This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Senin, 22 Agustus 2022

Pentingnya Latihan Mengulang dalam Belajar Bahasa Arab

lustrasi : Pentingnya Latihan Mengulang dalam Belajar Bahasa Arab

Belajar bahasa Arab hakikatnya mudah, terlebih bagi mahasiswa yang mengambil spesialisasi ilmu-ilmu Islam. Allah menguatkan hal ini dalam firman-Nya yang artinya:

“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qu’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”. (QS. Al-Qomar: 22)

Tetapi realitasnya bertolak belakang dengan idealnya, banyak mahasiswa yang mengeluh betapa sulitnya belajar bahasa Arab. Banyak yang memiliki keinginan untuk bahasa Arab, tapi mulainya dari mana?, cara dan metodenya seperti apa?, dst. Keluhan seperti ini biasanya dari mahasiswa jurusan non bahasa Arab yang ingin belajar bahasa Arab, atau bahkan dari mahasiswa jurusan bahasa Arab tetapi tidak memiliki dasar bahasa Arab yang memadai seperti di pesantren dan semisalnya.

Ada perbedaan mendasar dalam belajar bahasa Arab intensif dan non intensif. Belajar bahasa Arab intensif biasanya menjadikan semua kemampuan bahasa sebagai target, yaitu kemampuan mendengar, berbicara, memahami dan menulis. Karena mereka belajar secara intensif maka relatif tidak mendapatkan kesulitan, antara target kemampuan satu dengan yang lain saling mendukung, kemampuan mendengaar tidak bisa dipisahkan dengan kemampuan berbicara, kemampuan memahami juga tidak bisa dipisahkan dengan kemampuan menulis. Dengan demikian mereka dapat melampaui setip tahapan dengan mudah karena belajar bahasa Arab secara intensif dan terintegrasi.

Berbeda dengan mahasiswa yang belajar bahasa Arab non intensif, ingin belajar bahasa Arab, tetapi hanya memiliki paruh waktu. Kendala ini banyak dialami oleh mahasiswa jurusan ilmu-ilmu Islam yang tidak memiki dasar kamampuan bahasa Arab yang cukup, sementara mereka dituntut untuk menguasai materi bahasa Arab dengan SKS yang tidak memadai. Biasanya kurikulum bahasa Arab untuk jurusan ini membatasi salah satu kemampuan bahasa Arab saja, misalnya kemampuan mendengar dan berbicara. Atau dikerucutkan pada kemampuan membaca dan memahami, karena target utama mereka belajar bahasa Arab adalah untuk membaca teks al-qur’an, hadits, dan kitab-kitab klasik.

Di samping itu mahasiswa yang belajar bahasa Arab non intensif memiliki banyak kesibukan yang tidak mendukung studi bahasa Arabnya, terlebih para mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Mayoritas mereka membuka materi bahasa Arab ketika ada jam kuliah bahasa Arab saja, bisa dikatakan mereka mengulang materi hanya sepekan sekali ketika jam kuliyah berlangsung.

Problematika inilah yang menjadi akar masalah mengapa para mahasiswa non intensif mengalami kesulitan belajar bahasa Arab. Salah satu solusinya adalah memahahami kembali metode muroja’ah dan mengaplikasikannya secara intensif dan kontinu. Belajar bahasa Arab non intensif, tatap muka hanya sepekan sekali tetapi tetap mengulang dan belajar intensif setiap hari secara mandiri. Dalam tulisan ini penulis akan membahas “Pentingnya latihan mengulang dalam belajar bahasa Arab”.

Prinsip dan Pengertian Latihan Mengulang

Repetitive atau pengulangan memang sebuah metode yang dikenal dalam dunia pembelajaran. Seorang guru kerap meminta murid- muridnya untuk mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan ketika belajar kembali di rumah. Tujuannya agar pelajaran yang telah diterima melekat dalam ingatan. Setiap karyawan pabrik terutama pabrik-pabrik milik Jepang, senantiasa mengikuti apel pagi dengan mengulang core value perusahaan. Tujuannya tak lain untuk membuat karyawan menghayati nilai-nilai utama tersebut dan mengaplikasikannya.

Lebih jauh, Allah SWT pun mendidik kita dengan metode repetitive ini melalui shalat. Shalat yang wajib didirikan lima waktu sehari, setiap hari mengulang sholat lima waktu dengan ritme yang sama agar setiap muslim memiliki kebiasaan yang baik dan melekat dalam pribadinya sebagai bukti ketaatan kepada Penciptanya. Metode pengulangan ini juga Allah cerminkan dalam sebuah surat yang mendapatkan julukan “sab’un matsani” atau tujuh ayat yang diulang-ulang, sebagaimana firman Allah:

“Sungguh, Robbmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui. Dan, sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Quran yang agung” (Qs. Al-Hijr 87).

Tujuh ayat yang dimaksud oleh ayat di atas, oleh sebagian ulama diartikan dengan surat Al-Fatihah yang dibaca seorang Muslim berulang-ulang sebanyak 17 kali dalam sehari. Hal ini tentu merupakan metode pembelajaran dari Allah SWT agar hamba-Nya memahami hakikat sejati kehidupan. Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan adalah teori psikologi daya. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamati, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berfikir dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang, seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan sempurna.

Latihan mengulang atau metode drill menurut beberapa pakar memiliki pengertian sebagai berikut:

  1. Suatu teknik atau cara pengajaran di mana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
  1. Suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan jalan melatih anak didik terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan.
  1. Suatu kegiatan dalam melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan supaya menjadi permanen.
  1. Dalam waktu relatif singkat dan cepat dapat diperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan.
  1. Para siswa akan memiliki pengetahuan siap dan kuat.
  1. Akan menanamkan pada anak-anak kebiasaan belajar secara rutin, disiplin dan mandiri.
x

Dari beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa latihan mengulang adalah suatu cara pembelajaran yang praktis untuk mendapatkan keterampilan maksimal dengan jalan yang singkat.  Dalam waktu yang tidak lama siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Siswa memperoleh pengetahuan praktis dan siap pakai, mahir dan lancar.

Dari segi pelaksanaannya mahasiswa terlebih dahulu telah dibekali dengan pengetahuan secara teori secukupnya. Kemudian dengan bimbingan dosen atau secara mandiri, peserta mempraktikkan, latihan dan mengulang sehingga menjadi mahir dan terampil. Dalam proses belajar, semakin sering materi pelajaran diulangi maka semakin ingat dan melekat pelajaran itu dalam diri seseorang. Mengulang besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanya pengulangan bahan yang belum begitu dikuasai serta mudah terlupakan akan tetap tertanam dalam otak seseorang.

