This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Kamis, 08 September 2022

Rebound Relationship, Karena Cinta atau Pelampiasan Saja?

Berakhirnya sebuah hubungan percintaan memang bisa meninggalkan luka yang dalam. Demi menghindarkan diri dari rasa sedih akibat putus cinta, beberapa orang mungkin memilih untuk menjalin hubungan asmara dengan orang baru. Hubungan ini biasanya disebut dengan rebound relationship.  Rebound relationship adalah sebuah hubungan yang terjalin ketika kamu baru saja putus atau belum move on sepenuhnya dari pasangan di masa lalu. Hubungan seperti ini berisiko menjadi bentuk pelampiasan saja dan cepat berakhir. Hal ini karena rebound relationship cenderung tidak atas dasar cinta.   Ini Penyebab dan Ciri-Ciri Rebound Relationship Ketakutan untuk menjalani hidup sendiri tanpa pasangan, tidak terbiasa merasa kesepian, membutuhkan adanya sosok seseorang yang selalu ada di sampingmu, serta keinginan untuk segera melupakan masa lalu dengan mantan, bisa menjadi penyebab kamu terjebak pada rebound relationship.  Kamu mungkin tidak menyadari saat sedang berada dalam rebound relationship. Nah, ada beberapa ciri yang khas dari rebound relationship, yaitu:  1. Hubungan tidak serius Ciri utama rebound relationship adalah tidak adanya keseriusan dan komitmen yang jelas di dalamnya. Ini umumnya terjadi karena rebound relationship hanya merupakan sebuah pelampiasan kekecewaan akibat kandasnya hubungan terdahulu. Secara tidak disadari, kamu memosisikan kekasih barumu sebagai pelarian.  Ketika menjalani hubungan ini, kamu tidak ada keinginan untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius yaitu menikah. Kamu hanya seolah bermain-main saja untuk waktu yang singkat, tanpa ingin membina rumah tangga dan menjadi pasangan suami istri.  2. Sering membicarakan mantan kekasih Kalau kamu masih saja terbayang-bayang mantan kekasihmu, masih memantau media sosialnya, bahkan kerap membandingkan dia dengan pasangan barumu, artinya kamu belum move on sepenuhnya.  Tidak ada satu orang pun yang nyaman mendengarkan pasangannya membahas mantan kekasihnya, lho. Bila bayangan mantan terus menghantui pikiranmu, bisa jadi itu pertanda kamu masih mencintainya dan belum bisa memulai hubungan baru dengan orang lain.  3. Tidak terbuka dan saling jujur Hubungan yang sehat akan terbina bila kamu dan pasangan selalu jujur, terbuka, dan saling percaya. Bukankah pasangan adalah seseorang yang pantas menjadi tempat curahan hatimu apa pun masalahnya? Keterbukaan dan kejujuran adalah 2 hal yang wajar kamu lakukan ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang.  Di awal hubungan ini, kamu dan pasangan seharusnya saling mengeksplorasi sifat satu sama lain, bukan justru merahasiakannya. Bila kamu tidak percaya dengan pasanganmu dan menutupi beberapa hal dari dirinya, hubungan ini mungkin tidak bisa bertahan lama.  4. Menghubungi di saat butuh saja Sesering apakah kamu menghubungi pasanganmu dan mengajaknya berkencan? Bila sangat jarang dan kamu terlampau cuek, bisa jadi hubungan yang kamu jalani saat ini adalah rebound relationship.  Normalnya, pasangan yang baru menjalin hubungan asmara tentu akan sering bertemu, berkomunikasi, dan berkencan. Namun bila ini tidak terjadi pada dirimu, kemungkinan kamu tidak sedang benar-benar jatuh cinta dengan kekasihmu yang sekarang.  5. Tidak memperkenalkan kekasih dengan teman-temanmu Saat menjalin asmara dengan seseorang, sudah sepatutnya kamu memperkenalkan ia kepada teman-teman terdekatmu. Namun, jika kamu merasa malu atau menolak untuk memperkenalkannya dengan teman dan lingkunganmu, ini biasanya adalah tanda bahwa kamu tidak menganggapnya penting dan tidak ingin semua orang mengetahui kalian berpacaran.  6. Ingin memamerkan kekasih baru dengan mantan Orang yang terjerat pada rebound relationship biasanya memang belum sepenuhnya pulih dari rasa sakit akibat kegagalan hubungan terdahulu. Bila kamu merasakan sakit teramat dalam setelah putus cinta, ada kemungkinan kamu ingin membalas perasaan itu pada mantanmu, lho.  Salah satu caranya adalah dengan memamerkan kekasih barumu melalui media sosial atau secara sengaja memperkenalkannya di depan mantan atau teman-teman dekatnya.  Dampak Merugikan Rebound Relationship bagi Diri Sendiri dan Pasangan Wajar saja bila setelah putus cinta kamu merasa sangat murung, kecewa, dan marah. Namun, segera menjalin hubungan dengan orang baru bukanlah solusi yang tepat, apalagi jika ciri-ciri di atas terjadi pada hubunganmu dengan sang kekasih baru, mungkin.  Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa kebanyakan rebound relationship justru memberikan dampak negatif pada diri sendiri dan juga pada pasangan baru. Berikut ini adalah dampak yang mungkin terjadi pada dirimu dan kekasih baru:  Dampak pada diri sendiri Jika termasuk orang yang mencari pelarian dengan rebound relationship, kamu cenderung lebih rentan untuk:  Mengalami ketergantungan pada sosok seseorang, yang dalam kasus ini adalah kekasih barumu, sehingga membuatmu kurang mandiri. Merasa terlampau percaya diri atau narsis, yang bisa berdampak dengan berkurangnya rasa empati pada kekasih barumu atau orang lain di sekitarmu. Memendam rasa marah dan kecewa, yang secara tidak sadar dilampiaskan ke kekasih baru Dampak pada kekasih baru Sementara itu, seseorang yang terlibat dalam rebound relationship dan menyadari dirinya adalah pelarian akan lebih rentan untuk:  Merasa takut akan penolakan, kegagalan, kepercayaan, dan pengabaian. Merasa tidak berharga. Merasa cintanya bertepuk sebelah tangan. Kehilangan percaya diri. Selain itu, hubungan rebound relationship juga bisa membuat pasangan kekasih saling memanipulasi satu sama lain. Contohnya, kekasih barumu bisa saja merasa kasihan pada dirimu, sehingga ia akan mati-matian membantumu untuk melupakan mantanmu dan memenuhi apa pun keinginanmu agar kamu tidak sedih karena ia sangat mencintaimu.  Kamu juga bisa merasa bersalah dengan perasaanmu yang masih terpaku pada mantan, sehingga kamu berusaha membayar kesalahan itu dengan menuruti semua macam-macam tuntutan sang kekasih baru agar ia tidak merasa dinomorduakan.  Memang benar, tidak semua rebound relationship merupakan hal yang buruk. Bahkan, hubungan ini bisa menjadi kesempatan bagi orang yang patah hati untuk bisa mencintai seseorang baru yang mau mencintainya dengan tulus. Namun, rebound relationship baru bisa berhasil jika dilandasi dengan rasa saling percaya dan saling menghormati.  Hubungan yang didasari dengan perasaan negatif, misalnya iri, kecewa, dan marah, seperti yang terjadi pada kebanyakan rebound relationship, tidak sehat untuk dijalani dan bisa merugikan kedua pihak yang menjalaninya.  Alih-alih membina sebuah hubungan romantis bak cerita dongeng untuk bisa move on, kamu justru bisa saja sakit hati lagi. Yang lebih mengerikan, kamu bisa kecewa dengan diri sendiri karena telah menyakiti seseorang, kemudian trauma untuk membuka atau membangun hubungan baru dengan orang lain.  Jadi, sebelum kamu benar-benar move on dan sembuh dari luka terdahulu, ada baiknya kamu membenahi perasaanmu hingga kamu merasa siap untuk mencintai dan berkomitmen dengan orang baru.  Jika terasa sangat sulit untuk melupakan mantanmu, tidak ada salahnya kamu berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan solusi yang tepat dari permasalahan dalam dirimu ataupun hubungan cintamu.    Referensi : Rebound Relationship Karena Cinta atau Pelampiasan Saja?
Berakhirnya sebuah hubungan percintaan memang bisa meninggalkan luka yang dalam. Demi menghindarkan diri dari rasa sedih akibat putus cinta, beberapa orang mungkin memilih untuk menjalin hubungan asmara dengan orang baru. Hubungan ini biasanya disebut dengan rebound relationship.

