This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Kamis, 25 Agustus 2022

Kisah Wanita Ajak Rujuk Mantan Suami Usai 10 Tahun Cerai

Kisah Wanita Ajak Rujuk Mantan Suami Usai 10 Tahun Cerai

Kisah Wanita Ajak Rujuk Mantan Suami Usai 10 Tahun Cerai. Kisah cinta
 setiap orang memiliki ceritanya masing-masing. Ada yang berjalan mulus hingga menikah, ada pula yang harus merasakan rintangan meski telah berstatus suami istri.

Ketika telah menikah pun tak sedikit pasangan yang dihadapi berbagai masalah hingga akhirnya memutuskan untuk bercerai. Meski telah berpisah, bukan berarti tak ada kemungkinan untuk rujuk kembali. Seperti yang dialami oleh mantan suami istri berikut ini.

Seorang wanita membagikan kisah rumah tangganya lewat akun TikTok miliknya. Dalam video yang ia unggah, dirinya curhat bagaimana bisa rujuk kembali dengan mantan suami usai bercerai selama 10 tahun.

Wanita asal Malaysia bernama Ieyya itu turut menyematkan isi chat mereka. Memperlihatkan bagaimana respons sang mantan suami yang justru tak terduga. Sontak video itu pun ramai disorot warganet hingga viral di media sosial.

wanita Malaysia bernama Ieyya, mengaku telah 10 tahun ini bercerai dari mantan suaminya. Meski begitu ia setia menunggu jika mantan suami ingin kembali kepadanya.

"Setelah 10 tahun cerai, dan akhirnya aku putuskan ajak dia kawin lagi.. Maaf dan terimakasih meski 10 kali aku buang kamu dalam hidupku tapi sampai sekarang kamu masih menungguku," tulis Ieyya.

Meski telah satu dekade berlalu, sang suami rupanya belum juga memperlihatkan tanda-tanda untuk kembali padanya. Akhirnya, Ieyya memberanikan diri untuk menghubungi sang mantan suaminya melalui WhatsApp.

Melalui via WhatsApp, Ieyya awalnya ingin membicarakan hal serius usai sang mantan suami pulang bekerja. Dengan gaya serius, wanita berhijab ini mengatakan bahwa ada sesuatu tentang hidup mati yang ingin dibicarakan.

Awalnya sang mantan suami menanggapi pesan Ieyya dengan nada bercanda. Namun setelah Ieyya mengatakan kalau dia serius, sang mantan suami pun siap mendengarkan.

Tanpa basa basi, Ieyya langsung mengutarakan niatnya untuk menikah lagi dengan mantan suaminya itu. Awalnya sang mantan suami tampak ragu. Lantaran masih teringat masa lalunya ketika berumah tangga dengan Ieyya.

Jawaban Tak Terduga Mantan Suami

Untuk membuktikan kesungguhannya, Ieyya bahkan siap mencetak formulir pernikahan dan mengisinya saat itu juga. Setelah membaca chat Ieyya yang berniat sungguh-sungguh untuk rujuk, tak terduga mantan suaminya menyetujuinya. Selain masih ada rasa cinta, ia juga memikirkan tentang anak-anak mereka.

"Aku tanya lagi jawab lah. Aku betul-betul ini, tidak main-main. Kalau tak mau bilang saja," tulis Ieyya dalam chat.

"Hmmm.. untuk anak-anak. Tapi kau masih cinta aku nggak, takut nanti buyar lagi. Nanti ada yang marah lagi," jawab mantan suami.

"Nggak lah, kalau ada orang lain nggak mungkin aku masih mencari-cari kamu," balas Ieyya.


