This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 24 Agustus 2022

Doa Agar Dihindarkan dari Pemimpin Zalim

Doa Agar Dihindarkan dari Pemimpin Zalim

Doa Agar Dihindarkan dari Pemimpin Zalim. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlumpah kepada hamba dan utusan-Nya, Muhammad bin Abdillah, keluarga dan para sahabatnya. Pemimpin yang adil merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah bagi umat manusia. Melalui dia, Allah melimpahkan kebaikan dan keberkahan sebagaimana yang terjadi pada zaman Khulafa' Rasyidin dan Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu 'anhum.

Allah sangat memuliakan para pemimpin yang adil, sehingga menjanjikan untuk mereka naungan pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. Yaitu hari di saat manusia dikumpulkan di padang mahsyar, matahari didekatkan dan manusia tenggelam oleh keringat mereka.

Disebutkan dalam Shahihain, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,   

سَبْعَة يُظِلّهُمْ اللَّه فِي ظِلّه يَوْم لَا ظِلّ إِلَّا ظِلّه : إِمَام عَادِل

“Ada tujuh golongan, Allah akan menaungi mereka di bawah naungan-Nya yang tiada naungan pada hari itu kecuali naungan-Nya: (Yang pertama) Imam yang adil . . . ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan menurut al-Qadhi ‘Iyadh,  disebutkannya imam yang adil pada urutan pertama karena banyaknya manfaat dan mashlahat yang dihasilkannya. (Lihat: Syarah Sunan al-Nasai: 7/102)

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ . . .الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil, kelak di sisi Allah (mereka berada) di atas mimbar dari cahaya di sebelah kanan Allah Azza wa Jalla. . . . yaitu mereka yang berbuat adil dalam hukum, keluarga, dan apa saja yang mereka pimpin.”


Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Sunan-nya dan beliau menghasankannya, dari hadits Abi Sa’id al-Khudri secara marfu’, “Manusia paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat tempatnya dengan Allah adalah pemimpin yang adil.”

Siapa Pemimpin yang Adil?

Ibnul Hajar rahimahullaah dalam Fathul Baari, ketika menjelaskan tentang hadits naungan Allah di atas mengatakan, “Dan penafsiran terbaik terhadap pemimpin yang adil adalah dia yang mengikuti perintah Allah dengan meletakkan/menempatkan segala sesuatu pada tempatnya tanpa berlebihan dan meremehkan. Dan disebutkannya pada urutan pertama karena banyaknya manfaat (yang diwujudkan) melaluinya.”

Pemimpin yang adil adalah mereka yang takut kepada Allah dan menerapkan syariat-Nya di muka bumi. Karenanya, dia selalu berusaha menjadikan rakyatnya mengikuti syariat Allah, menjaga agama mereka, dan menunaikan hak-hak rakyatnya dengan baik.

Sebaliknya pemimpin yang tidak adil adalah mereka yang tidak takut kepada Allah dan menelantarkan Syariat-Nya. Berbuat dalam kepemimpinannya yang mendatangkan murka Allah, melarang rakyatnya menerapkan syariat-Nya, dan bahkan berbuat sesuatu yang membahayakan agama mereka. Maka pemimpin seperti ini tidak akan pernah termasuk dalam tujuh golongan yang akan diberikan naungan oleh Allah pada hari kiamat, tidak akan dicintai dan dimuliakan oleh-Nya.

Karena tidak adanya rasa takut kepada Allah, maka dia tidak banyak pikir dalam menzalimi rakyatnya. Memeras melalui pajak atau menyedot sumber daya alam mereka untuk kepentingan perutnya sendiri tanpa memikirkan penderitaan rakyatnya. Hak-hak rakyat dia telantarkan dan tidak ditunaikan. Maka kita berlindung kepada Allah dari kejahatan pemimpin seperti ini. Kita memohon kepada-Nya agar tidak dipimpin oleh orang-orang semacam itu. Karena, kepemimpinan mereka akan membahayakan agama kita, kita dipaksa dengan kasar atau lembut untuk mengingkari ajaran Rabb semesta Alam. Kemaksiatan dia biarkan, sedangkan amar ma’ruf nahi munkar tidak ditunaikan. Bahkan, ketika sekelompok dari umat Islam yang bangkit untuk menerapkan ajaran Tuhannya dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, serta merta disudutkan dan diperangi. Wal ‘yadhu billah!

. . . penafsiran terbaik terhadap pemimpin yang adil adalah dia yang mengikuti perintah Allah dengan meletakkan/menempatkan segala sesuatu pada tempatnya tanpa berlebihan dan meremehkan.

(Ibnul Hajar)

Doa Apa yang Bisa Dipanjatkan?

Dalam tulisan terdahulu, Doa Agar Terhindar dari Musibah Agama disebutkan beberapa kandungan yang ada di dalamnya. Ringkasnya: supaya kita diberikan kebaikan dalam urusan dien sehingga menghantarkan kita kepada surga-Nya. Lalu kita berlindung kepada Allah dari musibah yang menimpa agama kita dan memohon jangan dijadikan dunia sebagai tujuan utama hidup kita. Dan dipenghujung doa disebutkan,

وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

“Dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami."

Yaitu memohon agar jangan dijadikan sebagai umat yang dikalahkan dan dikuasai orang-orang kafir dan orang-orang zalim. Dan memohon agar Allah tidak menjadikan orang-orang zalim sebagai penguasa atas kita, karena pemimpin yang zalim tidak akan mengasihi rakyatnya.

Bahaya Pemimpin Zalim

Pemimpin yang durhaka kepada Rabbnya dan bertindak zalim kepada rakyatnya menjadi sebab dihancurannya suatu negeri. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra’: 16)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang makna ayat di atas, “Kami beri kuasa orang-orang buruknya, lalu mereka bertindak durhaka di dalamnya. Maka apabila mereka telah bertindak seperti itu, aku hancurkan mereka dengan adzab.” (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir terhadap ayat tersebut)

Dan itulah makna firman-Nya,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا

“Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu.” (QS. Al-An’am: 123)

Dan ketika jumlah para pemimpin dan penguasa negeri yang seperti itu bertambah banyak –dan di akhir zaman jumlah mereka semakin banyak, seperti yang sudah kami tulis dalam: Sinyalemen Nabi: Banyak Pemimpin Bejat dan Hina di Akhir Zaman- maka kehancuran negeri itu semakin dekat. Hal seperti yang dikatakan Imam Al-‘Ufi, dari Ibnu Abbas tentang makna QS. Al-Isra’: 16 di atas adalah: aktsarnaa ‘adadahum (Kami perbanyak jumlah mereka). Dan seperti itu pula yang dikatakan Ikrimah, al-Hasan al-Bashri, al-Dhahak, Qatadah, al-Zuhri dan lainnya. (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir dalam penafsiran ayat tersebut).

