This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 24 Agustus 2022

Hijrah Sebagai Awal Kebangkitan Islam dan Komunitas Muslim

Hijrah Sebagai Awal Kebangkitan Islam dan Komunitas Muslim

Hijrah Sebagai Awal Kebangkitan Islam dan Komunitas Muslim. QS al-Baqarah,2:218.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

HR. al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin al-Khattab berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda;

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.

Perbuatan-perbuatan itu hanyalah dengan niat dan bagi setiap orang hanyalah menurut apa yang diniatkan. Karena itu, siapa yang hijrahnya itu kepada kerelaan Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya ialah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa hijrahnya untuk memperoleh keduniaan atau wanita yang bakal dikawininya, maka hijrahnya itu ialah kepada apa yang telah dihijrahi.

Makna Hijrah.

Kata hijrah (هِجْرَةٌ) berasal dari akar kata hajara (هَجَرَ) yang berarti berpindah (tempat, keadaan, atau sifat), atau memutuskan, yakni memutuskan hubungan antara dirinya dengan pihak lain, atau panas menyengat, yang memaksa pekerja meninggalkan pekerjaannya. Dalam pengertian syar'iy, hijrah berarti, "perpindahan Rasulullah saw. bersama sahabat-sahabatnya dari Mekkah menuju Madinah, kira-kira tahun ke-13 dari masa kenabiannya". Atau "perpindahan dalam rangka meninggalkan kampung kemusyrikan menuju suatu kampung keimanan, dalam rangka melakukan pembinaan dan pendirian masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Atau meninggalkan tempat, keadaan, atau sifat yang tidak baik, menuju yang baik di sisi Allah dan Rasul-Nya (kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw.).

Dalam al-Qur’an, kata hijrah dengan segala bentuk kata jadiannya, digunakan sebanyak 31 kali, dengan mengacu kepada makna-makna sebagai berikut: (1) perintah meninggalkan keburukan dan kemaksiatan (QS al-Muddatstsir,74:5); (2) berpaling dari isteri yang tidak patuh (QS al-Nisâ',4:34); (3) meninggalkan orang-orang yang tidak beriman dengan cara  yang baik, tanpa melukai hati mereka (QS al-Muzammil,73:10); (4) Kembali kepada  Allah dengan harapan mendapatkan hidayah-Nya (QS al-Ankabût,29:26); (5) meninggalkan tempat, keadaan, atai sifat, karena menuntut ridha' Allah. (QS al-Nisâ'/4:89). Yang menarik pada ayat-ayat di atas, adalah Allah menggandengkan term hijrah dengan term jihad. Hal ini menunjukkan bahwa tercapai atau tidaknya tujuan hijrah adalah sangat bergantung pada sejauh mana dan sebesar apa semangat kejuangan yang diberikan ketika berhijrah. Dengan demikian, hijrah membutuhkan jihad dan niat yang benar karena Allah swt. Hijrah yang benar adalah yang didasarkan atas niat yang benar karena Allah, sebagaimana ditegaskan dalam HR. al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin al-Khattab, seperti tersebut di atas.

Sejarah Hijrah.

Beberapa jam lagi, Kamis tanggal 20 Agustus 2020 M., kita memasuki Tahun Baru Hijrih. Komunitas Muslim telah menyiapkan berbagai persiapan untuk menyambutnya. Hal ini wajar bila kehadirannya disambut dan dirayakan sesemarak dengan menyambut tahun baru  Miladiyah.  Bukankah peristiwa Hijrah yang dijadikan tanda bagi penanggalan awal tahun hijriah, tentu sarat dengan nilai-nilai, yang dapat mengantar kepada kebahagiaan duniawi dan ukhrawi?

Dalam menguraikan peristiwa hijrah, ada yang menekankan segi-segi suprarasional—kalau enggan berkata irrasional yang terjadi ketika itu, seperti ditutupnya pandangan gerombolan yang mengepung rumah Nabi Muhammad saw. saat menjelang Hijrah, karena Rasulullah saw. membaca QS Yaasin/36:09, yang menegaskan bahwa saat itu, Allah swt. menghadirkan seekor burung merpati yang sedang mengeram dan hadirnya sarang laba-laba di pintu guwa Tsur itu, tempat Nabi Muhammad saw. bersama sahabatnya Abu Bakar al-Shiddiq bersembunyi, dan lain-lain, yang sebahagian dari padanya lahir dari kekayaan imajinasi para perawi. Kita bukannya mengingkari riwayat-riwayat yang shahih itu, akan tetapi menekankan uraian pada segi-segi seperti disebut di atas, tidak menunjang tugas kekhalifahan manusia di pentas bumi ini, bahkan uraian semacam itu dapat menimbulkan image bahwa suksesnya peristiwa tersebut semata-mata karena campur tangan kekuasaan Allah, terlepas sama sekali dari upaya dan perjuangan Nabi Muhammad saw. bersama sahabat-sahabatnya.

Menurut M. Quraish Shihab, uraian tentang sejarah hijrah seyogianya menonjolkan upaya-upaya Nabi Muhammad saw. dalam perencanaan dan pelaksanaan hijrah dimulai dari mempersiapkan kendaraan, yang dilakukan oleh Abu Bakar al-Shiddiq ra., penetapan route perjalanan yang tidak biasa dilalui dengan panduan seorang non-muslim, persiapan kelangsungan perbekalan yang dilakukan oleh Aisyah ra. dan saudaranya Asma ra., penugasan informan untuk mengetahui gerak-gerik lawan yang dilaksanakan oleh ‘Amir dan Fuhairah, dan pengelabuan yang dilakukan oleh Ali bin Abiy Thalib; yang kesemuanya menunjukkan upaya manusia, serta membuktikan bahwa mukjizat tidak boleh diandalkan dalam mencapai suatu tujuan, dan bahwa perencanaan dan persiapan yang matang dan strategis itulah kunci keberhasilan suatu program.

Bahkan uraian tentang sejarah hijrah seyogianya melampaui batas-batas penggambaran peristiwanya, akan tetapi mencakup makna-makna yang harus ditarik dari padanya apa yang dapat mengantar umat Islam kepada perubahan-perubahan positif, karena demikian itulah seharusnya uraian sejarah. Memang dahulu, sejarah merupakan uraian peristiwa, pelaku, dan masa kejadiannya. Akan tetapi kini, sejarah tidak lagi terbatas pada hal-hal tersebut. Sejarah dipelajari dan diuraikan dalam rangka menciptakan masa depan gemilang, yang kelak akan menjadi sejarah dan untuk maksud tersebut, setiap peristiwanya dianalisis, sehingga dipahami latar belakangnya dan faktor-faktor yang mengantar kepada kejadiannya. Dan ini pada gilirannya harus mampu melahirkan sikap yang mengantar kepada keberhasilan dan kemajuan lahir dan batin.

Hijrah sebagai Awal Kebangkitan.

