This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Kamis, 25 Agustus 2022

Doa untuk Anak agar Cerdas, Bertakwa, dan Diberikan Berkah dalam Hidupnya

Doa untuk Anak agar Cerdas, Bertakwa, dan Diberikan Berkah dalam Hidupnya

Doa untuk Anak agar Cerdas, Bertakwa, dan Diberikan Berkah dalam Hidupnya. Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Sehingga kita memanjatkan berbagai doa untuk anak agar dia menjadi anak yang sehat, bahagia, bermanfaat dan selamat dunia akhirat. 

Kehadiran anak merupakan harta yang paling berharga, terutama bagi kedua orang tuanya. Anak akan menjadi sumber kehangatan dalam sebuah rumah. Anak-anak diharapkan tumbuh baik dan saleh, yang akan menjadi orang membanggakan bagi orang tua dan juga sekitarnya.

Bukan hanya membawa kebahagiaan di dunia, anak yang saleh pun akan menjadi penerang di akhirat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang berdoa baginya,” (HR. Muslim no. 1631).

Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi orang baik dan saleh.

Oleh karenanya, orang tua pasti akan selalu mengusahakan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya baik urusan dunia maupun akhirat.

Selain melakukan ikhtiar dengan mendidik anak sebaik mungkin, perlu bagi orang tua untuk memanjatkan doa untuk anak.

Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya untuk selalu mendoakan anak-anaknya agar dapat tumbuh menjadi orang yang baik, beriman, cerdas dan selamat di dunia dan akhirat.

Tujuannya doa untuk anak tersebut tidak lain agar anak-anaknya mendapatkan rida Allah SWT.

Berikut ini doa untuk anak yang bisa dipanjatkan oleh para orang tua.

1. Doa untuk Anak agar Rajin Beribadah

Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT agar beliau dan anak cucu-nya mengerjakan amalan saleh dan salat dengan sebaik-baiknya.

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

“Rabbij’alni Muqimaṣ-salāti Wa Min Zurriyyati Rabbanā Wa Taqabbal du’a.

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mengerjakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku,” (Alquran Surah Ibrahim ayat 40).

2. Doa untuk Anak agar Beriman dan Bertakwa

Selain mengajarkan anak untuk beribadah, hal yang utama adalah mengajarkan anak agar beriman dan bertakwa Allah SWT.

Dengan memanjatkan doa untuk anak berikut ini, orang tua memohon kepada Allah SWT agar keturunannya menjadi orang yang bertakwa.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Wallazina yaqulụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa zurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqina imāmā.”

Artinya: “Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan anak-anak kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa',” (Al-Qur'an Surah Al-Furqan ayat 74).

3. Doa untuk Anak agar Pintar dan Cerdas

Berikutnya ada doa agar anak dapat menjadi seorang anak yang cerdas yang dilansir dari Qazwa, yaitu:

اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

“Allahummam-la’ Quluuba Aulaadìnaa Nuuron Wa Hìk-matan Wa Ahlìhìm Lìqobuulì Nì’matìn Wa Ashlìh-hum Wa Ashlìh bìhìmul Ummah.”

Artinya: “Ya Allah, isilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang layak untuk menerima nikmat-Mu, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”

Selain doa tersebut, ada satu doa lagi yang bisa orang tua panjatkan dengan tujuan mengharapkan anak dapat menjadi orang yang pintar, antara lain:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا

“Allahummaj’alhu Shohììhan Kaamìlan, Wa ‘Aqìlan Haadzìqon, Wa ‘Aalìman ‘Amìlan."

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anakku, anak yang sehat sempurna, memiliki akal yang cerdas, dan memiliki ilmu, dan suka beramal.”

4. Doa untuk Anak agar Berbakti pada Orang Tua

Banyak cara bakti anak kepada orang tua, dan hal itu tidak bisa ditentukan.

Oleh karena itu, amalan utama orang tua adalah berdoa untuk anak agar jadi anak yang berbakti terutama dalam hal yang berkaitan dengan masalah keagamaan dan akhirat.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

“Allahumma Barìklìy Fìì Awladìy, Wa La Tadhurruhum, Wa Waf Fìqhum Lì Tho’atìk, War Zuqnìy Bìrrohum.