Rebound relationship adalah sebuah hubungan yang terjalin ketika kamu baru saja putus atau belum move on sepenuhnya dari pasangan di masa lalu. Hubungan seperti ini berisiko menjadi bentuk pelampiasan saja dan cepat berakhir. Hal ini karena rebound relationship cenderung tidak atas dasar cinta. 

Ini Penyebab dan Ciri-Ciri Rebound Relationship

Ketakutan untuk menjalani hidup sendiri tanpa pasangan, tidak terbiasa merasa kesepian, membutuhkan adanya sosok seseorang yang selalu ada di sampingmu, serta keinginan untuk segera melupakan masa lalu dengan mantan, bisa menjadi penyebab kamu terjebak pada rebound relationship.

Kamu mungkin tidak menyadari saat sedang berada dalam rebound relationshipNah, ada beberapa ciri yang khas dari rebound relationship, yaitu:

1. Hubungan tidak serius

Ciri utama rebound relationship adalah tidak adanya keseriusan dan komitmen yang jelas di dalamnya. Ini umumnya terjadi karena rebound relationship hanya merupakan sebuah pelampiasan kekecewaan akibat kandasnya hubungan terdahulu. Secara tidak disadari, kamu memosisikan kekasih barumu sebagai pelarian.

Ketika menjalani hubungan ini, kamu tidak ada keinginan untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius yaitu menikah. Kamu hanya seolah bermain-main saja untuk waktu yang singkat, tanpa ingin membina rumah tangga dan menjadi pasangan suami istri.

2. Sering membicarakan mantan kekasih

Kalau kamu masih saja terbayang-bayang mantan kekasihmu, masih memantau media sosialnya, bahkan kerap membandingkan dia dengan pasangan barumu, artinya kamu belum move on sepenuhnya.

Tidak ada satu orang pun yang nyaman mendengarkan pasangannya membahas mantan kekasihnya, lho. Bila bayangan mantan terus menghantui pikiranmu, bisa jadi itu pertanda kamu masih mencintainya dan belum bisa memulai hubungan baru dengan orang lain.

3. Tidak terbuka dan saling jujur

Hubungan yang sehat akan terbina bila kamu dan pasangan selalu jujur, terbuka, dan saling percaya. Bukankah pasangan adalah seseorang yang pantas menjadi tempat curahan hatimu apa pun masalahnya? Keterbukaan dan kejujuran adalah 2 hal yang wajar kamu lakukan ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang.

Di awal hubungan ini, kamu dan pasangan seharusnya saling mengeksplorasi sifat satu sama lain, bukan justru merahasiakannya. Bila kamu tidak percaya dengan pasanganmu dan menutupi beberapa hal dari dirinya, hubungan ini mungkin tidak bisa bertahan lama.

4. Menghubungi di saat butuh saja

Sesering apakah kamu menghubungi pasanganmu dan mengajaknya berkencan? Bila sangat jarang dan kamu terlampau cuek, bisa jadi hubungan yang kamu jalani saat ini adalah rebound relationship.

Normalnya, pasangan yang baru menjalin hubungan asmara tentu akan sering bertemu, berkomunikasi, dan berkencan. Namun bila ini tidak terjadi pada dirimu, kemungkinan kamu tidak sedang benar-benar jatuh cinta dengan kekasihmu yang sekarang.

5. Tidak memperkenalkan kekasih dengan teman-temanmu

Saat menjalin asmara dengan seseorang, sudah sepatutnya kamu memperkenalkan ia kepada teman-teman terdekatmu. Namun, jika kamu merasa malu atau menolak untuk memperkenalkannya dengan teman dan lingkunganmu, ini biasanya adalah tanda bahwa kamu tidak menganggapnya penting dan tidak ingin semua orang mengetahui kalian berpacaran.

6. Ingin memamerkan kekasih baru dengan mantan

Orang yang terjerat pada rebound relationship biasanya memang belum sepenuhnya pulih dari rasa sakit akibat kegagalan hubungan terdahulu. Bila kamu merasakan sakit teramat dalam setelah putus cinta, ada kemungkinan kamu ingin membalas perasaan itu pada mantanmu, lho.

Salah satu caranya adalah dengan memamerkan kekasih barumu melalui media sosial atau secara sengaja memperkenalkannya di depan mantan atau teman-teman dekatnya.

Dampak Merugikan Rebound Relationship bagi Diri Sendiri dan Pasangan

Wajar saja bila setelah putus cinta kamu merasa sangat murung, kecewa, dan marah. Namun, segera menjalin hubungan dengan orang baru bukanlah solusi yang tepat, apalagi jika ciri-ciri di atas terjadi pada hubunganmu dengan sang kekasih baru, mungkin.

Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa kebanyakan rebound relationship justru memberikan dampak negatif pada diri sendiri dan juga pada pasangan baru. Berikut ini adalah dampak yang mungkin terjadi pada dirimu dan kekasih baru:

Dampak pada diri sendiri

Jika termasuk orang yang mencari pelarian dengan rebound relationship, kamu cenderung lebih rentan untuk:

  • Mengalami ketergantungan pada sosok seseorang, yang dalam kasus ini adalah kekasih barumu, sehingga membuatmu kurang mandiri.
  • Merasa terlampau percaya diri atau narsis, yang bisa berdampak dengan berkurangnya rasa empati pada kekasih barumu atau orang lain di sekitarmu.
  • Memendam rasa marah dan kecewa, yang secara tidak sadar dilampiaskan ke kekasih baru

Dampak pada kekasih baru

Sementara itu, seseorang yang terlibat dalam rebound relationship dan menyadari dirinya adalah pelarian akan lebih rentan untuk:

  • Merasa takut akan penolakan, kegagalan, kepercayaan, dan pengabaian.
  • Merasa tidak berharga.
  • Merasa cintanya bertepuk sebelah tangan.
  • Kehilangan percaya diri.

Selain itu, hubungan rebound relationship juga bisa membuat pasangan kekasih saling memanipulasi satu sama lain. Contohnya, kekasih barumu bisa saja merasa kasihan pada dirimu, sehingga ia akan mati-matian membantumu untuk melupakan mantanmu dan memenuhi apa pun keinginanmu agar kamu tidak sedih karena ia sangat mencintaimu.

Kamu juga bisa merasa bersalah dengan perasaanmu yang masih terpaku pada mantan, sehingga kamu berusaha membayar kesalahan itu dengan menuruti semua macam-macam tuntutan sang kekasih baru agar ia tidak merasa dinomorduakan.

Memang benar, tidak semua rebound relationship merupakan hal yang buruk. Bahkan, hubungan ini bisa menjadi kesempatan bagi orang yang patah hati untuk bisa mencintai seseorang baru yang mau mencintainya dengan tulus. Namun, rebound relationship baru bisa berhasil jika dilandasi dengan rasa saling percaya dan saling menghormati.

Hubungan yang didasari dengan perasaan negatif, misalnya iri, kecewa, dan marah, seperti yang terjadi pada kebanyakan rebound relationship, tidak sehat untuk dijalani dan bisa merugikan kedua pihak yang menjalaninya.

Alih-alih membina sebuah hubungan romantis bak cerita dongeng untuk bisa move on, kamu justru bisa saja sakit hati lagi. Yang lebih mengerikan, kamu bisa kecewa dengan diri sendiri karena telah menyakiti seseorang, kemudian trauma untuk membuka atau membangun hubungan baru dengan orang lain.