Tanggal 20 Agustus 2020 Masehi, Kamis besok, yang bertepatan dengan 01 Muharram 1442 Hijriah, adalah Tahun Baru Islam. Hari itu, secara historis, merupakan tonggak sejarah penting bagi umat Islam. Pada hari itulah Nabi Muhammad saw. melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah, sebagai langkah awal strategis bagi kebangkitan Islam dan umat Islam di dunia.

Menurut Prof. Dr. Harun Nasution dan KH. Prof. Ibrahim Hosen, keduanya menegaskan betapa pentingnya pemahaman sejarah Islam, lebih-lebih lagi dalam memahami makna dan hikmah di balik memperingati peristiwa Tahun Baru Islam. Satu Muharram selain dinilai sebagai tonggak sejarah kebangkitan Islam dan umat Islam, juga sebagai awal kalender Islam yang berdasarkan peredaran bulan. Akan tetapi disayangkan jika sebagian besar umat Islam belum memahami makna penting di balik Tahun Baru Islam itu dan tidak dijadikan sebagai momentum dalam menyemarakkan, memperkokoh dan menyuburkan syiar-syiar Islam pada setiap komunitas muslim.

Islam sebagai satu-satunya agama yang memiliki keistimewaan, antara lain, karena langsung diberi nama oleh Allah swt. Sedangkan agama lain, seperti “Nasrani”, nama ini berasal dari nama desa kelahiran Nabi Isa as.; serta agama lainnya berdasarkan nama Kitabnya, seperti Taurat. Dan keistimewaan lainnya agama Islam yang lahir di Mekkah, namun lebih berkembang setelah hijrah ke Madinah, sebab ia agama terakhir yang disempurnakan Allah dari agama-agama yang diturunkan kepada para nabi dan rasul Allah sebelum Nabi Muhammad saw.

Kenyataan historis itulah yang membuat agama Islam survive sampai 1442 Tahun Hijriah ini, sejak Nabi Muhammad saw. hijrah. Memang masih sangat banyak faktor lain, yang menyebabkan Islam dan umat Islam dapat bertahan dan berkembang sampai kurun waktu ini, antara lain, karena umatnya secara fundamental bersikukuh pada fondasi al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad saw.

Makna hakiki kebangkitan Islam dan umat Islam sesungguhnya belum dapat dipahami oleh sebagian besar umat Islam. Hal ini terjadi karena umat Islam belum menyadari makna keberagamaan, sebagai satu-satunya jalan menuju kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Pengaruh Westernalisasi dan modernisasi menghentak sebagian umat untuk menempatkan iptek lebih penting di dalam mencapai kebahagiaan hidup umat. Pengaruh modernisasi itulah dikira mereka sebagai satu-satunya jalan menuju kebanggaan duniawi. Mereka mengira hanya dengan menguasai Ipteklah kebahagiaan itu tercapai. Lantas agama Islam di mana, ya cukup di masjid sajalah.

Keberislaman bagi mereka hanya terbatas di dalam masjid. Di luar masjid, aturan  keberagamaan sama sekali diabaikan atau terabaikan. Di luar masjid segala “jalan pintas” menuju kebahagiaan duniawi dipraktekkan agar cepat kaya dan cepat pula bahagia, sehingga makna kebahagiaan di dunia dipahami secara materialistik. Sesungguhnya penguasaan ipteks hanya sebagai alat untuk memudahkan kehidupan umat manusia. Dan kekayaan hanya merupakan alat untuk kemudahan hidup manusia. Uang pada hakekatnya hanya merupakan alat tukar dalam sistem perekonomian. Satu-satunya cara mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan juga di akhirat hanya melalui pengamalan ajaran agama.

Hikmah Hijrah.

Tujuan utama dari perayaan hijrah tidak mungkin dicapai kalau peristiwa itu dipahami hanya sebagai rekayasa Allah swt. sendiri. Akan tetapi dengan mengungkapkan aspek historisnya secara objektif, pasti akan membuahkan sejumlah hikmah kehidupan dalam membangun peradaban komunitas Muslim, paling tidak sebagai awal kebangkitan Islam dan umat Islam. Hikmah-hikmah dimaksud, antara lain, adalah sebagai berikut;

  1. Dalam QS al-Baqarah,2:218seperti tersebut di atas menegaskan bahwa orang-orang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, pada hakekatnya, adalah orang-orang yang akan mendapatkan rahmat dan ampunan Allah secara sempurna.
  2. Hijrah dari kekufuran, yang didasari iman yang benar kepada Allah, akan diberi kemerdekaan dan kelapangan rezeki. Dalam QS al-Nisâ'/4:100 ditegaskan,
     وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَة .
    Siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat yang luas dan rezeki yang banyak).
  3. Berhijrah karena Allah, rezeki dunia dan akhirat (surga) akan menjadi tebusannya. Dalam QS al-Hajj, 22:58 ditegaskan,
    وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمْ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا.
     Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah kemudian mereka dibunuh atau mati, maka Allah pasti akan memberikan mereka rezeki yang baik.
  4. Dalam perspektif historis, hijrah Nabi saw., pada hakekatnya, merupakan langkah strategis untuk membela dan menegakkan nilai-nilai tauhid kepada Allah, serta membersihkan dunia dari kejahatan dan kezaliman, sekaligus sebagai awal kebangkitan Islam dan kaum Muslimin.
  5. Hijraturrasul mendidik manusia, bahwa untuk mencapai suatu kesuksesan yang besar, memerlukan pengorbanan yang besar pula, serta menjelaskan bahwa esensi hidup dalam perspektif al-Qur’an, bukan semata menarik dan menghembuskan nafas, tetapi untuk membela dan mengembangkan agama  Allah, yang diawali dengan sikap optimis dan kerja keras kemudian tawakkal.
  6. Makna hakiki kebangkitan Islam dan umat Islam sesungguhnya belum dapat dipahami oleh sebagian besar umat Islam. Hal ini terjadi karena umat Islam belum menyadari makna keberagamaan, sebagai satu-satunya jalan menuju kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
  7. Sesungguhnya penguasaan ipteks hanya sebagai alat untuk memudahkan kehidupan umat manusia. Dan kekayaan hanya merupakan alat untuk kemudahan hidup manusia. Uang pada hakekatnya hanya merupakan alat tukar dalam sistem perekonomian. Satu-satunya cara mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan juga di akhirat hanya melalui agama.
  8. Kesadaran keberagamaan atau religiositas seperti di atas tentu perlu bagi umat Islam. Karena semakin banyak agenda keberhasilan umat Islam di masa depan, terutama dalam menguasai ipteks dan perekonomian, maka eksistensi Islam semakin disegani. Meskipun Islam pernah mengalami kejayaan di abad ke-19 s,d, abad ke-11 Masehi, membuktikan bahwa Islam dan umat Islam sangat terbuka bagi kemajuan peradaban dunia.

