This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
Kamis, 25 Agustus 2022
Bisakah kita hidup berdampingan dengan penyesalan?
Penyesalan Terbesar Manusia
Salah satu penyesalan terbesar manusia adalah tidak melakukan amal-amal baik di dunia. Ketika hidup ia melakukan segala cara untuk memuaskan hasratnya tanpa peduli bahwa apa yang dicapainya tidak dibawa ke alam yang abadi, yakni akhirat.
Allah Swt berfirman: Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman. (QS. Maryam: 39)
Digambarkan oleh Allah Swt bahwa di akhirat kelak banyak sekali manusia yang menyesali perbuatan yang telah dilakukan di dunia: Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). (QS. az-Zumar: 56)
Dalam ayat lain Allah berfirman: Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata, “Aduhai kiranya (dahulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” (QS. al-Furqan: 27)
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling besar penyesalannya pada Hari Kiamat adalah pribadi yang menjual akhiratnya dengan dunia orang lain.”
Sayidina Ali ra berkata: “Sesungguhnya penyesalan terbesar pada Hari Kiamat adalah orang yang mencari harta bukan dalam ketaatan kepada Allah, kemudian hartanya diwarisi oleh pewarisnya yang membelanjakan hartanya dalam ketaatan kepada Allah Yang Mahasuci. Oleh karenanya, dia masuk surga lantaran kebaikannya itu. Adapun orang pertama (yang mencari harta bukan dalam ketaatan kepada Allah) bakal masuk neraka lantaran hartanya itu.”
Sayidina Ja'far Shadiq as berkata: “Sesungguhnya orang yang paling menyesal pada Hari Kiamat adalah orang yang menggambarkan keadilan dengan kata-katanya, kemudian dia menentangnya dengan tindakan yang berlawanan dengan keadilan.”
Maka sebelum semuanya terlambat mari kita terus meningkatkan ibadah yang telah disyariatkan oleh-Nya dan melakukan segala amal baik, seperti bersedekah dan membimbing anak-anak kita menjadi saleh/salehah. Karena selain amal-amal baik, juga terdapat amalan yang pahalanya terus mengalir meski kita telah tiada.
Dalam sabdanya Rasulullah berkata: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakan kepadanya."
Referensi : Penyesalan Terbesar Manusia
Penyesalan Orang yang Masuk Neraka, Sebuah Penyesalan yang Sia-Sia
Jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal di akhirat, karena tidak akan ada harapan untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan selama di dunia. Sebagaimana orang-orang yang kelak ditakdirkan masuk kedalam neraka. Mereka menyesal karena selama di dunia tidak belajar ilmu agama sehingga mereka bisa selamat dari azab Allah.
Sebagaimana firman Allah,
وَقَالُوا۟ لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ
Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
Referensi : Penyesalan Orang yang Masuk Neraka, Sebuah Penyesalan yang Sia-Sia
4 Penyesalan Orang yang Sudah Meninggal dalam Al-Quran
Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya, tidak ada satupun yang dapat mendahuluinya dan tidak pula mengundurkannya. Ajal dan kematian bagi manusia adalah pengingat agar kelak ia dapat menemuinya dalam keadaan khusnul khatimah atau dalam keadaan baik.
Hidup yang dijalani saat ini sifatnya sementara dan sangatlah singkat. Dengan demikian, setiap orang dianjurkan untuk mengisi waktu yang singkat ini dengan amal-amal baik agar tidak menyesal di hari kemudian.
Dalam beberapa ayat Al-Quran disebutkan beberapa penyesalan orang yang sudah meninggal. Apa saja yang disesali orang yang sudah meninggal? Yuk simak penjelasannya berikut ini.
1. Penyesalan karena tidak taat
Tujuan dari penciptaan manusia dan jin ialah hanya untuk beribadah kepada Allah. Dalam hal ini ibadah bisa dimaknai sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada Rabb-nya. Taat juga dapat dimaknai dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Perintal Allah sudah pasti adalah perintah untuk mengerjakan kebaikan dan larangannya ialah perintah untuk meninggalkan segala perbuatan buruk dan dosa.
Manusia dianjurkan untuk taat terhadap perintah dan larangan-Nya. Adapun bagi yang mengingkari setiap perintah dan melanggar larangan-Nya, maka di akhirat kelak mereka akan menyesali perbuatannya di muka bumi ini. Allah SWT berfirman :
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, Alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Allah dan tata (pula) kepada Rasul.” (QS Al Ahzab:66)
2. Penyesalan saat menerima catatan amal
Dari mulai usia baligh setiap insan akan memiliki catatan amal kebaikannya sendiri-sendiri. Catatan amal tentunya menjadi cerminan dari amal yang dikerjakan oleh seseorang. Jika seseorang mengisinya dengan amal baik, maka baik juga catatan amalnya dan juga sebaliknya.
