This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Kamis, 08 September 2022

Cara Rujuk Ketika Sudah Diputus Cerai Pengadilan

Cara Rujuk Ketika Sudah Diputus Cerai Pengadilan Dalam hukum islam, pasangan suami istri yang telah resmi bercerai dan melewati masa iddah (masa haid tiga kali) tidak bisa rujuk. Pasangan tersebut harus menikah ulang dengan ijab kabul seperti sedia kala.   Saya mau bertanya, apakah akta cerai yang telah dikeluarkan pengadilan negeri dapat dibatalkan atau dicabut kembali. Alasan pembatalan pencabutan akta cerai adalah karena sudah kembali baik (rujuk) serta sudah melaporkan kepada pihak gereja Katolik dan sudah diterima kembali oleh gereja Katolik, sedangkan akta cerai sudah terlanjur keluar. Masalahnya kita hidup dalam masyarakat yang sarat dengan hukum. Apa yang harus dilakukan? Mohon informasinya, terima kasih.  Ulasan Lengkap  Sepanjang pengetahuan kami di dalam hukum agama Katolik tidak dikenal adanya perceraian. Mengutip artikel Perceraian Agama Katolik, perceraian di pengadilan dianggap tidak sah oleh hukum agama Katolik. Sehingga, keduanya memang masih dianggap suami-istri oleh gereja Katolik meski telah bercerai secara hukum negara.  Dalam hukum perkawinan, perkawinan putus dengan 3 alasan yaitu kematian, perceraian, dan atas keputusan pengadilan (Pasal 38 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan – “UUP”). Perceraian (bagi bukan pemeluk Islam) baru dianggap terjadi saat putusan cerai didaftarkan oleh panitera ke kantor pencatatan sipil ditempat perceraian itu terjadi (Pasal 34 ayat (2) jo. Pasal 35 PP No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1974 tetang Perkawinan). Lebih lanjut diatur dalam Pasal 75 ayat (3) Perpres No. 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil:    Pencatatan perceraian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan dengan tata cara:  Pasangan suami dan isteri yang bercerai mengisi Formulir Pencatatan Perceraian pada Instansi Pelaksana atau pada UPTD Instansi Pelaksana dengan melampirkan salinan putusan pengadilan dan Kutipan Akta Perkawinan sebagaimana dimaksud pada ayat (2); Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana mencatat pada Register Akta Perceraian, memberikan catatan pinggir pada Register Akta Perkawinan dan mencabut Kutipan Akta Perkawinan serta menerbitkan Kutipan Akta Perceraian; Kutipan Akta Perceraian sebagaimana dimaksud pada huruf b diberikan kepada masing-masing suami dan isteri yang bercerai; Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana sebagaimana dimaksud pada huruf b berkewajiban memberlakukan hasil pencatatan perceraian kepada Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana tempat pencatatan peristiwa perkawinan.  Apabila ternyata putusan cerai tersebut sudah dikirimkan oleh panitera pengadilan negeri dan telah dicatatkan oleh kantor pencatatan sipil, maka secara hukum negara, perkawinan tersebut sudah resmi putus walaupun secara hukum agama Katolik  dianggap tidak pernah terjadi perceraian.  Untuk kembali rujuk, harus dilakukan kembali perkawinan sesuai prosedur perkawinan yang berlaku agar perkawinan tersebut bersatu kembali dan diakui secara hukum negara. Jadi, meskipun dalam hukum agama Katolik tidak dikenal adanya perceraian, tetapi jika secara hukum negara perkawinan telah putus, maka harus dilakukan kembali perkawinan dengan memenuhi syarat sahnya perkawinan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 UUP. Namun, perlu diperhatikan bahwa apabila suami istri yang telah cerai kawin lagi satu dengan yang lain kemudian bercerai lagi untuk kedua kalinya, maka di antara mereka tidak boleh dilangsungkan perkawinan lagi sepanjang hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu dari yang bersangkutan tidak menentukan lain (Pasal 10 UUP).  Referensi : Cara Rujuk Ketika Sudah Diputus Cerai Pengadilan. Cara Rujuk Ketika Sudah Diputus Cerai Pengadilan

Dalam hukum islam, pasangan suami istri yang telah resmi bercerai dan melewati masa iddah (masa haid tiga kali) tidak bisa rujuk. Pasangan tersebut harus menikah ulang dengan ijab kabul seperti sedia kala. 

Saya mau bertanya, apakah akta cerai yang telah dikeluarkan pengadilan negeri dapat dibatalkan atau dicabut kembali. Alasan pembatalan pencabutan akta cerai adalah karena sudah kembali baik (rujuk) serta sudah melaporkan kepada pihak gereja Katolik dan sudah diterima kembali oleh gereja Katolik, sedangkan akta cerai sudah terlanjur keluar. Masalahnya kita hidup dalam masyarakat yang sarat dengan hukum. Apa yang harus dilakukan? Mohon informasinya, terima kasih.

Ulasan Lengkap

Sepanjang pengetahuan kami di dalam hukum agama Katolik tidak dikenal adanya perceraian. Mengutip artikel Perceraian Agama Katolik, perceraian di pengadilan dianggap tidak sah oleh hukum agama Katolik. Sehingga, keduanya memang masih dianggap suami-istri oleh gereja Katolik meski telah bercerai secara hukum negara.

Dalam hukum perkawinan, perkawinan putus dengan 3 alasan yaitu kematian, perceraian, dan atas keputusan pengadilan (Pasal 38 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan – “UUP”). Perceraian (bagi bukan pemeluk Islam) baru dianggap terjadi saat putusan cerai didaftarkan oleh panitera ke kantor pencatatan sipil ditempat perceraian itu terjadi (Pasal 34 ayat (2) jo. Pasal 35 PP No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1974 tetang Perkawinan). Lebih lanjut diatur dalam Pasal 75 ayat (3) Perpres No. 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil:


Pencatatan perceraian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan dengan tata cara:

  • Pasangan suami dan isteri yang bercerai mengisi Formulir Pencatatan Perceraian pada Instansi Pelaksana atau pada UPTD Instansi Pelaksana dengan melampirkan salinan putusan pengadilan dan Kutipan Akta Perkawinan sebagaimana dimaksud pada ayat (2);
  • Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana mencatat pada Register Akta Perceraian, memberikan catatan pinggir pada Register Akta Perkawinan dan mencabut Kutipan Akta Perkawinan serta menerbitkan Kutipan Akta Perceraian;
  • Kutipan Akta Perceraian sebagaimana dimaksud pada huruf b diberikan kepada masing-masing suami dan isteri yang bercerai;
  • Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana sebagaimana dimaksud pada huruf b berkewajiban memberlakukan hasil pencatatan perceraian kepada Instansi Pelaksana atau UPTD Instansi Pelaksana tempat pencatatan peristiwa perkawinan.

Apabila ternyata putusan cerai tersebut sudah dikirimkan oleh panitera pengadilan negeri dan telah dicatatkan oleh kantor pencatatan sipil, maka secara hukum negara, perkawinan tersebut sudah resmi putus walaupun secara hukum agama Katolik  dianggap tidak pernah terjadi perceraian.

