This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 24 Agustus 2022

Doa Nabi Nuh AS Hadapi Orang Zalim, Mohon Kekuatan Kalahkan Orang Berdusta

Doa Nabi Nuh AS Hadapi Orang Zalim, Mohon Kekuatan Kalahkan Orang Berdusta

Doa Nabi Nuh AS Hadapi Orang Zalim, Mohon Kekuatan Kalahkan Orang Berdusta.  Barangkali ada di antara kita yang memiliki pengalaman pahit menjadi korban orang-orang zalim.

Tentu saja, saat menghadapinya Islam mengajarkan agar sabar dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Sahabat muslim dapat membaca doa memohon meminta kekuatan agar tegar menghadapi orang zalim dan orang dusta, berikut ini. Seperti halnya persis yang pernah dilakukan Nabi Nuh AS.


Nabi Nuh AS merupakan satu di antara Nabi yang mendapatkan ujian menghadapi kaumnya yang zalim. Meski sudah diberi peringatan, umat Nuh tetap abai bahkan menzalimi-nya. Lebih parahnya, kaumnya bahkan menganggap Nabi Nuh gila hingga kerasukan jin.


Nabi Nuh AS harus merasakan pahit karena istri dan putranya bagian dari kaumnya yang zalim. Kaumnya lebih meyakini nenek moyang dan menyembah-nyembah berhala. Demikian sebagai utusan Nabi Nuh AS menyeru melarang mereka menyembah berhala. Namun, balasan kaumnya Nabi Nuh AS justru mendapatkan ancaman dirajam oleh umatnya. Lalu Nabi Nuh AS memananjatkan doa:


رَبِّ إِنَّ قَوْمى‏ كَذَّبُونِ * فافْتَحْ بَيْنى‏ وَبَيْنَهُمْ فَتْحاً وَ نَجِّنى‏ وَ مَنْ مَعِىَ مِنَ المُؤمِنينَ


“Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku.” (QS Asy Syu'ara: 117-118).


Dari sinilah Allah SWT memberikan peringatan nyata serta azab bagi kaum Nuh. Allah SWT mendatangkan banjir bandang hingga membinasakan kaum Nuh yang zalim tersebut. Sementara itu, Allah SWT menyelamatkan Nabi Nuh AS dan kaumnya yang beriman. 


Sebagaimana dikisahkan dalam Al Quran dalam Surat Nuh ayat 1-4.

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan):

Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.

Nuh berkata: Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan.


Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui.” Dalam ayat berikutnya, Nabi Nuh AS terus berdoa kepada Allah SWT untuk menemukan jalan.


Nabi Nuh AS telah menyerukan peringatan tersebut siang malam kepada kaumnya. Namun, kaumnya justru tambah bengal, menyombongkan diri dan menghinakannya secara terang-terangan. Kemudian Nabi Nuh AS memberikan peringatan agar umatnya memohon ampun kepada Allah SWT (QS Nuh: 5-12).


Karenanya, Allah SWT akan mengirimkan azab berupa hujan besar yang membinasakan Pada kesempatan ini kemudian Nabi Nuh AS menengadahkan tangannya dan berdoa.


رَبِّ لا تَذَرْ عَلَى الأَرْضِ مِنَ الكافِرِينَ دَيّاراً * إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبادَكَ وَلا يَلِدُوا إِلّا فاجِراً كَفّاراً * رَبِّ اغْفِرْ لِى‏ وَلِوالِدَىَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمناً وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِناتِ وَلا تَزِدِ الظّالِمِينَ إِلّا تَباراً


Artinya:

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. 


Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang lalim itu selain kebinasaan." (QS Nuh : 26-28)

Kezaliman kaum Nuh digambarkan Allah SWT dalam Al Quran Surat Al Qomar : 9.


كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا۟ عَبْدَنَا وَقَالُوا۟ مَجْنُونٌ وَٱزْدُجِرَ

Artinya:

"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman).

Kemudian dalam ayat berikutnya, Nabi Nuh AS berdoa.


فَدَعَا رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَغْلُوبٌ فَٱنتَصِرْ

Artinya:

Maka dia mengadu kepada Tuhannya: "bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)". (QS Al Qamar : 10).


Berikut doa lainnya ketika Nabi Nuh dizalimi kaumnya, dilansir dari quran.al-shia.org.


رَبِّ انْصُرْنى بِما كَذَّبُونِ

“Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku." (QS Al Mukminun : 26).


Berikut doa Nabi Nuh AS setelah diselamatkan dari banjir besar.


اَلْحَمْدُ للَّهِ‏ِ الَّذى نَجَّينا مِنَ الْقَوْمِ الظالمِينَ * وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنى مُنْزَلاً مُبارَكاً وَأنْتَ خَيْرُ المُنْزِلينَ


Artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang lalim. Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat." (QS Al Mukminun : 28-29).

Dilansir dari tafsir Ash Shafi jilid 3 hal 399, doa ini kemudian juga pernah diwasiatkan Rasulullah SAW ketika bersabda kepada Ali.

