This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Kamis, 25 Agustus 2022

Cara untuk Bangkit Setelah Bercerai dari Pasangan

Menulis jurnal adalah praktik yang bagus bagi dirimu yang berjuang untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru. Ini bisa menjadi waktu yang sulit, seseorang bahkan mungkin kehilangan individualitasnya di tengah kesedihan dan kehilangan. Namun, menulis setiap hari di jurnal tentang pengalaman pasti akan membuatmu lebih bijak dan memberimu wawasan tentang diri yang belum pernah dirimu miliki.  Terhubungan dengan Teman dan Keluarga  Orang-orang terdekatmu seperti keluarga dan teman akan selalu ada untukmu pada saat dibutuhkan, untuk memberimu bahu untuk menangis dan mendukung, terutama setelah perceraian. Dirimu dapat merencanakan untuk melakukan perjalanan bersama mereka karena hal itu akan menyegarkan pikiran dan memberimu waktu untuk dihabiskan bersama orang yang dirimu cintai. Di tengah perceraian, dirimu mungkin tidak dapat berkomunikasi dengan mereka, jadi, sekaranglah waktu terbaik untuk melakukannya.  Ide untuk Bertemu Seseorang  Akhirnya, pada satu titik ketika dirimu akan siap untuk memikirkan kembali hubungan, bukanlah ide yang buruk untuk mempertimbangkan prospek pernikahan sekali lagi. Meski bisa berkembang dengan menjadi single, mendapatkan dukungan emosional dan fisik dari pasangan yang cocok memang bisa dengan membuatmu bahagia.  Perceraian terkadang menjadi salah satu jalan untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga. Lantas, setelah peceraian bukan berarti kehidupan tampak begitu buruk, tetapi dirimu masih bisa berkembang tanpa dengan kehadiran kekasih.

Cara untuk Bangkit Setelah Bercerai dari Pasangan. Kata perceraian membawa emosi keputusasaan dan kehancuran di antara orang yang sudah menikah dan keluarga mereka. Meskipun pembebasan dari ikatan yang menjatuhkan kita di setiap langkah, orang-orang merasa terguncang dalam ketidakbahagiaan dan keputusasaan setelah perceraian. Perceraian dapat membuat seseorang terkuras secara emosional dan fisik, tetapi yang benar-benar perlu mereka pahami adalah bahwa mereka akhirnya mendapat kesempatan untuk memperbaiki keadaan dengan diri mereka sendiri, setelah perceraian. Nah, berikut ini adalah kesempatan umum yang dapat dilakukan setelah perceraian dan membuatmu bangkit. 

Rangkulah Diri dan Peran Baru saat Ini

Setelah melalui perceraian, dirimu akan menemukan diri sendiri, tanpa dukungan mantan pasangan dan akhirnya bebas untuk melakukan apapun yang selalu dirimu inginkan. Dirimu akan mengalami kebahagiaan tertentu dari pembebasan dan penerimaan situasi baru di sekitarmu. Dirimu harus mengambil setiap peran dan tanggung jawab sendiri dan mengatasinya.

Berkarier

Mendapatkan pekerjaan baru yang dirimu impikan atau bekerja lebih keras untuk mendapatkan posisi yang lebih baik di perusahaan lama adalah pilihan yang bagus bagi mereka yang perlu memperkuat posisi ekonomi mereka. Pahami bahwa dirimu harus menjalankan rumah tangga sendiri dan bekerja dengan caramu sendiri. Meskipun dirimu memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun yang diinginkan, dirimu juga harus ingat bahwa dirimu tidak akan mendapatkan dukungan finansial dari mantan pasangan.

Menulis jurnal adalah praktik yang bagus bagi dirimu yang berjuang untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru. Ini bisa menjadi waktu yang sulit, seseorang bahkan mungkin kehilangan individualitasnya di tengah kesedihan dan kehilangan. Namun, menulis setiap hari di jurnal tentang pengalaman pasti akan membuatmu lebih bijak dan memberimu wawasan tentang diri yang belum pernah dirimu miliki.

Terhubungan dengan Teman dan Keluarga

Orang-orang terdekatmu seperti keluarga dan teman akan selalu ada untukmu pada saat dibutuhkan, untuk memberimu bahu untuk menangis dan mendukung, terutama setelah perceraian. Dirimu dapat merencanakan untuk melakukan perjalanan bersama mereka karena hal itu akan menyegarkan pikiran dan memberimu waktu untuk dihabiskan bersama orang yang dirimu cintai. Di tengah perceraian, dirimu mungkin tidak dapat berkomunikasi dengan mereka, jadi, sekaranglah waktu terbaik untuk melakukannya.

Ide untuk Bertemu Seseorang

Akhirnya, pada satu titik ketika dirimu akan siap untuk memikirkan kembali hubungan, bukanlah ide yang buruk untuk mempertimbangkan prospek pernikahan sekali lagi. Meski bisa berkembang dengan menjadi single, mendapatkan dukungan emosional dan fisik dari pasangan yang cocok memang bisa dengan membuatmu bahagia.

Perceraian terkadang menjadi salah satu jalan untuk menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga. Lantas, setelah peceraian bukan berarti kehidupan tampak begitu buruk, tetapi dirimu masih bisa berkembang tanpa dengan kehadiran kekasih.