Artinya: ”Ya Allah limpahkanlah barokah kepadaku dan anak-anakku, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, limpahkanlah kepada mereka taufik untuk taat kepada-Mu dan karuniakanlah kepadaku rezeki berupa bakti mereka.”

5. Doa Untuk Anak agar Dia Menjadi Orang yang Baik

Doa berikut ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh nabi Zakaria AS agar beliau dikaruniakan seorang anak yang baik.

رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

“Robbìy hablìy mìl ladunka dzurrìyyatan thoyyìbatan ìnnaka samì’ud du’a."

Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa,” (Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 38).

6. Doa untuk Anak agar Dia Diberikan Keberkahan

Selain meminta anak yang baik, mohonkan juga agar anak selalu diberikan kebaikan dan keberkahan dalam hidupnya.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَوْلاَدِي وَاحْفَظْهُمْوَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

“Allahumma Bariklii Fii ‘Aulaazdii Waahfathhum Wa Laa Tathurra Hum Waarzukna Birrohum."

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kebaikan yang banyak kepada anak-anak hamba, jagalah mereka dan jangan Engkau celakakan mereka. Karuniakanlah kepada kami ketaatan mereka.”

Kedua doa untuk anak ini bisa dipanjatkan kapan pun,karena tidak ada seorang pun yang tahu kapan sebuah doa dikabulkan.

Sebagai orang tua yang bertanggung jawab, doa ini menjadi tumpuan harapan bagi kebaikan penerusnya kelak.

Doa untuk anak tersebut sebaiknya harus dibacakan berulang kali oleh kedua orang tua, terutama oleh ibu.

Sebab, ibu memiliki keutamaan yang lebih dalam hal pengasuhan anak. Oleh karena itu, doa seorang ibu sangat diutamakan dan akan diijabah.

Sebagaimana dalam hadis yang shahih Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Artinya: "Ada tiga doa yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang doa ini:

doa kedua orang tua terhadap anaknya, doa musafir-orang yang sedang dalam perjalanan, doa orang yang dizalimi,” [Hasan : HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (no. 32, 481) Shahih Al-Adabil Mufrad (no. 24, 372)].

Jika seorang ibu meridai anaknya, dan doanya mengiringi setiap langkah anaknya, niscaya rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa menyertainya.

Sebaliknya, jika hati seorang ibu terluka, lalu ia mengadu kepada Allah, mengutuk anaknya.

Karena pentingnya posisi ibu, penelitian dari Journal of The American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa gaya eksplorasi, perkembangan sikap dan perilaku kesehatan seorang anak pun tergantung bagaimana cara didikan dari ibunya.

Jadi, peran ibu sangat penting untuk anaknya, termasuk juga ucapan atau doa yang dilafalkan untuk Si Kecil.

Keutamaan doa ibu untuk anaknya dijabarkan dalam penjelasan berikut ini.

1. Ibu Telah Merawat Anak Sejak dalam Kandungan

Allah SWT memerintahkan manusia agar selalu berbuat baik kepada orang tua, khususnya ibu.

Ini karena ibu telah mengandung anaknya selama 9 bulan dan telah merawatnya dengan baik hingga akhirnya bisa terlahir ke dunia dengan sehat dan selamat.

Tugasnya tidak selesai sampai di situ. Ibu masih harus memberi ASI, bahkan mendidik sampai anaknya hingga dewasa.

Hal itu tentu bukan sesuatu yang mudah dan diperlukan banyak peengorbanan untuk melakukannya.

Allah berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik terhadap dua orang ibu dan bapaknya. Ibunya mengandung dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula,” (Alquran Surah Al-Ahqaf ayat 15).

Selain itu, dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa:

"Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya seseorang mendatanginya lalu berkata: 'bahwasanya aku meminang wanita, tapi ia enggan menikah denganku.

Dan ia dipinang orang lain lalu ia menerimanya. Maka aku cemburu kepadanya lantas aku membunuhnya.

Apakah aku masih bisa bertaubat?'

Ibnu Abbas berkata: 'apakah ibumu masih hidup?' Ia menjawab: 'tidak'.

Ibnu Abbas berkata: 'bertaubatlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan dekatkanlah dirimu kepadaNya sebisamu'.

Atho’ bin Yasar berkata: 'maka aku pergi menanyakan kepada Ibnu Abbas kenapa engkau tanyakan tentang kehidupan ibunya?'