Untuk kembali rujuk, harus dilakukan kembali perkawinan sesuai prosedur perkawinan yang berlaku agar perkawinan tersebut bersatu kembali dan diakui secara hukum negara. Jadi, meskipun dalam hukum agama Katolik tidak dikenal adanya perceraian, tetapi jika secara hukum negara perkawinan telah putus, maka harus dilakukan kembali perkawinan dengan memenuhi syarat sahnya perkawinan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 UUP. Namun, perlu diperhatikan bahwa apabila suami istri yang telah cerai kawin lagi satu dengan yang lain kemudian bercerai lagi untuk kedua kalinya, maka di antara mereka tidak boleh dilangsungkan perkawinan lagi sepanjang hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu dari yang bersangkutan tidak menentukan lain (Pasal 10 UUP).

Referensi : Cara Rujuk Ketika Sudah Diputus Cerai Pengadilan


Kisah : Menyentuh Pria Minta Rujuk dengan Mantan Istri, Ingin Merawat saat Sedang Sakit

Kisah Menyentuh Pria Minta Rujuk dengan Mantan Istri, Ingin Merawat saat Sedang Sakit Kisah Menyentuh Pria Minta Rujuk dengan Mantan Istri, Ingin Merawat saat Sedang Sakit. Meski sudah bercerai, ada beberapa orang yang masih menjaga hubungan baik dengan mantan. Tak hanya tetap berteman baik, pria ini sampai minta rujuk kembali.  Melansir World of Buzz, kisah pria asal China tersebut berhasil menyentuh banyak orang. Pria bernama Chen Zhenfeng asal Henan itu meminta pernikahan mereka disahkan lagi. Chen Zhenfeng melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan. Rupanya, mantan istri pria 39 tahun ini mengidap penyakit ginjal. Mantan istri Chen Zhenfeng, yaitu Xie Hongxia yang berumur 35 tahun, mengidap uremia atau kondisi di mana ginjal berhenti menyaring racun dari urine.  Chen dan Xie pertama bertemu sekitar 9 tahun silam. Saat itu, keduanya langsung cocok dan memutuskan menikah dalam beberapa bulan. Namun, pasangan ini mengalami cobaan saat Xie dua kali keguguran. Hubungan mereka pun memburuk dan keduanya resmi bercerai di tahun 2019.Selama dua tahun setelah perceraian, Chen banyak memikirkan soal pernikahannya yang kandas.   Tidak hanya itu, pria ini terkejut saat mencoba mencari tahu kabar Xie dan menyadari mantan istrinya mengidap uremia. Awalnya, Chen memutuskan mengunjungi Xie di rumah sakit. Lalu, pria ini menemukan fakta bahwa Xie tidak menikah lagi dan tidak punya orang untuk merawatnya. Melihat kondisi Xie, pria ini pun meminta agar pernikahan mereka kembali disahkan. Namun, permintaan rujuk ini awalnya ditolak.  Alasannya, Xie tidak mau membebani Chen dengan biaya rumah sakit. Namun, Chen menegaskan bahwa ia tetap mau rujuk dan merawat Xie hingga akhir. Kondisi Xie sendiri kini sudah makin parah sehingga penglihatannya ikut terpengaruh.  Dalam sebuah wawancara, Xie bahkan kesulitan untuk membedakan jenis kelamin wartawan. Namun, hal ini tidak menghalangi niat Chen. "Bahkan jika kau tidak bisa melihat lagi, aku akan menjadi matamu. Jangan menangis, aku bersedia merelakan satu ginjalku bahkan jika itu berarti aku hidup beberapa tahun lebih singkat dan kau bisa hidup lebih lama," ungkap Chen. Chen dan Xie sendiri akhirnya kini kembali resmi menikah. Chen juga menyebutkan bahwa ia akan menjadi suami yang bertanggung jawab. "Aku akan bertanggung jawab dan akan menemani istriku selama sisa hidupku," tandas Chen.    Referensi : Kisah Menyentuh Pria Minta Rujuk dengan Mantan Istri, Ingin Merawat saat Sedang Sakit. Kisah Menyentuh Pria Minta Rujuk dengan Mantan Istri, Ingin Merawat saat Sedang Sakit
Kisah Menyentuh Pria Minta Rujuk dengan Mantan Istri, Ingin Merawat saat Sedang Sakit. Meski sudah bercerai, ada beberapa orang yang masih menjaga hubungan baik dengan mantan. Tak hanya tetap berteman baik, pria ini sampai minta rujuk kembali.

Melansir World of Buzz, kisah pria asal China tersebut berhasil menyentuh banyak orang. Pria bernama Chen Zhenfeng asal Henan itu meminta pernikahan mereka disahkan lagi. Chen Zhenfeng melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan. Rupanya, mantan istri pria 39 tahun ini mengidap penyakit ginjal. Mantan istri Chen Zhenfeng, yaitu Xie Hongxia yang berumur 35 tahun, mengidap uremia atau kondisi di mana ginjal berhenti menyaring racun dari urine.

Chen dan Xie pertama bertemu sekitar 9 tahun silam. Saat itu, keduanya langsung cocok dan memutuskan menikah dalam beberapa bulan. Namun, pasangan ini mengalami cobaan saat Xie dua kali keguguran. Hubungan mereka pun memburuk dan keduanya resmi bercerai di tahun 2019.Selama dua tahun setelah perceraian, Chen banyak memikirkan soal pernikahannya yang kandas. 

Tidak hanya itu, pria ini terkejut saat mencoba mencari tahu kabar Xie dan menyadari mantan istrinya mengidap uremia. Awalnya, Chen memutuskan mengunjungi Xie di rumah sakit. Lalu, pria ini menemukan fakta bahwa Xie tidak menikah lagi dan tidak punya orang untuk merawatnya. Melihat kondisi Xie, pria ini pun meminta agar pernikahan mereka kembali disahkan. Namun, permintaan rujuk ini awalnya ditolak.

Alasannya, Xie tidak mau membebani Chen dengan biaya rumah sakit. Namun, Chen menegaskan bahwa ia tetap mau rujuk dan merawat Xie hingga akhir. Kondisi Xie sendiri kini sudah makin parah sehingga penglihatannya ikut terpengaruh.

Dalam sebuah wawancara, Xie bahkan kesulitan untuk membedakan jenis kelamin wartawan. Namun, hal ini tidak menghalangi niat Chen. "Bahkan jika kau tidak bisa melihat lagi, aku akan menjadi matamu. Jangan menangis, aku bersedia merelakan satu ginjalku bahkan jika itu berarti aku hidup beberapa tahun lebih singkat dan kau bisa hidup lebih lama," ungkap Chen. Chen dan Xie sendiri akhirnya kini kembali resmi menikah. Chen juga menyebutkan bahwa ia akan menjadi suami yang bertanggung jawab. "Aku akan bertanggung jawab dan akan menemani istriku selama sisa hidupku," tandas Chen.


