This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 26 Agustus 2022

Laki-Laki Yang Pantas Diceraikan

Laki-Laki Yang Pantas Diceraikan

Firma hukum kami menyediakan layanan konsultasi hukum online, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain guna kepentingan hukum klien di dalam maupun di luar pengadilan. Fokus praktek kami Penanganan Kasus Hukum dan Pengurusan Legalitas serta Perizinan. Sejak aktif tahun 2017, beragam klien telah menggunakan jasa kami. Mulai dari orang perseorangan, UMKM, hingga Perusahaan.

PERDATA UMUM: Perjanjian, Wanprestasi, Perbuatan Melawan Hukum, Penagihan Hutang Piutang, Restrukturisasi Kredit, Kredit Macet, Kredit Bermasalah, Pertanahan, Sengketa Tanah, Perceraian, Hak Asuh Anak, Pembagian Harta Bersama, Warisan.

PERDATA KHUSUS: Hak Cipta, Merek, Arbitrase, Kepailitan, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, Pilkada, Perlindungan Konsumen, Desain Industri, Paten, Persaingan Usaha.

PERDATA AGAMA: Perceraian, Hibah, Wasiat, Isbat Nikah, Pembatalan Perkawinan, Ekonomi Syariah, Wakaf, Harta Bersama Muslim, Hak Asuh Anak Muslim, Penetapan Ahli Waris Islam.

PIDANA UMUM: Penggelapan, Penghinaan, Penipuan, Perjudian, Perusakan, Kesusilaan, Lalu Lintas, Pemalsuan, Pembunuhan, Pemerasaan, Pengancaman, Penadahan, Pencurian, Penganiayaan, Keterangan Palsu.

PIDANA KHUSUS: Fidusia, Informasi & Transaksi Elektronik, Kejahatan Hak Cipta, Ketenagakerjaan, Korupsi, Pidana Korporasi, Narkoba, Paten, Pencucian Uang, Penyiaran, Perdagangan Orang, Pertambangan, Rahasia Dagang, Tindak Pidana Ekonomi, Perlindungan Anak, Hak Asasi Manusia, KDRT, Kejahatan Merek, Lingkungan Hidup, Migas, Pelayaran, Perumahan & Pemukiman, Pidana Khusus Kehutanan, Senjata Api, Uang Palsu, Farmasi, Illegal Logging, Keimigrasian, Pangan, Perpajakan, Perbankan, Pornografi, Pidana Perlindungan Konsumen.

TATA USAHA NEGARA: Hak Uji Materil, Kependudukan & Kewarganegaraan, Lelang, Pendidikan, Asuransi, Lingkungan Hidup, Partai Politik, Pilkada, Perijinan, Badan Hukum, Kepegawaian, Merek, Tender, Perpajakan.

Referensi : Laki-Laki Yang Pantas Diceraikan



Golongan Suami yang Tidak Pantas Dipertahankan Menurut Islam

Golongan Suami yang Tidak Pantas Dipertahankan Menurut Islam

Golongan Suami yang Tidak Pantas Dipertahankan Menurut Islam. Pernikahan merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Untuk membangun mahligai pernikahan yang bahagia, pasangan harus menjalin keharmonisan dan saling mengasihi satu sama lain.

Jika pernikahan berjalan tak sesuai harapan, risiko terjadinya perceraian pun besar. Mengutip Buku Pintar Khutbah Jumat Terbaik karya Ibnu Marzuki Al-Gharani (2018), Allah SWT sangat membenci perbuatan ini (perceraian).

Bahkan, seorang wanita yang meminta cerai dikatakan tidak bisa mencium bau surga, apalagi masuk ke dalamnya. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa pun perempuan yang meminta talak kepada suaminya tanpa ada alasan maka haram baginya wewangian surga.” (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

Kendati demikian, Islam memberikan pengecualian untuk sebab tertentu. Ada golongan suami yang tidak pantas dipertahankan menurut Islam dan membuat seorang istri diperbolehkan meminta cerai. Seperti apa golongan tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Golongan Suami yang Tidak Pantas Dipertahankan

Memang benar suami adalah seorang pemimpin dalam rumah tangga, tetapi tidak berarti ia bisa bertindak sesuka hati dan berbuat zalim. Tugas utama seorang suami adalah membimbing dan mengarahkan istrinya ke jalan yang benar dengan lantasan cinta.