Tetap Bahagia dan Percaya Diri Setelah Perceraian

etap Bahagia dan Percaya Diri Setelah Perceraian. Tak ada pasangan yang benar-benar menginginkan perceraian. Tapi ketika konflik rumah tangga tak menemui titik damai, jalan perceraian terpaksa Anda tempuh. Kandasnya hubungan pernikahan bukan akhir kehidupan. Meski sempat terpuruk dengan emosi tak menentu, Anda harus bangkit dan melanjutkan hidup.  Lantas bagaimana memulai kehidupan baru pasca perceraian? Berikut 6 hal untuk memulai langkah Anda menyongsong masa depan yang lebih cerah.     1. Biarkan diri Anda berduka Kegagalan menyelamatkan pernikahan kerap melahirkan duka mendalam. Anda tak perlu menolaknya. Sebaliknya peluk pengalaman pahit itu sebagai bagian dari perjalanan hidup Anda. Psikoterapis Florence Falk, Ph.D., MSW, penulis buku On My Own: The Art of Being a Woman Alone mengatakan, "Kegagalan adalah kegagalan. Ada ruang kosong yang sesuatu akan mengisinya, bahkan jika sesuatu itu mungkin tidak diinginkan.”   2. Selesaikan masalah di masa lalu Sama halnya dengan menikah, bercerai juga membuat Anda menjalani kehidupan baru. Selesaikan segala urusan dan masalah pada masa lalu Anda, terutama dengan mantan suami, agar tidak menjadi ganjalan ketika Anda memulai kehidupan sebagai wanita ‘single’ kembali atau single mom.   3. Belajar menyukai diri sendiri Banyak orang merasa frustasi dan benci dengan diri sendiri pasca perceraian. Mereka berpikir ada sesuatu yang salah dengan dirinya sehingga hubungan perkawinan Anda gagal. Perasaan demikian justru membuat hidup Anda semakin mendung.  Berusahalah untuk mendapatkan kepercayaan diri Anda kembali dan meyakini bahwa diri Anda berharga. Lakukan hal-hal menyenangkan, menghibur diri, melakukan kerja sosial, agar energi positif bangkit dari dalam diri Anda. Jika terasa sulit, jangan segan mendatangi ahli terapi.      4. Temukan kembali siapa Anda dulu Saat masih sebagai pasangan suami istri, Anda mungkin banyak mengalah. Misalnya Anda suka nonton bioskop, suami lebih gemar jalan-jalan ke festival. Anda pun memendam keinginan pribadi demi menyenangkan hatinya.  Kini saatnya melakukan hal-hal yang tak dapat Anda lakukan saat menjadi istri. Dengan begitu, Anda kembali menemukan gairah hidup dengan menjadi diri Anda sendiri.   5. Berani hidup sendiri Menjalani hidup sendiri tidak berarti terisolasi. Masih banyak kesempatan untuk menjalin koneksi sosial dan menemukan teman baru. Mulailah melangkahkan kaki Anda menjemput hubungan dengan berbagai kelompok dan komunitas yang berhubungan dengan minat Anda.   6. Cintai peran baru Anda Sebelum bercerai, pasangan Anda mungkin banyak menangani banyak aspek kehidupan pada diri Anda. Kini semuanya terserah Anda. Untuk urusan finansial yang dulu selalu mendapat nafkah dari suami, sekarang Anda harus memikirkannya sendiri.  Sedikit tertatih-tatih pada awalnya, tapi tidak masalah. Jika Anda berbuat kesalahan pun, itu akan menjadi ajang pembelajaran bagi Anda. Kesalahan memberi Anda kecakapan hidup dan mengajari Anda bahwa Anda bisa menangani kesendirian.

Tetap Bahagia dan Percaya Diri Setelah Perceraian. Tak ada pasangan yang benar-benar menginginkan perceraian. Tapi ketika konflik rumah tangga tak menemui titik damai, jalan perceraian terpaksa Anda tempuh. Kandasnya hubungan pernikahan bukan akhir kehidupan. Meski sempat terpuruk dengan emosi tak menentu, Anda harus bangkit dan melanjutkan hidup.

Lantas bagaimana memulai kehidupan baru pasca perceraian? Berikut 6 hal untuk memulai langkah Anda menyongsong masa depan yang lebih cerah.  
 
1. Biarkan diri Anda berduka
Kegagalan menyelamatkan pernikahan kerap melahirkan duka mendalam. Anda tak perlu menolaknya. Sebaliknya peluk pengalaman pahit itu sebagai bagian dari perjalanan hidup Anda. Psikoterapis Florence Falk, Ph.D., MSW, penulis buku On My Own: The Art of Being a Woman Alone mengatakan, "Kegagalan adalah kegagalan. Ada ruang kosong yang sesuatu akan mengisinya, bahkan jika sesuatu itu mungkin tidak diinginkan.”
 
2. Selesaikan masalah di masa lalu
Sama halnya dengan menikah, bercerai juga membuat Anda menjalani kehidupan baru. Selesaikan segala urusan dan masalah pada masa lalu Anda, terutama dengan mantan suami, agar tidak menjadi ganjalan ketika Anda memulai kehidupan sebagai wanita ‘single’ kembali atau single mom.
 
3. Belajar menyukai diri sendiri
Banyak orang merasa frustasi dan benci dengan diri sendiri pasca perceraian. Mereka berpikir ada sesuatu yang salah dengan dirinya sehingga hubungan perkawinan Anda gagal. Perasaan demikian justru membuat hidup Anda semakin mendung.

Berusahalah untuk mendapatkan kepercayaan diri Anda kembali dan meyakini bahwa diri Anda berharga. Lakukan hal-hal menyenangkan, menghibur diri, melakukan kerja sosial, agar energi positif bangkit dari dalam diri Anda. Jika terasa sulit, jangan segan mendatangi ahli terapi.   

 
4. Temukan kembali siapa Anda dulu
Saat masih sebagai pasangan suami istri, Anda mungkin banyak mengalah. Misalnya Anda suka nonton bioskop, suami lebih gemar jalan-jalan ke festival. Anda pun memendam keinginan pribadi demi menyenangkan hatinya.

Kini saatnya melakukan hal-hal yang tak dapat Anda lakukan saat menjadi istri. Dengan begitu, Anda kembali menemukan gairah hidup dengan menjadi diri Anda sendiri.
 