Jadi, sebelum kamu benar-benar move on dan sembuh dari luka terdahulu, ada baiknya kamu membenahi perasaanmu hingga kamu merasa siap untuk mencintai dan berkomitmen dengan orang baru.

Jika terasa sangat sulit untuk melupakan mantanmu, tidak ada salahnya kamu berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan solusi yang tepat dari permasalahan dalam dirimu ataupun hubungan cintamu.


Referensi : Rebound Relationship Karena Cinta atau Pelampiasan Saja?



Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele

Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele. Berakhirnya sebuah hubungan percintaan memang bisa meninggalkan luka yang dalam. Demi menghindarkan diri dari rasa sedih akibat putus cinta, beberapa orang mungkin memilih untuk menjalin hubungan asmara dengan orang baru. Hubungan ini biasanya disebut dengan rebound relationship.  Rebound relationship adalah sebuah hubungan yang terjalin ketika kamu baru saja putus atau belum move on sepenuhnya dari pasangan di masa lalu. Hubungan seperti ini berisiko menjadi bentuk pelampiasan saja dan cepat berakhir. Hal ini karena rebound relationship cenderung tidak atas dasar cinta.. Bahtera rumah tangga tidak selamanya berjalan dengan tenang, hening, dan nyaman. Ombak pertengkarangan antara pasangan suami istri pasti selalu ada di dalamnya. Di antara mereka ada yang dapat melewati terjangan ombak tersebut dengan baik dan mulus. Namun tidak sedikit pula jalinan rumah tangga yang tenggelam dalam derasnya ombak. Artinya, perjalanan rumah tangganya hancur di tengah jalan. Entah suami atau istri yang minta cerai.  Siapa pun pasangan suami istri pastinya tidak menghendaki perceraian. Selain dibenci Allah, perceraian juga tidak jarang memutus silaturahim ikatan dua keluarga yang tadinya terjalin dengan baik ketika pasangan suami istri masih menjalani rumah tangganya. Namun cerai juga bisa menjadi solusi ketika suami, misalnya, merusak cinta suci yang diikat dengan tali pernikahan dengan cara selingkuh, berbuat kekerasan, berjudi dan mabuk-mabukan.  Sebaliknya, jika perceraian terjadi hanya karena permasalahan yang tidak begitu besar di mata masyarakat umum, maka bisa jadi yang terlebih dulu meminta cerailah yang dibenci Allah, baik suami maupun istri.  Perlu diketahui bahwa dalam mazhab Syafi’I yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia, perkataan “Saya cerai kamu” yang diucapkan suami itu sudah termasuk cerai dalam hukum Islam, walaupun belum masuk di persidangan perceraian di kejaksaan. Artinya, ketika sudah mengatakan demikian, secara fikih, suami itu sudah tidak boleh melakukan hubungan suami istri, kecuali sudah rujuk terlebih dulu. Karenanya, untuk hati-hati, para suami jangan sembarangan mengucapkan kata cerai kepada istrinya.  Begitupun istri, jangan mudah meminta cerai kepada suami karena masalah sepele dalam rumah tangga. Dalam hal ini Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Seorang istri yang mudah meminta cerai suaminya hanya karena permasalahan sepele, maka dia tidak akan mencium baunya surga” (HR Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Artinya, istri yang dengan mudah meminta cerai pada suaminya dikhawatirkan tidak akan masuk surga bersama suaminya yang saleh.  Karenanya, ulama mengklasifikasi permasalahan apa saja yang memperbolehkan istri menggugat atau meminta cerai pada suaminya. Pertama, suami sering melakukan kekerasan fisik dan seksual terhadap istri, sehingga membuatnya cacat. Kedua, suami sering meninggalkan salat, berjudi, mabuk, main perempuan. Ketiga, suami tidak memenuhi kebutuhan sandang dan pangan anak dan istri selayaknya, padahal ia mampu. Keempat, suami enggan memenuhi kebutuhan biologis istri padahal ia mampu.  Karenanya, alangkah baiknya bila suami atau istri tidak mudah mengucapkan kata cerai. Apalagi jika masih dapat dikomunikasikan dengan baik di antara keduanya. Bila perlu, keduanya mendatangkan orang lain untuk mendamaikan perseteruan rumah tangganya.   Referensi : Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele. Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele

Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele. Bahtera rumah tangga tidak selamanya berjalan dengan tenang, hening, dan nyaman. Ombak pertengkarangan antara pasangan suami istri pasti selalu ada di dalamnya. Di antara mereka ada yang dapat melewati terjangan ombak tersebut dengan baik dan mulus. Namun tidak sedikit pula jalinan rumah tangga yang tenggelam dalam derasnya ombak. Artinya, perjalanan rumah tangganya hancur di tengah jalan. Entah suami atau istri yang minta cerai.

Siapa pun pasangan suami istri pastinya tidak menghendaki perceraian. Selain dibenci Allah, perceraian juga tidak jarang memutus silaturahim ikatan dua keluarga yang tadinya terjalin dengan baik ketika pasangan suami istri masih menjalani rumah tangganya. Namun cerai juga bisa menjadi solusi ketika suami, misalnya, merusak cinta suci yang diikat dengan tali pernikahan dengan cara selingkuh, berbuat kekerasan, berjudi dan mabuk-mabukan.

Sebaliknya, jika perceraian terjadi hanya karena permasalahan yang tidak begitu besar di mata masyarakat umum, maka bisa jadi yang terlebih dulu meminta cerailah yang dibenci Allah, baik suami maupun istri.

Perlu diketahui bahwa dalam mazhab Syafi’I yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia, perkataan “Saya cerai kamu” yang diucapkan suami itu sudah termasuk cerai dalam hukum Islam, walaupun belum masuk di persidangan perceraian di kejaksaan. Artinya, ketika sudah mengatakan demikian, secara fikih, suami itu sudah tidak boleh melakukan hubungan suami istri, kecuali sudah rujuk terlebih dulu. Karenanya, untuk hati-hati, para suami jangan sembarangan mengucapkan kata cerai kepada istrinya.

Begitupun istri, jangan mudah meminta cerai kepada suami karena masalah sepele dalam rumah tangga. Dalam hal ini Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Seorang istri yang mudah meminta cerai suaminya hanya karena permasalahan sepele, maka dia tidak akan mencium baunya surga” (HR Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Artinya, istri yang dengan mudah meminta cerai pada suaminya dikhawatirkan tidak akan masuk surga bersama suaminya yang saleh.

Karenanya, ulama mengklasifikasi permasalahan apa saja yang memperbolehkan istri menggugat atau meminta cerai pada suaminya. Pertama, suami sering melakukan kekerasan fisik dan seksual terhadap istri, sehingga membuatnya cacat. Kedua, suami sering meninggalkan salat, berjudi, mabuk, main perempuan. Ketiga, suami tidak memenuhi kebutuhan sandang dan pangan anak dan istri selayaknya, padahal ia mampu. Keempat, suami enggan memenuhi kebutuhan biologis istri padahal ia mampu.

Karenanya, alangkah baiknya bila suami atau istri tidak mudah mengucapkan kata cerai. Apalagi jika masih dapat dikomunikasikan dengan baik di antara keduanya. Bila perlu, keduanya mendatangkan orang lain untuk mendamaikan perseteruan rumah tangganya. 

