This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 07 September 2022

Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan

Siapa yang tidak tahu tentang karma? Istilah pembalasan karma atau hukum pembalasan karma sering digunakan oleh banyak orang untuk merujuk pada pembalasan atas tindakan yang dilakukan.  Orang Indonesia juga mengenal dua jenis karma, yaitu karma baik dan karma buruk. Tulus dan ikhlas, orang itu akan memiliki karma baik dalam hidupnya.  Sebaliknya, jika seseorang melakukan kejahatan, menyakiti atau menyebabkan penderitaan, orang itu akan menderita karma buruk  dalam hidupnya.  Istilah karma sendiri  sering digunakan untuk orang  yang merasa hidupnya tersakiti atau tersakiti yang berharap agar orang yang menyakitinya akan mendapat karma buruk di kemudian hari. Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan. Bukankah segala sesuatunya selalu kontradiktif? Memiliki dua sisi yang selalu bertolak belakang? Memiliki pertentangan di dalam? Lantas, mengapa harus kaget pada dua sisi itu? Semuanya biasa saja kan? Begitu katanya. Aku masih bergeming diantara dua pilihan. Dua duanya memiliki konsekuensi yang tidak kecil. Dan dua duanya sama kuat menarikku untuk go ahead atau menahan diri. Aku tahu, seharusnya aku menahan diri. Namun, sisi yang lain memaksaku untuk go ahead saja. Menghindari penyesalan. Begitu (lagi) katanya.  Hingga detik ini, aku masih bergeming di posisi yang sama. Padahal, kurang dari dua jam dari sekarang keputusan itu sudah harus kubulatkan. Tidak setengah setengah lagi. Terbentur pada hati atau kepala, yang bagiku justru semakin memekakkan gendang telinga. Ah, aku benci ini. Semua harusnya mudah, sampai segala pertimbangan turut campur dan membikin jadi runyam. Membuat beragam kemungkinan dan antisipasi yang terlalu dini. Namun tetap tidak bisa disalahkan. Bukankah tugas kepala memang begitu? Dan hati juga sama. Kenapa selalu berkeras? Kenapa kamu selalu menjadikan menyesal belakangan menjadi alasan? Meskipun itu benar. Aku hanya menghindari penyesalan. Penyesalan memang belakangan, namun bukankah bisa dihindari? Dimana letak keberadaban manusia yang katanya harus belajar dari pengalaman dan kesalahan?  Dunia mungkin menentangku. Katanya, jangan bego, Ta. Tapi apalah daya, aku memang bego. Jangan naf. Bagaimana? Aku terlahir naf, dan sampai sekarang pun masih sama. Jangan berkeras hati. Apakah namanya berkeras hati jika menuruti hati nurani? Bukankah katanya nurani itu selalu benar? Bukankah spontanitas adalah kehendak yang paling jujur dan apa adanya? Tanpa tendensi? Momentum yang sangat tepat? Lalu aku harus bagaimana?  Apa yang benar dan apa yang salah? Jika menuruti kepala dan seluruh dunia, apakah sudah bisa dibilang benar? Meskipun berdampak penyesalan? Atau sebaliknya. Sudah siapkah aku di caci maki tapi terasa benar, paling tidak menurut diriku sendiri. Dan kenapa semua menjadi rasa rasanya? Apa yang baku, dan apa yang pasti, dan apa yang paling benar dari ini semua?  Ah, kepala ini hampir pecah. Atau, hati ini yang mulai lelah berdiri sendirian. Selalu terbentur pada pokok yang sama, dengan medium yang berbeda. Kompleksitas yang menjemukan, maupun kesederhanaan yang melenakan.  Dan kusadari ini sebagai jalan manusia untuk selalu berada dalam persimpangan. Dalam pergulatan didalam yang akan terus ada sepanjang kehidupan masih berlangsung. Sudah menjadi tugas manusia untuk senantiasa memilih. Meskipun pilihan itu selalu terbatas pada apa yang sanggup diketahui manusia saja. Apapun itu. Dan kusemogakan kali ini keputusanku tidak keliru. Tidak berakhir pada penyesalan, dan juga tidak menjadikanku sebagai bulan bulanan dunia.Aku ikhlas, Sa. Semoga.  Meski keikhlasan tidak akan pernah sanggup terucapkan. Dan jika nanti aku menyesal pada keputusan kali ini, semoga aku cukup kuat untuk menanggungnya. Itu saja.  Referensi : Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan. Bukankah segala sesuatunya selalu kontradiktif? Memiliki dua sisi yang selalu bertolak belakang? Memiliki pertentangan di dalam? Lantas, mengapa harus kaget pada dua sisi itu? Semuanya biasa saja kan? Begitu katanya. Aku masih bergeming diantara dua pilihan. Dua duanya memiliki konsekuensi yang tidak kecil. Dan dua duanya sama kuat menarikku untuk go ahead atau menahan diri. Aku tahu, seharusnya aku menahan diri. Namun, sisi yang lain memaksaku untuk go ahead saja. Menghindari penyesalan. Begitu (lagi) katanya. Hingga detik ini, aku masih bergeming di posisi yang sama. Padahal, kurang dari dua jam dari sekarang keputusan itu sudah harus kubulatkan. Tidak setengah setengah lagi. Terbentur pada hati atau kepala, yang bagiku justru semakin memekakkan gendang telinga. Ah, aku benci ini. Semua harusnya mudah, sampai segala pertimbangan turut campur dan membikin jadi runyam. Membuat beragam kemungkinan dan antisipasi yang terlalu dini. Namun tetap tidak bisa disalahkan. Bukankah tugas kepala memang begitu? Dan hati juga sama. Kenapa selalu berkeras? Kenapa kamu selalu menjadikan menyesal belakangan menjadi alasan? Meskipun itu benar. Aku hanya menghindari penyesalan. Penyesalan memang belakangan, namun bukankah bisa dihindari? Dimana letak keberadaban manusia yang katanya harus belajar dari pengalaman dan kesalahan?  Dunia mungkin menentangku. Katanya, jangan bego, Ta. Tapi apalah daya, aku memang bego. Jangan naf. Bagaimana? Aku terlahir naf, dan sampai sekarang pun masih sama. Jangan berkeras hati. Apakah namanya berkeras hati jika menuruti hati nurani? Bukankah katanya nurani itu selalu benar? Bukankah spontanitas adalah kehendak yang paling jujur dan apa adanya? Tanpa tendensi? Momentum yang sangat tepat? Lalu aku harus bagaimana?  