Maka beliau berkata: ‘Aku tidak mengetahui amalan yang paling mendekatkan diri kepada Allah ta’ala selain berbakti kepada ibu',"

[Hadis ini dikeluarkan juga oleh Al Baihaqy di Syu’abul Iman (7313), dan Syaikh Al Albany menshahihkannya, lihat As Shahihah (2799)].

Dari hadis tersebut dijelaskan bahwasanya berbuat baik kepada ibu adalah ibadah yang sangat agung, bahkan dengan berbakti kepada ibu diharapkan bisa membantu taubat seseorang diterima Allah ta’ala.

2. Keistimewaan Ibu, Disebut 3 Kali oleh Rasulullah SAW

Sebagai orang tua, ibu mempunyai keistimewaan berkali-kali lipat. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah menyebutkan nama ibu sebanyak 3 kali, baru kemudian nama ayah.

Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadis:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu,'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Ini menunjukkan bahwa ibu mempunyai keistimewaan yang luar biasa bagi Rasulullah SAW yang merupakan seorang nabi dan Rasul yang telah dijanjikan surga padanya.

Hal ini akan membuat doa untuk anaknya akan lebih mustajab di hadapan Allah.

Demikianlah penjelasan tentang doa untuk anak yang dapat dipanjatkan oleh orang tua agar anak-anaknya dapat tumbuh dengan baik, saleh, dan menjadi seperti yang diharapkan.

Referensi : Doa untuk Anak agar Cerdas, Bertakwa, dan Diberikan Berkah dalam Hidupnya



Semoga menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tua

Semoga menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tua

Dalam menerjemahkan suatu kalimat ke dalam bahasa Inggris, hal yang harus diperhatikan adalah penetuan subjek, prediket dan objek. Terjemahan dari kalimat: Semoga menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tua juga berguna bagi bangsa dan negara, adalah: I hope you could be pious child, obey your parents, and also be worthwile for nation.

Pembahasan  

Perbedaan Wish dan Hope

Hope dan wish  merupakan bagian dari kata kerja. Keduanya sama-sama digunakan untuk menunjukan sebuah harapan. Adapun perbedaan hope dan wish adalah:

1. Hope

Di dalam Oxford, dijelaskan bahwa hope bermakna “to want something to happen and think that it is possible” yang artinya “menginginkan sesuatu terwujud dan berfikir hal tersebut mungkin terjadi”. Jadi, hope digunakan untuk harapan yang tingkat kemungkinaanya sangat tinggi. Hope bisa digunakan untuk merujuk harapan yang berhubungan dengan masa lalu, sekarang, maupun masa datang. Akan tetapi, pada umumnya digunakan untuk merujuk keinginan yang terjadi pada saat sekarang atau yang akan datang. Contohnya:

1. I hope you will have new house in 2019. (Saya berharap kamu akan mempunyai rumah pada tahun 2019.)

2. All we can do is wait and hope. (Hal yang bisa kita lakukan adalah menunggu dan berharap.)

3. Syinta hopes Roby will marry her. (Syinta berharap Roby akan menikahinya)

4. I hope so. (Saya harap begitu.)

5. Mother hopes she has new dress for the party (Ibu berharap dia mempunyai gaun baru untuk ke pesta)

2. Wish

Di dalam Oxford dijelaskan bahwa wish bermakna “to think very hard that you want something, especially something that can only be achieved by good luck or magic” yang artinya “memikirkan dengan sangat keras sesuatu yang kamu inginkan, khususnya sesuatu yang hanya dapat diperoleh dengan keberuntungan yang bagus atau kejaiban”. Dengan demikian, wish digunakan untuk harapan yang tingkat kemungkinaanya tidak terwujud sangat tinggi. Oleh karena itu, wish umumnya merujuk pada sesuatu yang terjadi di masa lampau dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

1. They wish they went to abroad (Mereka berharap mereka keluar negri. Faktanya mereka tidak pergi ke luar negri)

2. I wish I had a new camera.(Saya berharap saya punya kamera baru. Faktanya: sekarang tidak punya)

3. My friend wish she had finish her target (Temanku berharap dia bisa menyelesaikan targetnya. Faktanya: Dia masih sedang mengerjakannya)

