Sesungguhnya Allah SWT menurunkan Al-Quran untuk dijadikan panduan hidup manusia di muka bumi ini. Bahkan Allah tegaskan dalam syariatnya, dengan diutusnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam Islam pondasi hukum yang paling fundamentalis adalah Halal dan Haram, karena dua pokok hukum ini telah Nabi jelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh shahabat Nu’man bin Bashir radhiallahu ‘anhu, bahwasanya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya sebagai berikut ini ; “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram juga jelas..”
Seandainya kita menulis daftar sesuatu yang dihalalkan oleh syariat Islam, tentu kita tidak mampu menghitungnya. Dan berbeda halnya kita menulis daftar yang diharamkan syariat, tentu tidak sebanyak daftar sesuatu yang dihalalkan syariat, contohnya; harta riba, judi, anjing, babi, bangkai, khamr dst..
Namun sayang, saat ini banyak manusia minim semangat menuntut ilmu. Sehingga hati dan akalnya tertutup syubhat serta tidak mengetahui perkara-perkara yang halal maupun yang haram. Dalam lanjutan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
"Di antara keduanya (halal dan haram) terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan".
Keberkahan Pada Harta Thayyib Walaupun Sedikit
Perputaran hidup manusia selalu terkait dengan apa yang mereka makan. Kemudian apa yang mereka makan terkait dengan apa yang mereka usahakan..
Dalam hadis diatas perkara halal dan haram sudah ditentukan syariat. Sehingga kaum muslimin dituntut untuk mencari apapun yang dihalalkan Allah, dan menjauhi apa yang diharamkan Allah Swt. Dalam firman-Nya,
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (QS: Al-Baqarah 72)
Dan yang perlu digaris bawahi, Allah ‘Azza Wa Jalla hanya menerima dari hambanya sesuatu yang Thayyib saja. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sbb ini : "Sesungguhnya Allah Swt itu Maha Baik, tidaklah menerima kecuali yang baik".
Bahwasanya diantara tanda amal yang Thayyib itu adalah ikhlas kepada Allah dan sesuai dengan tuntutan syariah. Begitupun dengan harta thayyib yaitu halal secara dzatnya dan halal dalam cara memperolehnya.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dalam kitab Syarah Arbain Annawi-nya menjelaskan, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerima apapun dari seorang hamba kecuali yang thayyib, baik perkataan dan amal perbuatan lainnya. Dan sebaliknya Dia akan menolak dan tidak menerima sesuatu yg tidak thayyib. Dan diantara contohnya adalah orang yang bersedekah dengan harta haram.
Untuk itu harta yang thayyib akan menjadi berkah, sehingga walaupun sedikit Allah akan melipatkan gandakannya semisal gunung. Dalam hadis shahih dijelaskan, yang artinya sbb ;
"Barang siapa yang bersedekah dengan sebutir kurma dari yang thayyib, tidaklah Allah menerimanya kecuali yang Thayyib. Maka tatkala Allah ta’ala menerima sedekah dengan tangan kanannya, lalu menumbuhkannya sebagaimana kalian memelihara anak kuda, sampai-sampai sedekah tersebut seumpama gunung" (HR. Bukhari dan Muslim).
Resiko Harta Tidak Thayyib, Doapun Tertolak.
Sekali lagi kami tekankan, syarat sebuah harta thayyib ada dua: halal secara dzatnya dan halal cara memperolehnya. Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi maka bisa dipastikan harta tersebut haram.
Diantara konsekuensi harta haram, doapun bisa tertolak. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan dalam sebuah hadis, yang artinya sbb ;
Kemudian Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan yang mengenyangkannya dari sesuatu yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan.
Subhanallah..kisah diatas bisa kita renungkan. Dimana syarat-syarat terkabulnya doa hampir-hampir saja terpenuhi, diantaranya orang tersebut dalam keadaan safar, tangannya menengadah ke langit, lalu ia juga bertabaruk dengan nama Allah. Dalam sebuah hadis Qudsi yang diriwayatkan dari Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu,
“Sesungguhnya Rabb-mu Tabaraka wa Ta’ala adalah Maha Pemalu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa“ (HR. Ibnu Majah). Namun pada akhirnya musafir ini doanya tidak diijabahi Allah Swt dikarenakan makanannya haram, minumnya haram, pakaiannya haram.
Bahaya Harta Yang Tidak Berkah Dari Berbisnis "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah Swt niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3).
Merebaknya Perbuatan Syirik di Kalangan Pebisnis Pelaku usaha dan pemiliki bisnis di tanah air banyak yang tanpa sadar telah terjebak dalam perbuatan syirik. Mereka lari ke dukun meminta wejangan untuk menaikkan omzet, mencari pelanggan, sampai menghancurkan lawan bisnis. Mereka melakukan puasa, shalat, dan amalan lainnya yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Padahal banyak amalan-amalan yang bersumber dari Alquran dan sunnah yang jelas-jelas akan dapat menambah rezeki seseorang. Ini janji dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. Tidak banyak yang tahu bahwa pergi melaksanakan haji dan umrah, bertaubat, menafkahi penuntu ilmu agama, dan beberapa amalan lainnya mampu melapangkan rezeki seseorang. Sayangnya banyak kaum muslim yang tidak tahu ini sehinga akhirnya memilih cara instan dan terjerumus dalam perbuatan syirik.
Banyak bisnis yang berguguran di tahun pertama berdirinya. Ada sisi spiritual yang biasanya sering dilupakan para pelaku usaha
Banyak bisnis yang berguguran di tahun pertama berdirinya. Ada sisi spiritual yang biasanya sering dilupakan para pelaku usaha. Ironisnya, para calon entrepreneur muda Indonesia kerap tidak mendapatkan akses terhadap informasi ini dan cenderung memilih cara-cara barat.
Ilmu bisnis yang berkiblat dari Eropa dan Amerika sering dijadikan satu-satunya sumber rujukan yang diakui.Meskipun tidak sepenuhnya salah, namun tidak 100% ilmu bisnis barat dapat dipraktikkan di Indonesia. Bahkan beberapa metode barat justru banyak menggiring umat muslim menuju jurang kehancuran. Mereka menganjurkan kita untuk mencari modal lewat hutang bank yang notabene riba.
Dosa adalah penghalang datangnya rezeki dan riba adalah salah satu dosa yang sering dilakukan oleh seorang pedagang atau pengusaha. Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (H.R. Ahmad)
Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim dijelaskan:
“Rasulullah Saw. telah melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya (sekretaris) dan kedua saksinya. Beliau mengatakan, “Mereka itu sama saja.” (H.R. Muslim)
Bahkan ketika orang-orang kafir Quraisy di Mekkah ingin kembali merenovasi Ka’bah (sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul), mereka tidak menerima harta hasil melacur, riba, dan rampasan untuk membangun Ka’bah. Orang kafir saja tidak ingin menerima harta riba untuk perbuatan yang mereka anggap baik.
Pentingnya Mencari Rezeki Yang Halal
Setiap muslim pastinya mendambakan kemudahan dalam mencari rezeki. Kita semua tentu mengharapkan rezeki yang berkah, cukup dan mencukupi. Rezeki yang akan mengalir dalam harta kita dan menjadi darah dan dagingorang-orang yang kita nafkahi. Apabila sumbernya baik, maka mengalirlah kebaikan dalam keluarga kita. Sebaliknya, apabila sumbernya buruk, maka mengalirlah keburukan dalam keluarga kita.
Rezeki yang berkah adalah idaman setiap muslim. Keberkahan akan membuat rezeki dan harta selalu bertambah, tumbuh dan berkembang, serta mengandung kebaikan di dalamnya. Harta yang banyak dan berlimpah tetapi tidak berkah hanya akan membawa petaka dan bencana bagi pemiliknya. Harta yang tidak berkah juga akan menyesakkan dada pemiliknya sehingga selalu merasa kekurangan.
Banyak orang mengeluhkan penghasilannya yang selalu dirasa kurang. Bukan jumlahnya yang kurang, tetapi keberkahannyalah yang berkurang. Kita sering melihat orang dengan penghasilan yang sangat besar, tetapi tidak ada keberkahan dalam hidupnya. Hal tersebut ditandai dengan ketidakpuasan terhadap harta yang dimiliki. Dengan gaya hidup yang boros dan foya-foya, tak heran orang yang sudah kaya masih suka melakukan tindak korupsi,pencurian, dan penipuan untuk mempertebal pundi-pundi.
Jauhnya kesadaran masyarakat kita untuk mencari rezeki yang berkah adalah masalah bangsa yang sangat kronis. Apabila orang tua mengumpulkan harta dengan cara yang batil, anak-anak pun akan tumbuh jauh dari kebaikan. Hal itu karena bisa jadi di dalam harta yang kita kumpulkan selama ini, terdapat uang panas yang tersisip tanpa kita sadari.