Akhirnya, kesadaran keberagamaan atau religiositas seperti di atas tentu perlu bagi umat Islam. Karena semakin banyak agenda keberhasilan umat Islam di masa depan, terutama dalam menguasai iptek dan perekonomian, maka eksistensi Islam akan semakin disegani. Secara historis, Islam pernah mengalami kejayaan di abad ke-9 s,d, abad ke-11 Masehi, membuktikan bahwa Islam dan umat Islam sangat terbuka bagi kemajuan peradaban dunia. Tahun Baru Islam kali ini hendaknya dapat menjadi momentum dan renungan, sudah seberapa jauh Islam dan umat Islam dapat memberikan kedamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia? Sudahkah lapisan masyarakat menengah Islam memiliki kepedulian terhadap lapisan bawah umat yang fakir dan tertindas? Mengapa Nabi Muhammad saw. memilih non-Muslim sebagai pemandunya ketika hijrah? Mengapa beliau berkeras untuk membayar upah kendaraan, yang dihadiahkan oleh sahabatnya? Mengapa beliau begitu tenang, ketika musuh berada di mulut guwa, dan begitu gusar ketika berkecamuknya peperangan Bader? Itu dan lainnya, bila dianalisis dapat memberi jawaban-jawaban tentang hakekat ajaran agama sekaligus menunjang suksesnya tugas kekhalifahan manusia sebagai khalifatullah fi al-‘ardh (tugas pembangun peradaban dunia ini). Pertanyaan-pertanyaan itu dan lainnya bila dianalisis dapat memberi jawaban-jawaban tentang hakekat ajaran agama sekaligus menunjang tugas manusia sebagai pembangun dunia ini. Selamat memasuki Tahun Baru 1442 Hijriah, semoga kesehatan lahir dan batin, serta kesuksesan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan senantiasa menyertai kita. 

Referensi : Hijrah Sebagai Awal Kebangkitan Islam dan Komunitas Muslim







Menjadikan Masalah sebagai Motivasi Hidup

Ilustrasi Gambar : Menjadikan Masalah sebagai Motivasi Hidup
Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Hanya saja berbeda-beda masalah yang dihadapinya. Ada yang memiliki masalah dalam pendidikannya, masalah dalam keuangannya, masalah dalam keluarganya, masalah dalam pekerjaannya, dan berbagai masalah lainnya.

Setiap orang tidak sama dalam menghadapi, mensikapi, serta menuntaskan setiap masalah yang di hadapi. Ada yang karena suatu masalah menjadikan orang tersebut terpuruk, lemah dan bahkan merasa kehilangan harga diri-nya. Tetapi, ada juga yang karena mendapatkan masalah menjadikan orang tersebut menjadi lebih baik dan bahkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Mengapa bisa terjadi seperti itu? Semua adalah sama-sama manusia tetapi ada yang terpuruk karena masalah dan adapula yang menjadi lebih kuat dan bahkan lebih suksess dari sebelumnya karena memiliki masalah. Semua itu terjadi bukan karena besar kecil dan sedikit banyaknya masalah yang dihadapi, tetapi sikap dari setiap orang yang berbeda dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Untuk itu, yang kita butuhkan adalah bagaimana cara menghadapi masalah dan bahkan menjadikan masalah sebagai landasan untukan bangkit melompat menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Ketika cobaan dalam hidup seperti datang bertubi-tubi tanpa kenal ampun, jangan dulu menyerah. Cobalah lakukan cara menghadapi masalah berikut ini agar beban di pundak anda terasa lebih ringan dan anda bisa bernapas lebih lega. Berikut tips cara menghadapi masalah yang bisa anda lakukan:

1. Berdoa

Karena doa adalah salah satu sarana setiap manusia untuk berkomunikasi dengan sang Khalik, baik untuk mengucapkan syukur dan atau untuk menyampaikan keluhan serta menyampaikan permohonan. Jadi alangkah baiknya jika di saat menghadapi suatu masalah, kita bermohon untuk dimampukan menghadapi serta menemukan jalan keluar atau solusi bagi masalah yang kita hadapi.

Cobalah untuk belajar dari kegagalan. Hidup tidak selamanya baik, kadang kita berada di atas dan kadang ada di bawah. Ingatlah ini merupakan siklus yang tidak terelakkan dan merupakan sebuah proses pendewasaan. Begitupun dengan masalah, terimalah kenyataan tersebut sambil mengambil pelajaran dari kegagalan saat itu. Tanamkan dalam diri bahwa anda adalah pribadi yang kuat dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah serta menjadi orang yang lebih baik di kemudian hari. Karena dalam diri manusia ada hal yang besar dan ada yang kecil. Bila mengikuti bagian yang kecil akan menjadi orang kecil dan bila mengikuti bagian yang besar maka akan menjadi orang besar.

2. Tetap Tenang

Setelah belajar dari kesalahan, kita tidak boleh panik dan harus tetap tenang dalam menghadapi masalah agar pikiran tetap jernih. Yakinkan diri bahwa tiada sesuatu yang bukan karena firman, maka terimalah itu dalam kelurusan.

Dengan memiliki keyakinan tersebut, niscaya dapat menghindarkan kita dari kondisi mental, atau pikiran yang stres dan penuh emosi,  yang hanya akan menghalangi untuk mendapatkan solusi terbaik untuk mengatasi masalah. Yakinkan diri bahwa setiap perkara itu mempunyai awal dan akhir. Berusahalah untuk mengetahui mana hal yang harus di dahulukan dan mana hal yang kemudian.

3. Berpikir Positif

Selalu milikilah prasangka baik dan pemikiran positif dalam segala kondisi, sekalipun saat menghadapi permasalahan hidup. Milikilah pemikiran bahwa setiap masalah atau cobaan yang kita alami adalah salah satu cara Tian, untuk menjadikan kita orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Hal ini seperti yang tertulis di dalam kitab Mengzi, “Begitulah kalau Tuhan Yang Maha Esa hendak menjadikan seseorang besar, lebih dahulu disengsarakan batinnya, dipayahkan urat dan tulangnya, dilaparkan badan kulitnya, dimiskinkan hingga tidak punya apa-apa, dan digagalkan segala usahanya.” Maka dengan demikian, digerakkan hatinya, diteguhkan watak sejatinya, dan bertambah pula pengertiannya tentang hal-hal yang tidak mampu. Dengan membaca dan mengimani ayat ini, yakinlah itu dapat menumbuhkan serta menambah semangat dalam hati.

Syukuri setiap kondisi saat ini. Selalu bersyukur bisa jadi cara mengatasi masalah. Karena sikap ini, sekaligus akan mengubah cara pandang kita terhadap hidup kita saat ini hingga kita dapat mengetahui kebaikan pada apa-apa yang kita benci atau tidak kita sukai.

Misalnya, jika saat ini belum mendapat pekerjaan, kita harus bersyukur karena bisa memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga. Atau ketika sedang diuji Tian/Tuhan dengan rumah yang kebanjiran, bersyukurlah karena anda dan anggota keluarga lain masih diberi keselamatan dan kesehatan hingga hari ini. Ketika anda banyak bersyukur, cobaan yang besar bisa terlihat kecil. Energi positif ini akan sangat membantu berpikir positif dan pada akhirnya keluar dengan berbagai solusi untuk memecahkan masalah.