Apa yang benar dan apa yang salah? Jika menuruti kepala dan seluruh dunia, apakah sudah bisa dibilang benar? Meskipun berdampak penyesalan? Atau sebaliknya. Sudah siapkah aku di caci maki tapi terasa benar, paling tidak menurut diriku sendiri. Dan kenapa semua menjadi rasa rasanya? Apa yang baku, dan apa yang pasti, dan apa yang paling benar dari ini semua?  Ah, kepala ini hampir pecah. Atau, hati ini yang mulai lelah berdiri sendirian. Selalu terbentur pada pokok yang sama, dengan medium yang berbeda. Kompleksitas yang menjemukan, maupun kesederhanaan yang melenakan.  Dan kusadari ini sebagai jalan manusia untuk selalu berada dalam persimpangan. Dalam pergulatan didalam yang akan terus ada sepanjang kehidupan masih berlangsung. Sudah menjadi tugas manusia untuk senantiasa memilih. Meskipun pilihan itu selalu terbatas pada apa yang sanggup diketahui manusia saja. Apapun itu. Dan kusemogakan kali ini keputusanku tidak keliru. Tidak berakhir pada penyesalan, dan juga tidak menjadikanku sebagai bulan bulanan dunia.Aku ikhlas, Sa. Semoga.  Meski keikhlasan tidak akan pernah sanggup terucapkan. Dan jika nanti aku menyesal pada keputusan kali ini, semoga aku cukup kuat untuk menanggungnya. Itu saja.  Referensi : Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan Siapa yang tidak tahu tentang karma? Istilah pembalasan karma atau hukum pembalasan karma sering digunakan oleh banyak orang untuk merujuk pada pembalasan atas tindakan yang dilakukan.  Orang Indonesia juga mengenal dua jenis karma, yaitu karma baik dan karma buruk. Tulus dan ikhlas, orang itu akan memiliki karma baik dalam hidupnya.  Sebaliknya, jika seseorang melakukan kejahatan, menyakiti atau menyebabkan penderitaan, orang itu akan menderita karma buruk  dalam hidupnya.  Istilah karma sendiri  sering digunakan untuk orang  yang merasa hidupnya tersakiti atau tersakiti yang berharap agar orang yang menyakitinya akan mendapat karma buruk di kemudian hari. Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan. Bukankah segala sesuatunya selalu kontradiktif? Memiliki dua sisi yang selalu bertolak belakang? Memiliki pertentangan di dalam? Lantas, mengapa harus kaget pada dua sisi itu? Semuanya biasa saja kan? Begitu katanya. Aku masih bergeming diantara dua pilihan. Dua duanya memiliki konsekuensi yang tidak kecil. Dan dua duanya sama kuat menarikku untuk go ahead atau menahan diri. Aku tahu, seharusnya aku menahan diri. Namun, sisi yang lain memaksaku untuk go ahead saja. Menghindari penyesalan. Begitu (lagi) katanya.  Hingga detik ini, aku masih bergeming di posisi yang sama. Padahal, kurang dari dua jam dari sekarang keputusan itu sudah harus kubulatkan. Tidak setengah setengah lagi. Terbentur pada hati atau kepala, yang bagiku justru semakin memekakkan gendang telinga. Ah, aku benci ini. Semua harusnya mudah, sampai segala pertimbangan turut campur dan membikin jadi runyam. Membuat beragam kemungkinan dan antisipasi yang terlalu dini. Namun tetap tidak bisa disalahkan. Bukankah tugas kepala memang begitu? Dan hati juga sama. Kenapa selalu berkeras? Kenapa kamu selalu menjadikan menyesal belakangan menjadi alasan? Meskipun itu benar. Aku hanya menghindari penyesalan. Penyesalan memang belakangan, namun bukankah bisa dihindari? Dimana letak keberadaban manusia yang katanya harus belajar dari pengalaman dan kesalahan?  Dunia mungkin menentangku. Katanya, jangan bego, Ta. Tapi apalah daya, aku memang bego. Jangan naf. Bagaimana? Aku terlahir naf, dan sampai sekarang pun masih sama. Jangan berkeras hati. Apakah namanya berkeras hati jika menuruti hati nurani? Bukankah katanya nurani itu selalu benar? Bukankah spontanitas adalah kehendak yang paling jujur dan apa adanya? Tanpa tendensi? Momentum yang sangat tepat? Lalu aku harus bagaimana?  Apa yang benar dan apa yang salah? Jika menuruti kepala dan seluruh dunia, apakah sudah bisa dibilang benar? Meskipun berdampak penyesalan? Atau sebaliknya. Sudah siapkah aku di caci maki tapi terasa benar, paling tidak menurut diriku sendiri. Dan kenapa semua menjadi rasa rasanya? Apa yang baku, dan apa yang pasti, dan apa yang paling benar dari ini semua?  Ah, kepala ini hampir pecah. Atau, hati ini yang mulai lelah berdiri sendirian. Selalu terbentur pada pokok yang sama, dengan medium yang berbeda. Kompleksitas yang menjemukan, maupun kesederhanaan yang melenakan.  Dan kusadari ini sebagai jalan manusia untuk selalu berada dalam persimpangan. Dalam pergulatan didalam yang akan terus ada sepanjang kehidupan masih berlangsung. Sudah menjadi tugas manusia untuk senantiasa memilih. Meskipun pilihan itu selalu terbatas pada apa yang sanggup diketahui manusia saja. Apapun itu. Dan kusemogakan kali ini keputusanku tidak keliru. Tidak berakhir pada penyesalan, dan juga tidak menjadikanku sebagai bulan bulanan dunia.Aku ikhlas, Sa. Semoga.  Meski keikhlasan tidak akan pernah sanggup terucapkan. Dan jika nanti aku menyesal pada keputusan kali ini, semoga aku cukup kuat untuk menanggungnya. Itu saja.  Referensi : Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan
Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan. Bukankah segala sesuatunya selalu kontradiktif? Memiliki dua sisi yang selalu bertolak belakang? Memiliki pertentangan di dalam? Lantas, mengapa harus kaget pada dua sisi itu? Semuanya biasa saja kan? Begitu katanya. Aku masih bergeming diantara dua pilihan. Dua duanya memiliki konsekuensi yang tidak kecil. Dan dua duanya sama kuat menarikku untuk go ahead atau menahan diri. Aku tahu, seharusnya aku menahan diri. Namun, sisi yang lain memaksaku untuk go ahead saja. Menghindari penyesalan. Begitu (lagi) katanya.

