This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 31 Agustus 2022

Dampak dan Bahaya Nafkahi Keluarga dengan Uang Haram (Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah)

Dampak dan Bahaya Nafkahi Keluarga dengan Uang Haram (Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah). Uang haram merupakan uang yang didapatkan dengan cara yang tidak Allah SWT ridhoi.  Allah SWT tidak meridhoi hambanya yang mencari rezeki dengan jalan yang haram seperti riba, korupsi, merampok, mencuri dan lain hal sebagainya.   Uang haram tidak hanya berdampak bagi pencari nafkahnya saja melainkan keluarga yang diberi uang tersebut juga akan terkena dampaknya.  Tidak ada keberkahan pada uang yang dihasilkan dalam cara yang haram dan tidak diridhoi Allah SWT.  Bukan hanya di dunia, bahkan dampak berbahaya uang haram bisa dibawa hingga kehidupan di akhirat nanti.  Lantas bagaimana bahaya memberi nafkah keluarga menggunakan uang haram? Dilansir dari kanal YouTube Islam Terkini berikut penjelasan bahaya harta haram berdasarkan ceramah Ustadz Khalid Basalamah.  Dalam penjelasannya, Ustadz Khalid Basalamah mengangkat perkataan sahabat Nabi, Abdullah bin Umar RA.  Abdullah bin Umar RA, sahabat Nabi berkata: "Sungguh menolak seperenam dirham dari keharaman adalah lebih baik daripada 100 ribu dirham yang dinafkahkan di jalan Allah SWT."  Ustadz Khalid Basalamah lalu menjelaskan bahwa ada 5 dampak bahaya memakan uang haram bagi diri sendiri maupun keluarga.  1. Menimbulkan kegelisahan  Dampak pertama dari memakan uang haram adalah kerap kali merasakan kegelisahan dalam hati.  Orang yang memakan uang haram ada rasa cemas dan tidak tenang dalam hatinya karena memakan uang yang ditempuh dari jalan yang tidak diridhoi oleh Allah.  Dalam penjelasannya, Ustadz Khalid mengatakan jika seseorang terus dilanda kegelisahan bisa jadi datangnya dari uang haram yang telah ia makan. "Tidak ada yang bisa melebihi kegundahan dan kegelisahan melebihi harta haram," ujarnya.  2. Doa tidak dikabulkan  Dampak mengerikan yang timbul dari makan uang haram yaitu tidak dikabulkannya doa oleh Allah SWT.  Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, Wahab bin Munabbih berkata: "Barangsiapa yang ingin doanya dikabulkan Allah SWT maka hendaklah ia memperbaiki makanannya," jelasnya.  3. Membentuk generasi yang buruk  Uang yang ditempuh dalam jalan yang haram akan membentuk generasi yang buruk dalam hal ini anak-anak dan keluarga yang dinafkahinya.   "Banyak orang kaya, rumah mewah, mobil mewah, semuanya bisa dipuji manusia tapi sumbernya harta haram. Ternyata lahir anak yang jadi pembunuh bagi dia di saat anak itu sudah dewasa, dia menyusahkannya," ucap Ustadz Khalid Basalamah .  4. Mendapat azab Allah SWT  Karena ditempuh dari jalan yang tidak diridhoi oleh Allah, maka memakan uang haram bisa mendatangkan azab yang pedih dari Allah SWT pada hari kiamat.  Tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 275 mengenai riba:  "Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya," Itulah dampak bahaya memakan uang haram berdasarkan penjelasan Ustadz Khalid Basalamah.   Referensi : Dampak dan Bahaya Nafkahi Keluarga dengan Uang Haram (Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah)

Dampak dan Bahaya Nafkahi Keluarga dengan Uang Haram (Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah). Uang haram merupakan uang yang didapatkan dengan cara yang tidak Allah SWT ridhoi.

Allah SWT tidak meridhoi hambanya yang mencari rezeki dengan jalan yang haram seperti riba, korupsi, merampok, mencuri dan lain hal sebagainya.

Uang haram tidak hanya berdampak bagi pencari nafkahnya saja melainkan keluarga yang diberi uang tersebut juga akan terkena dampaknya.

Tidak ada keberkahan pada uang yang dihasilkan dalam cara yang haram dan tidak diridhoi Allah SWT.

Bukan hanya di dunia, bahkan dampak berbahaya uang haram bisa dibawa hingga kehidupan di akhirat nanti.

Lantas bagaimana bahaya memberi nafkah keluarga menggunakan uang haram? Dilansir dari kanal YouTube Islam Terkini berikut penjelasan bahaya harta haram berdasarkan ceramah Ustadz Khalid Basalamah.

Dalam penjelasannya, Ustadz Khalid Basalamah mengangkat perkataan sahabat Nabi, Abdullah bin Umar RA.