4. I wish I were tall. (Saya berharap saya tinggi. Faktanya: saya pendek dan ingin sekali tinggi)

5.I wish my husband would help me clean the house. (saya berharap suami saya membantuku membersihkan rumah. Faktanya suami tidak pernah membantu membersihkan rumah)

Selain digunakan untuk harapan yang tidak terjadi, wish juga kadang sering digunakan untuk memberi ucapan kepada seseorang agar suskes, bahagia di kemudian hari, seperti yang dijelaskan di dalam kamus Cambridge bahwa wish adalah “to hope or express hope for another person's success or happiness or pleasure on a particular occasion” misalnya:

1. I wish you health and happiness. (Saya berharap kamu sehat dan bahagia)  

2. I wish her a safe journey.(Saya berharap perjalanannya aman)

Doa untuk Kedua Orang Tua dan Perintah Berbakti kepada Keduanya

Doa untuk Kedua Orang Tua dan Perintah Berbakti kepada Keduanya

Doa untuk Kedua Orang Tua dan Perintah Berbakti kepada Keduanya. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati dan mengasihi kedua orang tua. Begitupun sebaliknya, orang tua juga harus menyayangi anak-anaknya.

Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan semakin dewasa hingga membangun bahtera rumah tangga. Sementara orang tua semakin hari bertambah usia dan semakin menua.

Ketika orang tua sudah berumur, kebahagiaan mereka adalah melihat anak-anaknya hidup bahagia. Sementara sang anak juga harus mengasihi dan mendoakan kedua orang tua agar diberikan keberkahan di sisa umurnya.

Saat sudah meninggal dunia, orang tua juga wajib didoakan oleh anak-anaknya. Sebab amalan yang tidak akan terputus meskipun sudah meninggal dunia adalah doa sang anak untuk orang tuanya. Inilah mengapa kita semua perlu membaca doa untuk kedua orang tua.

Doa untuk kedua orang tua sebaiknya dibaca setiap selesai sholat fardhu. Lebih baik lagi jika ditambah ketika selesai sholat sunnah. Dengan begitu, doa untuk kedua orang tua yang dibaca akan menembus langit dan didengar oleh Allah Swt.

Dalil Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban setiap anak yang lahir di dunia. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran Surat An-Nisa ayat 36:

۞ وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

Artinya:

“ Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Selain itu, perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua juga tertulis dalam Surat Lukman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Artinya:

“ Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Bahkan Rasulullah Saw juga bersabda kepada umatnya untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi:

“ Orang tua adalah pintu surga yang paling baik. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi).

Doa untuk Kedua Orang Tua

Doa untuk kedua orang tua adalah doa yang semestinya diajarkan sejak kecil. Doa ini biasanya diajarkan oleh guru ketika masih di bangku kanak-kanak.

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا

Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiira.

Artinya:

“ Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil.”

Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sakit

Hati kita tentu akan sedih melihat orang tua sedang sakit. Terlebih jika sakitnya sudah parah dan lama tidak kunjung sembuh.

Maka dari itu dianjurkan kepada kaum Muslim untuk mendoakan kedua orang tuanya agar segera sembuh dari penyakitnya. Untuk memohon kesembuhan kepada Allah Swt, berikut bacaan doa untuk kedua orang tua yang sedang sakit:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَاْسَ وَاشْفِهُ وانْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma rabbannaasi adzhibil ba'sa wasy fihu, wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syfaauka, syifaan laa yughaadiru saqaama.

Artinya:

“ Ya Allah, Rabb manusia dan alam semesta, hilangkanlah kesusahan dan berikanlah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”

Doa untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal

Ketika orang tua sudah menghadap Sang Pencipta, kaum Muslim juga tetap harus berbakti dan mendoakan mereka. Sahabat Dream tidak boleh terus larut dalam kesedihan. Lebih baik bacakan doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal berikut ini:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

llahummaghfir lahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahu wa wassi' madkholahu, waghsilhu bil maa i wats-tsalji walbarodi wa naqqihii minal khothoo ya kamaa yunaqqots- tsawbul abyadhu minad danas Wa abdilhu daaron khoiron min daarihii wa ahlan khoiron min ahlihii wa zawjan khoiron min zawjihi, wa adkhilhul jannata wa a 'idzhu min 'adzaabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzaabin naar.