Prosedur Berperkara Tingkat Pertama

Prosedur Berperkara Tingkat Pertama


Prosedur Berperkara Cerai Gugat

  1. Penggugat mengajukan gugatan secara tertulis atau lisan ke Pengadilan Agama.
  2. Dalam surat gugatan berisi identitas Penggugat, meliputi nama, umur, pekerjaan dan tempat tinggal Penggugat, kemudian posita yaitu fakta kejadian dan fakta hukum, dan petitum yaitu hal-hal yang dituntut penggugat berdasarkan posita.
  3. Gugatan penguasaan anak, nafkah anak, hadhanah, nafkah isteri dan harta bersama dapat diajukan bersama-sama dengan gugatan perceraian.
  4. Membayar panjar biaya perkara melalui Bank dan bagi yang tidak mampu/miskin, dapat berperkara secara prodeo/Cuma-Cuma.
  5. Setelah perkaranya didaftarkan di Pengadilan Agama, kemudian Penggugat dan Tergugat dipanggil untuk menghadiri sidang, sekurang-kurangnya 3 hari kerja sebelum sidang dilaksanakan, panggilan disampaikan oleh juru sita dan disampaikan ke alamat penggugat dan tergugat, namun jika saat dipanggil penggugat/tergugat tidak berada ditempat/sedang keluar, panggilan disampaikan melalui Lurah/Kepala Desa. Khusus apabila tergugat ghaib, panggilan kepada tergugat dilakukan melalui pengumuman di radio, antara pengumuman pertama dengan pengumuman kedua berjarak 1 bulan, dan antara pengumuman kedua dengan hari sidang dengan jarak sekurang-kurangnya 3 bulan.
  6. Pada saat persidangan, diupayakan perdamaian dan dilanjutkan dengan mediasi jika penggugat dan tergugat hadir. Apabila terjadi damai, perkara dicabut.
  7. Putusan Pengadilan Agama adakalanya dikabulkan apabila gugatan terbukti, ditolak jika tidak terbukti dan  tidak dapat diterima kalau gugatan kabur, kemudian begitu putusan dijatuhkan, penggugat dapat lansung mengambil sisa panjar biaya perkara jika masih ada.
  8. Setelah putusan dijatuhkan dan berkekuatan hukum, Penggugat dan Tergugat dapat mengambil Akte Cerai secara langsung, atau melalui kuasa dengan sayarat ada surat kuasanya khusus untuk pengambilan Akta  Cerai tersebut.
prosedur Berperkara Cerai Talak
  1. Mengajukan surat permohonan pemohon yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Agama, boleh dilakukan dengan tertulis maupun dengan lisan.
  2. Surat permohonan pemohon berisi identitas pemohon dan termohon meliputi nama, umur, pekerjaan dan tempat tinggal, posita yaitu gambaran peristiwa hukum/fakta kejadian dan fakta hukum, kemudian petitum yaitu apa yang diminta pemohon,  berdasarkan posita.
  3. Permohonan penguasaan anak/hadhanah, nafkah anak, dan pembagian harta bersama dapat  diajukan bersama-sama dengan permohonan perceraian.
  4. Membayar panjar biaya perkara melalui Bank yang besarnya sesuai dengan taksiran Meja 1 seperti yang tersebut dalam SKUM, jika tidak mampu/miskin dapat mengajukannya secara Cuma-Cuma/prodeo dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa yang diketahui oleh Camat setempat.
  5. Setelah perkara didaftarkan di Pengadilan Agama, kemudian pemohon tinggal menunggu panggilan sidang. Panggilan dilakukan oleh juru sita kealamat pemohon dan termohon sekurang-kurangnya 3 hari kerja sebelum sidang. Jika pemohon/termohon tidak  berada ditempat, panggilan disampaikan melalui Lurah/Kepala Desa setempat,  Jika termohonnya beralamat  diluar wilayah yuridiksi Pengadilan Agama tempat pemohon mengajukan permohonan, maka panggilan dilakuan  dengan meminta bantuan melalui Pengadilan Agama dimana wilayah tempat tinggal termohon berada. Kemudian jika termohonnya ghaib, panggilan dilakukan melalui pengumuman diradio, dengan ketentuan antara pengumuman pertama dengan pengumunan kedua jaraknya 1 bulan, dan atara pengumuman kedua dengan hari sidangnya sekurang-kurangnya 3 bulan. Jika termohonnya berada diluar negeri, panggilan dilakukan melalui kedutaan RI di luar negeri, dengan ketentuan antara panggilan sidang dengan hari sidangnya sekurang-kurangnya 6 bulan.
  6. Dalam pemeriksaan perkara, dilakukan upaya perdamaian dan mediasi jika kedua belah pihak hadir.
  7. Setelah pemeriksaan perkara selesai, putusan dijatuhkan mungkin dalam putusan itu  bisa dikabulkan, ditolak atau tidak dapat diterima.
  8. Apabila putusan izin ikrar dijatuhkan dan sudah berkekuatan hukum tetap, Pengadilan Agama menetapkan Majelis Hakim yang akan melanjutkan sidang pengucapan ikrar talak, dan Ketua Majelis memerintahkan kepada juru sita untuk memanggil pemohon dan termohon agar hadir pada persidangan pengucapan ikrar talak tersebut. Panggilan dilakukan 3 hari kerja sebelum sidang dilaksanakan. Apabila pemohon tidak hadir pada persidangan ikrar talak tersebut, dan tidak melapor ke Pengadilan  Agama  sampai 6 bulan, maka menjadi gugur kekkuatan hukum putusan izin ikrar talak itu, dan pemohon dan termohon tetap suami isteri.
  9. Apabila pemohon hadir dan mengucapkan ikrar talak di sidang pengadilan itu, maka pada hari itu juga akta cerainya dapat diambil, dan  sisa panjar biaya perkara jika ada,  dapat pula  langsung mengambilnya dengan kasir.
  10. Prosedur Berperkara Harta Bersama
  11. Pihak berperkara datang ke Pengadilan Agama dengan membawa surat gugatan harta bersama yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan.
  12. Penggugat membayar biaya perkara ke Bank yang jumlahnya sesuai dengan taksiran Meja I seperti tersebut dalam SKUM, kemudian menyerahkan surat gugatan yang disertai  bukti  slip pembayaran tersebut kepada petugas meja 1 untuk didaftarkan dalam buku register perkara.  Bagi Penggugat yang tidak mampu/miskin dapat mengajukan gugatan secara Cuma-Cuma/prodeo, dengan syarat melengkapi surat keterangan tidak mampu dari Lurah/Kepala Desa  dan diketahui oleh Camat setempat.
  13. Dalam suarat gugatan harta bersama itu harus dijelaskan  objek yang menjadi sengketa , seperti ukuran dan batas-batasnya jika objek itu berupa tanah, merek, kode/tahun pembuatan jika barang digugat berupa mobil/sepeda motor atau barang elektronik, dan kalau perlu dilengkapi warna  dan lain-lain.
  14. Setelah gugatan didaftarkan, penggugat  dan tergugat tinggal menunggu panggilan sidang. Panggilan sidang nanti akan disampaikan oleh juru sita kealamat penggugat dan tergugat paling lama 3 hari kerja sebelum sidang dilaksanakan.
  15. Dalam  persidangan diupayakan perdamaian dan dilanjutkan dengan mediasi bagi kedua belah pihak yang hadir dimuka sidang. Penggugat dan tergugat bebas memilih hakim mediator atau pihak lain yang sudah punya sertifikasi sebagai mediator, dan biayanya menggunakan  mediator dari luar ditanggung sepenuhnya oleh penggugat.
  16. Pengajuan gugatan harta bersama ini atau dalam persidangan,  pihak penggugat atau tergugat dapat menggunakan jasa pengacara/advokat atau kuasa insidentil.
  17. Proses sidang, dimulai dari upaya perdamaian, pembacaaan gugatan, jawaban tergugat, replik penggugat, duplik tergugat, pembuktian yang dilanjutkan dengan pemeriksaan setempat, kesimpulan, musyawarah majelis dan putusan.
Prosedur Berperkara Gugatan Waris