Abdullah bin Umar RA, sahabat Nabi berkata: "Sungguh menolak seperenam dirham dari keharaman adalah lebih baik daripada 100 ribu dirham yang dinafkahkan di jalan Allah SWT."

Ustadz Khalid Basalamah lalu menjelaskan bahwa ada 5 dampak bahaya memakan uang haram bagi diri sendiri maupun keluarga.

1. Menimbulkan kegelisahan

Dampak pertama dari memakan uang haram adalah kerap kali merasakan kegelisahan dalam hati.  Orang yang memakan uang haram ada rasa cemas dan tidak tenang dalam hatinya karena memakan uang yang ditempuh dari jalan yang tidak diridhoi oleh Allah.

Dalam penjelasannya, Ustadz Khalid mengatakan jika seseorang terus dilanda kegelisahan bisa jadi datangnya dari uang haram yang telah ia makan. "Tidak ada yang bisa melebihi kegundahan dan kegelisahan melebihi harta haram," ujarnya.

2. Doa tidak dikabulkan

Dampak mengerikan yang timbul dari makan uang haram yaitu tidak dikabulkannya doa oleh Allah SWT.

Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, Wahab bin Munabbih berkata: "Barangsiapa yang ingin doanya dikabulkan Allah SWT maka hendaklah ia memperbaiki makanannya," jelasnya.

3. Membentuk generasi yang buruk

Uang yang ditempuh dalam jalan yang haram akan membentuk generasi yang buruk dalam hal ini anak-anak dan keluarga yang dinafkahinya.

"Banyak orang kaya, rumah mewah, mobil mewah, semuanya bisa dipuji manusia tapi sumbernya harta haram. Ternyata lahir anak yang jadi pembunuh bagi dia di saat anak itu sudah dewasa, dia menyusahkannya," ucap Ustadz Khalid Basalamah .

4. Mendapat azab Allah SWT

Karena ditempuh dari jalan yang tidak diridhoi oleh Allah, maka memakan uang haram bisa mendatangkan azab yang pedih dari Allah SWT pada hari kiamat.

Tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 275 mengenai riba:

"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya," Itulah dampak bahaya memakan uang haram berdasarkan penjelasan Ustadz Khalid Basalamah

Referensi : Dampak dan Bahaya Nafkahi Keluarga dengan Uang Haram (Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah)



Akibatnya Memakan Harta Haram

Islam merupakan agama sempurna yang mengatur kehidupan umatnya dengan aturan-aturan terbaik yang sudah diperintahkan Allah, salah satunya adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thayib. Allah melarang umatnya untuk mengonsumsi beberapa makanan dan minuman bukan tidak ada sebabnya, karena dibalik perintah tersebut pasti ada sejumlah kebaikan di dalamnya.    Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(QS Albaqarah 168)  Makanan haram adalah makanan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh umat Islam dan dapat digolongkan menjadi dua golongan utama, yakni karena dzatnya, seperti darah, bangkai, daging babi, khamr, anjing, keledai, binatang buas dsb. Ada juga haram karena suatu kondisi atau sebab tertentu meskipun zat asalnya adalah halal. Misalnya mendapat makanan atau minuman dengan cara mencuri, masakan yang disajikan untuk perbuatan syirik, dan makanan yang ada dalam acara yang tidak sesuai dengan syariat Islam, seperti bid'ah.    Adapun beberapa akibat yang disebabkan mengonsumsi makanan atau minuman haram bagi seorang Muslim, di antaranya:    1. Tidak Dikabulkannya Doa  Rasulullah bersabda, “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh rambutnya kusut, mukanya berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku! Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram maka bagaimanakah akan diterimanya doa itu?” (HR Muslim).    2. Amalan Tidak Diterima  Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “ Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah”. Apa jawaban Rasulullah, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya.” (HR. At-Thabrani).    3. Makanan Haram Membawa ke Neraka  “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram kecuali neraka lebih utama untuknya” (HR. At Tirmidzi).  4. Iman di Hatinya Berkurang  “Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin” (HR Bukhari dan Muslim).    5. Rusaknya Keturunan  Sahabat Zakat, ternyata akibat yang ditimbulkan apabila kita mengkonsumsi makanan yang haram akan merusak keturunan kita. Seseorang yang memberi makanan haram tersebut dapat merusak akhlak dan kebaikan yang ada dalam diri anak-anak. Inilah pentingnya orangtua mencari nafkah dengan yang halal dan berkah.    Sahabat Zakat, mulai saat ini yuk kita lebih berhati-hati lagi dalam memilih makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Apabila hendak berbelanja, jangan lupa lihat label halalnya, selain itu juga kita harus berhati-hati dengan makanan yang belum jelas kehalalannya.    Referensi : Akibatnya Memakan Harta Haram

Islam merupakan agama sempurna yang mengatur kehidupan umatnya dengan aturan-aturan terbaik yang sudah diperintahkan Allah, salah satunya adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thayib. Allah melarang umatnya untuk mengonsumsi beberapa makanan dan minuman bukan tidak ada sebabnya, karena dibalik perintah tersebut pasti ada sejumlah kebaikan di dalamnya.


Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(QS Albaqarah 168)

Makanan haram adalah makanan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh umat Islam dan dapat digolongkan menjadi dua golongan utama, yakni karena dzatnya, seperti darah, bangkai, daging babi, khamr, anjing, keledai, binatang buas dsb. Ada juga haram karena suatu kondisi atau sebab tertentu meskipun zat asalnya adalah halal. Misalnya mendapat makanan atau minuman dengan cara mencuri, masakan yang disajikan untuk perbuatan syirik, dan makanan yang ada dalam acara yang tidak sesuai dengan syariat Islam, seperti bid'ah.


Adapun beberapa akibat yang disebabkan mengonsumsi makanan atau minuman haram bagi seorang Muslim, di antaranya:


1. Tidak Dikabulkannya Doa

Rasulullah bersabda, “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh rambutnya kusut, mukanya berdebu menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku! Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram maka bagaimanakah akan diterimanya doa itu?” (HR Muslim).


2. Amalan Tidak Diterima

Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “ Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah”. Apa jawaban Rasulullah, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya.” (HR. At-Thabrani).


3. Makanan Haram Membawa ke Neraka

“Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram kecuali neraka lebih utama untuknya” (HR. At Tirmidzi).

4. Iman di Hatinya Berkurang

“Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin” (HR Bukhari dan Muslim).


5. Rusaknya Keturunan

Sahabat Zakat, ternyata akibat yang ditimbulkan apabila kita mengkonsumsi makanan yang haram akan merusak keturunan kita. Seseorang yang memberi makanan haram tersebut dapat merusak akhlak dan kebaikan yang ada dalam diri anak-anak. Inilah pentingnya orangtua mencari nafkah dengan yang halal dan berkah.


Sahabat Zakat, mulai saat ini yuk kita lebih berhati-hati lagi dalam memilih makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Apabila hendak berbelanja, jangan lupa lihat label halalnya, selain itu juga kita harus berhati-hati dengan makanan yang belum jelas kehalalannya.