Karenanya kita berlindung kepada Allah dari memiliki pemimpin yang durhaka kepada Allah, menelantarkan syariat-Nya dan tidak mengasihi rakyatnya. Salah satunya dengan membaca doa yang sangat agung berikut ini:

"Ya Allah, karunikanlah untuk kami rasa takut kepadaMu yang dapat menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan (karuniakanlah untuk kami) ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu, serta (karuniakanlah untuk kami) keyakinan hati yang dapat meringankan kami dari berbagai cobaan dunia. Jadikankan kami bisa menikmati dan memanfaatkan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama kami hidup. Dan jadikan semua itu sebagai pewaris bagi kami (tetap ada pada kami sampai kematian). Jadikanlah kemarahan dan balas dendam kami hanya kepada orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami. (Ya Allah) Janganlah Engkau jadikan musibah kami adalah yang terjadi pada dien kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami." (HR. Al-Tirmidzi dalam Sunannya no. 3502, al-Nasai dalam 'Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 402, Al-Hakim 1/528, Al-Baghawi no. 1374 dari hadits Ibnu Umar. Imam al-Tirmidzi mengatakan hasan Gharib. Syaikh Al-Albani menghassankan hadits ini dalam Shahih al-Jami' al-Shaghir no. 1268).

Referensi : Doa Agar Dihindarkan dari Pemimpin Zalim



Merasa Terdhalimi dan Musuh Tertunduk Serta Mudah Rezeki, Amalkan Zikir Ini

Fadhilah Zikir Al-Jabbar  Adapun Fadilah atau khasiat membaca Al-Jabbaru atau Yaa Jabbar, diantaranya:   Pertama, siapa yang berdzikir dengan lafad Yaa Jabbar atau Al-Jabbaru Tiap-tiap Hari Sebanyak 206 kali atau 226 kali pada siang hari dan malam, Insha Allah tidak akan Ada orang yang berani mendzalimi dan akan selalu di beri kekuatan dalam menghadapi musuh.   Kedua, Menundukkan hati Musuh  Dengan membiasakan mewiridkan “yaa Jabbar” dalam hal ini bacalah “yaa Jabbar” sebanyak 300, 500 atau 700x setiap hari .  Niscaya anda akan terhindar dari kejahatan orang tersebut.seseorang akan terpelihara dari ancaman orang yang bermasuk jahat, seperti orang yang dengki, dendam, benci, atau penjahat yang berniat merampok atau menganiaya diri anda. Kalimat ” yaa Jabaar” dapat digunakan untuk menundukan hati musuh atau orang yang berniat jahat terhadap diri anda.  Dalam persaingan bisnis , karir dewasa ini kadangkala seseorang tidak segan untuk mencelakakan atau membunuh pesaingnya dengan berbagai cara. Mulai dari menyewa pembunuh bayaran, melakukan sendiri atau menggunakan ilmu hitam seperti sihir dan santet. Jika anda merasa kuatir terhadap ancaman kejahatan dari pesaing, lawan, atau orang yang bermaksud mencelakakan anda,  Ketiga, terhindar dari keberingasan orang yang dzalim  Insya Allah dengan mewiridkan ” yaa Jabbar” minimal 100x setiap selesai shalat anda akan terpelihara dari perbuatan orang dzalim sebagaimana sering kita baca dan lihat pada media cetak maupun elektronik tersebut.  Kalau kita amati berita di media cetak maupun elektronik (TV) dewasa ini , setiap hari kita selalu dijejali dengan berita kejadian kriminal yang menimpa orang dimana saja. Berita tentang perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, selalu menghiasi berita utama pada media cetak maupun elektronik.  Banyak peristiwa kejahatan yang sulit kita pahami menimpa orang tertentu, ada pembunuhan di berbagai tempat baik di kompleks perumahan elit atau  bahkan ditengah keramaian seperti pasar, pertokoan maupun perkantoran. Dalam pembahasan yang  lainnya juga disebutkan barang siapa yang berzikir ‘Ya Jabbar’  setiap hari sebanyak 206 X atau 226 X pada pagi dan petang, InsyaAllah tidak akan boleh orang berlaku zalim dan Allah SWT akan membalas orang zalim itu seksa baginya   Keempat, dalam redaksi yang lain disebutkan: Apabila ‘Ya Jabbar’ dizikirkan sebanyak 226 X pagi & petang, semua musuh akan menjadi tunduk & patuh dengan izin Allah.   Siapa menyebut ‘Ya Jabbar’ berulang kali, InsyaAllah dirinya tidak akan berbuat sesuatu yang ditegah.  Siapa menyebut ‘Ya Jabbar’ 226 X, terselamat daripada dizalimi, bahaya, kesukaran, mahupun kekerasan.  Semoga zikir ini dapat kita amalkan walaupun tanpa megharapkan terealisasinya fadhilah yang disebutkan diatas tentu saja akan menjadikannya juga sebagai ibadah. Doa ini dapat di amalkan untuk keperluan apa aja dengan cara pengamalan yang sungguh-sungguh,ikhlas penuh tawakal kepada Allah dan meyerhakan segalanya kepada Allah SWT.

Merasa Terdhalimi dan Musuh Tertunduk Serta Mudah Rezeki, Amalkan Zikir Ini. Kajian kita pembahasan kali ini akan mengupas Asmaul Husna kesembilan bernama “Al-Jabbaru”. Zikir yang ini bermakna  Allah merupakan maha gagah perkasa dan Dialah yang maha berkehendak dan maha kuat memaksakan kehendaknya kepada siapapun.

Tidak ada satu kekuatanpun yang dapat menentang dan mencegah kehendak-Nya. Segala sesuatu dialam semesta ini tunduk pada kehendak dan aturan-Nya.

 Fadhilah Zikir Al-Jabbar

Adapun Fadilah atau khasiat membaca Al-Jabbaru atau Yaa Jabbar, diantaranya:

 Pertama, siapa yang berdzikir dengan lafad Yaa Jabbar atau Al-Jabbaru Tiap-tiap Hari Sebanyak 206 kali atau 226 kali pada siang hari dan malam, Insha Allah tidak akan Ada orang yang berani mendzalimi dan akan selalu di beri kekuatan dalam menghadapi musuh.

 Kedua, Menundukkan hati Musuh

Dengan membiasakan mewiridkan “yaa Jabbar” dalam hal ini bacalah “yaa Jabbar” sebanyak 300, 500 atau 700x setiap hari .