Seorang suami wajib menuntun istri dan anak-anaknya menuju jalan Allah SWT. Ia harus menunjukkan tanggung jawab dan kewibaannya sebagai kepala rumah tangga.

Dalam Islam, ternyata ada golongan suami yang tidak pantas dipertahankan, sehingga seorang istri boleh meminta cerai. Berikut penjelasannya yang bisa Anda simak:

1. Suami yang tidak bertanggung jawab

Dijelaskan dalam buku 1001 Tanya Jawab dalam Islam susunan Ustad Muksin Matheer (2015), tanggung jawab merupakan hal terpenting yang harus dimiliki seorang suami. Ia harus bisa menafkahi istrinya lahir dan batin, memenuhi hak-haknya, dan memberikan tempat tinggal yang layak.

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni mengatakan bahwa suami yang tidak mau memberi nafkah istrinya, sehingga sang istri menjadi bimbang antara bersabar atau minta berpisah, tidak pantas untuk dipertahankan.

2. Suami yang berlaku kasar

Islam melarang suami melakukan tindakan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), baik secara verbal maupun nonverbal. Apalagi jika perbuatan tersebut dilakukan tanpa dasar syar’i yang dibenarkan.

Jika hal ini terjadi, seorang istri boleh meminta cerai kepada suaminya. Meski tidak ada saksi, bukti kekerasan yang dilakukan suami bisa menjadi alasan yang kuat untuk mengadakan perceraian.

3. Suami yang fasik

Suami dikatakan fasik jika sering melakukan dosa-dosa besar dan meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Dalam rumah tangga, kefasikan suami yang dibiarkan bisa menyebabkan kekafiran dan rusaknya akad nikah.

Istri yang sudah bersabar atas perbuatan suaminya dan tak pernah berhenti menasehati, namun suami tetap melakukan dosa-dosa tersebut, maka dibolehkan untuk meminta cerai. Jika suami menolak, maka ia bisa menaikkan perkaranya ke persidangan.

Siapa yang Lebih Kuat Hadapi Perceraian, Pria atau Wanita

Siapa yang Lebih Kuat Hadapi Perceraian, Pria atau Wanita

Perceraian bakal memberikan dampak pada pria maupun wanita. Salah satunya dari sisi kesehatan. Namun dari berbagai penelitian disebutkan bahwa dampak kesehatan ini lebih besar dialami oleh pria dibanding wanita.

Salah satu efek negatif adalah terjadi perubahan gaya hidup seperti merokok atau konsumsi alkohol. Menurut studi di jurnal Social Science and Medicine pada 2012, saat menikah istri cenderung mengajak dan menyemangati suami untuk hidup lebih sehat, seperti berhenti merokok, berhenti mengonsumsi alkohol atau berolahraga teratur.

Usai bercerai, pengaruh positif dari istri tak lagi didapatkan sehingga pria cenderung akan kembali pada kebiasaan hidup yang tidak sehat.

Sementara itu pada penelitian lain juga disebutkan bahwa pria cenderung bergantung secara emosional dengan istrinya. Pada penelitian tersebut dilakukan survei mengenai siapa yang akan diajak berdiskusi pertama kali saat sedang sedih, kecewa, marah atau Depresi. Hasilnya 71 persen pria memilih istrinya, sementara hanya 39 persen wanita memilih suaminya.

Wanita yang sudah menikah cenderung memiliki dukungan emosional lebih baik dibanding pria seperti dari keluarga atau teman terdekatnya. Bukan berarti pria tidak memiliki dukungan emosional dari keluarga atau teman terdekat, tetapi karena pria cenderung sulit untuk mengungkapkan perasaannya atau bercerita mengenai masalahnya dengan orang lain.