Referensi : Akibatnya Memakan Harta Haram



Bahaya Memakan Harta Hasil Korupsi yang Wajib Kita Tahu

Bahaya Memakan Harta Hasil Korupsi yang Wajib Kita Tahu. Tidak ada perbedaan pendapat para ulama terkait bagaimana hukumnya harta atau makanan yang diperoleh secara bathil.  Jumhur ulama secara bulat memutuskan bahwa hukum terhadap perkara tersebut adalah haram. Barang siapa yang memakan sesuatu dari harta yang haram, maka mereka seperti memakan api neraka.   Korupsi adalah salah satu bentuk mengambil hak orang lain secara haram, artinya diperoleh secara batil. Atau memberikan sesuatu kepada orang lain yang tidak berhak menerimanya.  Jadi sudah jelas bahwa hasil yang diperoleh dari praktik korupsi adalah semuanya haram. Jika ia berbentuk jabatan, maka jabatannya haram, maka gaji yang didapat dari jabatan tersebut juga haram.   Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memutuskan dan menetapkan jika perbuatan korupsi sebagai perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam dan hukumnya haram.  Pelakunya harus taubat nasuha dan mengembalikan apa yang diambilnya kepada yang berhak.   Makna dari haram yaitu jika seseorang melakukan perbuatan tertentu maka ia akan mendapatkan dosa, sedangkan jika ia meninggalkan, maka tidak berdosa.  Lalu mengapa banyak orang yang tidak takut korupsi? Apakah berarti mereka tidak takut dosa? Inilah yang akan kita bahas dalam tulisan sederhana ini.   Firman Allah Swt, “Dan janganlah sebahagian kamu makan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu ke hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah, 188).  Dalam ayat diatas secara tegas dikatakan bahwa memakan harta orang lain secara batil, maka akibatnya adalah dosa besar. Dan tempat orang yang melakukan dosa besar itu adalah neraka jahannam.   Firman Allah Swt tersebut barangkali sudah diketahui banyak orang, bahkan mungkin yang menghafal ayat ini sendiri juga pelaku korupsi.  Maka sangat disayangkan apabila pelaku korupsi di Indonesia yang mengingkari ayat Tuhannya. Berarti mereka tergolong dalam golongan orang-orang yang menentang Allah Swt.  Dengan demikian mereka telah melakukan dosa besar bahkan vonis murtad (keluar dari Islam) patut diberikan. Tidak peduli mereka sudah berhaji sembilan kali.   Perbuatan korupsi dalam pandangan agama sangat tidak dibenarkan. Karena hal itu menyangkut dengan rezeki halal yang harus mereka makan. Jika korupsi makanan yang mereka peroleh bukan dari rezeki yang halal.  Akibatnya, secuil makanan yang haram akan mengendap dalam perut seseorang. Ia akan tumbuh bersama daging dan darah. Tubuh manusia manapun yang tumbuh berkembang dan yang haram, maka nerakalah yang paling layak untuknya.  Bayangkan jika uang haram tersebut lalu dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri mereka.   Azab memakan harta yang haram sangatlah berat. Bukan hanya azab dihari akhirat nantinya. Namun juga azab atau siksaan tersebut ada yang langsung ditampakkan didunia.  Misalnya hidup pelaku korupsi tidak pernah bahagia, padahal hartanya banyak. Karena jabatan yang diperoleh dengan cara suap menyuap, maka jabatannya itu tidak berkah, atau jabatan itu semakin membuat mereka jauh dengan Tuhannya.  Saat ini banyak kita lihat di sekeliling kita bagaimana kehidupan seorang pejabat yang kita tahu ia memang korup. Sungguh sangat menyedihkan. Kehidupan dalam rumah tangga sering kacau, ribut, hingga terjadi perceraian. Tidak ada kebahagiaan dalam rumah tangga.  Anak-anak mereka hidup bebas, liar, dan banyak yang terjerumus narkoba, seks bebas, jauh dari agama. Sehingga masa depan mereka suram dan hancur.  Tak pelak akhirnya masuk penjara dengan hukuman yang lama. Kenapa ini bisa terjadi. Karena dalam tubuh mereka berkembang darah dari makanan hasil korupsi yang haram.  Mungkin dari segi harta atau materi, para pelaku korupsi tidak mengalami kekurangan, bahkan berlimpah. Apalagi jika mereka pandai menyembunyikan hasil rampokan harta orang lain tersebut dengan rapi. Sampai aparat penegak hukum pun luput. Atau mereka saat ini sedang berkuasa, lalu aparatur bidang penindakan hukum takut menangkapnya.  Namun percayalah bahwa hal itu tidak akan bertahan lama. Lambat laun yang namanya bau busuk pasti tercium juga. Maknanya bahwa perbuatan korupsi yang dilakukan pasti juga akan terbongkar dengan sendirinya.  Inilah bukti bahwa Tuhan tidak akan membiarkan siapapun berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain. Sampai mempermainkan nasib anak yatim dan fakir miskin dengan memakan hak mereka secara batil.  Sebagai bukti, memang korupsi di Indonesia sudah menggurita. Terjadi diberbagai daerah dan dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari kepala desa hingga kepala negara. Dari politisi hingga hakim agung.  Ada korupsi PT Asuransi Jiwasraya, korupsi E-KTP, , suap KPU, korupsi Al-Quran pun nekat dilakukan. Namun bagaimana akhirnya? Pelakunya pasti tertangkap dan kasusnya terbongkar.  Jadi sekali lagi, tidak usah coba-coba korupsi karena berpikir bahwa nanti bisa ditutup-tutupi dan sembunyikan. Percayalah bahwa pasti ketahuan.  Lebih baik menerima seluruh hasil yang kita peroleh dengan cara yang halal walaupun masih mengalami kekurangan. Meskipun belum cukup, namun berkah. Hidup lebih tenang, damai, dan bahagia.  Ada sebuah hasil penelitian yang membuktikan bahwa terdapat kasus anak-anak dan generasi bangsa rusak karena orang tuanya menghidupi (makan, minum sandang, papan) dan membiayai pendidikan anak-anaknya dengan uang yang tidak sepenuhnya halal.  Pada masanya mereka menjadi pemimpin yang dilahirkan dari makanan haram hasil korupsi. Maka apa yang terjadi? Berlakulah maksiat dinegeri yang ia pimpin.  Inilah kehancuran nyata sebuah bangsa, dimulai dengan kehancuran moral rakyatnya, lalu diikuti dengan bejatnya para pemimpin. Ini disebabkan oleh korupsi.  Sebagai penutup izinkan saya mengutip sebuah hadits Rasulullah saw yang mengingatkan siapa saja tentang suap menyuap (korupsi) “Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap. (HR Ahmad).  Dalam nasehat yang lain juga dikatakan, “hadiah untuk pejabat (penguasa) adalah kecurangan; penyuap dan yang menerima suap tempatnya adalah neraka.”  Referensi : Bahaya Memakan Harta Hasil Korupsi yang Wajib Kita Tahu

Bahaya Memakan Harta Hasil Korupsi yang Wajib Kita Tahu. Tidak ada perbedaan pendapat para ulama terkait bagaimana hukumnya harta atau makanan yang diperoleh secara bathil.

Jumhur ulama secara bulat memutuskan bahwa hukum terhadap perkara tersebut adalah haram. Barang siapa yang memakan sesuatu dari harta yang haram, maka mereka seperti memakan api neraka.