5. Berani hidup sendiri
Menjalani hidup sendiri tidak berarti terisolasi. Masih banyak kesempatan untuk menjalin koneksi sosial dan menemukan teman baru. Mulailah melangkahkan kaki Anda menjemput hubungan dengan berbagai kelompok dan komunitas yang berhubungan dengan minat Anda.
 
6. Cintai peran baru Anda
Sebelum bercerai, pasangan Anda mungkin banyak menangani banyak aspek kehidupan pada diri Anda. Kini semuanya terserah Anda. Untuk urusan finansial yang dulu selalu mendapat nafkah dari suami, sekarang Anda harus memikirkannya sendiri.

Sedikit tertatih-tatih pada awalnya, tapi tidak masalah. Jika Anda berbuat kesalahan pun, itu akan menjadi ajang pembelajaran bagi Anda. Kesalahan memberi Anda kecakapan hidup dan mengajari Anda bahwa Anda bisa menangani kesendirian.

Setelah Bercerai, Wanita Lebih Bahagia Ketimbang Pria

Setelah Bercerai, Wanita Lebih Bahagia Ketimbang Pria

Setelah Bercerai, Wanita Lebih Bahagia Ketimbang Pria. Maraknya kasus perceraian, membuat beberapa pasangan berusaha untuk mempertahankan hubungan rumah tangganya.  Namun, tidak sedikit pula pasangan baru atau telah lama hubungan pernikahannya kandas di tengah jalan. Meski demikian, menurut beberapa pasangan yang bercerai kehidupannya lebih terasa lega hingga ada pula yang nyesek. Terlepas dari itu, tiap pasangan yang telah menikah tidak ada yang mengharapkan hubungannya berakhir sedih dan perpisahan. 

kadang keputusan bercerai sangat menyedihkan bagi wanita. Mengejutkannya, ternyata wanita-lah yang paling sering menuntut cerai dibanding pria berdasarkan survei AVVO pada tahun 2000 silam, yakni sebanyak 64 persen. Sebagian besar wanita yang telah bercerai mengakui jika mereka lebih menikmati waktu sendiri dan lepas dari stres. Mereka juga ungkapkan kehidupannya juga terasa memuaskan usai memutuskan untuk pisah dengan suaminya. Berdasarkan penelitian majalah Style, wanita yang sudah cerai justru lebih banyak membicarakan hal berbau positif, seperti kegembiraan, bahagia, dan perayaan. Ini justru berbanding terbalik pada pria yang sering mengatakan hal negatif setelah berpisah dengan pasangannya.

Hal ini juga makin diperkuat dengan adanya pernyataan yang mengatakan jika 56 persen pria merasa sedih dan frustrasi memutuskan cerai, ini terjadi setelah jangka panjang. Tidak jarang pria juga akan berpikir ia telah gagal dalam membina rumah tangga dibanding wanita.  Di lain pihak, para wanita sebelumnya sudah berpikir matang sebelum memilih pisah dengan suaminya. Itu terjadi karena berbagai faktor yang dialaminya selama berumah tangga, seperti perselingkuhan, ditelantarkan, pasangan yang bertindak kasar secara fisik dan perkataan, hingga masalah finansial yang juga mengakibatkan depresi dalam rumah tangga.

Jika semua hal itu telah dirasa memberatkan bagi wanita, mereka bisa saja langsung menggugat cerai pasangannya dan meneruskan kehidupan barunya. Selain itu, mereka juga bisa menghabiskan waktu lajangnya bersama keluarga, teman, hingga pekerjaan yang disukainya dengan perasaan jauh lebih bahagia dibanding sebelumnya. Tidak jarang wanita yang telah bercerai justru akan terlihat jauh lebih kuat dibanding pria.

Perhatikan 5 Hal Ini Setelah Bercerai dari Pasangan

Perhatikan 5 Hal Ini Setelah Bercerai dari Pasangan

Perhatikan 5 Hal Ini Setelah Bercerai dari Pasangan. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang memutuskan bercerai dari pasangan.  Anda akan memasuki dunia yang bahkan sama sekali tidak Anda rencanakan yang penuh dengan hal-hal yang tidak Anda ketahui.   Normal jika Anda merasa bingung, terluka, emosional, cemas dan takut ketika menghadapi perceraian. Mungkin saat ini tidak ada cara untuk menguatkan diri Anda akan seperti apa rasanya perpisahan itu, tetapi ada beberapa cara untuk memastikan Anda membuat pilihan yang akan menguntungkan Anda, anak-anak dan masa depan hubungan Anda saat Anda mulai melepaskan diri.   Orang-orang yang sedang bertransisi dari kehidupan pernikahan ke melepaskan ikatan sedang mencari tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

1. Didiklah diri Anda sendiri tentang proses hukum perceraian 

Mungkin Anda dan calon mantan Anda akan menenangkan diri sebelum mengajukan cerai, atau mungkin salah satu dari Anda siap untuk tampil di jalan. Bagaimanapun juga, pengetahuan adalah kekuatan dan jika Anda bukan seorang pengacara yang sudah akrab dengan legalitas yang terkait dengan proses perceraian, mulailah untuk mempelajarinya dari buku  atau mencarinya di internet. Atau lebih baik lagi, dapatkan rekomendasi untuk pengacara atau mediator yang baik dan konsultasikan dengan mereka tentang cara terbaik untuk menangani situasi pribadi Anda.   Tidak ada pendekatan satu ukuran yang cocok untuk semua perceraian, dan ada begitu banyak pilihan yang tersedia untuk Anda. Sementara beberapa pasangan memilih untuk melepaskan jalur hukum dan menangani hal-hal mereka sendiri, yang terbaik adalah meminta bantuan ketika menyangkut sesuatu yang tidak Anda ketahui—dan ketika anak-anak terlibat, Anda pasti ingin tahu sebanyak yang Anda bisa sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat untuk kepentingan terbaik mereka.   