Cara menghadapi masalah tersebut memang bukan perkara mudah. Tetapi selama kita masih memiliki tekad dan respon positif dalam menghadapi segenap masalah, yakin kita akan mendapatkan solusi atau jalan keluar bagi setiap masalah yang kita hadapi.

Walaupun dalam merespon atau menghadapi masalah, tidak semudah membaca ketiga tips di atas, tapi setidaknya dengan selalu bersikap dan berpikir positif, dapat membuat kita menjadi lebih kuat dan lebih besar dari masalah, yang kita hadapi. Karena setiap persoalan yang memiliki awal, pasti memiliki akhir.

Semoga kiranya kita semua selalu dimampukan, untuk menjadikan masalah sebagai landasan untuk dapat melompat lebih tinggi, hingga menjadi manusia yang lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya. Tetap Semangat dalam hidup dan tetap menyukai akan kebaikan dalam karya kebajikan. Karena selalu ada Rahmat Karunia Tian bagi segenap umat berkebajikan. 

Referensi : Menjadikan Masalah sebagai Motivasi Hidup





Cara Melupakan Seseorang Menurut Islam

Cara Melupakan Seseorang Menurut Islam

Cara Melupakan Seseorang Menurut Islam. Timbulnya perasaan cinta adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari. Sudah fitrah manusia memiliki perasaan cinta pada seseorang. Merasakan cinta ini menjadi momen yang membahagiakan bagi setiap orang.

Sayangnya, tidak sedikit perasaan cinta seseorang berakhir dengan pengalaman pahit. Rasa di awal yang bahagia dan menyenangkan, bisa berubah menjadi sedih, kecewa, dan patah hati. Perpisahan ini pun tak jarang meninggalkan kenangan sehingga membuat seseorang sulit untuk melupakan.

Padahal dalam Islam, kehilangan seseorang bukanlah hal yang harus kita sesali. Sebaliknya, pengalaman ini bisa jadi merupakan wujud kasih sayang Allah SWT terhadap seseorang dengan menjauhkan dirinya dari zina.

Islam memang tidak mengenal yang namanya hubungan pacaran. Jadi, perpisahan dengan seorang kekasih seharusnya bisa menjadi langkah awal untuk kita berhijrah menjadi seorang muslim yang lebih baik.

Mungkin saat ini Anda masih berusaha untuk melupakan seseorang, tapi belum berhasil. Kenangan dan sosoknya mungkin masih sering terlintas di pikiran. Melupakan seseorang memang tidak mudah dan membutuhkan waktu. Untuk membantu Anda melupakan seseorang, berikut kami bagikan cara melupakan seseorang menurut Islam yang sekaligus bisa memperkuat rasa iman dan takwa kita kepada Sang Pencipta.

Cara melupakan seseorang yang pertama adalah dengan yakin dengan apa yang Allah SWT tetapkan pada kita. Sebagai muslim, kita harus yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah ketetapan dari Allah SWT.

Ditinggalkan seseorang juga bisa jadi ketetapan Allah SWT yang terjadi pada kita. Meski kita membenci rasa yang muncul dari kehilangan, kita harus yakin bahwa Allah SWT lebih tahu apa yang terbaik untuk umatnya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 216).

Cara melupakan seseorang yang kedua adalah dengan menyadari diri sendiri bahwa berpacaran merupakan tindakan yang salah. Kita tahu bahwa dalam Islam tidak dibenarkan adanya pacaran, karena hal tersebut dapat mendekatkan seseorang ke arah zina.

”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al Israa’: 32).

Dengan menyadari hal ini, Anda seharusnya bersyukur dan berusaha untuk tidak membiarkan diri kembali terjerumus ke dalam perbuatan tersebut.

Menyibukkan Diri

Cara melupakan seseorang yang ketiga yaitu dengan menyibukkan diri. Untuk dapat mengalihkan pikiran terhadap sesuatu, lakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Dengan menyibukkan diri akan membuat pikiran terhadap seseorang menghilang seiring waktu dan lama-kelamaan akan membuat Anda tidak memiliki waktu untuk memikirkannya.

Banyak kegiatan bermanfaat yang bisa Anda lakukan. Anda bisa mengikuti pengajian rutin, mengisi hari dengan mempelajari agama, terlibat dalam kegiatan sosial, atau menjaga tubuh dengan berolahraga.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah juga pernah berkata, "Siapapun yang tidak menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, pasti ia akan menyibukkan diri dengan hal yang sia-sia."

Cara melupakan seseorang yang keempat yaitu dengan meningkatkan ketakwaan. Apabila kita berusaha menjaga pikiran kita hanya kepada Allah SWT dan apa yang diperintahkannya, maka sosok seseorang yang kita pikirkan akan hilang seiring waktu. Meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT juga akan memudahkan Anda dalam segala urusan.

Allah berfirman dalam salah satu ayatnya,
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya.” (Q.S. At Thalaaq: 4).

Memperbanyak Ibadah

Cara melupakan seseorang yang kelima adalah dengan beribadah. Cara ini merupakan solusi yang paling baik menurut Islam, apalagi kita sudah terlalu banyak melakukan dosa.

Saat berusaha menghilangkan seseorang dalam pikiran, ibadah dapat menjadi cara yang baik untuk mengalihkan perhatian. Selain dapat menghilangkan pikiran yang tidak penting, kita juga mendapatkan manfaat berupa pahala saat beribadah.

Beribadah menjadi cara kita untuk mengingat Tuhan, bahwa segala sesuatu telah menjadi kehendak-Nya. Perbaiki ibadah, maka Allah SWT akan memperbaiki hidup. Baik itu ibadah wajib maupun sunnah.

Banyak Berdzikir

Cara melupakan seseorang yang ke enam yaitu dengan banyak berdzikir. Ketika hati kita mengalami kekecewaan dan kesedihan, cobalah untuk berdzikir mengingat dan menyebut nama Allah SWT.

Dengan berdzikir, hati yang sedih akan berangsur menjadi lebih tenang. Berdzikir juga membuat kita menjadi lebih bersyukur atas apa yang terjadi.

”Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al Ahzaab: 35).

Yakin dengan Pengganti yang Allah Siapkan

Cara melupakan seseorang yang berikutnya yaitu yakin pada Allah SWT bahwa akan ada sosok pengganti yang lebih baik. Ketika Anda berusaha untuk meninggalkan sesuatu karena Allah SWT, maka percayalah bahwa kelak Allah SWT akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti, pen.) yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad).

Taaruf dan Menikah

Cara melupakan seseorang yang terakhir adalah dengan menikah. Tidak ada obat yang paling mujarab dari orang yang sedang dimabuk cinta selain dengan pernikahan. Niatkan bahwa Anda menikah karena ingin mendapatkan ridho dan pahala dari Allah SWT.