"Wahai Ali! Setiapkali engkau turun di suatu tempat katakan:


اللّهمّ أنزِلني مُنْزَلاً مبارَكاً وأنت خير المنزِلين


karena kebaikan tempat tersebut akan menjadi bagianmu dan keburukannya akan menjauh darimu.”


Berikut doa Nabi Nuh AS ketika berlayar dengan bahtera kapalnya bersama kaumnya yang mukmin.


بِسْمِ اللَّهِ مَجْريها وَمُرْسيها إِنَّ رَبّى لَغَفُورٌ رَحيم


Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Hud : 41).

Nabi Nuh AS pernah memohon agar keluarganya diselamatkan, namun Allah SWT Maha Adil.

Demikian Allah SWT berfirman kepada Nuh bahwa perbuatan keluarganya tidak baik, sehingga Allah SWT meminta agar Nuh tak memohonnya demikian yang tak diketahui hakikatnya.

Karena hal ini kemudian Nabi Nuh AS sadar dan memanjatkan doa.


رَبِّ إِنّى‏ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْئَلَكَ ما لَيْسَ لى بِهِ عِلْمٌ، وَإِنْ لا تَغْفِرْ لى وَتَرْحَمْنى أَكُنْ مِنَ الْخاسِرينَ


Artinya:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Hud : 47).


Demikian itulah doa-doa Nabi Nuh AS dikisahkan dalam Al Quran. Semoga kita mendapatkan hikmah.


Tahapan tahapan yang akan Dilalui Orang Dzolim

Tahapan tahapan yang akan Dilalui Orang Dzolim

Tahapan tahapan yang akan Dilalui Orang Dzolim. Banyak orang mengira bahwa hukuman Allah kepada orang zhalim itu harus cepat, langsung setelah kezhaliman.

‏وهذا خطأ ..
‏فالظالم يمر بأربع مراحل لا بد من فهمها جيدا

Ini suatu kekeliruan ..
Orang zhalim itu melewati 4 fase, ini yang harus dipahami dengan baik oleh kita

المرحلة الأولى :الإمهال والإملاء

‏{وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ}
‏وفيها يمهل الله الظالم لعله يتوب أو يرجع عما فعل.

Fase Pertama : _Al-ImHâl wa Al-Imlâ’
(Pembiaran dan Penangguhan)

‏وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِين(الأعراف : ١٨٣)

“Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka.Sungguh, rencana-Ku amat tangguh dan terencana, kuat, dan tidak ada yang menandinginya.”
(Al-A’rôf : 183 )

المرحلة الثانية : الاستدراج

Fase Ke-2 : _Al-Istidrôj
(Menarik sedikit demi sedikit kepada kehancuran, dengan memberikan banyak kenikmatan,kesuksesan, kemenangan dan melalaikan mereka untuk mensyukurinya).

‏{سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ – الأعراف : ١٨٢}

“..akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.”
(Al-A’rôf : 182 )

‏وليس معناة أن تضيق الدنيا عليه،
لا بل تفتح عليه الدنيا وترتفع الدرجة وتبسط عليه اللذات ويعطيه الله ما يطلب ويرجو بل وفوق ما طلب .
‏لأن الدرج يدل على الإرتفاع
‏والدرك يدل على النزول.

Bukan artinya dunia jadi sempit bagi si zholim. Akan tetapi, dunia dibukakan baginya, kedudukannya naik, diluaskan baginya segala kelezatan dunia, diberikan keberhasilan, kemenangan. Allah beri dia apa yang dia inginkan dan harapkan, bahkan Allah kasih lebih dari yang dia inginkan.
karena kata ‘ad darj’ (الدرج) menunjukkan suatu hal yang tinggi/diatas.
sedangkan kata _’ad-dark’_(الدرك) menunjukkan suatu hal yang rendah/dibawah
المرحلة الثالثة : التزيين

Fase ke-3 : _At-Tazyîn (syetan menjadikan indah perbuatan buruk mereka)

‏{وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ – العنكبوت : ٣٨}

“.. syetan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka..”
(Al-‘Ankabût : 38)

‏وفيها يموت قلب الظالم فيرى ما يراه حسنا ، بل هو الواجب فعله لم يعد في قلبه حياة ، ليلومه على ما يفعل
Di fase ini, hati si zholim mati. Ia melihat segala tindak tanduknya adalah baik, bahkan ia melihat hal yang dipandangnya itu wajib dilakukan. Kehidupan di hatinya tidak kembali lagi, kehidupan (hati) yang bisa mencela atas kejahatan yang ia lakukan.

المرحلة الرابعة : الأخذ

Fase ke-4 : _Al-Akhdz(Siksa dari Allah)

‏{وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ – هود: 102}

“Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat”.
(QS Hûd : 102 )

‏وفيها تتنزل العقوبة من الله تعالى على … الظالم وتكون العقوبة شديدة جدا

Di fase inilah adzab dari Allah turun secara berangsur-angsur kepada si zholim, dan adzabnya amat perih
(di fase ini)

احفظوا ‏هذه المراحل جيدا
{ فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا }

Ingat baik² fase² ini !

