Jangan Lakukan Hal Ini, Atau Azab Segera Menimpamu. Orang tua merupakan sosok yang harus dimuliakan oleh seorang anak. Seorang anak juga harus berbakti kepada orang tua. Berbakti kepada orang tua, merupakan salah satu sebab diturunkannya ampunan dan rahmat Allah SWT. Bahkan, dengan berbakti kepada orang tua, juga memudahkan jalan seseorang menuju surga, termasuk menambah keberkahan usia dan rezeki mereka.
Diolah dari Magenta Islam dan beberapa sumber lain, ketika seorang anak durhaka kepada orang tua, utamanya ibu, maka ganjaran pedih siksa neraka dari Allah SWT akan didapatkannya. Perjuangan orangtua, khususnya Ibu, perihnya tentu tak dapat dibayar dengan apapun yang ada di dunia ini. Anak yang durhaka kepada orang tua, termasuk juga dalam golongan yang menentang Allah SWT.
Dosa atau durhaka kepada orang tua, sangatlah dibenci Allah. Allah akan mempercepat azab mereka yang durhaka kepada orang tua di dunia atau sebelum anak durhaka tersebut meninggal.
Hal ini sesuai hadist, "Ada dua pintu petaka yang disegerakan akibatnya di dunia, yaitu orang yang zalim dan durhaka kepada orang tua," (HR Al-Hakim).
Aisyah R.A berkata Rasulullah SAW bersabda, "Amal kebajikan yang disegerakan balasannya di dunia adalah berbakti kepada kedua orang tua dan menyambung tali silaturrahmi. Sedangkan kejahatan yang disegerakan siksaannya adalah berzina, durhaka kepada kedua orang tua, dan memutus silaturahim," (HR Imam Turmudzi dan Ibnu Majah).
Tsauban R.A. menyampaikan, Rasulullah SAW bersabda, "Tiga macam dosa yang akan menyia-nyiakan segala amal-amal lainnya, yaitu syirik atau mempersekutukan Allah, durhaka kepada ayah ibu, dan lari dari medan perang,” (HR At-Tabrabi).
Mereka yang durhaka kepada orang tua, maka Allah akan mengharamkan untuk mencium aroma surga. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan 1000 tahun, dan demi Allah tidak akan mendapatinya barang siapa yang durhaka kepada orang tuanya" (HR Thabrani).
Hadits-hadits ini menunjukkan betapa besarnya jasa orangtua kepada sang anak. Bahkan, meskipun anak tersebut kerap melakukan hal baik, namun tetap saja surga haram baginya.
Mereka yang durhaka kepada orang tua juga dianggap kufur nikmat. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu membenci bapak-bapakmu. Karena barang siapa membenci bapaknya, maka itu merupakan perbuatan kekafiran".
Maksud dari kekafiran yang dijelaskan dalam hadits tersebut adalah, mengingkari nikmat dari Allah ta'ala, yakni bapak dan ibu yang menjadi perantara hadirnya seorang anak. Azab pedih telah dijanjikan Allah. Hal ini dengan gamblang dijelaskan dalam Al-Qur'an yakni pada Surat Ibrahim ayat 7.
Referensi : Jangan Lakukan Hal Ini, Atau Azab Segera Menimpamu
Jangan sampai kita menjadi orangtua yang durhaka di mata Allah SWT. Sejak kecil kita selalu diperingatkan untuk tidakbersikap burukpada orangtua. Jangan sampai menjadi anak durhaka, yang suka membangkang dan menyakiti hati orangtua. Pasalnya, ridho Allah SWT berasal dari ridho orangtua.
Tak banyak orangtua yang menyadari kalau sikap buruk dan durhaka bukan hanya dilakukan oleh anak kepada orangtua. Mereka yang dianggap sudah dewasa, tahu mana baik dan buruk juga bisa bersikap durhaka pada anak sendiri.