  1. Gugatan waris diajukan ke Pengadilan Agama oleh penggugat selaku ahli waris dan dapat pula  mengguganakan jasa pengacara/advokat atau kuasa insidentil. Jika menggunakan kuasa insidentil, terlebih dahulu harus mengajukan permohonan  kepada Ketua Pengadilan Agama untuk menjadi kuasa insidentil, kemudian Ketua Pengadilan mengeluarkan surat izinnya.
  2. Pengajuan gugatan waris disertai dengan bukti  kematian pewaris dari Lurah/Kepala Desa dan silsilah ahli warisnya dan dipersiapkan pula dokumen bukti-bukti kepemilikan objek sengketa seperti sertifikat, akta jual beli, dan bukti kepemilikan lainnya.
  3. Dalam surat gugatan harus memuat secara lengkap objek-objek sengketa mengenai ukuran dan batas-batasnya tanah, merek dan tahun pembuatan dan kalau perlu dengan warnanya jika objeknya berupa mobil/Sepeda motor atau barang-barang elektronik.
  4. Pengujuan gugatan waris diajukan ke Pengadilan Agama  yang daerah hukumnya meliputi letak barang tetap  (objek sengketa) itu berada, kecuali barang-barang sengketa itu menyebar kepada beberapa wilayah Pengadilan Agama, maka penggugat dapat memilih salah satunya Pengadilan Agama dimana objek sengketa waris itu berada.
  5. Penggugat membayar panjar biaya perkara melalui Bank dan jumlahnya sesuai dengan taksiran meja 1 (SKUM) yang didasarkan pada PP 53 tahun 2008 dan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Agama tentang panjar biaya perkara. Bagi yang tidak mampu/miskin dapat mengajukan gugatan waris secara cuma-Cuma/prodeo, dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari Lurah atau Kepala Desa setempat yang diketahui oleh camat.
  6. Setelah gugatan didaftarkan di Pengadilan Agama, penggugat/kuasanya tinggal menuggu panggilan sidang yang disampaikan oleh juru sita. Panggilan disampaikan minimal 3 hari kerja sebelum sidang dilaksanakan.Proses sidang dimulai dari upaya perdamaian dan dilanjutkan dengan mediasi jika para pihak hadir dipersidangan. Dalam mediasi, para pihak bebas memilih mediator apakah berasal dari hakim atau pihak lain yang sudah memiliki sertifikat mediasi, dan segala biaya pengeluaran mediasi ditanggung oleh penggugat atau kedua belah pihak jika terdapat kesepakatan dengan tergugat.  Namun apabila  mengguganakan hakim mediator  tidak dipungut biaya.
  7. Proses sidang dimulai dari upaya perdamaian dan dilanjutkan dengan mediasi jika para pihak hadir dipersidangan. Dalam mediasi, para pihak bebas memilih mediator apakah berasal dari hakim atau pihak lain yang sudah memiliki sertifikat mediasi, dan segala biaya pengeluaran mediasi ditanggung oleh penggugat atau kedua belah pihak jika terdapat kesepakatan dengan tergugat.  Namun apabila  mengguganakan hakim mediator  tidak dipungut biaya.
  8. Setelah proses mediasi dilaksanakan, dan ternyata damai, maka dibuatkan akte perdamaian yang dikuatkan dalam putusan  majelis hakim yang bersangkutan. Namun jika tidak terjadi damai, pemeriksaan gugatan dilanjutkan dengan pembacaan gugatan, jawaban tergugat, replik penggugat, duplik tergugat, pembuktian yang dilanjutkan dengan pemeriksaan setempat, kesimpulan, musyawarah majelis dan putusan.

Prosedur Berperkara Itsbat Nikah (Voluntair)

  1. Permohonan isbat nikah dapat di ajukan oleh suami isteri, atau salah satunya, anak, wali nikah, atau pihak lain yang berkepentingan yang ditujukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman pemohon.
  2. Pengajuan isbat nikah dapat diajukan bersama-sama dengan gugatan/permohonan perceraian.  Permohonan isbat nikah adalah termasuk perkara voluntair, tetapi jika salah seorang suami atau isteri meninggal dunia, maka permohonan perkara isbat nikah seperti ini termasuk kontentius, dan semua ahli warisnya harus dijadikan “pihak”.Permohonan penguasaan anak/hadhanah, nafkah anak, dan pembagian harta bersama dapat  diajukan bersama-sama dengan permohonan perceraian.
  3. Pihak Pemohon yang mengajukan isbat nikah, terlebih dahulu harus membayar panjar biaya perkara melaui Bank yang jumlahnya sesuai dengan taksiran meja 1 seperti tersebut dalam SKUM. Bagi yang tidak mampu membayar biaya perkara, dapat mengajukannya dengan Cuma-Cuma/prodeo.
  4. Setelah pembayaran panjar biaya perkara dilakukan, kemudian pemohon mendaftarkan perkaranya ke Pengadilan Agama dengan melampirkan bukti slip pembayarkan lewat  Bank tersebut, dan selanjutnya pemohon pulang dan menunggu panggilan sidang.
  5. Ketua Pengadilan Agama, membuatkan PMH dan majelis hakim yang ditetapkan harus segera membuatkan PHS/ penetapan hari sidang, yang sebelumnya diumumkan dalam waktu 14 hari melalui radio. Dan setelah 14 hari  diumumkan itu, baru sidang dapat dilakukan, dan pemohon dipanggil oleh juru sita untuk menghadiri sidang itu,  minimal 3 hari kerja sebelum  sidang  dilaksanakan.
  6. Jika permohonan dikabulkan, Pengadilan Agama akan mengeluarkan Penetapan,  salinan penetapan ini dapat diambil dalam jangka waktu setelah 14 hari dari sidang pembacaan penetapat tersebut/sidang berakhir.
  7. Salinan Penetapan dapat diambil sendiri atau mewakilkan kepada orang lain dengan surat kuasa, dan selanjutnya salinan penetapan ini dibawa dan diserahkan kepada Kantor KUA tempat tinggal pemohon, untuk dicatatkan dalam register dan menggantikannya dengan Buku Nikah.

Bikin Kesehatan Mental Anak Jadi Lebih Baik

Lakukan hal-hal ini setiap hari untuk membuat mental anak lebih sehat. Dengan menjaga kesehatan mentalnya, berarti Moms dan Dads juga menjaga masa depan Si Kecil.

Bikin Kesehatan Mental Anak Jadi Lebih Baik. Jika ditanya bagaimana cara menjaga kesehatan fisik anak, mungkin banyak sekali Moms dan dads yang dapat menjawabnya secara cepat. Namun, bagaimana cara membuat mental anak lebih sehat?