“Maka janganlah engkau(Muhammad) tergesa-gesa (memintakan adzab) terhadap mereka, karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka”. (QS Maryam : 84)

Tahapan Azab Untuk Orang Zalim

Tahapan Azab Untuk Orang Zalim

Tahapan Azab Untuk Orang Zalim. Tahapan Azab Untuk Orang Zalim. Banyak di antara kita yang mengira bahwa Allah akan menurunkan azab kepada orang zalim dengan instan. Segera setelah kezaliman yang ia lakukan. Tapi ini adalah perkiraan yang salah. Orang zalim itu akan melalui 4 fase yang mesti kita pahami secara baik. Supaya kita tidak berburuk sangka kepada Allah dan putus asa melihat kenyamanan si zalim dalam melancarkan kejahatannya.

Fase pertama: Penangguhan atau penundaan.

Allah berfirman:

{وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ}

Dan aku akan memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh (Al Qalam: 45)

Di fase itu Allah menangguhkan azab bagi orang zalim. Semoga saja ia bertaubat atau kembali kepada jalur yang benar.

Fase kedua: Istidraj.

Allah berfirman:

(سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ)

Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui. (Al A’raf: 182)

Bukan artinya dunia disempitkan bagi mereka. Tidak sama sekali. Bahkan justru dibukakan dunia selebar-lebarnya, diangkatkan derjatnya di mata manusia, dihamparkan baginya rezki dan kelezatan dunia, Allah memberikan apa saja yang ia minta dan inginkan, bahkan melebihi apa yang mereka harapkan.


Fase ketiga: Pemolesan hingga kelihatan cantik dan indah.

(وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ )

“Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka..” (An Naml: 24)

Saat itu hati orang zalim akan mati. Karenanya ia akan menganggap seluruh pendapatnya adalah kebaikan yang mesti ia lakukan. Hatinya tidak akan hidup lagi untuk menyesali apa yang sudah ia lakukan.

Fase keempat: Turun azab.

{وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ}

“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. (Hud: 102)

Pada saat ini orang zalim tidak diberi ampun lagi. Kesempatan untuk perbaikan sudah ditutup. Azab Allah segera turun terhadap si zalim. Dan bentuk azabnya sangat dahsyad, tidak terbayangkan oleh siapapun.

Ketika itulah hati-hati orang mukmin akan terobati.

فقطع دابر القوم الذين ظلموا والحمد لله رب العالمين.

“Maka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (Al An’am: 45) 

Referensi : Tahapan Azab Untuk Orang Zalim


Fase Turunnya Adzab untuk Orang Zalim

Fase Turunnya Adzab untuk Orang Zalim

Fase Turunnya Adzab untuk Orang Zalim. Orang zalim itu akan melalui 4 fase yang mesti kita pahami secara baik. Supaya kita tidak berburuk sangka kepada Allah dan putus asa melihat kenyamanan si zalim dalam melancarkan kejahatannya.
Fase pertama: Penangguhan atau penundaan. Allah berfirman:
Dan aku akan memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh (Al Qalam: 45)
Di fase itu Allah menangguhkan azab bagi orang zalim. Semoga saja ia bertaubat atau kembali kepada jalur yang benar.
Fase kedua: Istidraj.
Allah berfirman: Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui. (Al A’raf: 182)
Bukan artinya dunia disempitkan bagi mereka. Tidak sama sekali. Bahkan justru dibukakan dunia selebar-lebarnya, diangkatkan derjatnya di mata manusia, dihamparkan baginya rezki dan kelezatan dunia, Allah memberikan apa saja yang ia minta dan inginkan, bahkan melebihi apa yang mereka harapkan.
Fase ketiga: Pemolesan hingga kelihatan cantik dan indah.
“Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka..” (An Naml: 24)
Saat itu hati orang zalim akan mati. Karenanya ia akan menganggap seluruh pendapatnya adalah kebaikan yang mesti ia lakukan. Hatinya tidak akan hidup lagi untuk menyesali apa yang sudah ia lakukan.
Fase keempat: Turun azab.
“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. (Hud: 102)
 Pada saat ini orang zalim tidak diberi ampun lagi. Kesempatan untuk perbaikan sudah ditutup. Azab Allah segera turun terhadap si zalim. Dan bentuk azabnya sangat dahsyad, tidak terbayangkan oleh siapapun. Ketika itulah hati-hati orang mukmin akan terobati.
 “Maka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (Al An’am: 45)

4 Fase Turunnya Adzab untuk Orang Zalim

4 Fase Turunnya Adzab untuk Orang Zalim

4 Fase Turunnya Adzab untuk Orang Zalim. Banyak di antara kita yang mengira bahwa Allah akan menurunkan azab kepada orang zalim dengan instan. Segera setelah kezaliman yang ia lakukan. Tapi ini adalah perkiraan yang salah.

Orang zalim itu akan melalui 4 fase yang mesti kita pahami secara baik. Supaya kita tidak berburuk sangka kepada Allah dan putus asa melihat kenyamanan si zalim dalam melancarkan kejahatannya.