Hal tersebut diungkapkan oleh ustaz Ayang Utriza Yakin, PhD., di akun Twitternya. Pria yang juga lulusan Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan banyak faktor yang membuat orangtua bisa menjadi durhakan terhadap anak-anaknya.
" Ratusan pertanyaan masuk yg isinya hampir semua sama 'apakah ada orangtua yg durhaka?', Jawaban sy: YA. Adakah dalilnya? 'ya, banyak baik dari Alquran & hadis," ungkapnya.
Siapakah Orangtua Durhaka?
Ustaz Ayang pun menjelaskan penyebab seseorang menjadi orangtua yang durhaka. Pertama, yaitu orangtua yang memberi nafkah untuk anaknya dari hasil kerja/ usaha yang haram.
" Korupsi, rampok, nyuri, jambret, malak, balak hutan, narkoba," tulisnya. Lalu kedua, orangtua yang durhaka yaitu mereka yang tidak memberikan teladan baik ke anak-anaknya. Seperti mencontohkan salat, berpuasa, mengaji dan mengenal Islam.
Membiarkan dan merendahkan anak
Bagi orangtua, jangan pernah mengucapkan kata kasar apalagi sampai menghina dan merendahkan. Hal tersebut sudah termasuk sikap durhaka dan sangat merusak mental anak. Ustaz Ayang juga mengingatkan hal tersebut, kalau orangtua yang durhakan adalah yang merendahkan anak sendiri"
" Orangtua yang menyakiti/ merisak/ menghina/ merendahkan anak-anaknya dengan ucapan/ kata2/ perlakuan hingga anak trauma atau rendah diri. Orangtua yang membiarkan anaknya dalam kemaksiatan dan keburukan seperti miras, narkoba, zina," ungkapnya.
Surah At Tahrim ayat 6
Ustaz Ayang mengingatkan para orangtua terutama Ayah untuk melindungi keluarganya. Bertanggung jawab pada anak dan mengasuhnya dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam surah At Tahrim ayat 6.
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Ustaz Ayang merujuk pada pendapat Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya al Jami li-Ahkam terkait ayat di atas. Yaitu: Orangtua wajib menjaga keluarganya dari apa yang membawa mereka ke neraka dengan mengajak anaknya berzikir, berdoa dan takwa kepada Allah SWT dan itu dilakukan dengan nasihat serta teladan perbuatan.
Anak Durhaka Bisa Jadi karena Orangtua Durhaka
Sikap durhaka anak, menurut ustaz Ayang, bisa jadi karena orangtua terlebih dulu yang durhaka pada anak-anaknya.
Seperti riwayat dalam kitab Tanbih al-Ghafilin (hal 69-70, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, Tahqiq: Abdullatif: Hasan Abdurahman).
Yaitu ketika ada seorang laki-laki datang menemui Sahabat Umar bin al-Khatab. Ia mengadu akan tindakan kurang ajar anaknya.
Bukannya mengakui kesalahannya, si anak justru mencela orang tuanya karena telah menelantarkannya. “ Wahai Amirul Mukminin... Bukankah orang tua juga punya kewajiban kepada anaknya?” tegas sang anak.
Penjelasan Selengkapnya
Mendengar penjelasan pihak si anak, Umar justru menegur keras orang tua si anak tersebut. Beliau memandang ke arah orang tua si anak dan memberinya nasihat:
“ Anda mengadu kepadaku akan kenakalan anakmu, sementara anda sendiri telah durhaka kepadanya sebelum dia durhaka kepadamu. Anda telah memperlakukannya dengan buruk sebelum ia memperlakukan buruk kepadamu!”
