This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Kamis, 25 Agustus 2022

Cerai Karena Masalah Ekonomi

Cerai Karena Masalah Ekonomi

Pemicunya beraneka ragam, mulai dari masalah “berantem” dengan mertua, ekonomi keluarga, rebutan duit, sampai masalah perselingkuhan. Maklum saja, ini menyangkut hajat banyak orang. Tak kalah banyaknya adalah “bentrokan” suami-istri karena soal ekonomi. Akhirnya, saya coba-coba iseng googling. Saya pasang keyword “cerai ekonomi”, jreeet … muncul berbagai tulisan tentang gugat cerai dari pihak istri, sekian ratus orang. Allah Al-Musta’an ….

Kita semua sepakat, keharmonisan keluarga sangat dipengaruhi kebahagiaan hati masing-masing anggota keluarga. Umumnya, sebelum terikat tali pernikahan, orang membayangkan kebahagiaan hanya sebatas meluapkan nafsu biologis, setelah terjalin cinta. Ah … yang penting hidup bersama, urusan makan, dipikir nantilah. Yang penting, sudah ada penghasilan … syukur-syukur, disokong mertua.

Namun, biasanya, ini tidak berlangsung lama. Semangat ini akan mulai surut, sejalan dengan banyak persoalan yang muncul. Mari kita rehat sejenak, mencoba merenungkan beberapa nasihat Islam, dalam membina keluarga yang bahagia dan membahagiakan.

Jadikan “cerai” solusi paling terakhir

Mungkin, ini kata pamungkas yang seharusnya ditaruh di akhir tulisan ini. Namun, tidak ada salahnya bila ditaruh di depan. Biar yang keburu menutup halaman ini tetap bisa menangkap salah satu pesan sentral dalam bahasan ini.

Ya, hati-hati dengan kata “cerai”, “pisah”, “talak”, “minta cerai”, dan semacamnya. Jangan bermudah-mudah melontarkan kata-kata ini setiap kali kepala Anda memanas karena masalah rumah tangga. Tahan lidah baik-baik, meskipun perasaan Anda telah berteriak dengan kencang, “Kita ceraa … iiiii ….” Semoga Allah segera menurunkan tensi darah Anda.

Barangkali, hadis berikut bisa membuat Anda sangat menyesal jika harus bercerai. Disebutkan dalam hadis sahih dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, Nabi ‘alaihish shalatu was salam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِىءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِىءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ – قَالَ – فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ

Sesungguhnya, singgasana iblis berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka, ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian, iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu.’” (H.R. Muslim, no. 2813)

Pada dasarnya, talak adalah perbuatan yang dihalalkan. Akan tetapi, perbuatan ini disenangi iblis karena perceraian memberikan dampak buruk yang besar bagi kehidupan manusia. Betapa banyak anak yang terlantar, tidak merasakan pendidikan yang layak, gara-gara broken home. Bisa jadi, dia akan disiapkan iblis untuk menjadi bala tentaranya. Bahkan, salah satu dampak negatif sihir yang disebutkan oleh Allah dalam Alquran adalah memisahkan antara suami dan istri. Allah berfirman,

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِه

Mereka belajar dari keduanya (Harut dan Marut) ilmu sihir yang bisa digunakan untuk memisahkan seseorang dengan istrinya.” (Q.S. Al-Baqarah:102)

Secara khusus, bagi pihak istri, jangan bermudah-mudah minta cerai gara-gara percikan api kecil yang meletup di tengah-tengah keluarga Anda. Selama itu masih bisa dipadamkan, berupayalah agar jangan dinyalakan. Renungkan hadis berikut; semoga Anda akan sedikit merinding untuk sampai hati mengajukan gugat cerai kepada suami Anda.

Dari Tsauban radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

Wanita mana pun yang meminta suaminya untuk menceraikannya, tanpa ada alasan yang dibenarkan, maka dia diharamkan mencium bau surga.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Syu’aib Al-Arnauth)

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الـمُخْتَلِعَاتُ هُنَّ الـمُنَافِقَاتُ

Wanita yang suka meminta cerai (tanpa alasan yang benar), merekalah para wanita munafik.” (H.R. Ahmad dan Turmudzi; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Akan tetapi, tunggu, jangan salah paham dulu. Hadis di atas bukanlah melegalkan sikap suami untuk tidak memenuhi hak istrinya. Bagi Anda, para istri yang tidak mendapat hak nafkah dari suami, Anda berhak menuntut suami untuk menunaikan kewajibannya. Namun, sekali lagi, itu belum tepat saatnya Anda minta cerai.

Menikah, penyebab diperolehnya penghasilan

Percaya atau tidak percaya, Anda saya paksa untuk percaya. Bukan karena saya diktator, tetapi karena kita harus tunduk pada dalil. Disebutkan dalam hadis sahih dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ

Ada tiga orang; telah menjadi kewajiban Allah untuk menolongnya: Orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya, dan budak yang ingin menebus dirinya.” (H.R. Nasa’i dan Turmudzi; dinilai hasan oleh Al-Albani)

Barang ali, janji dalam hadis di atas belum kunjung turun di keluarga Anda, tatkala himpitan ekonomi sedang melanda. Namun, Anda tidak boleh keburu berontak. Anda harus yakin, Anda harus berbaik sangka kepada Allah, Anda butuh sabar dan menahan gejolak nafsu. Pasang kuda-kuda tawakal kepada Allah. Insya Allah, Anda akan segera “kejugrukan gunung kembang” (mendapat jalan keluar).

Jadilah keluarga yang kompak

Mungkin, prinsip “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul” perlu diterapkan dalam keluarga kita. Samakah visi dan satukan langkah untuk mewujudkan kebahagiaan Anda dan anak Anda.

Kalau pemikiran dan tenaga dua orang yang diikat dengan cinta disatukan, kelihatannya sulit dibayangkan jika keduanya sampai kerepotan mencari solusi terbaik. Namun, sekali lagi, butuh kekompakan.

Sebaliknya, jangan sampai Anda menjadi musuh bagi pasangan Anda. Terkadang, salah satu pihak lebih memerhatikan kepentingan dirinya dan kepentingan kerabatnya, dibandingkan mengutamakan keluarga. “Yang penting, saya senang, orang tua saya juga senang, meskipun harus merugikan pihak suami atau istri.” Disadari maupun tidak, bisa jadi, prinsip semacam ini akan semakin memperkeruh masalah Anda.

