This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 31 Agustus 2022

Mereka yang memakan uang haram akan mendapat murka Allah SWT Delapan Dampak Harta Haram

Semua upaya mendapat uang haram sangat dibenci Allah SWT. Mereka yang memakan uang haram akan mendapat murka Allah SWT. Uang haram sangat berbahaya dan memberi dampak buruk bagi diri sendiri dan juga keluarga. Tak hanya di dunia, dampak uang haram juga akan dibawa sampai ke kehidupan di akhirat kelak. Rejeki tak hanya soal jumlah. Namun bagi seorang Muslim, rezeki haruslah berkah dan menjauhi harta haram. Karena keberkahan akan mengantarkan pada ketenangan dan ridha Allah. sedangkan harta haram akan mengantarkan seseorang pada kegelisahan dan murka Allah.  Sayangnya dalam mencari rezeki, kebanyakan kita mencarinya asalkan dapat, namun tidak peduli halal dan haramnya. Akhirnya ada yang jadi budak dunia. Pokoknya dunia diperoleh tanpa pernah peduli aturan. Inilah mereka yang disebut dalam hadits,  تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ  “Celakalah wahai budak dinar, dirham, qothifah (pakaian yang memiliki beludru), khomishoh (pakaian berwarna hitam dan ada bintik-bintik merah). Jika ia diberi, maka ia ridha. Jika ia tidak diberi, maka ia tidak ridha.” (HR. Bukhari, no. 2886).  1. Jiwanya akan selalu gelisah  Seseorang yang terbiasa mengonsumsi harta haram jiwanya akan meronta-ronta. Merasa tidak tenang, tanpa diketahui sebabnya. Kegelisahan demi kegelisahan akan terus menyeretnya ke lembah yang semakin jauh dari Allah. Lama kelamaan ia tidak merasa lagi berdosa dengan kemaksiatan. Berkata bohong menjadi akhlaknya. Ia merasa tidak enak kalau tidak berbuat keji. Karenanya tidak mungkin harta haram -sedikit apalagi banyak- mengandung keberkahan.  2. Memakan harta haram berarti mendurhakai Allah dan mengikuti langkah setan  Dalam surah Al-Baqarah disebutkan,  يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ  “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)  3. Bikin malas beramal shalih  Dalam sebuah ayat disebutkan,  يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ  “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thayyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mu’minun: 51).  Yang dimaksud dengan makan yang thayyib di sini adalah makan yang halal sebagaimana disebutkan oleh Sa’id bin Jubair dan Adh-Dhahak.  4. Memakan harta haram adalah kebiasaan buruk orang Yahudi  Sebagaimana disebutkan dalam ayat,  وَتَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ  لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ  “Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.” (QS. Al-Maidah: 62-63).  5. Badan yang tumbuh dari harta yang haram berhak disentuh api neraka  Yang pernah dinasihati oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Ka’ab,  يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ  “Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).  6. Doa sulit dikabulkan  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَه  ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51).  Dan Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172).  Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim, no. 1015).  7. Harta haram membuat kaum muslimin jadi mundur dan hina  Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ  “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah (salah satu transaksi riba), mengikuti ekor sapi (maksudnya: sibuk dengan peternakan), ridha dengan bercocok tanam (maksudnya: sibuk dengan pertanian) dan meninggalkan jihad (yang saat itu fardhu ‘ain), maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Daud, no. 3462. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih. Lihat ‘Aunul Ma’bud, 9:242).  8. Karena harta haram banyak musibah dan bencana terjadi  Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ  “Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al-Hakim).

Semua upaya mendapat uang haram sangat dibenci Allah SWT. Mereka yang memakan uang haram akan mendapat murka Allah SWT. Uang haram sangat berbahaya dan memberi dampak buruk bagi diri sendiri dan juga keluarga. Tak hanya di dunia, dampak uang haram juga akan dibawa sampai ke kehidupan di akhirat kelak. Rejeki tak hanya soal jumlah. Namun bagi seorang Muslim, rezeki haruslah berkah dan menjauhi harta haram. Karena keberkahan akan mengantarkan pada ketenangan dan ridha Allah. sedangkan harta haram akan mengantarkan seseorang pada kegelisahan dan murka Allah.

Sayangnya dalam mencari rezeki, kebanyakan kita mencarinya asalkan dapat, namun tidak peduli halal dan haramnya. Akhirnya ada yang jadi budak dunia. Pokoknya dunia diperoleh tanpa pernah peduli aturan. Inilah mereka yang disebut dalam hadits,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

“Celakalah wahai budak dinar, dirham, qothifah (pakaian yang memiliki beludru), khomishoh (pakaian berwarna hitam dan ada bintik-bintik merah). Jika ia diberi, maka ia ridha. Jika ia tidak diberi, maka ia tidak ridha.” (HR. Bukhari, no. 2886).

1. Jiwanya akan selalu gelisah

Seseorang yang terbiasa mengonsumsi harta haram jiwanya akan meronta-ronta. Merasa tidak tenang, tanpa diketahui sebabnya. Kegelisahan demi kegelisahan akan terus menyeretnya ke lembah yang semakin jauh dari Allah. Lama kelamaan ia tidak merasa lagi berdosa dengan kemaksiatan. Berkata bohong menjadi akhlaknya. Ia merasa tidak enak kalau tidak berbuat keji. Karenanya tidak mungkin harta haram -sedikit apalagi banyak- mengandung keberkahan.

2. Memakan harta haram berarti mendurhakai Allah dan mengikuti langkah setan

Dalam surah Al-Baqarah disebutkan,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

3. Bikin malas beramal shalih

Dalam sebuah ayat disebutkan,

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thayyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mu’minun: 51).

Yang dimaksud dengan makan yang thayyib di sini adalah makan yang halal sebagaimana disebutkan oleh Sa’id bin Jubair dan Adh-Dhahak.

4. Memakan harta haram adalah kebiasaan buruk orang Yahudi

Sebagaimana disebutkan dalam ayat,

وَتَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.” (QS. Al-Maidah: 62-63).

5. Badan yang tumbuh dari harta yang haram berhak disentuh api neraka

Yang pernah dinasihati oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Ka’ab,

يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 614. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

6. Doa sulit dikabulkan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَه

‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51).

