Amalan Surat Al Fil untuk Menundukkan Orang Zalim. urah Al-Fil merupakan surah ke-105 dalam Alqur’an dan terdiri atas 5 ayat. Surah ini tergolong sebafai surat Makkiyah. Nama Al Fiil sendiri berarti Gajah yang diambil dari ayat pertama dari surat ini.
Umat Islam mungkin masih belum yang mengetahui khasiat dari Surat Al Fil, yang salah satunya adalah bisa menundukkan orang zalim. Dalam bukunya yang berjudul “Rahasia Keutamaan Surat Al-Quran”, Muhammad Zaairul Haq menjelaskan, bagi orang yang dizalimi orang lain, tapi tidak dapat membalasnya secara fisik, sebaiknya mengamalkan surat al-Fil dengan tata cara sebagai berikut:
Pertama, yaitu melakukan sholat tahajut terlebih dahulu minimal dua rakaat. Pada rakaat pertama sesudah membaca surat AL-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat al-Fil sebanyak 40 kali. Sedangkan pada rakaat yang kedua sesudah membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat al-Kafirun sekali.
Kedua, setelah selesai melaksanakan sholat Tahajud, kemudian membaca istighfar sebanyak tujuh kali.
Ketiga, membacakan atau mengirim surat al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan kum muslimin seluruhnya.
Keempat, setelah itu baru menyebutkan apa yang dihajatkannya dan diakhiri dengan membaca surat al-Fatihah, dan diniatkan agar hajatnya tersebut dikabulkan.
Kelima, kemudian dilanjutkan dengan membaca wirid berikut ini sebanyak 100 kali:
Zaairul Haq mengingatkan agar tidak menggunakan amalan ini untuk kejahatan, karena akibatnya akan menimpa sang pengamal itu sendiri. Karena itu, menurut dia, gunakanlah dengan bijaksana.
Referensi : Amalan Surat Al Fil untuk Menundukkan Orang Zalim
Doa Pembungkam Orang Zalim. Tidak semua orang memiliki tabiat yang baik. Ada sebagian dari mereka yang punya watak yang zalim. Biasanya, watak tersebut muncul ketika terlihat masalah yang berujung sengketa. Orang bisa menjadi sangat arogan dan sok berkuasa, sampai merasa orang lain harus tunduk.
Bahkan, ada kalanya orang semacam itu tidak segan mengucapkan kalimat hinaan. Sampai-sampai kita yang mendengarnya merasa risih dengan ucapannya. Jika dalam kondisi ini, dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi. Kemudian dilanjutkan dengan doa mohon perlindungan di bawah ini.
Ya hayyu ya qoyyuum, ya badi’as-samaawati wal ardhi, ya dzal jalali wal ikram. As-aluka bihaqqi hadzihil ayatil karimati wama fiha minal asmail 'azhiimati an tuljima fahu 'anna, wa tukhrisa lisanahu hatta la yanthiqu illa bi khoirin au yashmut. Khairuka ya hadza baina 'ainaika wa syarruka tahta qadamaika.
Wahai Yang Maha Hidup lagi Yang Maha Berdiri sendiri (mengurusi makhluk-Nya), wahai Pencipta langit dan bumi, dan wahai Tuhan Yang memiliki keluhuran dan kemuliaan. Aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan (ayat kursi) yang mulia ini dan rahasia yang tersembunyi di balik al asmaul a’zham, kiranya Engkau mengendalikan mulutnya dariku dan menjaga (mengunci) lisannya sehingga tidak mampu berbicara kecuali yang baik-baik atau diam. Kebaikanmu, wahai orang (yang sedang aku hadapi ini), terbayang jelas di depan kedua matamu dan kejahatanmu berada (terinjak) di bawah kedua telapak kakimu."
Baca Doa Ini Ketika Tak Mampu Menghadapi Kezaliman Orang Lain, Panjatkan Agar Hati Teguh dalam Melewatinya. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap menemukan berbagai sifat manusia. Terkadang sejumlah orang memiliki sifat yang tidak kita sukai.Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kita tidak cocok dengan mereka. Ada sejumlah orang yang tampak baik namun ternyata memiliki maksud yang tidak baik. Tidak heran jika kita kerap menemui orang orang licik yang pandai menutupi kejahatannya.