Hingga detik ini, aku masih bergeming di posisi yang sama. Padahal, kurang dari dua jam dari sekarang keputusan itu sudah harus kubulatkan. Tidak setengah setengah lagi. Terbentur pada hati atau kepala, yang bagiku justru semakin memekakkan gendang telinga. Ah, aku benci ini. Semua harusnya mudah, sampai segala pertimbangan turut campur dan membikin jadi runyam. Membuat beragam kemungkinan dan antisipasi yang terlalu dini. Namun tetap tidak bisa disalahkan. Bukankah tugas kepala memang begitu? Dan hati juga sama. Kenapa selalu berkeras? Kenapa kamu selalu menjadikan menyesal belakangan menjadi alasan? Meskipun itu benar. Aku hanya menghindari penyesalan. Penyesalan memang belakangan, namun bukankah bisa dihindari? Dimana letak keberadaban manusia yang katanya harus belajar dari pengalaman dan kesalahan?

Dunia mungkin menentangku. Katanya, jangan bego, Ta. Tapi apalah daya, aku memang bego. Jangan naf. Bagaimana? Aku terlahir naf, dan sampai sekarang pun masih sama. Jangan berkeras hati. Apakah namanya berkeras hati jika menuruti hati nurani? Bukankah katanya nurani itu selalu benar? Bukankah spontanitas adalah kehendak yang paling jujur dan apa adanya? Tanpa tendensi? Momentum yang sangat tepat? Lalu aku harus bagaimana?

Apa yang benar dan apa yang salah? Jika menuruti kepala dan seluruh dunia, apakah sudah bisa dibilang benar? Meskipun berdampak penyesalan? Atau sebaliknya. Sudah siapkah aku di caci maki tapi terasa benar, paling tidak menurut diriku sendiri. Dan kenapa semua menjadi rasa rasanya? Apa yang baku, dan apa yang pasti, dan apa yang paling benar dari ini semua?

Ah, kepala ini hampir pecah. Atau, hati ini yang mulai lelah berdiri sendirian. Selalu terbentur pada pokok yang sama, dengan medium yang berbeda. Kompleksitas yang menjemukan, maupun kesederhanaan yang melenakan.

Dan kusadari ini sebagai jalan manusia untuk selalu berada dalam persimpangan. Dalam pergulatan didalam yang akan terus ada sepanjang kehidupan masih berlangsung. Sudah menjadi tugas manusia untuk senantiasa memilih. Meskipun pilihan itu selalu terbatas pada apa yang sanggup diketahui manusia saja. Apapun itu. Dan kusemogakan kali ini keputusanku tidak keliru. Tidak berakhir pada penyesalan, dan juga tidak menjadikanku sebagai bulan bulanan dunia.Aku ikhlas, Sa. Semoga.  Meski keikhlasan tidak akan pernah sanggup terucapkan. Dan jika nanti aku menyesal pada keputusan kali ini, semoga aku cukup kuat untuk menanggungnya. Itu saja.

Referensi : Elaborasi Di Bawah Bayang-bayang Tirai Penyesalan

Kata-Kata Penyesalan Tentang Hidup dan Cinta, Ungkapkan Isi Hati yang Paling Dalam