Selain itu pria yang sudah menikah juga cenderung bergantung pada istri dalam menjadi kurang mandiri dalam melakukan kegiatan tertentu seperti mengepak perlengkapan, disiapkan sarapan atau makan dan masih banyak lagi. Akibatnya, pria menjadi lebih rapuh karena kehilangan sosok istri tempatnya selama ini bergantung.

Menurut studi di British Journal of Sociology, tak heran pria cenderung lebih cepat ingin menemukan pasangan baru atau menikah lagi dibandingkan wanita. Sementara wanita cenderung trauma untuk menikah lagi.

Hal tersebut dikarenakan pria cenderung lebih bergantung secara emosional dengan pasangannya, sehingga dorongan untuk menikah lagi juga lebih besar. Bahkan disebutkan juga bahwa pria yang memiliki dukungan sosial yang rendah – baik dari teman atau keluarga – cenderung akan menikah lagi.


Referensi : Siapa yang Lebih Kuat Hadapi Perceraian Pria atau Wanita?




Tanda Anda Bakal Bercerai

Tanda Anda Bakal Bercerai

Tanda Anda Bakal Bercerai. Setelah menggali berbagai penelitian yang bicara angka perceraian, jurnalis dan penulis Anneli Rufus menganalisa sekaligus menyimpulkan sejumlah tanda terjadinya perceraian. Jika Anda dan pasangan mendapati satu dari 15 tanda ini, tak perlu berkecil hati. Dengan mengenali beberapa tanda perceraian, Anda dan pasangan bisa lebih bijak menyikapi masalah. 

1. Usia pernikahan 

Jika Anda perempuan yang menikah muda, sebelum 18 tahun, peluang perceraian mencapai 48 persen dalam jangka waktu pernikahan 10 tahun. 

2. Keinginan memiliki anak 

Jika Anda perempuan yang memiliki keinginan lebih kuat untuk punya anak dibandingkan pasangan, ini juga pertanda perceraian. Perbedaan perspektif atau keinginan tentang anak memicu perceraian dua kali lebih besar daripada pasangan yang bersepakat untuk memiliki anak.

3. Jumlah anak perempuan dan lelaki 

Jika Anda memiliki dua anak lelaki, peluang perceraiannya mencapai 36,9 persen. Sedangkan dengan memiliki dua anak perempuan, kemungkinan perceraian lebih tinggi, sekitar 43,1 persen.

4. Kadar testosteron

Pria dengan kadar testosteron tinggi kecenderungan perceraiannya juga tinggi, sekitar 43 persen. Sedangkan pria dengan kadar testosteron rendah, peluangnya lebih kecil untuk bercerai. 

5. Anak penderita ADHD 

Jika anak Anda terdiagnosa menderita ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder), kemungkinan terjadi perceraian sebesar 22,7 persen sebelum anak berusia delapan tahun. Sedangkan orangtua yang memiliki anak sehat tanpa diagnosa ADHD, pernikahannya akan cenderung lebih aman.

6. Kemampuan mengenal dan menerima pasangan 

Kemampuan Anda atau pasangan untuk saling menerima atau mengenal lebih dalam memengaruhi kualitas pernikahan. Mereka yang tak saling mengenali individu secara mendalam, cenderung tak langgeng pernikahannya.

7. Foto masa kecil Perhatikan foto masa kecil Anda. 

Jika Anda tersenyum, tandanya pernikahan Anda akan langgeng. Sedangkan jika foto saat masih kecil cenderung tanpa ekspresi, ini pertanda tak baik.  Anda cenderung lebih mudah bercerai.

8. Bayi meninggal pada usia 20 minggu 

Mereka yang pernah mengalami keguguran, dengan bayi meninggal saat usia kandungan 20 minggu, atau meninggal saat persalinan, atau setelah persalinan, memicu problem pernikahan. Kemungkinan perceraian pada pasangan yang mengalami peristiwa buruk ini mencapai 40 persen.