Dan Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172).

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim, no. 1015).

7. Harta haram membuat kaum muslimin jadi mundur dan hina

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah (salah satu transaksi riba), mengikuti ekor sapi (maksudnya: sibuk dengan peternakan), ridha dengan bercocok tanam (maksudnya: sibuk dengan pertanian) dan meninggalkan jihad (yang saat itu fardhu ‘ain), maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Daud, no. 3462. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih. Lihat ‘Aunul Ma’bud, 9:242).

8. Karena harta haram banyak musibah dan bencana terjadi

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” (HR. Al-Hakim).

Referensi : Mereka yang memakan uang haram akan mendapat murka Allah SWT Delapan Dampak Harta Haram



Cara Jitu Minta Maaf pada Mantan


Cara Jitu Minta Maaf pada Mantan . Putus cinta bukan hal yang mudah. Di saat itu Anda merasa tertekan, sedih, kesal. Sungguh menyakitkan melihat hubungan yang awalnya membuat Anda merasa bahagia dan istimewa, kini menuju jalan buntu.  Namun, jika tak bisa move on dan masih ada peluang untuk balikan dengan mantan, jangan gengsi untuk meminta maaf. Bagaimana juga kalian pernah berada dalam kisah yang indah.

Jika Anda bertanya-tanya bagaimana cara meminta maaf kepada mantan, berikut empat tipsnya.

1. Akui kesalahan 

Pertama-tama, Anda perlu mengambil keputusan untuk meminta maaf dari mantan pasangan. Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda siap untuk mengakui kesalahan dan mencari pengampunan untuk hal yang sama.Namun, jika tak bisa move on dan masih ada peluang untuk balikan dengan mantan, jangan gengsi untuk meminta maaf. Bagaimana juga kalian pernah berada dalam kisah yang indah. Jika Anda bertanya-tanya bagaimana cara meminta maaf kepada mantan, berikut empat tipsnya.

1. Akui kesalahan 

Pertama-tama, Anda perlu mengambil keputusan untuk meminta maaf dari mantan pasangan. Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda siap untuk mengakui kesalahan dan mencari pengampunan untuk hal yang sama.

2. Kirim pesan permintaan maaf

Salah satu cara termudah untuk meminta maaf kepada mantan, adalah dengan cara mengirim pesan kepadanya. Anda dapat mengirim teks sederhana. Hal yang harus dilakukan adalah tetap pada intinya. Ketik permintaan maaf padanya yang menyatakan bahwa Anda telah menyadari kesalahan yang terjadi.  Hal itu akan membantu Anda saat meminta maaf kepada mantan tanpa merasa canggung dan malu.

3. Hubungi dia

Jika Anda merasa cukup nyaman untuk menelepon mantan pasangan dan meminta maaf,  itu tidak ada salahnya.  Namun, sebelum Anda menekan nomornya, tahan jempol sebentar untuk memikirkan apakah itu tidak terlalu cepat. Karena akan agak canggung untuk meneleponnya ketika Anda sudah bertengkar beberapa hari yang lalu. Biarkan mantan berpikir, agar bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada menelepon saat Anda masih berselisih. 

4. Rencanakan pertemuan

Bertemu dengan mantan dan kemudian meminta maaf padanya, bisa menjadi cara lain yang tepat. Namun, untuk melakukan itu, sebaiknya pertimbangkan lebih dulu apakah akan merasa nyaman melakukannya.Jika ya, Anda bisa merencanakan pertemuan untuk minum kopi atau di tempat yang sudah disepakati.  Awalnya, Anda mungkin merasa sedikit canggung dan tidak nyaman, tetapi menenangkan saraf dan menjaga ketenangan diri dapat membantu dalam situasi itu. 

Mantan Masih Sayang tetapai Belum Mau Balikan

Mantan Masih Sayang tetapai Belum Mau Balikan

Rupanya tidak semua pria dapat menyudahi perasaan yang ia miliki pada perempuan yang pernah ia cintai sebelumnya. Bahkan beberapa pria, kemungkinan masih memikirkan kemungkinan yang ada untuk kembali bersama dengan perempuan yang ia cintai, meskipun hubungan yang ia miliki dengan perempuan tersebut telah lama berakhir.

Memang, tidak ada salahnya mengajak mantan untuk balikan. Akan tetapi sebelum mantan mulai mendekati mantan kekasihnya lagi, tentu saja ia akan berpikir secara matang-matang. Apakah ia memang ingin benar-benar kembali menjalin hubungan bersama dengan sang mantan? Atau apa yang ia rasakan saat ini hanya karena bosan atau rasa kesepian saja? Apabila alasannya yang kedua, maka lebih baik mengurungkan niat untuk mengajak mantan kembali menjalin hubungan asmara.

Hal yang sama, berlaku pula jika mantan mengajak untuk balikan hanya untuk sekadar membuktikan diri bahwa ternyata masih memiliki rasa sayang padanya. Menurut konsultan hubungan bernama Lee Wilson, kebanyakan orang sejak kecil telah diajarkan untuk menjadi seorang pemenang, untuk mendapatkan hadiah tertentu maupun mengalahkan orang lain serta melakukan apa pun untuk dapat mencapai target yang ia idamkan. Sehingga, pola pikir tersebut tanpa disadari pun dapat masuk ke dalam suatu hubungan seseorang.

Contohnya ketika ada seorang pria yang menganggap bahwa dirinya telah kalah ketika ia putus atau mengakhiri hubungan dengan seseorang. Maka, perasaan kalah tersebut pun ingin ia tepis dan ia ingin kembali membuktikan diri, bahwa dia adalah sosok yang jauh lebih baik dibandingkan dengan orang yang tengah mendekati mantannya saat ini. Kemudian dari perasaan tersebutlah, muncul niat seseorang untuk mengajak mantannya balikan. Inilah yang membuat pria maupun perempuan harus kembali memikirkan ulang rencananya untuk mengajak mantan balikan.