Fase pertama: Penangguhan atau penundaan.

Allah berfirman:

{وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ}

Dan aku akan memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh (Al Qalam: 45)

Di fase itu Allah menangguhkan azab bagi orang zalim. Semoga saja ia bertaubat atau kembali kepada jalur yang benar.

Fase kedua: Istidraj.

Allah berfirman:

(سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ)

Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan dengan cara yang tidak mereka ketahui. (Al A’raf: 182)

Bukan artinya dunia disempitkan bagi mereka. Tidak sama sekali. Bahkan justru dibukakan dunia selebar-lebarnya, diangkatkan derjatnya di mata manusia, dihamparkan baginya rezki dan kelezatan dunia, Allah memberikan apa saja yang ia minta dan inginkan, bahkan melebihi apa yang mereka harapkan.

Fase ketiga: Pemolesan hingga kelihatan cantik dan indah.

(وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ )

“Dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka..” (An Naml: 24)

Saat itu hati orang zalim akan mati. Karenanya ia akan menganggap seluruh pendapatnya adalah kebaikan yang mesti ia lakukan. Hatinya tidak akan hidup lagi untuk menyesali apa yang sudah ia lakukan.

Fase keempat: Turun azab.

{وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ}

“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. (Hud: 102)

Pada saat ini orang zalim tidak diberi ampun lagi. Kesempatan untuk perbaikan sudah ditutup. Azab Allah segera turun terhadap si zalim. Dan bentuk azabnya sangat dahsyad, tidak terbayangkan oleh siapapun.

Ketika itulah hati-hati orang mukmin akan terobati.

فقطع دابر القوم الذين ظلموا والحمد لله رب العالمين.

“Maka orang-orang yang lalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (Al An’am: 45)

Referensi : 4 Fase Turunnya Adzab untuk Orang Zalim



Surat yang Berisi Kisah tentang Azab yang Menimpa Umat Terdahulu

Surat yang Berisi Kisah tentang Azab yang Menimpa Umat Terdahulu

Surat yang Berisi Kisah tentang Azab yang Menimpa Umat Terdahulu. Kisah tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu dapat kita jumpai dalam surat Al-Ankabut, Al Najm, Hud, Qaf, An Naml, Yunus, Qasas, Saba, dan Ad Dukhan. Sejumlah surat tersebut juga menceritakan kaum yang dibinasakan Allah SWT.

Azab Allah SWT adalah hal yang nyata adanya. Dalam surat Al-Ankabut ayat 21 Dia berfirman:

يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاِلَيْهِ تُقْلَبُوْنَ - ٢١

Artinya: "Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan."

Dalam firman lanjutan-Nya, sebagaimana ditafsirkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Dia menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari azab Allah. Bahkan, orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka yang berputus asa dari rahmat-Nya akan mendapatkan azab yang pedih.

وَمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ ۖوَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ ࣖ - ٢٢ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَلِقَاۤىِٕهٖٓ اُولٰۤىِٕكَ يَىِٕسُوْا مِنْ رَّحْمَتِيْ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ - ٢٣

Artinya: "Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih." (QS. Al-Ankabut: 22-23).

Dijelaskan dalam buku Kemudahan dari Allah: Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir yang disusun oleh Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, Allah SWT menceritakan kondisi orang-orang yang menyekutukan-Nya ketika di dunia dan azab yang akan mereka terima di akhirat lantaran mereka menjadikan beberapa tandingan untuk disembah dan dicintai seperti mencintai-Nya. (Lihat QS. Al Baqarah: 165-167).

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Abdullah bin Mas'ud berkata, "Saya bertanya, 'wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?' Beliau bersabda, 'Bila kamu membuat tandingan Allah padahal Dialah yang menciptakanmu'."

Kisah Azab Umat Terdahulu
Berikut beberapa kisah tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu sebagaimana terdapat dalam Al-Qur'an.

1. Surat Al-Ankabut Ayat 14
Surat Al-Ankabut ayat 14 mengisahkan tentang azab yang diberikan kepada kaum Nabi Nuh AS yang durhaka kepadanya. Allah SWT kemudian mengirimkan banjir bandang dan menenggelamkan mereka.

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ - ١٤

Artinya: "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim."

2. Surat An Najm Ayat 50
Surat An Najm ayat 50 menceritakan bahwa Allah SWT membinasakan kaum 'Ad yang pertama, kaum Nabi Hud AS. Kemenag menjelaskan dalam tafsirnya, yang dimaksud dengan kaum 'Ad yang kedua ialah kaum Iram bin Sam bin Nuh.

وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ - ٥٠

Artinya: "dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum 'Ad dahulu kala,"

3. Surat Hud Ayat 68
Allah SWT juga menceritakan kisah tentang azab bagi kaum Samud melalui firman-Nya dalam surat Hud ayat 68. Kaum Samud adalah kaum yang mengingkari Nabi Saleh AS.

كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۗ اَلَآ اِنَّ ثَمُوْدَا۠ كَفَرُوْا رَبَّهُمْ ۗ اَلَا بُعْدًا لِّثَمُوْدَ ࣖ - ٦٨

Artinya: "Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum samud."