Dikutip dari Mental Health Foundation, nyatanya masalah kesehatan mental memengaruhi sekitar 1 dari 10 anak-anak dan remaja.

Hal ini termasuk masalah depresi, kegelisahan dan gangguan perilaku, dan sering kali merupakan respons langsung terhadap apa yang terjadi dalam hidup mereka.

Seberapa Umum Masalah Kesehatan Mental Anak Terjadi

Masalah kesehatan mental ini termasuk Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), kecemasan, depresi, gangguan makan, dan ketidakmampuan belajar. Masalah kesehatan mental memang dapat terjadi pada usia berapa pun, namun ini berisiko lebih tinggi jika terjadi pada usia anak.

Hal ini juga didukung dengan pendapat Mark D. Peterson, PhD, seorang profesor kedokteran di University of Michigan, Ann Arbor.

"Sekitar 7,7 juta anak di Amerika, atau sekitar 16,5%, memiliki setidaknya satu dari gangguan mental. Dari 16,5% tersebut, hampir 50% tidak mendapatkan perawatan," kata Peterson.

Kebiasaan Ini Membuat Mental Anak Lebih Sehat

Agar Si Kecil memiliki kesehatan mental yang baik, Moms dan Dads tak perlu bingung.

Terdapat beberapa hal sederhana yang bisa Moms dan Dads lakukan setiap hari bersama anak untuk membuat mental anak lebih sehat.

1. Bangun Hubungan yang Baik Dengannya

Hubungan yang kuat antara orang tua dan anak adalah pondasi yang paling kuat dalam membuat mental anak lebih sehat.

Mulailah dengan menghabiskan waktu bersama setiap hari. Mulai dari sarapan bersama, berkeliling rumah di sore hari, hingga menemaninya tidur.

Orang yang konsisten hadir dalam hidupnya, akan memberikan dampak yang besar. Tunjukkan kepada Si Kecil cara mengatasi masalah yang sedang ia hadapi.

2. Berikan Pelukan dan Ciuman

Mungkin ini adalah hal yang biasa Moms dan Dads berikan pada Si Kecil. Tapi, hal biasa ini memiliki efek yang luar biasa untuk membangun rasa percaya diri serta kesehatan mental yang kuat.

Tunjukkan banyak cinta dan penerimaan, puji saat mereka berhasil. Kenali upaya mereka dan juga apa yang mereka capai.

Ajukan pertanyaan tentang aktivitas dan minat mereka. Bantu mereka dalam mengambil keputusan.

3. Dengarkan dan Hormati Perasaan Mereka

Saat Si Kecil merasa sedih atau marah, ajak mereka untuk menceritakan apa yang sedang mereka rasakan.

Ajukan pertanyaan untuk menjaga percakapan dengan anak. Katakan pada mereka kalau Moms dan Dads mengerti apa yang mereka rasakan.

4. Ciptakan Rasa Aman

Saat membahas masalah yang cukup serius, ada baiknya tidak dilakukan di depan Si Kecil.

Sebab, tanpa Moms dan Dads sadari Si Kecil bisa merasakan kekhawatiran dan kecemasan yang orang tuanya rasakan. Ingatlah untuk menjaga kesehatan mental Moms dan Dads sendiri, ya.

5. Bangun Kebiasaan-kebiasaan Positif

Salah satu yang bisa Moms dan Dads lakukan adalah berolahraga.

Para ahli mengatakan aktivitas fisik memungkinkan anak-anak untuk memiliki pandangan yang lebih baik tentang kehidupan dengan membangun kepercayaan diri, mengelola kecemasan dan depresi, dan meningkatkan harga diri dan keterampilan kognitif.

"Dengan berolah raga, anak juga melepaskan endorfin yang memiliki korelasi dengan kebahagiaan anak," kata Len Saunders, pendidik kesehatan fisik, dan penulis "Keeping Kids Fit".

Lakukan hal-hal ini setiap hari untuk membuat mental anak lebih sehat. Dengan menjaga kesehatan mentalnya, berarti Moms dan Dads juga menjaga masa depan Si Kecil.

Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Depresi

Bikin Kesehatan Mental Anak Jadi Lebih Baik

Setelah mengetahui tanda depresi pada anak, berikut beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk menangani anak yang sedang depresi, antara lain:

1. Berbicara dengan Anak

Bicarakan dengan anak rasa sedih dan depresi yang dirasakan. Anak-anak mungkin tidak tahu mengapa mereka begitu sedih dan mengapa segalanya tampak begitu sulit.

Beritahu mereka bahwa sebagai orang tua, Moms dan Dads hadir untuk membantu dan memberi kenyamanan.

Dengarkan, hibur, dan tawarkan dukungan kepada anak, serta tunjukkan rasa cinta kepada mereka.

2. Mengunjungi Dokter Ahli

Setelah mendapati beberapa gejala depresi pada anak, Moms bisa segera membawa Si Kecil ke dokter ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada awal pertemuan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik.

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap dapat memberi dokter hasil diagnosis yang bisa jadi menunjukkan adanya gangguan kesehatan dari gejala yang dialami anak.

Bila tidak ditemukan adanya gangguan pada fisik tubuh, maka biasanya dokter akan merujuk pasien ke terapis anak.

3. Mengunjungi Terapis Anak

Terapis anak (psikiater atau psikolog) biasanya akan melakukan pemeriksaan dengan berbicara pada anak dan orang tua.

Mereka akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait depresi dengan mengajukan bebeapa pertanyaan.

Psikolog dapat menjelaskan terapi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan anak.

4. Tetap Bersabar

Ketika Si Kecil tiba-tiba kelihatan murung atau menunjukkan gejala lainnya, cobalah untuk tetap bersabar.

Bicarakan dengan psikolog anak tentang cara terbaik atau tindakan tepat yang harus dilakukan ketika berada dalam kondisi tersebut.

Selain itu, Anda bisa mencoba mengajak anak menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan seru bersama, seperti jalan-jalan, main game, menonton film lucu, dan lain-lain.

Itulah beberapa hal yang membuat anak depresi karena orang tua, serta cara menghadapinya.