Mengulang dapat dilakukan secara langsung setelah membaca, tetapi yang lebih penting adalah mempelajari kembali bahan pelajaran yang sudah dipelajari, misalnya dengan membuat ringkasan.

Dalam pembelajaran bahasa Arab latihan mengulang ini merupakan bagian pokok yang tidak bisa pisahkan. Seluruh metode pengajaran bahasa Arab pasti menyertakan latihan ini, hanya istilahnya saja yang berbeda; ada yang menyebutnya dengan tikror, tardid, i’adah, muroja’ah, dan seterusnya, semuanya menekankan pada latihan mengulang dengan latihan-latihan terprogram.

Tujuan dan Kelebihan Latihan Mengulang

Latihan mengulang ini memiliki tujuan yang sangat penting dalam setiap pembelajaran. Menurut Pasaribu latihan dan megulang ini bertujuan untuk memperoleh suatu ketangkasan, keterampilan tentang sesuatu yang dipelajari siswa dengan melakukannya secara praktis pengetahuan-pengetahuan yang dipelajari. Dan siap dipergunakan bila sewaktu-waktu diperlukan.

Sedangkan menurut Roestiyah N.K dalam strategi belajar mengajar teknik latihan dan mengulang ini biasanya dipergunakan untuk tujuan agar siswa memiliki keterampilan motorik atau gerak, seperti menghafal kata-kata, menulis, mempergunakan alat atau membuat suatu benda, melaksanakan gerak dalam olah raga.

Di samping itu, latihan ini juga memiliki kelebihan dibanding metode lain. Menurut Yusuf dan Syaifiil Anwar kelebihan metode latihan mengulang adalah menumbuhkan dan membiasakan siswa untuk mencintai belajar dengan cara mengulang secara mandiri.

Sedangkan menurut Zuhairini, dkk kelebihan metode latihan dan mengulang adalah sebagai berikut:

Dari pendapat kedua ahli pendidikan ini dapat disimpulkan bahwa latihan mengulang ini memiliki banyak keistimewaaan dan bertujuan untuk mengasah suatu ketrampilan dalam hal ini ketrampilan bahasa Arab dengan cara yang praktis dan singkat dengan hasil yang kuat, siap dan maksimal, serta menanamkan kebiasaan belajar yang rutin, disiplin dan mandiri.

Mengulang adalah Metode Para Ulama

Bahasa Arab memiliki hubungan erat dengan al-qur’an, hadits, dan ilmu-ilmu Islam, bahkan bagian yang tidak bisa dipisahkan. Menurut imam Ibnu Taimiyah belajar bahasa Arab hukumnya wajib, beliau mengatakan “Bahasa Arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami keduanya kecuali dengan bahasa Arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali dengannya (mempalajari bahasa Arab), maka ia (mempelajari bahasa Arab) menjadi wajib. Mempelajari bahasa Arab, diantaranya ada yang fardhu ‘ain, dan adakalanya fardhu kifayah.”

Belajar Al-qur’an, hadits dan bahasa Arab memiliki karakteristik yang sama-sama unik yaitu memerlukan banyak latihan mengulang. Contoh yang paling tepat adalah bagaimana para ulama terdahulu mempelajari ilmu-ilmu ini. Dalam kitab “Tahdzibu Kamal” disebutkan ketika meriwayatkan biografi Ahmad bin Al-Furat Abu Mas’ud Ar-Razi  “Ia mengulang setiap riwayat hadits lima ratus kali.” Kemudian suatu ketika ada seorang yang bertanya: “Saya sulit menghafal hadits dan cepat lupa.”, ia menjawab: “Adakah di antara kalian yang mengulang hadits lima ratus kali?”, mereka mengatakan: “Siapa yang mempu melakukan  demikian?”, ia menjawab: “Oleh karena itu kalian tidak hafal dengan baik.”

Dalam biografi Abu Bakar Al-Abhari Al-Maliki rahimahullah ia berkata: “Saya membaca buku mukhtashor bin Abdul Hakam lima ratus kali”, kitab “Al-Asadiyah” tujuh puluh lima kali, kitab Muwaththa’ tujuh puluh kali juga, kitab “Al-Mabsuth” tiga puluh kali dan kitab Mukhtashor Al-Barqi tujuh puluh kali.”

Al-Abbas Ad-Duri berkata: “saya mendengar Yahya bin Ma’in berkata: “Seandainya saya tidak menulis atau  mendengar (mengulang) hadits lima puluh kali maka tidak akan faham dan mengerti.”

Mengenai biografi Abu Ishak Asy-Syairazi ia berkata: “Saya mengulang setiap “qiyas” seribu kali, jika saya anggap sudah cukup saya pindah pada qiyas yang lain dan aku mengulang begitu pula. Dan saya juga mengulang pelajaran sebanyak seribu kali, dan jika terdapat teks sya’ir saya menghafalnya.

Dalam riwayat Al-Munadzam Ibnu Al-Jauzi ia mengulang pelajaran pada mulanya seratus kali.”

Mengenai biografi Abu Bakar Ghalib bin Abdurrahman bin Athiyah ayahnya Ibnu Athiyah seorang ahli tafsir, bahwa ia mengulang kitab shahih Al-Bukhari sebanyak tujuh puluh kali. Al-Hasan bin Dzinnun An-Nisaiburi ia berkata: “Hafalan sebuah ilmu jika tidak diulang sebanyak tujuh puluh kali tidak kuat.”

Dalam biografi Bakar bin Muhammad Abu Al-fadhl Al-Anshori ia berkata: “ia mengulang pada awal mulanya sebanyak empat ratus kali.”

Inilah metode pembelajaran yang diwariskan oleh para ulama terdahulu dalam mengkaji ilmu. Mengulang adalah metode yang diutamakan dalam mempelajari ilmu syariat. Satu-satunya metode untuk menguatkan dan melengketkan hafalan.

Ibnu Al-Muhalhal juga menulis artikel mengenai metode mengulang ini, menurutnya mengulang adalah metode  yang ideal untuk mempelajari al-qur’an, hadits dan  ilmu-ilmu Islam. Metode ini dengan mengulang-ulang hafalan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis dan idealnya hingga lima puluh kali, seratus bahkan hingga dua ratus kali.”

Metode ini hasil dari pengalaman para ulama yang tidak diragukan kepakaran dan ilmunya. Cara dan metode ini juga bukan suatu perbuatan bid’ah, bukan pula cerita fiksi dari kisah etah berantah, tetapi riwayat realistis dan shahih dari biografi para ulama kita terdahulu, bahkan para ulama kemudian yang mengikuti jejak langkah mereka.