4. Surat Qaf Ayat 12
Surat Qaf ayat 12 menjelaskan tentang beberapa kaum yang mendustakan para rasul terdahulu. Dia berfirman:

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّاَصْحٰبُ الرَّسِّ وَثَمُوْدُ - ١٢

Artinya: 'Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass dan Samud telah mendustakan (rasul-rasul),"

5. Surat An Naml Ayat 54
Surat An Naml ayat 54 mengisahkan tentang kaum Nabi Luth AS yang berkelakuan menyimpang. Mereka adalah kaum Sodom yang menyukai sesama jenis.

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ - ٥٤

Artinya:"Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"

6. Surat Saba Ayat 16
Surat Saba ayat 15 dan 16 menjelaskan tentang betapa pedihnya azab Allah SWT yang diturunkan kepada kaum Saba.

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ - ١٥ فَاَعْرَضُوْا فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنٰهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ اُكُلٍ خَمْطٍ وَّاَثْلٍ وَّشَيْءٍ مِّنْ سِدْرٍ قَلِيْلٍ - ١٦

Artinya: "Sungguh, bagi kaum Saba' ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr."

7. Surat Qasas Ayat 40
Surat Qasas ayat 40 menceritakan tentang azab yang diturunkan kepada Firaun dan bala tentaranya. Mereka tenggelam dalam laut, sedangkan kaum Nabi Musa AS selamat.

فَاَخَذْنٰهُ وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ ۚفَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ - ٤٠

"Maka Kami siksa dia (Fir'aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim."

Selain ketujuh surat di atas, kisah tentang azab yang menimpa umat terdahulu juga terdapat dalam surat Yasin: 13, Al Araf: 163, Al Furqan: 38, At Taubah: 70, Al Hijr: 78, Thaha: 40, hingga Asy Syu'ara: 176.

Referensi : Surat yang Berisi Kisah tentang Azab yang Menimpa Umat Terdahulu


ORANG YANG ZALIM AKAN DIMASUKKAN KE NERAKA

ORANG YANG ZALIM AKAN DIMASUKKAN KE NERAKA

QS. 'Ali `Imran [3] : 151`Ibn Katsir Asbabun Nuzul

سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ بِمَآ أَشْرَكُوا۟ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَٰنًا ۖ وَمَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى ٱلظَّٰلِمِينَ

Kementrian Agama

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.

QS. Al-Ma'idah [5] : 29`Ibn Katsir

إِنِّىٓ أُرِيدُ أَن تَبُوٓأَ بِإِثْمِى وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُا۟ ٱلظَّٰلِمِينَ

Kementrian Agama

"Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim".

QS. Al-'A`raf [7] : 41`Ibn Katsir

لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّٰلِمِينَ

Kementrian Agama

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,

QS. Hud [11] : 113`Ibn Katsir Asbabun Nuzul

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Kementrian Agama

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

QS. 'Ibrahim [14] : 22`Ibn Katsir

وَقَالَ ٱلشَّيْطَٰنُ لَمَّا قُضِىَ ٱلْأَمْرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ ٱلْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَٱسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓا۟ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kementrian Agama

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

QS. Al-'Anbya' [21] : 29`Ibn Katsir

۞ وَمَن يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّىٓ إِلَٰهٌ مِّن دُونِهِۦ فَذَٰلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّٰلِمِينَ

Kementrian Agama

Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.

QS. Saba' [34] : 42`Ibn Katsir

فَٱلْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَّفْعًا وَلَا ضَرًّا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

Kementrian Agama

Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu".

QS. Ash-Shuraa [42] : 21`Ibn Katsir

أَمْ لَهُمْ شُرَكَٰٓؤُا۟ شَرَعُوا۟ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنۢ بِهِ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ ٱلْفَصْلِ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kementrian Agama

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

QS. Ash-Shuraa [42] : 45`Ibn Katsir

وَتَرَىٰهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَٰشِعِينَ مِنَ ٱلذُّلِّ يَنظُرُونَ مِن طَرْفٍ خَفِىٍّ ۗ وَقَالَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ ٱلْخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ فِى عَذَابٍ مُّقِيمٍ

Kementrian Agama

Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.

QS. Al-Hashr [59] : 17`Ibn Katsir

فَكَانَ عَٰقِبَتَهُمَآ أَنَّهُمَا فِى ٱلنَّارِ خَٰلِدَيْنِ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُا۟ ٱلظَّٰلِمِينَ

Kementrian Agama

Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.

REFERENSI : ORANG YANG ZALIM AKAN DIMASUKKAN KE NERAKA



Kisah Penguasa Sholeh & Penguasa Zalim

Kisah Penguasa Sholeh & Penguasa Zalim

Bina mental kembali dilakukan pada tanggal 10 Juni 2021 setelah terjeda beberapa saat selama bulan Ramadhan dan kali ini dibawakan oleh Kasub Bagian Umum dan Keuangan Dadan Dzulqornaen Riyadi, SH.I. 