Akan tetapi, apabila mantan rupanya tulus masih sayang dan merindukan perempuan atau pria yang ia cintai sebagai kekasih, tetapi masih enggan minta balikan. Mungkin ada beberapa alasan lain di baliknya. Tentu saja, ada beragam alasan mantan masih sayang tapi nggak mau balikan yang berkaitan dengan pengakuan diri dan rasa bosan, kesepian atau ingin menang, tapi juga ada beberapa alasan lain kenapa mantan masih sayang tapi nggak mau balikan. Berikut beberapa alasan lain mengapa mantan masih sayang tapi nggak mau balikan yang perlu kamu ketahui.

1. Mantan memang tulus hanya ingin berteman dengan mantan kekasihnya
Meskipun kedengarannya hanya seperti bualan belaka, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa alasan mantan masih sayang dan ga mau balikan adalah karena ia benar-benar tulus hanya ingin berteman dengan mantan kekasihnya saja. Mungkin mantan satu ini adalah tipe seseorang yang tidak suka memendam rasa kesal atau dendam dengan orang lain yang telah menjadi masa lalunya.

Terlebih apabila rupanya putus secara baik-baik dengan mantan. Sehingga, tentu tidak ada alasan bagi dia untuk memiliki dendam atau bermusuhan dengan mantan kekasihnya. Jadi, rasa sayang yang dimiliki oleh mantan, rupanya adalah rasa sayang pada mantannya sebagai teman.

Meskipun memiliki niat baik, tetapi harus hati-hati nih dengan mantan tipe satu ini. Karena kadang mantan tipe ini justru sering bikin baper, padahal dia gak ada niat untuk balikan.

2. Mantan merasa lebih nyambung dan memiliki ikatan khusus dengan , meskipun kalian telah putus
Dulu ketika kalian masih berhubungan sebagai sepasang kekasih, kalian mungkin lebih seperti tokoh kartun Tom dan Jerry yang selalu bertengkar dan ribut setiap hari. Bahkan kalian mungkin sering kali beradu mulut tentang masalah yang kecil dan sebenarnya tidak perlu diributkan.

Akan tetapi, meskipun kalian bertingkah seperti Tom dan Jerry, anehnya setelah putus mantan justru jadi berubah secara drastis. Jadi orang yang tidak gampang marah serta mungkin terlihat lebih bijak ketika dia menghadapi masalah.

Perubahan sikap ini mungkin karena mantan merasa dan sadar, bahwa rupanya dia lebih nyambung dan memiliki ikatan khusus ketika ngobrol dengan tanpa perlu ada embel-embel pacaran atau sebagai pasangan kekasih.

3. Hadir situasi serta kondisi yang membuat kalian tidak mau lagi bersinggungan
Kedekatan dengan mantan kekasih mungkin adalah situasi yang tanpa sengaja terjadi. Situasi maupun kondisi yang membuat kalian berdua terpaksa harus bertemu kembali serta harus kembali berinteraksi seperti sedia kala. Contohnya seperti ketika kalian bertemu sebagai rekan kerja di suatu perusahaan yang sama. Sehingga dan mantan pun harus bisa bersikap profesional serta mengesampingkan masalah-masalah pribadi, termasuk soal putusnya kalian berdua.

4. Ada unsur balas dendam, mantan cuma mau bikin baper aja!
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa tanpa disadari ternyata ada kecenderungan setiap orang ingin merasa menang dan mengalahkan orang lain. Termasuk dalam hal hubungan.

Mungkin mantan merasa bahwa dia sudah kalah ketika dia putus dengan . Sehingga, ketika berselang beberapa lama, mantan pun ingin balas dendam.

Salah satu caranya mungkin adalah dengan mendekat kembali ke , bikin kamu baper dan terus ninggalin kamu gitu aja. Haduh, kalau tau gini, tentu harus hati-hati ya dengan niat dan alasan mantan yang kembali mendekat.

5. Bukannya nggak mau balikan, dia hanya sedang mencari waktu yang pas saja
Setelah putus dari , mantan mungkin sadar bahwa adalah sosok kekasih yang selama ini ia idamkan, atau setiap tingkah laku ternyata berhasil membuat dia rindu dengan.

Dia mungkin juga sadar, bahwa ternyata adalah sosok mantan terindah! Jadi tentu susah bagi mantan untuk menghilangkan perasaan yang ia miliki sebelumnya.

Kalau sudah begini, tentu mantan akan perlahan kembali ke dan berusaha dekat lagi dengan Mantan memang masih sayang, dan bukannya dia gak mau balikan sama, dia cuma lagi cara waktu yang pas aja kok.

Itulah beberapa alasan kenapa mantan masih sayang tapi nggak mau balikan sama kamu. Selain itu.

10 Cara Meminta Maaf kepada Pacar yang Tulus Agar Si Dia Luluh Kembali

10 Cara Meminta Maaf kepada Pacar yang Tulus Agar Si Dia Luluh Kembali

10 Cara Meminta Maaf kepada Pacar yang Tulus Agar Si Dia Luluh Kembali. Cara meminta maaf kepada pacar perlu dilakukan apabila Anda telah melakukan kesalahan yang menyakiti hati Si Dia. Cara meminta maaf kepada pacar adalah dengan tulus dan benar sepenuh hati. Cara meminta maaf memang tak semudah mengucapkannya. Apalagi kalau harus minta maaf kepada pacar atau pasangan. Padahal, cara meminta maaf kepada pacar harus segera dilakukan jika Anda telah melakukan kesalahan. 

Sayang, ego yang kelewat batas seringkali membuat Anda merasa gengsi untuk minta maaf kepada pacar lebih dulu.

Akibatnya, masalah yang Anda dan pacar hadapi bisa semakin parah sehingga kalian berdua makin bertengkar hebat lantaran tidak ada yang mau mengalah.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara meminta maaf kepada pacar yang tulus dan benar agar permasalahan yang sedang dihadapi bisa cepat selesai dan Si Dia bisa luluh kembali.

Cara meminta maaf kepada pacar dengan tulus dan benar

Cara meminta maaf kepada pacar merupakan langkah yang perlu dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan.

Meski demikian, tidak semua orang tahu bagaimana cara meminta maaf kepada pacar dengan tulus dan benar.

Bahkan, beberapa orang merasa gengsi hanya sekadar mengucapkan kata maaf. Apakah Anda salah satunya?