Bagi para orang tua di luar sana, semoga tidak melakukan hal-hal di atas ya! Atau jika sudah telanjur melakukannya, segera hentikan kebiasaan tersebut.

Namun, jika Moms dan Dads merasa kebingungan dalam menangani anak-anak, cobalah lakukan konsultasi pada seseorang yang profesional atau psikolog.

Di situ, Moms dan Dads bisa mengetahui secara rinci segala hal tentang ilmu parenting dan membantu menangani masalah yang sering kali para orang tua alami saat mendidik anak.

Yang terpenting adalah belajar dari kesalahan. Setelah menyadarinya, orang tua dapat mencegah anak-anak dari penderitaan psikologis.

Jangan sampai mental anak hancur karena orang tuanya, ya Moms dan Dads!

Semoga Moms dan Dads dapat memberi Si Kecil masa kanak-kanak terbaik yang berpengaruh hingga dewasa nanti.

Ciri-Ciri Anak Depresi Karena Orang Tua

Jika anak memang mengalami depresi, Moms bisa memperhatikan gejala atau tandanya terlebih dahulu.  Dilansir dari Kidshealth.org, berikut beberapa tanda anak yang depresi, yaitu:  1. Suasana hati Sedih atau Buruk Salah satu tanda depresi anak dapat dilihat secara langsung, apakah anak tampak sedih, kesepian, mudah menangis, kesal, hingga mengamuk.  Keadaan tersebut bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.  "Gejalanya dapat mengganggu kinerja di tempat kerja atau sekolah, di rumah, dan hubungan (termasuk hubungan keluarga).  Ketika gejalanya mengganggu selama dua minggu atau lebih, hal tersebut sudah termasuk masalah medis serius yang perlu diberi pertolongan," jelas dr. Christine Crawford, MD, MPH, Associate Medical Director di NAMI (National Alliance on Mental Illness), Amerika Serikat, dilansir dari Good Housekeeping.  2. Tidak Berenergi Depresi bisa menguras energi anak. Anak-anak mungkin akan menjadi tampak lelah, mudah menyerah, dan tidak ingin berusaha.  Anak dapat menjadi malas ke sekolah atau bahkan untuk melakukan tugas-tugas kecil sangat sulit mereka lakukan.  3. Perubahan Nafsu Makan dan Jam Tidur Pada beberapa kasus, anak-anak dapat kehilangan nafsu makan atau sebaliknya.  Depresi juga dapat membuat anak mengalami tidur yang tidak nyenyak hingga kesulitan untuk tidur.  4. Sakit Depresi yang dialami anak bisa memberi dampak pada tubuh Si Kecil. Mereka dapat tiba-tiba merasakan nyeri pada perut, atau merasa tidak enak badan.

Jika anak memang mengalami depresi, Moms bisa memperhatikan gejala atau tandanya terlebih dahulu.

Dilansir dari Kidshealth.org, berikut beberapa tanda anak yang depresi, yaitu:

1. Suasana hati Sedih atau Buruk

Salah satu tanda depresi anak dapat dilihat secara langsung, apakah anak tampak sedih, kesepian, mudah menangis, kesal, hingga mengamuk.

Keadaan tersebut bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

"Gejalanya dapat mengganggu kinerja di tempat kerja atau sekolah, di rumah, dan hubungan (termasuk hubungan keluarga).

Ketika gejalanya mengganggu selama dua minggu atau lebih, hal tersebut sudah termasuk masalah medis serius yang perlu diberi pertolongan," jelas dr. Christine Crawford, MD, MPH, Associate Medical Director di NAMI (National Alliance on Mental Illness), Amerika Serikat, dilansir dari Good Housekeeping.

2. Tidak Berenergi

Depresi bisa menguras energi anak. Anak-anak mungkin akan menjadi tampak lelah, mudah menyerah, dan tidak ingin berusaha.

Anak dapat menjadi malas ke sekolah atau bahkan untuk melakukan tugas-tugas kecil sangat sulit mereka lakukan.

3. Perubahan Nafsu Makan dan Jam Tidur

Pada beberapa kasus, anak-anak dapat kehilangan nafsu makan atau sebaliknya.

Depresi juga dapat membuat anak mengalami tidur yang tidak nyenyak hingga kesulitan untuk tidur.

4. Sakit

Depresi yang dialami anak bisa memberi dampak pada tubuh Si Kecil. Mereka dapat tiba-tiba merasakan nyeri pada perut, atau merasa tidak enak badan.

10 Penyebab Anak Depresi Karena Orang Tua serta Cara Menanganinya

10 Penyebab Anak Depresi Karena Orang Tua serta Cara Menanganinya

10 Penyebab Anak Depresi Karena Orang Tua serta Cara Menanganinya. Sangat mungkin anak depresi karena orang tua, jika kita sebagai orang tua melakukan hal yang membuatnya stres dan melukai batinnya.  Karena itu, setiap orang tua perlu berhati-hati dalam berucap dan bertindak kepada anak. Lingkungan utama yang membentuk karakter seseorang adalah keluarga. Oleh karena itu, pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan anak da n membentuk karakter sampai mereka tumbuh dewasa.

Kebanyakan orang tua tidak acuh terhadap dampak yang terjadi apabila perilaku atau perkataan mereka bisa saja menyakiti hati sang buah hati dan membuatnya merasa tertekan. Baik disadari atau tidak, ada saja perilaku orang tua yang mengganggu psikologi anak ternyata pernah kita lakukan. 

Anak depresi karena orang tua bisa terbentuk karena perilaku orang tua yang seringkali membanding-bandingkan.

Disadari atau tidak, masih banyak orang tua yang sering membandingkan anaknya dengan anak orang lain ataupun dengan saudara kandungnya sendiri, entah kakak atau adiknya.

Hal ini disebut favoritisme. Favoritisme merupakan sesuatu yang sering terjadi dalam keluarga.

Ini bisa terjadi dan dilakukan secara sengaja atau terkadang pada beberapa orang tua bahkan tidak menyadari bahwa mereka memperlakukan satu anak dengan lebih baik dibandingkan lainnya.