9. Penyakit pada laki-laki dan perempuan 

Perempuan yang terdiagnosa kanker memengaruhi hubungan pernikahan. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah tingkat perceraian enam kali lebih tinggi. Sebaliknya, pria yang terdiagnosa kanker, tak lantas membuat pernikahan hancur.

10. Beda bangsa 

Pernikahan beda bangsa dan hidup berjauhan menjadi penyebab tingginya tingkat perceraian. Sebagai gambaran jika perempuan dari Asia Tengah menikah dengan pasangan beda kenegaraan dan hidup terpisah, tingkat perceraiannya mencapai 98 persen. Sedangkan perempuan Afrika-Amerika yang tinggal terpisah dengan pasangannya kemungkinan perceraiannya tergolong tinggi (72 persen), namun lebih rendah daripada perempuan Asia Tengah dan perempuan yang tinggal di negara bekas jajahan Spanyol atau Hispanik.

11. Karier 

Profesi penari atau koreografer lebih tinggi tingkat perceraiannya, mencapai 43,05 persen. Sedangkan ahli matematika, kemungkinan perceraian 19,15 persen dan pelatih hewan 22,5 persen. 

12. Petani versus insinyur 

Kehidupan di pedalaman sebagai petani memiliki kemungkinan perceraian lebih tinggi, yaitu 7,63 persen, dibandingkan ahli tenaga nuklir, 7,29 persen.

13. Cedera otak 

Entah Anda atau pasangan yang menderita cedera otak, pernikahan akan berujung pada perceraian. Namun jumlahnya tak banyak, hanya 17 persen pasangan yang memutuskan mengakhiri pernikahan karena masalah ini.

14. Perempuan Asia lebih bertahan 

Perempuan Asia lebih sedikit yang bercerai pada pernikahan pertamanya, hanya 20 persen. Bandingkan dengan perempuan Hispanik (34 persen), Kaukasian (32 persen), dan Afrika-Amerika (47 persen).

15. Karier militer 

Perempuan yang berkarier di militer memiliki kecenderungan perceraian 250 persen lebih tinggi. Sebaliknya, pria yang berkarier di militer pernikahannya aman-aman saja.

Laki-laki yang Tidak Layak Dijadikan Suami

Ilustrasi : Laki-laki yang Tidak Layak Dijadikan Suami

1. Aqidahnya rusak

Aqidah yang rusak, bisa menyebabkan seseorang keluar dari islam. Karena kerusakan aqidah, merupakan gerbang kekufuran. Sementara Allah melarang wanita muslimah menikah dengan lelaki musyrik atau kafir.


وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ

Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. (QS. Al-Baqarah: 221)


Karena itu, perlu diwaspadai model lelaki yang demen dengan klenik, tenaga dalam, amalan-amalan pesugihan, pemikat orang, suka berteman dengan paranormal, bercita-cita mendapat karomah layaknya wali, atau merawat jimat. Umumnya mereka sangat sulit disembuhkan. Sekali percaya dengan dukun gurunya, biasanya terikat untuk terus jadi budak si dukun.


Beberapa istri sempat mengadukan keadaan suaminya ke konsultasisyariah.com. Karena sejak berteman dengan paranormal, kebiasaannya menjadi aneh, dan suka menjadikan istri sebagai objek percobaan.

Termasuk juga mereka yang memiliki pemahaman menyimpang, seperti pengikut Syiah, penganut wihdatul wujud, atau penganut tarekat sesat lainnya. Tidak ada yang bisa dipertahankan dari aqidah mereka.


2. Tidak pernah Shalat

Shalat merupakan ibadah paling penting dalam islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan shalat sebagai batas antara mukmin dan kafir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ

Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kesyirikan atau kekufuran adalah meninggalkan shalat. (HR. Ahmad 15183, Muslim 82, dan yang lainnya).

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjadikan shalat sebagai perjanjian besar umat islam. Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُم الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Karena itu, siapa yang meninggalkannya maka dia kafir. (HR. Ahmad 22937, Nasai 463, Turmudzi 2621, dan dishahihkan al-Albani).