Referensi : Ancaman Nabi Muhammad pada Istri yang Minta Cerai karena Hal Sepele



Alasan Mengapa Mantan yang Awalnya Peduli Mendadak Cuek

Ada banyak alasan mengapa mantan kamu masih sibuk menghubungimu kemudian tiba-tiba memutuskan komunikasi. Beberapa mungkin benar-benar bukan keinginannya, seperti dia sibuk dan belum tahu bahwa kamu telah merespons. Alasan lain mungkin sedikit lebih manipulatif. Apakah kalian putus dengan keputusan bersama atau kamu mencampakkannya atau bahkan sebaliknya? Kamu perlu mempertimbangkan situasi-situasi ini ketika membaca penjelasan berikut ini. Kamu juga harus mempertimbangkan karakteristiknya. Misalnya, apakah dia selalu memegang ponselnya ketika kalian masih berpacaran? Apakah dia selalu terlambat membalas chat kamu? Apakah tidak pernah membawanya ketika dia keluar? Dikutip dari Her Norm, berikut alasan mengapa mantan pacar tiba-tiba mengabaikanmu.   1. Awalnya Dia Sulit Melepasmu, namun Lama-Lama Tersadar  Terkadang saat hubungan berakhir, sulit untuk melepaskannya. Akan ada rasa kehilangan, terlepas dari siapa yang meninggalkan siapa. Putus cinta adalah sesuatu yang sudah final, menakutkan, dan sekarang kamu sendirian. Masalahnya, banyak orang yang trauma akibat putus cinta.  Bukan karena hubungan ini tidak lagi terjalin, ini tentang rasa kontrol. Kamu merasa di luar kendali, tidak berdaya, tidak ada yang bisa kamu lakukan. Salah satu cara untuk merasakan sedikit kendali adalah dengan tetap menghubungi mantan dan kemudian mengabaikannya ketika mendapatkan respons.   2. Dia Tak Ingin Sepenuhnya Putus Berbicara tentang kontrol, mengabaikan kamu mungkin adalah salah satu bentuk sifat mengendalikan. Hal ini memberi kekuatan ke tangan mantan kamu dan membuat kamu bertanya-tanya apa yang terjadi, mengapa mantan kamu belum merespons. Hal tersebut adalah taktik manipulatif untuk menjaga fokus kamu pada mantan. Ketika dia mulai mengabaikan kamu, itu tidak membuatmu move on dengan cara yang sehat. Mereka masih menjadi bagian hidup kamu tetapi juga mereka tidak aktif mengambil bagian atau berkontribusi untuk itu. 3. Ingin Move On dengan Sopan Sekarang, jika mantan kamu mengirim pesan lalu mengabaikan kamu hanya beberapa kali dan dia sudah meminta maaf maka kemungkinan besar dia hanya sibuk dengan hal-hal lain dalam hidupnya.  Apa pun yang dia katakan, kamu bukan prioritas utamanya saat ini. Kalian pun berpisah karena suatu alasan. Jadi, sementara dia mungkin ingin mempertahankan suasana yang bersahabat, dia tidak lagi menganggap kamu dalam lingkaran pribadinya. Dia akan membalas pesan kamu ketika dia bisa.  4. Sekadar Ingin Tahu Apakah chat dari mantan hanya sekadar menanyakan hal-hal sepele seperti apa yang sedang kamu lakukan? Apakah dia bertanya di mana kamu berada, bagaimana pekerjaan kamu? Apakah dia tampak tertarik dengan rencanamu akhir pekan ini? Jika demikian, dia hanya iseng. Perilaku ini egois karena memberi dia informasi sementara pada saat yang sama memberi kamu harapan untuk kemungkinan kembali bersama.  5. Bosan Salah satu alasan yang jelas mengapa mantan kamu masih menghubungi kamu kemudian mengabaikan kamu adalah karena kebosanan semata. Dia mungkin telah kehabisan ide siapa lagi yang harus dia hubungi dan hanya memiliki beberapa kontak termasuk kamu. Pesan yang ia kirimkan padamu tidak berarti apa-apa baginya dan oleh karena itu, itu juga tidak akan berarti apa-apa bagi kamu.   Referensi : Alasan Mengapa Mantan yang Awalnya Peduli Mendadak Cuek Ada banyak alasan mengapa mantan kamu masih sibuk menghubungimu kemudian tiba-tiba memutuskan komunikasi. Beberapa mungkin benar-benar bukan keinginannya, seperti dia sibuk dan belum tahu bahwa kamu telah merespons. Alasan lain mungkin sedikit lebih manipulatif. Apakah kalian putus dengan keputusan bersama atau kamu mencampakkannya atau bahkan sebaliknya? Kamu perlu mempertimbangkan situasi-situasi ini ketika membaca penjelasan berikut ini. Kamu juga harus mempertimbangkan karakteristiknya. Misalnya, apakah dia selalu memegang ponselnya ketika kalian masih berpacaran? Apakah dia selalu terlambat membalas chat kamu? Apakah tidak pernah membawanya ketika dia keluar? Dikutip dari Her Norm, berikut alasan mengapa mantan pacar tiba-tiba mengabaikanmu.  1. Awalnya Dia Sulit Melepasmu, namun Lama-Lama Tersadar  Terkadang saat hubungan berakhir, sulit untuk melepaskannya. Akan ada rasa kehilangan, terlepas dari siapa yang meninggalkan siapa. Putus cinta adalah sesuatu yang sudah final, menakutkan, dan sekarang kamu sendirian. Masalahnya, banyak orang yang trauma akibat putus cinta.  Bukan karena hubungan ini tidak lagi terjalin, ini tentang rasa kontrol. Kamu merasa di luar kendali, tidak berdaya, tidak ada yang bisa kamu lakukan. Salah satu cara untuk merasakan sedikit kendali adalah dengan tetap menghubungi mantan dan kemudian mengabaikannya ketika mendapatkan respons.   2. Dia Tak Ingin Sepenuhnya Putus Berbicara tentang kontrol, mengabaikan kamu mungkin adalah salah satu bentuk sifat mengendalikan. Hal ini memberi kekuatan ke tangan mantan kamu dan membuat kamu bertanya-tanya apa yang terjadi, mengapa mantan kamu belum merespons. Hal tersebut adalah taktik manipulatif untuk menjaga fokus kamu pada mantan. Ketika dia mulai mengabaikan kamu, itu tidak membuatmu move on dengan cara yang sehat. Mereka masih menjadi bagian hidup kamu tetapi juga mereka tidak aktif mengambil bagian atau berkontribusi untuk itu. 3. Ingin Move On dengan Sopan Sekarang, jika mantan kamu mengirim pesan lalu mengabaikan kamu hanya beberapa kali dan dia sudah meminta maaf maka kemungkinan besar dia hanya sibuk dengan hal-hal lain dalam hidupnya.  Apa pun yang dia katakan, kamu bukan prioritas utamanya saat ini. Kalian pun berpisah karena suatu alasan. Jadi, sementara dia mungkin ingin mempertahankan suasana yang bersahabat, dia tidak lagi menganggap kamu dalam lingkaran pribadinya. Dia akan membalas pesan kamu ketika dia bisa.  4. Sekadar Ingin Tahu Apakah chat dari mantan hanya sekadar menanyakan hal-hal sepele seperti apa yang sedang kamu lakukan? Apakah dia bertanya di mana kamu berada, bagaimana pekerjaan kamu? Apakah dia tampak tertarik dengan rencanamu akhir pekan ini? Jika demikian, dia hanya iseng. Perilaku ini egois karena memberi dia informasi sementara pada saat yang sama memberi kamu harapan untuk kemungkinan kembali bersama.  5. Bosan Salah satu alasan yang jelas mengapa mantan kamu masih menghubungi kamu kemudian mengabaikan kamu adalah karena kebosanan semata. Dia mungkin telah kehabisan ide siapa lagi yang harus dia hubungi dan hanya memiliki beberapa kontak termasuk kamu. Pesan yang ia kirimkan padamu tidak berarti apa-apa baginya dan oleh karena itu, itu juga tidak akan berarti apa-apa bagi kamu.   Referensi : Alasan Mengapa Mantan yang Awalnya Peduli Mendadak Cuek Ada banyak alasan mengapa mantan kamu masih sibuk menghubungimu kemudian tiba-tiba memutuskan komunikasi. Beberapa mungkin benar-benar bukan keinginannya, seperti dia sibuk dan belum tahu bahwa kamu telah merespons. Alasan lain mungkin sedikit lebih manipulatif. Apakah kalian putus dengan keputusan bersama atau kamu mencampakkannya atau bahkan sebaliknya? Kamu perlu mempertimbangkan situasi-situasi ini ketika membaca penjelasan berikut ini. Kamu juga harus mempertimbangkan karakteristiknya. Misalnya, apakah dia selalu memegang ponselnya ketika kalian masih berpacaran? Apakah dia selalu terlambat membalas chat kamu? Apakah tidak pernah membawanya ketika dia keluar? Dikutip dari Her Norm, berikut alasan mengapa mantan pacar tiba-tiba mengabaikanmu.   1. Awalnya Dia Sulit Melepasmu, namun Lama-Lama Tersadar  Terkadang saat hubungan berakhir, sulit untuk melepaskannya. Akan ada rasa kehilangan, terlepas dari siapa yang meninggalkan siapa. Putus cinta adalah sesuatu yang sudah final, menakutkan, dan sekarang kamu sendirian. Masalahnya, banyak orang yang trauma akibat putus cinta.  Bukan karena hubungan ini tidak lagi terjalin, ini tentang rasa kontrol. Kamu merasa di luar kendali, tidak berdaya, tidak ada yang bisa kamu lakukan. Salah satu cara untuk merasakan sedikit kendali adalah dengan tetap menghubungi mantan dan kemudian mengabaikannya ketika mendapatkan respons.   2. Dia Tak Ingin Sepenuhnya Putus Berbicara tentang kontrol, mengabaikan kamu mungkin adalah salah satu bentuk sifat mengendalikan. Hal ini memberi kekuatan ke tangan mantan kamu dan membuat kamu bertanya-tanya apa yang terjadi, mengapa mantan kamu belum merespons. Hal tersebut adalah taktik manipulatif untuk menjaga fokus kamu pada mantan. Ketika dia mulai mengabaikan kamu, itu tidak membuatmu move on dengan cara yang sehat. Mereka masih menjadi bagian hidup kamu tetapi juga mereka tidak aktif mengambil bagian atau berkontribusi untuk itu. 3. Ingin Move On dengan Sopan Sekarang, jika mantan kamu mengirim pesan lalu mengabaikan kamu hanya beberapa kali dan dia sudah meminta maaf maka kemungkinan besar dia hanya sibuk dengan hal-hal lain dalam hidupnya.  Apa pun yang dia katakan, kamu bukan prioritas utamanya saat ini. Kalian pun berpisah karena suatu alasan. Jadi, sementara dia mungkin ingin mempertahankan suasana yang bersahabat, dia tidak lagi menganggap kamu dalam lingkaran pribadinya. Dia akan membalas pesan kamu ketika dia bisa.  4. Sekadar Ingin Tahu Apakah chat dari mantan hanya sekadar menanyakan hal-hal sepele seperti apa yang sedang kamu lakukan? Apakah dia bertanya di mana kamu berada, bagaimana pekerjaan kamu? Apakah dia tampak tertarik dengan rencanamu akhir pekan ini? Jika demikian, dia hanya iseng. Perilaku ini egois karena memberi dia informasi sementara pada saat yang sama memberi kamu harapan untuk kemungkinan kembali bersama.  5. Bosan Salah satu alasan yang jelas mengapa mantan kamu masih menghubungi kamu kemudian mengabaikan kamu adalah karena kebosanan semata. Dia mungkin telah kehabisan ide siapa lagi yang harus dia hubungi dan hanya memiliki beberapa kontak termasuk kamu. Pesan yang ia kirimkan padamu tidak berarti apa-apa baginya dan oleh karena itu, itu juga tidak akan berarti apa-apa bagi kamu.   Referensi : Alasan Mengapa Mantan yang Awalnya Peduli Mendadak Cuek
Ada banyak alasan mengapa mantan kamu masih sibuk menghubungimu kemudian tiba-tiba memutuskan komunikasi. Beberapa mungkin benar-benar bukan keinginannya, seperti dia sibuk dan belum tahu bahwa kamu telah merespons. Alasan lain mungkin sedikit lebih manipulatif. Apakah kalian putus dengan keputusan bersama atau kamu mencampakkannya atau bahkan sebaliknya? Kamu perlu mempertimbangkan situasi-situasi ini ketika membaca penjelasan berikut ini. Kamu juga harus mempertimbangkan karakteristiknya. Misalnya, apakah dia selalu memegang ponselnya ketika kalian masih berpacaran? Apakah dia selalu terlambat membalas chat kamu? Apakah tidak pernah membawanya ketika dia keluar? Dikutip dari Her Norm, berikut alasan mengapa mantan pacar tiba-tiba mengabaikanmu. 