Bila Si Kecil dibandingkan terus-menerus dengan orang lain, hal tersebut dapat membuat mereka berpikir bahwa keberadaan mereka tidak terlalu penting.

Anak mungkin juga akan berpikir bahwa mereka tidak dapat memenuhi standar yang tinggi, dan merasa keluarganya dapat merasa lebih bahagia tanpa mereka.

Perasaan tidak berharga dan rendah diri tersebut tidak hanya berdampak pada masa kanak-kanak saja.

Sebab jika tidak diselesaikan sesegera mungkin, hal tersebut dapat berdampak hingga anak menjadi dewasa.

Ini dapat memengaruhi hubungan persahabatan, hubungan romantis, dan hubungan dengan anak-anak mereka sendiri di masa depan nantinya.

Maka dari itu, segera hentikan kebiasaan membanding-bandingkan tersebut ya, Moms. Karena ini termasuk dalam perilaku yang membuat anak depresi karena orang tua.

2. Sering Meremehkan

Pembagian rapor sekolah telah tiba dan anak Moms sudah berusaha belajar dengan maksimal, tetapi pencapaian hasilnya belum memuaskan Moms.

Lantas, sepanjang jalan Moms menggerutu dan menasihati anak untuk belajar lebih giat lagi tanpa memberikan pujian terhadap usahanya.

Jangan lakukan hal ini pada anak Moms karena dia akan merasa tidak dihargai.

Bagaimana pun juga, Moms harus menghargai usahanya dan mencarikan solusi bijak kepada anak Moms. 

Perilaku sering meremehkan anak juga bisa jadi salah satu penyebab anak depresi karena orang tua.

3. Sering Memarahi

Foto: timesofindia.indiatimes.com

Anak depresi karena orang tua bisa jadi karena tindakan yang sering memarahi. Tentunya, tidak ada orang yang senang dimarahi.

Sebaiknya Moms belajar untuk mengontrol emosi ketika anak melakukan kesalahan. Masa anak-anak adalah proses belajar untuk mengerti mana yang benar dan salah.

Jika anak melakukan kesalahan, jangan langsung memarahinya. Hal ini dapat menyakiti hati sang buah hati dan membuatnya menangis.

Ingat, mereka sangat sensitif! Sebaiknya, tegurlah si anak dengan lembut dan jangan malas untuk memberitahu kesalahannya sekaligus cara untuk memperbaiki kesalahannya tersebut. 

4. Berteriak atau Membentak

Anak depresi karena orang tua juga dipengaruhi oleh tindakan orang tua yang sering membentak dan meneriaki anak.

Jika Moms tidak menginginkan anak tumbuh menjadi anak yang kasar dan membangkang, jangan lakukan hal ini.

Anak sering menjadikan orang tua sebagai figur utama yang dia contoh.

Berhentilah melakukan hal ini karena selain dapat menyakiti hati anak yang lembut, hal ini juga dapat mengubah karakter anak menjadi kasar dan tidak sopan ketika berbicara kepada orang lain. 

5. Bertindak Kasar

Anak depresi karena orang tua yang sering bertindak kasar.

Selain verbal, tak jarang juga orang tua menghukum anak dengan menyakiti fisiknya. Misalnya, memukul, mencubit, menjewer, atau menoyor kepala si anak.

Saat Moms melakukan hal itu, sadarilah bahwa anak bukan hanya merasa sakit secara fisik, tapi juga secara psikologis.

Jangan biarkan anak tumbuh dalam ketakutan terhadap orang tuanya karena dia akan merasa tidak nyaman dan tertekan.

Sehingga, tak jarang pula kita mendengar berita tentang anak yang kabur dari rumah karena perilaku kejam orang tua. 

Sebagai orang tua, Moms tentu harus membedakan tindakan yang tegas dan kasar dalam menghadapi anak.

Tegas berarti lebih berorientasi terhadap hal-hal yang positif dan mendidik anak untuk belajar lebih baik.

Sedangkan tindakan kasar hanya akan membuat anak menjadi trauma dan takut untuk melangkah ke arah yang lebih baik.

6. Menganggap Remeh Perasaan Anak

Tidak menghargai perasaan anak juga menjadi salah satu penyebab anak depresi karena orang tua, ya Moms.

Sebagai orang tua, sebaiknya Moms dan Dads dapat menjadi tempat bersandar dan tempat bercerita oleh anak.

Dari situ, anak-anak akan belajar banyak hal, mulai dari mampu mengekspresikan diri dan mengatasi emosi yang dialami.

Jika orang tua mendapati anak sedang berkeluh kesah akibat hal-hal yang buruk menimpa harinya, jangan katakan sesuatu yang membuat Si Kecil harus menekan perasaan, contohnya seperti mengatakan "tidak usah terlalu bersedih".

Sebaliknya, yang Moms dan Dads perlu lakukan adalah memahami perasaan anak dan menanyakan apa yang harus dilakukan agar perasaan tidak nyaman anak tersebut dapat teratasi.

Hal tersebut tentunya akan secara perlahan membuat Si Kecil belajar bagaimana cara mengelola emosi yang benar, dan tidak hanya memendamnya yang dapat memicu masalah psikologis di masa mendatang.

7. Berekspektasi Tinggi pada Anak

Setiap orang tua pastinya ingin anak mereka menjadi yang terbaik dalam segala hal.

Namun, bila terlalu berekspektasi tinggi dan menetapkan standar yang tinggi, hal tersebut dapat memicu anak mengalami masalah dalam kepercayaan diri.

"Jika orang tua memiliki ekspektasi yang realistis, hal tersebut dapat mendorong peningkatan kepercayaan diri anak dan mendorong perkembangan yang sehat.

Sebaliknya, memberi terlalu banyak tekanan pada anak dapat menyebabkan peningkatan perasaan cemas dan dapat berdampak negatif pada rasa kepercayaan diri mereka.

Terutama ketika mereka tidak dapat memenuhi harapan orang tuanya," ungkap Stefania Romanini, seorang Psikolog asal Afrika Selatan, seperti dilansir dari Alberton Record.