Pada dasarnya, cara meminta maaf kepada pacar dengan tulus dan benar mudah dilakukan jika Anda tahu cara menerapkannya.

Berikut adalah beberapa cara meminta maaf kepada pacar dengan tulus dan benar:

1. Beri waktu kepada pacar agar emosinya mereda lebih dulu

Sebelum menerapkan cara meminta maaf kepada pacar, tak ada salahnya Anda memberi waktu agar emosi Si Dia mereda lebih dahulu.

Pasalnya, percuma saja Anda melakukan cara meminta maaf kepada pacar kalau emosinya masih menggebu-gebu.

Alih-alih mendengarkan permintaan maaf Anda, pacar bisa saja balik mengomeli dan tidak mau berbicara dengan Anda.

Sama halnya seperti Anda yang mungkin membutuhkan waktu saat mengetahui pasangan berbuat kesalahan, maka sebaiknya tunggu sampai Si Dia merasa lebih tenang.

Lalu, ajak bicara baik-baik Si Dia di waktu yang tepat dan ajukan permintaan maaf.

2. Perhatikan nada bicara

Saat melakukan cara meminta maaf kepada pacar, perhatikan nada bicara Anda.

Sebaiknya, pastikan tetap tenang dan jangan buat nada bicara Anda menjadi tinggi. Nada bicara yang tinggi justru dapat memperburuk masalah Anda dan Si Dia.

Jika Anda masih dirundung emosi dan belum siap untuk meminta maaf kepada pacar, sebaiknya beri waktu untuk diri sendiri terlebih dahulu dibandingkan kondisi ini dapat memengaruhi nada bicara saat Anda melakukan cara meminta maaf kepada pacar.

3. Akui kesalahan Anda kepada pacar

Cara meminta maaf kepada pacar dengan tulus dan benar adalah dengan mengakui kesalahan sendiri dengan lapang dada.

Ucapkan permintaan maaf atas kesalahan yang Anda perbuat yang membuatnya marah atau ngambek.

Misalnya, apakah karena Anda tidak memberi kabar padanya selama seharian, membatalkan janji untuk pergi kencan, atau hal lainnya.

Mengakui kesalahan lebih dulu kepada pacar menunjukkan bahwa Anda menghargai hubungan yang dijalani dengan Si Dia daripada ego Anda sendiri.

Jadi, ini bukanlah perihal menang atau kalah dalam menghadapi masalah.

4. Cara meminta maaf kepada pacar harus tulus

Cara meminta maaf kepada pacar harus dilakukan secara tulus. Misalnya, “Maaf ya karena nggak memberi kabar ke kamu kemarin."

Cara meminta maaf kepada pacar seraya berkata, “Aku minta maaf ya kalau kemarin melakukan kesalahan yang bikin kamu kesal," menunjukkan Anda tidak benar-benar menyadari kesalahan dan hanya mengucapkan permintaan maaf semata.

Sebaiknya, ucapkan permintaan maaf dengan tulus, benar, dan sadar akan perbuatan yang telah dilakukan.

5. Sampaikan permintaan maaf langsung ke akar masalahnya

Selain tulus, cara meminta maaf kepada pacar harus dilakukan dengan benar dan langsung ke akar masalahnya.

Apakah benar, misalnya, Si Dia marah atau ngambek hanya karena Anda tidak memberinya kabar atau membatalkan janji kencan?

Sebab, bisa jadi Si Dia berpikir akar masalahnya bahwa Anda tak lagi memprioritaskan hubungan yang Anda jalani berdua.

Jadi, sebaiknya jangan hanya meminta maaf pada permukaan masalah saja (tidak memberi kabar atau membatalkan janji kencan), melainkan juga sampai ke masalah Anda dan Si Dia yang paling dalam.

Inilah perbedaan cara meminta maaf kepada pacar yang hanya sekadar minta maaf dan meminta maaf untuk menyelesaikan masalah yang sesungguhnya.

Jika Anda tidak tahu persis apa kesalahan yang Anda lakukan kepada Si Dia, tak ada salahnya untuk menanyakannya dengan baik-baik.

Terlebih jika Anda sudah meminta maaf kepada pacar, tetapi raut wajah dan nada bicara Si Dia masih terasa kurang bersahabat.

6. Jangan menyalahkan situasi atau orang lain

Cara meminta maaf kepada pacar yang seringkali salah dilakukan adalah mencoba untuk membenarkan kesalahan yang Anda perbuat.

Jadi, jangan jadikan kesalahan tersebut sebagai cara untuk membenarkan diri saat meminta maaf kepada pacar. Ini artinya, Anda tidak bersungguh-sungguh meminta maaf dan tidak bertanggung jawab karenanya.

Menurut seorang terapis asal New York, Amerika Serikat, cara meminta maaf dengan tulus dan baik adalah dengan tidak membenarkan kesalahan yang sudah diperbuat.

7. Tunjukkan rasa penyesalan

Cara meminta maaf kepada pacar yang benar juga perlu menunjukkan rasa penyesalan.

Sampaikan permintaan maaf kepada pacar seraya menunjukkan penyesalan atas perbuatan yang telah dilakukan. Dengan ini, niscaya Si Dia akan segera memaafkan Anda.

Terkadang, cara meminta maaf kepada pacar ini cukup membantu Si Dia untuk mengetahui apakah Anda benar-benar menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan atau tidak.

8. Beri tahu Si Dia bahwa Anda akan berubah

Cara meminta maaf kepada pacar yang tulus dan benar juga harus disertai dengan keinginan untuk berubah dari diri Anda.

Ya, terkadang meminta maaf saja tidak cukup sehingga Anda juga perlu menerangkan kepada Si Dia bahwa Anda akan berubah menjadi lebih baik dengan menerapkan hal-hal tertentu serta tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Langkah ini juga membuat Si Dia yakin bahwa Anda meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan tidak akan mengulanginya di kemudian hari.

9. Meminta maaf berulang kali, jika perlu

Jangan kecewa bila mulanya pacar Anda mungkin tampak tidak mempedulikan permintaan maaf Anda.

Pasalnya, kadang-kadang memang dibutuhkan lebih banyak ucapan maaf untuk “menebus” kesalahan yang sudah tergolong fatal.