1. Awalnya Dia Sulit Melepasmu, namun Lama-Lama Tersadar

Terkadang saat hubungan berakhir, sulit untuk melepaskannya. Akan ada rasa kehilangan, terlepas dari siapa yang meninggalkan siapa. Putus cinta adalah sesuatu yang sudah final, menakutkan, dan sekarang kamu sendirian. Masalahnya, banyak orang yang trauma akibat putus cinta.
Bukan karena hubungan ini tidak lagi terjalin, ini tentang rasa kontrol. Kamu merasa di luar kendali, tidak berdaya, tidak ada yang bisa kamu lakukan. Salah satu cara untuk merasakan sedikit kendali adalah dengan tetap menghubungi mantan dan kemudian mengabaikannya ketika mendapatkan respons.

2. Dia Tak Ingin Sepenuhnya Putus
Berbicara tentang kontrol, mengabaikan kamu mungkin adalah salah satu bentuk sifat mengendalikan. Hal ini memberi kekuatan ke tangan mantan kamu dan membuat kamu bertanya-tanya apa yang terjadi, mengapa mantan kamu belum merespons.
Hal tersebut adalah taktik manipulatif untuk menjaga fokus kamu pada mantan. Ketika dia mulai mengabaikan kamu, itu tidak membuatmu move on dengan cara yang sehat. Mereka masih menjadi bagian hidup kamu tetapi juga mereka tidak aktif mengambil bagian atau berkontribusi untuk itu.
3. Ingin Move On dengan Sopan
Sekarang, jika mantan kamu mengirim pesan lalu mengabaikan kamu hanya beberapa kali dan dia sudah meminta maaf maka kemungkinan besar dia hanya sibuk dengan hal-hal lain dalam hidupnya.
Apa pun yang dia katakan, kamu bukan prioritas utamanya saat ini. Kalian pun berpisah karena suatu alasan. Jadi, sementara dia mungkin ingin mempertahankan suasana yang bersahabat, dia tidak lagi menganggap kamu dalam lingkaran pribadinya. Dia akan membalas pesan kamu ketika dia bisa.
4. Sekadar Ingin Tahu
Apakah chat dari mantan hanya sekadar menanyakan hal-hal sepele seperti apa yang sedang kamu lakukan? Apakah dia bertanya di mana kamu berada, bagaimana pekerjaan kamu? Apakah dia tampak tertarik dengan rencanamu akhir pekan ini? Jika demikian, dia hanya iseng. Perilaku ini egois karena memberi dia informasi sementara pada saat yang sama memberi kamu harapan untuk kemungkinan kembali bersama.
5. Bosan
Salah satu alasan yang jelas mengapa mantan kamu masih menghubungi kamu kemudian mengabaikan kamu adalah karena kebosanan semata. Dia mungkin telah kehabisan ide siapa lagi yang harus dia hubungi dan hanya memiliki beberapa kontak termasuk kamu. Pesan yang ia kirimkan padamu tidak berarti apa-apa baginya dan oleh karena itu, itu juga tidak akan berarti apa-apa bagi kamu.