Niscaya anda akan terhindar dari kejahatan orang tersebut.seseorang akan terpelihara dari ancaman orang yang bermasuk jahat, seperti orang yang dengki, dendam, benci, atau penjahat yang berniat merampok atau menganiaya diri anda. Kalimat ” yaa Jabaar” dapat digunakan untuk menundukan hati musuh atau orang yang berniat jahat terhadap diri anda.

Dalam persaingan bisnis , karir dewasa ini kadangkala seseorang tidak segan untuk mencelakakan atau membunuh pesaingnya dengan berbagai cara. Mulai dari menyewa pembunuh bayaran, melakukan sendiri atau menggunakan ilmu hitam seperti sihir dan santet. Jika anda merasa kuatir terhadap ancaman kejahatan dari pesaing, lawan, atau orang yang bermaksud mencelakakan anda,

Ketiga, terhindar dari keberingasan orang yang dzalim

Insya Allah dengan mewiridkan ” yaa Jabbar” minimal 100x setiap selesai shalat anda akan terpelihara dari perbuatan orang dzalim sebagaimana sering kita baca dan lihat pada media cetak maupun elektronik tersebut.

Kalau kita amati berita di media cetak maupun elektronik (TV) dewasa ini , setiap hari kita selalu dijejali dengan berita kejadian kriminal yang menimpa orang dimana saja. Berita tentang perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, selalu menghiasi berita utama pada media cetak maupun elektronik.

Banyak peristiwa kejahatan yang sulit kita pahami menimpa orang tertentu, ada pembunuhan di berbagai tempat baik di kompleks perumahan elit atau  bahkan ditengah keramaian seperti pasar, pertokoan maupun perkantoran. Dalam pembahasan yang  lainnya juga disebutkan barang siapa yang berzikir ‘Ya Jabbar’  setiap hari sebanyak 206 X atau 226 X pada pagi dan petang, InsyaAllah tidak akan boleh orang berlaku zalim dan Allah SWT akan membalas orang zalim itu seksa baginya

 Keempat, dalam redaksi yang lain disebutkan: Apabila ‘Ya Jabbar’ dizikirkan sebanyak 226 X pagi & petang, semua musuh akan menjadi tunduk & patuh dengan izin Allah. 

Siapa menyebut ‘Ya Jabbar’ berulang kali, InsyaAllah dirinya tidak akan berbuat sesuatu yang ditegah.  Siapa menyebut ‘Ya Jabbar’ 226 X, terselamat daripada dizalimi, bahaya, kesukaran, mahupun kekerasan.

Semoga zikir ini dapat kita amalkan walaupun tanpa megharapkan terealisasinya fadhilah yang disebutkan diatas tentu saja akan menjadikannya juga sebagai ibadah. Doa ini dapat di amalkan untuk keperluan apa aja dengan cara pengamalan yang sungguh-sungguh,ikhlas penuh tawakal kepada Allah dan meyerhakan segalanya kepada Allah SWT.

Inilah Sikap Terbaik Ketika Dighibahi atau Dizalimi

Inilah Sikap Terbaik Ketika Dighibahi atau Dizalimi

Inilah Sikap Terbaik Ketika Dighibahi atau Dizalimi. Ketika kita mendapat perlakukan tidak baik, dighibahi atau dizalimi orang lain, pasti kita merasa sakit hati dan marah . Ada perasaan dendam dan ingin membalasnya bukan? Tapi, ternyata sikap yang baik ketika kita dizalimi adalah istighfar dan melakukan muhasabah.

Bahkan, Imam An-Nawawi rahimahullah ketika mendapatkan perlakuan yang tidak baik atau dizalimi oleh orang lain, maka dilakukan beliau justru menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa demikian? Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah dalam laman instagram mengatakan, mental yang ditunjukkan Imam An-Nawai bukan mental menyalahkan orang lain, melainkan mental mulia, yaitu "istighfar" dan "muhasabah."

Seperti, "Dosaku apa nih? Khilafku apa nih? Maksiatku apa nih? (sehingga orang lain menzalimiku)."

Karena itu, lanjut Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, hendaknya pula kita berterima kasih kepada orang yang telah menzalimi kita. "Karena kalau mindset kita akhirat, mau kita dicurangi, dicaci-maki, dighibahi, difitnahi atau dizalimi orang-orang, maka kita akan senang riang gembira,"paparnya.

Kok malah senang? Kenapa gak marah? Kenapa harus marah? Bukankah orang yang menzalimi kita itu akan men-transfer pahalanya pada hari kiamat? Kok dikasih pahala, marah?

Mengucapkan Kata Buruk Ketika Dizalimi?

Selain itu, orang yang dizalimi dianjurkan untuk bersabar dalam agama meski sesungguhnya diperbolehkan baginya mengucapkan ucapan buruk.

Allah Ta'ala berfirman :

لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الۡجَــهۡرَ بِالسُّوۡٓءِ مِنَ الۡقَوۡلِ اِلَّا مَنۡ ظُلِمَ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيۡعًا عَلِيۡمًا‏

“La yuhibbullahul-jahra bissu-i minal-qauli illa man zhulima. Wa kanallahu sami’an aliman,”.

Artinya: “Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Mahamendengar, Mahamengetahui,” (QS. An-Nisa : 148)

Dalam kitab Muhkhtashar Tafsir Ibnu Katsir karya Syekh Ahmad Syakir dijelaskan, berkata buruk ketika dizalimi memang diperbolehkan. Namun alangkah mulianya apabila seorang hamba memilih bersabar dan mencoba memaafkan orang yang menzaliminya.

Imam Hasan Al-Bashri bahkan menyebutkan larangan bagi seseorang untuk mendoakan keburukan atas orang yang menddzaliminya. Justru seharusnya, ia dapat mengucapkan doa agar Allah membantunya keluar dari lubang kezaliman yang telah menimpanya itu.

Hadis dari Aisyah radhiyallahu'anha, bercerita ia pernah kehilangan sesuatu akibat dicuri. Lalu Aisyah pun mendoakan keburukan kepada si pencuri itu. Mendengar itu maka Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kamu peringan (doa kamu itu) darinya,” (HR Abu Daud).

Referensi : Inilah Sikap Terbaik Ketika Dighibahi atau Dizalimi



Meminta Kemenangan Dengan Doa

Meminta Kemenangan Dengan Doa

Meminta Kemenangan Dengan Doa. Perlu kita ketahui, bahwa doa adalah senjata seorang Mukmin. Doa bisa bermanfaat, baik untuk hal yang telah terjadi maupun belum terjadi. Doa bisa menolak dan melawan berbagai kesulitan dan bencana.