Orang-orang seperti itu dapat dikategorikan sebagai orang yang zalim. Menghadapi orang yang zalim tentunya tidak mudah dilakukan oleh siapapun. Meskipun sulit ternyata ada sebuah doa yang bisa dipanjatkan agar diberi kekuatan untuk menghadapinya. Doa pertama yang dianjurkan untuk dibaca adalah ayat kursi.
Gridhype.id- Di dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap menemukan berbagai sifat manusia.Terkadang sejumlah orang memiliki sifat yang tidak kita sukai. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kita tidak cocok dengan mereka. Ada sejumlah orang yang tampak baik namun ternyata memiliki maksud yang tidak baik. Tidak heran jika kita kerap menemui orang orang licik yang pandai menutupi kejahatannya. Orang-orang seperti itu dapat dikategorikan sebagai orang yang zalim. Menghadapi orang yang zalim tentunya tidak mudah dilakukan oleh siapapun. Meskipun sulit ternyata ada sebuah doa yang bisa dipanjatkan agar diberi kekuatan untuk menghadapinya.Ayat kursi dan terjemahan:
Baca Juga: Sulit Tidur Sampai Begadang Gak Jelas? Coba Baca Doa dan Dzikir Ini agar Dapat Perlindungan Hingga Pagi Hari
(Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim)
Artinya:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Berikut doa saat berhadapan dengan orang zalim
Ya hayyu ya qoyyuum, ya badi’as-samaawati wal ardhi, ya dzal jalali wal ikram. As-aluka bihaqqi hadzihil ayatil karimati wama fiha minal asmail 'azhiimati an tuljima fahu 'anna, wa tukhrisa lisanahu hatta la yanthiqu illa bi khoirin au yashmut. Khairuka ya hadza baina 'ainaika wa syarruka tahta qadamaika.
Artinya,
" Wahai Yang Maha Hidup lagi Yang Maha Berdiri sendiri (mengurusi makhluk-Nya), wahai Pencipta langit dan bumi, dan wahai Tuhan Yang memiliki keluhuran dan kemuliaan. Aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan (ayat kursi) yang mulia ini dan rahasia yang tersembunyi di balik al asmaul a’zham, kiranya Engkau mengendalikan mulutnya dariku dan menjaga (mengunci) lisannya sehingga tidak mampu berbicara kecuali yang baik-baik atau diam. Kebaikanmu, wahai orang (yang sedang aku hadapi ini), terbayang jelas di depan kedua matamu dan kejahatanmu berada (terinjak) di bawah kedua telapak kakimu.”
Referensi : Baca Doa Ini Ketika Tak Mampu Menghadapi Kezaliman Orang Lain, Panjatkan Agar Hati Teguh dalam Melewatinya
Doa Menghadapi Orang Zalim: Kebaikanmu Terbayang di Matamu, dan Kejahatanmu Berada di Telapak Kakimu. Ya hayyu ya qoyyuum, ya badi'as-samaawati wal ardhi, ya dzal jalali wal ikram. As-aluka bihaqqi hadzihil ayatil karimati wama fiha minal asmail 'azhiimati an tuljima fahu 'anna, wa tukhrisa lisanahu hatta la yanthiqu illa bi khoirin au yashmut.
Tidak semua orang yang nampak baik punya maksud yang baik kepada kita. Hal itu dapat dirasakan dengan cara-caranya memperlakukan kita. Meskipun dengan sangat lihai dan licik ia menutupi kejahatannya, namun kejahatannya akan jelas terasa oleh kita. Orang-orang seperti ini termasuk orang yang zalim. Agama mengajarkan doa bagi umatnya bila menghadapi atau dalam kekuasaan orang seperti ini.
Sebelum membaca doa ini, dianjurkan kepada kita untuk membaca ayat qursi terlebih dahulu.
Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim)
Artinya:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Ya hayyu ya qoyyuum, ya badi’as-samaawati wal ardhi, ya dzal jalali wal ikram. As-aluka bihaqqi hadzihil ayatil karimati wama fiha minal asmail 'azhiimati an tuljima fahu 'anna, wa tukhrisa lisanahu hatta la yanthiqu illa bi khoirin au yashmut. Khairuka ya hadza baina 'ainaika wa syarruka tahta qadamaika.