Artinya:

“ Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah dia. Dan muliakanlah dia di tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan dan dosa seperti baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga-Mu, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka."

Itulah doa untuk kedua orang tua dan perintah Tuhan untuk berbakti kepada mereka. Mari kita doakan orang tua kita setiap hari, bagaimanapun kondisi dan sikap mereka terhadap kita. Sebab berbakti kepada orang tua adalah salah satu jalan untuk mendapatkan ridlo dari Allah subhanahu wata’ala.

Referensi : Doa untuk Kedua Orang Tua dan Perintah Berbakti kepada Keduanya



Bakti Kepada Orang Tua

Bakti Kepada Orang Tua

Terdapat banyak ayat yang mendudukkan ridha orang tua setelah ridha Allah dan keutamaan berbakti kepada orang tua adalah sesudah keutamaan beriman kepada Allah. Allah berfirman yang artinya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia  kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Lukman: 14). Lihat pula QS. al-Isra 23-24, an-Nisa 36, al-An’am 151, al-Ankabut 08.

Ada lima kriteria yang menunjukkan bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.

Pertama, tidak ada komentar yang tidak mengenakkan dikarenakan melihat atau tercium dari kedua orang tua kita sesuatu yang tidak enak. Akan tetapi memilih untuk tetap bersabar dan berharap pahala kepada Allah dengan hal tersebut, sebagaimana dulu keduanya bersabar terhadap bau-bau yang tidak enak yang muncul dari diri kita ketika kita masih kecil. Tidak ada rasa susah dan jemu terhadap orang tua sedikit pun.

Kedua, tidak menyusahkan kedua orang tua dengan ucapan yang menyakitkan.

Ketiga, mengucapkan ucapan yang lemah lembut kepada keduanya diiringi dengan sikap sopan santun yang menunjukkan penghormatan kepada keduanya. Tidak memanggil keduanya langsung dengan namanya, tidak bersuara keras di hadapan keduanya. Tidak menajamkan pandangan kepada keduanya (melotot) akan tetapi hendaknya pandangan kita kepadanya adalah pandangan penuh kelembutan dan ketawadhuan. Allah berfirman yang artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. al-Isra: 24)

Urwah mengatakan jika kedua orang tuamu melakukan sesuatu yang menimbulkan kemarahanmu, maka janganlah engkau menajamkan pandangan kepada keduanya. Karena tanda pertama kemarahan seseorang adalah pandangan tajam yang dia tujukan kepada orang yang dia marahi.

Keempat, berdoa memohon kepada Allah agar Allah menyayangi keduanya sebagai balasan kasih sayang keduanya terhadap kita.

Kelima, bersikap tawadhu’ dan merendahkan diri kepada keduanya, dengan menaati keduanya selama tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah serta sangat berkeinginan untuk memberikan apa yang diminta oleh keduanya sebagai wujud kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.

Perintah Allah untuk berbuat baik kepada orang tua itu bersifat umum, mencakup hal-hal yang disukai oleh anak ataupun hal-hal yang tidak disukai oleh anak. Bahkan sampai-sampai al-Qur’an memberi wasiat kepada para anak agar berbakti kepada kedua orang tuanya meskipun mereka adalah orang-orang yang kafir.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan  dengan  Aku  sesuatu yang  tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan  baik,  dan  ikutilah jalan   orang   yang  kembali  kepada-Ku,  kemudian  hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Lukman: 15)

Syarat Menjadi Anak Berbakti

Ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi, agar seorang anak bisa disebut sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya:

Satu, lebih mengutamakan ridha dan kesenangan kedua orang tua daripada ridha diri sendiri, isteri, anak, dan seluruh manusia.

Dua, menaati orang tua dalam semua apa yang mereka perintahkan dan mereka larang baik sesuai dengan keinginan anak ataupun tidak sesuai dengan keinginan anak. Selama keduanya tidak memerintahkan untuk kemaksiatan kepada Allah.

Tiga, memberikan untuk kedua orang tua kita segala sesuatu yang kita ketahui bahwa hal tersebut disukai oleh keduanya sebelum keduanya meminta hal itu. Hal ini kita lakukan dengan penuh kerelaan dan kegembiraan dan selalu diiringi dengan kesadaran bahwa kita belum berbuat apa-apa meskipun seorang anak itu memberikan hidup dan hartanya untuk kedua orang tuanya.