Bukan dalam rangka menuduh pihak yang mana, tetapi umumnya, kesadaran pihak wanita terkadang harus lebih banyak dipupuk. Persoalannya, kesempitan ekonomi identik dengan gugat cerai dari pihak istri. Karena itu, jauh-jauh hari, Allah ingatkan agar para suami senantiasa waspada akan kondisi istrinya. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Wahai orang-orang mukmin, sesungguhnya, di antara istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan, tidak memarahi, serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. At-Taghabun:14)

Ayat ini bukan ngajari Anda untuk su’uzhan pada keluarga Anda, karena tidak semua istri memiliki sifat demikian. Ini bisa disimpulkan dari kata “di antara istri ….” Untuk itu, jangan keburu pasang kuda-kuda marah dan marah. Perhatikan lanjutan ayat, “… Jika kamu memaafkan, tidak memarahi, serta mengampuni (mereka) ….” Ini yang harusnya Anda ingat-ingat.

Balasannya, “… Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ….” Artinya, dengan kasih sayang Allah yang sangat luas, Allah akan memberikan jalan terbaik bagi Anda. Bisa jadi, Allah akan mengubah tabiat istri Anda atau Allah akan melapangkan rezeki Anda.

Suami berkewajiban memberi nafkah semampunya

Anda jangan keburu protes kepada suami ketika posisi Anda dan keluarga “kelihatannya belum semapan tetangga”; uang belanja masih kurang, belum sempat beli baju baru, enggak bisa jalan-jalan ke shopping center, enggak ada rekreasi, belum dapat perawatan kulit, belum ngasih kiriman ke orang tua, dan seabrek keinginan Anda untuk menuju bahagia. Sayangnya, gaji suami Anda sebulan tidak cukup. Kalau dipakai untuk itu semua, paling-paling, cuma seminggu sudah habis.

Jangan buru-buru, sikapi itu dengan hati dingin dan pasrah kepada yang Kuasa. Suami Anda tidak dibebani tanggung jawab yang lebih dari batas kemampuannya. Semoga Allah akan segera memberikan kemudahan bagi keluarga Anda. Allah berfirman,

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Orang yang mampu hendaklah memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kemampuan yang Allah berikan kepadanya. Allah, kelak, akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (Q.S. Ath-Thalaq:7)

Sebenarnya, permasalahannya bisa kita paksa untuk disederhanakan. Ketika kita menyadari bahwa penghasilan Suami belum cukup untuk mewujudkan konsep “hidup bahagia” yang ideal menurut Anda, segera ambil tindakan skala prioritas. Tidak semua keinginan Anda bisa terpenuhi dengan gaji Suami. Dahulukan yang paling penting, kemudian yang penting. Kebutuhan yang sekiranya bisa ditahan, mungkin belum saatnya diwujudkan sekarang. Bersabarlah, perbanyak memohon–kepada Allah–kemudahan hidup, sambil sedikit mencoba menabung untuk mewujudkan cita yang Anda harapkan.

Potret rumah tangga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Sebagai pemungkas, mari kita simak kemesraan kelurga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah himpitan ekonomi yang mereka alami. Berikut ini kesaksian sejarah dari mereka yang pernah sezaman dengan manusia paling mulia di dunia ini.

1. Aisyah radhiallahu ‘anha, istri tercinta beliau, mengatakan,

ما شبع آل محمد صلى الله عليه و سلم من خبز بر مأدوم ثلاثة أيام حتى لحق بالله

Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu belum pernah kenyang dengan roti gandum yang berlauk selama tiga hari berturut-turut, sampai beliau diwafatkan oleh Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

2. Al-Hasan Al-Bashri, salah satu ulama tabi’in yang sewaktu kecilnya diasuh oleh sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menggambarkan kesederhanaan rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengatakan,

كنت أدخل بيوت أزواج النبي صلى الله عليه وسلم في خلافة عثمان بن عفان فأتناول سقفها بيدي

Aku pernah masuk ke rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di zaman pemerintahan Utsman, dan aku bisa memegang atap rumah beliau dengan tanganku.” (Ath-Thabaqat Al-Kubra, 1:501, Ibnu Sa’d)

3. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللهم اجعل رزق آل محمد قوتا

Ya Allah, jadikanlah rezeki untuk keluarga Muhammad adalah sebatas untuk kebutuhan pokoknya.” (H.R. Muslim dan Turmudzi)

Yang mengagumkan, tidak ditemukan riwayat yang menyebutkan kasus perceraian beliau dengan para istri beliau, disebabkan himpitan ekonomi dan kemiskinan yang beliau alami.

Referensi : Cerai Karena Masalah Ekonomi

Suami Menyesal Setelah Cerai dengan Istrinya

Suami Menyesal Setelah Cerai dengan Istrinya

Menyesal setelah cerai atau berpisah dengan istrinya. Lalu dia menelpon istri tercinta. "Sayaaang, maafkan aku donk. Aku mau rujuk denganmu." Istrinya menjawab, "Di dekatmu ada gelas????"  Suami : "Hah, gelas, buat apa? Tidak ada. Kenapa emangnya?". Istri : "Kalau begitu pergi ke dapur dan ambil sekarang...," (dengan nada sedikit emosi).

Suami : "Kayaknya kamu udah gak beres. Tapi demi kamu gak apa-apa, aku ambilkan sayang...".

Setelah si suami mendapatkan gelasnya dia bilang "UDAH SAYANG, UDAH DAPET GELASNYA. Terus digimanain?"

Istri : "Lemparkan gelas itu ke lantai !". (sedikit membentak). Suami : "Oke... oke... Sudah ayah lempar sekeras-kerasnya ke lantai sayang".

Istri : "Sekarang kembalikan gelas itu seperti semula, gak mungkin bisa kan? Begitu juga dengan hatiku...!" Suami : "Gelasnya tidak pecah sayangku..., karena Gelas Plastik." Istri : "Iiiiiih..., sebel deeeh..., ya udah cepetan jemput aku". 

Jangan lupa ajak aku belanja yaaa...., udah keluar kan THR nya?" Suami : ????????????

Semangat..., jangan lupa tersenyum untuk hari ini.. biar tambah IMUN. Juga ini sekalian bahan renungan juga bagi laki-laki terutama para suami.

Dampak Penyesalan yang Wanita Alami Setelah Bercerai

Dampak Penyesalan yang Wanita Alami Setelah Bercerai

Dampak Penyesalan yang Wanita Alami Setelah Bercerai. Perceraian terkadang menjadi pilihan terakhir saat mengalami konflik dalam perkawinan. Tapi, Bun, tak jarang penyelesan datang kemudian hari hingga melahirkan dampak negatif, terutama bagi seorang wanita.