Referensi : Kisah Menyentuh Pria Minta Rujuk dengan Mantan Istri, Ingin Merawat saat Sedang Sakit



5 Kondisi Paling Tepat Buat Rujuk Lagi Sama Mantan

Kondisi Paling Tepat Buat Rujuk Lagi Sama Mantan. Memang namanya penyesalan selalu datang belakangan, begitu pula setelah kamu mengalami putus cinta. Usai berpisah darinya, nyatanya waktu yang kamu lalui tanpa kehadirannya membuat hidupmu menjadi terasa hampa. Memang sudah dua-tiga kali kamu coba merajut hubungan dengan yang baru, tapi tetap saja perahu cintamu ingin kembali berlayar padanya. Saat ini kamu baru sadar, bahwa gak ada seorang pun yang bisa menggantikan dia. Makanya, timbul niat di benakmu untuk mencoba meminta dia kembali. Tak ada salahnya kok rujuk sama mantan, tapi kamu harus tahu dulu kalau itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Butuh momen yang tepat supaya rencanamu bisa berjalan mulus. Nah, lalu momen seperti apa sih yang dirasa pas untuk meminta hatinya kembali? Berikut lima di antaranya yang wajib kamu catat baik-baik!  1. Setelah kalian berdua sudah saling memaafkan kesalahan masing-masing Sebelum balikan pastikan dulu kalian berdua sudah sama-sama memaafkan kesalahan masing-masing. Ini penting, karena jika masih ada dendam di hati, nantinya perjalanan cinta kalian gak akan berjalan mulus, lho. Sedikit saja ada masalah kalian akan saling mengungkit dosa di masa lalu. Duh, ujung-ujungnya malahan akan timbul masalah baru, kan? 2. Gak lagi ada rasa sakit hati ketika menengok ke belakang Yakinkan dirimu sendiri dulu, bahwa ketika kamu mengingat kesalahannya waktu itu, hatimu gak akan merasa sakit dan benci. Itu tandanya kamu sudah benar-benar tulus ikhlas memaafkannya. Sekarang ketika melihat ke belakang, kamu hanya akan mengambil hikmah dari kejadian tersebut dan bukannya mengingatkanmu akan dendam yang ingin dibalaskan. 3. Kalian telah sama-sama mencoba untuk move on, eh tapi selalu balik sama yang dulu Seperti yang sudah dibahas di awal tadi, kamu telah beberapa kali mencoba menjalin hubungan dengan yang lain, tapi tetap saja cinta itu bermuara pada satu nama. Kamu sadar tak ada yang bisa menggantikan posisinya di hatimu. Kamu tahu kalau sebenarnya dirimu mencintainya dengan segala kelebihan serta kekurangannya.  4. Bukan melanjutkan kisah yang dulu, tapi membuat cerita baru yang lebih serius dan seru Pastikan saat akan balikan dengannya, kamu gak berniat melanjutkan kisah kalian yang sempat terputus. Cerita yang telah lalu biarlah berlalu, kini saatnya membuka lembaran yang baru. Meskipun kamu akan menjalani hubungan dengan orang yang sama dari masa lalu, tapi masa depan kalian punya harapan besar untuk bisa lebih bahagia dibanding sebelumnya. Makanya, jangan tengok ke belakang lagi, ya!  5. Harus sama-sama yakin, gak akan ada lagi kata putus untuk kedua kalinya Terpenting, kalian harus sama-sama sepakat gak akan ada kata putus untuk yang kedua kalinya. Saat akan rujuk, tentu saja kalian gak mau nantinya jatuh ke lubang yang sama. Maka dari itu, penting bagi kalian buat sepakat kalau kali ini hubungan kalian akan lebih serius dari sebelumnya. Kalau sudah sepemikiran begitu lanjut deh, gak usah ragu buat CLBK!  Itu tadi lima momen yang paling tepat untuk ajak mantan balikan. Memang mengucapkan kata rujuk gak terlalu susah, tapi sebelum itu kamu harus memastikan waktunya memang pas. Jangan sampai karena diburu nafsu kamu jadi asal-asalan minta dia kembali tanpa memikirakan kelanjutan hubungan kalian nanti. Semoga bisa sedikit membantu,     Referensi : 5 Kondisi Paling Tepat Buat Rujuk Lagi Sama Mantan
Kondisi Paling Tepat Buat Rujuk Lagi Sama Mantan. Memang namanya penyesalan selalu datang belakangan, begitu pula setelah kamu mengalami putus cinta. Usai berpisah darinya, nyatanya waktu yang kamu lalui tanpa kehadirannya membuat hidupmu menjadi terasa hampa. Memang sudah dua-tiga kali kamu coba merajut hubungan dengan yang baru, tapi tetap saja perahu cintamu ingin kembali berlayar padanya.

Saat ini kamu baru sadar, bahwa gak ada seorang pun yang bisa menggantikan dia.
Makanya, timbul niat di benakmu untuk mencoba meminta dia kembali. Tak ada salahnya kok rujuk sama mantan, tapi kamu harus tahu dulu kalau itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Butuh momen yang tepat supaya rencanamu bisa berjalan mulus. Nah, lalu momen seperti apa sih yang dirasa pas untuk meminta hatinya kembali? Berikut lima di antaranya yang wajib kamu catat baik-baik!

1. Setelah kalian berdua sudah saling memaafkan kesalahan masing-masing

Sebelum balikan pastikan dulu kalian berdua sudah sama-sama memaafkan kesalahan masing-masing. Ini penting, karena jika masih ada dendam di hati, nantinya perjalanan cinta kalian gak akan berjalan mulus, lho. Sedikit saja ada masalah kalian akan saling mengungkit dosa di masa lalu. Duh, ujung-ujungnya malahan akan timbul masalah baru, kan?

2. Gak lagi ada rasa sakit hati ketika menengok ke belakang

Yakinkan dirimu sendiri dulu, bahwa ketika kamu mengingat kesalahannya waktu itu, hatimu gak akan merasa sakit dan benci. Itu tandanya kamu sudah benar-benar tulus ikhlas memaafkannya. Sekarang ketika melihat ke belakang, kamu hanya akan mengambil hikmah dari kejadian tersebut dan bukannya mengingatkanmu akan dendam yang ingin dibalaskan.

3. Kalian telah sama-sama mencoba untuk move on, eh tapi selalu balik sama yang dulu

Seperti yang sudah dibahas di awal tadi, kamu telah beberapa kali mencoba menjalin hubungan dengan yang lain, tapi tetap saja cinta itu bermuara pada satu nama. Kamu sadar tak ada yang bisa menggantikan posisinya di hatimu. Kamu tahu kalau sebenarnya dirimu mencintainya dengan segala kelebihan serta kekurangannya.

4. Bukan melanjutkan kisah yang dulu, tapi membuat cerita baru yang lebih serius dan seru

Pastikan saat akan balikan dengannya, kamu gak berniat melanjutkan kisah kalian yang sempat terputus. Cerita yang telah lalu biarlah berlalu, kini saatnya membuka lembaran yang baru. Meskipun kamu akan menjalani hubungan dengan orang yang sama dari masa lalu, tapi masa depan kalian punya harapan besar untuk bisa lebih bahagia dibanding sebelumnya. Makanya, jangan tengok ke belakang lagi, ya!