Referensi : Alasan Mengapa Mantan yang Awalnya Peduli Mendadak Cuek


Rujuk dengan Sang Mantan, Simak 8 Cara Mewujudkannya

Rujuk dengan Sang Mantan, Simak 8 Cara Mewujudkannya. Rujuk dengan mantan pacar, kenapa tidak. Tapi sebelum terjadi, ada baiknya Anda kenali kemungkinan harapan itu terwujud. Mengenali tanda-tanda kemungkinan rujukan dengan Si Mantan terwujud. Karena terlalu percaya diri, hanya akan membuat malu dari cinta yang bertepuk sebelah tangan.  Psikoterapis asal Georgia, Amerika Eddie Reece merangkum 8 cara mengenali mantan yang sudah sekian tahun tidak berjumpa, dan ingin mewujudkan hubungan kembali (rujuk) dengan pasangan lamanya.   Pertama, mulailah dengan tinjauan tentang masa lalu. Tanyakan pada diri Anda, mengapa inginkan dia kembali dalam kehidupan Anda setelah sekian tahun. Kedua, percayalah pada teman dan keluarga Anda.Besar kemungkinan, teman dan keluarga Anda mengenal si mantan. Anda harus mendengar saran dan masukan mereka. Ketiga, hormati kesepakatan.  Hormati semua kesepakatan dengan si dia. Jika dia tidak inginkan kehadiran buah hati maka hormatilah. Jika dia ingin berkumpul dengan anak-anaknya (dari isteri sebelum Anda), maka hormatilah.  Keempat, putuskan apa yang Anda inginkan. Ingat, hubungan Anda dengan mantan akan berbeda dengan hubungan masa lalu. Anda perlu memutuskan apa yang Anda inginkan. Dan apa yang mantan inginkan. Kelima, jangan percaya pada ingatanmu. Ini penting diingat. Karena orang yang Anda kenal, tidak sama dengan orang yang Anda ketahui di masa lalu. Setiap manusia berubah. Hal baik dan buruk harus Anda terima, apapun yang dia lakukan sebelum akhirnya kembali rujuk dengan Anda. Keenam, jangan takut dalam kesendirian.Kuatir karena terlalu lama menjomblo dan akhirnya jatuh kembali dalam pelukan sang mantan terdengar kurang enak. Karena itu, jangan takut dengan kesendirian. Pastikan keputusan Anda adalah yang terbaik. Ketujuh, hubungan butuh keterampilanKunci hubungan yang langgeng tidak dipelajari di sekolah, tapi kita pelajari setiap hari dalam hidup. Tidak ada perlakukan yang sama, seperti Anda memperlakukan dia dahulu, pun sebaliknya. Karena itu butuh keterampilan lebih untuk rujukan dengan sang mantan. Kedelapan, jadilah diri sendiri.Jika si mantan pernah memiliki pasangan hidup atau sudah meninggal, jangan berusaha menjadi sosok yang pernah mengisi hidupnya. Jadilah diri sendiri, dengan daya tarik dan perhatian khas dari Anda
Rujuk dengan Sang Mantan, Simak 8 Cara Mewujudkannya. 
Rujuk dengan mantan pacar, kenapa tidak. Tapi sebelum terjadi, ada baiknya Anda kenali kemungkinan harapan itu terwujud.

Mengenali tanda-tanda kemungkinan rujukan dengan Si Mantan terwujud. Karena terlalu percaya diri, hanya akan membuat malu dari cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Psikoterapis asal Georgia, Amerika Eddie Reece merangkum 8 cara mengenali mantan yang sudah sekian tahun tidak berjumpa, dan ingin mewujudkan hubungan kembali (rujuk) dengan pasangan lamanya. 

  • Pertama, mulailah dengan tinjauan tentang masa lalu. Tanyakan pada diri Anda, mengapa inginkan dia kembali dalam kehidupan Anda setelah sekian tahun.
  • Kedua, percayalah pada teman dan keluarga Anda.Besar kemungkinan, teman dan keluarga Anda mengenal si mantan. Anda harus mendengar saran dan masukan mereka.
  • Ketiga, hormati kesepakatan.

Hormati semua kesepakatan dengan si dia. Jika dia tidak inginkan kehadiran buah hati maka hormatilah. Jika dia ingin berkumpul dengan anak-anaknya (dari isteri sebelum Anda), maka hormatilah.

  • Keempat, putuskan apa yang Anda inginkan. Ingat, hubungan Anda dengan mantan akan berbeda dengan hubungan masa lalu. Anda perlu memutuskan apa yang Anda inginkan. Dan apa yang mantan inginkan.
  • Kelima, jangan percaya pada ingatanmu. Ini penting diingat. Karena orang yang Anda kenal, tidak sama dengan orang yang Anda ketahui di masa lalu. Setiap manusia berubah. Hal baik dan buruk harus Anda terima, apapun yang dia lakukan sebelum akhirnya kembali rujuk dengan Anda.
  • Keenam, jangan takut dalam kesendirian.Kuatir karena terlalu lama menjomblo dan akhirnya jatuh kembali dalam pelukan sang mantan terdengar kurang enak. Karena itu, jangan takut dengan kesendirian. Pastikan keputusan Anda adalah yang terbaik.
  • Ketujuh, hubungan butuh keterampilanKunci hubungan yang langgeng tidak dipelajari di sekolah, tapi kita pelajari setiap hari dalam hidup. Tidak ada perlakukan yang sama, seperti Anda memperlakukan dia dahulu, pun sebaliknya. Karena itu butuh keterampilan lebih untuk rujukan dengan sang mantan.
  • Kedelapan, jadilah diri sendiri.Jika si mantan pernah memiliki pasangan hidup atau sudah meninggal, jangan berusaha menjadi sosok yang pernah mengisi hidupnya. Jadilah diri sendiri, dengan daya tarik dan perhatian khas dari Anda
Referensi : Rujuk dengan Sang Mantan Simak 8 Cara Mewujudkannya,


Mengapa Pasangan yang Telah Berpisah Bisa Rujuk Lagi?

Mengapa Pasangan yang Telah Berpisah Bisa Rujuk Lagi?. Anda mungkin kenal dengan seseorang yang sering "putus-nyambung" dengan mantannya. Walau Anda gemas melihatnya, tetapi fakta menunjukkan bahwa fenomena "putus-nyambung" adalah hal yang biasa. Pasangan fenomenal Justin Bieber dan Selena Gomez baru-baru ini membuktikannya. Setelah mengalami drama percintaan yang tragis, akhirnya pasangan ini kembali memutuskan untuk kembali bersama. Sekitar 50 persen pasangan memang memilih untuk kembali ke pelukan mantan kekasih setelah putus. Salah satu penyebabnya adalah mereka memiliki dua perasaan sekaligus, benci sekaligus cinta.   Di lain pihak, mereka juga memilih rujuk karena tidak yakin dengan keputusannya untuk berpisah. "Putus" adalah masalah klasik dalam sebuah hubungan percintaan. Tidak ada kisah cinta yang hanya diwarnai oleh kebahagiaan dan romantisme. Permasalahan yang datang silih berganti terkadang menjadi penyebab dua insan yang saling mencintai tidak bisa melanjutkan hubungannya. Tapi, bukan berarti sebuah hubungan yang telah 'rusak' tidak bisa diperbaiki.   Alasan lain memutuskan untuk kembali bersama karena mereka merasa yakin bahwa ada alasan untuk kembali bersama, setelah merasakan hidup berjauhan tanpa saling berkomunikasi. Riset dari Kansas State University di tahun 2013 menemukan bahwa hampir separuh dari responden mengaku bersatu kembali karena merasa bahwa pasangan mereka telah berubah menjadi lebih baik, atau yakin akan lebih baik dalam berkomunikasi. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science, para peneliti menanyakan kepada responden di Kanada alasan mereka tetap bertahan atau meninggalkan hubungan mereka.  Alasan populer untuk bertahan adalah karena mereka optimis-berharap pasangannya akan berubah, investasi emosional dalam hubungan, tugas keluarga, dan ketakutan akan ketidakpastian yang akan terjadi. Sebanyak 66 persen orang mengatakan bahwa mereka ingin bertahan karena keintiman dan ketergantungan yang telah mereka kembangkan bersama pasangan mereka dari waktu ke waktu. Di sisi lain, mereka yang ingin menyudahi hubungan dipicu oleh pengkhianatan, dan ketidakcocokan (sering bertengkar).   Lebih dari 38 persen ingin menyudahi hubungannya karena ketidaksetiaan. Terlepas dari semua hal negatif, 49 persen dari mereka yang mempertimbangkan untuk kembali dengan mantan kekasihnya karena merasa bingung dengan perasaanya sendiri. Perpisahan seringkali lebih sulit dilakukan pada orang yang masih merasa ragu pada keputusannya untuk berpisah.   Keraguan ini menjelaskan mengapa banyak pasangan yang memilih kembali bersama setelah berpisah. Noelle Nelson seorang psikolog dan penulis buku psikologi percintaan mengatakan bahwa kembali bersama setelah perpisahan bukanlah hal yang buruk. Ini bisa dilakukan selama tidak ada masalah serius, misalnya perilaku kasar dalam hubungan dan masing-masing pasangan saling memperhatikan.  "Kesempatan kedua pada sebuah hubungan yang sukses bisa berjalan. Komunikasi adalah fondasi," kata Nelson. Noelle Nelson menyarankan agar kita jujur dengan diri sendiri saat mempertimbangkan untuk kembali ke pelukan mantan. "Periksa motif Anda untuk melakukannya. Jangan kembali bersama karena Anda kesepian, bosan atau takut tidak akan pernah menemukan orang lain," katanya.   Jika Anda memiliki alasan yang tepat untuk kembali bersama, pastikan Anda telah mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri sebelum kembali bersama dengan sang mantan. Gunakanlah pengalaman sebelumnya sebagai pelajaran. Periksa kembali bahwa Anda tidak salah mengira perasaan sakit hati atau ketakutan menjadi lajang. Bertanggungjawablah pada keputusan awal Anda saat memutuskan hubungan tersebut.  Referensi : Mengapa Pasangan yang Telah Berpisah Bisa Rujuk Lagi?