Pada bina mental ini dikisahkan mengenai raja Sholeh dan raja zalim. Pada zaman dahulu kala ada seorang raja yang amat zalim. Tiba-tiba ia menderita sakit berat. Lalu para tabib di negerinya dikumpulkan untuk menemukan penyembuhnya. Hingga akhirnya ditemukanlah obatnya yaitu dengan mengonsumsi sejenis ikan tertentu. Namun pada saat itu bukanlah musim ikan tersebut untuk muncul ke permukaan. Anehnya, walaupun belum musimnya, ternyata ikan tersebut sangat banyak muncul di permukaan laut. Sang raja akhirnya mengonsumsi ikan tersebut dan ia sembuh dan sehat seperti sedia kala.

Di belahan negeri lainnya, ada seorang raja yang Sholeh dan bijaksana yang tiba-tiba jatuh sakit. Para tabib di negerinya pun mengatakan hal sama bahwa obatnya ialah sejenis ikan yang sama. Dan pada saat itu merupakan musim dari ikan tersebut untuk muncul dipermukaan laut, sehingga akan mudah untuk mendapatkan obat bagi sakitnya sang raja. Tetapi yang terjadi ialah ikan-ikan tesebut tidak ada satupun yang tampak. 

Hingga akhirnya sang raja pun tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir. Ternyata si raja zalim yang selama ini banyak berbuat dosa pernah berbuat kebaikan. Lalu Allah SWT memberikan balasan atas amal baiknya sebelum ia meninggal dunia.Sehingga saat wafat, tidak akan ada lagi kebaikannya dan ia akan datang membawa dosa-dosanya.

Sedangkan sang raja Sholeh walaupun selalu berbuat baik, tetapi ia pernah berbuat salah. Allah SWT pun membalas perbuatan salahnya dengan menolak kesembuhannya, karena hukuman atas dosanya telah ditunaikan di dunia. Sehingga saat meninggal ia akan menghadap Allah SWT dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikitpun dosa yang tertinggal. 

Dari kisah ini dapat dipetik kesimpulan bahwa ada kesalahan yang hukumannya langsung ditunaikan didunia ini, sehingga di akhirat nanti dosanya tidak diperhitungkan lagi. Begitu juga sebaliknya, kebaikan yang dilakukan langsung Allah balas di dunia sehingga ketika meninggal tidak ada lagi sisa kebaikan yang dibawa ke akhirat. Semoga kita termasuk hamba Allah yang ketika menghadapnya dalam keadaan husnul khatimah.

Referensi : Kisah Penguasa Sholeh & Penguasa Zalim



Dua Dosa yang Allah Segerakan Hukumannya di Dunia

Ilustrasi : Dua Dosa yang Allah Segerakan Hukumannya di Dunia

Dua Dosa yang Allah Segerakan Hukumannya di Dunia. Selama masih hidup, manusia bisa memperbaiki kesalahan serta memperbanyak amal ibadah untuk bekal di akhirat. Akan tetapi, tahukah anda bahwa ada dua perbuatan yang akan Allah segerakan balasannya di dunia serta menyimpan sebagian hukumannya di akhirat?

Sebagaimana dikatakan dalam hadis berikut

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرَ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ الْعُقُوبَةَ لِصَاحِبِهِ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Dari Abu Bakrah berkata, Rasulullah bersabda, “Tidak ada dosa yang Allah segerakan hukuman bagi pelakunya di dunia serta menyimpan sebagiannya untuk di akhirat kecuali kezaliman dan memutus silaturahmi. (HR. Ahmad, Abu Daud & Tirmizi)

Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa orang yang memutuskan tali silaturahmi tidak akan memasuki surga, silaturahmi adalah salah satu amalan yang paling disukai Allah. Ia adalah kunci terbukanha rahmat dan pertolongan Allah. Jadi hindarilah permusuhan, hasad dan dengki karena hal itu dapat memutus silaturahmi yang sangat dibenci Allah Swt.

Sedangkan zalim adalah perbuatan melampaui batas dalam melakukan keburukan. Perbuatan zalim dapat mengotori hati, sepertj sombing, dengki, ghibah, fitnah, dusta dan lain sebagainya. Karena itu zalim termasuk dari dosa besar. Manusia yang zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa pedih di akhirat. Sebagaimana firman Allah

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. (QS. Asy-Syura: 42)

Kedua perbuatan di atas berkaitan dengan hubungan antar manusia, sehingga dalam hal ini ampunan Allah  bersangkutan dengan kerelaan orang yang telah tersakiti tersebut. Karena itu, mari intropeksi diri dan segera memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan agar terhindar dari dua perbuatan ini.

Referensi : Dua Dosa yang Allah Segerakan Hukumannya di Dunia



Dampak Buruk Kezaliman di Dunia dan di Akhirat

Dampak Buruk Kezaliman di Dunia dan di Akhirat

Dampak Buruk Kezaliman di Dunia dan di Akhirat. Dampak buruk kezaliman di dunia

  1. Akan diberi balasan hukuman

Perlu untuk kita ketahui bahwasanya kezaliman yang kita lakukan akan dibalas oleh Allah di dunia, cepat atau lambat. Oleh karenanya, dalam sebuah hadis qudsi Allah ﷻ berfirman kepada orang-orang yang terzalimi,

بِعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu (orang-orang yang dizalimi) meski setelah beberapa saat (nanti).

