar dan ikhlas menghadapinya."

19. "Sabar itu pahit, jujur itu pahit, dan ikhlas itu sangatlah pahit. Namun, semua yang pahit menyembuhkan segala penyakit."

20. "Segala masalah tidak boleh kita hadapi dengan kekerasan, tapi harus kita hadapi dengan keikhlasan."

21. "Bagi orang yang ikhlas, tak ada waktu untuk mengeluh karena setiap kondisi datangnya dari Allah dan ia pun menyikapi kondisi tersebut untuk Allah."

22. "Tutupi hatimu dengan keikhlasan seperti kamu menutupi tubuhmu dengan pakaian."

23. "Sama seperti air yang bisa mengikis batu yang paling keras, keikhlasan juga bisa melembutkan atau meluluhkan hati yang paling dingin."

24. "Percayalah bahwa segala sesuatu masalah akan berakhir dengan kebahagian apabila kita bisa sabar dan ikhlas mengahadapinya.

25. "Segala masalah tidak boleh kita hadapi dengan kekerasan, tapi harus kita hadapi dengan keikhlasan."

26. "Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit."

27. "Betapa mulia jiwa yang sabar dan ikhlas, yang meyakini akan datangnya kebahagiaan pemberian Tuhan."

28. "Jadilah orang yang paling ikhlas, bukan hanya sekadar baik. Sebab, dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan, tapi orang yang ikhlas Insyaallah sudah pasti baik."

29. "Ikhlas itu sulit. Tapi, hidup tanpa keikhlasan jauh lebih sulit." - Yuniarti

30. "Satu di antara cara untuk tetap bertahan hidup adalah dengan cara menerima kenyataan hidup dengan keikhlasan."

31. "Obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan rasa sakit hati di dalam dada adalah keikhlasan."

32. "Dengan keikhlasan hidup kita akan menjadi indah dan lebih bermakna."

33. "Senyum dengan keikhlasan adalah suatu ibadah yang tak ternilai harganya."

34. "Keikhlasan akan mengantarkanmu ke pintu yang dinamakan kesuksesan."

35. "Orang yang bisa mengikhlaskan sesuatu cobaan yang berat di dalam hidupnya, akan selalu mendapatkan jalan keluar yang indah dalam hidupnya."

Referensi : 35 Kata-kata Mutiara Ikhlas Menerima Kenyataan, Bikin Pikiran Tenang

Kata-kata Penyesalan dalam Hidup

Kata-kata Penyesalan dalam Hidup

Kata-kata Penyesalan dalam Hidup. 
 Manusia kerap berbuat kesalahan dan menyesal di kemudian hari. Kata-kata penyesalan dalam hidup dapat dijadikan sebagai pelampiasan jeritan hati atas kesalahan-kesalahan di masa lalu itu.

Rasa menyesal bisa muncul ketika kita terlambat menyadari bahwa kita salah melangkah, keliru dalam membuat keputusan, atau menyia-nyiakan kesempatan.  Menyesal atas suatu kejadian di masa lalu wajar dirasakan, namun hal tersebut tak baik jika terjadi berlarut-larut dan kamu terus meratapi kesalahan tersebut.

Hal itu karena sebaik-baiknya orang, bukanlah orang yang tidak pernah membuat kesalahan, melainkan orang terbaik adalah orang yang pernah berbuat salah, kemudian dia sadar dan memperbaikinya. Kata-kata penyesalan bisa menjadi ungkapan yang menggambarkan isi hati seseorang akibat perbuatan yang dilakukan di masa lalu. Selain itu, kata-kata penyesalan dapat menjadi pelajaran agar kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama dan memperbaiki diri menjadi lebih baik.