Harta haram ini ibarat bom waktu yang siap meledakkan pemiliknya kapan saja. Hal tersebut terjadi akibat tercampurnya harta yang diperoleh dengan jalan usaha yang halal dengan yang haram. Namun, apabila para orang tua mencari nafkah dengan cara yang baik, berasal dari sumber yang baik, dan dengan tujuan yang baik pula, tentunya anak-anak akan tumbuh dalam lingkungan yang selalu diberkahi dengan kebaikan.
Rezeki yang berkah adalah idaman setiap muslim. Keberkahan akan membuat rezeki dan harta selalu bertambah, tumbuh dan berkembang, serta mengandung kebaikan di dalamnya
Dengan sumber rezeki yang baik, berbagai permasalahan bangsa yang pelik Insya Allah dapat segera terselesaikan. Bukan sekadar penyelesaian dari luar, tetapi bentuk penyelesaian yang berasal dari hati yang bersih, keimanan, dan ketakwaan tiap-tiap individu yang selalu berusaha mencari rezeki dengan cara berbisnis yang halal.
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berbagai berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri". (Q.S. Al-A’raf:96).
Uang haram adalah uang yang didapat dengan cara haram atau tidak halal serta tidak diridhoi Allah SWT. Cara mendapat uang haram misalnya, meminjam dengan bunga atau riba, korupsi, menipu, mencuri, merampok atapun lewat jalan pesugihan. Semua upaya mendapat uang haram sangat dibenci Allah SWT. Mereka yang memakan uang haram akan mendapat murka Allah SWT. Uang haram sangat berbahaya dan memberi dampak buruk bagi diri sendiri dan juga keluarga.
Tak hanya di dunia, dampak uang haram juga akan dibawa sampai ke kehidupan di akhirat kelak. Sayangnya, di masa sekarang uang haram sepertinya tak lagi menjadi tabu bagi banyak orang. Buktinya, praktik riba, korupsi, ataupun merampok banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Orang rela mengejar uang haram karena takut susah atau miskin. Mereka mengejar cara cepat untuk mendapat kekayaan. Padahal uang haram sama sekali tidak akan menyelamatkannya. Justru sebaliknya, bahaya untuk kehidupannya dunia akhirat.
Setan akan selalu menggoda dan memudahkan manusia dalam mendapatkan uang haram. Sayangnya, banyak manusia terjebak bujuk rayu setan. banyak orang lebih memilih mendapat uang haram sebagai solusi hidupnya. Nanti dengan uang haram tersebut, dia sedekahkan untuk orang yang membutuhkan. Cara ini sama sekali tidak dibenarkan. Menolak harta haram kecil maupun besar itu jauh lebih utama daripada berinfak dengan jumlah besar tapi tidak jelas kehalalan sumber hartanya.
Abdullah bin Umar RA, sahabat Nabi berkata: “Sungguh menolak seperenam dirham dari keharaman adalah lebih baik daripada 100 ribu dirham yang dinafkahkan di jalan Allah SWT.”
Ada 5 bahaya uang haram sebagai berikut ini:
Tidak Dikabulkannya Doa. Bahaya uang haram yang pertama adalah menjadi penyebab tidak dikabulkannya doa oleh Allah SWT.
“Wahab bin Munabbih berkata, Barang siapa yang ingin doanya dikabulkan Allah SWT, maka hendaklah ia memperbaiki makanannya,” kata Ulama tersebut menjelaskan.
Menyusahkan Hati Dan Hidup Anda
Bahaya uang haram yang kedua adakah menciptakan kegelisahan hati dan kegundahan terus menerus dalam menjalani kehidupan. Kalau anda sampai saat ini masih merasakan gelisah dan gundah, ini bisa jadi datang dari uang haram. “Dan tidak ada yang bisa melebihi kegundahan dan kegelisahan melebihi harta (uang) haram,” tutur Ulama tersebut.
Harta Haram Akan Merusak Hati, Bahaya uang haram berikutnya ;
Adalah akan merusak hati seseorang. Jika terus memakan uang haram maka menimbulkan penyakit kronis dalam tubuhnya.
“Ulama mengatakan stres yang sangat tinggi membuat pelaku riba seperti orang gila karena terus memikirkan bunga yang harus dia bayar,” kata Ulama tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya daging yang tumbuh dari harta yang haram, maka neraka lebih pantas baginya.” (HR. Thabrani).
Kemudian sahabat Rasulullah SAW, Sa’ad bin Abi Waqqash RA mengatakan:
“Tidaklah aku mengangkat satu suap ke mulutku, melainkan aku dalam keadaan mengetahui pasti dari manakah datangnya, dan dari mana keluarnya”
Melahirkan Generasi Yang Akan Menyusahkan, Bahaya uang haram yang ini benar-benar harus direnungi. Karena apa yang kita makan dari uang haram akan melahirkan generasi rusak yang menyusahkan.
“Berapa banyak orang kaya, rumahnya mewah, mobilnya mewah, kaya raya semuanya bisa dipuji oleh manusia, tapi sumber harta (uang) haram. Ternyata lahir anak yang jadi pembunuh bagi dia, di saat anak itu sudah dewasa, dia menyusahkannya,” ujar Ulama tersebut.
Mendapat Azab Yang Pedih Dari Allah SWT
Bahaya uang haram yang terakhir dan yang paling mengerikan adalah akan mendatangkan azab yang sangat pedih dari Allah SWT pada hari kiamat. Allah SWT menyebutkan, masalah riba dalam surat Al Baqarah ayat 275:
“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah Swt telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba".
Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah Swt. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Ulama tersebut mengatakan, banyak diantara muslimin yang mencoba mencari alasan untuk membenarkan uang haram supaya menjadi halal.
Dan ini sebenarnya sifat kaum yahudi. Dan kita tidak boleh seperti mereka. Haram dalam Islam, adalah haram yang tidak akan berubah sampai hari kiamat. Dan kita disuruh pelajari untuk menjauhi. Itulah beberapa bahaya uang haram, hindari betul-betul agar kita dan keluarga selamat dunia akhirat dan tidak mendapat murka Allah SWT, Jika kita memakan harta atau uang haram yang tidak di sengaja auatapun kurang tahu hal tersebut kaena lemahnya iman, segera bertobat kepada Allah Swt, semoga Allah mengampuni dosa-dosa hamba-hambnya, dan menjadikan kita kebaikan yang amat banyak, Aamin ya robbal 'alamin.
Harta Banyak yang Tidak Berkah Itu Cepat Hilangnya, Harta yang didapatkan dengan cara tidak berkah semisal hasil korupsi, hasil mencuri, hasil riba, hasil menjadi pelacur dan lain-lainnya, tidak akan berkah dan akan cepat hilang tanpa disadari. Betapa banyak orang yang dahulunya tidak peduli dengan halal dan haramnya harta, setelah hijrah dan bertaubat, dia pun berkata,
“Dulu harta saya banyak, tapi cepat juga habisnya entah ke mana, tanpa saya sadari. Siang-malam saya lembur mencari harta yang banyak, tapi harta itu lenyap dengan cepat. Yang paling miris, saya tidak bahagia dengan harta tersebut. Sekarang setelah hijrah, saya mencari harta yang halal, harta saya cukup untuk hidup dan saya merasakan kebahagiaan.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Harta halal yang sedikit diberkahi daripada harta haram yang banyak. Harta haram ini cepat hilangnya dan Allah hancurkan.” (Majmu’ Fatawa)
Hendaknya ini menjadi perhatian kita semua, terutama di zaman ini, zaman yang sudah mendekati akhir zaman di mana orang-orang mulai tidak peduli dengan halal dan haramnya harta yang dia dapatkan. Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Saw, bersabda yang artinya sbb ini ;
“Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram“. (HR. Bukhari).
Yang perlu kita cari dari rizki bukan jumlahnya semata, tetapi juga keberkahannya. Dengan harta yang berkah, hidup kita jadi mudah dan dimudahkan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Cara mendapatkan keberkahan adalah dengan ketakwaan, yaitu rasa takut kepada Allah Ta’ala akan harta yang haram dan cara mendapatkannya yang haram. Apabila kita bertakwa, maka Allah Ta’ala akan turunkan keberkahan kepada kita
Allah Saw berfirman, “Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. Al-A’raf: 96)
Nabi Muhammad Saw mengajarkan kita agar berdoa dan memohon keberkahan harta, bukan sekedar jumlah semata. Beliau pernah mendoakan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan keturunannya dan berkahilah semua yang Engkau berikan kepadanya.” (HR. Bukhari).
Hasil dari doa beliau adalah keberkahan harta Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Demi Allah, hartaku sangat banyak. Sementara anak dan cucu-cucuku, mencapai 100 orang.” (HR. Ibnu Hibban).
Semoga harta kita selalu berkah dan mendapatkan keridhaan dari Allah Swt. Allah Humma Aamin.