Kemudian juga, Nabi Muhammad ﷺ telah bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ قَالَ: ثُمَّ قَرَأَ: {وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ القُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ}

Sesungguhnya Allah akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zalim. Dan apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya.” Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi, ‘Begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih dan keras.’ (QS. Hud: 102).

Lihatlah Firaun yang telah berbuat zalim selama puluhan tahun terhadap Bani Israil. Namun, Allah ﷻ biarkan dia berbuat zalim dari waktu ke waktu, karena ada waktu yang telah Allah ﷻ siapkan untuk membinasakannya, dan waktu itu dia tidak dapat lepas dari siksaan Allah ﷻ.

Nabi Muhammad ﷺ juga bersabda,

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ، مِنَ الْبَغْيِ، وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Tidak ada perbuatan dosa yang akan di segerakan siksanya bagi pelakunya oleh Allah di dunia dan di sisakan baginya di akhirat melainkan berbuat zalim dan memutus silaturahmi.”

Sungguh mengerikan, berbuat zalim dan memutus silaturahmi akan disegerakan balasannya di dunia, dan juga akan disisakan balasannya di akhirat kelak.

Ketahuilah, seseorang yang berbuat zalim mungkin awalnya akan merasa seperti orang yang menang dan bahagia di dunia, akan tetapi bagaimana ujungnya? Dia akan sengsara kelak. Sesungguhnya akan ada masa seseorang yang berbuat zalim berhenti dengan kezalimannya, dan yang terjadi kemudian adalah Allah ﷻ akan memberikan hukuman baginya di dunia sebelum hukuman di akhirat. Jika sekiranya Allah ﷻ tidak memberikan hukuman di dunia, tentu hukumannya di akhirat jauh lebih besar lagi.

  1. Didoakan keburukan oleh orang yang dia zalimi

Di antara alasan mengapa kita harus berhati-hati terhadap kezaliman adalah doa keburukan dari orang yang kita zalimi. Sungguh mengerikan jika akhirnya kita meninggal dalam keadaan suulkhatimah karena doa orang yang kita zalimi. Oleh karenanya dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

اتَّقِ دَعْوَةَ المَظْلُومِ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

Berhati-hatilah kamu terhadap doanya orang yang dizalimi karena antara doanya dan Allah tidak ada penghalangnya.”

Bahkan dalam hadis yang lain Nabi Muhammad ﷺ mengatakan,

وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُورُهُ عَلَى نَفْسِهِ

Meskipun yang berdoa orang yang fajir (pelaku maksiat), kefajirannya itu untuk dirinya sendiri.”

Dalam riwayat yang lain juga Nabi Muhammad ﷺ mengatakan,

اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، وَإِنْ كَانَ كَافِرًا، فَإِنَّهُ لَيْسَ دُونَهَا حِجَابٌ

Berhati-hatilah kalian dari doa orang teraniaya meskipun orang kafir, karena doa yang diucapkannya tiada penghalang.”

Riwayat-riwayat hadis dengan tegas menjelaskan bahwasanya doa orang yang terzalimi akan dikabulkan oleh Allah ﷻ. Meskipun yang berdoa adalah pelaku maksiat, dan bahkan meskipun orang kafir, selama mereka dizalimi dan berdoa keburukan, maka bisa jadi keburukan itu kembali kepada orang yang menzalimi. Oleh karenanya, Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda tentang orang kafir,

أَلَا مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا، أَوِ انْتَقَصَهُ، أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ، أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ، فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Ketahuilah bahwa barang siapa yang menzalimi orang kafir yang menjalin perjanjian dengan Islam atau mengurangi haknya atau membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil darinya sesuatu yang ia relakan maka aku adalah orang yang akan membelanya pada hari kiamat.”(

Dalil-dalil yang telah kita sebutkan menunjukkan bahwasanya tidak boleh seorang pun kita zalimi, meskipun dia orang kafir. Oleh karenanya, kalau orang kafir saja kita tidak boleh berbuat zalim terhadapnya, maka tentu terhadap seorang muslim lebih utama lagi bagi kita untuk tidak berbuat zalim terhadapnya. Ingatlah sabda Nabi Muhammad ﷺ,

المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Jangan dia menzaliminya dan jangan dia menyakitinya.”

Ada begitu banyak kejadian yang penulis dengar akibat dari doa keburukan orang yang terzalimi. Di antaranya kisah seorang wanita yang merupakan istri kedua, namun dia dizalimi oleh suaminya, padahal suaminya adalah seorang dai. Maka sang wanita kemudian berdoa agar suaminya tersebut tidak diterima di mana pun. Akhirnya terjadi, tidak ada tempat yang mau menerima dakwahnya. Maka, bisa jadi hal tersebut adalah dampak dari doa istri yang dia zalimi terebut.