Penutup 

Bahasa Arab kini tidak lagi asing di kalangan masyarakat kita terlebih untuk para mahasiswa. Banyak metode yang bermunculan untuk mempermudah bagi yang ingin mempelajarinya. Namun berbagai kemudahan ini tidak berarti meninggalkan metode yang telah diwariskan para ulama, yaitu latihan dan mengulang.

Metode ini sudah dibahas oleh para pakar pendidikan, yaitu suatu cara pembelajaran yang praktis dengan cara melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan bimbingan dosen atau secara mandiri, bertujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan secara maksimal dengan jalan yang singkat.

Metode ini memiliki banyak kelebihan dibanding dengan metode lain, di antaranya adalah dalam waktu relatif singkat dan cepat dapat diperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan, para siswa akan memiliki pengetahuan siap dan kuat, dan yang lebih penting adalah menanamkan peserta didik kebiasaan belajar secara rutin, disiplin dan mandiri.

Selain para pakar pendidikan yang mengakui akan kelebihan metode ini ternyata para ulama terdahulu juga telah membuktikan dan mencontohkan secara konkrit detail dan tata laksana metode ini. Tidak aneh jika mereka adalah generasi yang paling menguasai ilmu-ilmu islam karena mereka melakukan hal yang sulit untuk diterapkan. Yaitu mengulang materi puluhan kali, ratusan bahkan ribuan, seperti yang dilakukan oleh syaikh Abu Ishak Asy-Syairazi mengulang materi hingga seribu kali, subhanallah.

Metode latihan dan mengulang ini sangat sesuai untuk pembelajaran bahasa Arab karena memiliki karakeristik yang sama denagan Al-qur’an, hadits dan ilmu-ilmu islam lainnya dan merupakan sumber yang tidak bisa ditinggalkan ketika mempelajarinya.

Selain itu, metode ini juga sesuai untuk setiap yang ingin mempelajari bahasa Arab namun memiliki keterbatasan waktu untuk bertemu dengan guru. Para profesional yang memiliki sedikit waktu, para mahasiswa islam selain fakultas bahasa yang memiliki sedikit sks, bahkan kaum muslimin pada umumnya dengan syarat dapat mengikuti program dengan baik dan komitmen untuk mengulang secara mandiri.

Referensi : Pentingnya Latihan Mengulang dalam Belajar Bahasa Arab




Hal Yang Tak Pernah Kembali

Ilustrasi : Hal Yang Tak Pernah Kembali

Hal Yang Tak Pernah Kembali. Hidup di dunia adalah perjalanan panjang yang tak tahu kapan akhirnya. Sebagai manusia, kita hanya dapat mengikuti alur kehidupan dengan sebaik mungkin. Allah menciptakan manusia di muka bumi adalah untuk beribadah. Lalu tahukah kalian mengenai 3 Hal Yang Tak Pernah Kembali?
3 Hal Yang Tak Pernah Kembali

  1. Waktu
  2. Perkataan
  3. Kesempatan
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الطَّنَافِسِيُّ، قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏”‏ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ فَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا ‏.‏ وَلَكِنْ قُلْ قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ ‏”‏ لَوْ ‏”‏ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ ‏”‏ ‏.‏

Sejatinya, manusia tak ada yang sempurna, kadang kala kita meraih sebuah prestasi tapi kadang kala kita juga mengalami kegagalan, itu bukanlah akhir segalanya. Berhasil tak lantas membuat manusia puas sehingga masih terus berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik lagi, gagal pun harus seperti itu, tak menjadi penghalang untuk maju, tak pantang menyerah, dan menjadikan kesalahan sebagai pelajaran agar tidak terulang dimasa mendatang.

Sahabat CahayaIslam, setiap manusia pasti ingin melakukan yang terbaik dalam hidupnya, suskes, bahagia, dan menjadi seorang hamba yang beramal shaleh. Dalam hidup ada beberapa hal yang harus kita pahami hakikatnya agar kita bisa menjadi manusia yang bijak dalam menempatkan segala sesuatunya. Rasa senang, kecewa, semangat, sedih, gagal, sukses, dan berbagai macam rasa lainnya yang selalu ada dalam lika liku kehidupan manusia. Hal-hal tersebut adalah bumbu kehidupan, sebagai orang beriman kita harus yakin dan percaya bahwa setiap yang terjadi pasti ada hikmahnya.

Sahabat CahayaIslam, dalam hidup ini ada 3 hal yang tak pernah kembali, 3 hal tersebut sekali kita lewatkan maka tak ada gunanya kita menyesal, maka dari itu penting bagi kita untuk berlaku bijak.

Manusia sangat memahami bahwa waktu adalah hal yang jika telah berlalu maka tak pernah kembali tapi masih banyak dari manusia yang melalaikan waktunya, melakukan hal yang tidak bermanfaat, lalai dalam urusan akhirat, dan membiarkan waktu berlalu begitu saja. Rugilah seorang manusia yang tidak memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin. Rasulullah bersabda,

“manfaatkanlah yang lima perkara sebelum datang lima perkara yang lainnya: masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimua.” (HR. Baihakki dari Ibnu Abbas)

Perkataan yang diucapkan oleh seseorang bukan lagi menjadi miliknya, sekali kata itu keluar dari mulutnya maka kata itu tak bisa kembali, maka dari itu sebelum berbicara sebaiknya dipikir terlebih dahulu agar bijak dalam berkata-kata. Kita tak pernah tahu kata mana yang menyakiti orang lain, janganlah kita mengucapkan kata yang dapat menyakiti orang lain karena kata tersebut tak dapat ditarik kembali.

Kesempatan adalah salah satu hal yang tak akan pernah kembali jika telah berlalu, hanya penyelasan yang akan tertinggal jika kita membiarkan kesempatan yang baik pergi begitu saja. Kesempatan tak selalu datang dua kali, pepatah tersebut selalu terdengar bagi siapa saja.

Ketika kesempatan datang kepada kita, apalagi kesempatan langkah, sebaiknya sebelum memutuskannya kita harus berpikir matang-matang, menimbang berdasarkan faedahnya, melihat sisi postifnya, dan tidak lupa kita harus berdo’a kepada Allah, meminta petunjuk akan keputusan yang akan kita ambil agar kita tidak salah dalam melangkah.

“Rasulullah (ﷺ) berkata: ‘Orang yang beriman kuat lebih baik dan lebih dicintai kepada Allah daripada orang yang lemah percaya, walaupun keduanya baik. Upayakan untuk apa yang akan menguntungkan Anda, carilah pertolongan Allah, dan jangan merasa tidak berdaya Jika sesuatu menimpa Anda, jangan katakan, “seandainya saya melakukan ini dan itu, katakanlah” Qaddara Allahu wa ma sha’a fa’ala (yang telah ditentukan Allah dan apapun yang dia kehendaki, Dia melakukannya). “Karena (katakanlah) ) ‘Jika’ terbuka (pintu) terhadap perbuatan Setan.” [1]

Penjelasan dari hadits diatas yaitu Bersemangatlah mencari apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah.