Seperti yang saat ini tengah dihadapi pasangan selebriti Gisella Anastasia dan Gading Marten. Gisel dikabarkan melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/11).

Ya, keputusan Gisel terbilang mengejutkan. Pasalnya, pasangan yang telah memiliki seorang putri, Gempita Nora Marten, selalu terlihat harmonis. Tak sedikit penggemar mereka yang menyesalkan kabar perceraian tersebut. 

"Serusak apa hingga tidak bisa diperbaiki? Sesalah apa hingga tidak bisa lagi dikasihi? KASIH menutupi banyak pelanggaran dan kesalahan," tulis seorang netizen di kolom komentar postingan terakhir Gisel.  Gisel dan Gading masih menunggu jadwal persidangan. Kuasa hukum Gisel menegaskan. 

Sedih ya, Bun, melihat kebersamaan Gading dan Gisel yang selama ini romantis harus berakhir. Mungkin nggak sedikit penggemar mereka yang menyayangkan hal ini, mungkin juga penyesalan Gading dan Gisel akan datang nanti setelah resmi bercerai.
pasangan yang memutuskan bercerai atau menganggap perceraian sebagai satu-satunya solusi dalam konflik perkawinan, maka waktu yang akan membuktikan sebaliknya. Psikolog Amerika Serikat, Laura Catherine Schlessinger, mengungkapkan, "Literatur ilmiah menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang bercerai mengaku menyesal. Mungkin tidak saat itu juga, tapi beberapa tahun kemudian. Mereka seringkali mengatakan bahwa seharusnya tidak melakukan (perceraian) itu."

1. Dampak finansial

Perceraian bisa menimbulkan dampak finansial yang sangat menyulitkan, bahkan mengakibatkan syok. Pasalnya setelah bercerai, atap rumah tangga akan terbelah dua, sementara kebutuhan sehari-hari tidak berubah. Bagi seorang ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan, pasti membutuhkan waktu untuk menghadapi kondisi ini.

2. Dampak bagi anak

Faktanya, anak-anak tidak akan mudah menerima kenyataan orang tua mereka bercerai. Tentu tidak semudah kedua orang tua memutuskan berpisah. Dan kebanyakan ibu rumah tangga harus mencari pekerjaan atau penghasilan, lantaran alasan finansial. Mereka pun harus merelakan anak-anak diasuh orang lain.

3. Dampak pada hubungan selanjutnya

Menurut teori, butuh tiga tahun untuk pemulihan setelah bercerai. Tapi pada kenyataannya, itu sangat sulit terwujud. Terlebih bagi wanita, yang dianggap lebih berat menghadapi masalah kesendirian dan finansial. Terkait perasaan trauma, sebagian besar wanita tidak mudah memutuskan kembali membina rumah tangga, setelah sebelumnya mengalami kegagalan.

4. Dampak sudut pandang terhadap waktu

Rasa sakit akibat penyesalan setelah bercerai bisa berlangsung lama, terlebih saat menyadari dampak jangka panjang perceraian bagi anak-anak. Kecuali kalau tidak ada jalan akhir selain perceraian, misal karena pasangan kerap melakukan kekerasan. Tapi harus dipastikan, pasangan tidak akan menyesal setelah memutuskan bercerai.

Referensi : Dampak Penyesalan yang Wanita Alami Setelah Bercerai






Penyesalan Kerap Datang Setelah Bercerai

Penyesalan Kerap Datang Setelah Bercerai

Penyesalan Kerap Datang Setelah Bercerai. Setiap hubungan asmara pasti akan menghadapi masalah atau konflik yang membuat rasa cinta goyah. Begitu pula dengan pernikahan, pasangan suami-istri tentu akan mengalami pasang surut rumah tangga. Bahkan masalah yang dihadapi lebh kompleks dibandingkan dengan pasangan yang berpacaran. Namun, sebesar apa pun masalah tersebut, usahakan untuk nggak berpisah.

Hindari mengucapkan kata bercerai. Perpisahan dalam pernikahan akan menimbulkan penyesalan yang sangat besar. Sebab, menurut sebuah penelitian di Inggris, 50% pasangan yang bercerai dihantui rasa menyesal. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa 54% orang mempertanyakan kembali keputusan cerai mereka, yakni “apakah keputusanku ini untuk bercerai sudah tepat?” seperti itu. 

Studi ini dilakukan sebagai bagian dari promosi film “The Punch Love”. Mereka melibatkan 2.000 responden yang merupakan pria dan wanita yang bercerai atau sedang break dalam hubungan pernikahan yang terjalin lebih dari lima tahun. Survei tersebut juga menemukan banyak istri yang sudah bercerai baru menyadari kalau mereka masih cinta atau merindukan mantan suami.

Survei tersebut juga menemukan bahwa sebanyak 42% responden pernah berpikir untuk kembali pada pasangannya. Di antara responden yang mengharapkan pernikahannya terjalin kembali, sekitar 24% melakukan aksi nyata agar bisa rujuk kembali dengan suami/istri mereka, dan 21% responden bahkan masih hidup bersama setelah resmi bercerai.

Dari 50% pasangan yang bercerai, setengah dari mereka merasa lebih bahagia dan tegar menghadapi halang-rintang sebelum bercerai. Peneliti juga menemukan, satu dari lima orang langsung merasa menyesal setelah mengucapkan kata “cerai”, sedagkan 19% responden baru merasakan penyesalan seminggu setelah bercerai

esponden yang mengaku berharap dapat mengulang kembali waktu saat perceraian resmi secara hukum. Penyesalan dari perceraian terutama datang saat mereka harus mengurus masalah harta dan memberitahu orang lain kalau dia dan pasangan telah berpisah.

Terakhir, survei juga menemukan hal lain. Sebanyak 95% orang percaya kalau dengan hidup terpisah dengan suami/istri dalam sementara waktu, sebelum memutuskan untuk benar-benar berpisah dapat membantu menyelamatkan hubungan pernikahan.

Jadi, jangan menggampangkan kata cerai sebelum akhirnya dilanda penyesalan. Jika perlu, konsultasikan dulu dengan konselor profesional agar Anda bisa dibantu. Sebab, berpisah dalam pernikahan nggak seperti putus-nyambung dalam pacaran. Usahakan agar pernikahan ini menjadi pertama dan yang terakhir dalam hidup.