Karena alasan ini, para sahabat menghukumi orang yang meninggalkan shalat, sebagimana orang kafir. Seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq mengatakan,


كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلَاةِ

Dulu para sahabat, tidaklah mereka menganggap ada satu ibadah yang apabila ditinggalkan bisa menyebabkan kafir, selainshalat. (HR. Turmudzi 2622, dan dishahihkan al-Albani)

Orang tidak shalat, sejatinya sumber petaka di rumah tangga. Karena itu, hindari kriteria calon suami yang tidak shalat.

3. Tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenis

Allah ta’ala melarang orang baik-baik untuk menikah dengan lelaki pezina atau wanita pezina, hingga mereka bertaubat dari zinanya.


الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

”Laki-laki pezina tidak boleh menikah melainkan dengan perempuan pezina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan pezina tidak boleh dikawini melainkan oleh laki-laki pezina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An-Nur: 3)


Diantara hikmah larangan menikahi mereka adalah agar istri tidak terkena imbas buruk dari kebiasaan suami yang pernah berzina namun belum taubat. Karena penyakit mudah suka terhadap lawan jenis, bisa saja kambuh. Terlebih jika dia pernah berhubungan di luar nikah. Sehingga perbuatannnya ini memicunya untuk selingkuh.


4. Berpenghasilan haram

Hidup serba kecukupan adalah dambaan setiap wanita. Dengan segala fasilitas yang lengkap, memudahkan dirinya untuk melakukan berbagai aktivitasnya. Namun itu semua hanya standar dunia. Standar yang hanya kembali pada kebahagiaan lahiriyah, yang tentu saja itu bukan segala-galanya. Konsekuensi menikah dengan lelaki berpenghasilan haram, berarti siap untuk makan harta haram hasil kerja suami. Rela untuk berbahagia dengan yang haram.


Dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Tidak ada daging yang tumbuh dari as-suht, kecuali neraka lebih layak baginya.” (HR. Turmudzi 614 dan dishahihkan al-Albani).

Ibnu Rusyd mengatakan,


ولم يختلف المذهب – المالكية – أن البكر إذا زوجها الاب من شارب الخمر، وبالجملة من فاسق، أن لها أن تمنع نفسها من النكاح، وينظر الحاكم في ذلك، فيفرق بينهما، وكذلك إذا زوجها ممن ماله حرام، أو ممن هو كثير الحلف بالطلاق

Ulama madzhab Malikiyah tidak berselisih pendapat bahwa seorang gadis yang dinikahkan ayahnya denagn lelaki peminum khamr atau lelaki fasik secara umum, dia berhak untuk menolak lamaran nikah, sementara hakim menimbang masalah dan memisahkan keduanya. Demikian pula jika dia dinikahkan dengan orang yang hartanya haram atau lelaki yang suka mengancam talak (Bidayatul Mujtahid, Hal. 404).


Berfikir 1000 kali untuk memiliki calon suami pegawai bank, berpenghasilan riba di luar bank, atau bekerja membantu proyek yang haram, pegawai perusahaan barang haram, dst. Halal haram penghasilan orang tua, menentukan keberlangsungan hidup anaknya.


5. Perokok berat

Selain merugikan kesehatan, merokok juga dapat membuat sebagian besar wanita ill feel. Ada beberapa alasan, mengapa mereka tidak suka perokok,

  • Pertama, aroma tubuh seorang perokok tidak sedap apalagi perokok berat. Bagi orang yang tidak merokok, ngobrol bersama perokok adalah sebuah siksaan batin. Dia dipaksa sabar untuk menahan nafas bau mulutnya yang sangat tidak sedap.
  • Kedua, kebutuhan beli rokok, jelas mengurangi kantong tabungan sang suami. Jika kebutuhan rokok 10 ribu/bungkus/hari, dalam satu bulan suami menghabiskan 300rb hanya untuk menambah sesak paru-parunya.
  • Ketiga, ancaman bahaya bagi perokok pasif. Beberapa kasus anak kecil yang meninggal karena dosa ayahnya, ahli hisab rokok. Sebenarnya dia sudah berupaya menghindari anaknya ketika merokok. Tapi endapan nikotin di baju sang ayah, tidak bisa dihindarkan dan tercium si anak.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah ingatkan, agar kita selalu berusaha menghindari hal yang membahayakan,


لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan.” (HR. Ibnu Majah. Hadis ini di shahihkan oleh Albani).