5. Harus sama-sama yakin, gak akan ada lagi kata putus untuk kedua kalinya

Terpenting, kalian harus sama-sama sepakat gak akan ada kata putus untuk yang kedua kalinya. Saat akan rujuk, tentu saja kalian gak mau nantinya jatuh ke lubang yang sama. Maka dari itu, penting bagi kalian buat sepakat kalau kali ini hubungan kalian akan lebih serius dari sebelumnya. Kalau sudah sepemikiran begitu lanjut deh, gak usah ragu buat CLBK!

Itu tadi lima momen yang paling tepat untuk ajak mantan balikan. Memang mengucapkan kata rujuk gak terlalu susah, tapi sebelum itu kamu harus memastikan waktunya memang pas. Jangan sampai karena diburu nafsu kamu jadi asal-asalan minta dia kembali tanpa memikirakan kelanjutan hubungan kalian nanti. Semoga bisa sedikit membantu, 


Referensi : 5 Kondisi Paling Tepat Buat Rujuk Lagi Sama Mantan






Self healing adalah sebuah proses penyembuhan luka batin

Self healing adalah sebuah proses penyembuhan luka batin atau mental yang dilakukan secara mandiri. Luka batin ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Misalnya saja trauma masa kecil, kegagalan yang mengecewakan, dan cemas terhadap sesuatu. Hingga kesedihan lainnya yang dapat memicu stres atau depresi.  Beberapa luka batin dapat disembuhkan oleh diri sendiri, namun sebagian lainnya  membutuhkan bantuan pakar. Self healing juga bisa diartikan dengan sistem pemulihan internal yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar. Kemudian sistem ini dapat membantu Anda sembuh dari penyakit fisik maupun ketidakseimbangan emosi.   Nah, agar self healing therapy bisa dilakukan dengan mudah, Anda perlu mengetahui akar permasalahannya terlebih dahulu.   Cara Menyembuhkan Luka dengan Teknik Self Healing  Stres atau kemurungan yang disebabkan dari luka batin secara tidak langsung bisa menyebabkan penyakit fisik lainnya. Misalnya seperti panas dalam, asam lambung, migrain dan lain masih banyak lagi yang lainnya. Setiap orang memiliki tingkatan stres yang berbeda dan cara healing yang berbeda pula. Ada yang bisa sembuh dari luka batin begitu saja seiring berjalannya waktu, ada juga yang sulit sekali melupakan dan memaafkan masa lalu. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa cara melakukan self healing, sebagai berikut.  Sembuhkan Diri Melalui Energi  Salah satu teknik self healing adalah dengan metode timur kuno terfokus pada energi. Metode ini telah diajarkan selama berabad-abad dan dikatakan baik untuk menyembuhkan diri sendiri bahkan untuk luka fisik sekalipun. Untuk melakukannya, Anda perlu mengikuti 5 langkah berikut ini.  Pertama, duduk dengan nyaman dan perhatikan nafas Anda. Hal ini untuk menimbulkan perasaan bahwa saat ini Anda sedang hidup. Usahakan untuk fokus dan buang pikiran atau emosi negatif.  Kedua, gosokkan telapak tangan selama 30-60 detik dengan cepat dan rasakan kehangatan yang timbul dari gesekan tersebut. Berikan senyuman tipis di bibir agar membuat Anda lebih tenang.  Ketiga, renggangkan telapak tangan sekitar 6-8 inci dan rasakan energi yang mengalir di dalam diri Anda.  Keempat, tutup mata dan rasakan energinya mengalir ke seluruh tubuh. Beberapa bagian tubuh mungkin akan mengalami ketegangan, abaikan saja. Pikirkan bahwa energi yang mengalir dalam tubuh Anda adalah energi penyembuhan.  Kelima, salurkan energi ke bagian tubuh lainnya yang diinginkan. Kemudian rasakan energi tersebut memasuki setiap bagian yang berbeda.  Berikan Sugesti Positif Pada Diri Anda  Sugesti positif atau berpikir optimis adalah cara terbaik untuk melawan pikiran negatif. Anda dapat berbicara dengan diri sendiri secara lembut dan mengatakan bahwa dapat melalui hal ini dengan baik, Anda kuat, dan berjanji untuk menjadikan penyesalan atau kegagalan sebagai kekuatan untuk bangkit.  Lakukan Me Time  Terkadang Anda butuh me time atau waktu untuk diri sendiri, menjauh dari orang-orang di sekitar Anda. Dengan me time, Anda dapat menenangkan diri dan membuat keputusan atas apa yang akan dijalani berikutnya.   Karena bisa saja selama ini Anda terlalu sibuk memikirkan orang lain. Oleh sebab itu, Anda dapat memberikan waktu untuk beristirahat, mencintai diri sendiri atau self love, serta menciptakan kebahagiaan.  Mindfulness  Mindfulness merupakan berpikir dengan kesadaran penuh. Maksudnya, Anda fokus dengan apa yang terjadi pada saat itu. Kemudian menerima kenyataan tanpa ada penolakan atau penghakiman terhadapnya.   Teknik self healing ini dapat dilakukan dengan kesadaran penuh, terkait apa yang menyebabkan Anda terluka. Lalu Anda menerimanya, merasakannya dan melepaskannya seiring berjalannya waktu.  Izinkan Diri Anda untuk Memaafkan  Memaafkan sangat baik untuk proses penyembuhan. Dengan memaafkan, Anda telah berhasil mengatasi stres, melepaskan luka, serta keresahan yang selama ini mengganggu Anda.  Menulis Jurnal  Anda juga dapat melakukan Self Healing dengan Menulis. Anda dapat Menulis Bebas untuk Self Healing. Dalam artian menuliskan apa pun yang dirasakan. Baik itu tentang apa yang mengganggu, maupun hal yang membuat Anda bersyukur pada buku jurnal.   Menurut Jaime Fleres, penulis buku Birth Your Story, menggabungkan pemikiran dan perasaan sangatlah integratif, bahkan sampai ke neurobiologi. Mengapa bisa begitu? Karena proses ini mengaktifkan dan meminta belahan otak kiri juga kanan untuk memproses pengalaman Anda secara kolaboratif.   Menulis tidak hanya baik untuk kesehatan mental, namun juga baik bagi kesehatan fisik.  Cari Bantuan  Jika merasa memerlukan bantuan dari orang lain, Anda bisa berbicara kepada teman atau anggota keluarga yang dipercayai. Anda juga dapat menghubungi profesional jika kasus yang dialami lebih berat.  Self healing adalah upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan luka batin secara mandiri. Self healing merupakan keinginan Anda sendiri untuk bangkit dan melepaskan segala energi negatif yang ada dalam diri. Untuk melakukannya, ada beberapa cara mudah yang dapat Anda terapkan. Namun, perlu diingat bahwa teknik-teknik ini perlu latihan dan butuh waktu untuk menyesuaikan. Anda dapat melakukan self healing dengan metode penyaluran energi, memberikan sugesti positif pada diri Anda, melakukan me time, mindfulness, menulis puisi dan surat di jurnal dan mencari bantuan.