Dalam berbagai situasi genting, seorang Mukmin tidak akan mencari perlindungan kecuali kepada Allâh Azza wa Jalla . Dan hal tersebut akan mendatangkan pertolongan dan kecukupan dari Allâh Azza wa Jalla . Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

Sesungguhnya doa itu bermanfaat baik untuk apa yang telah terjadi ataupun belum terjadi. Karena itu berdoalah kalian wahai para hamba Allâh!

Memang benar Ma’âsyiral Muslimin! Kita harus berdoa, dengan benar-benar tulus menghiba dan mengharap kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Dan di antara doa yang selalu kita minta kepada Allâh Azza wa Jalla adalah kemenangan atas musuh. Karena doa adalah senjata dan bantuan yang tidak mengecewakan, dengan izin Allâh Azza wa Jalla . Panjatkanlah doa ini sebagai amalan rutin setiap malam. Simaklah hadits shahih dari Abu Mas’ud al-Badri Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah pada suatu malam, maka itu akan mencukupinya.” [HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808]

Maksudnya adalah mencukupinya dan menjaganya dari setiap hal buruk.

Dalam ayat tersebut disebutkan doa:

أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir. [Al-Baqarah/ 2: 286]

Artinya Engkaulah Pelindung kaum Mukminin, dengan memberi pertolongan dan penjagaan. Hanya kepada-Mu kami berlindung. Maka berilah kami kemenangan atas kaum kafir.

Bila kita baca sejarah hidup para Nabi dan kaum shalih, akan diketahui bahwa dalam menghadapi kondisi genting, mereka memohon pertolongan kepada Allâh Azza wa Jalla atas musuh dengan doa. Sehingga kemenangan datang; dan jadilah Mukminin mempunyai kedudukan tinggi; dan hilanglah rasa takut.

Di antara contohnya, seperti yang bisa kita resapi dari kisah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallamuh g . Beliau berdoa meminta kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala agar diberi kemenangan.

فَدَعَا رَبَّهُ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ ﴿١٠﴾ فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ

Maka dia mengadu kepada Rabbnya, “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku).” Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. [Al-Qamar/ 54: 10-11]

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

 (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” [Al-Anfâl/ 8: 9]

Mengenai sebab turunnya ayat ini, Umar bin Khatthab Radhiyallahu anhu meriwayatkan kala menceritakan Perang Badr. Umar Radhiyallahu anhu berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat, menengadahkan kedua belah tangannya dan berdoa kepada Rabb-nya:

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللَّهُمَّ آتِنِي مَا وَعَدْتَنِي، اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تَعْبُدْ فِي الْأَرْضِ أَبَدًا

  1. Ya Allâh! Wujudkanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku!
  2. Ya Allâh! Berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku!
  3. Ya Allâh! jika Engkau binasakan tentara Islam ini, Engkau tidak akan diibadahi di muka bumi ini.”

Rasul terus saja menyeru Rabbnya dengan menengadahkan dua tangannya menghadap kiblat, sampai-sampai kain selempang Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam terjatuh dari dua pundaknya. Abu Bakar Radhiyallahu anhu pun datang mengambilnya, dan meletakkannya kembali pada pundak Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Lalu Abu Bakar Radhiyallahu anhu merapat kepada Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari belakang, seraya berkata:

يَا نَبِيَّ اللَّهِ كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ إِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ

Wahai Nabi Allâh! Cukuplah permohonanmu kepada Rabbmu! Karena Allâh Azza wa Jalla pasti akan menunaikan apa yang telah Dia janjikan.”

Lalu Allâh Azza wa Jalla menurunkan ayat yang artinya: (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu… dan Allâh Azza wa Jalla memberikan bala bantuan dengan mengirim para malaikat.

Hadits ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim.

Kaum Muslimin, rahimakumullah!

Meminta kemenangan dengan doa adalah amalan yang sangat penting sekali, agar kesulitan yang mendera segera sirna dan kemenangan tiba. Di antara doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memohon kemenangan adalah:

اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، وَمُجْرِيَ السَّحَابِ، وَهَازِمَ الأَحْزَابِ، اِهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ

Ya Allâh, Dzat Yang menurunkan Al-Quran, Yang menggerakkan awan, Yang mengalahkan komplotan tentara (kafir), kalahkanlah mereka dan menangkanlah kami atas mereka!”

Dan di antara dzikir yang paling agung untuk meminta kemenangan atas musuh adalah:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Cukuplah Allâh menjadi Penolong kami dan Allâh adalah sebaik-baik Pelindung.

Ini adalah kalimat permintaan kemenangan sekaligus tawakkal kepada Allâh. Imam al-Bukhâri rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, “Itu adalah kalimat yang diucapkan Ibrahim Alaihissallam ketika dilempar ke dalam api; dan diucapkan pula oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika orang-orang berkata.

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allâh menjadi Penolong kami dan Allâh adalah sebaik-baik Pelindung.” [Ali Imran/ 3: 173]

Kaum Mukminin itu bersaudara. Derita dan harapan mereka satu. Doa mereka akan dikabulkan Allâh Azza wa Jalla. Seorang Mukmin bagi Mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. Dan hak Mukmin atas saudaranya sangatlah besar, di antaranya adalah agar ia tulus mendoakan saudara-saudaranya. Agar Allâh Azza wa Jalla memenangkan mereka, menghapuskan keresahan mereka, menjaga darah mereka, dan melindungi mereka dari segala fitnah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِم

Sesungguhnya Allâh menolong umat ini tidak lain dikarenakan orang-orang lemah di antara mereka, melalui doa, shalat dan keikhlasan mereka. [HR. An-Nasa’i]

Realita Muslimin saat ini begitu memilukan. Mereka diterjang ujian besar, fitnah yang bergejolak dan konspirasi dari para musuh Islam. Maka sudah sepantasnya agar seorang Muslim tidak lupa untuk mendoakan saudaranya, agar Allâh Subhanahu wa Ta’ala menolong kaum Muslim yang lemah, mencegah tertumpahnya darah mereka, dan memberi mereka keamanan.

Dan hendaknya seorang Mukmin yakin bahwa doa yang tulus akan terkabulkan. Ibnu Taimiyyah t berkata, “Hati yang sungguh-sungguh dari kaum Mukmin, dan doa baik mereka, itulah pasukan yang tidak terkalahkan; bala tentara yang tidak terlantarkan.”

Maka dari itu wahai hamba Allâh yang bertakwa, kita harus merenungkan hal ini. Kita perbanyak doa, meminta diberi kemenangan atas musuh. Agar Allâh menolak serangan musuh, menghancurkan mereka, menjaga kaum Muslimin dari kejahatan mereka, dan menjaga agama Muslimin, juga jiwa, harta dan negeri mereka. Sesungguhnya Allâh Maha Mengabulkan dan tidak mengecewakan yang meminta-Nya.