Referensi : Penyesalan Kerap Datang Setelah Bercerai




6 Penyesalan Terbesar Setelah Beranjak Dewasa, Salah Satunya Jarang Keluar Rumah

6 Penyesalan Terbesar Setelah Beranjak Dewasa, Salah Satunya Jarang Keluar Rumah

6 Penyesalan Terbesar Setelah Beranjak Dewasa, Salah Satunya Jarang Keluar Rumah.  Bagi setiap orang, penyesalan merupakan suatu pengalaman yang bersifat melankolis. i balik perjalanan hidup yang telah dilalui, terdapat suatu penyesalan yang tidak akan mungkin bisa dimaafkan. Penyesalan ini biasanya terjadi ketika seseorang telah beranjak dewasa dan itu sangat sulit untuk diulang kembali. 

1. Sering Memendam Perasaan

Ketika Anda menyukai seseorang, seharusnya Anda bisa mengutarakan perasaan Anda kepada orang tersebut.

Namun, Anda justru memendam perasaan Anda sendiri hanya karena takut ditolak oleh orang yang Anda suka.

Akibatnya, Anda akan mengalami penyesalan terbesar ketika kekhawatiran itu mulai terjadi.

2. Terlalu Sering Bekerja Keras

Bekerja keras seharian sudah tentu merupakan hal yang lumrah dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, bekerja keras secara berlebihan justru dapat menyebabkan waktu istirahat berkurang.

Akibatnya, Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat, terutama ketika ingin berlibur.

3. Selalu Mengejar Prestasi

Hampir setiap orang sering dituntut untuk mengejar prestasi agar tidak tertinggal dengan yang lain, terutama prestasi di sekolah.

Perlu diketahui bahwa prestasi saja tidak cukup karena belum tentu menjamin masa depan menjadi lebih baik.

4. Jarang Keluar Rumah

Jarang keluar rumah bukan berarti Anda seorang introvert karena bisa jadi Anda memang malas keluar rumah.

Anda sering berpikir bahwa keluar rumah merupakan suatu kegiatan yang hanya membuang waktu dan uang.

Padahal, dengan mencoba keluar rumah, Anda bisa menambah relasi sekaligus mengetahui betapa indahnya suasana di luar rumah.

5. Lunturnya Persahabatan

Menjalin persahabatan sama penting dengan menjalin hubungan dengan keluarga maupun dengan orang terkasih.

Namun ketika kesibukan mulai melanda, persahabatan seolah-olah telah memudar dengan sendirinya.

Anda harus berhati-hati jangan sampai persahabatan Anda luntur hanya karena kesibukan Anda yang padat.

6. Selalu Memenuhi Harapan Orangtua

Kehidupan seseorang memang tidak bisa terlepas dari harapan orangtua demi masa depan yang cerah.


5 Penyesalan Terbesar dalam Hidup, Hindari Sekarang Sebelum Terlambat

5 Penyesalan Terbesar dalam Hidup, Hindari Sekarang Sebelum Terlambat

Dalam kehidupan, banyak hal datang dan pergi seiring berjalannya waktu. Keputusan yang diambil dulu, dapat menentukan jalan hidupmu kini dan nanti. Ada sebagian orang yang percaya dengan konsep hidup cuma sekali, tapi banyak juga yang hidup dengan penyesalan.

Berikut adalah beberapa penyesalan terbesar dalam kehidupan, seperti dilansir Times of India.

1. Enggak menjadi pasangan, orang tua, atau anak yang baik

Keluarga biasanya jadi orang dengan hubungan paling dekat dalam hidup. Makanya ketika menyadari diri sendiri bukan pasangan, orang tua, atau anak yang baik, bisa menjadi sebuah penyesalan tersendiri. 

Biar enggak terjadi, coba selalu prioritaskan keluarga dalam menjalani hidupmu. 2. Terlalu banyak kerja

Sebagian orang larut dalam pekerjaan untuk mencari penghasilan sebanyak-banyak. Enggak jarang ini bikin lupa bahwa bekerja adalah salah satu bagian hidup. 

Mendapat uang dari pekerjaan emang memberikan kenyamanan. Tapi jika enggak punya waktu atau seseorang untuk berbagi rezeki tersebut, apa gunanya? 3. Enggak bepergian

Penting untuk melihat dunia di sekitarmu, bepergian, hingga bertemu orang baru. Kebanyakan orang akhirnya menyesali kalau mereka belum pernah traveling ke tempat-tempat baru. So, sebelum terlambat, lakukan sekarang!

4. Enggak ambil risiko

Mengambil risiko adalah bagian yang enggak terpisahkan dari kehidupan. Jika kamu punya keinginan tapi terlalu takut untuk gagal, maka ingatlah bahwa seenggaknya kamu sudah mencoba dan hal tersebut enggak bakal menghantuimu di kemudian hari.

5. Enggak bisa membantu orang lain

Bermanfaat bagi sesama dapat memberikan kebahagiaan kepada diri sendiri. Tapi banyak orang yang masih merasa ragu untuk menolong orang lain. Padahal ada banyak cara yang bisa dilakukan, lho. Jika kamu memiliki penyesalan itu, jangan lewatkan kesempatan berikutnya. Hidup ini terlalu singkat untuk menyimpan penyesalan. 

Referensi : 5 Penyesalan Terbesar dalam Hidup, Hindari Sekarang Sebelum Terlambat


Daftar Penyesalan Terbesar dalam Hidup

Daftar Penyesalan Terbesar dalam Hidup

Rencana menjenguk teman dekat yang sedang sakit keras tinggal rencana. Karena kesibukan yang padat, Anda sampai tak punya waktu menjenguknya. Akhirnya penyesalan tiba, saat sang teman sudah keburu dipanggil yang Maha Kuasa. 
Itu mungkin hanya salah satu bentuk penyesalan yang banyak dialami orang. Namun sepanjang hidup ternyata banyak orang mengaku melakukan penyesalan terbesar dalam hidupnya.

Semua orang mungkin punya banyak penyesalan di kehidupan yang lalu. Tapi kita tidak dapat mengubah masa lalu, karena yang terpenting apa yang akan dilakukan dengan sisa hidup kita sehingga tidak lagi mengalami penyesalan di kemudian hari.

1.  Bekerja terlalu banyak yang mengorbankan waktu keluarga dan persahabatan
Banyak orang menyadari dirinya bekerja terlalu berlebihan demi sebuah target. Setelah itu berjanji akan menebusnya di akhir pekan. Tapi karena Anda khawatir terhadap penilaian bos dan rekan kerja, lagi-lagi Anda lebih mementingkan pekerjaan ketimbang waktu bersama keluarga dan teman.

2. Mem-bully teman di sekolah
Percaya atau tidak, anak-anak yang kerap mem-bully temannya di sekolah kelak kemudian hari banyak yang menyesal telah berbuat kejam ke temannya. Apalagi jika sang teman ternyata menjadi lebih baik atau malah menjadi bosnya yang membuat posisi akhirnya terbalik karena atasannya berbalas menghambat kariernya.