Pengaruh Makanan yang Haram Sumber, Segala puji bagi Allah Swt, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad Saw, keluarga dan sahabatnya. Sebagian muslim tidak mempedulikan apa yang masuk dalam perutnya. Asal enak dan ekonomis, akhirnya disantap. Tidak tahu manakah yang halal, manakah yang haram. Padahal makanan, minuman dan hasil nafkah dari yang haram sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan seorang muslim, bahkan untuk kehidupan akhiratnya setelah kematian. Baik pada terkabulnya do’a, amalan sholehnya dan kesehatan dirinya bisa dipengaruhi dari makanan yang ia konsumsi setiap harinya. Oleh karena itu, seorang muslim begitu urgent untuk mempelajari halal dan haramnya makanan. Dan yang kita bahas kali ini adalah seputar pengaruh makanan yang haram bagi diri kita.
Pertama: Makanan haram mempengaruhi do’a
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya sbb ini ;
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015).
Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Sa’ad, “Perbaikilah makananmu, maka do’amu akan mustajab.” (HR. Thobroni)
Ada yang bertanya kepada Sa’ad bin Abi Waqqosh, “Apa yang membuat do’amu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya?” “Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,” jawab Sa’ad.
Dari Wahb bin Munabbih, ia berkata, “Siapa yang bahagia do’anya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya.”
Dari Sahl bin ‘Abdillah, ia berkata, “Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka do’anya akan mudah dikabulkan.”
Yusuf bin Asbath berkata, “Telah sampai pada kami bahwa do’a seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi.”
Gemar melakukan ketaatan secara umum, sebenarnya adalah jalan mudah terkabulnya do’a. Sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal, namun segala ketaatan akan memudahkan terkabulnya do’a. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya do’a.
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Melakukan ketaatan memudahkan terkabulnya do’a. Oleh karenanya pada kisah tiga orang yang masuk dan tertutup dalam suatu goa, batu besar yang menutupi mereka menjadi terbuka karena sebab amalan yang mereka sebut. Di mana mereka melakukan amalan tersebut ikhlas karena Allah Ta’ala. Mereka berdo’a pada Allah dengan menyebut amalan sholeh tersebut sehingga doa mereka pun terkabul.”
Wahb bin Munabbih berkata, “Amalan sholeh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) do’a. Lalu beliau membaca firman Allah Ta’ala, “Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.” (QS. Fathir: 10)
Dari ‘Umar, ia berkata, “Dengan sikap waro’ (hati-hati) terhadap larangan Allah, Dia akan mudah mengabulkan do’a dan memperkanankan tasbih (dzikir subhanallah).”
Sebagian salaf berkata, “Janganlah engkau memperlambat terkabulnya do’a dengan engkau menempuh jalan maksiat.” (Dinukil dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, 1: 275-276).
Kedua: Rizki dan makanan halal mewariskan amalan sholeh
Rizki dan makanan yang halal adalah bekal dan sekaligus pengobar semangat untuk beramal shaleh. Buktinya adalah firman Allah Swt yang artinya sbb ini ;
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thoyyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mu’minun: 51). Sa’id bin Jubair dan Adh Dhohak mengatakan bahwa yang dimaksud makanan yang thoyyib adalah makanan yang halal (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Allah Swt pada ayat ini memerintahkan para rasul ‘alaihimush sholaatu was salaam untuk memakan makanan yang halal dan beramal sholeh. Penyandingan dua perintah ini adalah isyarat bahwa makanan halal adalah pembangkit amal shaleh. Oleh karena itu, para Nabi benar-benar memperhatikan bagaimana memperoleh yang halal. Para Nabi mencontohkan pada kita kebaikan dengan perkataan, amalan, teladan dan nasehat. Semoga Allah memberi pada mereka balasan karena telah member contoh yang baik pada para hamba.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 126).
Bila selama ini kita merasa malas dan berat untuk beramal? Alangkah baiknya bila kita mengoreksi kembali makanan dan minuman yang masuk ke perut kita. Jangan-jangan ada yang perlu ditinjau ulang. Nabi SAW bersabda, yang artinta sbb ini ;
“Sesungguhnya yang baik tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan. Namun benarkah harta benda itu kebaikan yang sejati?” (HR. Bukhari no. 2842 dan Muslim no. 1052).
Ketiga: Makanan halal bisa sebagai pencegah dan penawar berbagai penyakit
Allah Swt berfirman, “Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang hanii’ (baik) lagi marii-a (baik akibatnya).” (QS. An Nisa’: 4).
Al Qurthubi menukilkan dari sebagian ulama’ tafsir bahwa maksud firman Allah Swt adalah, “Hanii’ ialah yang baik lagi enak dimakan dan tidak memiliki efek negatif. Sedangkan marii-a ialah yang tidak menimbulkan efek samping pasca dimakan, mudah dicerna dan tidak menimbulkan peyakit atau gangguan.” (Tafsir Al Qurthubi, 5:27).
Tentu saja makanan yang haram menimbulkan efek samping ketika dikonsumsi. Oleh karenanya, jika kita sering mengidap berbagai macam penyakit, koreksilah makanan kita. Sesungguhnya yang baik tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.
Keempat: Di akhirat, neraka lebih pantas menyantap jasad yang tumbuh dari yang haram. Dari Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, artinya sbb ;
“Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban)
Lihatlah begitu bahayanya mengonsumsi makanan haram dan dampak dari pekerjaan yang tidak halal sehingga mempengaruhi do’a, kesehatan, amalan kebaikan, dan terakhir, mendapatkan siksaan di akhirat dari daging yang berasal dari yang haram.
“Ya Allah, limpahkanlah kecukupan kepada kami dengan rizqi-Mu yang halal dari memakan harta yang Engkau haramkan, dan cukupkanlah kami dengan kemurahan-Mu dari mengharapkan uluran tangan selain-Mu.” (HR. Tirmidzi).
Ternyata jin menyukai tempat-tempat yang kotor dan banyak sampah. Sama seperti manusia, ada juga jin yang membangkang. Agar memiliki hunian yang aman dan nyaman, perlu diketahui cara mengusir jin dari rumah. Biasanya, hal tersebut dilakukan saat merasa jin mulai mengganggu keseharian. Sebab, banyak yang mempercayai bahwa jin juga menempati rumah.
Agar terhindar dari berbagai pengaruh jahat jin, manusia hendaknya banyak mengingat (berzikir) kepada Allah SWT, dan berdoa dalam setiap situasi dan kondisi. Selain selalu berzikir setelah sholat, ada bacaan dan juga doa yang bisa dipanjatkan sebagai cara mengusir jin di rumah. Beberapa di antaranya yakni:
1. Membaca Surat Al-Baqarah Cara yang paling efektif adalah membacakan surat Al-Baqarah satu surat penuh. Ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR Muslim, At-Turmudzi)
Hal ini juga diperkuat dengan hadits lain dari sahabat Ibnu Mas’ud, yang mengatakan:
Artinya: “Sesungguhnya setan, apabila mendengar surat Al-Baqarah dibacakan dalam rumah, maka dia akan keluar dari rumah itu.” (HR Ad-Darimi, At-thabrani)
Jin yang lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah ini adalah setan yang mengganggu secara zahir atau terang-terangan.
Sebagaimana keterangan dari Ibnu Hibban, yang didapat dari Imam Abu Hatim yang artinya:
Artinya: “Rasulullah SAW bersabda: "Setan tidak akan memasuki rumahnya’, maksudnya adalah setan yang membangkang (mengganggu), bukan yang lainnya.” (HR Ibnu Hibban)
2. Baca Doa Masuk Rumah
Dari Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
Artinya: “Apabila ada orang yang masuk rumah, kemudian dia mengingat Allah ketika masuk, dan ketika makan, maka setan akan mengatakan (kepada temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan tidak ada makan malam.’
Tapi apabila dia tidak mengingat Allah (bismillah dan jangan lupa ucapkan salam) ketika masuk, maka setan mengatakan: ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’.” (HR. Muslim, Abu Daud dan yang lainnya).
3. Baca Doa Hendak Makan
Sesuai dengan hadits di poin sebelumnya, membaca basmalah saat akan makan akan menjadi penghalang setan untuk ikut makan. Ini tentunya dapat menjadi cara mengusir jin dari rumah, karena doa tersebut tidak mengharapkan kehadiran jin di dalam rumah bahkan saat makan.
4. Baca Doa Ketika Menutup Pintu
Dari Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW memberikan banyak saran agar tidak terganggu jin. Salah satunya:
Artinya: “Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (HR Bukhari, Muslim dan yang lainnya)
5. Berdoa Ketika Keluar Rumah
(Bismillahi tawakkaltu ‘alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah)
Artinya: “Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”
Dalam hadits disebutkan, siapa yang keluar rumah kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: Kamu diberi petunjuk, dicukupi dan dilindungi. Maka setan kemudian berteriak: “Bagaimana kalian bisa mengganggu orang yang sudah diberi hidayah, dicukupi, dan dilindungi.” (HR Abu Daud, Turmudzi).