Artinya,
" Wahai Yang Maha Hidup lagi Yang Maha Berdiri sendiri (mengurusi makhluk-Nya), wahai Pencipta langit dan bumi, dan wahai Tuhan Yang memiliki keluhuran dan kemuliaan. Aku memohon kepada-Mu dengan perantaraan (ayat kursi) yang mulia ini dan rahasia yang tersembunyi di balik al asmaul a’zham, kiranya Engkau mengendalikan mulutnya dariku dan menjaga (mengunci) lisannya sehingga tidak mampu berbicara kecuali yang baik-baik atau diam. Kebaikanmu, wahai orang (yang sedang aku hadapi ini), terbayang jelas di depan kedua matamu dan kejahatanmu berada (terinjak) di bawah kedua telapak kakimu."
Referensi : Doa Menghadapi Orang Zalim: Kebaikanmu Terbayang di Matamu, dan Kejahatanmu Berada di Telapak Kakimu
Mendapat Perlakuan Zalim Amalkan Doa Ini. Lebih baik balas perbuatan zalim itu dengan kebaikan. Kita tidak bisa mengendalikan orang lain. Tidak bisa memaksa orang lain untuk selalu baik pada kita. Setiap orang punya watak masing-masing.
Tidak tertutup kemungkinan kita mendapat perlakuan zalim dari orang lain. Tentu sangat tidak nyaman mendapat perlakuan tersebut. Kita pun jadi tak bebas dari kecurigaan. Meski begitu, Islam mengajarkan kita membalas perlakuan buruk dengan kebaikan. Meskipun dizalimi, kita tetap harus sabar dan jangan sampai membalas dengan keburukan pula.Ketika merasa pendapat perlakuan zalim, maka mohonkan ampunan pelakunya dengan doa ini.
" Ya Allah, ampunilah orang yang telah berbuat zalim padaku, Ya Allah, ampunilah orang yang berbuat zalim padaku, Ya Allah, ampunilah orang yang berbuat zalim padaku." Lidah tidak bertulang namun bisa menjadi penentu masa depan. Karena pada lidah dapat terucap segala macam perkataan. Pun demikian, lidah juga menjadi cerminan seseorang di mata yang lain. Perkataan yang terucap akan menentukan bagaimana dia dinilai orang.
Seseorang akan disukai bila dia kerap mengucap kata-kata baik. Sebaliknya, dia dibenci jika sampai terucap kata-kata buruk. Meski begitu, kecenderungan orang untuk berkata apapun bisa dipengaruhi kondisi kejiwaannya. Yang perlu diwaspai yaitu ketika marah karena dapat mengeluarkan kata-kata buruk. Agar lisan dan perkataan kita terjaga dari hal-hal buruk, amalkan doa ini.
اللهم اسألك كلمة الحق في الغضب والرضىا
Allahumma as'aluka kalimatal haq fi ghadab wa ridla.
Artinya, " Ya Allah, aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar pada saat marah dan ridha."
Referensi : Mendapat Perlakuan Zalim, Amalkan Doa Ini
Orang yang Zalim Kena Musibah dan Mendapatkan Balasan dari Allah Swt. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan doa agar orang yang zalim kena musibah. Doa ini bisa kamu amalkan setiap hari. Doa agar orang yang zalim kena musibah berikut ini kami ambil dari penggalan ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 250. Sehingga ketika membaca doa agar orang yang zalim kena musibah, bisa jadi nilai pahala. Mungkin kamu pernah mengalami dijahati oleh orang lain, atau bahkan oleh tetangga dan saudara sendiri.
Rasanya memang menyebalkan dan ingin marah. Tapi apa daya, kita tak punya power untuk melawan. Oleh karena itu, kita hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Allah. Karena Allah juga telah berjanji akan membalas perkara buruk dengan musibah.
Serta membalas perkara baik dengan kenikmatan yang tiada tara. Janji Allah ini pasti. Kita hanya perlu bersabar dan menyerahkan semuanya kepada sang pencipta. Oh iya,doayang kami sajikan ini bukan untuk mencelakai orang lain. Akan tetapi meminta untuk diberi kesabaran atas kedzaliman orang lain. Karena Allah yang akan membalasnya sendiri.