Dikisahkan juga, ada seorang pengusaha yang bekerja dengan beberapa orang. Akan tetapi, dia menzalimi salah seorang dari rekan kerjanya, maka rekan kerjanya tersebut berdoa agar Allah ﷻ tidak memberikan kelancaran bagi bisnisnya di mana pun dia berada. Akhirnya, di mana pun orang tersebut membuka bisnis, tidak ada yang berhasil. Bisa jadi, hal itu terjadi karena doa rekan kerjanya yang dia zalimi.

Wahai saudaraku, berhati-hatilah dalam masalah berbuat zalim, karena kita tidak tahu ketika orang yang kita zalimi berdoa dengan emosi, maka dia bisa berdoa dengan doa yang buruk. Tentu kita bersyukur ketika kita mendapati orang yang dizalimi malah berdoa ‘Ya Allah, ampunilah dia, sesungguhnya dia tidak tahu’. Namun, di mana bisa kita temui orang yang seperti itu di zaman sekarang? Sudah sangat langka kita dapati orang yang dizalimi lantas mendoakan ampunan bagi orang yang menzalimi. Justru, kebanyakan orang yang kita zalimi malah berdoa ‘Ya Allah, binasakanlah dia, susahkan keluarganya, buatlah dia miskin’, dan berbagai doa keburukan lainnya. Ingatlah wahai saudaraku, bahwasanya Allah ﷻ telah mengatakan,

بِعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu (orang-orang yang dizalimi) meski setelah beberapa saat (nanti).

Oleh karenanya, jangan sampai kita merendahkan orang lain dan jangan menghina orang lain. Ingatlah, ketika seseorang yang dizalimi berdoa keburukan dengan mengangkat tangan kepada Allah di malam hari, maka bahaya besar akan menanti orang yang menzaliminya, karena orang yang dizalimi hanya bersandar kepada Dzat yang Maha Kuat.

  1. Dampak buruk kezaliman di akhirat

Di antara hal yang perlu kita perhatikan dalam hal ini adalah bukan hanya manusia yang akan dikisas pada hari kiamat kelak, hewan-hewan pun akan dikisas. Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ، مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ

Benar-benar hak-hak itu pasti akan dikembalikan kepada pemiliknya pada hari kiamat kelak, hingga kambing bertanduk pun akan dituntut untuk dibalas oleh kambing yang tidak bertanduk.”

Allah ﷻ juga telah berfirman,

“Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.” (QS. At-Takwir: 5)

Dibangkitkan dan dikisasnya para hewan-hewan pada hari kiamat merupakan di antara satu bentuk keadilan Allah ﷻ. Hal itu Allah ﷻ lakukan agar kita sadar bahwasanya Allah ﷻ Maha Adil, karena jika hewan saja dikisas, maka manusia tentu akan dikisas.

Di antara bentuk kezaliman yang harus kita waspadai adalah kezaliman berkaitan dengan perkataan. Ketahuilah, bahwasanya satu saja perkataan menghina atau merendahkan orang lain, Allah ﷻ akan meminta pertanggungjawabannya pada hari kiamat kelak. Ingatlah, ketika seseorang telah disidang oleh Allah ﷻ, maka kezaliman yang kita lakukan akan dibayar dengan pahala yang kita miliki, dan jika pahala kita telah habis sedangkan masih ada kezaliman yang perlu kita bayar, maka dosa orang yang kita zalimi akan dipindahkan kepada kita. Oleh karenanya, Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda,

مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا، فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ

Barang siapa yang memiliki kezaliman terhadap saudaranya, hendaklah ia meminta dihalalkan, sebab dinar dan dirham di hari kiamat tidak bermanfaat, kezalimannya harus dibalas dengan cara kebaikannya diberikan kepada saudaranya, jika ia tidak mempunyai kebaikan lagi, keburukannya kawannya diambil dan dipikulkan kepadanya.”

Disebutkan pula dalam sebuah riwayat, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bertanya kepada para sahabat tentang siapa orang-orang yang bangkrut. Maka para sahabat menjawab bahwasanya orang yang bangkrut itu adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta. Maka Nabi Muhammad ﷺ kemudian menjawab,

إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan pahala salat, puasa, dan zakat. Akan tetapi, ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain, serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka. Apabila pahalanya telah habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi, maka sebagian dosa dari setiap orang dari mereka yang dizalimi diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka.”

Demikianlah dampak buruk di akhirat atas kezaliman yang dilakukan oleh seseorang di dunia. Maka dari itu, jika seseorang di antara kita memiliki kezaliman, hendaknya sebisa mungkin kita meminta maaf saat ini juga. Bahkan, Syaikh ‘Utsaimin pernah menjelaskan bahwa jika kita pernah menggibahi seseorang, lantas orang tersebut tidak mau memaafkan kita kecuali dengan kita membayar sejumlah uang kepadanya, maka bayarlah. Ingatlah, uang masih bisa dicari selama di dunia, akan tetapi ketika di akhirat kita sudah tidak bisa lagi mencari pahala.

Referensi : Dampak Buruk Kezaliman di Dunia dan di Akhirat