Keutamaan Menjadi Anak yang Berbakti

1. Termasuk Amal yang Paling Allah Cintai

Dari Abdullah bin Mas’ud, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Amal apakah yang paling Allah cintai.” Beliau bersabda, “Shalat pada waktunya,” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Nabi bersabda, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Nabi bersabda, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Masuk Surga

Dari Abu Hurairah, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celaka, celaka, dan celaka.” Ada yang bertanya, “Siapa dia wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Dia adalah orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya dalam usia tua, akan tetapi kemudian dia tidak masuk surga.” (HR Muslim)

Dari Muawiyah bin Jahimah dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu, aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bermusyawarah dengan beliau tentang jihad di jalan Allah. Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Ya,” kataku. Nabi pun bersabda, “Selalulah engkau berada di dekat keduanya. Karena sesungguhnya surga berada di bawah kaki keduanya.” (HR. Thabrani, al-Mundziri mengatakan sanadnya jayyid)

3. Panjang Umur dan Bertambah Rezeki

Dari Salman, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebaikan.” (HR. Turmudzi dan dihasankan oleh al-Albani)

Anas mengatakan, “Barang siapa yang ingin diberi umur dan rezeki yang panjang maka hendaklah berbakti kepada kedua orang tuanya dan menjalin hubungan dengan karib kerabatnya.” (HR. Ahmad)

4. Semua Amal Shalih Diterima dan Kesalahan-Kesalahan Diampuni

Allah ta’ala berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah . Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai, berilah kebaikan kepadaku dengan  kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS al-Ahqaf: 15-16)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu ada seorang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Sesungguhnya aku melakukan sebuah dosa yang sangat besar. Adakah cara taubat yang bisa ku lakukan?” Nabi bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu.” “Tidak” jawabnya. Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki bibi dari pihak ibu.” “Ya,” jawabnya. Nabi bersabda, “Berbaktilah kepada bibimu.” (HR. Tirmidzi)

5. Mendapatkan Ridha Allah

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridha Allah tergantung ridha kedua orang tua dan murka Allah tergantung murka kedua orang tua.” (HR. Thabrani dan dishahihkan oleh al-Albani)

6. Diterima Doanya dan Hilangnya Kesusahan

Diantara dalilnya adalah kisah Ashabul Ghar, yaitu tiga orang yang tertangkap dalam goa. Salah satu diantaraa mereka adalah seorang yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Lebih Utama Daripada Hijrah dan Jihad

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ada seorang yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Aku hendak membaiatmu untuk berhijrah dan berjihad dalam rangka mengharap pahala dari Allah.” Nabi bertanya kepada keduanya, “Apakah diantara kedua orang tuamu ada yang masih hidup.” “Ya, kedua-duanya masih hidup.” Jawabnya. Nabi bertanya, “Engkau mengharap pahala dari Allah?” “Ya.” Jawabnya. Nabi bersabda, “Pulanglah, temui keduanya dan sikapilah keduanya dengan baik.” (HR. Muslim)

8. Orang Tua Ridha dan Mendoakan

Jika seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya, tentu keduanya akan senang, dan pertanda ridhanya kepadanya. Kemudian mendoakannya, sedangkan doa orang tua itu pasti terjawab.

Ada tiga orang yang doanya mustajab dan hal tersebut tidak perlu diragukan lagi. Tiga orang tersebut adalah doa orang yang teraniaya. Doa orang yang sedang bepergian dan doa orang tua untuk kebaikan anaknya. (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh al-Abani)

9. Anak Kita Akan Berbakti Kepada Kita

Sikap bakti adalah hutang, maka sebagaimana kita berbakti kepada orang tua kita, maka anak kita pun akan berbakti kepada kita.

10. Tidak Akan Menyesal

Seorang anak yang tidak berbakti kepada kedua orang tuanya akan merasakan penyesalan ketika keduanya sudah meninggal dunia dan belum sempat berbakti.

11. Dipuji Banyak Orang

Bakti kepada kedua orang tua adalah sifat yang terpuji dan orang yang memiliki sifat ini pun akan mendapatkan pujian. Kisah Uwais al-Qorni adalah diantara dalil tentang hal ini.