3. Putus kontak dengan teman semasa kecil atau remaja
Semua orang mengalami satu masa di mana ia memiliki teman yang sangat dekat terutama di kala anak-anak dan remaja. Setiap hari terasa hampa kalau tidak bersama mereka. Namun begitu lulus sekolah, kadang orang terlalu takut mengubungi sahabatnya karena khawatir ia sibuk atau malah Anda tak punya kontaknya. Hingga akhirnya Anda merindukan waktu-waktu bersama sahabat namun Anda sudah begitu kehilangan kontak.

4. Putus cinta dengan kekasih sejati
Putus atau diputuskan oleh kekasih adalah roman yang paling menyedihkan dalam hidup manusia. Perasaan ini diketahui paling sulit dihapuskan karena sepanjang hidup Anda terus terbayang-bayang kenapa dulu tidak bersama dia.

5. Khawatir berlebihan tentang yang orang katakan
Sebagian besar dari kita terlalu fokus pada apa yang dipikirkan orang lain dan jadi cenderung jaim alias jaga image. Anda khawatir akan dihakimi oleh orang-orang sekitar Anda sehingga takut untuk menjadi diri sendiri dan selalu mengikuti apa kata orang. Kondisi ini akhirnya membuat orang menjadi tidak percaya diri.

6. Hidup dengan mengikuti cara orangtua
Berbakti dengan orangtua itu adalah wajib. Tapi terkadang saking tak ingin menyakiti hati orangtua, Anda menjalani hidup yang sebenarnya bukan hidup yang Anda inginkan. Parahnya, orangtua pun merasa Anda baik-baik saja karena Anda tak pernah mengungkapkan apa yang sebenarnya Anda inginkan.

7. Tidak mendapat pekerjaan impian
Karena suatu hal banyak orang yang bekerja karena tujuan materi bukan karena itu adalah pekerjaan impian Anda. Kelak di kemudian hari Anda akan menyesal tidak pernah mencoba mengejar pekerjaan impian Anda.

8. Terlalu serius menjalani hidup
Kebanyakan dari kita tidak tahu bagaimana harus bersenang-senang. Orang tidak lagi menemukan humor dalam hidupnya, kurang bercanda karena terus menjalani hidup yang serius. Padahal hal-hal konyol dan aneh dalam hidup adalah sesuatu yang membuat kita tersenyum. Jadi jangan terlalu serius menjalani hidup.

9. Tidak pernah mencoba berpetualang dengan jalan-jalan yang jauh
Kebanyakan dari kita sudah cukup puas dengan tinggal bersama atau bermain-main dengan keluarga tanpa perlu berpetualang ke tempat yang jauh. Namun sebenarnya berpetualang ke tempat-tempat jauh kelak akan menjadi kenangan yang paling indah dan menyenangkan yang Anda rasakan selama hidup.

10. Gagal mendapatkan gelar sarjana
Gelar sarjana memang bukan satu-satunya cara menghidupi diri. Tapi banyak orang yang menyesal karena semasa muda gagal mendapatkan gelar sarjana sebab menganggap sekolah bukan segala-galanya. Tapi saat tua, baru Anda menyadari sekolah adalah jalan terbaik membuka dunia yang lebih luas.

11. Malas belajar bahasa asing
Belajar bahasa asing sepertinya sudah menjadi kewajiban di era saat ini. Namun banyak yang masih beranggapan belajar bahasa asing bukan hal yang utama. Bisa ditebak Anda akan menyesal karena sudah berumur tua tapi tak satu pun bahasa asing yang Anda kuasai.

12. Membiarkan pernikahan rusak
 Saat ini mungkin lebih banyak orang yang memutuskan bercerai dari pada bertahan untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat. Padahal bercerai belum tentu jalan keluar yang baik. Banyak yang akhirnya menyesal terlalu emosional memilih bercerai ketimbang memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Padahal kita tahu dalam hati bahwa kita bisa berbuat lebih banyak.

13. Terlibat dalam kelompok pergaulan yang salah
Saat masih muda orang kerap kali melakukan kebodohan karena mudah dipengaruhi. Pertemanan dengan orang-orang yang salah akhirnya menjerumuskan ke dunia yang salah seperti narkoba, yang akhirnya membuat waktu Anda semasa muda terbuang percuma.

14. Tidak merawat kesehatan
Masa muda adalah masa hura-hura. Begitulah perilaku hidup yang banyak dilakukan orang muda. Terlibat dengan minuman beralkhol, merokok, makan-makanan yang tidak sehat hanya baru disadari saat Anda tua dan sakit-sakitan.

5 Penyesalan terbesar ini mengungkapkan kepribadianmu yang sebenarnya

5 Penyesalan terbesar ini mengungkapkan kepribadianmu yang sebenarnya

5 Penyesalan terbesar ini mengungkapkan kepribadianmu yang sebenarnya. Pernahkah terpikir oleh Anda bahwa setiap penyesalan yang Anda rasakan di masa lalu sedikit banyak telah mengubah Anda? Menurut para psikolog, hal-hal yang Anda sesali dalam hidup Anda berkaitan dengan kepribadian Anda, dan penyesalan itu menentukan jalannya hidup Anda dengan cara yang lebih baik. Penyesalan membuat kita menyadari tentang berbagai peluang yang terlewatkan dan idealnya membuat kita menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

Pada akhirnya hal-hal yang kita sesali mengungkapkan seperti apa kepribadian kita yang sesungguhnya. 

Penyesalan 1: Tidak ada saat seseorang sangat membutuhkan kita

Penyesalan karena kita tak ada di sisi seseorang saat dia paling membutuhkan kita merupakan salah satu penyesalan terdalam yang dialami, terutama saat orang itu tak bisa ditemui lagi. Sehingga kesempatan untuk menebus kesalahan itu sudah tak mungkin lagi didapatkan.

Penyesalan ini mendefinisikan kepribadian Anda sebagai individu yang cenderung bersimpati terhadap sekitar. Anda juga orang yang perhatian terhadap kesejahteraan orang lain. Di sisi lain, Anda cenderung mudah merasa bersalah dan menyebut diri sendiri egois karena tidak membantu orang lain lebih sering.

Penyesalan 2: Tidak menghabiskan waktu cukup banyak untuk bersama orang tersayang

Mengabaikan hubungan keluarga atau asmara untuk pekerjaan praktis pada akhirnya membuat kita melewatkan banyak hal berharga dalam hidup. Jika Anda merasa bersalah karena sudah melakukan hal ini, maka Anda benar karena kita semua perlu menghabiskan waktu lebih banyak bersama orang yang kita cintai.