1. "Mengalah untuk kebaikan dan menghindari pertengkaran akan jauh lebih baik dari pada saling mengolok dan ngotot untuk ingin menang sendiri."
2. "Kita sering melihat sesuatu itu lebih berharga, saat kita mengetahui ia sudah hilang dan dimiliki oleh orang lain"
3. "Jangan terlalu senang mempermainkan hati yang benar-benar jatuh cinta kepadamu karena suatu saat nanti, setelah ia memutuskan untuk pergi, kamu akan menyesalkan hal itu."
4. "Nanti kamu akan sangat merindukan sesuatu hal yang kamu rasakan saat ini, ketika kamu kehilangan momen tersebut."
5. "Siapa yang bermain-main dengan umurnya, maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya digunakan untuk menanam sebuah kebaikan"
6. "Apabila sebuah penyesalan merupakan sebuah pengalaman, maka hikmah adalah sebuah hal besar yang terkandung di dalamnya."
7. "Berhenti menyesali masa lalu karena itu telah berlalu. Yang paling penting adalah keadaan kita saat ini, jangan sampai kesalahan itu terulang kembali."
8. "Tak seorang pun akan memberi apa yang kamu mau, kamu harus berusaha mewujudkan mimpimu. Jangan pernah menyerah atau kamu akan menyesal di kemudian hari."
9. "Manusia diberikan kemampuan untuk memilih, tentukan pilihan dengan hati dan logika, kemudian jalani tanpa ada rasa penyesalan."
10. "Penyesalan itu datangnya selalu di akhir agar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar."
11. "Satu-satunya waktu yang sudah kita buang adalah waktu yang kita habiskan untuk berpikir bahwa kita sendirian."
12. "Untuk pertama kalinya aku mulai merasakan penyesalan. Perasaan di mana aku berada di antara kasihan pada diri sendiri dan membenci diriku sendiri, tentang seluruh hidupku."
13. "Seandainya saja hidup mempunyai tombol ctrl-z, maka aku ingin kembali ke titik sebelumnya."
14. "Kesalahan terbesarku adalah aku terlalu memercayaimu."
15. "Penyesalan bukan hal yang harus kamu ingat selalu, tapi hal yang harus bisa menjadi pelajaran."
16. "Berjalan lurus ke depan karena di depan ada harapan, tapi jangan berjalan mundur karena di belakang ada penyesalan."
17. "Jangan pernah menoleh ke belakang jika hanya membuatmu menyesal. Dan jangan pula melangkah ke depan jika masih dibayangi rasa ketakutan."
18. "Jangan menoleh ke masa lalu dengan penyesalan. Jangan menatap masa depan dengan penuh kekhawatiran. Namun, lihatlah sekelilingmu dengan penuh kesadaran."
19. "Lebih baik mensyukuri apa yang kita miliki daripada menyesali apa yang tidak kita miliki."
20. "Kapan kita menyesal? Ketika mengabaikan kesempatan yang datangnya hanya sekali."
21. "Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan."
22. "Penyesalan tanpa adanya tindakan, hanya akan membuatmu akan lebih bertambah menyesal."
23. "Aku marah karena tak bisa menghentikan penyesalanku, aku marah karena tak ada lagi yang membujukku untuk tenang."
24. "Saat pintu maaf telah tertutup rapat, kesalahan yang lalu tertinggal jauh dalam ingatanku, semua yang terjadi tidak pernah bisa kembali, hanya satu kata yang bisa aku ucapkan atas segala kesalahan, yaitu sebuah kata maaf."
25. "Kelalaian hanya akan menyebabkan sebuah penyesalan di hari esok karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi."
26. "Aku hanya dapat mengerti dan memahami arti dari cinta karena saat ini aku tidak dapat bersama dengan orang yang aku cintai, karena dia telah dimiliki oleh orang yang dia sayangi."
27. "Ada kalanya luka yang kau sematkan membuat penyesalanku terselamatkan. Pada barisan doa-doaku, bahagia untukmu kusempatkan."
28. "Aku bisa bersembunyi dari kesalahanku, tapi tidak dari penyesalanku. Dan mungkin aku dapat bermain dengan dramaku, tetapi tidak dengan karmaku."
29. "Memperbaiki kesalahan di masa lalu adalah cara terbaik untuk memulai melangkah untuk menatap masa depan."
30. "Manusia tidak akan bisa terlepas dari masa lalunya karena terkadang dari sebagian hidupnya adalah masa lalu."

20 Nama Lain Hari Kiamat dalam Alquran, Wajib Dipahami Umat Islam

Ilustrasi 20 Nama Lain Hari Kiamat dalam Alquran, Wajib Dipahami Umat Islam

Nama Lain Hari Kiamat dalam Alquran, Wajib Dipahami Umat Islam. memercayai adanya hari kiamat adalah sebuah bentuk keimanan pada dirinya. Sebab, percaya pada hari kiamat merupakan salah satu dari 6 rukun iman.

Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kiamat itu akan terjadi. Hanya Allah Swt. yang mengetahuinya.

Allah hanya memberitahukan tanda-tanda yang akan terjadi menjelang hari kiamat. Baik itu tanda-tanda kecil atai besar.

Sebagai hamba-Nya, seorang muslim hanya perlu mempersiapkan perbekalan untuk hari akhir nanti.

Saking pentingnya mempersiapkan hari akhir nanti, Allah banyak memperingatkan umat-Nya melalu firman di dalam Alquran.