Setelah doa, ini dapat tindakan pencegahan yang dapat dilakukan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara mengusir jin dari rumah, seperti:
6. Jauhkan Rumah dari Gambar Makhluk Bernyawa
Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda artinya:
Artinya: “Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar.” (HR Bukhari, Nasai, dan yang lainnya)
Ketika malaikat penebar rahmat tidak memasuki rumah, itu akan menjadi jalan adanya makhluk lain yang masuk ke rumah seperti jin yang mengganggu.
Gambar makhluk yang bernyawa ini bisa saja berbentuk foto atau gambar yang sebelumnya diniatkan sebagai hiasan rumah.
7. Bersikap Tidak Peduli
Jin memiliki sifat suka menganggu dan mencari perhatian. Jika sudah mengaji dengan rajin dan masih merasa gangguan, maka mulailah untuk tidak bersikap peduli. Ini akan membuat jin bosan dan pergi sendiri. Jangan melawan dengan hal-hal yang tidak disarankan dan menyerempet pada hal-hal yang bersifat kemusyrikan.
8. Menjaga Kebersihan Rumah
Jin menyukai tempat-tempat yang kotor dan banyak sampah, dan merasa nyaman berada di dalamnya. Selain bisa menjadi cara mengusir jin dari rumah, menjaga kebersihan juga dapat menjaga kesehatan semua penghuni rumah.
9. Buang Sampah pada Tempatnya
Biasakan diri dan keluarga untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Hindari kebiasaan menumpuk sampah di beberapa bagian rumah yang tidak terlihat. Jangan sampai menumpuk meja di bawah meja dan tempat tersembunyi lain. Jadi hilangkan kebiasaan ini agar rumah bersih dan aman dari gangguan jin.
10. Hindari Meletakkan Kotoran di Pojok Rumah
Kebiasaan menyapu dan menumpuk kotoran di bagian pojok rumah juga sebaiknya dihilangkan. Kebiasaan ini ternyata bisa mengundang kedatangan jin. Ketika menyapu, segera buang sampah pada tempatnya.selain menyapu, rajin mengepel juga akan membuat rumah tampak lebih bersih dan jin tidak menyukainya. Itulah cara mengusir jin dari rumah agar tempat tinggal keluarga ini menjadi lebih tenang dan nyaman untuk beribadah.
15 Jenis Jin Berdasarkan Golongan dan Tugasnya, Ada yang Bisa Menyebabkan Perceraian, Waspada, Jin punya beragam tugas untuk menghasut manusia agar melanggar perintah Allah Swt. Selain manusia, Allah SWT juga telah menciptakan makhluk lain yang juga menghuni bumi, salah satunya adalah jin. Ada beberapa jenis jin beserta tugasnya di bumi yang harus diimani sebagai bentuk keyakinan kepada yang gaib yang terdapat dalam Al Qur'an
Yang membedakannya dengan manusia adalah jin tidak memiliki tubuh. Oleh karena itu jin tidak bisa dilihat dalam bentuk aslinya kecuali menjelma dalam bentuk lain, karena jin dapat mengubah dirinya dalam bentuk yang diinginkan.
Jin adalah salah satu makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dari api yang sangat panas.
Dalam Alquran Allah SWT berfirman: “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas,” (QS Al-Hijr: 27).
Hal ini juga mendapat penjelasan dengan dalil dari Aisyah RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api yang berkobar, dan Adam (manusia) dari tanah sebagaimana telah dijelaskan kepadamu,” (HR Ahmad, Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Tugas penciptaan jin yang utama adalah membisikkan bisikan jahat ke dalam hati manusia.
Allah SWT berfirman: “Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia,” (QS An-Naas: 4-6).
Selain itu, ada beberapa jenis jin yang dapat dikelompokkan ke dalam 3 kelompok. Hal ini didasarkan pada hadis dari Jabir Ibn Nafir, dari Abi Tsalabah Al Khuntsa RA bahwasa Rasulullah SAW bersabda:
“Jin terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah jin yang mempunyai sayap dan dapat terbang di udara. Kelompok kedua terdiri dari jin yang berbentuk ular dan anjing, sedang kelompok ketiga adalah yang bisa berubah bentuk dirinya,” (HR Baihaqi).
1. Jin Bersayap, Jenis jin ini mampu terbang dengan kecepatan sangat tinggi. Dalam kisah Nabi Sulaiman, jin inilah yang mampu memindahkan singgasana Ratu Balqis dari Yaman (Negeri Saba’) ke Baitulmaqdis.
2. Jin Berbentuk Ular
Menurut sebuah riwayat, tidak sedikit ular yang sejatinya adalah jin dan tidak sedikit pula yang merupakan penjelmaan dari jin.
Menurut hadis, ada 2 jenis ular yang harus dibunuh karena dapat mengubah bentuk dirinya ke dalam bentuk yang lain.
3. Jin Berbentuk Anjing
Dikatakan bahwa Rasulullah SAW pernah memerintahkan para sahabat untuk membunuh anjing karena termasuk golongan jin atau duplikat jin.
Namun, riwayat ini dihapus. Setelah itu, Rasulullah SAW melarang umat muslim membunuh anjing kecuali yang berwarna hitam legam dengan 2 titik putih di atas matanya, sebab anjing ini adalah setan.
4. Jin Berbentuk Kucing
Golongan atau jenis jin yang dapat menjelma bentuk hewan tidak hanya dalam rupa anjing, tapi juga kucing. Kucing jelmaan jin ini akan terlihat indah atau berwarna putih dan merupakan jin perempuan. Adapun kucing hitam biasanya adalah setan.
Imam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Jin bisa menampakkan diri dalam wujud ular, anjing, dan kucing hitam. Sebab warna hitam dapat menghimpun kekuatan setan dibanding warna lainnya, termasuk di dalamnya kekuatan panas,” (Majmu Fatawa Ibn Taimiyah).
5. Jin yang Dapat Berubah Bentuk
Perubahan bentuk ini memungkinkan jin menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Namun, tidak semua jenis jin dapat melakukan hal ini. Hanya beberapa jenis jin saja yang memiliki kemampun seperti ini yaitu jin ‘Ifrit, jin al-Marid, dan setan.
Allah SWT telah menciptakan jin dan manusia di muka bumi ini. Keduanya saling hidup berdampingan. Jenis jin yang berada di sekitar manusia begitu beragam dan memiliki tugas masing-masing untuk menggangu manusia agar melanggar perintah Allah SWT. Beberapa di antaranya yakni:
1. Jin Wasnan: Membuat Manusia Mengantuk Saat Ibadah
Jin ini ditugaskan untuk membuat mengantuk. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa untung menenangkan saraf, terutama pada daerah mata. Orang yang menjadi target jin Wasnan yaitu orang-orang yang akan melakukan perbuatan baik seperti beribadah atau belajar.
2. Jin Dasim: Menghancurkan Rumah Tangga
Tugasnya sangat disukai oleh raja jin, yakni membuat rumah tangga hancur dan akhirnya bercerai. Jin ini memiliki tugas lain, yaitu membuat manusia menyia-nyiakan makanan dan selalu ingin makan walaupun tidak merasa lapar.
3. Jin Khonzab: Membuat Manusia Menunda Ibadah
Dalam pandangan Islam, jenis jin ini diyakini dapat membuat umat muslim menunda salat bahkan bisa sampai meninggalkan ibadahnya.Selain itu, jin Khonzab pun dapat membuat seseorang dengan cepat melakukan tindakan buruk.
4. Jin Wahlan: Membuat Selalu Ragu dan Waswas
Jika seseorang diliputi rasa ragu dan waswas, maka ada kemungkinan orang tersebut sedang terkena kekuatan dari jin Wahlan. Jenis jin ini biasanya suka membisikkan sesuatu yang menyebabkan rasa ragu sering muncul tiba-tiba.
5. Jin Zalanbur: Membuat Manusia Boros
Tak sedikit manusia yang suka hidup boros. Hal tersebut membuat jin Zalabur berhasil menjalankan tugasnya. Jin Zalanbur adalah jenis jin yang bertugas membuat manusia hidup boros, padalah boros adalah sesuatu yang tidak disukai Allah SWT.
6. Jin Tibbir: Menghasut Emosi Manusia
Jin ini memiliki tugas untuk menghasut manusia menjadi mudah emosi. Seseorang yang terkena hasutan jenis jin ini ditandai dengan mudah tersulut emosi dan amarahnya. Selain itu, jin Tibbir juga sering menghasut manusia untuk melakukan kemaksiatan dan membuat perpecahan antar manusia.
7. Jin Awar: Menghasut Seseorang Mengikuti Hawa Nafsu
Jin ini memiliki kekuatan untuk menghasut seseorang mengikuti hawa nafsunya. Biasanya, jenis jin ini menggoda para pemuda yang sedang jatuh cinta dengan meniupkan suasana meningkatkan nafsu.
8. Jin Masauth: Mengadu Domba Manusia
Di bangsa jin ada Masauth yang bertugas mengadu domba agar manusia saling curiga dan akhirnya saling membenci. Jenis jin ini biasanya suka mengadu domba hal kecil maupun hal besar.
