This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 19 Agustus 2022

Bukti Kebaikan Allah Swt

Ilustrasi ceramah : Bukti Kebaikan Allah Swt

Bukti Kebaikan Allah Swt. Tadabbur singkat kali ini membahas mengenai bukti dari kebaikan yang Allah berikan kepada manusia.  Maha Baik Allah, yang mesih memberikan hamba-Nya kenikmatan meskipun hamba-Nya lancang kepadanya.

Sebagaimana Bani Israil yang berkali-kali bertindak lancang kepada Allah, namun Allah masih memberikan kebaikan kepada mereka.  Dalam ayat ini disebutkan bahwa Bani ISrail kembali dihidupkan Allah agar mereka bersyukur. Di ayat sebelumnya dijelaskan mengenai pelanggaran yang membuat Bani Israil hingga disambar petir sampai binasa.

ثُمَّ بَعَثْنَٰكُم مِّنۢ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

ṡumma ba'aṡnākum mim ba'di mautikum la'allakum tasykurụn

Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. (Al Baqarah : 56).

Referensi  : Bukti Kebaikan Allah Swt



Surah Al Baqarah ayat 57 Tadabbur Singkat, Kebaikan yang Allah Turunkan Untuk Bani Israil

Ilustrasi ceramah : Surah Al Baqarah ayat 57 Tadabbur Singkat, Kebaikan yang Allah Turunkan Untuk Bani Israil

Al Baqarah ayat 57 Tadabbur Singkat, Kebaikan yang Allah Turunkan Untuk Bani Israil. Tadabbur singkat kali ini membahas mengenai kebaikan yang Allah turunkan kepada Bani Israil.

Dalam ayat ini, disebutkan bahwasanya Allah menurunkan Manna dan Salwa kepada Bani Israil.

Manna dan salwa merupakan minuman yang lezat seperti mdau, dan makanan yang lezat seperti burung puyuh.

Itulah salah satu dari berbagai macam kebaikan yang Allah berikan kepada Bani Israil.

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Arab-Latin: Wa ẓallalnā 'alaikumul-gamāma wa anzalnā 'alaikumul-manna was-salwā, kulụ min ṭayyibāti mā razaqnākum, wa mā ẓalamụnā wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn

Artinya: Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Al Baqarah : 57).

Referensi : Surah Al Baqarah ayat 57 Tadabbur Singkat, Kebaikan yang Allah Turunkan Untuk Bani Israil



Al Baqarah ayat 57 Tadabbur Singkat, Manusia Berbuat Zalim Kepada Diri Sendiri

Ilustrasi : Manusia Berbuat Zalim Kepada Diri Sendiri

Al Baqarah ayat 57 Tadabbur Singkat, Manusia Berbuat Zalim Kepada Diri Sendiri. Tadabbur singkat kali ini membahas salah satu keburukan yang dimiliki manusia.  Dalam ayat ini disebutkan bahwa, manusia itu menganiaya atau berbuat zalim kepada diri sendiri.

Bentuk perbuatan zalim yang mereka lakukan kepada diri mereka sendiri adalah saat mereka melanggar perintah Allah. Sebagaimana Bani Israil yang berkali-kali melanggar perintah yang Allah berikan melalui nabi Musa.

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Arab-Latin: Wa ẓallalnā 'alaikumul-gamāma wa anzalnā 'alaikumul-manna was-salwā, kulụ min ṭayyibāti mā razaqnākum, wa mā ẓalamụnā wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn

Artinya: Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Al Baqarah : 57).

Referensi : Al Baqarah ayat 57 Tadabbur Singkat, Manusia Berbuat Zalim Kepada Diri Sendiri



Kebaikan Berbalas Kebaikan

Ilustrasi : Kebaikan Berbalas Kebaikan

Kebaikan Berbalas Kebaikan. Tadabbur singkat kali ini membahas mengenai kebaikan yang akan berbalas kebaikan pula. Dalam ayat ini dikisahkan mengenai ucapan Allah kepada Bani Israil bahwa Ia akan memberikan tambahan balasan kebaiakn bagi orang-orang yang berbuat baik.

Tidak hanya terbatas kepada Bani Israil, namun, setiap orang mukmin di dunia juga akan mendapatkan tambahan kebaikan bagi mereka, jika mereka berbuat baik.

وَإِذْ قُلْنَا ٱدْخُلُوا۟ هَٰذِهِ ٱلْقَرْيَةَ فَكُلُوا۟ مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا۟ حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطَٰيَٰكُمْ ۚ وَسَنَزِيدُ ٱلْمُحْسِنِينَ

Arab-Latin: Wa iż qulnadkhulụ hāżihil-qaryata fa kulụ min-hā ḥaiṡu syi`tum ragadaw wadkhulul-bāba sujjadaw wa qụlụ ḥiṭṭatun nagfir lakum khaṭāyākum, wa sanazīdul-muḥsinīn.