Bahkan, Allah menyebutkan kiamat dengan 20 nama berbeda hari kiamat. Agar umat muslim menyadari apa yang akan terjadi di hari kiamat nanti.


1. Yaumul Ba'ats (Hari Kebangkitan)

Yaumul Ba'ats (Hari Kebangkitan) merupakan nama lain hari kiamat yang disebutkan oleh Allah.

Sebab, semua manusia akan dimatikan sebelum hari pembalasan.

Kemudian, Allah bangkitkan seluruh manusia dari alam kubur.

Hal ini disebutkan dalam surat Ar-Rum ayat 56 yang berbunyi,

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَٱلۡإِيمَٰنَ لَقَدۡ لَبِثۡتُمۡ فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡبَعۡثِۖ فَهَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡبَعۡثِ وَلَٰكِنَّكُمۡ كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

Artinya:

“Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi kamu tidak mengetahuinya,” (QS. Ar-Rum: 56).

2. Yaumul Hisab (Hari Perhitungan)

Yaumul Hisab (Hari Perhitungan) merupakan nama lain hari kiamat.

Seluruh amal perbuatan manusia selama hidup dicatat oleh malaikat. Baik itu catatan baik atau buruk.

Amalan selama di dunia kemudian akan dihitung di hari akhir. Allah menyebutnya dalam surat Shad ayat 53 yang berbunyi,

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ 

Artinya:

“Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari perhitungan,” (QS. Shad: 53).

3. Yaumud Din (Hari Pembalasan)

Seluruh manusia akan mendapatkan balasan atas apa yang diperbuatnya selama hidupnya.

Apabila lebih banyak amalan baiknya maka ia mendapat balasan surga. 

Sebaliknya, apabila lebih banyak amalan buruknya maka ia akan mendapat balasan neraka.

Sebutan Yaumud Din ini tercantum dalam Alquran surat Al-Fatihah ayat 4.
مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ 

Artinya:

“Yang menguasai di Hari Pembalasan,” (QS. Al-Fatihah: 4).

4. Yaumul Hasrah (Hari Penyesalan)

Saat seluruh amalan manusia dibuka satu per satu, manusia akan banyak menyesali perbuatannya selama di dunia. 

Bahkan mereka memohon kepada Allah untuk mengembalikannya ke dunia walau hanya sebentar saja untuk bisa bersedekah.

Nama hari kiamat yang ini tercantum dalam Alquran surat Maryam ayat 39:

وَأَنذِرۡهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡحَسۡرَةِ إِذۡ قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ وَهُمۡ فِي غَفۡلَةٖ وَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ 

Artinya:

“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam keadaan lalai dan tidak beriman,” (QS. Maryam: 39).

9. Yaumul Wa'id (Hari yang Dijanjikan)

Sebab, hari kiamat adalah hari yang pasti akan terjadi sebagai peringatan manusia.

Allah menyebutkannya dalam surat Qaf ayat 20 yang berbunyi,

وَنُفِخَ فِي ٱلصُّورِۚ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡوَعِيدِ 

Artinya:

“Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang dijanjikan,” (QS. Qaf: 20).

5. As-Sa'ah (Hari yang Menentukan)

Manusia akan ditentukan apakah ia layak mendapatkan surga atau harusbpergi ke neraka.

Hal ini tertuang dalam surat Ghafir ayat 59.

إِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَأٓتِيَةٞ لَّا رَيۡبَ فِيهَا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ 

Artinya:

“Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman," (QS. Ghafir: 59).

6. Yaumut Tanad (Hari Saling Memanggil)

Akan banyak orang yang saling memanggil orang lain saat amalannya ditimbang.

Kemudian mereka saling menuntut satu sama lain.

Hal ini disebutkan dalam surat Ghafir ayat 32.

وَيَٰقَوۡمِ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ يَوۡمَ ٱلتَّنَادِ 

Artinya:

“Wahai kaumku, ‘Sesungguhnya aku takut kepada kalian pada hari saling memanggil," (QS. Ghafir: 32).

7. Yaumul Fash (Hari Pemisahan atau Keputusan)

Yaumul Fash (Hari Pemisahan atau Keputusan) merupakan nama lain hari kiamat yang ada di dalam Alquran.

Nama ini disebut dalam surat Ash Shaffat ayat 21 yang berbunyi,

هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ 

Artinya:

“Inilah hari pemisahan yang dahulu kamu dustakan,” (QS. Ash Shaffat: 21)

8. Yaumul Jama' (Hari Berkumpul)

Saat manusia dibangkitkan dari kuburnya, Allah akan kumpulkan seluruh hamba-Nya.