9. Jin Abyad: Menggoda Iman
Seseorang yang sudah memiliki iman kuat pun masih sering digoda agar keimanannya runtuh. Mereka digoda oleh jin Abyad yang memiliki kemampuan yang untuk mengganggu pemuka agama.
10. Jin Syabru: Menghasut Manusia untuk Berbuat Maksiat
Jin ini sangat dekat dan erat pada manusia. Ia menetap di saluran darah manusia. Jin ini bertugas menghasut manusia dari dalam dengan mempermudah saraf manusia untuk melakukan maksiat dan menerima bisikan dan rangsangan dari jin luar.
Dengan mengetahui jenis jin berdasarkan golongan beserta tugasnya, diharapkan akan meingkatkan keimanan dan juga menghindari hasutan dari makhluk halus tersebut. Semoga kita semua terhindar dari godaan segala jenis jin yang ada dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan kita. Semoga diri kita dijauhkan dan dihindarkan dari jin tersebut di atas dari keluarga kita sababat-sahabat kita, tempat kerja kita, Aamin.
Waspadalah, Dasim, Setan yang Bertugas Merusak Rumah Tangga, setiap pasangan dalam pernikahan tentunya pernah mengalami selisih paham dalam berumah tangga, itu adalah hal yang biasa terjadi. Namun kadang kala ada juga permasalahan yang timbul dalam rumah tangga antara suami istri tanpa alasan yang jelas, ketika berjauhan diliputi rindu namun ketika dekat sekan ingin beradu tinju.
Ada saja hal yang diperdebatkan suami-istri hingga berujung pada perselisihan walaupun awalnya hanya masalah sepela. Apakah kamu pernah merasakan hal tersebut dengan pasanganmu? Apabila iya, maka waspadalah, sebab itu bisa saja ulah dari salah satu setan yang diperintahkan iblis untuk merusak hubungan rumah tangga.
Ia adalah setan Dasim, bala tentara iblis yang memiliki tugas secara khusus untuk merusak hubungan rumah tangga seseorang. Dasim ini menggoda dan mengarahkan setiap pasangan untuk berdebat, memancing emosi
suami maupun istri, berprasangka buruk kepada istri ataupun suami, seakan orang yang paling menjengkelkan dan dibenci adalah suami ataupun istri sendiri.
Menjelaskan bahwa Dasim ini juga yang berperan dalam hubungan pranikah, saat sebelum adanya ikatan akad. Dia akan memancing mancing baik laki-laki atau perempuan untuk berduaan, berdekatan dan berbuat maksiat.
Namun setelah adanya ikatan pernikahan, keadaan justru sebaliknya, setan Dasim ini akan membisikkan ke hati dan menggoda manusia agar terjadi perselisihan dalam rumah tangga.
Ada saja alasan-alasan kecil yang dapat memancing perdebatan seakan hal tersebut merupakan perkara yang besar, ia akan mebisikan kecurigaan, menyulut emosi, dan tujuan akhirnya adalah membuat pasangan bercerai.
Dilansir dari laman nahimunkar, rusaknya rumah tangga atau perceraian sangat disukai oleh Iblis. Prestasi terbesar bala tentara Iblis adalah merusak rumah tangga seorang muslim yang berujung dengan perceraian. Perhatikan hadits berikut; Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi Muhammad bersabda:
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, ‘Aku telah melakukan begini dan begitu’. Iblis berkata, ‘Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatup un”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, ‘Sungguh hebat (setan) seperti engkau.” (HR Muslim)
Selain itu Setan Dasim ini juga mengganggu wanita dan memainkan emosi wanita pada saat sedang masa haid ataupun masa kehamilan. Karena itulah, hendaknya bagi kamu yang telah dalam ikatan pernikahan, waspada akan gangguan setan Dasim ini yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga.
Berikut beberapa tanda rumah tangga yang diganggu oleh setan Dasim tersebut adalah sbb ;
Pasangan suami-istri tidaklah harmonis, mudah tersulut emosi tanpa ada alasan jelas, suami atau istri sering berfikiran negatif, curiga, was was, ketakutan saat pasangan berada di luar rumah sehingga menyulut perselisihan.
Setiap kali ingin menyantap makanan, jangan lupa untuk membaca doa. Dikutip dari Islampos, ajarkan anak-anak dan biasakan diri kita sendiri makan dengan mengucap basmallah serta menggunakan tangan kanan.
Apabila tersulut amarah, hendaklah mengucap dua kalimat syahadat, beristighfar serta menyendiri untuk menenangkan hati dan fikiran. Hendaklah pula berwudhu dan kemudian melakukan salat sunah dua rakaat.
Selalu berdoa kepada Allah untuk terhindar dari gangguan setan Dasim
Rasulullah SAW menagajarkan untuk mengkebut kebut terlebih dahulu kasur sehabis ditinggalkan dengan menggunakan sajadah atau sapu lidi, sambil membaca basmallah, Al-Fatihah, ayat kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas. InsyaAllah cara ini dapat mengusir setan Dasim yang juga gemar menghuni kamar kosong di dalam rumah yang di tinggal penghuninya.
Suami dan istri hendaklah memperbanyak beribadah dengan tekun menjalankan salat 5 waktu, salat sunah, saolat malam dan mengaji melantunkan dan mengamalkan ayat ayat suci Alquran di rumah.
Setan Bergembira dengan Perceraian, Janganlah ikut berpartisipasi mensukseskan program Iblis/Setan Sesungguhnya perceraian merupakan hal yang menyakitkan, apalagi jika ternyata sang wanita dicerai dengan tanpa hak yang benar, hal ini benar-benar merupakan perkara yang menyakitkan hatinya. Seakan-akan ia telah gagal dalam hidupnya.
Oleh karena itu Rasululla Muhammad SAW bersabda yang artinya “Dan pecahnya tulang rusuk (wanita) adalah menceraikannya.”
Berkata Syaikh Abdullah Ali Bassaam, “Perumpamaan cerai dengan pecahnya tulang rusuk merupakan perumpaan yang sangat mengena. Pada keduanya (perceraian dan pecahnya tulang) ada banyak kesamaan jika ditinjau dari sisi keduanya sangat menyakitkan dan sulitnya untuk menyambung kembali dan penyembuhannya, serta terkadang bisa kembali menyambung namun tulang tersebut tidak kembali sebagaimana sedia kala”
Jika pernikahan merupakan perkara yang dicintai Allah maka sebaliknya perceraian merupakan perkara yang sangat disukai oleh Iblis.
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi Muhammad Saw bersabda, yang artinya ;
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut)[3] kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (orang yang ia goda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblispun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat engkau”
Iblis sangat bangga dengan keberhasilan anak buahnya yang telah menyebabkan terjadinya perceraian. Syaikh As-Sa’di berkata, “Padahal kecintaan yang terjalin diantara pasangan suami istri (sangatlah kuat) tidak bisa disamakan dengan rasa cinta yang ada pada selain keduanya karena Allah telah berfirman tentang pasangan suami istri (Dan Allah menjadikan diantara kalian rasa cinta dan kasih sayang))”
Oleh karena itu tatkala Allah berfirman :
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu). Sebab itu, janganlah kamu kafir.” Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah Swt. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah Swt) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui". (QS. 2:102)
Allah menyebutkan dalam ayat ini bahwasanya yang dipelajari oleh mereka dari Harut dan Marut hanyalah ((apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya)) dan tidak menyebutkan perkara yang lain. Padahal sihir berpengaruh pada hubungan-hubungan yang lain diantara manusia. Hal ini disebabkan jika cinta yang sangat kuat yang terjalin antara suami istri bisa dirusak dengan sihir maka bentuk-bentuk kecintaan yang lain lebih mudah lagi untuk dirusak dengan sihir. Oleh karena itu Allah Swt berfirman setelahnya ((Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun)).
Berkata Al-Munaawi, “Hadits ini menunjukan akan susuatu yang sangat menakutkan tentang pencelaan terhadap perceraian. Hal ini merupakan tujuan terbesar Iblis yang terlaknat karena perceraian mengakibatkan terputusnya keturunan. Dan bersendiriannya anak keturunan Nabi Adam (tanpa istri atau tanpa suami) akan menjerumuskan mereka ke perbuatan zina yang termasuk dosa-dosa besar yang paling besar menimbulkan kerusakan dan yang paling menyulitkan”
Oleh karena itu jika memang sang istri telah dinasehati dengan melalui tahapan-tahapan yang dianjurkan dan tetap tidak bisa berubah maka hendaknya seorang suami bersabar sebelum dia menempuh jalan yang terakhir yaitu cerai
Allah berfirman :
Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. 4:19)
Berkata Ibnul Jauzi, “Ayat ini menganjurkan untuk menahan istri (tidak menceraikannya) meskipun sang suami membencinya. Dan ayat ini mengingatkan dua perkara, yang pertama bahwasanya seorang manusia tidak mengetahui mana-mana saja tempat kebaikan. Betapa banyak perkara yang dibenci kemudian membawa kebaikan dan betapa banyak perkara yang dipuji kemudian menjadi perkara yang dicela. Perkara yang kedua bahwasanya seseorang hampir-hampir tidak bisa menemukan sesuatu yang disukainya tanpa disertai dengan sesuatu yang dibencinya, oleh karena itu hendaknya ia bersabar atas apa yang dibencinya karena perkara yang dicintainya".