Sahabat CahayaIslam, menjadi manusia bijak adalah salah satu tantangan hidup di dunia ini. Janganlah kita berlaku sombong akan sesuatu, jika kita memiliki waktu luang tak lantas menjadikan kta bermalas-malasan atau melakukan hal-hal yang merugikan, juga ketika berada diposisi (jabatan) tinggi membuat kita dapat berkata-kata seenaknya (kasar) kepada bawahan kita, dan janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan yang datang kepada kita. Semoga kita termasuk orang bijak dalam menjalani hidup dan tidak lalai pada 3 perkara tersebut.

Referensi : Hal Yang Tak Pernah Kembali





Kata kata Tentang Pentingnya Waktu

Ilustrasi : Kata kata Tentang Pentingnya Waktu

Kata kata Tentang Pentingnya Waktu. Waktu akan terus berjalan dan tak akan pernah bisa diulang kembali. Orang yang tak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya sebenarnya sangat merugi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.  Entah itu untuk belajar giat, bekerja rajin, melakukan berbagai aktivitas positif, dan lain sebagainya.

Pengaturan waktu yang baik merupakan faktor penting dalam mengantarkan seseorang pada kesuksesan.  Orang sukses selalu memiliki target tentang apa yang akan diselesaikan dalam waktu tertentu. Kata bijak tentang pentingnya waktu dari orang-orang sukses akan memberikan inspirasi kepada kita semua bagaimana memanfaatkan waktu dengan sebaik-baik nya.  Berikut ini ada beberapa kumpulan kata kata tentang pentingnya waktu dari orang terkenal.

“Bagaimanapun keadaan kita, mau sedih, bahagia, waktu tidak pernah berhenti menunggu. Waktu tetap berjalan.” – Tere Liye. 

Jangan berputus asa ketika dalam masa sulit. Ingatlah bahwa waktu akan terus berjalan tak peduli apa yang sedang kamu rasakan.  Jangan buang waktumu untuk meratapi kesedihan.  Banyak orang mengatakan bahwa berjalannya waktu bisa menghilangkan perasaan sedih atau terluka.  Sembari menunggu kesembuhan luka tersebut, ada baiknya jika kamu bersemangat untuk bangkit sembari melakukan aktifitas yang bermanfaat.

Ketika kesedihanmu telah hilang kamu tidak membuang waktumu dengan percuma karena sudah ada yang telah kamu lakukan. Dengan melakukan satu aktifitas yang bermanfaat juga dapat membantu kamu bangkit dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan jika kamu bersedih hati meratapi keadaan yang sedang menimpamu. 

Waktu adalah lingkaran nasib

“Waktu itu adalah lingkaran nasib tanpa henti. Siang-malam, pagi-petang, sepanjang tahun tak pernah rehat. Dalam setiap kesempatan putaran nasibnya selalu terjadi tiga kemungkinan. Paralel, bergerak serentak.” – Tere Liye.

Waktu sangat bermakna. Menurut kata kata tentang waktu di atas Seiring berjalannya waktu, nasib seseorang dapat berubah.  Yang tadinya di bawah, bisa berada di atas, dan begitu pun sebaliknya.  Tugas kita ialah berdoa dan bekerja keras agar selalu memiliki nasib yang baik.  Kemudian, apabila kita masih berada di bawah, jangan pernah putus asa dan menyerah.  Kamu tetap memiliki kesempatan yang besar untuk bisa berada pada posisi atas. Terus bersemangat dengan tidak lupa berdoa dan berusaha.

Lalu, ketika kamu sudah berada di posisi atas, jangan pernah sombong dan menghina orang-orang yang ada di bawahmu.  Ingatlah bahwa semua yang kamu miliki ialah titipan dari Allah SWT. Dalam hitungan detik, kamu tak akan tahu bagaimana nasibmu.  Jika Allah ingin mengambil hartamu, maka kamu tak akan memiliki apapun.

Kesedihan akan berlalu dengan berjalannya waktu.  “Kesedihan pun akan terbang menjauh seiring dengan kepakan sayap waktu.”  Banyak orang memiliki masalah dan merasa sedih. Masalah berat membuat kesedihan yang teramat dalam.  Namun, seberat apapun itu, pasti akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Kamu harus bersahabat dengan waktu. Yakinlah bahwa rasa sakit di dalam dada akan sembuh jika sudah melewati waktu yang cukup lama.  Itulah mengapa memanfaatkan waktu dengan baik merupakan obat mujarab untuk segala macam kesedihan.

Memanfaatkan waktu dengan baik

“Menggunakan waktu adalah memanfaatkannya sesuai dengan apa yang telah ditentukan sebelumnya. Menghamburkan waktu adalah menyia-nyiakannya tanpa rencana dan sembarangan.”

Hidup ini butuh tujuan. Tujuan akan mampu dicapai dengan baik dengan suatu perencanaan yang matang.  Jika kamu ingin mencapai segala apa yang ingin kamu impikan, jangan lupa untuk membuat rencana mengenai hal apa saja yang ingin kamu lakukan.  Buatlah target pencapaian dalam periode waktu tertentu. Sesungguhnya orang sukses melakukan suatu perencanaan yang matang dalam hidupnya.  Mereka selalu menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat demi terwujudnya impian. 

“Lebih baik datang 3 jam lebih awal daripada terlambat 1 menit.”

Sangat dianjurkan untuk menjadi orang yang tepat waktu. Prinsip kata kata bijak ini sebaiknya diaplikasikan pada setiap kesempatan.  Orang yang selalu tepat waktu akan mampu mencapai kesuksesan lebih cepat dibandingkan dengan orang yang tak pernah bisa on time.  Salah satu ciri orang sukses ialah datang tepat waktu.  Membiasakan diri untuk bisa tepat waktu memang bukan hal yang mudah. Kebiasaan tepat waktu bisa diusahakan dengan melatihnya. Usahakan untuk selalu datang tepat waktu atau lebih awal dari jam yang dijanjikan. Lama kelamaan, ini akan menjadi suatu kebiasaan baik yang bisa dilakukan dengan mudah. 

Waktu adalah guru terbaik. “Seiring berjalannya waktu, waktu mengajarkan anda banyak hal.” 