Sehingga kita hanya perlu bersabar. Berikut doa agar orang yang zalim kena musibah yang bisa kamu panjatkan setiap hari.
"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir". Itulah tadi doa agar orang yang zalim kena musibah.
Referensi : Orang yang Zalim Kena Musibah dan Mendapatkan Balasan dari Allah Swt
Semoga Allah senantiasa menjaga ustadz beserta keluarga. Saya ingin bertanya ustadz, adakah dalil pembatasan doa untuk org yang menzalimi kita? Apa hanya sebatas kezalimannya saja atau bisa lebih dari itu?
Ketika seseorang dizalimi atau disakiti orang lain ada tiga macam sikap dalam meresponnya :
Membalasnya secara berlebihan. Dan ini adalah perbuatan zhalim juga dan berkonsekuensi dosa.
Membalas sekadar dengan kezaliman tersebut. Dan ini adalah perbuatan adil.
Bersabar, memaafkan dan membuat perbaikan. Dan ini adalah sebuah keutamaan dan dapat berbuah pahala.
Siapa yang membalas secara berlebihan maka ia telah berbuat dosa dari sikap berlebihannya tersebut.
Siapa yang membalas sesuai dengan kadar kezaliman yang menimpanya maka ia tidak mendapat dosa dan tidak mendapat pahala.
Sedangkan siapa yang bersabar, memaafkan, dan membuat perbaikan maka ialah yang mendapat pahala besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Syura: 40)
Allah Yang Maha Pengasih menyiapkan pahala besar kepada orang yang memaafkan karena ia memperlakukan hamba dengan sesuatu yang ia suka jika Allah Yang Maha Pemurah memperlakukan dirinya dengan hal itu. Ia suka kalau Allah Yang Maha Pemaaf memaafkan kesalahannya, karenanya ia memaafkan orang yang telah berbuat salah.
Referensi : Bolehkah Membalas Orang yang Menzalimi Kita
Membalas Seseorang yang Berkhianat. Pengkhianatan adalah bentuk pemutusan, perusakan, atau pelanggaran terhadap suatu kontrak praduga, persetujuan, kerja sama, kepercayaan, atau keyakinan, yang menciptakan konflik secara moral dan psikologis dalam hubungan antarindividu, antarorganisasi, atau antara individu serta organisasi.
Khianat itu lawan dari amanat. Dalam Mufradat Alfazh Al-Qur’an disebutkan bahwa khianat adalah.
مخالفة الحق بنقض العهد في السر
“Menyelisihi kebenaran dengan membatalkan perjanjian diam-diam.”
Hakikat khianat menurut Ibnu ‘Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir adalah,
عمل من اؤتمن على شيء بضد ما اؤتمن لأجله، بدون علم صاحب الأمانة
Hakikat khianat menurut Ibnu ‘Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir adalah,
عمل من اؤتمن على شيء بضد ما اؤتمن لأجله، بدون علم صاحب الأمانة
Menjalankan berbeda dari yang diamanatkan, tanpa diketahui orang yang memberi amanat.
bagaimana kita membalas orang-orang yang berkhianat dengan diri kita? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyampaikan dalam Qa’idah fii Ash-Shabr bahwa manusia dalam membalas dendam ada tiga macam, seperti dikutip dari Rumaysho:
1. Zalim (membalas lebih dari kewajaran)
Orang zalim adalah yang membalas lebih dari kewajaran. Kezaliman dengan berbagai macam bentuk itu diharamkan. Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku tidak berbuat zalim dan Aku pun mengharamkan kalian berbuat zalim. Janganlah saling menzalimi satu sama lain.” (HR. Muslim, no. 2577)
Ingatlah bahwa kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (QS. An-Nahl: 126)
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy-Syura: 40)
3. Muhsinun (memaafkan dan tidak membalas sama sekali)
Muhsin artinya orang yang memaafkan dan tidak membalas dendam sama sekali. Inilah sifat yang terpuji.
“dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nuur: 22)
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)
Jika ada yang berbuat jelek kepadamu balaslah dengan kebaikan kepadanya. ‘Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Jika ada yang berbuat salah kepadamu, maka balaslah dengan suatu ketaatan kepada Allah kepadanya.” (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:529).
Kesimpulannya adalah jangan melakukan hal buruk mesikpun ada seseorang yang mengkhianatimu. Sebaiknya lakukan dengan cara yang baik dan lebih taat kepada Allah.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan tentang ayat ini, “Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk bersabar ketika marah dan bersikap lemah lembut menghadapi orang yang bodoh, lalu bersikap memberikan maaf kepada orang yang berbuat jelek. Jika seperti itu dilakukan, Allah akan menyelamatkan mereka dari gangguan setan, musuhnya akan tunduk, dan akhirnya menjadi teman yang sangat setia.” (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6:530).
Doa untuk membalas orang yang menzalimi kita sesuai anjuran Rasulullah SAW. Rasulullah bahkan menganjurkan agar kita tidak membalas perbuatan zalim tersebut. Dalam Al Quran surat Al Furqan ayat 19 tertulis kemurkaan Allah terhadap orang yang berbuat zalim.
Latin: fa qad każżabụkum bimā taqụlụna fa mā tastaṭī'ụna ṣarfaw wa lā naṣrā, wa may yaẓlim mingkum nużiq-hu 'ażābang kabīrā.
Artinya: Maka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu berbuat zalim, niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.
Rasulullah SAW ternyata mengajarkan cara membalas orang yang menzalimi kita. Dikutip dari buku 'Doa Ajaran Rasul' karya Anis Masykhur, hal itu dilakukan Rasulullah dengan membaca doa orang terzalimi.
"Ya Allah, ampunilah (kaumku), karena sesungguhnya (mereka) tidak mengetahui"
Doa orang terzalimi di atas diucapkan oleh Nabi Muhammad ketika mendapatkan musibah, yakni dakwahnya ditolak oleh kaumnya sendiri. Bahkan, Rasulullah disambut dengan lemparan batu, kotoran unta, hingga air ludah.
Referensi : Doa untuk Membalas Orang yang Menzalimi Kita Sesuai Anjuran Rosulullah Muhammad SAW
Orang Zalim Akan Melalui Tahapan Siksa dari Allah. Ada 4 Tahapan siksa yang akan dilalui oleh orang zalim – kezaliman adalah sebuah perilaku, perbuatan atau tindakan yang tercela. Bahkan semua orang akan membenci perilaku tersebut. Karena kezaliman adalah perbuatan yang tercela, pasti akan ada balasan dari Allah bagi pelakunya.
Sebagaimana Allah tegaskan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 42:
Tahapan yang pertama, penangguhan dan penundaan.
Tahapan Kedua adalah : Istidroj“..akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”
(Al-A’rôf : 182)
Tahapan ketiga : Perbuatan Pelaku kezaliman dinilai indah dan benar.
“Dan janganlah sekali-kali engkau menyangka Allah lalai dari apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari di mana pandangan-pandangan terbelalak.”
Namun, banyak orang yang salah menanggapi dan mengira bahwa hukuman dari Allah bagi pelaku kezaliman itu harus cepat, seketika, langsung setelah sang pelaku (orang zalim) berbuat zalim.
Ini namanya memaksa Allah untuk segera bertindak atas perintah mahluk. Padahal, Allah bertindak atas kehendakNya sendiri, bukan atas kehendak mahluknya.
Dari sini kita harus paham betul mengenai hal ini. Yang pasti Allah akan membalas para pelaku kezaliman. Akan tetapi, balasan tersebut terperinci.
Ada yang kontan (langsung), ada yang melalui beberapa tahapan.
Bagi para pelaku kezaliman yang melalui beberapa tahapan, maka mereka akan melewati Empat tahapan yang memang sengaja Allah berikan pada para pelakunya.
Kenapa Allah menunda atau menangguhkan hukumannya pada mereka?