Korupsi adalah salah satu bentuk mengambil hak orang lain secara haram, artinya diperoleh secara batil. Atau memberikan sesuatu kepada orang lain yang tidak berhak menerimanya.

Jadi sudah jelas bahwa hasil yang diperoleh dari praktik korupsi adalah semuanya haram. Jika ia berbentuk jabatan, maka jabatannya haram, maka gaji yang didapat dari jabatan tersebut juga haram.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memutuskan dan menetapkan jika perbuatan korupsi sebagai perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam dan hukumnya haram.

Pelakunya harus taubat nasuha dan mengembalikan apa yang diambilnya kepada yang berhak.

Makna dari haram yaitu jika seseorang melakukan perbuatan tertentu maka ia akan mendapatkan dosa, sedangkan jika ia meninggalkan, maka tidak berdosa.

Lalu mengapa banyak orang yang tidak takut korupsi? Apakah berarti mereka tidak takut dosa? Inilah yang akan kita bahas dalam tulisan sederhana ini.

Firman Allah Swt, “Dan janganlah sebahagian kamu makan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu ke hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah, 188).

Dalam ayat diatas secara tegas dikatakan bahwa memakan harta orang lain secara batil, maka akibatnya adalah dosa besar. Dan tempat orang yang melakukan dosa besar itu adalah neraka jahannam.

Firman Allah Swt tersebut barangkali sudah diketahui banyak orang, bahkan mungkin yang menghafal ayat ini sendiri juga pelaku korupsi.

Maka sangat disayangkan apabila pelaku korupsi di Indonesia yang mengingkari ayat Tuhannya. Berarti mereka tergolong dalam golongan orang-orang yang menentang Allah Swt.

Dengan demikian mereka telah melakukan dosa besar bahkan vonis murtad (keluar dari Islam) patut diberikan. Tidak peduli mereka sudah berhaji sembilan kali.

Perbuatan korupsi dalam pandangan agama sangat tidak dibenarkan. Karena hal itu menyangkut dengan rezeki halal yang harus mereka makan. Jika korupsi makanan yang mereka peroleh bukan dari rezeki yang halal.

Akibatnya, secuil makanan yang haram akan mengendap dalam perut seseorang. Ia akan tumbuh bersama daging dan darah. Tubuh manusia manapun yang tumbuh berkembang dan yang haram, maka nerakalah yang paling layak untuknya.

Bayangkan jika uang haram tersebut lalu dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri mereka.

Azab memakan harta yang haram sangatlah berat. Bukan hanya azab dihari akhirat nantinya. Namun juga azab atau siksaan tersebut ada yang langsung ditampakkan didunia.

Misalnya hidup pelaku korupsi tidak pernah bahagia, padahal hartanya banyak. Karena jabatan yang diperoleh dengan cara suap menyuap, maka jabatannya itu tidak berkah, atau jabatan itu semakin membuat mereka jauh dengan Tuhannya.

Saat ini banyak kita lihat di sekeliling kita bagaimana kehidupan seorang pejabat yang kita tahu ia memang korup. Sungguh sangat menyedihkan. Kehidupan dalam rumah tangga sering kacau, ribut, hingga terjadi perceraian. Tidak ada kebahagiaan dalam rumah tangga.

Anak-anak mereka hidup bebas, liar, dan banyak yang terjerumus narkoba, seks bebas, jauh dari agama. Sehingga masa depan mereka suram dan hancur.

Tak pelak akhirnya masuk penjara dengan hukuman yang lama. Kenapa ini bisa terjadi. Karena dalam tubuh mereka berkembang darah dari makanan hasil korupsi yang haram.

Mungkin dari segi harta atau materi, para pelaku korupsi tidak mengalami kekurangan, bahkan berlimpah. Apalagi jika mereka pandai menyembunyikan hasil rampokan harta orang lain tersebut dengan rapi. Sampai aparat penegak hukum pun luput. Atau mereka saat ini sedang berkuasa, lalu aparatur bidang penindakan hukum takut menangkapnya.

Namun percayalah bahwa hal itu tidak akan bertahan lama. Lambat laun yang namanya bau busuk pasti tercium juga. Maknanya bahwa perbuatan korupsi yang dilakukan pasti juga akan terbongkar dengan sendirinya.

Inilah bukti bahwa Tuhan tidak akan membiarkan siapapun berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain. Sampai mempermainkan nasib anak yatim dan fakir miskin dengan memakan hak mereka secara batil.

Sebagai bukti, memang korupsi di Indonesia sudah menggurita. Terjadi diberbagai daerah dan dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari kepala desa hingga kepala negara. Dari politisi hingga hakim agung.

Ada korupsi PT Asuransi Jiwasraya, korupsi E-KTP, , suap KPU, korupsi Al-Quran pun nekat dilakukan. Namun bagaimana akhirnya? Pelakunya pasti tertangkap dan kasusnya terbongkar.