Referensi : Meminta Kemenangan Dengan Doa

Doa Berlindung dari Kedzaliman Penguasa

Doa Berlindung dari Kedzaliman Penguasa

Doa Berlindung dari Kedzaliman Penguasa. 
Kita masuk ke Bab 294, yaitu

 باب إذا خاف السلطان 

(Bab tatkala kita takut dengan penguasa yang akan mendzalimi). Penguasa yang adil itu kedudukannya sangat tinggi sekali. Karena perjuangan mereka untuk berlaku adil. Padahal mereka mampu bertindak semena-mena dan mereka kebal hukum. Karena hukum dia yang menjalankan.

Dari ‘Auf bin Malik Al Asyja’i Rahidyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذينَ تُحِبُّونهُم ويُحبُّونكُم، وتُصَلُّونَ علَيْهِم ويُصَلُّونَ علَيْكُمْ، وشِرَارُ أَئمَّتِكُم الَّذينَ تُبْغِضُونَهُم ويُبْغِضُونَكُمْ، وتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ

“Pemimpin-pemimpin terbaik kalian adalah yang kalian cinta kepada mereka dan mereka mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian kebaikan dan kalian mendoakan pemimpin kalian kebaikan. Tapi pemimpin-pemimpin terburuk kalian adalah yang kalian benci sama mereka dan mereka benci sama kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka juga mendoakan keburukan untuk rakyatnya.”

Mereka berkata,

قُلْنا: يَا رسُول اللَّهِ، أَفَلا نُنابِذُهُمْ؟

“Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, kalau kita mendapatkan penguasa yang seperti itu, apa kita tidak bergerak memberontak mereka?'”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاةَ

“Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat.”

Lalu beliau mengatakan:

مَنْ وَلِيَ عَلَيْهِ وَالٍ فَرَآهُ يَأْتِي شَيْئًا مِنْ مَعْصِيَةِ اللَّهِ

“Siapa yang mendapati pemimpinnya melakukan kemaksiatan, maka hendaklah dia membenci kemaksiatan yang dilakukan oleh pemimpinnya tersebut.”

Jadi kalau ada pemimpin yang dzalim, kita benci dengan kedzaliman. Jangan taat dan patuh tatkala diperintahkan untuk melakukan kemaksiatan. Ini sebuah prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dia tidak berontak kepada pemimpin yang dzalim, tapi dia juga tidak menyukai kedzaliman pemimpin. Jadi jangan sampai kita salah paham.

Ketika kita menyampaikan rakyat harus taat dan patuh kepada pemimpin walaupun dzalim, bukan maknanya kita cinta dengan kedzaliman mereka. Karena sejatinya semua orang berbuat maksiat kita benci. Pemimpin pun kalau melakukan kedzaliman, kita benci dengan kedzaliman yang dikerjakan, tapi kita tidak berontak. Jangan sampai dipahami wajibnya taat kepada pemimpin yang dzalim itu mengharuskan kita menaati semua perintahnya walaupun itu sebuah kedzaliman.

لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.” (HR. Ahmad)

Lalu bagaimana kalau kita takut kepada pemimpin yang dzalim? Apa yang harus kita lakukan?


Di riwayat Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad ini diriwayatkan secara Mauquf (yakni tidak sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), tapi ini adalah ucapan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau berkata: “Kalau ada di antara kalian yang memiliki pemimpin/atasan/penguasa/pemerintah yang dia menghawatirkan tindakannya yang semena-mena, hendaklah dia berkata:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَواتِ السَّبْعِ، ورَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ

“Ya Allah Rabb langit yang tujuh lapis dan Rabbnya Al-Arsy Al-Adzim,”

Siapa pemimpin yang mendzalimimu? Dia makhluk Allah ‘Azza wa Jalla yang ketika diberi bisul di kakinya, maka dia sudah susah bergerak. Maka tatkala engkau takut dengan penguasa, dengan orang-orang yang hendak mendzalimi dirimu, maka panggillah Allah dan bayangkan kebesaranNya.

Allah pemilik tujuh lapis langit. Bumi ini dibandingkan dengan planet-planet, kalau dilihat dari Galaksi Bima Sakti, bumi ini terlihat kecil, semua planet-planet di atas itu milik Allah, langit yang tujuh lapis itu milik Allah.

Allah yang memilik Arsy yang besar. Mungkin Ada penguasa yang memiliki istana besar, memiliki bala tentara yang banyak, ingatlah mereka semua makhluk Allah ‘Azza wa Jalla. Mau jumlah mereka banyak, maka tidak ada apa-apanya di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla.

Setelah memanggil Allah dengan namaNya atau dengan kekuasaannya, lalu baru mengatakan:

كُنْ لِي جَاراً مِنْ فُلاَنِ بْنِ فُلانٍ، وأحْزَابِهِ مِنْ خَلائِقِكَ؛ أنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحدٌ مِنْهُمْ أوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنُاؤُكَ، ولا إِلَهَ إلاَّ أنْتَ

“Jadilah Engkau pelindungku/penyelamatku Ya Allah dari Fulan bin Fulan (sebutkan namanya) bersama kelompoknya/partainya/bala tentaranya. Lindungi aku dari kedzaliman yang mungkin mereka lakukan kepadaku, atau melampaui batasnya. Orang yang berlindung kepadaMu akan mulia, pujianMu sangat agung Ya Allah, dan tiada yang berhak disembah kecuali Engkau.”

Inilah yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim ketika takut dengan kedzaliman penguasa atau atasan dia. Jangan kemudian mencari perlindungan ke dukun atau orang pintar dengan harapan dilindungi dari kejahatan orang yang mendzalimi dia. 

Amalan yang didawamkan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili

Amalan yang didawamkan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. إِحْتَجَبْتُ بِنُورِ اللهِ الدَّائِمِ الْكَامِلِ, وَتَحَصَّنْتُ بِحِصْنِ اللهِ الْقَوِيِّ الشَّامِلِ, وَرَمَيْتُ مَنْ بَغَى عَلَىَّ بِسَهْمِ اللهِ وَسَيْفِهِ الْقَاتِلِ,

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Ihtajabtu binuu-rillaahid-daa-imil kaamil. Watahash-shantu bi hishnillaahil-qawiyyis-syaamil. Waramaitu man baghaa ‘alayya bisahmillaahi wasaifihil qaatil.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Aku bersembunyi (berlindung) di balik nur Allah yang selalu sempurna. Aku berbenteng dengan benteng Allah yang kuat lagi meliputi/memuat; aku melempar orang yang berbuat jahat kepadaku dengan panah dan pedang Allah yang mematikan.