Referensi : Jangan sampai kita menjadi orangtua yang durhaka di mata Allah SWT
10 Azab Anak Durhaka pada Orangtua. IBU adalah seorang wanita yang telah melahirkan, merawat, melindungi dan mendidik kita dengan sepenuh hati. Kedudukan wanita dalam Islam dan kedudukan seorang ibu adalah mulia dan penting, dan Islam mewajibkan kita sebagai umat muslim untuk berbakti dan patuh kepada seorang ibu, seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits :
Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW. “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?”Rasulullah SAW. pun menjawab, “Ibumu.”Dan laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?” Rasulullah kembali menjawab “Ibumu.” Lalu orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”Rasulullah pun kembali menjawab “Ibumu.” Dan orang itu kembali bertanya untuk yang keempat kalinya, “Kemudian siapa?” lalu Rasulullah menjawab, “Ayahmu” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits diatas telah disebutkan hingga tiga kali oleh Rasulullah SAW. bahwa seorang ibu adalah orang yang wajib dan berhak mendapatkan perlakuan baik. Berbakti pada orang tua terutama pada seorang ibu Insya’allah akan membantu kita untuk masuk kedalam surga.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan : Suatu ketika, Ibnu Umar ra. bertanya kepada seseorang, “Apakah engkau takut masuk ke neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Lalu orang itu menjawab, “Ya” Ibnu Umar pun kembali berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memeberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari)
Lalu bagaimana jika seorang anak berperilaku buruk dan durhaka pada ibunya?
Anak yang durhaka terhadap orang tua tentu akan mendapatkan murka dari Allah SWT, terlebih kepada anak yang durhaka kepada seorang ibu, maka Allah akan menimpakan azab yang paling pedih, karena seorang ibu rela mengorbankan nyawanya demi kita. Itulah mengapa dalam Islam Allah meletakan kedudukan ibu sebagai orang yang mulia.
Doa seorang Ibu adalah doa yang paling mustajab dan dijaba oleh Allah SWT. baik itu doa yang baik ataupun doa yang buruk, doa orang tua adalah yang mustajab dan tidak diragukan lagi akan didengar oleh Allah. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW. pernah bersabda:
Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orangtua, doa orang yang bepergian(safar), doa orang yang teraniaya atau dizhalimi.” (HR. Abu Daud)
Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa doa orang tua adalah dia yang mustajab, yang baik maupun yang jelek. Maka dari itu sebagai anak, janganlah sampai membuat ibu kita mengucap atau mendoakan yang buruk karena kenakalan kita atau karena kita durhaka pada Ibu, naudzubillah. Dalam Islam, Allah akan menimpakan Azab pada anak yang durhaka, berikut beberapa azab untuk anak yang durhaka kepada ibunya :
1. Dibenci Allah SWT
Dalam sebuah hadits telah diriwayatkan : “Ridha Allah tergantung pada ridha orangtua, dan murkanya Allah tergantung pada murkanya orangtua.” (HR. Al-Hakim)
Maksud dari hadits tersebut adalah, Allah akan meridhai kita jika orang tua kita meridhainya, dan apabila orangtua kita murka kepada kita maka Allah pun begitu.
2. Didunia akan diberikan azab atau hukuman
Seorang anak yang durhaka kepada ibunya tidak hanya mendapat dosa, namun Allah juga akan menimpakan azab dunia bagi mereka yang durhaka kepada ibunya.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“Setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua orangtua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunya didalam hidupnya sebelum mati.”
3. Tidak diterima shalatnya oleh Allah SWT
Seorang anak yang durhaka shalatnya tidak akan diterima oleh Allah SWT, sebaik apapun dan sekhusyuk apapun, Allah akan tetap menolak sholat seorang anak yang durhaka. Dalam (HR. Abu Al-Hasan bin Makruf) telah dikatakan :
“Allah tidak akan menerima shalat orang yang dibenci kedua orangtuanya yang tidak aniaya terhadapnya.”