8. Bertengkar di Depan Anak

Bukan hanya tindakan langsung kepada anak yang bisa jadi penyebab anak depresi karena orang tua. Tapi juga pertengkaran antar orang tua meski tak melibatkan anak.

Sering kali, pertengkaran pasangan bisa melibatkan teriakan, memukul, hingga melempar-lempar barang.

Jika Si Kecil menyaksikan atau mendengar hal buruk seperti itu, tentunya akan berpengaruh negatif pada anak.

Dilansir dari laman University of Oregon, menjelaskan bahwa bayi dengan orang tua yang sering berkonflik, memiliki reaktivitas yang lebih besar terhadap nada suara marah di area otak yang terkait dengan stres dan regulasi emosi.

Selain itu, anak yang menyaksikan perdebatan orang tuanya dapat menyebabkan rasa tidak aman, yang berdampak negatif pada hubungan orang tua dan anak.

Selain itu dapat menciptakan lingkungan yang penuh tekanan di mana seorang anak memiliki sedikit kesempatan untuk dapat tumbuh dengan bahagia.

Lalu, ketika anak tersebut tumbuh dewasa, mereka masih harus menghadapi efek jangka panjang dari trauma yang mereka alami.

Anak-anak dengan kondisi keluarga seperti itu akan lebih rentan mengalami depresi dan kecemasan, serta kesulitan mengatur perhatian dan emosi.

Mereka juga akan berpotensi memiliki hubungan yang tidak sehat, serta mengalami masalah fisik seperti sulit tidur atau makan.

9. Berperan Telalu Banyak

Sering kali hal ini terjadi pada orang tua yang terlalu menyayangi anaknya, sehingga segala masalah atau kesusahan yang dialami anaknya akan membuatnya turun tangan secara langsung dan membantunya.

Dilansir dari Psychology Today, jika hal tersebut terus terjadi, maka akan membuat anak-anak menjadi memiliki ketergantungan yang tinggi pada orang tua mereka.

Selain itu, anak-anak yang berada dalam situasi tersebut juga sulit untuk mandiri, kekurangan motivasi dan semangat.

Jika nantinya mereka telah dewasa, mereka akan kurang matang secara emosional.

Untuk menghindari hal tersebut, Moms dan Dads sebaiknya melatih Si Kecil sejak dini untuk mengatasi masalah yang ia hadapi seorang diri.

Hal ini akan melatih mereka menjadi mandiri, di mana jika berhasil, anak akan semakin terampil dalam mengatasi suatu masalah yang mereka hadapi.

10. Tidak Konsisten

Mendidik anak secara tidak konsisten juga masuk dalam deretan penyebab anak depresi karena orang tua.

Karena kelabilan orang tua dapat menyebabkan kebingungan pada anak.

Dilansir dari Psychology Today, orang tua yang sering berubah pikiran, tidak mengambil sikap, dan mengalami kesulitan membuat keputusan atau memberikan kepemimpinan yang kuat, berisiko menghasilkan anak-anak yang secara emosional yang juga tidak konsisten atau berubah-ubah.

Anak-anak seperti itu memiliki emosional yang tidak stabil dan identitas yang lemah.

Mereka mengalami kesulitan mendefinisikan diri mereka sendiri, dan sering mengembangkan perilaku oposisi dan menantang untuk menyamarkan rasa tidak aman mereka.

Menyediakan rumah dan kebutuhan yang stabil dan konsisten mungkin tidak dapat dilakukan semua orang.

Namun, menyediakan pendidikan dari orang tua yang stabil dan konsisten selalu dapat dilakukan oleh para orang tua.

Dampak Buruk Psikologis Anak Akibat Pertengkaran Orangtua


Dalam hubungan pernikahan, berselisih paham atau berdebat dengan suami adalah hal yang sangat wajar terjadi. Masalah yang timbulpun sangat beragam dari yang sepele sampai yang besar. Tapi ada yang harus Mama ingat, jangan berseteru di depan anak-anak. Tanpa disadari, psikologis anak bisa terganggu, lho.

Mungkin Mama merasa berdebat dengan suami di depan anak-anak adalah hal biasa. Tapi, di mata anak-anak, itu adalah hal yang sangat asing dan aneh. Bagaimana bisa orang tua yang seharusnya saling menyayangi, justru berselisih di depannya?

Dilansir dari Kidshealth, sebenarnya ada rasa khawatir ketika anak melihat kedua orang tuanya berdebat. Suara yang kencang, dibalut dengan rasa amarah, belum lagi ucapan yang kurang baik didengar anak bisa membuatnya takut, sedih, atau marah.

Meskipun Mama menyembunyikan pertengkaran dengan saling diam, itu juga bisa membuat anak kesal, lho. Jangan mengira anak tidak bisa merasakan dinginnya suasana rumah saat hubungan Mama kurang baik dengan suami.

Apa sih yang dirasakan anak ketika melihat orang tuanya bertengkar?

Menurut Psikolog W. Douglas Tynan, PhD, ABPP, secara psikologis, anak langsung menarik kesimpulan kalau orang tuanya tidak menyayanginya lagi. Bahkan, ia bisa merasa menjadi penyebab dari pertengkaran orang tuanya.

Bukan hanya orang tua yang bisa marah, anak juga demikian. Mereka sangat risih dan kesal saat mendengar suara keras atau teriakan karena pertengkaran Mama. Mereka juga bisa merasa sedih dan sakit hati karena suara tersebut.

Kalau memang kekesalan sudah sangat tidak bisa ditahan lagi, ajak si kecil ke kamarnya untuk segera tidur. Meski suara akan terdengar, setidaknya biarkan Mama menyelesaikan masalah berdua.

Siapa yang Mendapatkan Hak Asuh Anak setelah Bercerai

Dampak Buruk Psikologis Anak Akibat Pertengkaran Orangtua

Siapa yang Mendapatkan Hak Asuh Anak setelah Bercerai. 
Hak asuh anak setelah bercerai adalah hal yang kerap menjadi masalah utama ketika perceraian terjadi. 
Perceraian bukan hanya berdampak pada pasangan suami istri, tetapi juga pada anak-anak mereka. 