Guru terbaik ialah pengalaman yang didapat seiring berjalannya waktu. Ada banyak hal yang bisa dipelajari seiring berjalannya waktu. Pastinya, ada banyak masalah hidup yang kamu lalui. Berbagai masalah itu akan mengajarkan kamu mengenai arti hidup sesungguhnya.  Sebagai contoh, orang yang merintis bisnis akan memiliki banyak pengetahuan setelah dia menjalankan bisnisnya beberapa lama. Perjalanan bisnis sangat akrab dengan kegagalan. Orang bijaksana akan mengambil hikmah dari kegagalan yang dialami sehingga bisa berbuat lebih baik lagi. Inilah bukti kata kata mutiara di atas bahwa waktu dapat mengajarkan banyak hal yang merupakan guru terbaik yang tiada tandingannya. 

Jangan buang waktumu

“Anda tidak membuang-buang waktu jika Anda menghabiskan waktu anda dengan bijak.”

Menurut nasehat kutipan mutiara di atas, jangan pernah menyia-nyiakan waktu yang kamu miliki.  Melakukan berbagai hal positif yang berguna demi masa depan sangat penting. Secara tidak langsung, waktu merupakan investasi jangka panjang karena kamu bisa merintis karir tahap demi tahap dalam waktu yang lama sehingga dapat meraih kesuksesan seperti yang kamu harapkan.  Orang bijak akan menghabiskan waktunya untuk melakukan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.  Sebab waktu tak akan pernah bisa berputar kembali. Jadi, sebaik mungkin isi waktumu dengan hal-hal yang berguna.

Investasikan waktu
“Kuncinya terletak bukan pada bagaimana Anda menghabiskan waktu, namun dalam menginvestasikan waktu Anda.” 
Manfaatkan waktu sebaik-baiknya
“Gunakan waktu sebaik mungkin, jangan lewatkan kesempatan yang ada.”
x

Siapa saja pasti bisa menghabiskan waktu yang ia miliki.

Namun, pertanyaannya ialah apakah yang dilakukan untuk menghabiskan waktu yang dimiliki dapat memberikan manfaat untuk masa yang akan datang?

Manusia hidup di dunia tak lama.

Takdir kematian sudah tertulis dan kita semua tahu bahwa hidup di dunia ini tak lama.

Menurut kata kata mutiara di atas waktu yang kita habiskan untuk melakukan kegiatan hari ini harus bermanfaat bagi masa depan kita.

Dalam mendapatkan hidup yang barakah, sudah sepantasnya kita mensyukuri akan waktu yang diberikan oleh Tuhan sehingga kita perlu mengisinya dengan melakukan berbagai hal yang bermanfaat. Selain untuk urusan dunia juga untuk urusan akhirat.  Beribadah sangat penting dilakukan untuk bekal kehidupan di akhirat nanti. Namun, selain mempersiapkan bekal untuk di akhirat, sudah kewajiban kita untuk memikirkan mengenai hidup di dunia ini. Siapa bilang harta benda tak bisa dibawa mati?

Harta benda yang dicari dan dibelanjakan di jalan Allah akan mampu menjadi amal jariyah sehingga pahala akan terus mengalir walaupun kita telah meninggal.  Agar kita bisa beramal jariyah dengan membelanjakan harta di jalan Allah, maka kita harus menjadi orang sukses. Investasikan waktu yang kamu miliki dengan melakukan berbagai kegiatan positif agar bisa bermanfaat untuk kepentingan dunia dan akhirat.

Atur waktu sebaik mungkin

“Ambil keputusan untuk tidak pernah tinggal diam. Orang tidak akan pernah mengeluh membutuhkan waktu lebih jika ia tidak pernah kehilangan waktu. Banyak hal yang bisa kita raih jika kita selalu bekerja melakukan sesuatu.”

Banyak orang yang merasa butuh waktu lebih banyak dalam mengerjakan pekerjaannya.

Bahkan, mereka tidak mencapai target yang telah ditentukan sehingga pekerjaannya menumpuk.

Pastinya, hal ini akan membuat kamu semakin sulit mengerjakan berbagai pekerjaan karena tugas yang menumpuk banyak.

Masalah ini datang karena kamu tak mampu mengatur waktu secara baik. Untuk bisa menyelesaikan tugasmu tepat waktu, kamu harus lebih ekstra dalam memanfaatkan waktu yang kamu miliki.

Mungkin ada beberapa hal yang harus kamu korbankan seperti waktu menonton TV atau berkumpul bersama teman-teman harus terkurangi.

Selain itu, kamu perlu menghindari menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tak berguna seperti memantengin sosial media hampir setiap waktu.

Kegiatan ini tak terasa akan membuatmu kehilangan banyak waktu yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan tugasmu yang sudah menumpuk.

Sungguh bijak kata kata mutiara mengenai manajemen waktu di atas, yang bermakna agar kita selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya melalui kegiatan yang berguna.

Kata kata tentang waktu ini hampir memiliki makna yang sama dengan yang sebelumnya. Kesempatan yang ada, terkadang tak akan bisa terulang kembali. Oleh karena itu, segera manfaatkan kesempatan yang kamu miliki.  Tahukah kamu bahwa kesempatan baik akan datang kepada orang yang pandai memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Karena mengisi waktu dengan melakukan berbagai hal yang positif, maka orang akan memiliki kesempatan dalam hidupnya.

Hal ini berbeda dengan orang yang tak pernah mengisi waktu dengan hal positif. Kesempatan baik akan sulit menghampirinya. Ternyata, kesempatan dan kebiasaan baik memiliki hubungan yang erat. Hargai kehidupan dengan menghargai waktu.  “Seseorang yang berani membuang waktu 1 jam dari hidupnya bukanlah seseorang yang menghargai kehidupan.”

Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik merupakan hal yang sangat penting dalam hidupmu. Jangan pernah kamu menyia-nyiakan waktu meskipun hanya 1 jam. Orang seperti ini termasuk orang yang tidak bisa menghargai kehidupannya. Orang bijak akan selalu menghargai waktu yang dimilikinya. Waktu akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga tidak terbersit keinginan untuk melakukan hal yang tidak berguna dalam hidupnya. 

Fokus pada masa kini 

“Jangan pernah membiarkan hari yang sudah lalu menyita hari Anda.” Menurut kata kata tentang waktu di atas, jangan menyepelekan waktu walaupun hanya semenit.Menit demi menit akan menjadi jam yang bermakna apabila dimanfaatkan dengan baik. Isilah waktu yang kamu miliki dengan sesuatu yang berharga dalam hidupmu. Jangan pernah ada menit yang terbuang sia-sia. Inilah kunci sukses yang bisa kamu lakukan. Dengan memperhatikan mulai dari hal kecil, maka hal besar bisa kamu jangkau. Impian besar akan bisa dicapai jika kamu mau melalui sebuah proses pelan pelan, sedikit demi sedikit, mulai dari hal kecil.