Kata-Kata Penyesalan Tentang Hidup dan Cinta Ungkapkan Isi Hati yang Paling Dalam. Rasa sesal adalah hal yang manusiawi dan pasti dirasakan oleh banyak orang. Tidak ada seorang pun yang bisa lari dari rasa penyesalan akibat hal-hal yang dilakukan atau diucapkan tanpa pikir panjang. Terkadang, seseorang perlu merasakan sesal agar hidupnya dapat maju dan berubah ke arah yang lebih baik lagi.  Kata-kata penyesalan adalah apa yang tersisa dari pengalaman pahit atau menyedihkan yang telah dialami. Namun, kata-kata penyesalan tak selamanya berkonotasi buruk. Kata-kata penyesalan dapat digunakan sebagai cambuk dan penyemangat guna memperbaiki hal-hal yang tidak baik atau salah.  Pun dalam hidup, rasa sesal datang dari berbagai sebab. Bisa karena masalah-masalah kehidupan rumah tangga, masalah percintaan, masalah persahabatan, masalah pekerjaan, dan lain sebagainya yang membutuhkan pengambilan keputusan. Berikut ini adalah kumpulan kata-kata penyesalan tentang berbagai hal yang dapat digunakan sebagai refleksi dan pengungkapan isi hati.  10 Kata-Kata Penyesalan Tentang Pengalaman Hidup "Memendam perasaan seringkali menimbulkan penyesalan." "Apabila sebuah penyesalan merupakan sebuah pengalaman, maka hikmah adalah sebuah hal besar yang terkandung di dalamnya." "Kita sering melihat sesuatu itu lebih berharga, saat kita mengetahui ia sudah hilang dan dimiliki oleh orang lain." "Hari ini aku belajar dan bekerja untuk menjadi orang hebat, dan bukan kembali ke masa lalu dalam penyesalan." "Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan, dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima." "Manusia diberikan kemampuan untuk memilih, tentukan pilihan dengan hati dan logika, kemudian jalani tanpa ada rasa penyesalan." "Kapan kita menyesal? Ketika mengabaikan kesempatan yang datangnya hanya sekali." "Penyesalan itu datangnya selalu di akhir agar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar." "Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan." "Penyesalan tanpa adanya tindakan, hanya akan membuatmu akan lebih bertambah menyesal." 10 Kata-Kata Penyesalan Penuh Perasaan "Aku marah karena tak bisa menghentikan penyesalanku, aku marah karena tak ada lagi yang membujukku untuk tenang." "Sesungguhnya di balik kata 'maaf' ada janjiku untuk menjadi lebih baik dan tak mengulangi kesalahan yang sama." "Tak peduli seberapa besar penyesalanku, aku tak akan bisa mengembalikan waktu." "Akan menjadi penyesalanku sepanjang hidup, jika senyum bahagia ibu tidak terwujud." "Saat pintu maaf telah tertutup rapat, kesalahan yang lalu tertinggal jauh dalam ingatanku, semua yang terjadi tidak pernah bisa kembali, hanya satu kata yang bisa aku ucapkan atas segala kesalahan yaitu sebuah kata maaf." "Menangisi penyesalanku, aku tahu ini mungkin karma, ya aku terima karma ini, kenyataan jika waktu nggak akan bisa kembali lagi." "Sejumlah dengan tetes air matamu, berkali-kali lipat penyesalanku." "Seandainya aku terlahir kembali, akan kuperbaiki kesalahan dan penyesalanku di masa-masa itu." "Sekuat-kuat seseorang pasti dia pernah menangis, dan orang-orang yang membuatnya menangis adalah orang yang paling disayanginya." "Kelalaian hanya akan menyebabkan sebuah penyesalan di hari esok, karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi." 10 Kata-Kata Penyesalan Tentang Cinta "Dengan penuh harap aku menunggumu, seperti gedung pencakar langit yang tak mampu menembus indahnya awan. Tetapi aku sadar, bahwa aku sedang menunggu sesuatu yang tak pasti dan tak akan tergapai." "Aku hanya dapat mengerti dan memahami arti dati cinta, karena saat ini aku tidak dapat bersama dengan orang yang aku cintai, karena dia telah dimiliki oleh orang yang dia sayangi." "Silahkan goda orang yang aku sayang, jika dia tergoda maka aku akan berterima kasih karena kamu menunjukkan orang yang tidak benar-benar sayang sama aku." "Aku bisa bersembunyi dari kesalahanku, tapi tidak dari penyesalanku. Dan mungkin aku dapat bermain dengan dramaku tetapi tidak dengan karmaku." "Hilang sudah harapanku pada dirimu untuk selalu menyanyangimu." "Ku ingin pernah membuatmu menangis, karena setitik air matamu adalah sejuta penyesalanku." "Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu." "Apa kabar kamu, kamu mantan terbaik aku, terimalah ini lagi, ku mengenangmu untuk penyesalanku." "Seseorang pernah berambisi untuk memintaku menemaninya. Lalu, tetap saja berlalu setelah kutanam banyak rindu atas permintaannya." "Datang dengan sesuatu yang sangat ramah, kukira kau rumah namun ternyata aku salah." 10 Kata-Kata Penyesalan Tentang Hubungan Asmara "Mungkin dia lebih baik dariku. Mungkin aku menyesal pernah mencintaimu." "Pada akhirnya kita benar-benar terasing, kamu pergi dengan kekesalanmu, aku berbalik dengan segala penyesalanku." "Asal kau tahu, ada suatu hal yang ia tak mesti terucap, tapi asal kau tau, ia begitu kuat terasa. Sore itu, dengan penyesalanku." "Senyummu adalah tangisku, perhatianmu adalah senyumku dan kekecewaanmu adalah penyesalanku." "Penyesalanku bukan di saat berpisah tapi di saat kamu menangis." "Di antara deretan panjang penyesalanku, melepasmu pergi bukan salah satunya." "Karena penyesalanku bukan yang terakhir, semua membisu dengan akhir yang berbeda." "Salah satu penyesalanku, ketika aku kehilangan sketsa mimpimu yang lupa ku taruh entah di mana, hingga menjadi linglung." "Penyesalanku adalah menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus untukku." "Ada kalanya luka yang kau sematkan membuat penyesalanku terselamatkan, pada barisan doa-doaku, bahagia untukmu kusempatkan." 10 Kata-Kata Penyesalan Tentang Persahabatan "Aku hanya bisa minta maaf. Kamu adalah sahabat terbaikku dan aku sangat menyesal telah melukai perasaanmu." "Kini aku sadar jika kamu adalah sahabat terbaikku, setelah aku kehilanganmu." "Sahabat tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian, benar bukan? Maafkanlah aku teman. Aku sungguh menyesal." "Aku hanyalah sahabat yang penuh dengan kekurangan dan kekhilafan yang sering tidak aku sadari. Maafkanlah aku sahabatku." "Hanya kamulah yang dapat mengerti perasaanku teman. Maafkanlah segala kesalahanku." "Maafkanlah aku kawan. Aku tak pernah bermaksud menyakiti perasaanmu. Hari-hariku terasa sepi tanpa canda tawamu lagi." "Aku hanya bisa minta maaf. Kamu adalah sahabat terbaikku dan aku sangat menyesal telah melukai perasaanmu." "Mungkin kata maaf tidak akan cukup untuk menyembuhkan lukaku. Tapi hanya itu yang bisa kuberikan untuk mempertahankan sahabatku." "Masa lalu menjadi pengalaman berharga, namun penyesalan akan kehilangan sahabat manjadi pengalaman yang tak terlupakan." "Mengecewakan sahabatku adalah kesalahan terfatal yang pernah aku lakukan."
Kata-Kata Penyesalan Tentang Hidup dan Cinta Ungkapkan Isi Hati yang Paling Dalam. Rasa sesal adalah hal yang manusiawi dan pasti dirasakan oleh banyak orang. Tidak ada seorang pun yang bisa lari dari rasa penyesalan akibat hal-hal yang dilakukan atau diucapkan tanpa pikir panjang. Terkadang, seseorang perlu merasakan sesal agar hidupnya dapat maju dan berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Kata-kata penyesalan adalah apa yang tersisa dari pengalaman pahit atau menyedihkan yang telah dialami. Namun, kata-kata penyesalan tak selamanya berkonotasi buruk. Kata-kata penyesalan dapat digunakan sebagai cambuk dan penyemangat guna memperbaiki hal-hal yang tidak baik atau salah.

Pun dalam hidup, rasa sesal datang dari berbagai sebab. Bisa karena masalah-masalah kehidupan rumah tangga, masalah percintaan, masalah persahabatan, masalah pekerjaan, dan lain sebagainya yang membutuhkan pengambilan keputusan. Berikut ini adalah kumpulan kata-kata penyesalan tentang berbagai hal yang dapat digunakan sebagai refleksi dan pengungkapan isi hati.