Hal ini tak lain karena rahmat Allah yang begitu besar kepada makhlukNya, sehingga Allah menunggu dan memberi kesempatan kepada mereka yang berbuat zalim, barangkali pelaku kezaliman mau bertobat dan kembali kepada Allah dengan mencabut apa yang telah mereka perbuat. Sebagaimana Al-qur’an menyebutkan
“Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh rencana-Ku amat tangguh dan terencana, kuat, dan tidak ada yang menandinginya.” (Al-A’rôf : 183)
Ketika para pelaku kezaliman tidak kunjung sadar dan bertaubat, maka Allah memanjakan mereka (lulu, jawa red). Dalam agama islam, hal ini disebut dengan istidroj.
Kata istidraj berasal dari kata (الدرج) yang memiliki makna naik atau meningkat, lawan kata dari pada kata (الدرك) Yang bermakna rendah atau di bawah.
Istidroj adalah limpahan kenikmatan, kejayaan, keberhasilan yang membuat lalai akan kewajiban atas nikmat yang ia peroleh, sehingga hal ini sedikit demi sedikit akan menarik pelakunya pada kehancuran.
Makna dari “ke arah kebinasaan” di sini bukan berarti dunia berpaling darinya sehingga rizki dan penghidupannya menjadi sempit lalu mereka menjadi hancur. Bukan begitu. Akan tetapi, istidraj itu semua fasilitas dunia ia dapatkan dengan mudah seakan semua fasilitas untuknya, harkat dan martabatnya naik, kelas hidupnya menjadi High Level, dan berbagai macam kenikmatan tersuguhkan baginya, Itulah istidroj.
Setelah kesuksesan telah mereka (pelaku kezaliman) terima, dan harkat dan martabat mereka menjadi high class, maka apapun yang mereka kerjakan, akan dianggap pantas dan benar. Hal ini karena setan telah merasuki dan ikut serta membisikkan hati mereka, sehingga semua yang mereka lakukan terlihat baik dan indah di mata pelaku kezaliman.
Sebagaimana firman Allah bagi para pelaku kezaliman
“syetan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka” (Al-‘Ankabût : 38)
Ketika setan telah merasuki dan membisiki hati mereka, maka matilah hati mereka (dari melihat dan menilai mana yang baik dan mana yang buruk). Yang Ia tau adalah segala prilaku dan perbuatan mereka adalah baik. Bahkan ia menilai bahwa perbuatannya adalah hal yang wajib terealisasi. Hatinya telah mati dan tak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dari hasil perbuatannya. Yang haram dinilai halal, yang halal dinilai tidak bermutu dan lain sebagainya, maka Masuklah mereka ke tahap selanjutnya.
Ketika perbuatan jahat yang telah mereka lakukan dan mereka menilai baik dan wajar-wajar saja adanya. Maka turunlah adzab Allah pada mereka. Sebagaimana Allah berfirman
“Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat”. (QS Hûd : 102)
Ketika Nabi Muhammad mendakwah kepada orang-orang kafir Quraisy untuk meng-Esa-kan Allah, gangguan yang Nabi Muhammad peroleh adalah cacian, umpatan, bahkan perlakuan secara fisik sehingga membuat Nabi Muhammad terluka karena kezaliman dan penganiayaan orang-orang kafir Quraisy terhadap baginda Rasul. Sehingga turunlah ayat
“Maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (memintakan adzab) terhadap mereka, karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka “. (QS Maryam : 84)
Referensi : Orang Zalim Akan Melalui Tahapan Siksa dari Allah Swt
Dari Abi Dzar rahimahullah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam apa yang Nabi riwayatkan dari Rabbnya (hadits qudsi), Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguuhnya Aku haramkan kezaliman atas Diriku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi”
Hadits yang agung dan panjang namun dicukupkan oleh penulis dalam satu kalimat saja. Hadits dari Abu Dzar yang terkenal diriwayatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Rabbnya. Dan adalah Abu Muslim Al-Khauali rahimahullah apabila membaca dan menyampaikan hadits ini beliau duduk dengan bertekuk lutut dalam rangka takut kepada Allah ta’ala.