Referensi : Laki-laki yang Tidak Layak Dijadikan Suami


Kriteria Laki-laki yang Tidak Layak Dijadikan Suami Muslimah

Kriteria Laki-laki yang Tidak Layak Dijadikan Suami Muslimah

Semua orang mendambakan hidup bahagia. Terlebih setelah dia menikah. Karena perjalanan panjang manusia, tidak lepas dari keterlibatan keluarga di sekitarnya. Setiap lelaki ingin mendapatkan istri yang baik, menurut kriterianya. Demikian pula, setiap wanita ingin mendapatkan suami yang baik menurut kriterianya. Karena standar bahagia setiap manusia, berbeda-beda. 


Mungkin anda akan merasa terheran ketika melihat ada pasangan suami istri, yang perbandingan wajahnya ’selisih jauh’, ibarat langit dan bumi. Tapi bagi masing-masing, itulah kebahagiaan.

Karena itu, sangat sulit jika kami harus menyampaikan kriteria apa saja yang bisa membuat wanita bahagia. Mengingat semacam ini, kembali kepada selera. Hanya saja, menimbang beberapa dalil yang kami pahami, selain penampilan, ada 4 sifat baik lelaki yang penting untuk diperhatikan:


1. Agamanya baik


Nampaknya menjadi harga mati untuk yang satu ini. Agama dan sekaligus akhlak yang baik. Karena agama Allah turunkan agama ini sebagai acuan untuk bimbingan manusia. Dan dengan akhlaknya yang baik, dia akan berusaha mengamalkannya. Untuk itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan para wali, agar segera menerima pelamar putrinya, yang baik agama dan akhlaknya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,


إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ، وَفَسَادٌ عَرِيضٌ


Apabila ada orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, yang meminang putri kalian, nikahkan dia. Jika tidak, akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar. (HR. Turmudzi 1084, Ibn Majah 1967, dan yang lainnya. Hadis ini dinilai hasan oleh al-Albani).


2. Lugu dengan keluarga dan tidak keras


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memisalkan wanita seperti al-Qawarir (gelas kaca). Fisiknya, dan hatinya lemah, sangat mudah pecah. Kecuali jika disikapi dengan hati-hati. Karena itu, tidak ada wanita yang suka disikapi keras oleh siapapun, apalagi suaminya. Maka sungguh malang ketika ada wanita bersuami orang keras. Dia sudah lemah, semakin diperparah dengan sikap suaminya yang semakin melemahkannya.

Sebaliknya, keluarga yang berhias lemah lembut, tidak suka teriak, tidak suka mengumpat, apalagi keluar kata-kata binatang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,


إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ


“Sesungguhnya kelembutan menyertai sesuatu maka dia akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan semakin memperburuknya.” (HR. Muslim 2594, Abu Daud 2478, dan yang lainnya).


3. Berpenghasilan yang cukup

Ketika Fatimah bintu Qois ditalak 3 oleh suaminya, dia menjalani masa iddah di rumah Ibnu Ummi Maktum – seorang sahabat yang buta –. Usai masa iddah, langsung ada dua lelaki yang melamarnya. Yang pertama bernama Muawiyah dan kedua Abu Jahm. Ketika beliau meminta saran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,


أَمَّا أَبُو جَهْمٍ، فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ، انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ


Untuk Abu Jahm, dia tidak meletakkan tongkatnya dari pundaknya. Sedangkan Muawiyah orang miskin, gak punya harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid. (HR. Muslim 1480, Nasai 3245, dan yang lainnya).


Diantara makna: ’tidak meletakkan tongkatnya dari pundaknya’ adalah ringan tangan dan suka memukul.