Menurut pengacara Michael A. Robbins dari Law Offices of Michael A. Robbins, Michigan, Amerika Serikat, setiap orang tua yang bercerai punya kondisi yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan juga aturan untuk pengasuhan anak-anaknya.

Namun, berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Epidemiology & Community Health, selain memikirkan hak asuh anak setelah bercerai, kondisi anak haruslah menjadi hal utama. 

Hasil dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa anak yang menghabiskan waktu yang sama dengan kedua orang tua mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik ketimbang anak yang tinggal dengan salah satu orang tua.

Tapi, di sisi lain, banyak orang juga berpikir bahwa anak-anak butuh stabilitas sehingga tinggal hanya dengan salah satu orang tua menjadi hal penting. Hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitian tersebut.

Argumen tersebut didasarkan anak-anak yang menghabiskan waktu di dua rumah yang berbeda dengan peraturan yang berbeda akan membuat mereka lebih stres.

Namun, penelitian menemukan bahwa berdasarkan data yang diambil dari 150 ribu anak antara usia 12-15 tahun, anak yang tinggal dengan keluarga lebih sedikit yang mengalami masalah psikosomatik.

Ketika orang tua berpisah, anak yang tinggal bergantian dengan kedua orang tua mereka lebih jarang mengalami stres dibandingkan dengan anak yang tinggal hanya dengan satu orang tua.

Hak asuh anak setelah bercerai diatur dalam UU Perkawinan pasal 41.

Berdasarkan pasal 41 UU Perkawinan, dalam kasus perceraian, pihak istri berhak menjadi wali bagi anak-anaknya yang belum dewasa (di bawah 12 tahun), mendapat nafkah dari mantan suami selama 3 bulan 10 hari, dan mendapat harta gono-gini sebanyak setengah dari seluruh harta yang dikumpulkan selama masa pernikahan.

Dalam pasal 41 di UU Perkawinan juga disebutkan, suami maupun istri tetap bertanggung jawab atas pendidikan anak.

aturan hak asuh anak yang perceraian orang tuanya diputus oleh Pengadilan Agama tercantum di Pasal 105 mengenai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan:

Pembahasan mengenai hak asuh anak setelah bercerai adalah:

  • Pemeliharaan anak yang belum mumayyiz (di bawah 7 tahun) atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya;
  • Pemeliharaan anak yang di atas 7 tahun diserahkan kepada anak untuk memilih di antara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaannya;
  • Biaya pemeliharaan ditanggung oleh ayahnya.

Aturan itu pun disebutkan dalam Putusan Mahkamah Agung RI No. 102 K/Sip/1973.

Ini adalah alasan hak asuh anak dari pihak ibu bisa hilang:

1. Ibu Memiliki Perilaku Buruk

Hak asuh anak setelah bercerai biasanya akan diberikan pada ibunya.

Namun hak asuh tersebut bisa hilang ketika dalam persidangan ibu memiliki perilaku yang buruk, maka hak asuh bisa diberikan pada ayah.

Perilaku yang buruk yang bisa menghilangkan hak asuh anak adalah:

  • Judi
  • Mabuk-mabukan
  • Berbuat kasar pada anak

2. Ibu Dipenjara

Jika ibu masuk penjara karena terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Jika ini terjadi, maka pihak ayah bisa mendapatkan hak asuh atas anak yang masih berusia 5 tahun.

3. Ibu Tak Bisa Menjamin Keselamatan Jasmani dan Rohani Anak

Alasan terakhir yang bisa menghilangkan hak asuh anak dari ibu adalah ketika ibu dikhawatirkan tak bisa menjamin keselamatan jasmani dan rohani anaknya.

Jika ibu terbukti mengalami depresi dan bisa mengakibatkan kondisi mentalnya tak stabil, hal ini bisa menjadi risiko yang mengancam keselamatan anak.

4. Ibu Terbukti Selingkuh

Jika dalam hubungan pernikahan pihak istri terbukti selingkuh, maka hak asuh akan jatuh ke tangan suami.

Ketika istri melakukan perselingkuhan, maka dirinya sudah dinyatakan gagal menjadi seorang ibu.

Hal ini tertuang dalam Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 Mengenai Perkawinan.

Ternyata hak asuh anak setelah bercerai juga bisa jatuh ke tangan ayah. Namun tentu saja hal itu pun perlu memenuhi beberapa syarat yang ada.


Dikutip dari Hukum Online ini syarat hak asuh anak jatuh ke tangan ayah:

  • Anak yang belum berusia 7 tahun berhak mendapatkan hadhanah dan ibunya, kecuali bila ibunya telah meninggal dunia, maka kedudukannya digantikan oleh:
    1. wanita-wanita dalam garis lurus ke atas dari ibu;
    2. ayah;
    3. wanita-wanita dalam garis lurus ke atas dari ayah;
    4. saudara perempuan dari anak yang bersangkutan;
    5. wanita-wanita kerabat sedarah menurut garis samping dari ayah.
  • Anak yang sudah berusia 7 tahun berhak memilih untuk mendapatkan hadhanah dari ayah atau ibunya;
  • Apabila pemegang hadhanah ternyata tidak dapat menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak, meskipun biaya nafkah dan hadhanah telah dicukupi, maka atas permintaan kerabat yang bersangkutan Pengadilan Agama dapat memindahkan hak hadhanah kepada kerabat lain yang mempunyai hak hadhanah pula;
  • Semua biaya hadhanah dan nafkah anak menjadi tanggung jawab ayah menurut kemampuannya, sekurang-kurangnya sampai anak tersebut dewasa dapat mengurus diri sendiri (21 tahun);
  • Bilamana terjadi perselisihan mengenai hadhanah dan nafkah anak, Pengadilan Agama memberikan putusannya berdasarkan huruf (a), (b), dan (d);
  • Pengadilan dapat pula dengan mengingat kemampuan ayahnya menetapkan jumlah biaya untuk pemeliharaan dan pendidikan anak-anak yang tidak turut padanya.
Nah itu dia pembahasan mendalam mengenai hak asuh anak setelah bercerai. Meski biasanya hak asuh berada di tangan ibu setelah cerai, namun dalam kondisi tertentu bisa diberikan kepada ayah.