Tak ada orang sukses yang instan tanpa ada usaha atau perjuangan yang sungguh-sungguh. Kalaupun ada orang kaya mendadak, kesuksesan yang ia raih tidak akan bertahan lama seperti orang-orang sukses yang mencapainya dengan melalui tahapan proses panjang sebab ada banyak hal yang dipelajari selama proses tersebut berlangsung.

Perhatikan setiap hal kecil  “Gunakan setiap menit yang ada dan setiap jam akan menjadi sangat berharga.” Menurut kata kata mutiara di atas Anda harus segera bangun dari masa lalu Anda. Mengenang masa lalu sah-sah saja. Biasanya orang akan terhanyut kecewa terhadap masa lalu yang buruk. Menyikapi masa lalu yang buruk, kamu tak perlu terlalu terpuruk meratapinya sehingga menyia-nyiakan waktu yang kamu miliki saat ini. Tak akan ada yang bisa merubah hal yang sudah terjadi di masa lalu.

Untuk menebus kesalahan yang telah kamu lakukan, saatnya fokus terhadap masa kini dengan berusaha berbuat lebih baik dan tidak melakukan kesalahan seperti dulu kala. Selalu berusaha memperbaiki diri merupakan perbuatan yang sungguh bijaksana dibandingkan hanya meratapi masa lalu dengan tidak berbuat apa-apa.

Jangan terlalu memikirkan masa lalu “Saya tidak memikirkan masa lalu. Satu-satunya hal yang penting adalah saat ini yang sedang Anda jalani.” Agar bisa menjalani hidup dengan bahagia, jangan terlalu fokus terhadap masa lalu yang sudah dijalani. Kamu harus selalu optimis dengan fokus terhadap apa yang saat ini kamu jalani demi menggapai masa depan yang lebih baik dari sekarang. Ini merupakan kunci meraih kebahagiaan. Masa lalu suram bukan alasan bagimu untuk tidak bisa berbahagia.

Kesedihan bukan untuk diratapi tapi untuk dilupakan sehingga berganti dengan keceriaan. Memanfaatkan waktu dengan baik “Yang terpenting adalah bagaimana Anda memanfaatkan waktu Anda saat ini. Jika Anda merasa jenuh dengan bagaimana anda menghabiskan waktu Anda, maka ubahlah kebiasaan anda.” Kejenuhan mungkin saja terjadi. Jika kamu merasa bosan dengan aktivitas keseharian kamu, coba cari solusi untuk menghilangkan rasa jenuh tersebut.

Bisa saja kejenuhan terjadi karena kamu melakukan kegiatan yang itu-itu saja. Oleh karena itu, cobalah untuk merubah kebiasaan kamu dengan kebiasaan yang baru sehingga tercipta suasana baru. Namun, perubahan kebiasaan haruslah dengan memperhatikan segi kemanfaatan. Kamu harus mencari kegiatan yang lebih bermanfaat untuk mengisi waktu yang kamu miliki sehingga hidup akan lebih berkualitas.

Melalui kata kata mutiara di atas Anda diminta untuh lebih kreatif dalam memanfaatkan waktu Anda.Waktu tak akan pernah kembali. “Seseorang yang selalu berduka adalah seseorang yang menghabiskan waktu.” Benar juga ya, kata kata di atas. Jangan sampai kamu menghabiskan waktu dengan bersedih atas masalah yang kamu hadapi.

Hal ini membuatmu rugi karena kamu kehilangan banyak kesempatan mendapatkan kebahagiaan jika terpuruk dalam kesedihan. Kamu harus percaya bahwa waktu bisa menghapus kes edihanmu. Namun, itu semua tentu harus disertai semangat tinggi dalam jiwamu untuk melawan kesedihan tersebut sehingga move on dapat terjadi dengan lebih cepat.

Tak ada yang bisa menggantikan kerugian kehilangan waktu “Kerugian materi dapat digantikan dengan industri, kerugian pengetahuan dengan belajar, kehilangan kesehatan dengan kendali diri sendiri atau obat-obatan, namun waktu yang kita lewati akan hilang selamanya.”Tak ada yang bisa menggantikan kerugian akibat kehilangan waktu. Oleh karena itu, kamu harus memanfaatkan setiap waktu dengan bijaksana. Jangan biarkan waktumu terbuang sia-sia karena waktu tak dapat berputar kembali.

Misalnya, kamu harus mampu mengatur waktu untuk mengerjakan setiap tugas-tugas yang harus diselesaikan.Usahakan setiap pekerjaan bisa selesai tepat pada waktunya sehingga tidak akan menumpuk. Segera kerjakan apa yang seharusnya kamu kerjakan. Jangan pernah menunda-nunda suatu pekerjaan karena semakin ditunda maka pekerjaan akan semakin sulit diselesaikan karena kamu kehilangan waktu yang longgar untuk menyelesaikannya.

Kemudian, miliki kebiasaan datang tepat waktu untuk acara apapun agar bisa bersikap disiplin dengan menghargai waktu. Demikianlah kata kata tentang pentingnya waktu dari orang terkenal. Setelah membaca uraian mengenai kutipan kata di atas, diharapkan kamu bisa lebih menghargai waktu dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai waktumu terbuang sia-sia karena itu akan merugikan diri sendiri. 

Referensi : Kata kata Tentang Pentingnya Waktu

Akhlak Menuntut Ilmu

Akhlak Menuntut Ilmu

Adalah kewajiban bagi tiap muslim untuk menuntut ilmu. Jika dikaitkan dengan kondisi mahasiswa yang menuntut ilmu dengan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, yang harus menjadi perhatian penting yaitu bagaimana adab menuntut ilmu. Dalam hal ini penulis ingin mengingatkan bahwa kewajiban menuntut ilmu sebenarnya adalah ilmu agama. Ilmu dunia seperti yang dipelajari di perkuliahan hukum asalnya adalah mubah atau boleh. Bahkan akan menjadi lebih baik jika kelak ilmu dunia tersebut, dipergunakan untuk kemaslahatan dan kebangkitan umat muslim. Berkata ‘Abdullah bin Mubarak rahimahullah bahwa sesuungguhnya awal dari ilmu itu adalah: 

(1) niat karena Allah Swt; 

(2) mendengarkannya; 

(3) memahaminya; 

(4) menghafalkannya; 

(5) mengamalkannya; dan 

(6) menyebarkannya.