اَللَّهُمَّ يَاغَالِبًا عَلَى أَمْرِهِ, وَيَاقَائِمًا فَوْقَ خَلْقِهِ, وَيَاحَائِلاً بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ, حُلْ بَيْنِى وَبَيْنَ الشَّيْطَانِ وَنَزْغِهِ, وَبَيْنَ مَالاَ طَاقَةَ لِى بِهِ مِنْ خَلْقِكَ أَجْمَعِيْنَ.

Alloohumma yaa ghaaliban ‘alaa amrih, wayaa qaa-iman fauqa khalqih, wayaa haa-ilan bainal mar-i waqalbih. Hul bainii wabainas-syaithaani wanazghih, wabaina maa laa thaaqata lii bihii min khalqika ajma’iin.

Ya Allah! Wahai Dzat Yang mengatasi urusan-Nya. Wahai Dzat Yang Berdiri (Mengurusi) diatas makhluk-Nya. Wahai Dzat Yang menjadi Pemisah antara seseorang dengan hatinya. Pisahkan antara aku dan syetan beserta godaannya, (antara aku) dan dari semua makhluk-Mu yang tidak ada kemampuan buatku untuk mengatasinya.

اَللَّهُمَّ كُفَّ عَنِّى أَلْسِنَتَهُمْ, وَ اغْلُلْ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَارْبُطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ, وَاجْعَلْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ سَدًّا مِنْ نُورِ عَظَمَتِكَ, وَحِجَابًا مِنْ قُوَّتِكَ, وَجُنْدًا مِنْ سُلْطَانِكَ, إِنَّكَ حَيٌّ قَادِرٌ مُقْتَدِرٌ قَهَّارٌ.


Alloohumma kuffa ‘annii alsinatahum, waghlul aidiyahum wa-arjulahum, warbuth ‘alaa quluubihim, waj’al bainii wabai-nahum saddan min nuuri ‘azhamatik, wahijaaban min quwwatik, wajundan min sulthaanik, innaka hayyun qaadirun muqtadirun qahhaar.

Ya Allah! Jauhkanlah dariku lisan-lisan mereka; kuncilah tangan-tangan dan kaki-kaki mereka; ikatlah hati mereka’ jadikan antara aku dan mereka tirai dari Nur Keagungan-Mu, tabir dari Kekuatan-Mu dan tentara dari Kesultanan-Mu, karena sebenarnya Engkau Maha Hidup Abadi, Kuasa, Berkuasa/mampu, lagi Pemaksa.

اَللَّهُمَّ أَغْشِ عَنِّى أَبْصَارَ اْلأَشْرَارِ وَالظَّلَمَةِ حَتَّى لاَ أُبَالِى بِأَبْصَارِهِمْ.

Alloo-humma aghsyi ‘annii abshaaral asyraari wazh-zhalamati hattaa laa ubaalii bi-abshaarihim.

Ya Allah! Tutupi (butakan) dariku mata orang-orang yang jahat dan zhalim, sehingga aku tidak (begitu) mempedulikan mata mereka.

يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالأَبْصَارِ. يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِلاولِي الأَبْصَارِ.

Yakaadu sanaa barqihii yadzhabu bil-abshaar yuqallibulloohul laila wan-nahaara inna fii dzaa-lika la’ibratan li-ulil abshaar. 

Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. (QS an-Nur : 43-44).

بِسْمِ اللَّهِ كهيعص . بِسْمِ اللَّهِ حمعسق. كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيْمًا تَدْرُوهُ الرِّيَاحِ. هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ. يَوْمَ اْلاَزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلاَ شَفِيعٍ يُطَاعُ. عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ. فَلاَ أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ, الْجَوَارِ الْكُنَّسِ, وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ. وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ. ص وَالْقُرْءَانِ ذِي الذِّكْرِ. بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ.

Bismillaah, Kaaf Haa Yaa ‘Aiin Shaad. Bismillaah, Haa miim ‘aiin siin qaaf. Kamaa-in anzalnaahu minas-samaa-i fakhtalatha bihii nabaatul ardhi fa-ashbaha hasyiiman tadzruuhur-riyaah.  

Huwal-loohulladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi was-syahaadati huwar-rahmaanur-rahiim. Yau-mal aazifati idzil quluubu ladal hanaajiri kaazhimiina maa lizh-zhaalimiina min hamiimin walaa syafii’in yuthaa’. ‘Alimat nafsun maa ahdharat. Falaa uqsimu bilkhunnasil jawaaril kunnasi, wal-laili idzaa ‘as’asa, wash-shub-hi idzaa tanaffas. Shaad. Walqur-aani dzidz-dzikr, balilla-dziina kafaruu fii ‘izzatin wasyiqaaq.

Dengan menyebut asma’ Allah, Kaaf haa yaa ‘aiin shaad. Dengan menyebut asma’ Allah, haa miim ‘aiin siin qaaf.

Seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. (QS al-Kahfi : 45)

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS al-Hasyr : 22)

… hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa`at yang diterima syafa`atnya. (QS al-Mukmin : 18)

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. (QS at-Takwir : 15-18)

Shaad, demi Al Qur’an yang mempunyai keagungan. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. (QS Shad : 1-2).

شَاهَتِ الْوُجُوهِ ( 3 × ), وَعَمِيَتِ الأَبْصَارُ, وَكَلَّتِ اْلأَلْسُنُ, وَوَجِلَتِ الْقُلُوبُ, جَعَلْتُ خَيْرَهُمْ بَيْنَ أَعْيُنِهِمْ وَشَرَّهُمْ تَحْتَ أَقْدَامِهِمْ, وَخَاتَمَ سُلَيْمَانَ بَيْنَ أَكْتَافِهِمْ, لاَ يَسْمَعُونَ وَلاَ يُبْصِرُونَ وَلاَ يَنْطِقُونَ بِحَقِّ كهيعص.

Syaahatil wujuuh (Dibaca 3 x).

Wa’amiyatil abshaar, wakallatil alsun, wa wajilatil quluub. Ja’altu khairahum baina a’yunihim, wasyarrahum tahta aqdaamihim, wakhaatama sulaimaana baina aktaafihim, laa yasma’uuna walaa yubshiruuna walaa yanthiquuna bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad.

Buruk semua wajah, buta semua mata, menjadi kelu semua lesan, dan merasa takut semua hati. Aku jadikan kebaikan mereka didepan mata mereka dan kejahatan mereka di atas telapak kaki mereka, dan setempel Nabi Sulaiman diantara pundak-pundak mereka, sehingga mereka tidak (mampu) mendengar, melihat dan berbicara, berkat kebenaran kaaf haa yaa ‘aiin shaad.

فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ(3×).