Berkata Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili, “Janganlah kalian menceraikannya karena hanya sekedar jiwa kalian tidak menyukainya, karena terkadang jiwa itu membenci sesuatu yang lebih baik bagi agamanya dan lebih terpuji serta lebih dekat kepada kebaikan, dan terkadang jiwa itu menyukai sebaliknya. Oleh karena itu hendaknya yang diperhatikan adalah sebab-sebab kebaikan”
Berkata Al-Qodhi Abu Muhammad, “Dan diantara kefaisihan Al-Qur’an yaitu adanya faedah keumuman pada kalimat (sesuatu), karena hal ini (Allah Swt menjadikan kebaikan) berlaku pada setiap apa yang dibenci oleh seseorang yang menjadikannya bersabar atas kebencian tersebut, lalu iapun bersabar dengan baik karena akhirnya (akibatnya) adalah kebaikan, jika ia bersabar karena menginginkan wajah Allah Swt”
Berkata Mujahid, “Mungkin saja Allah Swt menjadikan kebaikan yang banyak di balik kebencian tersebut”
Dalam ayat ini Allah Swt menjanjikan bahwa barang siapa yang bersabar menghadapi istrinya yang ia benci (selama istrinya tidak berzina) maka niscaya Allah akan menganugrahkan kepadanya banyak kebaikan dibalik kesabarannya dengan catatan kesabarannya tersebut karena mengharapkan wajah Allah Swt.
Berkata Al-Qurthubi, “Jika kalian membencinya karena buruknya akhlaknya namun ia tidak melakukan perzinahan atau membangkang suami maka keadaan seperti ini dianjurkan agar sang suami bersabar, mungkin saja akhirnya Allah akan menganugrahinya dari istrinya tersebut anak-anak yang sholeh”[12]
Ibnu Abbas berkata, “Yaitu sang suami bersikap lembut kepadanya lalu Allah memberikan rezki kepadanya seorang anak dari wanita tersebut, lalu Allah menjadikan banyak kebaikan pada anak tersebut”
Bisa jadi juga kebencian yang ia lihat dari istrinya adalah di awal-awal pernikahan, namun jika setelah beberapa tahun mereka berdua menjalani kehidupan rumah tangga maka akan nampaklah kasih sayang istrinya kepadanya dan ketaatannya kepadanya di kemudian hari.
Berkata Ad-Dhohhak, “Jika terjadi pertengkaran antara seorang dan istrinya maka janganlah ia bersegera untuk mencerainya, hendaknya ia bersabar terhadapnya, mungkin Allah akan menampakkan dari istrinya apa yang disukainya”
Berkata Al-Alusi, “atau kasih sayang yang nampak setelah kebencian”
Kemudian hendaknya sang suami merenungkan bahwa tidaklah musibah menimpanya kecuali karena kamaksiatan yang dilakukannya, kemudian musibah tersebut akan menjadi penghapus dosa-dosanya. Dan bisa jadi istri yang dibencinya itu merupakan musibah yang menimpanya karena maksiat yang dilakukannya. Jika ia tidak sabar dengan musibah tersebut bisa jadi Allah akan memberikan kepada dia musibah lain yang lebih berat baginya.
Berkata Ibnul Arobi, “Syaikh Abu Muhammad bin Abi Zaid memiliki kedudukan yang tinggi dalam ilmu dan agama. Ia memiliki istri yang buruk akhlaknya dan tidak menunaikan kewajiban-kewajibannya dengan baik, bahkan ia menyakiti Syaikh dengan perkataan-perkataannya. Orang-orangpun menegur Syaikh tentang kelakuan istrinya namun ia meneruskan kesabarannya. Syaikh berkata, “Aku adalah seorang lelaki yang telah dikarunai nikmat yang sempurna oleh Allah berupa kesehatan tubuh, ilmu, dan budak-budakku, mungkin saja istriku itu diutus (untukku) sebagai hukuman bagiku karena (kurangnya) agamaku, dan aku takut jika aku mencerainya maka akan turun hukuman lain yang lebih parah”
Faedah : Ibnul Arobi juga berkata, “Pada ayat ini dalil akan dibencinya cerai”
Jangan Biarkan Iblis Memisahkan Cinta Kita,Dalam kehidupan sehari-hari, kita bukan hanya berinteraksi dengan sesama manusia, namun secara tidak langsung kita juga berinteraksi dengan berbagai makhluk Allah Swt yang lainnya, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Sebagai insan beriman, kita percaya bahwa ada kehidupan lain di samping kehidupan kita sebagai manusia. Kita tidak mengetahui dunia mereka, karena tidak terjangkau oleh pengetahuan kita. Namun kita bisa mengerti sebagian aktivitas dan kehidupan mereka, melalui informasi yang kita dapatkan dari Al Qur'an dan Hadits Nabi Saw.
Makhluk Allah Swt yang tidak kelihatan, contohnya adalah malaikat, jin, setan, iblis dan yang lainnya. Kita memang tidak berkomunikasi secara langsung dengan mereka, namun pengaruh aktivitas mereka bisa mengenai kita. Di antara makhluk Allah tersebut, ada yang berinteraksi secara positif dan memberikan pengaruh positif bagi manusia, dialah malaikat. Namun ada makhluk Allah yang berinteraksi secara negatif dan memberikan pengaruh negatif pula bagia manusia, dialah iblis, setan dan bala tentaranya.
Pengaruh negatif setan, iblis dan bala tentaranya, bisa menyebabkan kehancuran sebuah keluarga yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya. Nabi Saw memberikan informasi bahwa iblis selalu berusaha untuk memisahkan suami dari istrinya. Mereka senang jika kehidupan pernikahan menjadi rusak, dan berujung kepada perceraian. Kemampuan bala tentara iblis menggoda manusia yang tertinggi dan terhebat adalah ketika berhasil membuat suami dan istri bercerai. Godaan terhadap manusia dalam aneka bentuk lain, dianggap belum seberapa tingkatnya.
Iblis Menggoda Manusia untuk Meninggalkan Pasangannya.
Bukan hanya satu iblis yang bekerja untuk memisahkan suami istri, namun mereka adalah suatu pasukan yang selalu berkoordinasi dan berkonsolidasi. Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut), kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, "Aku telah melakukan begini dan begitu". Iblis berkata, "Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun". Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, "Aku tidak meninggalkannya hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya". Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, "Sungguh hebat engkau" (HR Muslim no 2813).
Dari penjelasan Nabi Saw tersebut, tampak iblis sangat menghendaki perceraian antara suami dan istri. Syaikh As-Sa'di menjelaskan dalam kitab Taisir Al-Karim Ar-Rahman, "Padahal kecintaan yang terjalin diantara pasangan suami istri (sangatlah kuat) tidak bisa disamakan dengan rasa cinta yang ada pada selain keduanya; karena Allah telah berfirman tentang pasangan suami istri "wa ja'ala bainakum mawaddatan wa rahmah" dan Allah Swt menjadikan diantara kalian rasa cinta dan kasih sayang".
Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan, "Hadits ini menunjukan akan sesuatu yang sangat menakutkan tentang pencelaan terhadap perceraian. Perceraian merupakan tujuan terbesar iblis yang terlaknat karena mengakibatkan terputusnya keturunan. Dan bersendiriannya anak keturunan Nabi Adam (tanpa istri atau tanpa suami) akan mudah menjerumuskan mereka ke perbuatan zina yang termasuk dosa-dosa besar yang paling besar menimbulkan kerusakan dan yang paling menyulitkan".
Sedemikian kuat misi untuk membuat kerusakan hidup berumah tangga, sehingga mereka terus berusaha untuk melakukan dengan berbagai macam cara, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah Swt: "Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu). Sebab itu, janganlah kamu kafir."
"Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui" (QS. Al Baqarah : 102).
Allah menyebutkan dalam ayat ini bahwasanya yang dipelajari oleh mereka dari Harut dan Marut hanyalah "apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya" dan tidak menyebutkan hal-hal yang lain. Padahal sihir bisa berpengaruh pada banyak aspek dalam kehidupan manusia. Hal ini menunjukkan, demikian banyak usaha yang dilakukan oleh bala tentara iblis dalam memisahkan suami dan istri, dan demikian banyak cara yang akan dilakukan untuk merusak hubungan pernikahan, termasuk dengan sihir.