Dengan pasangan halal dan ikatan yang sah ini, dapat membuat Anda bisa melupakan seseorang lebih cepat. Oleh karena itu, jika Anda sudah mampu, tidak ada salahnya untuk segera mempersiapkan pernikahan.

“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa yang sudah mampu untuk menikah maka hendaklah dia segera menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran perbuatan zina.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Cara Mengatasi Kesepian Menurut Islam

Ilustrasi : Cara Mengatasi Kesepian Menurut Islam

Cara Mengatasi Kesepian Menurut Islam. Kesepian tak hanya merujuk pada keadaan seseorang saat sendirian, lebih dari itu kesepian adalah keadaan pikiran seseorang. Kesepian adalah sebagai jawaban atas kebutuhan untuk memiliki.

Kesepian adalah keadaan kesusahan atau ketidaknyamanan yang dihasilkan ketika seseorang merasakan perbedaan dan kesenjangan antara keinginan untuk berhubungan sosial dengan pengalaman aktualnya atau yang terjadi pada kenyataannya.

Bahkan beberapa orang yang dikelilingi oleh orang lain sepanjang hari, atau berada dalam pernikahan yang bertahan lama, masih mengalami kesepian yang dalam dan meresap.

Penelitian menunjukkan bahwa kesepian menimbulkan ancaman serius bagi kesejahteraan serta kesehatan fisik jangka panjang. Berikut merdeka.com merangkum cara mengatasi kesepian menurut Islam:

Kesepian dan Prespektif Islam

Wajar bagi semua muslim untuk mengalami kesepian kadangkala, namun jika hal tersebut berlangsung lama, seseorang perlu mengambil tindakan nyata untuk mengatasinya.

Apapun masalah yang kita hadapi, kembali dan berserah diri pada Allah SWT adalah pilihan terbaik sebab semua keputusan hanya diputuskan oleh Allah semata. Allah SWT selalu ada kapanpun dan dimanapun kita berada. Allah SWT menjawab dengan firmannya dalam surah Ar-Ra‟d ayat 28 yang berbunyi:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Rad:28)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa iman menyebabkan senantiasa ingat kepada tuhan, atau zikir, iman menyebabkan hati kita mempunyai pusat ingatan atau tujuan ingatan, dan ingatan kepada Tuhan untuk menimbulkan tenteram, dan juga dengan sendirinya hilanglah segala macam kegelisahan, pikiran kacau, putus asa, ketakutan, kecemasan, keragu-raguan dan dukacita.

Jangan takut untuk menghubungi seseorang

“… Dan Allah (SWT) akan membantu hamba-Nya selama dia membantu saudaranya.”
~ Hadits-An-Nawawi

Ketika Anda berada dalam keadaan pikiran yang kesepian, hal itu bisa menyakitkan, membingungkan, dan mengasingkan, yang dapat dengan mudah membuat Anda bereaksi dengan menarik diri lebih jauh ke dalam diri Anda dan mengulangi siklus tersebut. 

Oleh karena itu, menjangkau seseorang yang dapat memungkinkan Anda memperoleh perspektif dan bantuan sebelum siklus berikutnya terpicu akan sangat membantu. 

Menumbuhkan persahabatan baru, dan berhubungan dengan keluarga dan teman lama adalah beberapa cara terbaik yang telah dicoba dan diuji untuk memerangi kesepian.

Saat ini, Anda bahkan tidak perlu keluar secara fisik dari zona nyaman untuk berbicara dengan orang baru, ada begitu banyak orang daring yang mencari dukungan, koneksi, dan hubungan yang langgeng. Namun, berhati-hatilah dengan siapa yang Anda temui secara online dan jangan pernah memberikan informasi pribadi yang memungkinkan orang lain mencuri identitas Anda atau lebih.

uat diri Anda sibuk dengan kegiatan yang disukai

“Tidak ada orang berkumpul bersama di salah satu Rumah Allah, membaca Kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka sendiri, kecuali bahwa sakeenah (ketenangan) turun atas mereka, dan rahmat menyelimuti mereka, dan para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebutkan mereka di antara mereka. mereka yang bersama-Nya. "

Ada banyak cara untuk tetap sibuk dalam kehidupan sehari-hari untuk mengalihkan diri dari perasaan kesepian. Dari menjadi sukarelawan untuk tujuan yang Anda yakini, hingga memelihara hewan peliharaan atau mengikuti kelas seni atau olahraga, ada begitu banyak hal di luar sana untuk menghabiskan waktu Anda dan mencapai hasil yang produktif, kreatif, dan bermanfaat. Anda bahkan dapat mencoba satu hal baru setiap minggu atau setiap minggu yang dapat membantu Anda menghadapi dan bertemu orang baru, seperti melukis atau yoga, pergi ke perpustakaan, menghadiri acara dan lokakarya yang menarik, dan mempelajari keterampilan baru seperti bela diri atau memasak. .

Contoh-contoh tertentu mungkin membutuhkan Anda untuk mengenali dan melawan godaan yang Anda dapatkan untuk mengisolasi diri sendiri, dan mengganti tanggapan Anda (seperti tinggal di kamar Anda) dengan pergi keluar dengan teman-teman Anda. Anda bisa memulai dari hal kecil, seperti rapat untuk minum kopi atau berjalan-jalan di taman.  Ini mungkin tidak mudah, tapi memulainya adalah langkah yang baik pelan-pelan keluar dari kesepian Anda. 

Referensi : Cara Mengatasi Kesepian Menurut Islam





Tentang Orang Tua dan Anak

      Tentang Orang Tua dan Anak

      Tentang Orang Tua dan Anak. Kamilah, Apa yang bsa sy tuntut dari kakak saya yang menjadikan bapak sy yang sudah tua (65 tahun) tukang ojeg kedua anak nya sekolah (dari suami pertama) tanpa digaji, menjadikan mama saya pembantu di rumahnya sendiri dan sekarang kakak saya beserta suami kedua (keduanya tdk bekerja) menumpang hidup di rumah orang tua saya dengan semua biaya di tanggung orang tua saya? mohon bantuannya.