Jadi sekali lagi, tidak usah coba-coba korupsi karena berpikir bahwa nanti bisa ditutup-tutupi dan sembunyikan. Percayalah bahwa pasti ketahuan.

Lebih baik menerima seluruh hasil yang kita peroleh dengan cara yang halal walaupun masih mengalami kekurangan. Meskipun belum cukup, namun berkah. Hidup lebih tenang, damai, dan bahagia.

Ada sebuah hasil penelitian yang membuktikan bahwa terdapat kasus anak-anak dan generasi bangsa rusak karena orang tuanya menghidupi (makan, minum sandang, papan) dan membiayai pendidikan anak-anaknya dengan uang yang tidak sepenuhnya halal.

Pada masanya mereka menjadi pemimpin yang dilahirkan dari makanan haram hasil korupsi. Maka apa yang terjadi? Berlakulah maksiat dinegeri yang ia pimpin.

Inilah kehancuran nyata sebuah bangsa, dimulai dengan kehancuran moral rakyatnya, lalu diikuti dengan bejatnya para pemimpin. Ini disebabkan oleh korupsi.

Sebagai penutup izinkan saya mengutip sebuah hadits Rasulullah saw yang mengingatkan siapa saja tentang suap menyuap (korupsi) “Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap. (HR Ahmad).

Dalam nasehat yang lain juga dikatakan, “hadiah untuk pejabat (penguasa) adalah kecurangan; penyuap dan yang menerima suap tempatnya adalah neraka.”