Manivestasi Godaan Pada dasarnya, perceraian selalu ada intervensi iblis dan bala tentara mereka, dengan beragam manivestasinya. Ada sangat banyak penyebab dan pemicu perceraian, namun kondisi-kondisi itu dipengaruhi oleh godaan yang dihembuskan oleh iblis dan kawan-kawan serta sekutu-sekutunya. Tidak bisa dinyatakan cerai pasti disebabkan oleh setan atau iblis, namun cerai pasti ada intervensi atau pengaruh dari setan atau iblis dan makhluk jahat lainnya, terlepas apapun yang menjadi penyebab utamanya.
Salah satu menivestasi setan dalam menggoda manusia adalah dengan tazyin yaitu memperindah atau menjadikan tampak indah suatu tampilan serta kejahatan. Diriwayatkan dari Jabir Ra bahwa Rasulullah Saw melihat seorang perempuan maka beliau datang ke isterinya, Zainab yang sedang menggosok kulit (binatang) miliknya yang hendak disamak, lalu beliau menunaikan hajat dengan istrinya. Kemudian beliau keluar ke sahabat-sahabatnya dan bersabda: "Sesungguhnya perempuan itu menghadap ke muka dalam bentuk setan, dan (menghadap) ke belakang dalam bentuk setan (pula). Maka apabila salah satu di antara kalian melihat seorang perempuan (yang membuat tertarik), hendaklah ia datang ke isterinya, karena hal itu akan menenangkan apa yang ada pada dirinya yakni gejolak syahwat". (Hadits Riwayat Muslim).
Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya mengutip penjelasan Mujahid rahimahullah, "Ketika perempuan menghadap ke depan (datang), maka setan duduk di atas kepalanya lalu menghiasinya (memperindah) untuk orang yang melihatnya, dan ketika perempuan itu menghadap ke belakang (pergi), setan duduk di atas bagian belakangnya lalu ia memperindahnya untuk orang yang melihatnya".
Ketika seorang suami melihat dan memperhatikan perempuan lain, setan mulai bekerja tazyin dengan memperindah 'penampakan' perempuan tersebut, sehingga menjadi sangat elok dan menarik dalam pandangan lelaki. Setelah lelaki ini mulai tertarik, maka kerja setan meningkat dengan mempengaruhi mereka berdua untuk semakin dekat dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Makin intens komunikasi dan interaksi mereka, tampak semakin asyik, indah dan menyenangkan. Perasaan asyik, indah dan menyenangkan ini adalah aktivitas tazyin yang dilakukan setan dalam level yang semakin tinggi.
Semakin asyik dalam komunikasi dan interaksi, membuat lelaki dan perempuan semakin berani untuk melakukan tindakan lebih jauh lagi. Hingga mereka terseret ke dalam perzinahan, bahkan bisa berulang-ulang mereka lakukan. Tindakan buruk dan jahat ini tampak indah dan sangat mereka nikmati. Ini kerja setan pada level berikutnya, memperindah perbuatan buruk sampai mereka terus menerus mengulang tindakan buruk itu.
Namun sepandai-pandai manusia menyembunyikan kejahatan, ada masanya terbongkar pula kejahatan tersebut. Ketika perselingkuhan sampai tahap perzinahan itu diketahui pasangan, maka setan menggoda mereka untuk bertengkar dan saling emosi. Akhirnya terjadi pertengkaran hebat antara suami dan istri yang dipicu oleh perselingkuhan. Pertengkaran yang semakin memuncak, bisa berdampak mereka memilih untuk bercerai. Sempurna kerja setan dalam menyesatkan dan menggoda manusia, sampai merusak kebahagiaan hidup berumah tangga.
Perbuatan selingkuh itu dosa, apalagi sampai tingkat perzinahan, itu adalah dosa yang sangat besar dan merusak. Dosa-dosa itu terjadi karena mengikuti godaan setan. Manivestasi godaan setan, iblis atau jin jahat pada zaman modern ini sangat beragam. Bisa melalui smartphone, gadget, atau sarana dan teknologi canggih lainnya. Namun perbuatan dosa itu selalu dipengaruhi oleh godaan setan dan kawan-kawannya dari kalangan makhluk jahat, apapun manivestasinya.
Kuatkan Iman, Jauhi Godaan Karena demikian kuat usaha yang dilakukan makhluk jahat tersebut dalam menggoda manusia, maka hendaknya suami dan istri selalu berusaha untuk menepis dan menjauhinya. Ada beberapa upaya untuk membuat godaan iblis, setan dan kawan-kawannya tidak bisa mempengaruhi kehidupan keluarga kita.
Pertama, dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Hal ini membuat suami dan istri selalu berusaha menjaga diri dari kesalahan, kemaksiatan, penyimpangan dan dosa. Keimanan dan ketaqwaan yang dimiliki seseorang, membuat dirinya tidak mudah terpengaruh godaan iblis dan setan. Hal ini terjadi karena orang-orang yang beriman dan bertaqwa selalu berada dalam pengawasan dan penjagaan Allah Swt Yang Maha Perkasa.
Selain itu, orang-orang yang beriman dan bertaqwa juga akan selalu berusaha untuk berbuat sebaik-baiknya terhadap pasangan, karena hal itu bagian dari perintah Allah Swt. Mu'asyarah bil ma'ruf berinteraksi dengan baik terhadap pasangan adalah perintah Allah Swt yang harus dilakukan oleh suami dan istri yang beriman. Orang beriman tidak akan mentelantarkan dan menyia-nyiakan pasangan, karena mereka takut dosa dan takut berbuat aniaya.
Kedua, dengan selalu menjaga makna perjanjian yang diucapkan saat akad nikah. Akad nikah adalah janji atas nama Allah, yang menghalalkan lelaki dan perempuan untuk bergaul sebagai suami dan istri. Apalagi di Indonesia ditambah dengan perjanjian taklik yang tertera dalam buku nikah, hal ini semakin mengikat kesetiaan suami dan istri. Walaupun perjanjian ijaq qabul saat akad nikah, serta perjanjian taklik, diucapkan serta dibaca oleh pihak laki-laki, namun pada dasarnya itu adalah perjanjian yang mengikat kedua belah pihak, baik laki-laki maupun perempuan.
Dengan terjadinya prosesi akad nikah, maka terikatlah suami dan istri dalam perjanjian yang sakral, yang wajib mereka jaga. Perjanjian itu tidak boleh dirusak dengan semena-mena, karena ia adalah mitsaqan ghalizha, ikatan sakral, yang dibuat atas nama Allah. Perjanjian ini berlaku seumur hidup mereka, karena tidak boleh dibatasi oleh waktu. Maka Islam pada dasarnya tidak menghendaki adanya perceraian, kendatipun cerai dibolehkan untuk menjadi solusi atas kasus-kasus tertentu yang sangat spesifik.
Ketiga, dengan pembinaan diri secara intensif. Kedua upaya tersebut di atas, tidak akan bisa terwujud dalam diri suami atau istri kecuali hanya dengan usaha pembinaan diri yang bersungguh-sungguh. Maka hendaknya suami dan istri berusaha untuk terus menerus membina diri agar bisa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, serta menjadi manusia yang mampu menjaga perjanjian yang telah dibuatnya. Kuncinya ada pada upaya pembinaan diri yang serius, terus menerus dan berkelanjutan.
Semua manusia adalah lemah dan penuh kekurangan. Maka cara untuk menjadi kuat adalah dengan membina diri, menempa diri, menjaga kebaikan diri secara kolektif, bersama komunitas orang-orang salih. Jika kita tidak berusaha untuk membina diri bersama komunitas orang-orang salih, maka kita mudah untuk tergelincir ke dalam kesalahan dan pelanggaran. Kita mudah tergoda oleh ajakan setan yang tampak indah serta menyenangkan, padahal ujungnya sangat buruk dan mengerikan.
Kuatkan iman bersama orang-orang salih yang saling menjaga kebaikan, agar iblis dan setan tak mampu merusak cinta di dalam keluarga kita. semoga keluarga kita dijauhkan dari jin perusak rumah tangga anatar suami dan istri.
Setan tidak suka jika seorang Muslim menjalani mahligai rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah. Dalam Islam, kita mengenal adanya Jin Dasim, yakni jin jahat yang bertugas merusak rumah tangga kaum Muslimin. Menikah merupakan suatu ibadah terlama. Bagaimana tidak, dalam suatu pernikahan, setiap harinya dicatatkan bagi pasangan suami-istri pahala. Karenanya setan tidak suka jika seorang Muslim menjalani mahligai rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Mahligai rumah tangga dalam ketaatan pada Allah Ta'ala merupakan sebuah ladang pahala bagi pasangan suami-isrti. Semua perbuatan yang menyenangkan bagi kedua belah pihak pasangan suami istri, ditulis sebagai ibadah di sisi Allah Swt.
Setan tidak ridha apabila anak cucu Adam selalu dalam kebahagiaan ketaatan dan ketakwaan pada Allah Swt tak terkecuali dalam ketaatan dan kebahagiaan membina mahligai rumah tangga.
Karena itulah setan selalu berusaha keras untuk menjerumuskan manusia dalam kesesatan dan pengingkaran atas perintah Allah Swt.