4. Dosa-dosanya tidak akan diampuni
Dari Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda :
Dikatakan kepada orang yang durhaka kepada orangtua, “Berbuatlah sekehendakmu , sesungguhnya aku tidak akan mengampuni.” Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orangtua, “bahwa berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya aku mengampunimu.” (HR. Abu Nu’aim)
Dalam hadits tersebut jelas dikatakan oleh Rasulullah SAW. bahwa Allah dan Rasul tidak akan memberikan ampunan kepada seseorang yang durhaka terhadap orangtuanya.
5. Terhapus semua amal ibadahnya
Seseorang yang rajin beribadah namun dia durhaka kepada orangtuanya (ibu) maka segala amal ibadah yang telah dilakukannya akan terhapus. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits berikut :
“Ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orangtua dan seorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu.” (HR. Thabrani)
Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa Allah SWT akan menghapus amal orang yang melakukan perbuatan syirik dalam Islam, seorang alim(berilmu) yang dipermainkan oleh orang dungu dan seorang yang anak durhaka.
Orang Tua Bisa Durhaka kepada AnakJika Melakukan 10 Hal Ini (Syekh Ali Jaber Menjelaskan). Biasanya yang kerap kita dengar adalahanakyangdurhakapadaorang tua. Namun sering tidak disadari ternyata ada juga dosaorang tuaterhadapanak. Salah satu yang kadang tidak terasa adalah dengan menyia-nyiakan keberadaananakyang sudah menjadi tanggung jawabnya. Menyia-nyiakananakyang paling parah adalah membiarkannya begitu saja tanpa diberikan pendidikan dan tidak mengajarkannya adab Islam. Dalam Islam,orang tuadiberi tanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anaknya dengan baik.
Anak lahir dalam keadaan yang belum mengetahui apa-apa dan tugas besar menanti para orang tua untuk membimbing anak-anaknya dengan baik.
Sebab itu, saat terdapat kesalahan saat mendidik anak, hal tersebut sudah menjadi dosa orang tua terhadap anak.
Syekh Ali Jaber yang berjudul “Orang Tua Bisa Durhaka kepada AnakJika Melakukan 10 Hal Ini (Syekh Ali Jaber Menjelaskan)” yang diunggah 14 Oktober 2020, dijelaskan apa saja dosa orang tua terhadap anaknya.
Syekh Ali Jaber menjelaskan ada 10 dosa orang tua kepada anaknya, yaitu:
Suka mencaci maki anak
Pernah mencaci maki anak? Mulai saat ini, para orang tua jangan cepat emosi dan mengumbar caci maki terhadap anak.
Jangan sampai orang tua mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas dan merusak hati anak. Hal tersebut bisa menjadi dosa.
“Saya selalu bilang. Jika sedang emosi jauhlah dari anak. Jangan dijadikan anak korban”, kata Syekh Ali Jaber.
2. Menghina anak
Menurut Syekh Ali Jaber, menghina anak sendiri di hadapan orang lain merupakan dosa orang tua kepada anaknya.
Janganlah menghina anak di depan orang lain, apalagi di depan kawan-kawannya. Karena itu akan membuat anak rendah diri di hadapan orang lain.
Kata Syekh Ali Jaber, bisa saja saat dicaci maki di saat itu anak kita tidak menangis, tapi sudah mati rasa. Akhirnya hal itu tersimpan di hati kecilnya.
Kalau sudah seperti itu, akan sulit membina anak menjadi soleh atau soleha karena hatinya sudah dihancurkan duluan oleh perkataan orang tuanya.
“Itu yang saya selalu sampaikan, itulah yang namanya durhaka orang tua kepada anak sebelum anak durhaka kepada orang tua”, kata Syekh Ali Jaber.
Bila anak punya perilaku yang tidak bisa kita terima, ujar Syekh Ali Jaber, bisa dinasihati dengan cara yang baik bukan di depan orang.
3. Selalu membandingkan dengan orang lain
Hati seorang anak mana yang tidak sakit hati kepada orang tuanya, ketika ia dibandingkan dengan orang lain.