Anda bisa perhatikan, pertimbangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyarankan Fatimah agar tidak menikah dengan Abu Jahm, karena masalah sifatnya yang keras. Sementara pertimbangan beliau untuk menolak Muawiyah, karena miskin, tidak berpenghasilan.


4. Tanggung jawab dan perhatian dengan keluarga

Tanggung jawab dalam nafkah dan perhatian dengan kesejahteraan keluarganya.

Bagian ini merupakan perwujudan dari perintah Allah untuk semua suami,


وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ


”Pergaulilah istri-istrimu dengan cara yang baik.” (QS. An-Nisa’: 19)


Beberapa suami terkadang tidak perhatian dengan keluarganya. Penghasilannya banyak dia habiskan untuk kebutuhan pribadi, sementara kebutuhan rumah lebih banyak ditanggung oleh istri. Lebih parah lagi, ketika terjadi perceraian, beberapa suami sama sekali tidak mau menafkahi anaknya. Sehingga yang menghidupi anaknya adalah ibunya. Memang ada mantan istri setelah perceraian, namun tidak ada istilah mantan anak.


Referensi : Kriteria Laki-laki yang Tidak Layak Dijadikan Suami Muslimah



Kisah Seorang Pria Menyesal Telah Bercerai Dengan Istrinya

Kisah Seorang Pria Menyesal Telah Bercerai Dengan Istrinya

Kisah seorang pria menyesal setelah tiga tahun bercerai dari sang istri  Si Pria pun membagikan postingannya itu di lama media sosial hingga akhirnya viral. a mengaku menikah pada tahun 2012 silam dengan mantan istrinya

Kala itu, ia dan sang istri benar-benar memulai semuanya dari nol. Lima tahun berjuang akhirnya bisnis suami istri ini berbuah manis. Bahkan dalam sebulan, bisnis mereka bisa menghasilkan keuntung hingga ratusan juta. Mereka lantas membeli rumah, membeli mobil dan hidup berkelimpahan. Namun sayang, dalam kondisi tersebut sang suami terlena dengan godaan duniawi. Ia mulai main perempuan dan jarang memiliki waktu untuk istri dan anaknya.


Setiap kali di rumah, pasangan ini selalu bertengkar. Hingga akhirnya sang suami memilih untuk menceraikan sang istri.  Diam-diam sang suami mendaftarkan gugatan perceraian ke pengadilan.  Namun alangkah kagetnya sang suami, ternyata sang istri hanya meminta hak asuh anak dan tidak meminta harta apapun. Melihat itu, sang suami pun makin bertingkah.  Ia lalu menantang sang mantan istri apakah bisa hidup tanpanya. Bahkan pria ini mengejek sang mantan istri tak akan bisa hidup enak saat masih bersamanya. Tak berselang lama, tiga tahun setelah cerai pria ini lalu menikah lagi. Ia ingin membuktikan pada sang mantan istri bahwa sangat mudah baginya mendapatkan pengganti.


Baru saja menikah, bisnis pria ini hancur, lebih lagi istri barunya ternyata sudah menguras semua harta miliknya. Ia pun terpaksa menjual rumah untuk menutup semua utang. Sementara itu ia mendengar kabar sang istri semakin mengejutkan.  Wanita yang sempat ia cibir, kini malah hidup sukses dengan menjadi pemilik toko fashion di beberapa kota. Frustasi dengan keadaannya, pria ini lalu minum-minuman air keras. Hingga akhirnya perutnya mengalami pendarahan dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah sadar, pria ini syok mantan istrinya ada di hadapannya. Perempuan yang dulu ia ejek tak akan berhasil kini malah tampil lebih muda san kaya raya. Sang mantan istri lantas memberikan kertas berisikan tulisan.


Selain itu aku juga meminjamimu uang ratusan juta untuk modal bisnis," tulis sang mantan istri. Sontak membaca surat tersebut, pria ini merasa malu dan menyesal seumur hidup. " Saya malu menerima bantuan dari mantan istri saya, tapi dia bilang ia melakukan ini semua demi anaknya. Saya malu mengingat ejekan saya 3 tahun lalu. Kini ia benar-benar bisa hidup enak tanpa saya." tulis sang pria.