10 Kata-Kata Penyesalan Tentang Pengalaman Hidup

  1. "Memendam perasaan seringkali menimbulkan penyesalan."
  2. "Apabila sebuah penyesalan merupakan sebuah pengalaman, maka hikmah adalah sebuah hal besar yang terkandung di dalamnya."
  3. "Kita sering melihat sesuatu itu lebih berharga, saat kita mengetahui ia sudah hilang dan dimiliki oleh orang lain."
  4. "Hari ini aku belajar dan bekerja untuk menjadi orang hebat, dan bukan kembali ke masa lalu dalam penyesalan."
  5. "Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan, dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima."
  6. "Manusia diberikan kemampuan untuk memilih, tentukan pilihan dengan hati dan logika, kemudian jalani tanpa ada rasa penyesalan."
  7. "Kapan kita menyesal? Ketika mengabaikan kesempatan yang datangnya hanya sekali."
  8. "Penyesalan itu datangnya selalu di akhir agar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar."
  9. "Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan."
  10. "Penyesalan tanpa adanya tindakan, hanya akan membuatmu akan lebih bertambah menyesal."

10 Kata-Kata Penyesalan Penuh Perasaan

  1. "Aku marah karena tak bisa menghentikan penyesalanku, aku marah karena tak ada lagi yang membujukku untuk tenang."
  2. "Sesungguhnya di balik kata 'maaf' ada janjiku untuk menjadi lebih baik dan tak mengulangi kesalahan yang sama."
  3. "Tak peduli seberapa besar penyesalanku, aku tak akan bisa mengembalikan waktu."
  4. "Akan menjadi penyesalanku sepanjang hidup, jika senyum bahagia ibu tidak terwujud."
  5. "Saat pintu maaf telah tertutup rapat, kesalahan yang lalu tertinggal jauh dalam ingatanku, semua yang terjadi tidak pernah bisa kembali, hanya satu kata yang bisa aku ucapkan atas segala kesalahan yaitu sebuah kata maaf."
  6. "Menangisi penyesalanku, aku tahu ini mungkin karma, ya aku terima karma ini, kenyataan jika waktu nggak akan bisa kembali lagi."
  7. "Sejumlah dengan tetes air matamu, berkali-kali lipat penyesalanku."
  8. "Seandainya aku terlahir kembali, akan kuperbaiki kesalahan dan penyesalanku di masa-masa itu."
  9. "Sekuat-kuat seseorang pasti dia pernah menangis, dan orang-orang yang membuatnya menangis adalah orang yang paling disayanginya."
  10. "Kelalaian hanya akan menyebabkan sebuah penyesalan di hari esok, karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi."

10 Kata-Kata Penyesalan Tentang Cinta

  1. "Dengan penuh harap aku menunggumu, seperti gedung pencakar langit yang tak mampu menembus indahnya awan. Tetapi aku sadar, bahwa aku sedang menunggu sesuatu yang tak pasti dan tak akan tergapai."
  2. "Aku hanya dapat mengerti dan memahami arti dati cinta, karena saat ini aku tidak dapat bersama dengan orang yang aku cintai, karena dia telah dimiliki oleh orang yang dia sayangi."
  3. "Silahkan goda orang yang aku sayang, jika dia tergoda maka aku akan berterima kasih karena kamu menunjukkan orang yang tidak benar-benar sayang sama aku."
  4. "Aku bisa bersembunyi dari kesalahanku, tapi tidak dari penyesalanku. Dan mungkin aku dapat bermain dengan dramaku tetapi tidak dengan karmaku."
  5. "Hilang sudah harapanku pada dirimu untuk selalu menyanyangimu."
  6. "Ku ingin pernah membuatmu menangis, karena setitik air matamu adalah sejuta penyesalanku."
  7. "Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu."
  8. "Apa kabar kamu, kamu mantan terbaik aku, terimalah ini lagi, ku mengenangmu untuk penyesalanku."
  9. "Seseorang pernah berambisi untuk memintaku menemaninya. Lalu, tetap saja berlalu setelah kutanam banyak rindu atas permintaannya."
  10. "Datang dengan sesuatu yang sangat ramah, kukira kau rumah namun ternyata aku salah."

10 Kata-Kata Penyesalan Tentang Hubungan Asmara

  1. "Mungkin dia lebih baik dariku. Mungkin aku menyesal pernah mencintaimu."
  2. "Pada akhirnya kita benar-benar terasing, kamu pergi dengan kekesalanmu, aku berbalik dengan segala penyesalanku."
  3. "Asal kau tahu, ada suatu hal yang ia tak mesti terucap, tapi asal kau tau, ia begitu kuat terasa. Sore itu, dengan penyesalanku."
  4. "Senyummu adalah tangisku, perhatianmu adalah senyumku dan kekecewaanmu adalah penyesalanku."
  5. "Penyesalanku bukan di saat berpisah tapi di saat kamu menangis."
  6. "Di antara deretan panjang penyesalanku, melepasmu pergi bukan salah satunya."
  7. "Karena penyesalanku bukan yang terakhir, semua membisu dengan akhir yang berbeda."
  8. "Salah satu penyesalanku, ketika aku kehilangan sketsa mimpimu yang lupa ku taruh entah di mana, hingga menjadi linglung."
  9. "Penyesalanku adalah menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus untukku."
  10. "Ada kalanya luka yang kau sematkan membuat penyesalanku terselamatkan, pada barisan doa-doaku, bahagia untukmu kusempatkan."