Jika ini adalah penyesalan terbesar di dalam hidup Anda, maka Anda adalah individu yang suka mengurus orang-orang di sekitar Anda. Pada dasarnya Anda memiliki kepribadian yang hangat, dan orang-orang di sekitar Anda suka menghabiskan lebih banyak waktu bersama Anda.

Penyesalan 3: Menyia-nyiakan masa muda dengan bekerja terlalu keras

Meskipun Anda suka bekerja keras dan fokus pada produktivitas, Anda juga sepertinya suka menghabiskan sebagian besar waktu Anda dan menghabiskannya untuk pengalaman yang bermanfaat. Jika Anda tidak mampu melakukannya, maka Anda pasti akan menyesalinya.
Penyesalan ini mengungkapkan bahwa Anda adalah seorang individu yang tampaknya telah terjebak di dalam tuntutan-tuntutan orang lain terhadap Anda. Anda juga cenderung berharap bisa lebih santai dalam menghadapi berbagai hal.

Penyesalan 4: Kehilangan teman-teman dan keluarga

Anda mungkin berpikir sudah terlambat untuk menyambung silaturahmi dengan teman-teman lama atau anggota keluarga yang sudah Anda putuskan kontaknya. Jika ini adalah penyesalan Anda, maka Anda adalah orang yang menghargai 'akar' dan dari mana Anda berasal.

Anda adalah seorang individu yang akan melihat ke masa lalu Anda untuk menemukan kembali teman sejati yang Anda miliki dalam hidup.

Penyesalan 5: Terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain

Tampaknya Anda terlalu khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Kadang Anda mengkhawatirkan hal-hal yang mungkin bahkan cuma ada di dalam kepala Anda sendiri.

Jika ini adalah penyesalan terbesar Anda, maka Anda memiliki rasa individualitas dan identitas pribadi yang kuat. Anda tampaknya ingin menjadi pribadi yang unik sepanjang waktu.

Itulah hal-hal unik yang diungkapkan oleh penyesalan terbesar di dalam hidup kita. Apakah benar-benar sesuai dengan kepribadian Anda

Referensi : 5 Penyesalan terbesar ini mengungkapkan kepribadianmu yang sebenarnya



Penyesalan Terbesar dalam Hidup, Perbaiki Sekarang Sebelum Terlambat

Penyesalan Terbesar dalam Hidup, Perbaiki Sekarang Sebelum Terlambat. Contoh Penyesalan Terbesar. 5 Penyesalan Terbesar dalam Hidup, Perbaiki Sekarang Sebelum Terlambat.   Tidak bersikap jujur pada diri sendiri.  Bekerja terlalu keras. Tidak berani mengungkapkan perasaan. Tidak berhubungan lagi dengan teman-teman. Tidak memperjuangkan kebahagiaan. Seringkali penyesalan tiba karena di masa lalu kita terlalu sibuk dengan rutinitas hidup.  Kemudian, tanpa kita sadari ternyata waktu sudah cepat berlalu dan di masa tua, kita pun diliputi rasa penyesalan yang besar.  Menurut buku Bronnie Ware The Top Five Regrets of the Dying, ada lima penyesalan terbesar dalam hidup yang dirasakan banyak orang di akhir hidupnya.  Jika kita sudah merasakan penyesalan tersebut, masih ada waktu untuk memperbaikinya. Dikutip dari Well and Good, berikut ini terdapat 5 penyesalan terbesar dalam hidup dan tips untuk memperbaikinya.  1. Tidak bersikap jujur pada diri sendiri  Banyak orang yang merasa menyesal karena di masa lalu mereka tidak memiliki keberanian untuk jujur ​​pada diri sendiri.  Kebanyakan dari mereka saat itu malah memilih hidup berdasarkan harapan dari orang lain.  Jika kita sedang menghadapi penyesalan ini di masa sekarang, berusahalah untuk menghilangkan keyakinan yang membatasi kita menjadi diri sendiri. Meskipun ada banyak sekali alasan mengapa seseorang mungkin tinggal di jalur tertentu, selalu ada peluang untuk berusaha menjadi diri sendiri yang paling otentik.  Sementara itu, jika kita kecewa karena tidak jujur ​​pada diri sendiri di masa lalu, berusahalah untuk menghilangkan penyesalan itu dari sumbernya.  "Perhatikan ketika penyesalan mulai terbentuk di benak Anda. Hal ini sering muncul melalui komentar batin, seperti 'Seandainya saya akan ...' atau 'Saya akan lebih bahagia jika….'," ujar Carla Marie Manly, PhD, psikolog klinis.  Setelah itu, berkomitmenlah untuk membuat perubahan (meskipun kecil) untuk mulai menjadi diri sendiri.    2. Bekerja terlalu keras  Kita cenderung bekerja berlebihan dan pada titik tertentu kita mungkin akan menyesal karena tidak memiliki lebih banyak waktu luang untuk mengeksplorasi hal-hal lain yang kita sukai.  Memperbaiki penyesalan ini bisa jadi rumit tergantung pada pekerjaan dan tuntutan dari profesi kita.  Jika kita mengalami penyesalan ini sekarang, kita bisa mencoba mengambil cuti tanpa potongan gaji atau mungkin bersumpah untuk tidak memeriksa email selama akhir pekan (namun beri tahu keputusan ini kepada atasan).  Meskipun demikian, setiap orang dapat tetap berusaha untuk berkomitmen dan tidak menyesali jalan yang mereka ambil.  Pasalnya, ada saja orang yang mendapatkan pekerjaan terbaik berkat kerja keras itu.  Manly mengatakan, yang terpenting adalah kita fokus pada berkat yang kita terima sebagai hasil dari jalan yang kita ambil di masa lalu.  "Misalnya, jika pensiunan guru menyesal tidak masuk sekolah kedokteran pada usia 24, penting untuk fokus pada peristiwa kehidupan yang didapatkan karena kini bisa membimbing banyak anak melalui pengajaran," ujar Manly.  3. Tidak berani mengungkapkan perasaan  Kita sering kali takut untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan kita.  Misalnya, kita merasa sulit untuk mengucapkan "Aku mencintaimu" dan "Maafkan aku".  Menahan perasaan saat kita sedang bergumul, terluka, atau kesal juga bisa menyebabkan penyesalan yang serius dalam jangka panjang.   Jika kita tidak mengungkapkannya, kita menahan sedikit kebenaran di dalam.  4. Tidak berhubungan lagi dengan teman-teman  Hubungan kita dengan keluarga, teman, dan pasangan memberi kita lebih banyak kegembiraan daripada sukses dalam bekerja.  Di akhir hidup mereka, orang-orang seringkali menyesal karena tidak menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka, tidak menjadi pasangan yang lebih baik, dan tidak berhubungan dengan teman dan kerabat.  Untungnya, ini cukup mudah untuk diperbaiki. Kita bisa melihat agenda kegiatan kita selama seminggu.  Cari tahu berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja dan cari tahu waktu luanng kita.  Lalu, jadwalkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama orang yang kita cintai.  "Maafkan diri Anda sendiri jika gagal bertindak. Kemudian salurkan energi Anda untuk menciptakan hubungan positif dengan orang yang Anda cintai — dan juga meningkatkan lingkaran pertemanan Anda," ujar Manly.  5. Tidak memperjuangkan kebahagiaan  "Saya berharap saya bisa membiarkan diri saya lebih bahagia," begitu ucapan orang yang mengalami penyesalan.  Kebahagiaan bukanlah tujuan melainkan keadaan keberadaan, dan sementara banyak faktor eksternal yang dapat memengaruhi tingkat kebahagiaan kita.  Kita bisa mendapatkan kebahagiaan dengan banyak cara tergantung dari perspektif masing-masing orang.