Referensi : Bahaya Memakan Harta Hasil Korupsi yang Wajib Kita Tahu



Balasan Bagi Orang yang Makan Uang Haram

Balasan Bagi Orang yang Makan Uang Haram. Setiap pundi-pundi harta seharusnya diperoleh dengan jalan yang halal. Dengan cara ini, apa yang diperoleh akan mendapat berkah dari Allah SWT. Namun, banyak orang yang tidak peduli tentang perkara halal dan haram atas harta yang diraihnya. Godaan duniawi membuat manusia tidak mampu berpuas diri. Rasa kurang membuat seseorang berani melakukan tindakan tidak terpuji, termasuk melakukan cara-cara yang tidak halal. Sesaat, mereka memang terlihat bahagia karena bergelimang harta.  Namun, jangan senang dulu, karena ternyata sering mendapatkan harta dengan cara haram menimbulkan petaka. Mulai dari hilangnya keberkahan harta, hingga siksa api neraka. Lalu apa petaka mengerikan lainnya? Berikut ini dampak bagi orang yang memakan dari uang haram.  1. Hilangnya Keberkahan Dalam Harta  Petaka pertama yang akan terjadi karena kebiasaan sering makan dari uang haram adalah hilangnya keberkahan dalam harta yang dimiliki.  Padahal sebenarnya memiliki harta yang berkah merupakan salah satu keistimewan yang diberikan oleh Allah SWT. Harta yang berkah tersebut akan membawa kebaikan di dunia maupun akhirat.  Sementara itu, mengambil harta yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, baik itu dengan cara riba, korupsi ataupun tindak kejahatan membuat harta tersebut tidak akan mencapai keberkahannya. Allah SWT bahkan akan mencabut keberkahan bagi harta yang di dalamnya terdapat riba. Allah Ta’ala berfirman:  ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻘُﻮﻣُﻮﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺘَﺨَﺒَّﻄُﻪُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺲِّ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻧَّﻬُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊُ ﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ۗ ﻭَﺃَﺣَﻞَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊَ ﻭَﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﺟَﺎﺀَﻩُ ﻣَﻮْﻋِﻈَﺔٌ ﻣِّﻦ ﺭَّﺑِّﻪِ ﻓَﺎﻧﺘَﻬَﻰٰ ﻓَﻠَﻪُ ﻣَﺎ ﺳَﻠَﻒَ ﻭَﺃَﻣْﺮُﻩُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَﻣَﻦْ ﻋَﺎﺩَ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ۖ ﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ  Artinya: “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 275).  Bukan hanya hartanya saja yang tidak akan mendapat keberkahan dari Allah. Namun orang yang melakukannya juga akan mendapatkan hukuman yang sangat pedih. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:  “Ia akan berenang di sungai darah, sedangkan di tepi sungai ada seseorang (malaikat) yang dihadapannya terdapat bebatuan. Setiap kali ada seseorang yang berenang dalam sungai darah dan ingin hendak keluar dari sungai tersebut, malaikat tersebut langsung melemparkan bebatuan ke dalam mulut orang tersebut sehingga ia terdorong untuk kembali ke tengah sungai. Dan demikian itu seterusnya”. (HR Bukhari)  2. Gelapnya Hati dan Rasa Malas Beribadah  Petaka kedua yang akan diperoleh orang yang sering mempergunakan uang haram adalah hatinya akan diselimuti kegelapan dan rasa malas untuk beribadah. Semakin banyak harta yang dimakan, maka akan semakin gelap pula lah hati sanubari manusia tersebut.  Dalam sebuah hadis Ibnu Abbas RA berkata: “Sesungguhnya setiap kebaikan akan memberi penerang bagi hati, cahaya bagi wajah, kekuatan bagi badan, tambahan dalam rezeki dan kecintaan sesama makhluk. Dan sebaliknya kejelekan akan menghitamkan wajah, kegelapan bagi hati, kelemahan bagi badan, kekurangan dalam rezeki dan kebencian di hati sesama makhluk”.  Cobalah lihat orang-orang yang mendapatkan harta dengan jalan haram, kehidupan mereka tidak akan bahagia dan malah dibenci banyak orang.  Tidak cukup sampai di situ, sebagiannya lagi bahkan ada yang disiksa dengan penyakit yang tidak kunjung sembuh. Selain itu, ketenangan jiwanya juga akan terganggu karena mendapatkan harta dari jalan yang tidak halal.  3. Terhalangnya Doa Pada Allah  Harta yang haram juga akan membuat doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT menjadi terhalang. Dalam sebuah hadist, Rasul menjelaskan tentang seorang musafir yang terus berdoa kepada Allah.  Saat itu merupakan saat yang mustajab untuk memohon apapun pada Allah. Namun ternyata doa yang dipanjatkan oleh musafir tersebut ditolak oleh Allah karena ia memakan harta yang haram.  Nabi SAW bersabda “Dan makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan diberi makan dengan makanan yang haram. Maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?” (HR Muslim)  Sebuah kepedihan yang amat dalam apabila Allah tidak mengabulkan bahkan menolak doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya.  4. Ditolaknya Sedekah Yang Dilakukannya  Bersedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam agama Islam. Akan tetapi, apabila sedekah tersebut dilakukan dengan menggunakan harta yang haram, maka itu menjadi sebuah kesia-siaan saja.  Nabi SAW pun bersabda, “Allah tidak menerima harta Ghulul” (HR Muslim).  Harta Ghulul diartikan oleh para ahli tafsir sebagai harta yang diambil dengan jalan yang haram dan berkhianat. Oleh karena itu, sebagai kaum muslimin kita seharusnya memahami bahwa Allah SWT hanya menerima harta yang disedekahkan dengan jalan yang halal.  5. Siksa di Neraka  Petaka yang akan terjadi dari sering makan dari uang haram yang terakhir adalah tentunya siksa di neraka kelak. Keterangan tersebut didapat dari penjelasan Nabi SAW lewat hadist riwayat Tirmidzi yang berbunyi,  “Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih pantas untuk menyentuhnya” (HR. Tirmidzi dan dihasankan).  Itulah lima petaka yang ditimbulkan dari seringnya memakan uang haram. Oleh karena itu, sebagai kaum muslim seharusnya kita tidak mudah terperdaya dengan kenikmatan yang ditawarkan dunia sehingga membuat gelap mata. Tetaplah bersyukur kepada Allah atas rezeki yang,  Referensi : Balasan Bagi Orang yang Makan Uang Haram

Balasan Bagi Orang yang Makan Uang Haram. Setiap pundi-pundi harta seharusnya diperoleh dengan jalan yang halal. Dengan cara ini, apa yang diperoleh akan mendapat berkah dari Allah SWT. Namun, banyak orang yang tidak peduli tentang perkara halal dan haram atas harta yang diraihnya.

Godaan duniawi membuat manusia tidak mampu berpuas diri. Rasa kurang membuat seseorang berani melakukan tindakan tidak terpuji, termasuk melakukan cara-cara yang tidak halal. Sesaat, mereka memang terlihat bahagia karena bergelimang harta.

Namun, jangan senang dulu, karena ternyata sering mendapatkan harta dengan cara haram menimbulkan petaka. Mulai dari hilangnya keberkahan harta, hingga siksa api neraka. Lalu apa petaka mengerikan lainnya? Berikut ini dampak bagi orang yang memakan dari uang haram.

1. Hilangnya Keberkahan Dalam Harta

Petaka pertama yang akan terjadi karena kebiasaan sering makan dari uang haram adalah hilangnya keberkahan dalam harta yang dimiliki.

Padahal sebenarnya memiliki harta yang berkah merupakan salah satu keistimewan yang diberikan oleh Allah SWT. Harta yang berkah tersebut akan membawa kebaikan di dunia maupun akhirat.