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ (3×)

Fasayakfiikahumullooh. Wa huwas-samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x). Inna waliyyiyalloohulladzii nazzalal kitaaba wahuwa yatawallas-shaalihiin. (Dibaca 3 x)

Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS al-Baqarah : 137).

Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh. (QS al-A’raf : 196)

حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (7×), بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَجِيدٌ. فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ.

Hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim (7 x). Bal huwa qur-aanum-majiid. Fii lauhimmahfuuzh.  

“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung”. (QS at-Taubah : 129).

Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (QS al-Buruj : 21-22).

اَللَّهُمَّ احْفَظْنِى مِنْ فَوْقِى وَمِنْ تَحْتِى, وَعَنْ يَمِيْنِى وَعَنْ شِمَالِى وَمِنْ خَلْفِى وَمِنْ أَمَامِى, وَمِنْ ظَاهِرِى وَمِنْ بَاطِنِى, وَمِنْ بَعْضِى وَمِنْ كُلِّى, حُلْ بَيْنِى وَبَيْنَ مَنْ يَحُولُ بَيْنِى وَبَيْنَكَ, يَاأَللهُ يَاأَللهُ يَاأَللهُ, وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْليمًا.

Alloohummahfazhnii min fauqii wa min tahtii, wa’an yamiinii wa’an syimaalii, wamin khalfii wamin amaamii, wamin zhaahirii wamin baathinii, wamin ba’dhii wamin kullii. Wahul bainii wabaina man yahuulu bainii wabainak. Yaa Allooh, Yaa Allooh, Yaa Allooh, walaa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim. Washallalloohu ‘alaa sayyidinaa muhammadinin-Nabiyyill ummiyyi wa’alaa aalihii washahbihii wasallama tasliimaa.

Ya Allah! Peliharalah aku (mulai) dari arah atasku, bawahku, kananku, kiriku, belakangku, depanku, zhahirku, batinku, sebagianku dan keseluruhanku. Jadikan tirai antara aku dan orang yang membuat tirai anrara aku dan Engkau. Ya Allah! Ya Allah! Ya Allah! Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada junjungan kita Muhammad, seorang Nabi yang buta huruf, beserta keluarga dan para sahabatnya.

referensi : Amalan yang didawamkan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili


Doa Agar Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang-Orang Zalim

Doa Agar Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang-Orang Zalim

Doa Agar Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang-Orang Zalim. Doa Agar Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang-Orang Zalim
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِين
“Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” [Yunus: 85-86].
Makna Doa
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim)
Ya Tuhan kami janganlah Engkau binasakan kami dengan tangan musuh-musuh kami. Dan janganlah Engkau jadikan kami di bawah kekuasaan mereka sehingga mereka dapat dengan leluasa menyiksa kami dan memaksa kami keluar dari agama kami, dan mereka menjadi merasa lebih baik dari kami dan berkata: “Seandainya mereka ini benar niscaya kita tidak akan dapat mengusai dan mengazab mereka.”
وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِين (Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir)
Bebaskanlah kami dengan rahmat dan kebaikan-Mu dari orang-orang kafir yang mengingkari kebenaran, agar kami selamat dari keburukan mereka dan agar kami dapat menjalankan kewajiban agama kami sesuai dengan syari’at tanpa ada yang menentang dan menghalangi.




Penjelasan

Doa ini merupakan bagian dari banyak doa yang Allah sebutkan dalam al-Qur’an yang ada pada kisah nabi Musa ketika menghadapi Fir’aun. Doa ini Allah sebutkan setelah Dia mengisahkan tentang Bani Israil yang enggan beriman kepada Nabi Musa kecuali sedikit dari mereka saja padahal telah datang kepada mereka berbagai bukti dan mukjizat dari Allah.

Sekelompok kecil dari Bani Israil yang beriman kepada Nabi Musa ini berasal dari kalangan para pemuda, mereka beriman dengan penuh rasa takut dari Fir’aun dan tentaranya karena khawatir akan disiksa dan dipaksa untuk meninggalkan agama Nabi Musa.

Kemudian Nabi Musa meminta para pengikutnya untuk menegaskan keimanan mereka kepada Allah dengan bertawakkal dan menyerahkan urusan mereka kepada-Nya. Merekapun menyatakan bahwa mereka bertawakkal kepada Allah seraya berdoa:

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِين

“Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”

Doa ini sangat penting untuk senantiasa kita baca dan kita panjatkan, melihat keadaan umat Islam sekarang yang berada pada titik yang paling lemah sepanjang sejarah. Umat Islam di berbagai tempat berada dalam kekuasaan orang-orang kafir, mereka disiksa dan dizalimi tanpa dapat melakukan perlawanan, dihalangi dan dilarang menjalankan peribadatan dan dipaksa untuk meninggalkan agama mereka. Hal ini seperti keadaan para pengikut Nabi Musa ketika itu berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Fir’aun.

Dengan memperbanyak membaca doa ini kita berharap Allah menjauhkan kita dari fitnah dan cobaan yang datang dari orang-orang kafir, karena fitnah mereka dapat membahayakan keimanan dan aqidah. Rasulullah sendiri telah memerintahkan kita untuk berlindung dari segala fitnah dan cobaan, beliau bersabda:

تعوَّذوا باللَّه من الفتن: ما ظهر منها، وما بطن

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik itu yang nampak maupun yang tersembunyi.”     

Fitnah dan cobaan dari orang-orang kafir yang zalim dapat menjadikan seseorang meninggalkan agamanya jika ia tidak menguatkan iman dan tawakkal kepada Allah, dan juga dapat menambah kekafiran mereka karena merasa mendapat kekuasaan dari Tuhan berkat kebenaran yang mereka ikuti.

Doa ini mengajarkan orang-orang beriman untuk tidak hanya memikirkan nasib diri mereka sendiri, namun juga memikirkan nasib orang lain; tidak hanya memikirkan keselamatan hidayah diri mereka, namun juga memikirkan supaya orang yang tersesat tidak semakin tersesat.

Semoga Allah menjauhkan kita dari fitnah dan cobaan dari orang-orang zalim, dan meneguhkan kita di atas hidayah yang telah Allah berikan.

Referensi : Doa Agar Tidak Menjadi Sasaran Fitnah Orang-Orang Zalim 


Meluluhkan Orang yang Keras Hati

Meluluhkan Orang yang Keras Hati

Setiap orang pasti memiliki kepribadian masing-masing yang tentunya tak sama antara satu dengan lainnya. Ada beberapa orang yang terlahir dengan hati yang sangat lembut dan mudah tersentuh. Tapi tidak sedikit orang yang terlahir dengan hati cukup keras, mudah emosi dan teguh mempertahankan pendapatnya meski terkadang pendapat itu kurang tepat.