12. Merupakan Sifat Para Nabi

Tentang Yahya ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14)

Tentang Isa ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32)

Tentang Ismail ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Maka tatkala anak itu sampai  berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan  kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (QS. ash-Shaffat: 102).

Referensi : Bakti Kepada Orang Tua



Agar Anak Berbakti Kepada Orangtua

Agar Anak Berbakti Kepada Orangtua

Memiliki anak yang shalih dan berbakti merupakan dambaan setiap orangtua.  Anak yang seperti inilah yang akan mengalirkan pahala bagi ayah dan ibunya sekalipun keduanya telah meninggalkan kehidupan dunia ini.  Doa-doa yang mereka panjatkan pun akan melapangkan kehidupan di alam kuburnya.

Apa yang harus dilakukan oleh orang tua agar harapan memiliki anak yang berbakti menjadi kenyataan?

 Langkah-Langkah Mewujudkan Harapan

 Menanamkan konsep keimanan yang benar.

Mereka wajib memahami bahwa hidup adalah untuk beribadah kepada Allah SWT (QS adz-Dzariyat []: 56).  Konsep ini akan mendorong anak berusaha meraih nilai ibadah dari setiap aktivitasnya.  Dia pun akan berupaya agar perlakuan mereka kepada kedua orangtuanya akan berbuah pahala di sisi Allah SWT.

 

  1. Menjelaskan kepada anak tentang kewajiban melakukan birrul walidayn.
  1. Menjelaskan kepada anak tentang keutamaan yang akan diperoleh mereka yang berbakti kepada kedua orangtua dan sanksi yang berat bagi siapa saja yang bersikap durhaka kepada keduanya.

Bersikap baik kepada orangtua bukanlah semata dilakukan anak untuk membalas jasa dan kebaikan keduanya.  Sampai kapan pun jasa orangtua tak akan terbalaskan. Seorang anak berbuat baik kepada orangtua semata  menjalankan perintah Allah SWT.   Banyak nas yang membahas masalah ini.  Di antaranya, Allah SWT berfirman:

۞وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا ٣٦

Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan Dia dengan apapun. Berbuat baiklah kepada kedua orangtua (QS an-Nisa’[4]: 36).

 

Anak penting mengetahui apa saja wujud berbakti kepada orangtua, seperti bersikap lemah lembut dan tidak bersikap kasar, mengikuti perintah keduanya selama tidak menyelahi aturan Allah SWTmenyenangkan hati keduanya, meringankan kesulitan keduanya dan mendoakan keduanya.

Di antara keutamaan tersebut adalah menjadi amalan yang paling dicintai Allah SWT. Abu ‘Amr Asy-Syaibani meriwayatkan: Pemilik rumah ini (seraya menunjuk rumah Abdullah bin Mas’ud ra.) menyampaikan kepadaku: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. “Amalan apakah yang paling Allah cintai?”

Rasul menjawab, “Shalat pada (awal) waktunya.”

“Kemudian apa lagi?” Nabi menjawab lagi, “Berbakti kepada kedua orangtua.

Aku bertanya kembali, “Kemudian apa lagi”

Jawab beliau, “Jihad fi Sabilillah.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Nasa’i).

Anak yang senantiasa berbuat baik dan berbakti kepada kedua orangtuanya juga akan memperoleh keberkahan hidup berupa umur panjang dan kemudahan rezeki. Sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah saw.:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَه فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَر وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, hendaknya ia berbakti kepada kedua orangtuanya dan menyambung silaturahmi (kekerabatan) (HR Ahmad).

Berbakti kepada orangtua merupakan pintu surga yang paling tengah. Abu Abdurrahman as-Sulami meriwayatkan dari Abu Darda, bahwa seorang pria pernah mendatangi dia dan berkata, ”Aku memiliki seorang istri. Namun, ibuku menyuruhku untuk mentalak dia.” Abu Darda berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

الوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الجَنَّةِ، فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ البَابَ أَوْ احْفَظْه

Orangtua merupakan pintu surga paling pertengahan. Jika engkau mampu maka tetapilah atau jagalah pintu tersebut (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

 Perlakuan yang baik kepada orangtua akan berbuah pahala. Sebaliknya, perlakuan buruk (durhaka) kepada keduanya bisa mendatangkan siksa yang luar biasa beratnya.  Nabi saw. bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّة عَاقٌ وَلا مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلا مُكَذِّبٌ بِالقَدَرِ

Tidak masuk surga anak yang durhaka (kepada kedua orangtuanya), peminum khamr (minuman keras) dan orang yang mendustakan takdir (HR Ahmad).