Bermula dari niat untuk akhirat, niatkanlah bahwa ilmu dunia tersebut untuk membantu kebangkitan kaum muslimin. Tidak jarang mahasiswa menimba ilmu sampai jenjang sarjana hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus, kemudian akan dipakai untuk mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan berpredikat baik demi pendapatan yang tinggi. Niat bukan untuk akhirat, alih-alih menuntut ilmu malah menuntut nilai. Bukankah Allah Maha Melihat proses pembelajaran yang dilalui? Dengan menerapkan keyakinan beriman kepada Allah, ketika nilai yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka akan senantiasa tawakal. Jika sudah belajar dengan penuh kesungguhan, mengikuti cara-cara yang baik dalam proses pembelajarannya seperti berusaha dalam menyelesaikan tugas tanpa meng-copy tugas teman, Allah Maha Tahu segala. Memang sebagai manusia, sering melakukan khilaf dan salah, tidak mudah menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan. Kembali lagi kepada awal ilmu, perbaiki niat bahwa semata karena Allah, untuk akhirat, untuk kebangkitan Islam. Kelak ketika masa hisab datang, tidaklah dipertanyakan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) berapa melainkan mempertanggungjawabkan segala kecurangan yang dilakukan. Karena mata, telinga, tangan, dan semua anggota tubuh akan menyampaikan tiap perbuatan selama di dunia.

Al-Hasan Al-Bashry rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa mengungguli manusia dalam ilmu, maka dia lebih pantas untuk mengungguli mereka dalam amal”. Hal ini menjelaskan bahwa semakin banyak ilmu yang dimiliki oleh seseorang maka semakin banyak amal yang dilakukan. Senada dengan Al-Hasan Bashry rahimahullah, Al-Imam Sufyan bun Uyainah rahimahullah berkata bahwa manusia yang paling bodoh adalah siapa yang meninggalkan apa yang dia ketahui, manusia yang paling berilmu adalah siapa yang mengamalkan apa yang dia ketahui dan manusia yang paling utama adalah siapa yang paling takut kepada Allah Azza Wajalla. Dari keduanya, dapat disimpulkan bahwa manusia yang paling berilmu adalah yang mengamalkan ilmunya. Pada suatu training, pemateri menyampaikan bahwa terdapat suatu aturan yang disebut Rules 72. Yaitu jika sesuatu tidak diulang dalam 72 jam ke depan maka dipastikan seseorang akan lupa dengan apa yang telah dipelajarinya. Dari pengalaman mengajar, sangat sering mahasiswa tidak mengulang materi yang telah diberikan jika tidak diikuti dengan tugas. Di beberapa pertemuan perkuliahan, sebuah pertanyaan sering dilontarkan pada awal sesi, “Kapan terakhir Anda mengulang atau membaca materi minggu lalu?”. Dapat ditebak jawaban mahasiswa adalah minggu lalu pada saat di kelas. Mengamalkan suatu materi yang telah diajarkan dapat berupa mengerjakan latihan-latihan soal baik yang dibagikan oleh dosen maupun dari berbagai referensi, jika mata kuliah hitungan seperti Kalkulus. Sesuai dengan pepatah, ala bisa karena biasa. Semakin sering mengamalkan, semakin terasah kemampuan berhitungnya, semakin faham penerapan suatu rumus. Selain hitungan, mahasiswa harus mampu memahami dasar teori suatu mata kuliah seperti Fisika Dasar. Sebelum menyelesaikan soal hitungan, dibutuhkan kemampuan analisis yang terkadang lebih rumit daripada rumus Fisika itu sendiri. Dengan mengamalkannya melalui pengulangan materi secara mandiri maupun bersama-sama di luar kelas akan membuktikan bahwa ia adalah seorang yang berilmu, memahami suatu ilmu.

Dikisahkan oleh seorang ulama besar, asy-Syaikh Abdul Muhsin al-‘Abbadhafizhahullah tentang akhlak al-Mujaddid al-‘Allamah asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, di masjid Universitas Islam di Madinah pada malam Jumat, 6 Safar 1420 H. Beliau asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz memiliki cita-cita yang tinggi, rajin, dan bersemangat dalam menuntut ilmu. Beberapa hal yang dapat dicontoh dari asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz adalah kesabaran dan kesungguh-sungguhan dalam menuntut ilmu, mengamalkan ilmu, khasyah (rasa takut) dan ibadah, ketegaran dan keberanian dalam berdakwah, ketawadhuan dan kepedulian, dan yang terakhir adalah kasih sayang terhadap umat. Ketika usia 16 tahun, beliau mengalami sakit yang mengakibatkan penglihatannya semakin lemah dan tidak mampu melihat pada usia 20 tahun. Namun, Allah Subhanahu wata’ala mengaruniai beliau dengan iman dalam hati sehingga beliau tumbuh di atas ilmu, keutamaan, dan kesungguhan dalam mencari ilmu.

Ketika setiap hasil akhir dari suatu mata kuliah tidak seperti yang ditargetkan, maka senantiasa bersabar. Hal yang menurut pandangan manusia buruk atau jelek, tetapi tidak demikian di sisi Allah. Boleh jadi Allah menegur kita bahwa pada semester itu kita tidaklah benar-benar memanfaatkan waktu untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, mendengarkan yang dijelaskan oleh para dosen. Memperbaiki nilai dengan mengulang pada semester berikutnya bukanlah perkara memalukan selama niatnya karena Allah semata, untuk beribadah. Terkadang kita perlu berada di bawah, merasakan kondisi tidak menyenangkan, agar ketika masa susah itu terlewati kita dapat menghargai masa senang yang didapatkan. Tentunya ikhtiar senantiasa dilakukan, mengikuti tiap proses pembelajaran dengan cara-cara yang ma’ruf, menghindari kecurangan, karena hasil akhir merupakan akumulasi (kumulatif) dari yang telah diusahakan sejak awal semester.

Ilmu terdiri dari tiga tahapan: (1) jika seseorang memasuki tahapan pertama, dia akan sombong: (2) jika dia memasuki tahap kedua, dia akan tawadhu (rendah hati); (3) jika dia memasuki tahapan ketiga, dia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya (Umar bin Khattab). Tentang keutamaan tawadhu, sebuah hadits menjelaskan, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta, tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain melainkan Allah akan menambah kemuliaannya, dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya” (HR. Muslim, no. 2588). Ada kalanya timbul rasa sombong tatkala kita memahami suatu materi yang dijelaskan dosen, dan dijadikan rujukan oleh teman-teman kelas dalam belajar. Namun, janganlah lupa bahwa sedikit kemampuan yang didapatkan tersebut adalah karena Allah yang Maha Baik. Dengan mudah semua kepintaran yang dimiliki dapat sirna atas izin Allah. Belajar dari padi, semakin berisi semakin merunduk. Alangkah beruntungnya jika kita mampu memasuki tahap ketiga yaitu merasa diri ini tidak ada apa-apanya jika bukan karena segala rizki dan hidayah dari Allah.