Sementara itu, mengambil harta yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, baik itu dengan cara riba, korupsi ataupun tindak kejahatan membuat harta tersebut tidak akan mencapai keberkahannya. Allah SWT bahkan akan mencabut keberkahan bagi harta yang di dalamnya terdapat riba. Allah Ta’ala berfirman:

ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻘُﻮﻣُﻮﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺘَﺨَﺒَّﻄُﻪُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺲِّ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺑِﺄَﻧَّﻬُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊُ ﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ۗ ﻭَﺃَﺣَﻞَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊَ ﻭَﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﺟَﺎﺀَﻩُ ﻣَﻮْﻋِﻈَﺔٌ ﻣِّﻦ ﺭَّﺑِّﻪِ ﻓَﺎﻧﺘَﻬَﻰٰ ﻓَﻠَﻪُ ﻣَﺎ ﺳَﻠَﻒَ ﻭَﺃَﻣْﺮُﻩُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَﻣَﻦْ ﻋَﺎﺩَ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ۖ ﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ

Artinya: “Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 275).

Bukan hanya hartanya saja yang tidak akan mendapat keberkahan dari Allah. Namun orang yang melakukannya juga akan mendapatkan hukuman yang sangat pedih. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Ia akan berenang di sungai darah, sedangkan di tepi sungai ada seseorang (malaikat) yang dihadapannya terdapat bebatuan. Setiap kali ada seseorang yang berenang dalam sungai darah dan ingin hendak keluar dari sungai tersebut, malaikat tersebut langsung melemparkan bebatuan ke dalam mulut orang tersebut sehingga ia terdorong untuk kembali ke tengah sungai. Dan demikian itu seterusnya”. (HR Bukhari)

2. Gelapnya Hati dan Rasa Malas Beribadah

Petaka kedua yang akan diperoleh orang yang sering mempergunakan uang haram adalah hatinya akan diselimuti kegelapan dan rasa malas untuk beribadah. Semakin banyak harta yang dimakan, maka akan semakin gelap pula lah hati sanubari manusia tersebut.

Dalam sebuah hadis Ibnu Abbas RA berkata: “Sesungguhnya setiap kebaikan akan memberi penerang bagi hati, cahaya bagi wajah, kekuatan bagi badan, tambahan dalam rezeki dan kecintaan sesama makhluk. Dan sebaliknya kejelekan akan menghitamkan wajah, kegelapan bagi hati, kelemahan bagi badan, kekurangan dalam rezeki dan kebencian di hati sesama makhluk”.

Cobalah lihat orang-orang yang mendapatkan harta dengan jalan haram, kehidupan mereka tidak akan bahagia dan malah dibenci banyak orang.

Tidak cukup sampai di situ, sebagiannya lagi bahkan ada yang disiksa dengan penyakit yang tidak kunjung sembuh. Selain itu, ketenangan jiwanya juga akan terganggu karena mendapatkan harta dari jalan yang tidak halal.

3. Terhalangnya Doa Pada Allah

Harta yang haram juga akan membuat doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT menjadi terhalang. Dalam sebuah hadist, Rasul menjelaskan tentang seorang musafir yang terus berdoa kepada Allah.

Saat itu merupakan saat yang mustajab untuk memohon apapun pada Allah. Namun ternyata doa yang dipanjatkan oleh musafir tersebut ditolak oleh Allah karena ia memakan harta yang haram.

Nabi SAW bersabda “Dan makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan diberi makan dengan makanan yang haram. Maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?” (HR Muslim)

Sebuah kepedihan yang amat dalam apabila Allah tidak mengabulkan bahkan menolak doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya.

4. Ditolaknya Sedekah Yang Dilakukannya

Bersedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam agama Islam. Akan tetapi, apabila sedekah tersebut dilakukan dengan menggunakan harta yang haram, maka itu menjadi sebuah kesia-siaan saja.

Nabi SAW pun bersabda, “Allah tidak menerima harta Ghulul” (HR Muslim).

Harta Ghulul diartikan oleh para ahli tafsir sebagai harta yang diambil dengan jalan yang haram dan berkhianat. Oleh karena itu, sebagai kaum muslimin kita seharusnya memahami bahwa Allah SWT hanya menerima harta yang disedekahkan dengan jalan yang halal.

5. Siksa di Neraka

Petaka yang akan terjadi dari sering makan dari uang haram yang terakhir adalah tentunya siksa di neraka kelak. Keterangan tersebut didapat dari penjelasan Nabi SAW lewat hadist riwayat Tirmidzi yang berbunyi,

“Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih pantas untuk menyentuhnya” (HR. Tirmidzi dan dihasankan).

Itulah lima petaka yang ditimbulkan dari seringnya memakan uang haram. Oleh karena itu, sebagai kaum muslim seharusnya kita tidak mudah terperdaya dengan kenikmatan yang ditawarkan dunia sehingga membuat gelap mata. Tetaplah bersyukur kepada Allah atas rezeki yang,

Referensi : Balasan Bagi Orang yang Makan Uang Haram