 Orangtua berupaya untuk memenuhi hak-hak anak dengan sebaik-baiknya.

Di antara hak-hak anak yang menjadi kewajiban orangtua adalah memberikan makan, minum, pakaian, pengasuhan,  pendidikan, juga perhatian dan kasih sayang.  Semua itu akan menjadi bukti di sisi anak bahwa betapa kehadiran orangtuanya sangat berarti dalam kehidupan mereka.  Kesadaraan ini tampak dalam doa yang senantiasa dipanjatkan anak yang berbakti untuk kedua orangtuanya, “Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orangtuaku, serta berbelaskasihlah kepada mereka berdua seperti mereka berbelas kasih kepada diriku di waktu aku kecil.”  (TQS al-Isra’ [17]: 24).

 Menceritakan proses hamil, kelahiran dan tumbuh kembang anak dari mulai masa kandungan, penyusuan, pengasuhan sampai sekarang.

Mereka tidak tumbuh secara serta-merta karena proses alami, namun penuh dengan curahan tenaga dan perhatian orangtua (Lihat: QS Luqman [31]: 15).

 Orangtua memberikan teladan yang baik dalam memperlakukan orangtua.

Perlakuan orangtua kepada nenek dan kakeknya akan menjadi bukti bahwa hal tersebut adalah mulia yang mampu dilakukan.  Akan terekam kuat dalam benak anak bahwa birrul walidayn bukan sebatas teori tentang kebaikan yang diajarkan orangtua mereka.  Namun, ada wujud nyata yang mereka saksikan sendiri dilakukan oleh kedua orangtua mereka.

 Menyampaikan kisah-kisah teladan tentang sikap berbakti kepada orangtua.

Di antaranya keteladanan Nabi saw., Sahabat serta para ulama salafush-shaalih, seperti kisah Uwais al-Qarni.

 Membersihkan pengaruh-pengaruh buruk yang bisa meracuni pemahaman dan merusak perilaku anak sehingga tidak berbakti kepada orangtua.

Paham sekularisme yang menghilangkan peran agama dalam kehidupan harus dijauhkan dari anak.  Demikian juga racun Kapitalisme yang akan melahirkan sikap oportunistik dan pertimbangan materi semata tidak boleh mempengaruhi anak. Mereka harus diselamatkan dari perilaku bebas tanpa aturan.  Mereka harus paham bahwa seluruh perilakunya mesti terikat dengan aturan syariah, termasuk dalam memperlakukan orangtua.  Bukan mengikuti adat kebiasaan, bukan pula mencontoh perilaku artis dan para selebritis terkenal.

 Senantiasa memohon kepada Allah SWT agar dikaruniai anak yang berbakti.

Banyak doa yang dicontohkan Rasulullah saw. Di antaranya adalah, “Duhai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”  (TQS al-Furqan [25]: 74).

 Memaafkan anak dan memohonkan ampunan atas kesalahan mereka.

Ketika harapan memiliki anak yang berbakti belum menjadi kenyataan, kadang hal ini menjadi ujian bagi orangtua.  Ada rasa kecewa, kesal, merasa gagal yang bisa berujung pada kemarahan pada anak.  Keadaan ini tidak boleh dibiarkan berkelanjutan karena akan mempengaruhi sikap orangtua kepada anak.  Karena itu orangtua harus segera meredam berbagai rasa yang berkecamuk tersebut dengan bersikap proposional bahwa bagaimanapun sikap anak, mereka tetaplah anak yang diharapkan akan menjadi ivestasi masa depan.  Mereka butuh bimbingan dan arahan yang tepat dari orangtuanya  agar menjadi lebih baik.  Jangan sampai kekesalan dan kemarahan orangtua mengantarkan pada ketidakadilan dalam bersikap, menjerumuskan pada pengabaian hak-hak anak dan menjadi penghambat datangnya keberkahan dari Allah SWT.

Referensi : Agar Anak Berbakti Kepada Orangtua