      Dijawab Oleh : Dijawab oleh Penyuluh Hukum Ahli Madya Mugiyati, S.H., M.H. Memperlakukan Ibu layaknya seorang pembantu. Dalam masyarakat kita banyak sekali terjadi hal yang kurang mengenakkan bagi orang ketika diahadapkan pada anak yang telah berkeluarga memiliki anak, sama bekerja tidak memiliki pembantu di rumah. Sehingga akhirnya seringkali banyak pasangan suami-istri yang berpendapat, bahwa kondisi seperti ini terpaksa mereka jalani, karena rezeki masih kurang. Gaji suami tidak cukup, sehingga istri harus ikut bekerja. Tapi coba kita renungkan dan kembali kepada agama bahwa : (1) Yang bertanggung jawab untuk mencari nafkah adalah suami, bukan istri. Jika penghasilan dianggap kurang, seharusnya suamilah yang berusaha untuk menambah penghasilan, bukan istri. Seorang lelaki adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, dan Ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dipimpinnya atas mereka.” (HR. Muslim). (2) Istri boleh saja bekerja, tapi masih banyak alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah. Misalnya, berbisnis online. Banyak wanita yang sukses di bidang ini. (3) Jika Anda seorang wanita dan single parent, ya memang masih bisa dimaklumi jika harus bekerja, karena Anda kini merangkap status sebagai ayah sekaligus ibu. Namun coba baca nomor (2) di atas. Insya Allah saya yakin Anda bisa. Ini yang Penting Selama kita masih menzalimi orang tua kita sendiri dengan cara memperlakukan mereka seperti pembantu, ataupun tukang ojek, bagaimana mungkin rezeki kita akan bisa lancar? Rezeki kita akan bisa lancar jika - antara lain - kita bisa membahagiakan dan memuliakan orang tua kita di masa tuanya. Saat kita masih dalam kandungan, ketika kita lahir, ketika masih anak-anak, ketika kita tumbuh remaja, kita sudah sangat merepotkan mereka. Sekarang setelah kita dewasa dan berumah tangga, masihkah kita terus merepotkan mereka? Sampai kapan? (4) Ada orang yang berdalih: "Orang tua saya ikhlas dalam mengurus cucunya. Hubungan mereka pun jadi sangat mesra karena hal itu. Lagipula, lebih baik an lebih aman jika anak kita diasuh oleh neneknya sendiri ketimbang oleh pembantu. Ya, sekilas itu terkesan masuk akal. Namun coba kita berpikir: Semua nenek pasti senang dan ikhlas dalam mendidik cucu mereka. Tanpa diminta pun, mereka dengan senang hati menawarkan diri untuk merawat cucu Namun kita sebagai anaklah yang seharusnya MIKIR, bahwa sejak masih dalam kandungan hingga dewasa.. kita sudah sangat merepotkan mereka. Sekaranglah saatnya untuk balas, budi, memuliakan mereka, bukan justru melanjutkan kerepotan mereka. Dan soal mendidik anak: Memang benar kurang aman dan kurang baik jika didik oleh pembantu. 

      Namun coba pikirkan: Kita pasti tidak rela jika berlian dan emas permata kita digaja oleh pembantu. Namun kenapa anak yang tak ternilai harganya, justru ingin kita titipkan pada pembantu? Kita sekolah tinggi2 hingga S1 atau S3, tapi anak kita justru dididik oleh orang yang pendidikannya rendah (pembantu). Jadi buat apa kita sekolah tinggi-tinggi? Justru salah satu fungsi pendidikan kita adalah agar kita bisa mendidik anak dengan baik. sebuah hadits yang terkenal: ....Lelaki itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku kapan terjadinya Kiamat." Nabi menjawab, "Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya." Dia pun bertanya lagi, "Beritahukan kepadaku tentang tanda - tandanya!" Nabi menjawab, "Jika budak wanita telah melahirkan tuannya”, jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta penggembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi." (HR Muslim) Ada yang menarik pada hadits di atas, yakni "Jika budak wanita telah melahirkan tuannya". Hm, apa makudnya?"Tersebarnya sikap durhaka kepada orang tua. Dalam pandangan yang lain, ungkapan bahwa budak telah melahirkan tuannya lebih merupakan sekedar ungkapan. Maksudnya, anak-anak akan menjadi durhaka kepada orangtuanya, terlebih kepada ibunya. Seolah-olah ibunya dijadikan budak, dan anak telah berubah menjadi tuan yang memperbudak ibunya sendiri." Masya Allah. Naudzubillahi Min Zalik!!! Mari memuliakan orang tua kita, terutama bagi yang orang tuanya masih hidup. Memuliakan orang tua merupakan salah satu ridha Allah, dan Insya Allah rezeki kita pun semakin mengalir deras dan berkah. Aamiin... coba kita renungkan baik-baik: Selama kita masih menzalimi orang tua kita sendiri dengan cara memperlakukan mereka sebagai pembantu, ataupun tukang ojek bagaimana mungkin rezeki kita akan bisa lancar? Rezeki kita akan bisa lancar jika - antara lain - kita bisa membahagiakan dan memuliakan orang tua kita di masa tuanya. "Batasan Berbakti Kepada Orangtua", seorang anak dituntut untuk selalu berbakti kepada kedua orangtuanya, termasuk bila ada sikap keduanya yang tidak menyenangkan. Dalam hal ini, bukan berarti kita tidak boleh membantah. Kita boleh saja membantah atau menolak kemauan orangtua, namun bantahan atau penolakan itu harus tetap disampaikan dengan cara yang baik, dengan perkataan yang halus dan tidak bernada “membentak”, sebagaimana disinyalir dalam firman Allah swt.: “dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Israa` [17]: 23) Selain itu, sang anak juga harus tetap memperlakukan orangtuanya dengan baik, meskipun ada perbedaan pandangan di antara mereka. Allah swt. berfirman: “…..dan janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman [31]: 15) Jadi jelas, apa yang telah dilakukan Kakak Anda sangat bertentangan dengan apa yang terkandung dalam kedua ayat tersebut. Nasihatilah kakak anda dengan bijak dan penuh kesabaran, serta hindari semaksimal mungkin penggunaan emosi. Ajaklah untuk lebih dekat kepada para pemuka agama (jika anda muslim ajaklah untuk dekat dengan Ustadz/Ulama. Tekankan lagi kepadanya bahwa ALLAH swt./ Tuhan Maha Pengampun. Sebesar apapun dosa seorang hamba, termasuk dosa durhaka kepada orangtua, ALLAH pasti akan mengampuninya asalkan dia benar-benar bertaubat kepada-Nya. Jadi tidak ada istilah "sudah kadung (terlanjur)" durhaka, ya sudah tidak perlu shalat lagi. Atau, "Buat apa shalat, toh akhirnya masuk neraka karena durhaka kepada orangtua." Meskipun masalah yang Anda hadapi cukup rumit, Anda tidak perlu pesimis. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Tentunya, semua itu sangat bergantung kepada upaya kita, yaitu asalkan kita mau benar-benar berusaha untuk menyelesaikannya serta tidak lupa selalu memohon pertolongan kepada Dzat Yang Maha Kuasa, ALLAH swt/Tuhan Yang Maha Kuasa.. Yakinlah, bahwa bila ALLAH berkehendak untuk melembutkan hati seseorang, maka sekeras apapun hati itu, pasti akan mencair juga. Hanya Dia-lah Dzat Yang Maha Pemberi Hidayah dan Dzat Yang Membolak-balikkan hati manusia. 