Ketika menghadapi orang-orang yang keras hati, umumnya kita akan kesulitan memulai komunikasi yang nyaman dengan mereka. Kita juga akan sangat kesulitan untuk menyampaikan pendapat kita ke orang tersebut. Alhasil, menghadapi orang yang keras hati akan membuat kita merasa sebal, stres bahkan Depresi sendiri.

Melansir dari laman liputan6.com, untuk meluluhkan orang yang keras hati ada doa yang perlu kita lantunkan. Berikut doa untuk memohon meluluhkan hati seseorang yang hatinya cukup keras bahkan cukup egois.

Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa khaula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii ... (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadiKka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin."

Artinya: Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan keculi karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah... (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir'aun pada Musa AS. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud AD. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubu-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang."

Itulah doa yang sebaiknya dilantunkan untuk meluluhkan hati seseorang yang keras. Baca doa ini setiap kali selesai salat lima waktu atau salat tahajud. Mintalah dengan penuh kesungguhan, ketulusan serta keikhlasan. Semoga informasi ini bermanfaat. Marhaban ya Ramadan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.

Referensi : 

Doa Saat Menghadapi Orang yang Sedang Marah Lengkap Beserta Arti dan Terjemahnya

Artinya :  Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha kasih sayang lagi Maha bijaksana, Maha suci Allah Tuhan yang memelihara tujuh langit dan yang memelihara 'arsy yang besar tiada Tuhan melainkan Engkau, sangat kuat perlindunganMu dan Maha tinggi perlindunganMu.  Itulah doa yang dianjurkan ketika melihat seseorang sedang marah atau suasana hati sedang tidak senang. Amalkan doa tersebut jika kamu dalam situasi tersebut.

Doa Saat Menghadapi Orang yang Sedang Marah Lengkap Beserta Arti dan Terjemahnya. Rasulullah SAW selalu mengajarkan kepada umatnya untuk menjaga amarah saat hati sedang memanas bagaikan api yang membara.


Namun, tak sedikit dari manusia yang mampu untuk memendam perasaan amarahnya ketika dalam suasana yang sedang emosi.


Dan ketika menghadapi orang yang sedang marah sejadi-jadinya, emosinya tidak terkontrol ada baiknya kita mendokan dan jangan mengikut campuri urusannya.

Adapun doa yang dikhususkan untuk menghadapi orang yang sedang marah, suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.

Simak doa dibawah ini yang dikhususkan ketika menghadapi orang yang sedang marah lengkap dengan arti dan terjemahnya yang dikutip dari Aplikasi Kumpulan Doa Harian.

Inilah doa untuk menghadapi orang yang sedang marah:

لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ الْحَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لآَاِلهَ اِلآّ اَنْتَ عَزَّجَارُكَ وَجَلَّ ثَنَآؤُكَ

LA ILAAHA ILLALLOOHUL HALIIMUL HAKIIMU SUBHAANALLOOHI ROBBIS SAMAAWAATIS SAB'I WA ROBBIL 'ARSYIL 'ADZIIMI LAA ILAAHA ILLAA ANTA 'AZZA JAARUKA WA JALLA TSANAA UKA.

Artinya :

Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha kasih sayang lagi Maha bijaksana, Maha suci Allah Tuhan yang memelihara tujuh langit dan yang memelihara 'arsy yang besar tiada Tuhan melainkan Engkau, sangat kuat perlindunganMu dan Maha tinggi perlindunganMu.

Itulah doa yang dianjurkan ketika melihat seseorang sedang marah atau suasana hati sedang tidak senang. Amalkan doa tersebut jika kamu dalam situasi tersebut.

Doa Selamat Dunia Akhirat Latin dan Terjemahan, Waktu yang Tepat untuk Dibaca

Doa Selamat Dunia Akhirat Latin dan Terjemahan, Waktu yang Tepat untuk Dibaca. Sebagai umat Islam, wajiblah kita untuk shalat dan berdoa setiap harinya. Beragam doa tercipta disesuaikan dengan tujuannya masing – masing, termasuk doa selamat dunia akhirat yang bisa kita baca setiap hari.

Doa Selamat Dunia Akhirat Latin dan Terjemahan, Waktu yang Tepat untuk Dibaca. Sebagai umat Islam, wajiblah kita untuk shalat dan berdoa setiap harinya. Beragam doa tercipta disesuaikan dengan tujuannya masing – masing, termasuk doa selamat dunia akhirat yang bisa kita baca setiap hari.

Doa Selamat Dunia Akhirat
 
اَللّٰهُمَّاِنَّانَسْئَلُكَسَلَامَةًفِىالدِّيْنِ،وَعَافِيَةًفِىالْجَسَدِوَزِيَادَةًفِىالْعِلْمِوَبَرَكَةًفِىالرِّزْقِوَتَوْبَةَقَبْلَالْمَوْتِوَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِوَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ اَللّٰهُمَّهَوِّنْعَلَيْنَافِيْسَكَرَاتِالْمَوْتِ،وَنَجَاةًمِنَالنَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ


Allaahumma innaa nas aluka salaamatan fid diin, wa 'aafiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil 'ilmi, wabarokatan dir rizqi, wa taubatan qoblal maut, warohmatan indal maut, wa maghfirotan ba'dal maut. Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakarootil maut, wan najaata minan naar, wal 'afwa indal hisaab. Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, tobat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab."   Keutamaan Membaca Doa Keselamatan Tidak hanya mendapatkan pahala, membaca doa keselamatan juga memiliki banyak keutamaan ketika diamalkan, yaitu: 

  • Mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat 
  • Terhindar dari bencana atau malapetaka 
  • Keberkahan rezeki 
  • Terhindar dari tipu daya orang kafir 
  • Selamat dari orang zalim 
  • Dijauhkan dari siksa api neraka Waktu Terbaik Membaca Doa Selamat Dunia Akhirat 
  • Setelah Adzan, waktu ini dianggap manjur untuk Allah SWT mengabulkan doa yang kita panjatkan. 
  • Setelah Shalat 5 Waktu, bacalah doa ini setelah membaca dzikir agar selalu ingat kebesaran dan kuasa Allah SWT melindungi umat Islam. 
  • Saat Sepertiga Malam, yaitu ketika kita bangun untuk melakukan shalat tahajud, shalat hajat, dan shalat sunnah lainnya.
  • Malam Lailatul Qadar, mengingat waktu ini sangat jarang dan istimewa ketika seseorang berhasil menemui malam seribu bulan. 
  • Malam ke -23  di bulan Ramadhan, diyakini permohonan kita sejumlah 23 buah akan dikabulkan bila beribadah dimalam