2. Bicaralah dengan anak-anak Anda dan ceritakan kepada mereka tentang perceraian 

Ada cara yang sangat sehat untuk berbicara dengan anak-anak Anda tentang perceraian. Ketika Anda dan mantan pasangan Anda merasa nyaman untuk melakukan percakapan dengan anak-anak, ingatlah untuk merencanakan apa yang akan Anda katakan sebelumnya sehingga Anda berdua berada di halaman yang sama, dan berbicaralah dengan mereka sebagai sebuah keluarga.

3. Tetapkan batasan untuk memisahkan diri Anda secara emosional 

Sementara perpisahan fisik yang terjadi di akhir pernikahan adalah langkah nyata berikutnya, perpisahan emosional seringkali lebih sulit untuk dipahami dan jauh lebih tidak jelas. Anda telah terhubung secara emosional dan saling bergantung pada pasangan Anda begitu lama sehingga melepaskan diri secara emosional dapat dimengerti membutuhkan lebih banyak pekerjaan daripada yang Anda perkirakan.   Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk belajar memisahkan diri dari mencari persetujuan, mencari validasi, atau tetap terhubung secara emosional dengan pasangan adalah dengan belajar menyatakan, bukan bertanya. Contohnya adalah menjaga calon mantan Anda tetap perlu tahu, dan mengatakan hal-hal seperti, "Saya akan mulai mencari apartemen baru," alih-alih bertanya, "Bisakah saya mulai mencari apartemen baru?"   Ini menetapkan batas yang mengatakan, "Saya mendapatkan kemerdekaan saya sekarang, dan Anda tidak memiliki akses ke semua bagian hidup saya lagi." Ini sulit untuk ditegakkan, tetapi semakin cepat Anda dapat memutuskan hubungan secara emosional, semakin bersih proses perceraian Anda.

4. Dapatkan kenyamanan dengan meminta bantuan 

Orang tua tunggal adalah seluruh olahraga itu sendiri yang dilupakan seseorang untuk ditambahkan ke Olimpiade. Anda tidak dapat berlatih sendiri untuk Olimpiade, dan lebih baik Anda meminta bantuan untuk "melatih" atau merasa nyaman dengan menjadi orang tua tunggal. Jangan malu—panggil teman terdekat dan anggota keluarga Anda untuk membantu Anda menghadapi kenyataan baru Anda, baik secara emosional maupun fisik, dan untuk membangun kembali hidup Anda. Ketika Anda mulai mencari bantuan dan mulai melihat siapa yang bersedia membiarkan Anda bersandar pada mereka, siapa yang memeriksa Anda, dan siapa yang menawarkan telinganya untuk mendengarkan Anda, jadikan mereka orang permanen dalam daftar baru hidup Anda.

5. Terhubung kembali dengan diri sendiri 

Tidak banyak orang yang menyadari hal ini, tetapi meskipun mengakhiri pernikahan mungkin merupakan kematian dari suatu hubungan, hal itu juga penuh dengan peluang. Kesempatan terbaik yang dapat Anda temukan dalam perceraian adalah mampu berhubungan kembali dengan diri Anda sendiri semuanya, baik dan buruk. Anda kembali melakukan apa yang paling Anda sukai yang merupakan hal-hal yang tidak pernah benar-benar Anda lakukan dalam pernikahan Anda karena satu dan lain alasan.   Anda dapat menggunakan waktu untuk sesuatu yang benar-benar menyembuhkan Anda. Anda menyembuhkan semua bagian  yang rusak, yang muncul ke permukaan dalam pernikahan Anda dengan bantuan terapis yang luar biasa misalnya. Anda menjadikan diri Anda prioritas untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, dan Anda tidak menyesalinya sedikit pun.   Ketika semuanya gagal, ingatlah bahwa ini juga akan berlalu, dan Anda dapat melakukannya di mana saja hanya dengan meletakkan satu kaki di depan yang lain, mengambil setiap hari pada satu waktu, dan tidak membuat diri Anda gila dengan "bagaimana jika."

Dampak Perceraian terhadap Psikologis Pria Maupun Wanita

Dampak Perceraian terhadap Psikologis Pria Maupun Wanita

Dampak Perceraian terhadap Psikologis Wanita. Siapa sih yang menginginkan terjadinya perceraian? Bahkan selebritis sekalipun yang rumornya banyak melakukan “kawin cerai” untuk menaikkan popularitas, rasanya juga tidak dengan sengaja memilih bercerai. Buktinya cukup banyak artis yang merasa terpukul, dan salah satunya dapat dilihat dari perubahan fisiknya seperti Gracia Indri yang semakin kurus. Meskipun terlihat biasa saja, atau tetap terlihat bahagia saat di teve, tetapi perubahan pada fisiknya tidak dapat dibohongi jika ia pun merasa tertekan. 

Wanita adalah korban paling dominan dari perceraian

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh womenshealthmag.com kepada orang dewasa di Amerika, menemukan fakta jika sekitar 131.159 wanita mengalami kehidupan yang sulit setelah bercerai. Mereka mengaku tidak hidup dengan sejahtera dan tingkat stres pun meningkat ketimbang dengan pria. Sepertiga dari jumlah tersebut menyatakan sampai rutin konsumsi obat penenang setiap harinya.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada wanita saat mereka bercerai atau sedang dalam proses perceraian? Mengapa wanita menjadi korban paling dominan ketimbang pria atau paling tidak setara akibat perceraian? Jika jawabannya sakit hati, itu pasti dialami kedua belah pihak. Namun, ternyata ada alasan lain yang membuat wanita sampai merasa sangat terpukul yaitu kekhawatiran akan finansial terutama mereka yang telah memiliki anak.

 

Dr. Constance Ahrons, Ph.D, seorang mediator, penasehat perceraian, sekaligus penulis buku “The Good Divorce” mengatakan bahwa wanita akan mengalami pukulan yang berat, seperti kekhawatiran di lain sisi yang menyakitkan khususnya jika ia telah memutuskan berhenti bekerja karena menikah dan mengurus anak-anak. Kenyataannya di usia paruh waktu, wanita akan mendapatkan gaji yang lebih kecil ketimbang pria di bagian pekerjaan yang sama. Belum lagi, mereka harus membesarkan dan memenuhi kebutuhan anak yang semakin meningkat dengan gaji yang seadanya.