      Karena itu, banyak-banyaklah memohon kepada-Nya agar pintu hati kakak Anda dibuka oleh-Nya. Memohonlah dengan sungguh-sungguh kepada-Nya, usahakan sampai meneteskan air mata, karena hanya Dia-lah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa dan Dzat yang bisa mewujudkan hajat-hajat kita. kasus yang Anda hadapi ini mengandung pelajaran yang berharga bagi para orangtua, yaitu bahwa mencetak anak-anak yang berbakti tidak semudah membalik tangan, melainkan membutuhkan perhatian yang serius dan kerja keras dari orangtua. Diantaranya adalah dengan membekali mereka dengan pendidikan agama termasuk pengetahuan tentang akhlak karimah (akhlak yang mulia), sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Solallohu’alaihi wassaalam.: "Muliakanlah anak-anakmu dan perbaguslah akhlak mereka.” Namun jika memang harus menempuh jalur hukum tanyakanlah kepada ayah dan ibu apakah ia merasa mendapat tekanan dalam melakukan semua pekerjaan yang ia kerjakan sebagaimana Dalam UU No. 23 tahun 2004 pasal 5 disebutkan bahwa Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara kekerasan fisik;. kekerasan psikis; . kekerasan seksual; atau . penelantaran rumah tangga; Yang dimaksud lingkup rumah tangganya adalah (Suami/ istri, ayah/ibu, pembantu, anak, maupun keluarga lain yang berada dalam rumah tangga itu). Kekerasan psikis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang, jika memang ayah dan ibu anda merasakan adanya tekanan maka mintalah bantuan pendampingan pada organisasi Dampingan yang ada di tiap daerah mungkin organisasi dampingannya berbeda. Anda bisa datang ke WCC (women crisis Center) atau ke organisasi layanan bantuan hukum (Pekka, LBH APIK, LKBH, PSBH).

      Referensi : Tentang Orang Tua dan Anak




Korupsi dalam Pusaran Politik dan Budaya

Korupsi dalam Pusaran Politik dan Budaya

Korupsi saat ini sudah menjadi trend dimana-mana, yang melakukan korupsi pun sudah tidak mengenal kelas dan strata lagi, mulai dari level menteri, sampai kepada level kepala desa, korupsi pun kini sudah mulai menjalar sampai ke penegak hukum dan swasta. Bahkan yang menyandang status PNS (Pegawai Negeri Sipil) pun, tanpa disadari dalam kesehariannya telah melakukan perilaku korupsi kecil-kecilan dengan modus "terlambat masuk kantor dan cepat pulang sebelum waktunya" padahal telah digaji oleh negara dengan jam kantor yang sudah ditentukan.

Perilaku korup memang sudah menggurita dan sudah menjadi kanker ganas stadium empat yang susah disembuhkan dan yang lebih parah lagi terduga korupsi pun sudah tidak mempunyai rasa malu lagi tampil di depan publik. Lihat saja ketika mereka diwawancarai oleh awak media (cetak maupun elektonik) mereka tidak menampakkan wajah penyesalan apalagi perasaan bersalah dan dengan enteng mereka menjawab "kan ini baru dugaan belum tentu kami bersalah dan kita harus menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah".

Banyak orang yang bertanya, apakah korupsi yang sudah mengakar dimana-mana masih bisa diberantas sampai ke akar-akarnya, sehingga korupsi tidak ada lagi di muka bumi ini, terutama di negeri tercinta Indonesia? Jika kita realistis tentu jawabannya "TIDAK" tetapi yang bisa dilakukan adalah bagaimana mengurangi perilaku korupsi dengan cara mencabut akar-akar korupsi tersebut, yang akarnya adalah kebodohan dan kemiskinan, karena dari kebodohanlah yang melahirkan kemiskinan dan kemiskinan yang bisa membuat orang berperilaku korup.

Sangat ironis memang ketika melihat sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah dibandingkan dengan negara-negara lain, apa yang dicari di negeri ini semuanya ada, bahkan negeri ini bisa dikatakan sebagai "serpihan surga" yang diberikan oleh Tuhan kepada kita semua rakyat Indonesia, karena semua yang dibutuhkan dalam kehidupan keseharian kita semua ada di negeri ini, mulai minyak bumi, gas alam, batubara, emas, tembaga, nikel, semuanya ada. Dan di tanah yang sangat subur ini semua yang ditanam insya Allah akan tumbuh dengan subur, sehingga tidak ada lagi penduduk miskin yang kelaparan. Pertanyaannya kenapa kemiskinan semakin banyak bukannya semakin berkurang? Jawabannya karena kita tidak pernah bersyukur dan mengelola dengan baik apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita ditambah lagi perilaku korup para pemimpin yang rakus dan tamak terhadap harta yang bukan haknya dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Pemimpin-pemimpin seperti inilah yang pada akhirnya banyak melakukan penyalahgunaan kewenangan (abus de droit) dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang pada gilirannya melahirkan korupsi politik. Dan korupsi politik inilah yang melahirkan korupsi-korupsi konvensional sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan khususnya yang diatur dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Menurut Artidjo Alkostar (Hakim Agung sekaligus Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI) masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah merajalelanya korupsi, terutama yang berkualifikasi korupsi politik karena korupsi merupakan penghalang pembangunan ekonomi, sosial politik, dan budaya bangsa, dimana korupsi dianggap sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), karena korupsi di Indonesia sudah meluas dan sistematis yang melanggar hak-hak ekonomi masyarakat, untuk itu memerlukan cara-cara pemberantasan korupsi yang luar biasa.

Begitu ganasnya kejahatan korupsi, terutama korupsi politik yang tidak hanya melanggar hak-hak ekonomi rakyat tetapi lebih dari itu bisa memporak-porandakan perekonomian suatu negara sehingga negara tersebut bersatus negara pailit (bangkrut), lihat saja akibat korupsi yang terjadi di negara Yunani yang dilakukan oleh kebanyakan para pejabatnya mengakibatkan negara yang dikenal sebagai negeri "para dewa-dewa" dan negeri kaum filosof (karena di negara itulah terlahir filosof-filosof terkenal dunia seperti Socrates, Aristoteles dan Plato) menjadi negara bangkrut dan rakyatnya menderita yang pada akhirnya mengakibatkan pengangguran dimana-mana. Tentu label negara bangkrut seperti Yunani, tidak kita inginkan terjadi di negeri ini, walaupun hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan terjadi kalau perilaku korup tidak berkurang, terutama korupsi yang diakibatkan oleh korupsi politik.

Dampak dari perilaku korupsi

Bertambah besar volume pembangunan bertambah besar pula kemungkinan akan kebocoran. Ditambah dengan gaji pegawai negeri yang memang sangat minim, di negara-negara berkembang seperti Indonesia, pegawai negeri terdorong untuk melakukan perbuatan yang kadang-kadang menggunakan kekuasaannya untuk menambah penghasilannya. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa terjadi pula korupsi besar-besaran bagi mereka yang memperoleh pendapatan yang memadai disebabkan karena sifatnya yang serakah dan tamak.