Allah Tidak Menzalimi Hamba-Nya
Pada kalimat, “Allah berfirman” merupakan penetapan bahwa Allah ta’ala bisa berbicara. Sesungguhnya Allah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku”, ini adalah seruan dari Allah untuk semua manusia. Makna dari kalimat, “Sesungguhnya Aku haramkan kezaliman atas Diriku” adalah Allah mencegah dan membersihkan diri-Nya dari kezhaliman serta menolak untuk berbuat zalim padahal Allah mampu melakukannya. Allah mampu melakukan segala sesuatu akan tetapi Allah menghalangi diri-Nya untuk berbuat kezaliman karena kezaliman merupakan suatu aib (sifat kekurangan) dan Allah tersucikan dari aib.
Hadits ini adalah dalil bahwasanya Allah mampu berbuat zalim terhadap hamba-hamba-Nya namun Allah tidak ingin berbuat zalim. Maka Allah menegaskan hal tersebut untuk menunjukkan betapa adilnya Allah.
AllahTa’alaberfirman,
وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
“Dan Rabbmu tidaklah zalim kepada siapapun” (Q.S Al-Kahfi: 49).
وَمَا رَبُّكَ بِظُلاَّمٍ لِلعَبِيدِ
“Dan Rabbmu sama sekali tidak berbuat zalim pada hamba-hamba-Nya” (Q.S Fushshilat: 46).
Meskipun kata zhullam adalah sighah mubalaghah (makna hiperbola) sehingga zhullamin bermakna sangat zalim, namun makna ayat bukanlah “Allah tidaklah berbuat sedikit zalim pada hamba-hamba-Nya” melainkan makna yang tepat adalah zalim sehingga makna yang tepat adalah “Dan Rabbmu sama sekali tidak berbuat zalim pada hamba-hamba-Nya”. Allah Ta’ala berfirman,
لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ
“Tidak ada kezaliman hari ini” (Q.S Ghafir: 17).
Pengertian dan Macam-macam Kezaliman
Maka Allah tidak zalim pada siapapun padahal Allah mampu berbuat zalim. Zalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.
الظلم ثلاثة: فظلم لا يتركه الله، و ظلم يغفر، وظلم لا يغفر، و أما الظلم الذي لا يغفرفا الشرك لا يغفر الله، و أما الظلم الذي يغفر فظلم العبد فيما بينه و بين ربه، و أما الظلم الذي لا يترك فظلم العبد فيقتص الله بعضهم من بعد
Kezaliman ada tiga macam yaitu kezaliman yang tidak akan Allah biarkan, kezaliman yang diampuni dan tidak diampuni. Kezaliman yang tidak diampuni adalah syirik, Allah tidak mengampuni kemusyrikan. Kezaliman yang diampuni adalah kezaliman terkait hamba dan hak Rabbnya. Kezaliman yang tidak Allah biarkan adalah kezaliman antara hamba dengan hamba Allah akan kisas sebagian dengan yang lain (HR. Abu Daud At-Thalisi dalam musnadnya no. 2223, Abu Nu’aim di dalam Hilyah (6/309) dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah no. 1927).
Zalim ada tiga macam:
1. Zalim antara hamba dengan Rabbnya dan ini adalah syirik. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya kemusyrikan adalah kezaliman yang besar” (Q.S Luqman: 13).
2. Zalim antara hamba dengan hamba yakniatta’addi(melampau batas terhadap orang lain). Atta’addimencakup tiga hal, yakni melampau batas terhadap;
a. Harta orang lain dengan mencuri, merampok, mengambil haknya.
b. Darah orang lain dengan memukuli, melukai bahkan membunuh.
C. Nama baik dan kehormatan orang lain dengan mencaci maki, ghibah, menggunjing dan yang lain.
3. Zalim terhadap diri sendiri, dengan bermaksiat dan melakukan keburukan. Zalim jenis ini hukumnya haram dan termasuk salah satu dosa besar.
Kalimat “Aku haramkan kezaliman atas Diriku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian”, merupakan larangan zalim terhadap sesama manusia. Kalimat “Maka janganlah saling menzalimi” adalah taukid (penegasan) untuk kalimat “Dan Aku menjadikannya haram di antara kalian”. Zalim buruk secara syariat dan akal sehat. Orang yang berbuat kezaliman diancam dengan azab.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا
“Sungguh menyesal orang yang memikul kezaliman” (Q.S Thaha: 111).