Dampak perceraian bagi wanita

Berbagai dampak lainnya yang hanya dirasakan wanita dalam proses perceraian maupun setelah bercerai adalah

  • Stres. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Health and Social Behaviour pada 2006 menyatakan jika wanita akan mengalami tekanan secara psikologis lebih tinggi dan signifikan daripada pria. Tekanan ini biasanya berdampak pada pemikiran wanita untuk tidak percaya lagi pada pria terutama dengan pandangannya tentang pria sempurna serta takut atau khawatir untuk diitolak.

  • Cemas. Tanpa masalah perceraian saja setiap wanita pasti mengalami khawatir atau perasaan cemas yang berlebih. Apalagi saat wanita dihadapkan dengan perceraian? Perasaan cemas tak menentu sudah pasti akan dialami, terlebih kekhawatiran akan masa depan yang tidak pasti.

  • Takut. Akibat kekhawatiran yang berlebih terutama dengan masa depan yang tidak pasti, maka bukan tidak mungkin jika wanita akan mengalami perasaan takut. Takut untuk memulai hubungan baru, takut untuk jatuh cinta lagi, takut untuk berkomitmen,hingga takut untuk bersosialisasi dengan lawan jenis.

  • Marah. Kondisi ini biasanya dialami wanita dengan proses perceraian yang rumit. Apalagi jika sudah menyangkut anak dan kesehatan psikologisnya. Dampak negatif jika perasaan ini telah muncul pada wanita, biasanya wanita akan berlaku sangat kasar bahkan dapat melakukan hal yang membahayakan keselamatan mantan suami. Di lain sisi, wanita juga dapat melakukan aksi balas dendam akibat perceraiannya yaitu dengan berkencan dengan laki-laki yang sudah menikah.

  • Dihantui perasaan bersalah. Jika seorang wanita telah merasakan kondisi ini, maka akan sedikit sulit juga untuk mengembalikan perasaannya seperti semula atau seperti tidak memiliki rasa cinta pada mantan suaminya dulu. Biasanya, kondisi ini dipengaruhi akibat perasaan cinta berlebih dan sifat wanita yang mudah memaafkan. Terlebih jika perceraian disebabkan karena kesalahan wanita.

  • Bebas. Perasaan ini akan dialami khususnya bagi para wanita yang merasa tidak bahagia dalam pernikahannya, misalnya akibat kekerasan rumah tangga. Meskipun korban kekerasan membutuhkan bantuan profesional untuk menyembuhkan luka batin maupun fisiknya, tetapi perasaan bebas pun tetap akan dirasakan sebagai kebahagiaan.

  • Lebih bertanggung jawab. Wanita mungkin akan merasakan stres hingga terpuruk di awal perceraiannya, tetapi setelah kurang lebih 2 tahun wanita akan lebih bertanggung jawab terutama dengan kehidupannya. Maka dari itu, cukup banyak wanita yang sukses secara finansial atau terlihat lebih menarik dari sisi fisik setelah cukup lama bercerai. Mungkin juga wanita akan belajar ilmu bela diri untuk melindungi diri dari godaan atau serangan jahat di luar sana. 

Pria juga terpuruk akibat perceraian

Untungnya, kondisi ini tidak bertahan lama. Jadi, bersabarlah para wanita yang sedang merasa hancur akibat proses perceraian! Tunggu saja 1 atau 2 tahun ke depan, semua kondisi ini akan berbalik. Fakta ini ditemukan oleh theguardian.com dalam penelitiannya yang dilakukan pada 3.515 orang dewasa yang telah bercerai. Sekitar tiga perempat dari mereka khususnya wanita, menyatakan jika memiliki kehidupan yang lebih bahagia ketimbang kehidupan menikah setelah melewati proses perceraian selama kurang lebih 2 tahun.

 

Dalam penelitiannya juga ditemukan fakta menarik lain tentang perbedaan gender dalam mengatasi masalah. 7% pria mengaku kondisi setelah bercerai seperti “bunuh diri” ketimbang wanita yang hanya 3% dengan pendapat yang sama. Dampaknya, pria akan cenderung mengalihkan fokusnya pada hal yang menyenangkan, seperti mencari pengganti baru dengan cepat, melakukan seks bebas, atau hanya sekadar cuti dari pekerjaan untuk pergi berlibur. Berbanding terbalik dengan wanita yang memiliki karakter lebih fokus dalam mengatasi masalah. Sehingga, mereka akan cenderung memilih “mengobati luka” ketimbang “melupakan luka” dengan berbagai cara positif, seperti memperbanyak waktu berkumpul dengan teman-teman.


Meskipun kenyataannya pria akan cepat menemukan pengganti dan menikah lagi, tetapi menurut penelitian yang dilakukan oleh Yorkshire Building Society, Rachel Court mengatakan jika pria akan mengalami penderitaan emosional lebih besar ketimbang wanita. Jadi, meskipun sudah bercerai dan menemukan pengganti, sebagian besar pria masih suka galau lho, terutama atas perasaan bersalah dengan kegagalan pernikahan mereka. (

Dampak Perceraian pada Kesehatan Tubuh

Dampak Perceraian pada Kesehatan Tubuh

Dampak Perceraian pada Kesehatan Tubuh. Pada sebagian orang, perceraian mungkin memberikan perasaan lega dan tenang. Namun, jarang yang menyadari bahwa sebenarnya pergolakan emosi yang dialami setelah bercerai juga bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh, baik secara fisik maupun mental.