Kurangnya amal baik atau banyaknya amal buruk tentunya akan berdampak pada catatan amal masing-masing. Hal itu menjadi alasan bagi kita untuk terus melakukan banyak amal kebaikan pada setiap detik kehidupan yang dilalui. Buruknya catatan amal akan menjadi salah satu penyesalan seseoorang setelah meninggal kelak. Allah SWT berfirman :
“Adapun bagi orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata ‘Duhai alangkah baiknya andaikan tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).'” (QS Al-Haqqah : 25)
3. Penyesalan karena lalai membaca dan mengamalkan Al-Quran
Al-Quran merupakan pedoman hidup bagi seorang muslim, barang siapa yang mengamalkan dan mengaplikasikan seluruh isinya dalam kehidupan sehari-hari, maka ia akan selamat dan memperoleh kehidupan yang baik. Selanjutnya, banyak sekali keutamaan dari membaca Al-Quran yang dapat dirasakan seseorang ketika ia membacanya.
Diantara keutamaannya ialah memiliki pahala yang berlipat ganda ketika di baca. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca dalam Al-Quran akan dikalikan dengan sepuluh kebaikan.
Sebagai pedoman bagi kehidupan seorang muslim, tentunya setiap muslim dianjurkan untuk membaca dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Lalai dalam membaca dan mengamalkan Al-Quran akan mengantarkan seseorang pada penyesalan setelah ia meninggal. Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku.” (QS Al-Furqan:29)
4. Penyesalan karena kurang bersedekah
Sedekah merupakan amal utama bagi seorang muslim, sedekah yang ditunaikan akan menjadi pemberat timbangan kebaikan di hari perhitungan kelak. Tak hanya itu, keutaman sedekah juga dapat dirasakan langsung di muka bumi ini oleh penunainya. Diantara keutamaan sedekah ialah menjadikan hidup lebih tenang dan bahagia serta menjadi pembuka pintu-pintu rezeki.
Setelah meninggal dunia, ada sebagian orang yang menyesal dan memohon kepada Allah agar ditunda kematiannya walau hanya sesaat saja sehingga ia mampu untuk menunaikan sedekah. Allah SWT berfirman:
“Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Al-Munafiqun: 10).
Menyesal tentunya selalu berada di akhir, agar tidak menyesal di hari akhirat nanti yuk sama-sama kita perbaiki diri kita dan mengerjakan banyak kebaikan. Diantara kebaikan yang bisa sahabat tunaikan ialah berbagi dan bersedekah mengeluarkan sebagian kecil dari harta yang dimiliki.
Referensi : 4 Penyesalan Orang yang Sudah Meninggal dalam Al-Quran
Cara Islami Mengubah Penyesalan Menjadi Energi Positif
Cara Islami Mengubah Penyesalan Menjadi Energi Positif. Setiap orang pernah mengalami penyesalan pada tingkat tertentu akibat apa yang kita putuskan atau lakukan di dunia ini. Pekerjaan yang seharusnya kita ambil, lamaran atau pernikahan yang dapat dipertimbangkan, jalur karier yang akan kita lewatkan, atau kepurusan lainnya, seringkali meninggalkan penyesalan mendalam.
Berhenti mengutuk diri sendiri atau orang lain
Ketahui batas kemampuanmu
Belajar dari apa yang diriwayatkan Nabi
"Mengenai orang beriman, baginya ada kebaikan dalam semua urusannya. Ketika sesuatu yang menyenangkan terjadi padanya, dia bersyukur dan itu baik untuknya. Dan ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi padanya, dia sabar, dan itu baik untuknya."
manusia diciptakan sangat tangguh. Allah SWT juga tidak akan menguji umat-Nya di luar batas kemampuan. Salah satu dari banyak cara yang bisa kita lakukan adalah mengubah sesuatu yang negatif menjadi hal yang positif dalam jangka panjang. Tak lupa kita selalu meminta keridaan Allah SWT sebagai Sang Pencipta.