Jadi, tak ada salahnya jika Anda menerapkan cara meminta maaf kepada pacar sampai Si Dia merasa luluh.

Tapi ingat, cara meminta maaf kepada pacar jangan terkesan memaksa. Anda tetap harus melakukannya dengan benar dan tulus dari dalam hati

Cara meminta maaf kepada pacar satu ini akan membuat Si Dia melihat seberapa jauh penyesalan dan keseriusan Anda. Dengan demikian, kepercayaan akan kembali tumbuh di antara Anda dan berdua.

10. Katakan Anda masih mencintainya

Setelah Anda menyakiti hatinya atas perbuatan yang dilakukan, Si Dia mungkin saja jadi meragukan rasa cinta Anda padanya.

Jadi, cobalah katakan bahwa Anda masih mencintainya.

Anda bisa juga melakukan gestur yang tulus dan romantis, seperti memeluk atau merangkulnya dengan erat, memegang tangan, atau menciumnya untuk menunjukkan bahwa Anda masih menginginkannya.

Cara Meminta Maaf kepada Mantan

Cara Meminta Maaf kepada Mantan

Cara Meminta Maaf kepada Mantan. Salah satu tantangan terberat orang yang ingin kembali menjalin hubungan adalah cara meminta maaf kepada mantan, apalagi jika hubungan cinta kamu selesai karena hal yang tidak baik. Tidak mudah untuk cara meminta maaf kepada mantan pacar karena kamu mungkin merasa sangat menyesal, malu, atau gengsi terhadap mereka. Namun, cara terbaik untuk beralih dari pengalaman ini adalah bersikap proaktif dan meminta maaf terlebih dahulu. 

Kamu mungkin merasa bahwa kamu tidak cukup baik untuk mantan kamu. Mungkin kamu gagal menjaga hubungan tetap utuh, atau kamu putus dengannya karena dia terlalu cerewet. Apapun alasannya, tidak pernah mudah untuk meminta maaf kepada mantan pacar. Tapi kamu tidak perlu khawatir karena kami akan berusaha merangkum cara meminta maaf kepada mantan pacar khusus buat kamu yang ingin balikan.

Pahami Apa Alasan Kamu Meminta Maaf

Kamu harus memahami bahwa meminta maaf karena kamu merasa bersalah atau menyesal atas apa yang telah kamu lakukan dan ingin menebus kesalahan.  Kamu meminta maaf karena kamu tidak dapat melupakan mantan dan masih memiliki keinginan untuk melanjutkan hubungan kembali jika dia berkenan. Kamu perlu meminta maaf ketika untuk memperbaiki kerusakan dan menjaga semuanya tetap berjalan baik. Kami percaya selalu ada cara meminta maaf berupa permintaan maaf atas kesalahan yang kamu buat, jika kamu telah menyakiti perasaan mantan kamu atau jika kamu ingin melanjutkan hubungan kembali dengannya.

Hal yang Perlu Dipersiapkan untuk Cara Meminta Maaf dengan Benar kepada Mantan

Inilah saatnya untuk mulai menerima bahwa kamu tidak dapat terlalu berharap kembali bersama mantan lagi. Kamu harus bersikap jika mantan kekasih kamu sudah bersama orang lain, itu adalah pilihan mereka dan kamu harus menghormati pilihan itu tanpa merasakan kepahitan atau kebencian apapun terhadap mereka. Namun tidak ada salahnya untuk kamu tetap meminta maaf agar kamu dapat berdamai dengan keadaan dan dapat menemukan kebahagiaan lain seperti mantan kamu.

Namun, jika mantan kamu ternyata belum memiliki pasangan, kamu memiliki kemungkinan lebih besar untuk kembali bersamanya. Cara meminta maaf yang tepat terdiri dari lima langkah: 

  • mengakui kesalahan;
  • mengungkapkan penyesalan;
  • mengatakan kamu menyesal dan meminta maaf;
  • menebus kesalahan;
  • bertanggung jawab atas kesalahan kamu dan memperbaiki.
Bagaimana Cara Meminta Maaf Terbaik kepada Mantan?
Untuk meminta maaf kepada mantan, kamu harus terlebih dahulu memahami apa yang membuat hubungan kamu begitu hebat dulu. Apa yang membuat kalian saling terikat dan apa yang membuatmu kamu selalu jatuh cinta pada dirinya.
Setelah kamu mengetahui hal ini, akan lebih mudah bagi kamu untuk mengetahui cara meminta maaf. Penting juga untuk tidak melakukan apa pun yang dapat menyebabkan lebih banyak rasa sakit. Jika dia meminta istirahat maka mungkin lebih baik untuk tidak menghubungi mereka lagi sampai mereka siap untuk berbicara.
1. Anjuran dan Larangan dari Cara Meminta Maaf kepada Mantan 

Selanjutnya cara terbaik adalah dengan ikhlas tanpa memaksa. Permintaan maaf dapat menunjukkan bahwa kamu menyesali tindakan kamu dan jika kamu berusaha untuk meminta maaf, itu akan menciptakan kesan positif.

Banyak orang menyukai ketika orang meminta maaf dengan menunjukkan betapa menyesalnya mereka. Permintaan maaf juga dapat ditulis dalam bentuk surat, kartu ucapan, hadiah, namun alangkah lebih baik jika kamu mengatakannya langsung. Setiap cara meminta maaf menunjukkan ketulusan dan penyesalan atas apa yang telah dilakukan.

Permintaan maaf adalah masalah yang sensitif, tetapi penting untuk tidak melupakan pentingnya meminta maaf. Dengan demikian, permintaan maaf akan memberikan dampak yang lebih positif bagi orang yang menerimanya dan mereka akan lebih mudah memaafkan kesalahan kamu. Berikut adalah anjuran dan larangan cara meminta maaf kepada mantan:

  • Persiapkan apa yang harus kamu katakan kepada mantan dari cara membuka pembicaraan sampai masuk kepada intinya.
  • Bawakan dia hadiah kesukaannya namun jangan terlalu berlebihan karena nanti terkesan kamu memberi karena ada ada maunya.
  • Kamu harus siap atas segala resiko dan keputusan yang akan kamu hadapi nantinya .
  • Ajak ke tempat yang tenang dan menyenangkan atau kamu bisa datang langsung ke rumahnya dengan meminta izin dulu tentunya, katakan bahwa kamu ingin melihatnya.
  • Jangan memaksa dan menggebu-gebu untuk meminta maaf padanya, sebagian orang sangat tidak nyaman ditekan.
  • Arahkan pembicaraan ke hal yang bersifat positif, hindari mengungkit kesalahan atau keburukan apapun.
  • Lakukan pendekatan secara bertahap jangan langsung sekali bertemu langsung ngajak balikan, kamu perlu membuatnya kembali percaya padamu.
  • Jangan lancang menyentuh, memeluk, mencium karena itu akan membuatnya merasa direndahkan.