Oleh karena itu, jangan sampai orang tua membanding-bandingkan anaknya dengan orang lain.
Termasuk membandingkan dengan saudaranya yang lebih pintar, atau lebih baik. Itu bahaya, akan ada dampak psikologis, si anak akan berkecil hati dan benci kepada orang yang selalu dibanding-bandingkan dengannya.
“Jadi jangan kita membandingkan anak dengan orang lain. Mohon maaf, kita yang dewasa aja kalau ada orang yang membandingkan kita sama orang lain kita tersinggung. Apalagi anak kita,” ungkap Syekh Ali Jaber.
4. Cinta dengan syarat
Banyak contoh, tanpa disadari orang tua seolah-olah cinta kepada anaknya tapi diembel-embeli dengan syarat.
Misalnya, aku cinta kamu tapi syaratnya begini. Aku cinta kalau kamu sholat. Aku cinta kalau kamu ngaji, aku cinta kalau kamu diam, aku cinta kalau kamu gak nonton TV.
Menyatakan rasa cinta kepada anak, kata Syekh Ali Jaber, ucapkan dengan tulus. Tidak perlu pakai syarat apapun. Jangan sampai anak kehilangan rasa cinta dari orang tuanya di rumah.
“Kalau mau cinta ya cinta ndak usah pakai syarat ini anak kita. Mau cinta ya cinta, cinta yang normal, kasih sayang yang wajar yang wajib bagi kita sebagai orang tua memberikan kasih sayang dan rasa cinta kepada anak kita. Kalau kita tidak menunjukkan rasa cinta kepada anak kita, dia akan lama-lama melarikan diri kepada orang lain,” ujar Syekh Ali Jaber.
5. Menyampaikan informasi yang salah kepada anaknya
Melarang anak (misalnya anaknya laki-laki) dengan mengatakan bahwa laki-laki tidak boleh menangis, ternyata itu merupakan perkataan orang tua yang salah.
Bayangkan jika setiap si anak akan menangis selalu ia tahan, sehingga menjadi beban. Akibatnya, mental sang anak akan menjadi jatuh.
Itu akan mengakibatkan sakit jiwa. Karena setiap dia akan mengeluarkan kesedihannya dengan menangis, dia menahannya. Ini bisa menjadi beban yang merusak jiwanya.
6. Memberikan ancaman kepada anak
Menyuruh anak makan dengan menggunakan kata-kata ancaman, itu salah dan bisa menjadi dosa orang tua.
Misalnya bilang begini kepada anak: “Ayo makan habisin, kalau tidak (akan) datang hantu” atau “Mau tidur nggak? Kalau kamu nggak tidur nanti ada (hantu) yang temenin”.
Syekh Ali Jaber mengungkapkan, berdasarkan penelitian ahli psikologi dan jiwa bahwa dari sisi psikologi jiwa dan akal, anak dari usia 2 hingga 7 tahun jika diberi perhatian dengan penuh dia (anak) mampu menguasai 7 bahasa.
“Bahasa kita, bahasa daerah, bahasa Arab, bahasa Inggris, terserah. Kenapa kita sia-siakan kesempatan masa emas ini yang luar biasa,” kata Syekh Ali Jaber.
7. Melarang anak melakukan sesuatu tanpa sebab
Orang tua seringkali melarang sang anak melakukan sesuatu dengan tanpa alasan atau sebab yang jelas. Hal tersebut tidak boleh dilakukan oleh orang tua.
“Kita suka melarang tidak boleh, tidak ada, tidak bisa, tapi kita tanpa menjelaskan sebabnya. Kalau mau melarang tolong jelasin sebabnya”, kata Syekh Ali Jaber.
Jadi, jika mau melarang sang anak melakukan sesuatu, maka berikan alasan yang jelas, supaya anak mengerti kenapa hal tersebut dilarang.