Mengapa Pasangan yang Telah Berpisah Bisa Rujuk Lagi?. Anda mungkin kenal dengan seseorang yang sering "putus-nyambung" dengan mantannya. Walau Anda gemas melihatnya, tetapi fakta menunjukkan bahwa fenomena "putus-nyambung" adalah hal yang biasa. Pasangan fenomenal Justin Bieber dan Selena Gomez baru-baru ini membuktikannya. Setelah mengalami drama percintaan yang tragis, akhirnya pasangan ini kembali memutuskan untuk kembali bersama. Sekitar 50 persen pasangan memang memilih untuk kembali ke pelukan mantan kekasih setelah putus. Salah satu penyebabnya adalah mereka memiliki dua perasaan sekaligus, benci sekaligus cinta. 

Di lain pihak, mereka juga memilih rujuk karena tidak yakin dengan keputusannya untuk berpisah. "Putus" adalah masalah klasik dalam sebuah hubungan percintaan. Tidak ada kisah cinta yang hanya diwarnai oleh kebahagiaan dan romantisme. Permasalahan yang datang silih berganti terkadang menjadi penyebab dua insan yang saling mencintai tidak bisa melanjutkan hubungannya. Tapi, bukan berarti sebuah hubungan yang telah 'rusak' tidak bisa diperbaiki.

 Alasan lain memutuskan untuk kembali bersama karena mereka merasa yakin bahwa ada alasan untuk kembali bersama, setelah merasakan hidup berjauhan tanpa saling berkomunikasi. Riset dari Kansas State University di tahun 2013 menemukan bahwa hampir separuh dari responden mengaku bersatu kembali karena merasa bahwa pasangan mereka telah berubah menjadi lebih baik, atau yakin akan lebih baik dalam berkomunikasi. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science, para peneliti menanyakan kepada responden di Kanada alasan mereka tetap bertahan atau meninggalkan hubungan mereka.

Alasan populer untuk bertahan adalah karena mereka optimis-berharap pasangannya akan berubah, investasi emosional dalam hubungan, tugas keluarga, dan ketakutan akan ketidakpastian yang akan terjadi. Sebanyak 66 persen orang mengatakan bahwa mereka ingin bertahan karena keintiman dan ketergantungan yang telah mereka kembangkan bersama pasangan mereka dari waktu ke waktu. Di sisi lain, mereka yang ingin menyudahi hubungan dipicu oleh pengkhianatan, dan ketidakcocokan (sering bertengkar). 

Lebih dari 38 persen ingin menyudahi hubungannya karena ketidaksetiaan. Terlepas dari semua hal negatif, 49 persen dari mereka yang mempertimbangkan untuk kembali dengan mantan kekasihnya karena merasa bingung dengan perasaanya sendiri. Perpisahan seringkali lebih sulit dilakukan pada orang yang masih merasa ragu pada keputusannya untuk berpisah. 

Keraguan ini menjelaskan mengapa banyak pasangan yang memilih kembali bersama setelah berpisah. Noelle Nelson seorang psikolog dan penulis buku psikologi percintaan mengatakan bahwa kembali bersama setelah perpisahan bukanlah hal yang buruk. Ini bisa dilakukan selama tidak ada masalah serius, misalnya perilaku kasar dalam hubungan dan masing-masing pasangan saling memperhatikan.

"Kesempatan kedua pada sebuah hubungan yang sukses bisa berjalan. Komunikasi adalah fondasi," kata Nelson. Noelle Nelson menyarankan agar kita jujur dengan diri sendiri saat mempertimbangkan untuk kembali ke pelukan mantan. "Periksa motif Anda untuk melakukannya. Jangan kembali bersama karena Anda kesepian, bosan atau takut tidak akan pernah menemukan orang lain," katanya. 

Jika Anda memiliki alasan yang tepat untuk kembali bersama, pastikan Anda telah mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri sebelum kembali bersama dengan sang mantan. Gunakanlah pengalaman sebelumnya sebagai pelajaran. Periksa kembali bahwa Anda tidak salah mengira perasaan sakit hati atau ketakutan menjadi lajang. Bertanggungjawablah pada keputusan awal Anda saat memutuskan hubungan tersebut.

Referensi : Mengapa Pasangan yang Telah Berpisah Bisa Rujuk Lagi?



Tanda Sang Mantan Menyesal Putus dan Ingin Kembali

Tanda Sang Mantan Menyesal Putus dan Ingin Kembali. Banyak sekali wanita yang merasa gagal dalam hubungan setelah berpisah dengan pasangan. Setelah pengalaman yang pahit tersebut, akan ada saatnya di mana wanita merasa lemah dan ingin sekali menghubungi mantan. Banyak pasangan yang masih berhubungan baik setelah mereka putus, walaupun selalu mengetahui tentang kabar kehidupannya setelah berpisah bukanlah hal yang baik, khususnya untuk wanita.  Namun, belum tentu mantan tidak pernah merasa menyesal berpisah dengan Anda. Dibawah ini adalah tanda-tanda bahwa si dia menyesal kehilangan Anda:  Dia suka menanyakan kabar Anda ke sahabat  Pria dan wanita menjalin hubungan kemudian kandas adalah hal yang sangat wajar. Untungnya, Anda memiliki sahabat yang selalu ada untuk menghibur. Kalau Anda mendengar bahwa mantan sering menanyakan kabar Anda ke sahabat, artinya dia masih belum bisa melupakan Anda.  Dia selalu mengintai media sosialmu  Sekarang ini, media sosial menjadi alat yang paling tepat untuk memata-matai seseorang. Kalau , mantan masih sering mengintai Anda lewat media sosial, hal ini adalah tanda dia masih ingin tahu tentang diri Anda setelah berpisah.  Dia belum berkencan dengan wanita lain  Apakah mantan masih belum berani melangkah ke hubungan yang serius setelah berpisah dengan Anda? Hal ini bisa disebabkan karena dia sangat menyesal kehilangan Anda atau masih menginginkan Anda kembali.  Dia masih berhubungan baik dengan keluarga Anda    Ini adalah salah satu tanda yang jelas kalau dia masih belum bisa melupakan Anda. Kalau mantan masih terus berhubungan dengan keluarga Anda setelah kalian berpisah, tandanya dia masih ingin mendapatkan Anda kembali.    Referensi : Tanda Sang Mantan Menyesal Putus dan Ingin Kembali
Tanda Sang Mantan Menyesal Putus dan Ingin Kembali. Banyak sekali wanita yang merasa gagal dalam hubungan setelah berpisah dengan pasangan. Setelah pengalaman yang pahit tersebut, akan ada saatnya di mana wanita merasa lemah dan ingin sekali menghubungi mantan. Banyak pasangan yang masih berhubungan baik setelah mereka putus, walaupun selalu mengetahui tentang kabar kehidupannya setelah berpisah bukanlah hal yang baik, khususnya untuk wanita.