Dalam menjalani pernikahan, setiap pasangan tentu mendambakan hubungan yang bahagia dan langgeng. Tetapi, tak dapat dipungkiri, dalam mengarungi bahtera kehidupan bersama, ada saja sederet tantangan dan konflik yang kadang membuat sejumlah pasangan memilih perceraian sebagai jalan keluarnya.

Faktanya, saat menjalani perceraian, seseorang berpotensi mengalami berbagai masalah kesehatan. Tak hanya secara mental, tapi juga secara fisik.


Dampak Perceraian pada Kesehatan Fisik dan Mental

Perasaan sedih, cemas, dan kewalahan yang berlarut-larut akibat perceraian dapat membuat seseorang meluapkan emosinya dengan cara yang tidak baik, misalnya dengan makan terlalu banyak atau justru terlalu sedikit, mengonsumsi minuman beralkohol, hingga memakai obat-obatan terlarang.


Selain itu, emosi yang tidak stabil dan stres yang dirasakan setelah bercerai juga bisa memperburuk kondisi mental seseorang. Akibatnya, hal tersebut bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan fisik dan mental.


Berikut ini adalah beberapa dampak perceraian pada kesehatan tubuh yang mungkin saja terjadi:


1. PTSD

Post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan, pelecehan seksual, atau bencana alam. Orang yang baru melalui proses perceraian juga bisa mengalami PTSD.


Penderita PTSD kerap kali teringat atau merasa seperti sedang menjalani peristiwa yang membuatnya trauma. Mereka pun bisa sering mengalami mimpi buruk, merasa frustasi, sulit konsentrasi, dan susah tidur karena beban pikiran yang dideritanya.


2. Depresi

Depresi juga merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak terjadi setelah perceraian. Orang yang pernah terkena depresi atau mengalami tekanan batin umumnya akan lebih berisiko mengalami depresi setelah bercerai.


Depresi dapat membuat penderitanya menjadi tidak produktif, menjauhi lingkungan sosial, kelihangan nafsu makan atau justru makan berlebih, merasa tidak berenergi, dan kehilangan semangat hidup. Jika sudah parah, depresi bahkan bisa membuat seseorang untuk mencoba bunuh diri.


3. Daya tahan tubuh melemah

Daya tahan tubuh memiliki peranan yang penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, tubuh akan lebih mampu melawan kuman dan virus penyebab berbagai penyakit.


Akan tetapi, saat atau setelah menjalani proses perceraian, seseorang bisa mengalami stres berat dan bahkan berkepanjangan. Hal ini kemudian dapat membuat daya tahan tubuhnya melemah, sehingga mudah terserang penyakit.


4. Insomnia

Berbagai riset menunjukkan bahwa orang yang menjalani proses perceraian bisa mengalami insomnia atau susah tidur. Ketika mengalami insomnia, seseorang akan menjadi mudah lelah, sering mengantuk di siang hari, sulit mengontrol mood dan emosinya.


Tak jarang, insomnia juga membuat penderitanya sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat. Hal ini pada akhirnya bisa mengganggu aktivitas dan membuat orang tersebut menjadi kurang produktif.


5. Obesitas

Emosi yang tidak stabil dan stres yang dirasakan setelah bercerai mungkin saja membuat seseorang menjadi malas untuk berolahraga dan sering mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, seperti junk food atau makanan tinggi karbohidrat, lemak jenuh dan lemak trans, serta minuman yang terlalu manis.


Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat seseorang mengalami stress eating, yaitu keinginan untuk makan terus-menerus saat stres meskipun tubuh sedang tidak merasa lapar.


Jika sudah demikian, hal tersebut bisa membuat berat badan terus bertambah, bahkan hingga menyebabkan obesitas. Jika berat badan terus tidak terkontrol, masalah ini bisa membuat orang yang bercerai menjadi lebih berisiko mengalami berbagai penyakit, termasuk stroke dan diabetes.


6. Penyakit jantung

Selain diabetes, orang yang menjalani perceraian juga lebih berisiko terkena penyakit jantung. Hal ini diduga berkaitan dengan efek stres terhadap peningkatan tekanan darah, serta kebiasaan hidup kurang sehat setelah perceraian, misalnya tidak menjaga pola makan dan jarang berolahraga.


Faktanya, sebuah penelitian membuktikan wanita yang pernah melalui proses perceraian memiliki kemungkinan 24% mengalami serangan jantung. Bahkan, risiko ini bisa meningkat menjadi 77% pada wanita yang pernah bercerai lebih dari 1 kali.


7. Gangguan mobilitas di masa tua

Perceraian juga bisa menimbulkan dampak buruk dalam jangka panjang. Riset menyebutkan bahwa orang yang bercerai berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan otot dan sendi di masa tuanya.


Hal ini bisa membuat mereka kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau naik turun tangga. Bahkan, kondisi ini juga bisa membuat mereka lebih berisiko mengalami patah tulang karena sering terjatuh.


Perceraian memang bisa menyisakan luka yang mendalam atau bahkan menimbulkan identity crisis. Namun, usahakan jangan sampai perpisahan ini menimbulkan kesedihan dan stres yang berlarut-larut, apalagi sampai mengganggu kesehatanmu, ya.


Jika kamu merasa perceraian yang kamu hadapi membuat kualitas hidupmu menurun, terlebih jika sudah membuatmu mengalami masalah kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan psikolog atau dokter. Hal ini penting agar dampak perceraian yang dirasakan tidak mengganggu kesehatanmu lagi.

Masa 'Penantian' Seorang Perempuan Usai Bercerai, Berikut Ketentuan dan Lama Waktu Iddah

6. Bagi wanita hamil dan ditinggal mati oleh suaminya, iddahnya sampai melahirkan (menurut pendapat 'Umar ibn al-Khattab), atau beridah dengan idah yang lebih lama dari kedua idah itu, yaitu bersalin dan empat bulan sepuluh hari (menurut ‘Ali ibn Abi Tālib).