“Seharusnya dijelaskan baik-baik, misalnya jangan nonton TV jika sudah malam karena nanti menggangu matamu. Kalau makan habiskan makanan itu karena dalam makanan ada barkah”, tutur Syekh Ali Jaber.
8. Menghancurkan perasaan anak terhadap dirinya
Saking tak kuat menahan amarahnya, banyak orang tua yang melontarkan kata menyesal atas kelahiran anaknya. Dan tanpa sadar berucap bahwa anaknya bodoh.
Misalnya: “Hey, kamu bodoh selama-lamanya ndak bakal jadi pinter”. atau “Saya menyesal punya, anak seperti kamu.”
“Astagfirullahaldzim, ada orang (tua) sejahat itu (kepada anak)”, kata Syekh Ali Jaber.
“Ya Allah ini sudah betul-betul betul-betul menghancurkan total anak kita,” Syekh Ali Jaber menambahkan.
9. Mendoakan anak yang buruk-buruk
Hindari jngan sampai terjadi, karena kesalnya orang tua kepada anak, lantas mengucapkan doa yang buruk kepada anaknya.
10 Mendoakan anak yang buruk-buruk
Hindari jngan sampai terjadi, karena kesalnya orang tua kepada anak, lantas mengucapkan doa yang buruk kepada anaknya.
Misalnya karena kesal anak kita keluar dari rumah tanpa minta izin dan ridlo kita, lalu bilang: “Mudah-mudahan kamu celaka”. Jika sampai doa buruk itu terkabul, akan menjadikannya menyesal.
Rasulullah SAW melarang orang tua mendoakan anaknya yang buruk. Kalau ternyata diijabah doanya oleh Allah, orang tua itu akan menyesal selamanya.
“Kalau Anda (orang tua) tidak mampu sakit hati sama anak kita, tidak bisa mendoakan baik, lebih baik diam. Jangan mendoakan anak celaka”, kata Syekh Ali Jaber.
10. Membuka aib anak di hadapan orang lain
Tahan diri dan hindari jangan sampai membongkar aib anak sendiri di hadapan orang lain. Hal tersebut bisa menyebabkan sang anak sakit hati. Selain bisa meruntuhkan rasa percaya diri anak, jika ucapan orang tua itu sampai di telinga teman-temannya, bisa jadi anak tersebut menjadi bahan ledekan.
Referensi : Orang Tua Bisa Durhaka kepada AnakJika Melakukan 10 Hal Ini (Syekh Ali Jaber Menjelaskan)
10 Tanda Orang Tua Durhaka kepada Anak, Syekh Ali Jaber: Sangat Berbahaya jika Lakukan Ini. Sifat durhaka adalah sifat yang tidak baik dan bisa membuat seseorang berdoa. Syekh Ali Jaber telah menjelaskan bahwa durhaka adalah perbuatan yang tercela. Pada umumnya sifat durhaka sering disematkan kepada anak. Anak-anak yang suka membangkang dan memiliki perilaku tercela kepada orang tua bisa disebut dengan anak durhaka. Namun ternyata sifat durhaka tak hanya dimiliki oleh anak saja. Menurut almarhum Syekh Ali Jaber ternyata orang tua juga bisa jadi durhaka kepada anak. berikut adalah 10 tanda orang tua durhaka kepada anak menurut almarhum Syekh Ali Jaber:
Yang pertama orang tua suka mencaci maki anak. Ini sangat bahaya apalagi kalau orang tua sedang emosi.
Yang kedua kita menghina anak. Misalnya orang tua menghina mereka di hadapan orang lain dan teman-temannya,"
Yang ketika orang tua selalu suka membandingkan anak-anak dengan orang lain. Hal ini berbahaya karena bisa menimbulkan kecil hati dan kebencian kepada orang lain.
Yang keempat cinta dengan syarat. Misalnya seorang ibu bilang dia cinta anaknya kalau anaknya mau ngaji, harusnya kalau cinta ya cinta saja jangan pakai syarat.