10 Kata-Kata Penyesalan Tentang Persahabatan

  1. "Aku hanya bisa minta maaf. Kamu adalah sahabat terbaikku dan aku sangat menyesal telah melukai perasaanmu."
  2. "Kini aku sadar jika kamu adalah sahabat terbaikku, setelah aku kehilanganmu."
  3. "Sahabat tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian, benar bukan? Maafkanlah aku teman. Aku sungguh menyesal."
  4. "Aku hanyalah sahabat yang penuh dengan kekurangan dan kekhilafan yang sering tidak aku sadari. Maafkanlah aku sahabatku."
  5. "Hanya kamulah yang dapat mengerti perasaanku teman. Maafkanlah segala kesalahanku."
  6. "Maafkanlah aku kawan. Aku tak pernah bermaksud menyakiti perasaanmu. Hari-hariku terasa sepi tanpa canda tawamu lagi."
  7. "Aku hanya bisa minta maaf. Kamu adalah sahabat terbaikku dan aku sangat menyesal telah melukai perasaanmu."
  8. "Mungkin kata maaf tidak akan cukup untuk menyembuhkan lukaku. Tapi hanya itu yang bisa kuberikan untuk mempertahankan sahabatku."
  9. "Masa lalu menjadi pengalaman berharga, namun penyesalan akan kehilangan sahabat manjadi pengalaman yang tak terlupakan."
  10. "Mengecewakan sahabatku adalah kesalahan terfatal yang pernah aku lakukan."

Kata-Kata Bijak Penyesalan dari Para Tokoh, Penuh Makna

Berbagai kata-kata bijak penyesalan dapat menjadi sebuah renungan agar tidak larut terlalu lama dalam sebuah penyesalan yang berujung pada kesedihan. Hampir semua kesedihan banyak disebabkan oleh penyesalan, terutama menyesal ketika waktu dan kesempatan sudah tidak tersedia lagi untuk dilalui. Sehingga kata-kata bijak bisa sedikit menenangkan.   Tidak heran apabila penyesalan selalu identik dengan hilangnya sebuah kesempatan. Namun sebagai seorang manusia bukan berarti perlu berlarut-larut menikmati rasa sakit dari penyesalan. Ada baiknya untuk beranjak dan mencoba melangkah, serta perbaiki semua keadaan yang mungkin sudah terlanjur runyam.  Sebagai inspirasi dan penyemangat dalam kehidupan, di bawah ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, berbagai kata-kata bijak penyesalan yang diutarakan oleh para tokoh di seluruh dunia. Tentu saja harapnnya agar kehidupan di depan bisa dijalan dengan keikhlasan dan penuh kehati-hatian.   1. “Orang mati menerima lebih banyak bunga daripada orang hidup, karena Penyesalan lebih kuat daripada rasa syukur.” - Anne Frank  2. “Suatu saat, kamu akan melihat kebelakang, saat kamu menemukan penyesalan yang manis. Kamu akan melihat duka dan hati yang hancur, tetapi pada akhirnya hidupmu berubah.” - Elizabeth Gilbert  3. “Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.” - Ali bin Abi Thalib  4. “Cinta yang terlalu lama dipendam biasanya jadi penyesalan.” - Raditya Dika  5. “Aku ingin sibuk sesibuk-sibuknya untuk sukses sesukses-suksesnya. Agar kau percaya penyesalan bisa datang bersamaan dengan perpisahan.” - Wira Nagara  6. “Jika orang menjadi baik karena mereka takut mendapat hukuman atau mengharapkan hadiah, maka meraka berada dalam penyesalan yang besar.” - Albert Einstein  7. “Penyesalan seharusnya tidak perlu terjadi. Penyesalan hanyalah permainan kenangan.” - Emma Grace  8. “Hadapi masa lalu tanpa penyesalan. Hadapi hari ini dengan tegar dan percaya diri. Siapkan masa depan dengan rencana yang matang dan tanpa rasa khawatir.” - Hary Tanoesoedibjo  9. “Penyesalan dan kesalahan. Itulah yang membentuk kenangan.” - Adele  10. “Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan. Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan.” - Imam Syafi'i  11. “Memendam perasaan seringkali menimbulkan penyesalan.” - Boy Candra  12. “Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian. Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap.” - Fiersa Besari  13. “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.” - Raden Adjeng Kartini  14. “Ada perbedaan yang sangat besar antara merelakan dengan ikhlas dan merelakan karena tidak memiliki pilihan. Seseorang yang mampu merelakan dengan ikhlas berarti bisa menerima semuanya dengan hati lapang, melepaskan tanpa penyesalan, dan yang terpenting, tidak berkubang dalam kesedihan.” - Alexia Chen  15. “Pada saat kita lancar atau sukses, santai; justru harus lebih waspada, jangan menjadikannya sesuatu terjadi karena kemampuan kita, hingga kehilangan rendah hati, rasa penyesalan, lalu mulai malas, tidak dapat maju.” - Ching Hai  16. “Sering kita terperangkap oleh penyesalan masa lalu dan mencemaskan masa yang akan datang. Sehingga tidak mensyukuri hari yang penuh berkah dan berkat, yaitu hari ini.” - Andrie Wongso  17. “Banyak hal yang sulit dimengerti. Dan mungkin, disaat kamu menyadarinya, sesuatu itu telah berubah menjadi penyesalan, sehingga akan sulit membuatnya kembali utuh.” - Evline Kartika  18. “Orang yang hasad itu akan merasakan penyesalan yang begitu panjang, kedudukanya pun akan sirna.” - Imam Syafi'i  19. “Banyak dari kita menyalibkan diri kita di antara dua pencuri - penyesalan atas masa lalu dan ketakutan akan masa depan.” - Fulton Oursler  20. “Yang paling pengecut dari para pembunuh adalah orang yang memiliki penyesalan.” - Jean-Paul Sartre  21. “Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan.” - Winna Efendi  22. “Penyesalan akan kekayaan dan penyesalan yang berpikir bahwa mungkin cinta dan perdamaian tidaklah cukup dan Anda harus pergi dan tertembak atau sesuatu.” - John Lennon  23. “Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran.” - James Thurber  24. “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi tuk menang.” - Raden Adjeng Kartini  25. “Penyesalan adalah racun kehidupan.” - Charlotte Brontë  26. “Kebahagiaan pada hakikatnya adalah suatu keadaan dimana kita menuju ke suatu arah dengan sepenuh hati, dengan ketetapan hati ke satu tujuan, tanpa penyesalan dan keengganan.” - William H. Sheldon  27. “Kita harus menanggung salah satu dari dua hal: penderitaan disiplin atau penderitaan penyesalan atau kekecewaan.” - Jim Rohn  28. “Jangan menunda-nunda sesuatu yang penting, karena kalau hilang bisa hilang selamanya. Yang ada hanya penyesalan yang akan hadir selamanya.” - Ahmad Fuadi  29. “Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian. Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap.” - Fiersa Besari  30. “Selagi masih ada kesempatan tobatlah dan beriman. Bila nyawa sudah di kerongkongan tertolak penyesalan.” - Rhoma Irama  31. “Manusia tidak menjadi tua sampai penyesalan menggantikan impiannya.” - Mark Twain  32. “Apa yang bisa dilakukan oleh semua orang mungkin hanyalah berharap sesuatu bisa berakhir dengan penyesalan yang tepat.” - Arthur Miller  33. “Cinta itu setan, api, surga, dan juga neraka. Kesenangan dan kesakitan, kesedihan dan penyesalan, semua tinggal bersama-sama di sana.” - Ji Su-hyun  34. “Percayalah kawan, hidup itu terlalu singkat untuk diisi dengan dengan penyesalan.” - Alit Susanto  35. “Penyesalan hanya membuang waktu. Petiklah pelajaran dari sebuah pengalaman sehingga Anda dapat menyelamatkan diri dan orang lain di lain waktu” - Cameron Diaz  36. “Ketakutan itu bodoh. Begitu juga penyesalan.” - Marilyn Monroe  37. “Menyesal untuk hal-hal yang kita lakukan dapat di redam oleh waktu, sedangkan penyesalan untuk hal-hal yang tidak kita lakukan itu menyedihkan.” - Sydney Justin Harris  38. “Tidak boleh ada penyesalan di masa depan. Karena itu, kita melaju dengan nekat, bukan?” - Ariestanabirah  39. “Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran.” - James Thurber  40. “Katakanlah tak ada penyesalan. Dan katakan kau takkan lupa.” - Avril Lavigne  41. “Dari kesalahan dan penyesalan itulah gue belajar.” - Felice Cahyadi  42. “Penyalahgunaan keagungan adalah ketika ia melanggar penyesalan dari kekuasaan.” - William Shakespeare  43. “Aku tidak suka dengan penyesalan. Karena itu hanyalah kesia-siaan.” - Indah Hanaco  44. “Penyesalan nggak ada gunanya. Kita nggak bisa mengubah masa lalu. Tapi masih ada hari esok. Kita masih bisa mengubah masa depan.” - Primadonna Angela  45. “Hidup dengan penyesalan dan rasa bersalah jauh lebih menyakitkan daripada kematian.” - Lia Indra Andriana  46. “Kita harus berhadapan dengan penyesalan. Menjadi dewasa berarti belajar menerima segala hal yang tidak dapat kita ubah, menghadapi penderitaan yang tidak putus, dan belajar mencintai hidup seperti adanya, bukan sebagaimana yang kita hendaki.” - Barbara Sher  47. “Apakah dunia ini sudah sangat baik untukmu sehingga kamu harus meninggalkannya dengan penyesalan? Didepan sana ada banyak hal yang lebih baik dari apapun yang kita tinggalkan di belakang.” - C. S. Lewis  48. “Perbuatan baik yang ingatannya menghangatkan hati kita adalah yang kita lakukan dengan ketidakpastian, hampir dengan penyesalan.” - Henry Boucher  49. “Setiap hari adalah awal baru. Yang sudah lewatkan jangan dijadikan penyesalan dan yang akan datang tidak perlu ditakutkan. Kita hidup di detik ini, bukan sedetik yang lalu atau sedetik yang akan datang.” - Anggun Prameswari  50. “Kenapa yang namanya penyesalan selalu berteman akrab dengan kata terlambat? Dan perpaduannya menghasilkan rasa bersalah yang terus muncul setiap saat tanpa terduga.” - Netty Virgiantini