Dari data ICW (Indonesian Corruption Watch) menemukan pejabat kementerian atau pemerintah daerah menjadi aktor yang paling banyak melakukan tindak pidana korupsi. Anggota Divisi Investigasi ICW Wana Alamsyah mengatakan temuan ini berdasarkan penelusuran selama semester pertama 2015. "Sebanyak 212 orang berlatar belakang pejabat menjadi aktor tindak pidana korupsi," temuan ini sama seperti semester I dan II tahun lalu yaitu pejabat atau pegawai pemda juga menjadi aktor terbanyak dalam kasus korupsi. Di posisi kedua, ICW menemukan sebanyak 97 pihak swasta seperti direktur, komisaris, konsultan, turut melakukan tindak pidana korupsi dalam semester pertama 2015. Sementara itu, sebanyak 28 kepala desa, camat, dan lurah tercatat menjadi pelaku korupsi. ICW turut menemukan sebanyak 27 kepala daerah telah dijadikan tersangka perkara korupsi dalam enam bulan terakhir. Anggota dewan pun tak luput dari temuan ICW. Sebanyak 24 anggota dewan di tingkat DPR, DPRD, dan DPD juga telah ditetapkan menjadi tersangka tindak pidana korupsi baik di kepolisian, kejaksaan atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Dan modus yang paling banyak dilakukan pada semester pertama 2015 adalah penggelapan sebanyak 82 kasus dengan kerugian negara Rp. 227,3 miliar, sepuluh modus lainnya adalah penyalahgunaan anggaran (64 kasus), penyalahgunaan wewenang (60 kasus), penggelembungan dana (58 kasus), laporan fiktif (12 kasus), suap (11 kasus), kegiatan fiktif (9 kasus), pemotongan (6 kasus), penurunan kualitas (3 kasus), pemerasan (2 kasus), dan pungutan liar (1 kasus). Temuan ini dihasilkan dengan cara melihat seberapa banyak penetapan tersangka dan perkara yang ditangani aparat penegak hukum di tingkat penyidikan (CNN Indonesia, Senin/14/9/15).

Kalau berkaca dari data ICW, hal tersebut disebabkan banyaknya kebijakan-keijakan yang tidak populis, yang dilakukan oleh para pejabat yang berkuasa, mengakibatkan terjadinya korupsi politik dimana-mana, salah satu bentuk korupsi politik yang sering terjadi adalah adanya modus balas jasa kepada para pendukung dan pendana sang penguasa ketika proses pilkada berlangsung. Salah satu bentuk balas jasa tersebut adalah dengan memberikan proyek dengan penunjukan langsung maupun memberikan proyek yang tidak melalui mekanisme pelelangan sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Akibatnya di negeri kita ini, korupsi pun sudah menjadi masalah yang sangat serius dan sangat mengkhawatirkan karena kasus korupsi sudah memasuki berbagai kalangan, lihat saja data Transparency International (TI) Tahun 2014 dimana Indonesia berada di peringkat enam puluh empat negara paling korup di dunia, entah bagaimana dengan tahun 2015 apakah semakin bertambah ataukah berkurang, kita tunggu saja.

Mengikis budaya korupsi

Diakui atau tidak diakui budaya korupsi sudah membudaya dalam tata kelola pemerintahan kita bahkan sudah membudaya di tengah-tengah sebagian masyarakat, sehingga untuk mengikisnya memang diperlukan upaya yang sangat ekstra dan kesungguhan yang luar biasa. Yang bisa dimulai dari hal-hal yang kecil tetapi memiliki dampak yang luar biasa, seperti mengajarkan kepada anak-anak kita tentang nilai-nilai moral yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Karena di negeri yang indeks korupsinya tinggi maka yang menderita adalah rakyat jelata, karena hak-haknya sebagai warga negara dimakan oleh kerakusan para pejabatnya. Bagaimana jembatan tidak ambruk karena ternyata anggarannya sudah disunat, bagaimana sekolah tidak terurus karena biaya perawatannya digelapkan, bahkan yang lebih parah lagi korupsi sudah sampai ke hal-hal yang bersifat religius seperti adanya penggelapan dana-dana pembangunan tempat ibadah. Salah satu sikap moral yang patut kita contoh ialah bagaimana moralitas bangsa Jepang dalam menjunjung tinggi nila-nilai kejujuran dan hal itulah yang menjadi modal awal bangsa Jepang membangun kembali negerinya yang porak-poranda dari kehancuran karena dihantam oleh dahsyatnya bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat yang meluluhlantakkan Kota Nagasaki dan Hiroshima, menjadi salah satu negeri industri yang terbesar didunia. Budaya kejujuran dari bangsa Jepang ini terlahir dari budaya Bushido yang dianut oleh para pendekar Samurai yang selalu menjunjung tinggi kejujuran di atas segala-galanya.

Berbeda dengan di Indonesia, menurut Soedarso bahwa salah satu penyebab korupsi di Indonesia adalah korupsi sebagai way of life dari banyak orang, mengapa korupsi itu secara diam-diam ditolerir, bukan oleh penguasa, tetapi masyarakat itu sendiri. Kalau masyarakat umum mempunyai semangat anti korupsi seperti para mahasiswa pada waktu melakukan demontsrarsi anti korupsi, maka korupsi sungguh-sungguh tidak akan dikenal, hal tersebut senada dengan pendapat Syed Hussein Alatas bahwa mayoritas rakyat yang tidak melakukan korupsi seharusnya berpartisipasi dalam melakukan memberantas korupsi yang dilkukan oleh minoritas. Karena korupsi itu hanya dilakukan oleh minoritas dan bukan mayoritas. Sedangkan menurut Huntington yang menurutnya bahwa korupsi disebabkan pula oleh budaya modernisasi. Bukti-bukti dari sana sini menunjukkan bahwa luas perkembangan korupsi berkaitan dengan modernisasi sosial dan ekonomi yang cepat. Dari jawaban Huntington tersebut dapat disimpulkan bahwa:

  1. Modernisasi membawa perubahan-perubahan pada nilai dasar atas masyarakat.
  2. Modernisasi juga ikut mengembangkan korupsi karena modernisasi membuka sumber-sumber kekayaan dan kekuasaan baru.
  3. Modernisasi merangsang korupsi karena perubahan-perubahan yang diakibatkannya dalam bidang kegiatan politik.

Terlepas dari semua pendapat para pakar tersebut di atas kesimpulannya bahwa budaya korupsi akan menghancurkan peradaban suatu bangsa, menghancurkan sistem perekonomian dan yang lebih parah lagi akan menghancurkan mentalitas suatu bangsa terutama kepada para generesai mudanya. Sehingga untuk mengikis budaya korupsi tersebut sedari awal kita sudah harus mengajarkan kepada anak-anak kita, keluarga-keluarga kita, sahabat-sahabat kita, tentang nilai-nilai moralitas yang bernama kejujuran, karena kejujuran suatu bangsa itulah yang akan menjadi modal pembangunan suatu bangsa menjadi bangsa yang besar, maju dan beradab.