Penyesalan Terbesar dalam Hidup, Perbaiki Sekarang Sebelum Terlambat. Contoh Penyesalan Terbesar. 5 Penyesalan Terbesar dalam Hidup, Perbaiki Sekarang Sebelum Terlambat. 

  • Tidak bersikap jujur pada diri sendiri. 
  • Bekerja terlalu keras.
  • Tidak berani mengungkapkan perasaan.
  • Tidak berhubungan lagi dengan teman-teman.
  • Tidak memperjuangkan kebahagiaan.

Seringkali penyesalan tiba karena di masa lalu kita terlalu sibuk dengan rutinitas hidup.

Kemudian, tanpa kita sadari ternyata waktu sudah cepat berlalu dan di masa tua, kita pun diliputi rasa penyesalan yang besar.

Menurut buku Bronnie Ware The Top Five Regrets of the Dying, ada lima penyesalan terbesar dalam hidup yang dirasakan banyak orang di akhir hidupnya.

Jika kita sudah merasakan penyesalan tersebut, masih ada waktu untuk memperbaikinya. Dikutip dari Well and Good, berikut ini terdapat 5 penyesalan terbesar dalam hidup dan tips untuk memperbaikinya.

1. Tidak bersikap jujur pada diri sendiri

Banyak orang yang merasa menyesal karena di masa lalu mereka tidak memiliki keberanian untuk jujur ​​pada diri sendiri.

Kebanyakan dari mereka saat itu malah memilih hidup berdasarkan harapan dari orang lain.

Jika kita sedang menghadapi penyesalan ini di masa sekarang, berusahalah untuk menghilangkan keyakinan yang membatasi kita menjadi diri sendiri.

Meskipun ada banyak sekali alasan mengapa seseorang mungkin tinggal di jalur tertentu, selalu ada peluang untuk berusaha menjadi diri sendiri yang paling otentik.

Sementara itu, jika kita kecewa karena tidak jujur ​​pada diri sendiri di masa lalu, berusahalah untuk menghilangkan penyesalan itu dari sumbernya.

"Perhatikan ketika penyesalan mulai terbentuk di benak Anda. Hal ini sering muncul melalui komentar batin, seperti 'Seandainya saya akan ...' atau 'Saya akan lebih bahagia jika….'," ujar Carla Marie Manly, PhD, psikolog klinis.

Setelah itu, berkomitmenlah untuk membuat perubahan (meskipun kecil) untuk mulai menjadi diri sendiri.

2. Bekerja terlalu keras

Kita cenderung bekerja berlebihan dan pada titik tertentu kita mungkin akan menyesal karena tidak memiliki lebih banyak waktu luang untuk mengeksplorasi hal-hal lain yang kita sukai.

Memperbaiki penyesalan ini bisa jadi rumit tergantung pada pekerjaan dan tuntutan dari profesi kita.

Jika kita mengalami penyesalan ini sekarang, kita bisa mencoba mengambil cuti tanpa potongan gaji atau mungkin bersumpah untuk tidak memeriksa email selama akhir pekan (namun beri tahu keputusan ini kepada atasan).

Meskipun demikian, setiap orang dapat tetap berusaha untuk berkomitmen dan tidak menyesali jalan yang mereka ambil.

Pasalnya, ada saja orang yang mendapatkan pekerjaan terbaik berkat kerja keras itu.

Manly mengatakan, yang terpenting adalah kita fokus pada berkat yang kita terima sebagai hasil dari jalan yang kita ambil di masa lalu.

"Misalnya, jika pensiunan guru menyesal tidak masuk sekolah kedokteran pada usia 24, penting untuk fokus pada peristiwa kehidupan yang didapatkan karena kini bisa membimbing banyak anak melalui pengajaran," ujar Manly.

3. Tidak berani mengungkapkan perasaan

Kita sering kali takut untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan kita.

Misalnya, kita merasa sulit untuk mengucapkan "Aku mencintaimu" dan "Maafkan aku".

Menahan perasaan saat kita sedang bergumul, terluka, atau kesal juga bisa menyebabkan penyesalan yang serius dalam jangka panjang.

Jika kita tidak mengungkapkannya, kita menahan sedikit kebenaran di dalam.

4. Tidak berhubungan lagi dengan teman-teman

Hubungan kita dengan keluarga, teman, dan pasangan memberi kita lebih banyak kegembiraan daripada sukses dalam bekerja.

Di akhir hidup mereka, orang-orang seringkali menyesal karena tidak menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka, tidak menjadi pasangan yang lebih baik, dan tidak berhubungan dengan teman dan kerabat.

Untungnya, ini cukup mudah untuk diperbaiki. Kita bisa melihat agenda kegiatan kita selama seminggu.

Cari tahu berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja dan cari tahu waktu luanng kita.

Lalu, jadwalkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama orang yang kita cintai.

"Maafkan diri Anda sendiri jika gagal bertindak. Kemudian salurkan energi Anda untuk menciptakan hubungan positif dengan orang yang Anda cintai — dan juga meningkatkan lingkaran pertemanan Anda," ujar Manly.

5. Tidak memperjuangkan kebahagiaan

"Saya berharap saya bisa membiarkan diri saya lebih bahagia," begitu ucapan orang yang mengalami penyesalan.