Berbagai kata-kata bijak penyesalan dapat menjadi sebuah renungan agar tidak larut terlalu lama dalam sebuah penyesalan yang berujung pada kesedihan. Hampir semua kesedihan banyak disebabkan oleh penyesalan, terutama menyesal ketika waktu dan kesempatan sudah tidak tersedia lagi untuk dilalui. Sehingga kata-kata bijak bisa sedikit menenangkan. 

Tidak heran apabila penyesalan selalu identik dengan hilangnya sebuah kesempatan. Namun sebagai seorang manusia bukan berarti perlu berlarut-larut menikmati rasa sakit dari penyesalan. Ada baiknya untuk beranjak dan mencoba melangkah, serta perbaiki semua keadaan yang mungkin sudah terlanjur runyam.

Sebagai inspirasi dan penyemangat dalam kehidupan, di bawah ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, berbagai kata-kata bijak penyesalan yang diutarakan oleh para tokoh di seluruh dunia. Tentu saja harapnnya agar kehidupan di depan bisa dijalan dengan keikhlasan dan penuh kehati-hatian. 

1. “Orang mati menerima lebih banyak bunga daripada orang hidup, karena Penyesalan lebih kuat daripada rasa syukur.” - Anne Frank

2. “Suatu saat, kamu akan melihat kebelakang, saat kamu menemukan penyesalan yang manis. Kamu akan melihat duka dan hati yang hancur, tetapi pada akhirnya hidupmu berubah.” - Elizabeth Gilbert

3. “Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.” - Ali bin Abi Thalib

4. “Cinta yang terlalu lama dipendam biasanya jadi penyesalan.” - Raditya Dika

5. “Aku ingin sibuk sesibuk-sibuknya untuk sukses sesukses-suksesnya. Agar kau percaya penyesalan bisa datang bersamaan dengan perpisahan.” - Wira Nagara

6. “Jika orang menjadi baik karena mereka takut mendapat hukuman atau mengharapkan hadiah, maka meraka berada dalam penyesalan yang besar.” - Albert Einstein

7. “Penyesalan seharusnya tidak perlu terjadi. Penyesalan hanyalah permainan kenangan.” - Emma Grace

8. “Hadapi masa lalu tanpa penyesalan. Hadapi hari ini dengan tegar dan percaya diri. Siapkan masa depan dengan rencana yang matang dan tanpa rasa khawatir.” - Hary Tanoesoedibjo

9. “Penyesalan dan kesalahan. Itulah yang membentuk kenangan.” - Adele

10. “Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan. Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan.” - Imam Syafi'i

11. “Memendam perasaan seringkali menimbulkan penyesalan.” - Boy Candra

12. “Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian. Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap.” - Fiersa Besari

13. “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.” - Raden Adjeng Kartini