Oleh karena itu, hari kiamat juga disebut dengan hari pengumpulan. Disebutkan dalam surat Asy-Syura ayat 7 yang berbunyi,

وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ قُرۡءَانًا عَرَبِيّٗا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَا وَتُنذِرَ يَوۡمَ ٱلۡجَمۡعِ لَا رَيۡبَ فِيهِۚ فَرِيقٞ فِي ٱلۡجَنَّةِ وَفَرِيقٞ فِي ٱلسَّعِيرِ 

Artinya:

“Dan memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya,” (QS. Asy-Syura: 7).

10. Yaumul Khulud (Hari yang Kekal)

Sebab itulah, dunia hanya sesuatu yang fana.

Ada di dalam surat Qaf ayat 34.

ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٖۖ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُلُودِ 

Artinya:

“Masukilah ke (dalam surga) dengan keselamatan. Itulah hari yang kekal,” (QS. Qaf: 34)

11. Yaumul Khuruj (Hari Dikeluarkan dari Kubur)

Semua manusia akan dimatikan dan kemudian dibangkitkan kembali.

Saat itulah manusia dikeluarkan dari kuburnya.

يَوۡمَ يَسۡمَعُونَ ٱلصَّيۡحَةَ بِٱلۡحَقِّۚ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلۡخُرُوجِ 

Artinya:

“Pada hari ketika mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenarnya. Itulah hari keluar (dari kubur).”

12. Yaumul 'Asir (Hari yang Sulit)

Hal ini ada di dalam Alquran, surat Al-Mudassir ayat 9.

فَذَٰلِكَ يَوۡمَئِذٖ يَوۡمٌ عَسِيرٌ 

Artinya:

“Maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,” (QS. Al-Mudassir: 9).

13. Al-Qari'ah (Ketukan Keras)

Sebutan itu ada dalam surah Al-Qariah ayat 3.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ 

Artinya:

“Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?” (QS. Al-Qari’ah: 3).

14. Al-Azifah (Suatu yang Dekat)

Allah mengingatkan manusia bahwa hari kiamat adalah sesuatu yang dekat.

Bahkan Rasulullah menumpamakan jaraknya dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.

Ada di dalam Alquran surat An-Najm ayat 57 yang berbunyi,

أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ 

Artinya: “Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat," (QS. An-Najm: 57)

15. Ash-Shakhkhah (Teriakan)

Hari kiamat akan menjadi hari yang mengerikan bagi umat manusia yang mengingkari kebenaran.

Mereka akan berteriak ketakutan melihat peristiwa kiamat.

Nama lain hari kiamat ini disebut dalam surat Abasa ayat 33.

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ 

Artinya:

“Maka apabila datang suara yang memekakkan (telinga),” (QS. Abasa: 33).

16. Al Haqqah (yang Pasti)

Penyebutan hari kiamat itu ada dalam surat Al-Haqqah ayat 3 yang berbunyi,

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحَآقَّةُ 

Artinya:

“Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?” (QS. Al-Haqqah: 3).

17. Ath Thammatul Kubra (Bencana Besar)

Dalam surat An-Nazi'at ayat 34, hari kiamat disebut sebagai bencana yang sangat besar.

Sebab, memang di hari kiamat itu akan terjadi bencana alam yang sangat besat dan menakutkan.

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ ٱلۡكُبۡرَىٰ 

Artinya:

“Maka apabila bencana yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.” (QS. An-Nazi’at: 34)

18. Al-Waqi'ah (Hari Kiamat)

Al-Waqi'ah (Hari Kiamat) merupakan nama lain dari hari kiamat.

Hal ini tertuang dalam surat Al-Waqi'ah ayat 1 yang berbunyi,

إِذَا وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ 

Artinya: “Apabila terjadi hari kiamat,” (QS. Al-Waqi’ah: 1).

19. Darul Qarar (Tempat Kembali)

Allah memeringatkan manusia bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.

Sesungguhnya manusia akan mendapatkan kehidupan kekalnya di akhirat kelak.

Allah sebutkan dalam surat Ghafir ayat 39 yang berbunyi,

يَٰقَوۡمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا مَتَٰعٞ وَإِنَّ ٱلۡأٓخِرَةَ هِيَ دَارُ ٱلۡقَرَارِ 

Artinya:

“Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah kesenangan sementara. Dan sesungguhnya akhirat itu adalah negeri tempat kembali,” (QS. Ghafir: 39)

20. Ad Darul Akhirah (Negeri Akhirat)

Hal ini dapat ditemuakn dalam surat Al-Ankabut ayat 64 yang berbunyi,

وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ 

Artinya:

“Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui,” (QS. Al-Ankabut: 64).