Dia akan memancing-mancing baik laki-laki atau perempuan untuk berduaan, berdekatan dan berbuat maksiat kepada Allah Swt.
Namun setelah adanya ikatan pernikahan, keadaan justru sebaliknya, Jin Dasim ini akan membisikkan ke hati dan menggoda manusia agar terjadi perselisihan dalam rumah tangga.
Ada saja alasan-alasan kecil yang dapat memancing perdebatan seakan hal tersebut merupakan perkara yang besar, ia akan membisikkan kecurigaan, menyulut emosi, dan tujuan akhirnya adalah membuat pasangan suami-istri bercerai. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, ‘Aku telah melakukan begini dan begitu’. Iblis berkata, ‘Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatu pun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, ‘Sungguh hebat (setan) seperti engkau.” (HR Muslim).
Jadi perceraian sangat disukai oleh Iblis dan hukum asal perceraian adalah dibenci, karenanya ulama menjelaskan hadis peringatan akan perceraian. Mengutip muslimafiyah.com, Al-Munawi menjelaskan mengenai hadis ini, “Hadis ini menunjukan peringatan yang sangat menakutkan tentang celaan terhadap perceraian. Hal ini merupakan tujuan terbesar (Iblis) yang terlaknat karena perceraian mengakibatkan terputusnya keturunan. Bersendiriannya (tidak ada pasangan suami/istri) anak keturunan Nabi Adam akan menjerumuskan mereka ke perbuatan zina yang termasuk dosa-dosa besar yang paling besar menimbulkan kerusakan dan yang paling menyulitkan” (Faidhul Qadiir II/408).
Perhatikan juga para suami, jika ada sesuatu yang tidak beres pada istri dan anak-anak bisa jadi akibat maksiat suami, maka intropeksi diri dan perbanyak istigfar. Minta Ampun kepada Allah Swt, kadang antara pasangn istri atau suami tidak sadar bahwa salah satu dari pasangan tersebut sudah terkena sihir bertahun-tahun, manun mereka tidak sadar. Semoga Allah Swt, mengampuni dosa-dosa hambanya.
Meskipun zaman sudah modern, namun praktik sihir masih saja dipraktikkan manusia. Selama anak Adam masih ada eksis di muka bumi, maka praktik sihir terus ada. Sihir merupakan kejahatan hasil kolaborasi manusia dan jin. Ada segolongan dari dua jenis makhluk ini bersekongkol untuk berbuat makar dengan sihir. Ada yang membuat orang supaya sakit fisiknya. Ada yang sampai terganggu mentalnya. Bahkan ada kita harus waspada, ada sihir bertujuan suami istri bisa cerai. Atau yang disebut sihir tafriq.
Secara khusus, bahkan Allah Swt mengabarkan agar kita kita waspada ada sihir bertujuan suami istri bisa cerai. Allah Swt berfirman, “Maka mereka mempelajari dari mereka berdua (Harut & Marut) apa-apa yang memisahkan antara seseorang dengan istrinya, dan mereka tidak mencelakakan seorang pun kecuali dengan izin Allah Swt” (QS. Al Baqarah 102).
Sebab-sebab Terjadinya Sihir Tafriq:
Ibnu Katsir mengatakan bahwa sebab terjadinya perceraian antara suami dan istri (akibat sihir) adalah karena hal-hal yang dibayangkan secara khayal (halusinasi yang dibuat-buat bangsa jin) oleh suami atau istri terhadap pasangannya. Oleh karena itu, kita harus waspada ada sihir bertujuan suami istri bisa cerai.
Contoh, sifat buruk apabila suami/istri saling memandang, atau perilakunya yang seakan-akan itu adalah kejelekan yang benar-benar menghinakan (padahal perilakunya biasa-biasa saja), atau hal-hal lainya yang mengakibatkan terjadinya perceraian.
Akibat:
Memisahkan seseorang dengan ibunya, ayahnya, saudaranya, temannya dan tetangganya.
Memisahkan dua orang yang menjalin akad dalam hubungan jual beli, pernikahan, dll.
Macam yang paling berbahaya adalah memisahkan atau menceraikan antara suami dan istri.
Tanda-tanda:
Terjadi perubahan yang drastis, yang semula mencintai kemudian membenci dan munculnya keraguan serta kecurigaan di antara keduanya.
Membesarnya sebab-sebab perselisihan meskipun hanya pada hal-hal yang sepele
Berubahnya perangai suami di mata istrinya, dan berubahnya perangai istri di mata suaminya, sehingga seorang suami selalu melihat istrinya dalam wajah dan rupa yang jelek dan demikian pula sebaliknya.
Orang yang terkena sihir menjadi tidak suka terhadap setiap perbuatan yang dilakukan oleh orang lain, demikian juga tempat dimana dia duduk di situ.
Sangat sulit terjadinya rangsangan di antara pasutri karena sebab kebencian antara mereka berdua. Inilah beberapa sebab sihir bertujuan suami istri bisa cerai. Maka kita harus waspada.
Bagaimana sihir ini terjadi sebagai berikut ;
Seseorang yang menyihir biasanya mengambil nama orang yang akan disihirnya dan nama ibunya, demikian juga dia mengambil benda-benda yang menempel pada tubuhnya atau sesuatu yang dipakainya seperti rambut, baju, sapu tangan, dll. Dengan syarat, bukan baju baru dan belum dicuci serta ada bau badan orang yang akan disihir.
Apabila dengan cara ini tidak berhasil, maka dia akan menggunakan cara lain yaitu dengan meniupkan sihirnya ke dalam air kemudian dia berupaya agar orang yang akan disihirnya itu melangkah di atas air tersebut atau agar air yang sudah ditiup dengan sihirnya itu diletakkan dalam makanan dan minumannya.
Terkadang ia juga menuliskan mantra-mantranya di sebuah kertas yang dilarutkan di air lalu dicampur pula dengan darah haid untuk diminumkan ke orang yang akan disihir atau untuk dicampurkan pada makanannya. Kadang juga disiramkan di sekitar rumah si korban.
Ada pula yang menggantungkan jimat di atas pohon agar tertiup angin. Dan ada juga yang ditaruh di sayap burung agar orang yang disihir pergi meninggalkan suami/istrinya ke tempat burung itu terbang. Biasanya burung merpati putih.
Selain sihir, kadang perceraian yang tidak masuk akal dapat disebabkan oleh ulah bangsa jin yang jatuh cinta terhadap seseorang. Sehingga mereka cemburu dan berusaha untuk memisahkan korban dari suami/istrinya.
Cara Meruqyah Sihir Tafriq (Pemisah):
Waspada, ada sihir bertujuan suami istri cerai. Sebelum meruqyah sihir tafriq ini, kondisikan tempat dari hal-hal yang dilarang dalam Islam, tenangkan pasien yang akan diruqyah, berwudhu, dan menutup aurat. Tujuan utama ruqyah adaalah taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah Swt) dengan ibadah dan dengan mengingat Allah Swt (zikir) melalui ayat-ayat Al Quran dan anjuran nabi. Bukan hanya pengobatan semata. Namun kedekatan kita dengan Allah itulah yang terpenting. Jika memang tidak ada gejala gangguan sihir, maka zikir-zikir ayat Al Quran ini tetap dibaca secara rutin sebagai bentuk mencari hidayahNya dan sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah Swt dan Rasul. Jadi, ada atau tak ada gangguan sihir, maka hendaknya diamalkan secara rutin. Jadikanlah zikir harian, pahami arti dan maknanya serta jadikan petunjuk hidup.
Bacalah ayat-ayat ruqyah untuk sihir bertujuan suami istri cerai. Bisa dibaca sendiri, bisa dibacakan suami atau istrinya masing-masing atau keluarga dekat lainnya:
4. Al ‘Araf : 54-56, 117-122 (bacalah berulang-ulang dan perbanyak lagi di ayat yg ke 120).
5. Yunus : 81-82 (ulang-ulangi bacaan khususnya innallaha sayubthiluh)
6. Thaha : 69 (ulangi beberapa kali)
7. Al Mukminun : 115-118.
8. Ash Shaaffaat : 1-10.
9. Al ahqaaf : 29-32.
10. Ar Rahman : 33-36.
11. Al Hasyr : 21-24.
12. Al Jin : 1-9.
13. Al Ihklash.
14. Al Falaq
15. An Naas
Selamat mengamalkan sunnah Rasulullah Muhammad Saw, semoga keluarga kita dijauhkan dari sihir perusak rumah tangga atau bahkan mengakibatkan perceraian di anatar pasangan suami dan istri bahkan sudah memiliki buah hati/anak diantara mereka. Jika hal tersebut sudah terjadi semoga mereka taubat dan menjalankan solat taubat dan mereka menjali komunikasi yang baik dan menerima pasanganya kembali dengan rujuk/menikah ulang diniatkan karena Allah Swt. karena sihir tersebut memang sudah ada sejak jazan para nabi.