Kebahagiaan bukanlah tujuan melainkan keadaan keberadaan, dan sementara banyak faktor eksternal yang dapat memengaruhi tingkat kebahagiaan kita.

Kita bisa mendapatkan kebahagiaan dengan banyak cara tergantung dari perspektif masing-masing orang.

Daftar Penyesalan dalam Hidup dan Cara Memperbaikinya

Daftar Penyesalan dalam Hidup dan Cara Memperbaikinya

Setiap orang pasti punya sebuah penyesalan dalam hidup. Baik itu perkataan, memilih jenjang karir, memilih pasangan, atau hal-hal lain yang dirasa salah saat membuat keputusan.  Sebagian besar dari kita ingin mengubah pilihan itu jika tahu ujungnya akan menyesal. Seperti pepatah bilang, kesalahan bisa jadi pelajaran dalam hidup. Namun, ketika keputusan yang salah itu tidak bisa diubah, kita hanya akan bisa menjalani hidup dengan penuh penyesalan. Departemen Psikologi di University of Illinois mengatakan bahwa penyesalan bisa memotivasi kita membuat perubahan positif dalam hidup. Dalam hal apa saja biasanya kita mengalami penyesalan?

Sumber penyesalan dalam hidup

Berikut ini beberapa sumber penyesalan dalam hidup yang paling banyak dialami:

1. Pendidikan

Sebuah studi menemukan bahwa 13% orang memiliki penyesalan terkait pendidikan. Penyesalan ini biasanya terkait tidak melanjutkan sekolah, tidak belajar giat, putus sekolah, dan memilih jurusan yang salah saat di perguruan tinggi. 

Mereka yang mengenyam pendidikan lebih rendah lebih mungkin memiliki penyesalan dalam bidang pendidikan daripada mereka yang melanjutkan untuk mengejar gelar yang lebih tinggi.

Pendidikan menempati posisi tertinggi penyesalan dari hal lainnya. Hal ini karena pendidikan meningkatkan prospek seseorang di semua aspek kehidupan. Pendidikan lebih tinggi artinya lebih banyak uang, dan pernikahan cenderung lebih kuat serta kehidupan keluarga cenderung lebih stabil jika tidak dibebani oleh kekhawatiran keuangan.

Dalam hal kesehatan fisik, banyak penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan seseorang adalah salah satu faktor berapa lama mereka akan hidup, bahkan lebih penting dari pendapatan atau jenis pekerjaan. Pendidikan memberikan banyak stabilitas yang lebih besar dan membuka banyak peluang.

2. Pilihan karier

Jika Anda tahu jenis pekerjaan yang dipilih sekarang tidak membuat Anda bahagia atau mungkin Anda menemukan jenis pekerjaan lain yang lebih nyaman, Anda berarti masuk salah satu kategori dari 12% peserta penelitian yang menyesal dalam pilihan karier. Menariknya, peserta penelitian yang memiliki pendidikan tinggi lebih banyak yang merasa membuat pilihan karier yang salah.

3. Hubungan romantis

Memilih orang yang salah, bertahan di hubungan toxic, mengalami hubungan abusif,  atau mengalami ghosting oleh pasangan bisa jadi faktor kenapa orang merasa menyesal menjalani kehidupan romantis. 

Ingin menjalani kehidupan percintaan yang lebih stabil? Coba bertengkar secara sehat. Menghindari konflik hanya akan berujung pada berakhirnya hubungan. Oleh karena itu, jangan melampiaskan kemarahan satu sama lain tanpa membicarakan solusinya. Anda dan pasangan harus tahu kapan mengalah, tahu kapan marah, dan tahu kapan melampiaskan perasaan. Gunakan kesadaran perasaan dalam hubungan dan ekspresikan kebutuhan dan kekhawatiran Anda secara langsung dan konstruktif.

4. Keuangan

Memilih investasi yang salah serta berfoya-foya dan menghabiskan uang adalah beberapa faktor yang membuat orang menyesal dalam hal keuangan. Mungkin ada variabel yang tak bisa diubah sehingga membuat penyesalan, misalnya sudah tertipu oleh rekan bisnis sendiri.

5. Saat menjadi orangtua

Tidak mudah membesarkan anak. Peserta survey menyesali sesuatu yang berhubungan dengan anak mereka sebesar 9%. Bentuk penyesalannya yaitu tidak menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak, terlalu kritis terhadap perilaku anak, tidak memerhatikan tugas sekolah, dan gagal mengenali tanda-tanda masalah serius, seperti penyalahgunaan narkoba atau gangguan makan.

6. Kesehatan diri

Sekitar 6% peserta penelitian menyesali pilihan hidup mereka terkait dengan kesehatan. Bentuk penyesalannya berupa kurang olahraga, jarang menemui dokter jika mengalami keluhan, dan pola makan buruk. Biasanya penyesalan ini datang ketika penyakit yang mereka alami sudah parah, padahal masalah kesehatan sebenarnya dapat dicegah atau dapat dikurangi risikonya jika dapat merawat diri.

Tidak ada kata terlambat untuk menjadi sehat. Bahkan perubahan kecil, misalnya mengurangi asupan karbohidrat saat mengetahui ada keturunan diabetes akan berdampak besar dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Menjalani penyesalan dalam hidup

Penyesalan dalam hidup Anda sudah terjadi, yang bisa Anda lakukan adalah menjalaninya. Berikut tips yang bisa Anda lakukan jika memiliki penyesalan dalam hidup:

Ketahui sumber penyesalan Anda

Semua orang berbuat salah, namun kesombongan menghalangi dan mencegah orang untuk mengakuinya. Meskipun berujung menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang Anda buat, memberi label pada emosi dan mengakui penyesalan dapat menjadi peluang untuk berkembang dan menghindari kesalahan itu.

Rencanakan setiap hal dengan teliti

Karena Anda sudah berpengalaman dengan kegagalan, mulai dari sekarang persiapkan segala hal dengan teliti. Pikirkan tantangan dari setiap keputusan, skenario terburuk, dan kegagalan yang mungkin akan terjadi lagi. Ketika Anda memiliki rencana yang jelas, Anda akan lebih siap memenuhi tujuan Anda.

Bertindak hati-hati dan bertanggung jawab

Setelah melakukan kesalahan di masa lalu, saatnya mulai berhati-hati dan bertanggung jawab. Misalnya, jika Anda terkena penyakit karena gaya hidup dan masih bisa diubah, saatnya berubah untuk kehidupan yang lebih baik. Rutin berolahraga, tidur cukup, dan pola makan teratur akan sangat membantu menyembuhkan penyakit Anda.