Referensi :
Cara Islami Mengubah Penyesalan Menjadi Energi Positif
Penyesalan Orang Zalim di Akhirat yang Berharap Kembali ke Dunia (Surat Al Baqarah Ayat 167)
وَقَالَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا لَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّاَ مِنْهُمْ ۗ كَمَا تَبَرَّءُوْا مِنَّا ۗ كَذٰلِكَ يُرِيْهِمُ اللّٰهُ اَعْمَالَهُمْ حَسَرٰتٍ عَلَيْهِمْ ۗ وَمَا هُمْ بِخَارِجِيْنَ مِنَ النَّارِ
wa qālallażīnattaba'ụ lau anna lanā karratan fa natabarra`a min-hum, kamā tabarra`ụ minnā, każālika yurīhimullāhu a'mālahum ḥasarātin 'alaihim, wa mā hum bikhārijīna minan-nār
"Dan orang-orang yang mengikuti berkata, “Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal per-buatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka." (Q.S. Al-Baqarah : 167)
Referensi : Surat Al Baqarah Ayat 167, tentang Penyesalan Orang Zalim di Akhirat yang Berharap Kembali ke Dunia
Hukum Menggunakan Kata "Seandainya.."
Orang lain yang mendengarnya berujar: "Kata-kata semacam itu sudah dilarang oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Itu kata-kata yang dapat mengiring orang yang mengucapkannya kepada kekufuran."
Lalu ada lagi yang bilang: "Tetapi dalam kisah tentang Musa dan Khidir, Nabi pernah bersabda: "Semoga Allah memberi rahmat kepada Musa. Kalaulah beliau mau bersabar, tentu Allah akan menceritakan kepada kita lanjutan kisah mereka.."
Orang yang lain lagi berdalil dengan sabda Rasulullah: "Mukmin yang kuat itu lebih baik dari mukmin yang lemah," hingga ucapan: "…karena kata "seandainya" itu membuka amalan syetan." Apakah hukum dalam hadits ini menghapus hukum dalam kisah Musa di atas atau tidak?
Teks Jawaban
Alhamdulillah.
Semua yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya itu benar. Kata 'seandainya' itu Apabila digunakan sebagai ungkapan kesedihan menyesali yang telah lampau dan kecewa terhadap takdir, itulah yang dilarang, sebagaimana dalam firman Allah:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang:"Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam di hati mereka.." (Ali Imraan : 156)
Itulah yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau bersabda:
"Kalau engkau tertimpa musibah, janganlah engkau mengatakan: "Kalau tadi aku lakukan begini, tentu jadinya akan begini dan begini..". Tapi katakanlah: "Sudah takdir Allah, Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Karena kata "seandainya," itu membuka pintu amalan syetan (yakni akan membuka pintu kesedihan dan kekecewaan. Yang demikian itu hanya berbahaya dan tidak bermanfaat. Tapi ketahuilah, bahwa apa saja yang menimpamu tidak akan pernah meleset. Dan segala yang meleset tidak akan pernah menimpamu. Allah berfirman:
"Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.." (At-Taghaabun : 11)
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam ayat itu adalah seseorang yang tertimpa satu musibah lalu ia menyadari bahwa musibah itu berasal dari Allah, sehingga ridha dan berserahdiri.
Yang kedua, penggunaan kata "seandainya," untuk menjelaskan satu pengetahuan yang bermanfaat. Seperti firman Allah:
"Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa.." (Al-Anbiya : 22)
Atau untuk menunjukkan kecintaan terhadap perbuatan baik dan keinginan melakukannya. Seperti ucapan:"Kalau saja aku memiliki apa yang dimiliki oleh Fulan, tentu aku akan melakukan apa yang dia lakukan.." dan sejenisnya. Ungkapan semacam itu boleh-boleh saja. Adapun sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam: "Kalaulah beliau mau bersabar, tentu Allah akan menceritakan kepada kita lanjutan kisah mereka.." Itu termasuk jenis yang kedua. Seperti juga firman Allah:
"Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu.." (Al-Qalam : 3)
Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam akan senang dapat mencerikan kisah kedua Nabi itu. Maka beliau mengutarakan dengan kata-kata itu untuk menjelaskan kesenangan beliau bila kesabaran yang seandainya dilakukan Musa kala itu. Beliau memberitahukan manfaat yang ada dalam kesabaran itu. Tak ada unsur kekecewaan dan kesedihan dalam unggkapan beliau, juga tidak meninggalkan kewajiban bersabar terhadap takdir.
Referensi : Hukum Menggunakan Kata "Seandainya.."

