Self healing adalah sebuah proses penyembuhan luka batin atau mental yang dilakukan secara mandiri. Luka batin ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Misalnya saja trauma masa kecil, kegagalan yang mengecewakan, dan cemas terhadap sesuatu. Hingga kesedihan lainnya yang dapat memicu stres atau depresi.

Beberapa luka batin dapat disembuhkan oleh diri sendiri, namun sebagian lainnya  membutuhkan bantuan pakar. Self healing juga bisa diartikan dengan sistem pemulihan internal yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar. Kemudian sistem ini dapat membantu Anda sembuh dari penyakit fisik maupun ketidakseimbangan emosi. 

Nah, agar self healing therapy bisa dilakukan dengan mudah, Anda perlu mengetahui akar permasalahannya terlebih dahulu. 

Cara Menyembuhkan Luka dengan Teknik Self Healing

Stres atau kemurungan yang disebabkan dari luka batin secara tidak langsung bisa menyebabkan penyakit fisik lainnya. Misalnya seperti panas dalam, asam lambung, migrain dan lain masih banyak lagi yang lainnya. Setiap orang memiliki tingkatan stres yang berbeda dan cara healing yang berbeda pula. Ada yang bisa sembuh dari luka batin begitu saja seiring berjalannya waktu, ada juga yang sulit sekali melupakan dan memaafkan masa lalu. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa cara melakukan self healing, sebagai berikut.

Sembuhkan Diri Melalui Energi

Salah satu teknik self healing adalah dengan metode timur kuno terfokus pada energi. Metode ini telah diajarkan selama berabad-abad dan dikatakan baik untuk menyembuhkan diri sendiri bahkan untuk luka fisik sekalipun. Untuk melakukannya, Anda perlu mengikuti 5 langkah berikut ini.

Pertama, duduk dengan nyaman dan perhatikan nafas Anda. Hal ini untuk menimbulkan perasaan bahwa saat ini Anda sedang hidup. Usahakan untuk fokus dan buang pikiran atau emosi negatif.

Kedua, gosokkan telapak tangan selama 30-60 detik dengan cepat dan rasakan kehangatan yang timbul dari gesekan tersebut. Berikan senyuman tipis di bibir agar membuat Anda lebih tenang.

Ketiga, renggangkan telapak tangan sekitar 6-8 inci dan rasakan energi yang mengalir di dalam diri Anda.

Keempat, tutup mata dan rasakan energinya mengalir ke seluruh tubuh. Beberapa bagian tubuh mungkin akan mengalami ketegangan, abaikan saja. Pikirkan bahwa energi yang mengalir dalam tubuh Anda adalah energi penyembuhan.

Kelima, salurkan energi ke bagian tubuh lainnya yang diinginkan. Kemudian rasakan energi tersebut memasuki setiap bagian yang berbeda.

Berikan Sugesti Positif Pada Diri Anda

Sugesti positif atau berpikir optimis adalah cara terbaik untuk melawan pikiran negatif. Anda dapat berbicara dengan diri sendiri secara lembut dan mengatakan bahwa dapat melalui hal ini dengan baik, Anda kuat, dan berjanji untuk menjadikan penyesalan atau kegagalan sebagai kekuatan untuk bangkit.

Lakukan Me Time

Terkadang Anda butuh me time atau waktu untuk diri sendiri, menjauh dari orang-orang di sekitar Anda. Dengan me time, Anda dapat menenangkan diri dan membuat keputusan atas apa yang akan dijalani berikutnya. 

Karena bisa saja selama ini Anda terlalu sibuk memikirkan orang lain. Oleh sebab itu, Anda dapat memberikan waktu untuk beristirahat, mencintai diri sendiri atau self love, serta menciptakan kebahagiaan.

Mindfulness

Mindfulness merupakan berpikir dengan kesadaran penuh. Maksudnya, Anda fokus dengan apa yang terjadi pada saat itu. Kemudian menerima kenyataan tanpa ada penolakan atau penghakiman terhadapnya. 

Teknik self healing ini dapat dilakukan dengan kesadaran penuh, terkait apa yang menyebabkan Anda terluka. Lalu Anda menerimanya, merasakannya dan melepaskannya seiring berjalannya waktu.

Izinkan Diri Anda untuk Memaafkan

Memaafkan sangat baik untuk proses penyembuhan. Dengan memaafkan, Anda telah berhasil mengatasi stres, melepaskan luka, serta keresahan yang selama ini mengganggu Anda.

Menulis Jurnal

Anda juga dapat melakukan Self Healing dengan Menulis. Anda dapat Menulis Bebas untuk Self Healing. Dalam artian menuliskan apa pun yang dirasakan. Baik itu tentang apa yang mengganggu, maupun hal yang membuat Anda bersyukur pada buku jurnal. 

Menurut Jaime Fleres, penulis buku Birth Your Story, menggabungkan pemikiran dan perasaan sangatlah integratif, bahkan sampai ke neurobiologi. Mengapa bisa begitu? Karena proses ini mengaktifkan dan meminta belahan otak kiri juga kanan untuk memproses pengalaman Anda secara kolaboratif. 

Menulis tidak hanya baik untuk kesehatan mental, namun juga baik bagi kesehatan fisik.

Cari Bantuan

Jika merasa memerlukan bantuan dari orang lain, Anda bisa berbicara kepada teman atau anggota keluarga yang dipercayai. Anda juga dapat menghubungi profesional jika kasus yang dialami lebih berat.

Self healing adalah upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan luka batin secara mandiri. Self healing merupakan keinginan Anda sendiri untuk bangkit dan melepaskan segala energi negatif yang ada dalam diri. Untuk melakukannya, ada beberapa cara mudah yang dapat Anda terapkan. Namun, perlu diingat bahwa teknik-teknik ini perlu latihan dan butuh waktu untuk menyesuaikan. Anda dapat melakukan self healing dengan metode penyaluran energi, memberikan sugesti positif pada diri Anda, melakukan me time, mindfulness, menulis puisi dan surat di jurnal dan mencari bantuan.