Berkata Al-Hasan al-Bashry rahimahullah, “Barangsiapa yang menuntut ilmu dalam rangka ingin mendapatkan keutamaan yang ada di sisi Allah, maka itu jauh lebih berharga dibanding dunia yang matahari senantiasa menyinarinya”. Innamaa a’maalu binniyaati, sesungguhnya tiap amal perbuatan itu tergantung kepada niatnya. Berangkat dari rumah, tinggal berjauhan dari orangtua dan keluarga, ingin menuntut ilmu di perguruan tinggi, semoga tidak menjadi sia-sia karena tidak disertai akhlak menuntut ilmu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, awal ilmu salah satunya adalah niat. Masih ada waktu untuk memperbaiki, niatkan karena Allah, untuk beribadah, untuk dipergunakan bagi kemaslahatan umat. Diseimbangkan antara menuntut ilmu agama dan dunia demi keselamatan akhirat. Dalam perjalanan perkuliahan terkadang kita tersesat. Senantiasa berdoa mohon kepada Allah agar kita tetap kuat. 


Referensi : Akhlak Menuntut Ilmu

Nasihat Rasulullah Muhammad SAW

Ilustrasi : Nasihat Rasulullah Muhammad SAW

Nikmat merupakan karunia dari Sang Pencipta, masihkah akan mendustakannya?. Kadang manusia belum bisa merasakan nikmat sehat, nikmat masa muda, nikmat kaya, nikmat lapang dan nikmat hidup didunia. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah Saw pernah memberi nasihat pada seseorang :

"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara : 1. Waktu mudamu sebelum datang masa tuamu, 2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 3. Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 5. Hidupmu sebelum datang matimu."

Masa muda adalah, saat yg sangat produktif karena energi seseorang melimpah ruah. Potensinya untuk melakukan sesuatu yang sangat besar akan terjadi. Sudah ada beberapa contoh para anak muda di negeri ini yang mendirikan start up company dan mulai berkecimpung di Pemerintahan.

Rasulullah menerima wahyu pada usia muda yg matang ( 40 thn ), setelah itu beliau telah mengukir prestasi yg luar biasa dg mendirikan negara kota ( Madinah) serta memperluas pengaruhnya.

Generasi muda negeri ini jangan sampai terlewatkan kesempatan memberikan kontribusi, menuju negeri yang makmur. Gunakan masa-masa muda dalam menguasai iptek, karena anak muda negara tetangga berlomba saling berlari untuk menguasainya. Kita mesti ingat ketika Presiden pertama RI pernah menyatakan " Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan aku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."

Pernyataan ini masih sangat relevan karena negeri ini akan mengalami masa bonus demografi. Memberikan kesempatan para pemuda dalam belajar, penguasaan teknologi, guna mengisi pembangunan ke depan. Masa muda ini isilah dengan investasi kesehatan, artinya berolahraga secara rutin, istirahat cukup, dan makan minum yang thoyib/sehat. Jangan sampai masa mudamu dihabiskan ditempat kerja dengan dalih mengumpulkan uang, terkumpulnya uang akan habis jika menjelang usia 50 an sudah mulai berkawan dengan penyakit.

Masa sehat kadang dirasa biasa saja, namun ketika kita terbaring di rumah sakit berada dalam ruang yang tidak besar baru terasa betapa berharganya sehat. Oleh karena itu Rusulullah Saw telah mengingatkan agar memanfaatkan masa-masa sehat dengan melakukan kegiatan yang positif dan produktif. Ketika sakit, kita akan disibukkan oleh usaha penyembuhan.

Yang jelas dalam masalah kesehatan ini, Islam mengajarkan langkah-langkah preventif. Secara prisinsip " Lebih baik mencegah daripada mengobati".
Dalam salah satu sabda Rasulullah, " Pertanyaan pertama yang diajukan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak mengenai kenikmatan dunia adalah, ' Bukankah Aku telah memberimu badan yang sehat?'......" ( Diriwayatkan, At-Tirmidzi ).

Saat seseorang sedang berada dalam kelapangan rezeki, maka manfaatkanlah untuk kebaikan, sesungguhnya di dalam kekayaan kita ada hak-hak kaum dhuafa, maka tunaikanlah hak orang-orang miskin. Dalam Islam kekayaan merupakan ujian disamping juga amanah. Oleh karena itu Rasulullah mengingatkan agar berhati-hati dengan kekayaan yang ada. Jangan sampai terlena dengan harta benda sampai lupa beramal saleh dengan harta tersebut.

Orang hidup seperti bola berputar, kadang bisa ada kelebihan harta, dan waktu luang. Kadang pula kekurangan harta ( miskin ) dan tidak mempunyai waktu. Oleh karena itu masa kaya adalah masa menanam kebaikan dan kebajikan yang sebanyak-banyaknya. Beramal dengan membantu orang yang lagi membutuhkan, membangun sekolah karakter untuk menyemai pemimpin masa depan dan membangun fasilitas untuk anak-anak yatim dalam menggali ilmu. Harta dan masa luangmu kelak akan bermanfaat dalam membangun negeri dengan memanen pemimpin yang berakhlak / mental mulia.

Menggunakan waktu luang sebelum menjadi sangat sibuk, hendaknya bisa mengatur dan nemanfaatkan seperti membaca buku, bersilaturahim, berolahraga dan kegiatan lain yang bersifat positif. Karena suatu saat akan menjadi sibuk yang luar biasa, sehingga tidak bisa aktifitas lain kecuali pekerjaan itu sendiri. Menggunakan waktu diisi dengan hal-hal yang akan mendatangkan kebaikan, karena waktu tidak bisa diulang kembali. Tiada penyesalan dimasa yang datang, ketika kita banyak membuamg waktu yang tidak menghasilkan apa-apa di akhirat.

Orang yang menjaga kesehatan adalah orang yang pandai menggunakan kesempatan di waktu hidup. Badan dan tubuh adalah dari Allah yg hrs dijaga jangan sampai rusak karena penyakit. Semasa hidup gunakanlah langkah investasi untuk akhirat karena ketika ajal sudah dekat, di leher tiada berguna menyesal. Hidup dan mati merupakan ujian dari Allah. Firman Allah. " ( Allah ) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalannya " ( QS. al-Mulk [67] : 2 ).

Semoga lima perkara nasihat tersebut dapat kita jalankan, sehingga kualitas hidup kita di dunia menjadi lebih bermakna dan menikmati kehidupan akhirat yang kekal.

Referensi : Nasihat Rasulullah Muhammad SAW