2. Cara Meminta Maaf karena Meninggalkan Dia

Saat kamu meninggalkan seseorang, penting untuk menunjukkan bahwa kamu menyesal telah melakukannya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena mengecewakan dia dan jelaskan mengapa kamu saat itu  harus pergi. Cobalah untuk tidak melakukannya secara impulsif dan tetap tenang .

Biarkan mereka tahu betapa kamu peduli, hal ini menunjukkan bahwa kamu memperhatikan apa yang dia rasakan dan bahwa kamu benar-benar peduli dengan perasaan dia. Kemudian berilah ruang dia untuk berpikir setelah kamu meminta maaf dan menyatakan perasaan kamu. 

Nah itulah cara meminta maaf kepada mantan bagi kamu yang ingin balikan. Ingatlah bahwa semua dapat kamu atasi dengan baik dan apapun yang terjadi kamu harus menerima dengan lapang dada. Semoga bermanfaat.

Senin, 29 Agustus 2022

Menyakiti Orangtua Masuk Kategori Anak Durhaka, Bisa Kena Azab Dunia Akhirat

Menyakiti Orangtua Masuk Kategori Anak Durhaka, Bisa Kena Azab Dunia Akhirat. Anak durhaka sejatinya akan mendapatkan balasan di dunia dan akhirat. Hal itu dikarenakan adanya kesalahan yang dilakukan kepada kedua orangtua.  “Di dalam kehidupan orangtua kita memiliki posisi yang sangat istimewa. Bagaimana tidak, mereka sangat dimuliakan dalam Alquran,” ujar Ustadz Hilman Fauzi.   “Kita dibilang durhaka ketika kita menyakiti, membentak atau bahkan meninggikan suaranya kepada orangtuanya, marah,” kata Ustadz Hilman.  Lebih lanjut, adanya kebaikan ke orangtua akan memperoleh kesejahteraan. Dengan kehebatan itu, insha Allah akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat.  “Berbuat baiklah kepada orangtua,” tutur Ustadz Hilman Fauzi.  “Kebaikan yang datang ke diri kamu, bisa jadi bukan karena kehebatan siapapun, tapi karena doa kedua orangtua kamu yang mengantarkan ke kebaikan tersebut,” ujar dia lagi.  Sementara itu, Ustadz Dhanu juga menimpali akibat dari durhaknya anak kepada orangtua. Bahkan, dia mengisahkan seorang anak yang mendapatkan balasan dari perbuatannya sendiri.  “Ada kisah seorang anak yang marah ke orangtua tidak lagi butuh rezeki apapun darinya. Tapi, semua terbukti saat sudah menikah, anaknya meninggal,” tutur Ustadz Dhanu.  “Allah SWT tidak dzolim, karena omongan sebelumnya menjadi penyebab kehilangan rezeki berupa anak. Jangan salahkan Allah, itu semua akibat perbuatanmu sendiri,” kata Ustadz yang kini menjajaki usia 57 tahun tersebut.  Lebih lanjut, Ustadz Dhanu mengatakan bahwasanya kelak akan memperoleh pencerahan. Begitupun membukakan pintu maaf atas kesalahan dari masa lalu kepada orangtua.  “Mudah-mudahkan dapat pencerahan. Dan Allah SWT membukakan pintu maaf kita semua yang pernah berbuat salah,” tutur Ustadz Dhanu.. Menyakiti Orangtua Masuk Kategori Anak Durhaka, Bisa Kena Azab Dunia Akhirat

Menyakiti Orangtua Masuk Kategori Anak Durhaka, Bisa Kena Azab Dunia Akhirat. Anak durhaka sejatinya akan mendapatkan balasan di dunia dan akhirat. Hal itu dikarenakan adanya kesalahan yang dilakukan kepada kedua orangtua.

“Di dalam kehidupan orangtua kita memiliki posisi yang sangat istimewa. Bagaimana tidak, mereka sangat dimuliakan dalam Alquran,” ujar Ustadz Hilman Fauzi. 

“Kita dibilang durhaka ketika kita menyakiti, membentak atau bahkan meninggikan suaranya kepada orangtuanya, marah,” kata Ustadz Hilman.

Lebih lanjut, adanya kebaikan ke orangtua akan memperoleh kesejahteraan. Dengan kehebatan itu, insha Allah akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat.

“Berbuat baiklah kepada orangtua,” tutur Ustadz Hilman Fauzi.

“Kebaikan yang datang ke diri kamu, bisa jadi bukan karena kehebatan siapapun, tapi karena doa kedua orangtua kamu yang mengantarkan ke kebaikan tersebut,” ujar dia lagi.

Sementara itu, Ustadz Dhanu juga menimpali akibat dari durhaknya anak kepada orangtua. Bahkan, dia mengisahkan seorang anak yang mendapatkan balasan dari perbuatannya sendiri.

“Ada kisah seorang anak yang marah ke orangtua tidak lagi butuh rezeki apapun darinya. Tapi, semua terbukti saat sudah menikah, anaknya meninggal,” tutur Ustadz Dhanu.

“Allah SWT tidak dzolim, karena omongan sebelumnya menjadi penyebab kehilangan rezeki berupa anak. Jangan salahkan Allah, itu semua akibat perbuatanmu sendiri,” kata Ustadz yang kini menjajaki usia 57 tahun tersebut.

Lebih lanjut, Ustadz Dhanu mengatakan bahwasanya kelak akan memperoleh pencerahan. Begitupun membukakan pintu maaf atas kesalahan dari masa lalu kepada orangtua.