Referensi : Self healing



Tanda Anda Memiliki Inner Child yang Terluka dan Cara Berdamai dengan Diri Sendiri

Tanda Anda Memiliki Inner Child yang Terluka dan Cara Berdamai dengan Diri Sendiri Tanda Anda Memiliki Inner Child yang Terluka dan Cara Berdamai dengan Diri Sendiri. inner child adalah sekumpulan peristiwa masa kecil, yang baik atau buruk, dan membentuk kepribadian seseorang seperti sekarang ini. Moms mungkin sudah sering mendengar bahwa sebagai orang tua, kita harus berdamai dengan inner child yang mungkin masih memiliki luka-luka yang belum sembuh. Luka-luka tersebut sering kali membuat “salah jalan” saat mengasuh anak.  Sebabnya, Moms bisa secara tidak sadar menganggap bahwa penyebab-penyebab luka masa kecil itu adalah hal yang normal. Ini juga dapat membuat Moms secara tidak sadar juga menormalisasinya ketika menerapkannya pada anak. Saskhya Aulia Prima, seorang psikolog dan Co-Founder Tiga Generasi dalam webinar "Overcome Inner Fear Like Ko Moon Young in K-Drama It's Okay to Not to be Okay" menjelaskan seputar tanda-tanda tersebut.   Saskhya menjelaskan, inner child yang terluka akan keluar ketika di situasi relasi sehari-hari ketika seseorang dewasa."Hal ini membuat seseorang menjadi pribadi yang tidak otentik, karena terpengaruh dengan luka inner child tersebut," imbuhnya.Saskhya memberikan contoh yaitu karakter Ko Moon Young dalam drama Korea tersebut, yang terlihat dingin dan menakutkan ketika berhubungan dengan orang lain.  Ternyata sikap tersebut ada karena inner child Ko Moon Young terluka. Dahulu ia tidak mendapatkan kehangatan dan kasih sayang, sehingga sulit mengungkapkan ekspresi tersebut.Adapun tanda-tanda inner child terluka lainnya adalah:  1. Mudah Merasa Takut, Cemas, dan Tidak Layak untuk Dicintai Tidak ada orang yang tidak memiliki ketakutan. Namun ketakutan yang dimaksud di sini ialah Moms menjadi seseorang yang ketakutan berlebih dan beranggapan jika orang di sekitar akan meninggalkan Moms. Selain itu, Moms juga sering merasa tidak layak untuk dicintai, cemas bahkan hingga mudah depresi.Ketakutan berlebih ini dapat menjadi dampak yang sangat negatif dan berbahaya jika tidak segera diatasi.  2. Tidak Percaya pada Diri Sendiri Ciri selanjutnya adalah, orang yang memiliki inner child terluka tidak memiliki kepercayaan diri. Mereka selalu meragukan potensi diri dan selalu membandingkan diri mereka dengan orang lain.    Referensi : Tanda Anda Memiliki Inner Child yang Terluka dan Cara Berdamai dengan Diri Sendiri. Tanda Anda Memiliki Inner Child yang Terluka dan Cara Berdamai dengan Diri Sendiri
Tanda Anda Memiliki Inner Child yang Terluka dan Cara Berdamai dengan Diri Sendiri. inner child adalah sekumpulan peristiwa masa kecil, yang baik atau buruk, dan membentuk kepribadian seseorang seperti sekarang ini. Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa sebagai orang tua, kita harus berdamai dengan inner child yang mungkin masih memiliki luka-luka yang belum sembuh. Luka-luka tersebut sering kali membuat “salah jalan” saat mengasuh anak.

Sebabnya, Moms bisa secara tidak sadar menganggap bahwa penyebab-penyebab luka masa kecil itu adalah hal yang normal. Ini juga dapat membuat Moms secara tidak sadar juga menormalisasinya ketika menerapkannya pada anak. Saskhya Aulia Prima, seorang psikolog dan Co-Founder Tiga Generasi dalam webinar "Overcome Inner Fear Like Ko Moon Young in K-Drama It's Okay to Not to be Okay" menjelaskan seputar tanda-tanda tersebut. 

Saskhya menjelaskan, inner child yang terluka akan keluar ketika di situasi relasi sehari-hari ketika seseorang dewasa."Hal ini membuat seseorang menjadi pribadi yang tidak otentik, karena terpengaruh dengan luka inner child tersebut," imbuhnya.Saskhya memberikan contoh yaitu karakter Ko Moon Young dalam drama Korea tersebut, yang terlihat dingin dan menakutkan ketika berhubungan dengan orang lain.

Ternyata sikap tersebut ada karena inner child Ko Moon Young terluka. Dahulu ia tidak mendapatkan kehangatan dan kasih sayang, sehingga sulit mengungkapkan ekspresi tersebut.Adapun tanda-tanda inner child terluka lainnya adalah:

1. Mudah Merasa Takut, Cemas, dan Tidak Layak untuk Dicintai

Tidak ada orang yang tidak memiliki ketakutan. Namun ketakutan yang dimaksud di sini ialah Moms menjadi seseorang yang ketakutan berlebih dan beranggapan jika orang di sekitar akan meninggalkan Moms. Selain itu, Moms juga sering merasa tidak layak untuk dicintai, cemas bahkan hingga mudah depresi.Ketakutan berlebih ini dapat menjadi dampak yang sangat negatif dan berbahaya jika tidak segera diatasi.

2. Tidak Percaya pada Diri Sendiri

Ciri selanjutnya adalah, orang yang memiliki inner child terluka tidak memiliki kepercayaan diri. Mereka selalu meragukan potensi diri dan selalu membandingkan diri mereka dengan orang lain.


Referensi : Tanda Anda Memiliki Inner Child yang Terluka dan Cara Berdamai dengan Diri Sendiri