Yang kelima orang tua menyampaikan informasi yang salah kepada anak kita. Misalnya orang tua bilang laki-laki tidak boleh nangis, padahal tidak seperti itu dan hal ini bisa menyebabkan sakit jiwa.
Yang keenam ini yang lebih bahaya adalah orang tua yang selalu memberikan ancaman. Misalnya anak ditakut-takuti hantu.
Yang ketujuh kita selalu melarang anak kita tanpa menjelaskan alasannya.
Yang kedelapan menghancurkan kepercayaan anak terhadap dirinya. Misalnya mengatakan anaknya adalah anak yang bodoh.
Yang kesembilan orang tua yang berdoa untuk anak dengan doa-doa yang buruk. Misalnya mendoakan anaknya celaka.
Yang kesepuluh orang tua suka membongkar aib anak dihadapan orang lain. Misal membongkar rahasia dia masih suka mengompol.
Referensi : 10 Tanda Orang Tua Durhaka kepada Anak, Syekh Ali Jaber: Sangat Berbahaya jika Lakukan Ini
Ustaz Abdul Somad Ungkap Orang Tua yang Durhaka pada Anaknya, Singgung Cerita Umar bin Khattab. Ustaz Abdul Somad atau UAS dalam ceramahnya menyikapi pertanyaan terkait orang tua yang bisa menjadi durhaka kepada sang anak. UAS mengungkapkan perihal hukum agama terhadap orang tua yang menjadi durhaka kepada seorang anak yang menurutnya sudah lumrah terdengar. Namun, bagaimana menurut UAS, apakah orang tua juga bisa menjadi durhaka kepada sang anak? UAS menceritakan sahabat nabi yang ditemui oleh orang tua yang melaporkan anaknya.
Lantas orang tua tersebut mengadukan kepada Umar bin Khattab soal perbuatan anaknya yang tidak terpuji. Lalu, anak tersebut bertanya kepada Umar bin Khattab. "Hai Umar bin Khattab, apakah seorang anak punya hak terhadap ayahnya?" tanya anak tersebut seperti dikisahkan oleh Ustaz Abdul Somad. Selain itu anak tersebut membeberkan kepada Umar bin Khattab bahwa dirinya tidak mendapatkan hak-hak kebaikan dari sang ayah.
Anak tersebut juga menuturkan bahwa ibunya tidak baik, makanannya tidak baik, dan dirinya juga tidak diberikan nama yang baik oleh sang ayah. Lantas, Umar bin Khatab pun mengatakan bahwa orang tua tersebut telah durhaka terlebih dahulu kepada anaknya. Pasalnya, orang tua itu tidak memberikan hal-hal yang baik kepada anak tersebut. "Sebelum anakmu durhaka kepadamu, kamu sudah durhaka kepada anakmu," kata Ustaz Abdul Somad mengibaratkan ucapan Umar bin Khattab.
Dari kisah tersebut, Ustaz Abdul Somad berpesan untuk selalu memberikan hal-hal yang baik kepada anak, jika tidak ingin dikategorikan ke dalam orang tua yang durhaka.
Berikut beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kisah di atas:
Carilah istri yang sholehah yang akan menjadi ibu yang baik bagi anak.
Berikan nama yang baik untuk anak. Jangan sembarangan dalam memberi nama untuk anak apalagi jika nama tersebut mengandung keburukan.
Berikanlah anak-anak makanan yang halal dan jauhi yang haram.
Lebih lanjut, Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa makanan yang tidak halal bisa membuat hati seseorang menjadi gelap. Jangan sampai anak durhaka kepada orang tua akibat orang tua yang terlebih dahulu durhaka kepada hak-hak anak.
Referensi : UAS Ungkap Orang Tua yang Durhaka pada Anaknya, Singgung Cerita Umar bin Khattab