“Mudah-mudahkan dapat pencerahan. Dan Allah SWT membukakan pintu maaf kita semua yang pernah berbuat salah,” tutur Ustadz Dhanu.

Referensi : Menyakiti Orangtua Masuk Kategori Anak Durhaka, Bisa Kena Azab Dunia Akhirat



Hukum Orang Tua Menyakiti Anak dan Dalil-dalilnya

Bagaimana hukum orang tua menyakiti anaknya dalam Islam? Adakah dalil-dalilnya tentang hal ini? Tentang anak durhaka pada orang tua, mungkin sudah biasa kita dengar bahkan banyak kisah yang menceritakannya. Sebaliknya, di zaman sekarang ternyata banyak juga orang tua durhaka pada anaknya. Beragam kasus menyeruak ke permukaan tentang perbuatan buruk orang tua pada anak ini di masyarakat kita saat ini. Sebut saja kasus ibu membuang anaknya, orang tua yang tega menyiksa anak, menelantarkan, hingga kasus berat memperkosa anak. Kasus-kasus seperti itu, bahkan semakin marak.  Tentang hukum orang tua menyakiti anak ini, ada sebuah riwayat di zaman Khulafaur Rasyidin yang bisa kita ambil hikmahnya. Alkisah, ada seseorang yang menemui Umar bin Khatthab untuk menceritakan sikap anak durhaka yang dilakukan anaknya sendiri. kemudian sang khalifah memanggil anak durhaka tersebut kemudian menegur apa yang sudah dilakukan anak tersebut. Anak itu kemudian bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak memiliki hak atas orangtuanya?” dan Umar membenarkan perkataan anak tersebut sembari menjelaskan jika haknya adalah memilihkan calon ibu yang baik untuknya, memberi nama baik dan mengajari tentang Al Quran. Kemudian anak tersebut berkata, “Wahai Amirul Mukminin, ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang tuan sebutkan itu. Ibuku wanita berkulit hitam bekas budak beragama Majusi. Ia menamakanku Ju’lan (tikus atau curut), dan dia tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur'an.  1. Bertaubat kepada Allah   Bertaubatlah kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya taubat, kita sebagai anak kerap kali juga berbuat salah kepada orangtua baik disengaja atau pun tidak, sebagaimana orang tua juga berbuat salah baik di mata kita maupun menurut syariat . Bagaimanapun, anak tetaplah anak, orang tua punya jasa besar terhadap anaknya yang ditetapkan dan diakui oleh syariat kita yang mulia, banyak sekali ayat dan hadits yang menjelaskan akan hal ini, satu di antaranya: Berkata-kata dengan sopan dan penuh kelembutan, dan jauhi perkataan yang menyakiti hati kedua orang tua adalah bagian dari syariat Islam yang mulia.   Umar lalu memandangi orangtua tersebut sembari berkata, “Engkau datang mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu.” Orangtua yang menyakiti hati anak ditambah dengan menelantarkan anaknya tersebut mengartikan jika orangtua baik ayah atau ibu sudah berdosa pada anak anaknya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang dikatakan telah cukup berbuat dosa bilamana menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).  Allah Ta’ala berfirman,   وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا   “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. Al Isra: 23).   2. Doakan ampunan dan kebaikan untuk mereka Allah Ta’ala berfirman,   وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا  Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sendiri telah menunjukkan kepada kita betapa lemah lembutnya beliau bersikap pada anak-anaknya. Tentang sikap Rasulullah ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:   لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا   “Dan sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan mengingat Allah dengan banyak”. [QS Al Ahzab : 21]. Dari shahabat Al-Hasan radhiyallahu ‘anhu sebagaimana diceritakan dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat, dan ketika beliau sujud, Al-Hasan (cucu beliau yang merupakan anak dari ‘Ali, pen.) melompat-lompat di atas punggung dan tengkuk beliau. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kepalanya dengan pelan agar tidak mengejutkannya. Beliau melakukan ini tidak hanya sekali.   Ketika shalat telah usai, para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang Engkau lakukan kepada Al-Hasan yang sebelumnya belum pernah kami lihat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesugguhnya dia adalah penyejuk hatiku di dunia. Sesungguhnya cucuku ini merupakan seorang pemimpin (negarawan, pen.). Aku berharap kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki dua kubu kaum muslimin melaluinya.” (HR. Ahmad no. 20535.   Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadis ini shahih.) Sifat Tercela Orangtua Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mencontohkan pada para orangtua untuk mengajarkan ilmu agama dan kebaikan pada anak-anaknya. Beliau melarang keras orangtua berbuat kasar pada anak. Hal ini karena baik buruknya anak sangat bergantung pada pola asuh orangtua. Dirangkum dari berbagai sumber berikut ini sifat orangtua yang tidak disukai oleh Rasulullah: 1. Bersikap kasar dan memaki anak Sebagai orangtua yang baik, tidak boleh memaki anak karena perilaku nakalnya.   Jika anak nakal, nasehatilah dengan lembut dan tetap penuh kasih sayang, bukan malah memaki anaknya atau bahkan menyumpahi anak. Rasulullah SAW sangat menekankan agar kita memberi nama yang baik kepada anak-anak kita. Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian." (HR. Abu Dawud).   Jadi, memaki anak dengan sebutan yang tidak pantas dan bermakna menghinakan anaknya merupakan sebuah bentuk kejahatan. 2. Orangtua yang pilih kasih Nu'man bin Basyir bercerita, "Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku Amrah binti Rawahah kemudian berkata, "Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehingga menemui Rasulullah." Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah SAW. sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku.  Rasulullah saw. berkata kepadanya, "Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?" Ia berkata, "Tidak." Rasulullah saw. berkata, "Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu." Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu." (HR. Muslim).   Orangtua yang memiliki anak lebih dari satu, dilarang untuk pilih kasih kepada anak-anaknya. Memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain adalah bentuk kejahatan orangtua kepada anaknya, karena sikap pilih kasih adalah salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturrahmi anak kepada orangtuanya dan pangkal dari permusuhan antar saudara.  3. Tidak memberikan pendidikan kepada anak   Bentuk perhatian yang tertinggi orangtua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah sikap orangtua yang sangat buruk.  Rerferensi : Hukum Orang Tua Menyakiti Anak dan Dalil-dalilnya. Hukum Orang Tua Menyakiti Anak dan Dalil-dalilnya