Namun, belum tentu mantan tidak pernah merasa menyesal berpisah dengan Anda. Dibawah ini adalah tanda-tanda bahwa si dia menyesal kehilangan Anda:

Dia suka menanyakan kabar Anda ke sahabat

Pria dan wanita menjalin hubungan kemudian kandas adalah hal yang sangat wajar. Untungnya, Anda memiliki sahabat yang selalu ada untuk menghibur. Kalau Anda mendengar bahwa mantan sering menanyakan kabar Anda ke sahabat, artinya dia masih belum bisa melupakan Anda.

Dia selalu mengintai media sosialmu

Sekarang ini, media sosial menjadi alat yang paling tepat untuk memata-matai seseorang. Kalau , mantan masih sering mengintai Anda lewat media sosial, hal ini adalah tanda dia masih ingin tahu tentang diri Anda setelah berpisah.

Dia belum berkencan dengan wanita lain

Apakah mantan masih belum berani melangkah ke hubungan yang serius setelah berpisah dengan Anda? Hal ini bisa disebabkan karena dia sangat menyesal kehilangan Anda atau masih menginginkan Anda kembali.

Dia masih berhubungan baik dengan keluarga Anda


Ini adalah salah satu tanda yang jelas kalau dia masih belum bisa melupakan Anda. Kalau mantan masih terus berhubungan dengan keluarga Anda setelah kalian berpisah, tandanya dia masih ingin mendapatkan Anda kembali.


Referensi : Tanda Sang Mantan Menyesal Putus dan Ingin Kembali



Gelagat Mencurigakan, Ini 5 Tanda Mantan akan Ngajak Rujuk

Gelagat Mencurigakan, Ini 5 Tanda Mantan akan Ngajak Rujuk Beberapa orang mungkin memutuskan menghilang, setelah mereka putus dengan pasangan. Tapi seiring waktu, ada perasaan yang mungkin kembali muncul, apalagi jika memang hubungan tersebut berakhir tanpa pertengkaran.  Jika hubungan Anda berakhir dengan baik bersama mantan Anda, besar kemungkinan kesempatan api yang lama akan hidup kembali. Nah, coba deh kenali tanda tanda romantis mantan ngajak balikan,  Mulai menghubungi Anda  Jika mantan mulai mengirim pesan atau menelepon Anda, mereka memulai komunikasi dan merespons dengan cepat, itu bisa berarti mereka ingin mengenal Anda lagi dan mungkin mengunjungi kembali hubungan tersebut.   Mencoba Terbuka  Jika mantan Anda hanya mengirimi Anda pesan saat kesepian di malam hari, atau jika Anda hanya mendiskusikan cuaca atau kejadian terkini, itu mungkin bukan pertanda. Namun, jika mantan Anda terbuka dan berbagi info tentang kehidupannya dan menanyakan tentang kehidupan Anda, kemungkinan dia mencoba untuk terhubung kembali.  Bertanya Tentang pasangan  Jika mantan Anda tampak tertarik untuk mengetahui apakah Anda memiliki pasangan baru dalam hidup Anda, itu bisa berarti bahwa dia mencoba menilai di mana Anda berdiri dan apakah Anda terbuka untuk membuka kembali suatu hubungan lagi.  Mulai cemburu Jika mantan Anda sangat terganggu dengan perhatian yang baru Anda temukan, itu bisa berarti dia ingin kembali bersama. Mereka menunjukkan tanda-tanda cemburu jika Anda pergi keluar pada malam hari dengan teman-teman, melihat seseorang, atau berfoto dengan seorang pria di media sosial Itu adalah tanda-tanda hebat bahwa mereka masih merasa terikat kuat untukmu.  Mereka Memberitahu Anda Status Hubungan Mereka  Jika mantan Anda secara eksplisit memberi tahu Anda bahwa tidak ada pasangan saat ini, itu bisa berarti dia mencoba melihat reaksi Anda, karena Anda mungkin tertarik untuk mengisi kekosongan itu.  Mantan yang masih memiliki perasaan yang dalam kepada Anda, mungkin berusaha keras untuk memastikan Anda tahu bahwa mereka sendiri tidak melihat seseorang, agar tidak membuat Anda kesakitan, dan agar Anda akan tahu bahwa mereka masih tersedia. Gelagat Mencurigakan, Ini 5 Tanda Mantan akan Ngajak Rujuk

Beberapa orang mungkin memutuskan menghilang, setelah mereka putus dengan pasangan. Tapi seiring waktu, ada perasaan yang mungkin kembali muncul, apalagi jika memang hubungan tersebut berakhir tanpa pertengkaran.

Jika hubungan Anda berakhir dengan baik bersama mantan Anda, besar kemungkinan kesempatan api yang lama akan hidup kembali. Nah, coba deh kenali tanda tanda romantis mantan ngajak balikan,

Mulai menghubungi Anda

Jika mantan mulai mengirim pesan atau menelepon Anda, mereka memulai komunikasi dan merespons dengan cepat, itu bisa berarti mereka ingin mengenal Anda lagi dan mungkin mengunjungi kembali hubungan tersebut. 

Mencoba Terbuka

Jika mantan Anda hanya mengirimi Anda pesan saat kesepian di malam hari, atau jika Anda hanya mendiskusikan cuaca atau kejadian terkini, itu mungkin bukan pertanda. Namun, jika mantan Anda terbuka dan berbagi info tentang kehidupannya dan menanyakan tentang kehidupan Anda, kemungkinan dia mencoba untuk terhubung kembali.

Bertanya Tentang pasangan

Jika mantan Anda tampak tertarik untuk mengetahui apakah Anda memiliki pasangan baru dalam hidup Anda, itu bisa berarti bahwa dia mencoba menilai di mana Anda berdiri dan apakah Anda terbuka untuk membuka kembali suatu hubungan lagi.

Mulai cemburu Jika mantan Anda sangat terganggu dengan perhatian yang baru Anda temukan, itu bisa berarti dia ingin kembali bersama. Mereka menunjukkan tanda-tanda cemburu jika Anda pergi keluar pada malam hari dengan teman-teman, melihat seseorang, atau berfoto dengan seorang pria di media sosial Itu adalah tanda-tanda hebat bahwa mereka masih merasa terikat kuat untukmu.

Mereka Memberitahu Anda Status Hubungan Mereka

Jika mantan Anda secara eksplisit memberi tahu Anda bahwa tidak ada pasangan saat ini, itu bisa berarti dia mencoba melihat reaksi Anda, karena Anda mungkin tertarik untuk mengisi kekosongan itu.

Mantan yang masih memiliki perasaan yang dalam kepada Anda, mungkin berusaha keras untuk memastikan Anda tahu bahwa mereka sendiri tidak melihat seseorang, agar tidak membuat Anda kesakitan, dan agar Anda akan tahu bahwa mereka masih tersedia.


Referensi : Gelagat Mencurigakan, Ini 5 Tanda Mantan akan Ngajak Rujuk