Referensi : Kisah Seorang Pria Menyesal Telah Bercerai Dengan Istrinya



6 Efek Perceraian yang Tak Disangka Merugikan Kesehatan

6 Efek Perceraian yang Tak Disangka Merugikan Kesehatan

6 Efek Perceraian yang Tak Disangka Merugikan Kesehatan. Perceraian bukan hanya memberikan efek terhadap keharmonisan keluarga, tapi juga kesehatan fisik dan mental masing-masing orang yang terlibat. Apa saja efek perceraian yang mungkin terjadi pada kesehatan?

Berbagai efek perceraian pada kesehatan yang paling umum

1. Perubahan berat badan drastis

Perceraian membuat stres, bahkan bisa depresi. Kedua kondisi ini dapat menjadi faktor penyebab berat badan bertambah tanpa disadari. Setiap orang memiliki respon stres yang berbeda, tapi pada umumnya makan berlebihan adalah pelampiasan emosi yang paling umum.

Bagi yang lain, rasa sedih, tak bergairah atau bad mood selama masa ini justru memberikan efek sebaliknya. Stres bisa membuat selera makan beberapa orang hilang. Perceraian membuat orang merasa putus asa sehingga membuat orang tidak bergairah, termasuk soal selera makan.

2. Risiko sindrom metabolik

Dilansir dalam laman Prevention, efek menjalani proses perceraian dapat meningkatkan risiko terhadap sindrom metabolik. Lagi-lagi, semua ini bersumber dari stres yang Anda alami.

Kadar hormon stres yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga meningkatkan cadangan lemak perut yang berbahaya.

Kondisi-kondisi itulah yang mengakibatkan seseorang memiliki risiko yang tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, dan diabetes melitus.

Sebuah penelitian dalam Archives of Internal Medicines menemukan bahwa wanita yang bercerai lebih mungkin mengalami sindrom metabolik daripada wanita yang pernikahannya baik-baik saja.

3. Gelisah

Efek perceraian berupa stres bisa membuat seseorang mudah gelisah. Bukan hanya karena kewalahan mengurus proses dan segala birokrasinya, tapi juga karena Anda akan kehilangan partner dalam hidup juga menghadapi masa depan baru yang sama sekali tidak terduga.

Ditambah lagi, ada banyak ketidakpastian yang dirasakan yang membuat orang tersebut merasa tidak aman. Beberapa orang mungkin harus menghadapi situasi baru, seperti pindah rumah, mencari pekerjaan baru, bertahan hidup dengan kondisi ekonomi yang lebih sulit daripada sebelum bercerai.

Perubahan besar dalam hidup inilah yang kemudian memengaruhi kondisi psikologis seseorang menjadi lebih gelisah dan mudah cemas.

4. Depresi

Banyak orang yang mengaitkan perceraian dengan kegagalan dalam hidup. Berbagai emosi negatif yang Anda alami ini dapat bertahan hingga beberapa minggu, bulan, bahkan efek perceraian ini bisa bertahan hingga tahunan. Hal ini kemungkinan bisa mengakibatkan depresi.

5. Insomnia

Pada beberapa kasus, perceraian juga bisa disertai dengan “efek samping” sulit tidur. Hal ini bisa memperparah stres, atau bahkan diperparah oleh stres, yang kemudian meningkatkan risiko depresi. Perceraian juga sering membuat orang-orang mengalami mimpi buruk.

6. Penyakit kardiovaskular

Journal of Marriage and Family melaporkan bahwa pria dan wanita paruh baya yang telah bercerai memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang masih menikah di usia yang sama.

Dalam kasus ini wanita lebih mudah mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan laki-laki, sebab ditemukan tingkat peradangan lebih banyak dialami wanita dibandingkan pria. Peradangan memiliki hubungan erat dengan kondisi stres.