Mengenal Self-Healing dan Cara Menerapkannya di Kehidupan Sehari-hari

Mengenal Self-Healing dan Cara Menerapkannya di Kehidupan Sehari-hari.  Bagaimana kabarmu hari ini? Aku harap, kamu dalam keadaan yang baik secara fisik maupun psikis. Tapi gak masalah kalau saat ini kamu lagi ngerasa gak baik-baik aja. Bisa ku bilang, kamu berada di artikel yang tepat, dan aku harap tulisanku kali ini bisa menjadi teman yang sedikit membantumu untuk merasa jauh lebih baik melalui self-healing.  Merasa “gak baik-baik aja” bukan hal yang jarang kita temui dalam kehidupan. Banyak peristiwa dan pengalaman yang akhirnya membuat kita berada di fase tersebut. Nah, kita bisa mulai dengan mengenali pengalaman apa aja sih yang biasanya membuatmu merasa “tidak baik-baik saja”?  Gagal di tes interview kerja? Diputusin pacar? Ngerasa gak punya teman? Kekerasan yang dialami sejak masih kecil? Atau berbagai masalah lainnya?  Lalu apa yang kamu rasain ketika mengalami pengalaman tersebut?  Sakit hati? Kecewa? Marah? Sedih? Apakah pengalaman tersebut meninggalkan luka bagi dirimu? Membuatmu merasa trauma dengan pengalaman tersebut? Yap! Apa yang kamu alami di masa lalu, dapat meninggalkan luka batin dan tentu luka tersebut yang perlu kamu obati. Sebelum lanjut lebih jauh, aku ingin bertanya dulu, sudah berapa banyak luka batin yang kamu abaikan hingga hari ini? Sama seperti luka di kaki atau tangan ketika kamu jatuh dari sepeda, luka yang membekas di perasaan dan ingatanmu pun perlu untuk diobati. Alias, luka tersebut gak bisa sembuh dengan sendirinya.  Terus apa yang terjadi kalau luka itu kamu abaikan dan tidak kamu obati? Yap, luka itu akan menjadi infeksi, sama seperti kalau luka di tubuhmu kamu abaikan. Infeksi yang terjadi juga akan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya.  Mungkin kamu sering mendengar ungkapan, “biarkan waktu yang menyembuhkan”. Gimana menurut kamu tentang ungkapan ini? Kamu percaya kalau waktu dapat menyembuhkan luka? Berapa lama, sih waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka? Satu tahun? Lima tahun? Tidak ada waktu yang pasti, bukan?  Tapi, faktanya adalah waktu gak bisa yang menyembuhkan lukamu, Perseners. Jangan sedih dulu, memang bukan waktu yang menyembuhkanmu, tapi dirimu sendiri lah yang menyembuhkan luka yang kamu miliki. Itulah kenapa setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda dalam menyembuhkan lukanya, karena bukan waktu yang menjadi “obat” bagi luka kita, tapi kemampuan diri kita untuk menyembuhkanlah yang menjadi “obat” paling penting dalam menyembuhkan luka.  Apakah kamu merasa nyaman ketika harus merasakan luka dalam jangka waktu yang lama? Tentu rasanya kita ingin dengan segera, dengan waktu yang sesingkat-singkatnya untuk menyembuhkan luka batin. Untuk itu, kita perlu tau gimana sih caranya untuk menyembuhkan diri (self-healing) dari berbagai luka yang terjadi di hidup kita ini.  Apa itu Self-healing? Self-healing atau menyembuhkan diri sendiri adalah hal yang sangat mungkin dilakukan oleh setiap orang. Self-healing ini merupakan sebuah proses untuk menyembuhkan diri dari luka batin yang kita miliki dengan bantuan kekuatan dalam diri kita. Menyembuhkan diri ini memiliki tujuan untuk mencapai #HidupSeutuhnya.  Bukan hal yang gak mungkin, kamu pun bisa menyembuhkan dirimu dengan kekuatan yang kamu punya. Yang perlu kamu ingat adalah self-healing merupakan sebuah proses yang tentunya tidak bisa kita capai dengan cara yang instan. Bahkan untuk memulainya, kamu perlu untuk membuka kembali luka yang kamu miliki tersebut.  Membuka luka yang kita miliki gak hanya membuat kita merasakan sakitnya kembali, tapi membuka luka itu membantu kita untuk lebih mengenali hingga menerima luka yang kita alami. Bukanlah hal yang mudah, tapi kalau kamu gak berani untuk membuka kembali luka tersebut, kamu akan kesulitan untuk memahami dan menerima lukanya.  Semakin kamu menolak dan berusaha untuk mengabaikan luka yang kamu rasakan, akan membuatmu kesulitan untuk menyembuhkan luka tersebut. Jadi, perjalanan menyembuhkan luka ini bisa kita mulai dengan mengenali luka yang kita rasakan.  Perjalanan menyembuhkan diri ini gak hanya membantu kita mencapai apa yang menjadi tujuan kita, tapi juga kita dapat menikmati hasil dari perjalanan tersebut. Self-healing membantu kita untuk menjadi lebih utuh dan lebih mampu mencapai apa yang ingin kita capai, serta membuat kita bisa lebih menikmati hidup.  Mungkin ketika memiliki luka kita terasa sulit menikmati kegiatan kita sehari-hari, gak bisa produktif karena keinget masa lalu yang bikin kita ngerasa gak mood. Melalui self-healing, kita akan lebih mampu untuk menerima luka batin tersebut, dan melepasnya.  Jadi, meskipun ingatan tentang masa lalu tersebut tidak bisa kita hilangkan, rasa sakit yang membersamai ingatan tersebut, tidak akan kita rasakan lagi.  Cara Sederhana Melakukan Self-Healing dalam Keseharian Untuk menyembuhkan diri sendiri, kamu bisa memulainya dengan mengenali dulu luka apa yang ada di dalam dirimu, menerima luka tersebut dan tidak menolaknya, hingga akhirnya kamu dapat mencapai #HidupSeutuhnya dengan luka batin yang sudah sembuh. Kamu juga bisa tonton video dari Satu Persen di bawah ini untuk belajar gimana caranya menyembuhkan luka batin dengan mindset mengubah diri dengan self-healing.  Nah, di sini aku juga ingin membagikan cara untuk kamu mempraktikkan self-healing dalam kegiatan sehari-hari untuk menemani proses kamu menyembuhkan luka batin yang kamu miliki.   Meditasi dengan Teknik Grounding Meditasi ini dapat kamu lakukan setiap pagi, sebelum memulai berbagai aktivitas harian.  Mulailah dengan meletakkan kaki dengan nyaman di lantai, ambil tiga tarikan nafas yang panjang, dan dengan setiap tarikan nafas tersebut.  Lepaskan energi negatif yang ada pada dirimu. Fokuskan pikiran dan perhatianmu hanya ke telapak kaki, dan bayangkan dirimu menyatu dengan bumi. Tarik nafas dalam tiga hitungan dan ulangi pola ini selama tiga kali. Buka mata ketika kamu sudah merasa lebih nyaman.  Melatih pernapasan Biasanya kita merasakan rasa sakit dari luka batin secara tiba-tiba, terkadang bisa membuat kita merasa tidak nyaman untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Nah, untuk mengatasi rasa gak nyaman ini, kamu bisa berlatih pernapasan.  Sebelum memaksakan dirimu untuk tetap produktif, luangkan waktu 5-10 menit untuk menenangkan dirimu dulu. Carilah posisi yang nyaman, kamu bisa melakukannya sambil duduk atau berbaring. Tarik napas dalam enam hitungan dan buang kembali dalam enam hitungan.  Kalau kamu sudah merasa sedikit lebih tenang, kamu bisa mengubah pola pernapasan dengan menarik napas melalui hidung, dan bayangkan udara bersih memenuhi dirimu kemudian hembuskan udara tersebut melalui mulut. Ulangi pola ini sampai kamu bisa merasa jauh lebih tenang dan mampu untuk melanjutkan kegiatanmu.    Referensi : Mengenal Self-Healing dan Cara Menerapkannya di Kehidupan Sehari-hari
Mengenal Self-Healing dan Cara Menerapkannya di Kehidupan Sehari-hari.  Bagaimana kabarmu hari ini? Aku harap, kamu dalam keadaan yang baik secara fisik maupun psikis. Tapi gak masalah kalau saat ini kamu lagi ngerasa gak baik-baik aja. Bisa ku bilang, kamu berada di artikel yang tepat, dan aku harap tulisanku kali ini bisa menjadi teman yang sedikit membantumu untuk merasa jauh lebih baik melalui self-healing.

Merasa “gak baik-baik aja” bukan hal yang jarang kita temui dalam kehidupan. Banyak peristiwa dan pengalaman yang akhirnya membuat kita berada di fase tersebut. Nah, kita bisa mulai dengan mengenali pengalaman apa aja sih yang biasanya membuatmu merasa “tidak baik-baik saja”?

Gagal di tes interview kerja? Diputusin pacar? Ngerasa gak punya teman? Kekerasan yang dialami sejak masih kecil? Atau berbagai masalah lainnya?