Masa 'Penantian' Seorang Perempuan Usai Bercerai, Berikut Ketentuan dan Lama Waktu Iddah. Setelah bercerai dengan mantan suami, seorang perempuan tidak bisa langsung dipinang oleh laki-laki lain.

Dalam Islam, dikenal istilah bernama Idah, yang menjadi masa 'penantian' seorang perempuan yang sudah diceraikan.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari buku 'Almanak Alam Islami Sumber Rujukan Keluarga Muslim Milenium Baru' terbitan Pustaka Jaya yang ditulis oleh Rachmat Taufiq Hidayat, H. endang Saiuddin Anshari, Thomas Djamaluddin, dan Nia Kurnia, berikut penjelasannya.

Idah (Riddah) berasal dari kata “adad" yang artinya menghitung. menurut istilah, ‘iddah adalah nama bagi masa lamanya wanita menunggu dan tidak boleh menikah setelah ditalak (yaitu talak satu atau talak dua) oleh suaminya, atau setelah ditinggal mati oleh suaminya.

Salah satu manfaat iddah adalah untuk mengetahui apakah wanita tersebut sedang mengandung atau tidak.

Selain itu, bagi wanita yang dicerai oleh suaminya, iddah dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada mantan suami agar dapat rujuk kembali kepada bekas istrinya, karena Islam sangat membenci tindakan perceraian.

Oleh Karena itu, Allah SWT melarang suami mengusir istrinya selama masa iddah itu, kecuali kalau istrinya itu berbuat keji.

Hal itu disampaikan Allah SWT dalam firman di Q.S At-Talaq ayat 1 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۚ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًا

Artinya: "Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu.

Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) keluar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang.

Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru".

Adapun ketentuan idah adalah sebagai berikut:

1. Bagi wanita yang haid (ketika dicerai itu), iddahnya tiga kali suci

Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S Al-BAqarah ayat 228 yang berbunyi:

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: "Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat.

Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah.

Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf.

Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

2. Bagi wanita yang tidak haid atau yang sudah berhenti haid (menopause), iddahnya tiga bulan.

Hal itu seperti Firman Allah SWT dalam Q.S At-Talaq ayat 4 yang berbunyi:

وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Artinya: "Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid.

Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya".

3. Bagi wanita yang sedang hamil, iddahnya adalah sampai melahirkan

Hal itu juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S At-Talaq ayat 4 yang berbunyi:

وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Artinya: "Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid.

Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya".

4. Bagi wanita yang ditinggal mati oleh suaminya, iddahnya empat bulan sepuluh hari

Hal itu seperti Firman Allah SWT dalam Q.S Al-Baqarah ayat 234 yang berbunyi:

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ۖ فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari.

Kemudian apabila telah habis 'iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat".


5. Bagi wanita yang diceraikan oleh suaminya sebelum dicampuri, tidak ada iddah

Hal itu seperti Firman Allah SWT dalam Q.S Al-Ahzab ayat 49 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا ۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka 'iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya.

Maka berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya".

6. Bagi wanita hamil dan ditinggal mati oleh suaminya, iddahnya sampai melahirkan (menurut pendapat 'Umar ibn al-Khattab), atau beridah dengan idah yang lebih lama dari kedua idah itu, yaitu bersalin dan empat bulan sepuluh hari (menurut ‘Ali ibn Abi Tālib).

Bangkit dan Bahagia Setelah Bercerai

Perpisahan seperti perceraian akan menimbulkan luka dan kesedihan mendalam bagi yang mengalaminya.  Kendati begitu, hidup masih terus berlanjut. Meskipun terasa agak sulit, namun Anda tetap harus mencoba bangkit dan bahagia kembali setelah bercerai.Lantas, apa yang harus dilakukan agar bisa bahagia setelah bercerai? Cara-cara di bawah ini bisa dilakukan untuk membantu Anda bangkit dan menggapai kebahagiaan kembali. 

1. Akui Apa yang Anda Rasakan

5. Fokus Sebagai Single Parent

Jika Anda bercerai dan memiliki anak, terimalah bahwa Anda sekarang menjadi orangtua tunggal.

Sayangnya, perceraian dapat memengaruhi perkembangan emosional anak-anak. Akan tetapi, bertahan di dalam keluarga yang penuh konflik juga dapat membuat anak-anak tidak nyaman. 

Oleh karena itu, keputusan menjadi orangtua tunggal harus dilakukan dengan baik. Anda dapat berkomunikasi dengan anak sesuai usianya dan menjelaskan situasi yang terjadi.  

Dianjurkan untuk tidak pernah berbicara buruk tentang mantan pasangan di depan anak-anak. Jangan memaksa anak untuk untuk memilih antara ibu atau ayahnya.

Jelaskan bahwa Anda dan mantan pasangan akan tetap mencintai anak sepenuh hati. 

6. Berbelanja

Berbelanja dapat menjadi salah satu cara membahagiakan diri sendiri. Anda bisa memberikan barang yang diidam-idamkan dan menganggap itu adalah kado bagi diri sendiri karena telah berusaha kuat dan menghadapi perceraian dengan baik. 

7. Gunakan Aplikasi 

Mengakui perasaan sedih, kecewa, atau emosi apa pun yang Anda rasakan merupakan langkah awal yang harus dilakukan agar bisa bahagia setelah bercerai. 

Menurut Avicenna Journal of Neuro Psycho Physiology, menerima atau mengakui emosi yang terjadi setelah bercerai dapat meminimalkan munculnya perasaan negatif.

2. Mencari Dukungan

Bercerita dengan orang terdekat tentang perasaan setelah bercerai dapat membuat Anda lega dan tidak merasa sendiri. 


Ceritakan perasaan dan pikiran Anda kepada orang yang Anda percaya. Selain itu, Anda juga bisa meminta bantuan terapis seperti psikolog atau bergabung dengan kelompok pendukung (support group) untuk bercerita.