14. “Ada perbedaan yang sangat besar antara merelakan dengan ikhlas dan merelakan karena tidak memiliki pilihan. Seseorang yang mampu merelakan dengan ikhlas berarti bisa menerima semuanya dengan hati lapang, melepaskan tanpa penyesalan, dan yang terpenting, tidak berkubang dalam kesedihan.” - Alexia Chen

15. “Pada saat kita lancar atau sukses, santai; justru harus lebih waspada, jangan menjadikannya sesuatu terjadi karena kemampuan kita, hingga kehilangan rendah hati, rasa penyesalan, lalu mulai malas, tidak dapat maju.” - Ching Hai

16. “Sering kita terperangkap oleh penyesalan masa lalu dan mencemaskan masa yang akan datang. Sehingga tidak mensyukuri hari yang penuh berkah dan berkat, yaitu hari ini.” - Andrie Wongso

17. “Banyak hal yang sulit dimengerti. Dan mungkin, disaat kamu menyadarinya, sesuatu itu telah berubah menjadi penyesalan, sehingga akan sulit membuatnya kembali utuh.” - Evline Kartika

18. “Orang yang hasad itu akan merasakan penyesalan yang begitu panjang, kedudukanya pun akan sirna.” - Imam Syafi'i

19. “Banyak dari kita menyalibkan diri kita di antara dua pencuri - penyesalan atas masa lalu dan ketakutan akan masa depan.” - Fulton Oursler

20. “Yang paling pengecut dari para pembunuh adalah orang yang memiliki penyesalan.” - Jean-Paul Sartre

21. “Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan.” - Winna Efendi

22. “Penyesalan akan kekayaan dan penyesalan yang berpikir bahwa mungkin cinta dan perdamaian tidaklah cukup dan Anda harus pergi dan tertembak atau sesuatu.” - John Lennon

23. “Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran.” - James Thurber

24. “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi tuk menang.” - Raden Adjeng Kartini

25. “Penyesalan adalah racun kehidupan.” - Charlotte Brontë

26. “Kebahagiaan pada hakikatnya adalah suatu keadaan dimana kita menuju ke suatu arah dengan sepenuh hati, dengan ketetapan hati ke satu tujuan, tanpa penyesalan dan keengganan.” - William H. Sheldon

27. “Kita harus menanggung salah satu dari dua hal: penderitaan disiplin atau penderitaan penyesalan atau kekecewaan.” - Jim Rohn

28. “Jangan menunda-nunda sesuatu yang penting, karena kalau hilang bisa hilang selamanya. Yang ada hanya penyesalan yang akan hadir selamanya.” - Ahmad Fuadi

29. “Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian. Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap.” - Fiersa Besari

30. “Selagi masih ada kesempatan tobatlah dan beriman. Bila nyawa sudah di kerongkongan tertolak penyesalan.” - Rhoma Irama

31. “Manusia tidak menjadi tua sampai penyesalan menggantikan impiannya.” - Mark Twain

32. “Apa yang bisa dilakukan oleh semua orang mungkin hanyalah berharap sesuatu bisa berakhir dengan penyesalan yang tepat.” - Arthur Miller

33. “Cinta itu setan, api, surga, dan juga neraka. Kesenangan dan kesakitan, kesedihan dan penyesalan, semua tinggal bersama-sama di sana.” - Ji Su-hyun

34. “Percayalah kawan, hidup itu terlalu singkat untuk diisi dengan dengan penyesalan.” - Alit Susanto

35. “Penyesalan hanya membuang waktu. Petiklah pelajaran dari sebuah pengalaman sehingga Anda dapat menyelamatkan diri dan orang lain di lain waktu” - Cameron Diaz

36. “Ketakutan itu bodoh. Begitu juga penyesalan.” - Marilyn Monroe

37. “Menyesal untuk hal-hal yang kita lakukan dapat di redam oleh waktu, sedangkan penyesalan untuk hal-hal yang tidak kita lakukan itu menyedihkan.” - Sydney Justin Harris

38. “Tidak boleh ada penyesalan di masa depan. Karena itu, kita melaju dengan nekat, bukan?” - Ariestanabirah

39. “Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran.” - James Thurber

40. “Katakanlah tak ada penyesalan. Dan katakan kau takkan lupa.” - Avril Lavigne

41. “Dari kesalahan dan penyesalan itulah gue belajar.” - Felice Cahyadi

42. “Penyalahgunaan keagungan adalah ketika ia melanggar penyesalan dari kekuasaan.” - William Shakespeare

43. “Aku tidak suka dengan penyesalan. Karena itu hanyalah kesia-siaan.” - Indah Hanaco

44. “Penyesalan nggak ada gunanya. Kita nggak bisa mengubah masa lalu. Tapi masih ada hari esok. Kita masih bisa mengubah masa depan.” - Primadonna Angela

45. “Hidup dengan penyesalan dan rasa bersalah jauh lebih menyakitkan daripada kematian.” - Lia Indra Andriana

46. “Kita harus berhadapan dengan penyesalan. Menjadi dewasa berarti belajar menerima segala hal yang tidak dapat kita ubah, menghadapi penderitaan yang tidak putus, dan belajar mencintai hidup seperti adanya, bukan sebagaimana yang kita hendaki.” - Barbara Sher

47. “Apakah dunia ini sudah sangat baik untukmu sehingga kamu harus meninggalkannya dengan penyesalan? Didepan sana ada banyak hal yang lebih baik dari apapun yang kita tinggalkan di belakang.” - C. S. Lewis

48. “Perbuatan baik yang ingatannya menghangatkan hati kita adalah yang kita lakukan dengan ketidakpastian, hampir dengan penyesalan.” - Henry Boucher

49. “Setiap hari adalah awal baru. Yang sudah lewatkan jangan dijadikan penyesalan dan yang akan datang tidak perlu ditakutkan. Kita hidup di detik ini, bukan sedetik yang lalu atau sedetik yang akan datang.” - Anggun Prameswari

50. “Kenapa yang namanya penyesalan selalu berteman akrab dengan kata terlambat? Dan perpaduannya menghasilkan rasa bersalah yang terus muncul setiap saat tanpa terduga.” - Netty Virgiantini


Referensi : Kata-Kata Bijak Penyesalan dari Para Tokoh, Penuh Makna