Lalu apa yang kamu rasain ketika mengalami pengalaman tersebut?

Sakit hati? Kecewa? Marah? Sedih? Apakah pengalaman tersebut meninggalkan luka bagi dirimu? Membuatmu merasa trauma dengan pengalaman tersebut? Yap! Apa yang kamu alami di masa lalu, dapat meninggalkan luka batin dan tentu luka tersebut yang perlu kamu obati. Sebelum lanjut lebih jauh, aku ingin bertanya dulu, sudah berapa banyak luka batin yang kamu abaikan hingga hari ini? Sama seperti luka di kaki atau tangan ketika kamu jatuh dari sepeda, luka yang membekas di perasaan dan ingatanmu pun perlu untuk diobati. Alias, luka tersebut gak bisa sembuh dengan sendirinya.

Terus apa yang terjadi kalau luka itu kamu abaikan dan tidak kamu obati? Yap, luka itu akan menjadi infeksi, sama seperti kalau luka di tubuhmu kamu abaikan. Infeksi yang terjadi juga akan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya.

Mungkin kamu sering mendengar ungkapan, “biarkan waktu yang menyembuhkan”. Gimana menurut kamu tentang ungkapan ini? Kamu percaya kalau waktu dapat menyembuhkan luka? Berapa lama, sih waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka? Satu tahun? Lima tahun? Tidak ada waktu yang pasti, bukan?

Tapi, faktanya adalah waktu gak bisa yang menyembuhkan lukamu, Perseners. Jangan sedih dulu, memang bukan waktu yang menyembuhkanmu, tapi dirimu sendiri lah yang menyembuhkan luka yang kamu miliki. Itulah kenapa setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda dalam menyembuhkan lukanya, karena bukan waktu yang menjadi “obat” bagi luka kita, tapi kemampuan diri kita untuk menyembuhkanlah yang menjadi “obat” paling penting dalam menyembuhkan luka.

Apakah kamu merasa nyaman ketika harus merasakan luka dalam jangka waktu yang lama? Tentu rasanya kita ingin dengan segera, dengan waktu yang sesingkat-singkatnya untuk menyembuhkan luka batin. Untuk itu, kita perlu tau gimana sih caranya untuk menyembuhkan diri (self-healing) dari berbagai luka yang terjadi di hidup kita ini.

Apa itu Self-healing?

Self-healing atau menyembuhkan diri sendiri adalah hal yang sangat mungkin dilakukan oleh setiap orang. Self-healing ini merupakan sebuah proses untuk menyembuhkan diri dari luka batin yang kita miliki dengan bantuan kekuatan dalam diri kita. Menyembuhkan diri ini memiliki tujuan untuk mencapai #HidupSeutuhnya.

Bukan hal yang gak mungkin, kamu pun bisa menyembuhkan dirimu dengan kekuatan yang kamu punya. Yang perlu kamu ingat adalah self-healing merupakan sebuah proses yang tentunya tidak bisa kita capai dengan cara yang instan. Bahkan untuk memulainya, kamu perlu untuk membuka kembali luka yang kamu miliki tersebut.

Membuka luka yang kita miliki gak hanya membuat kita merasakan sakitnya kembali, tapi membuka luka itu membantu kita untuk lebih mengenali hingga menerima luka yang kita alami. Bukanlah hal yang mudah, tapi kalau kamu gak berani untuk membuka kembali luka tersebut, kamu akan kesulitan untuk memahami dan menerima lukanya.

Semakin kamu menolak dan berusaha untuk mengabaikan luka yang kamu rasakan, akan membuatmu kesulitan untuk menyembuhkan luka tersebut. Jadi, perjalanan menyembuhkan luka ini bisa kita mulai dengan mengenali luka yang kita rasakan.

Perjalanan menyembuhkan diri ini gak hanya membantu kita mencapai apa yang menjadi tujuan kita, tapi juga kita dapat menikmati hasil dari perjalanan tersebut. Self-healing membantu kita untuk menjadi lebih utuh dan lebih mampu mencapai apa yang ingin kita capai, serta membuat kita bisa lebih menikmati hidup.

Mungkin ketika memiliki luka kita terasa sulit menikmati kegiatan kita sehari-hari, gak bisa produktif karena keinget masa lalu yang bikin kita ngerasa gak mood. Melalui self-healing, kita akan lebih mampu untuk menerima luka batin tersebut, dan melepasnya.

Jadi, meskipun ingatan tentang masa lalu tersebut tidak bisa kita hilangkan, rasa sakit yang membersamai ingatan tersebut, tidak akan kita rasakan lagi.

Cara Sederhana Melakukan Self-Healing dalam Keseharian

Untuk menyembuhkan diri sendiri, kamu bisa memulainya dengan mengenali dulu luka apa yang ada di dalam dirimu, menerima luka tersebut dan tidak menolaknya, hingga akhirnya kamu dapat mencapai #HidupSeutuhnya dengan luka batin yang sudah sembuh. Kamu juga bisa tonton video dari Satu Persen di bawah ini untuk belajar gimana caranya menyembuhkan luka batin dengan mindset mengubah diri dengan self-healing.

Nah, di sini aku juga ingin membagikan cara untuk kamu mempraktikkan self-healing dalam kegiatan sehari-hari untuk menemani proses kamu menyembuhkan luka batin yang kamu miliki. 

Meditasi dengan Teknik Grounding

Meditasi ini dapat kamu lakukan setiap pagi, sebelum memulai berbagai aktivitas harian.  Mulailah dengan meletakkan kaki dengan nyaman di lantai, ambil tiga tarikan nafas yang panjang, dan dengan setiap tarikan nafas tersebut.

Lepaskan energi negatif yang ada pada dirimu. Fokuskan pikiran dan perhatianmu hanya ke telapak kaki, dan bayangkan dirimu menyatu dengan bumi. Tarik nafas dalam tiga hitungan dan ulangi pola ini selama tiga kali. Buka mata ketika kamu sudah merasa lebih nyaman.

Melatih pernapasan

Biasanya kita merasakan rasa sakit dari luka batin secara tiba-tiba, terkadang bisa membuat kita merasa tidak nyaman untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Nah, untuk mengatasi rasa gak nyaman ini, kamu bisa berlatih pernapasan.

Sebelum memaksakan dirimu untuk tetap produktif, luangkan waktu 5-10 menit untuk menenangkan dirimu dulu. Carilah posisi yang nyaman, kamu bisa melakukannya sambil duduk atau berbaring. Tarik napas dalam enam hitungan dan buang kembali dalam enam hitungan.

Kalau kamu sudah merasa sedikit lebih tenang, kamu bisa mengubah pola pernapasan dengan menarik napas melalui hidung, dan bayangkan udara bersih memenuhi dirimu kemudian hembuskan udara tersebut melalui mulut. Ulangi pola ini sampai kamu bisa merasa jauh lebih tenang dan mampu untuk melanjutkan kegiatanmu.


Referensi : Mengenal Self-Healing dan Cara Menerapkannya di Kehidupan Sehari-hari