3. Fokus Mencintai Diri Sendiri

Konflik rumah tangga dan proses perceraian dapat memengaruhi kondisi mental serta fisik Anda. Kondisi ini secara tidak langsung akan memengaruhi penampilan Anda. 

Karena sekarang tujuan Anda adalah bahagia setelah bercerai, mulailah melakukan self care dengan fokus menjaga dan merawat diri. 

Anda bisa mulai dari hal sederhana, misalnya mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan melakukan perawatan diri. 

4. Fokus dengan Tujuan Hidup

Anda dapat memulai kembali merealisasikan impian-impian yang sempat tertunda saat menikah dulu. 

Anda bisa kembali fokus membangun dan meningkatkan karir, mengikuti pelatihan untuk meningkatkan skill, atau mencari pekerjaan baru yang lebih sesuai.

Menggunakan dating apps bisa menjadi alternatif untuk bertemu dengan orang baru 

Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog, mengungkapkan bahwa penggunaan dating apps setelah bercerai boleh-boleh saja dilakukan. 

Namun, sebelum menggunakannya, pastikan Anda sudah siap untuk menjalin hubungan baru. 

“Saat menggunakan aplikasi ini, pastikan dulu diri kita sudah siap menerima hubungan baru atau tidak, supaya saat menggunakan dating apps tidak jadi pelarian saja,” kata psikolog Ikhsan.

Pesan Berharga Pasca Perceraian untuk Temukan Kebahagiaan

Pesan Berharga Pasca Perceraian untuk Temukan Kebahagiaan

Pesan Berharga Pasca Perceraian untuk Temukan Kebahagiaan. Tidak ada satu orang pun yang mengharapkan pernikahannya harus kandas di tengah jalan.

Akan tetapi, ketika perceraian menjadi jalan yang dipilih untuk kebaikan bersama maka tidak ada pilihan lain untuk menempuh jalan itu.

Keterpurukan pasca perceraian sering kali membuat seseorang larut dalam kesedihan dan penyesalan.

Namun, kesedihan itu jangan dibiarkan terlalu lama. Bukankah melalui perceraian mengharapkan hidup yang lebih bahagia dan menjalani hidup yang lebih baik?

Kumpulkan kembali semangat dalam diri. Penyesalan dan kesedihan tidak akan merubah hidup.

Setidaknya ada 10 pesan berharga pasca pelarian yang perlu Mama ketahui.

1. Tuhan akan selalu bersama hamba-Nya

Bagaimana pun sulitnya ujian yang dihadapi, yakinlah bahwa Tuhan akan selalu bersama hamba-Nya.

Setelah badai pasti akan ada tenang, setelah hujan akan ada pelangi, dan setiap kesulitan akan ada kemudahan.

Yakinlah bahwa Tuhan akan selalu memberikan kecukupan. Tidak ada ujian yang melebihi kemampuan hamba-Nya.

2. Kegagalan bukan akhir dari segalanya

Kegagalan bukan menjadi akhir dari segalanya. Justru hal ini akan menjadi titik mulai yang baru.

Layaknya seorang pelari yang harus merendah sejenak untuk melesat cepat menuju tujuan.

3. Senyum kebahagiaan anak begitu berharga

Jangan jadikan perselisihan dengan mantan pasangan menjadi senjata tajam yang akan menyakiti anak.

Senyum kebahagiaan anak lebih berharga dari rasa marah dan dendam.

Berdamai dengan luka akan lebih menenangkan hati.

4. Jangan ragu untuk meminta bantuan

5. You're not alone

Jatuh bangun pasca pernikahan mungkin pernah dirasakan.

Carilah orang lain yang akan selalu mendukung dan mendengarkan.

Ada banyak orang baik yang akan selalu bersama Mama.

Berkumpul dengan komunitas akan menambah teman yang memiliki perasaan sama dan akan saling menguatkan.

6. Proses healing setiap orang berbeda

Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Sehingga proses healing dari luka perceraian pun akan berbeda setiap orangnya.

Jangan bandingkan diri dengan orang lain. Jalani saja waktu Mama dan lakukan proses healing yang Mama sukai.

7. Belajar untuk lebih sering mencintai diri sendiri
8. Memang co-parenting tidak mudah
9. Rasa syukur akan merubah hidup

Setelah melalui berbagai hal sulit pasca perceraian, berbanggalah untuk diri sendiri karena telah berjuang sampai di titik ini.

Belajar untuk lebih sering mencintai diri sendiri dan berterima kasih karena tidak berputus asa.

Harus disadari bahwa mendidik anak dengan kondisi orangtua yang berjauhan tidak mudah.

Oleh sebab itu, tidak semua bisa melakukannya.

Co-parenting memerlukan pengelolaan ego yang baik dari kedua belah pihak demi kepentingan anak.

Walaupun kondisi menjadi orangtua tunggal, Mama harus terus bersyukur atas kondisi yang ada.

Rasa syukur untuk segala nikmat yang Tuhan beri akan membuat hidup menjadi penuh ketenangan.

Yang terpenting, Tuhan akan selalu menepati janji bahwa dengan bersyukur maka Ia akan menambah nikmat itu.

10. Kebahagiaan adalah tugas diri sendiri untuk menciptakannya

Jangan mengharapkan rasa bahagia dari orang lain. Hal itu dapat melukai diri sendiri dan tentu saja akan melelahkan.

Kebahagiaan adalah tugas diri sendiri untuk menciptakannya.

Dengan membahagiakan diri sendiri, Mama akan lebih lega dan ringan dalam menjalani hidup.

Saat mampu membahagiakan diri sendiri maka Mama akan mampu membuat orang di sekitar menjadi bahagia.

Walaupun jalan perceraian harus ditempuh, jangan jadikan alasan untuk tidak bisa kembali memiliki hidup yang bahagia.

Bangkit dan kembali mengumpulkan semangat untuk menjalani hari-hari yang lebih baik.

Referensi : Pesan Berharga Pasca Perceraian untuk Temukan Kebahagiaan