Bagaimana hukum orang tua menyakiti anaknya dalam Islam? Adakah dalil-dalilnya tentang hal ini? Tentang anak durhaka pada orang tua, mungkin sudah biasa kita dengar bahkan banyak kisah yang menceritakannya. Sebaliknya, di zaman sekarang ternyata banyak juga orang tua durhaka pada anaknya. Beragam kasus menyeruak ke permukaan tentang perbuatan buruk orang tua pada anak ini di masyarakat kita saat ini. Sebut saja kasus ibu membuang anaknya, orang tua yang tega menyiksa anak, menelantarkan, hingga kasus berat memperkosa anak. Kasus-kasus seperti itu, bahkan semakin marak.

Tentang hukum orang tua menyakiti anak ini, ada sebuah riwayat di zaman Khulafaur Rasyidin yang bisa kita ambil hikmahnya. Alkisah, ada seseorang yang menemui Umar bin Khatthab untuk menceritakan sikap anak durhaka yang dilakukan anaknya sendiri. kemudian sang khalifah memanggil anak durhaka tersebut kemudian menegur apa yang sudah dilakukan anak tersebut. Anak itu kemudian bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak memiliki hak atas orangtuanya?” dan Umar membenarkan perkataan anak tersebut sembari menjelaskan jika haknya adalah memilihkan calon ibu yang baik untuknya, memberi nama baik dan mengajari tentang Al Quran. Kemudian anak tersebut berkata, “Wahai Amirul Mukminin, ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang tuan sebutkan itu. Ibuku wanita berkulit hitam bekas budak beragama Majusi. Ia menamakanku Ju’lan (tikus atau curut), dan dia tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur'an.

1. Bertaubat kepada Allah 

Bertaubatlah kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya taubat, kita sebagai anak kerap kali juga berbuat salah kepada orangtua baik disengaja atau pun tidak, sebagaimana orang tua juga berbuat salah baik di mata kita maupun menurut syariat . Bagaimanapun, anak tetaplah anak, orang tua punya jasa besar terhadap anaknya yang ditetapkan dan diakui oleh syariat kita yang mulia, banyak sekali ayat dan hadits yang menjelaskan akan hal ini, satu di antaranya: Berkata-kata dengan sopan dan penuh kelembutan, dan jauhi perkataan yang menyakiti hati kedua orang tua adalah bagian dari syariat Islam yang mulia.


Umar lalu memandangi orangtua tersebut sembari berkata, “Engkau datang mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu.” Orangtua yang menyakiti hati anak ditambah dengan menelantarkan anaknya tersebut mengartikan jika orangtua baik ayah atau ibu sudah berdosa pada anak anaknya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang dikatakan telah cukup berbuat dosa bilamana menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

Allah Ta’ala berfirman,

 وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا 

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. Al Isra: 23).

2. Doakan ampunan dan kebaikan untuk mereka Allah Ta’ala berfirman,

 وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sendiri telah menunjukkan kepada kita betapa lemah lembutnya beliau bersikap pada anak-anaknya. Tentang sikap Rasulullah ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا 

“Dan sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan mengingat Allah dengan banyak”. [QS Al Ahzab : 21].
Dari shahabat Al-Hasan radhiyallahu ‘anhu sebagaimana diceritakan dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat, dan ketika beliau sujud, Al-Hasan (cucu beliau yang merupakan anak dari ‘Ali, pen.) melompat-lompat di atas punggung dan tengkuk beliau. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kepalanya dengan pelan agar tidak mengejutkannya. Beliau melakukan ini tidak hanya sekali. 

Ketika shalat telah usai, para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami melihat sesuatu yang Engkau lakukan kepada Al-Hasan yang sebelumnya belum pernah kami lihat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesugguhnya dia adalah penyejuk hatiku di dunia. Sesungguhnya cucuku ini merupakan seorang pemimpin (negarawan, pen.). Aku berharap kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki dua kubu kaum muslimin melaluinya.” (HR. Ahmad no. 20535. 

Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadis ini shahih.) Sifat Tercela Orangtua Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mencontohkan pada para orangtua untuk mengajarkan ilmu agama dan kebaikan pada anak-anaknya. Beliau melarang keras orangtua berbuat kasar pada anak. Hal ini karena baik buruknya anak sangat bergantung pada pola asuh orangtua. Dirangkum dari berbagai sumber berikut ini sifat orangtua yang tidak disukai oleh Rasulullah: 1. Bersikap kasar dan memaki anak Sebagai orangtua yang baik, tidak boleh memaki anak karena perilaku nakalnya. 

Jika anak nakal, nasehatilah dengan lembut dan tetap penuh kasih sayang, bukan malah memaki anaknya atau bahkan menyumpahi anak. Rasulullah SAW sangat menekankan agar kita memberi nama yang baik kepada anak-anak kita. Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian." (HR. Abu Dawud). 

Jadi, memaki anak dengan sebutan yang tidak pantas dan bermakna menghinakan anaknya merupakan sebuah bentuk kejahatan. 2. Orangtua yang pilih kasih Nu'man bin Basyir bercerita, "Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku Amrah binti Rawahah kemudian berkata, "Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehingga menemui Rasulullah." Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah SAW. sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku.

Rasulullah saw. berkata kepadanya, "Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?" Ia berkata, "Tidak." Rasulullah saw. berkata, "Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu." Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu." (HR. Muslim). 

Orangtua yang memiliki anak lebih dari satu, dilarang untuk pilih kasih kepada anak-anaknya. Memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain adalah bentuk kejahatan orangtua kepada anaknya, karena sikap pilih kasih adalah salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturrahmi anak kepada orangtuanya dan pangkal dari permusuhan antar saudara.

3. Tidak memberikan pendidikan kepada anak 

Bentuk perhatian yang tertinggi orangtua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah sikap orangtua yang sangat buruk.

Rerferensi : Hukum Orang Tua Menyakiti Anak dan Dalil-dalilnya