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik". (Al Baqarah : 58).

Referensi : Kebaikan Berbalas Kebaikan

Surah Al Baqarah ayat 59 Tadabbur Singkat, Orang Zalim Berpotensi Dihukum Oleh Allah Swt di Dunia

Ilustrasi : Surah Al Baqarah ayat 59 Tadabbur Singkat, Orang Zalim Berpotensi Dihukum Oleh Allah Swt di Dunia

Surah Al Baqarah ayat 59 Tadabbur Singkat, Orang Zalim Berpotensi Dihukum Oleh Allah Swt di Dunia. Tadabbur singkat kali ini membahas mengenai hukuman Allah yang bisa turun kepada orang zalim di dunia.

Dalam ayat ini disebutkan mengenai Bani Israil yang telah berbuat zalim dengan mengganti perintah Allah menjadi sesuatu yang lain.

Dalam ayat ini disebutkan juga bahwa Allah menurunkan azab atau malapetaka dari langit untuk mereka.

Ayat ini menjadi dalil bahwa orang zalim itu berpotensi mendapatkan hukuman dari Allah di dunia ini.

فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَنزَلْنَا عَلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ رِجْزًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

Arab-Latin: Fa baddalallażīna ẓalamụ qaulan gairallażī qīla lahum fa anzalnā 'alallażīna ẓalamụ rijzam minas-samā`i bimā kānụ yafsuqụn.

Artinya: Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik. (Al Baqarah : 59).

Referensi : Surah Al Baqarah ayat 59 Tadabbur Singkat, Orang Zalim Berpotensi Dihukum Oleh Allah Swt di Dunia



3 Jenis Jin Berdasarkan Hadis Nabi

Ilustrasi : 3 Jenis Jin Berdasarkan Hadis Nabi

3 Jenis Jin Berdasarkan Hadis Nabi. Jin adalah salah satu makhluk Allah yang tak dapat dilihat oleh mata manusia. Keberadaannya ghaib namun memiliki jenis dan golongan berbeda-beda seperti halnya manusia. Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari unsur tanah, sedankan Jin diciptakan dari api yang sangat panas sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an. "...Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (QS Al-Hijr: 27). Ayat lain: "...Dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api." (QS Ar-Rahman: Ayat 15).

Sebagaimana halnya manusia, Jin juga diperintahkan untuk menyembah Allah. Hal ini diterangkan dalam Al-Qur'an, Allah berfirman: "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku." (QS adz-Dzariyat: Ayat 56) Pada ayat lain, Allah berfirman:

 وَّاَنَّا مِنَّا الصّٰلِحُوۡنَ وَمِنَّا دُوۡنَ ذٰلِكَ‌ؕ كُنَّا طَرَآٮِٕقَ قِدَدًا 

Artinya: "Dan sesungguhnya di antara kami (Jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda." (QS. Al-Jinn Ayat 11).

Maksudnya, makhluk Jin menempuh jalan berbeda-beda. Ada yang Islam, mengerjakan amal saleh dan taat kepada Allah. Tetapi ada pula sebaliknya, tidak beriman dan ingkar kepada perintah Allah.Sehingga mereka ada yang beriman, ada yang fasik, dan ada pula yang kafir, seperti halnya manusia.

Golongan dan Jenis Jin Jin terbagi beberapa jenis atau kategori. Wujud mereka digambarkan berbeda-beda. Singkatnya Jin bisa muncul dalam berbagai wujud sebagaimana dijelaskan dalam Hadis berikut:

Dari Abu Tsa'labah Al-Khasyni mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Jin itu ada tiga jenis, yaitu: (1) Jin yang memiliki sayap dan terbang di udara, (2) Jin yang berwujud ular dan kalajengking, dan (3) Jin yang menetap dan berpindah-pindah." (HR at-Thabrani).

1. Jin Bersayap Golongan 

Jin bersayap ini terbang di udara seperti angin kencang. Dalam kisah Nabi Sulaiman disebutkan bahwa Ifrit dari golongan Jin ini dapat memindahkan singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba (Yaman) ke Baitul Maqdis (Palestina) dalam sekejap. Golongan jin ini dapat mendahului manusia dalam mencapai ruang angkasa.

2. Jin Berbentuk Ular 

Dalam Sunan Abu Dawud diriwayatkan Abu Sa'id al-Khudri: "Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda: Beberapa ular adalah Jin; maka bila ada orang yang melihat salah seorang dari mereka di rumahnya, hendaknya ia memberi peringatan tiga kali. Jika kembali (setelah itu), dia harus membunuhnya, karena itu adalah setan".

Riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: "Ular-ular itu adalah jin yang mengubah rupa dan bentuknya sebagaimana Bani Israil yang berubah bentuk menjadi rupa monyet dan babi." (HR at-Thabrani)

3. Jin Berwujud Anjing Hitam Jin juga sering berubah bentuk atau menjelma menjadi anjing hitam. Dalam satu riwayat Abu Qilabah dari Nabi shollallohu 'alaihi wasallam, berkata: "Sekiranya anjing itu bukan satu ummat niscaya aku memerintahkan pembunuhannya, tetapi aku takut memusnahkan satu ummat. Karena itu bunuhlah setiap binatang hitam (anjing hitam) di antaranya sebab dia adalah jinnya atau dari jinnya." (HR Muslim).

Referensi : 3 Jenis Jin Berdasarkan Hadis Nabi


3 Dosa yang Disegerakan Balasannya di Dunia, yang Terakhir Tidak Masuk Surga

Ilustrasi ; 3 Dosa yang Disegerakan Balasannya di Dunia, yang Terakhir Tidak Masuk Surga

3 Dosa yang Disegerakan Balasannya di Dunia, yang Terakhir Tidak Masuk Surga. Dosa setiap pribadi manusia akan ditangguhkan balasannya hingga hari kiamat . 

Namun ada 3 dosa besar yang balasannya akan disegerakan oleh Allah SWT di dunia. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Bakrah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: 

كلُّ ذنوبٍ يؤخِرُ اللهُ منها ما شاءَ إلى يومِ القيامةِ إلَّا البَغيَ، وعقوقَ الوالدَينِ، أو قطيعةَ الرَّحمِ، يُعجِلُ لصاحبِها في الدُّنيا قبلَ المَوتِ 

Setiap dosa akan diakhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah SWT hingga hari kiamat, kecuali al-baghy (zalim), durhaka kepada orang tua, dan memutuskan silaturahmi, Allah akan menyegerakan di dunia sebelum kematian menjemput.” (HR Al Hakim, Al Mustadrak No 7345).

1. Dosa orang yang berbuat zalim 

Dosa orang yang berbuat zalim balasannya akan disegerakan. Zalim adalah perbuatan melampaui batas dalam melakukan keburukan. Perbuatan zalim dapat mengotori hati, seperti sombong, dengki, ghibah, fitnah, dusta, dan lain sebagainya. 

Karena itu zalim termasuk dari dosa besar. Allah SWT menunda siksaan mereka dan ajal mereka, agar mereka kian bertambah zalim dan melampaui batas. 

إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ 

"Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan." ( QS Ali Imran : 178).

Hal itu mungkin ditangguhkan juga untuk memberi kesempatan kepada orang-orang zalim agar bertaubat dan kembali ke jalan Allah, yang memiliki sifat Al-Halim (Yang Mahalembut). 

Atau karena orang yang terzalimi sebelumnya telah berbuat zalim kepada yang lain pada masa hidupnya, lalu kezaliman yang menimpa dirinya merupakan hukuman atas kezaliman dia sendiri pada masa lalu. 

Allah SWT sungguh telah mengancam orang-orang zalim dengan mendahulukan hukuman mereka di dunia sebelum kembali ke akhirat, karena hinanya kezaliman, dan banyaknya efek buruk bagi masyarakat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

لَيْسَ شَيْءٌ أُطِيعُ اللهَ فِيهِ أَعْجَلَ ثَوَابًا مِنْ صِلَةِ الرَّحِمِ، وَلَيْسَ شَيْءٌ أَعْجَلَ عِقَابًا مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ 

“Tidak ada sesuatu yang aku patuhi kepada Allah di dalamnya (amalan itu) lebih cepat mendapat ganjaran lebih dari menyambung tali silaturahim, dan tidak ada sesuatu yang lebih cepat hukumannya dari berbuat zalim dan memutus tali silaturahim.” (HR Baihaqy). 

Oleh karena itu, balasan bagi orang zalim di dunia ini mungkin muncul pada kesimpulannya, yaitu akhir hidupnya akan sangat menyakitkan. Rasulullah SAW bersabda:

 إن اللهَ ليُملي للظالمِ، حتّى إذا أخذه لم يفلتْهُ، قال: ثمّ قرأ: وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ 

"Sesungguhnya Allah akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zalim. Apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya." Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: 'Begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih dan keras.' (QS Hud ayat 102).

Sebagaimana Allah menghinakan pelaku zalim saat di dunia, yang merasakan kepahitan hidup dan kehinaannya, Allah juga akan menyiksanya pada hari kiamat. Di antara hukuman duniawi pelaku kezaliman ialah diharamkannya dia dari keberkahan dan dihilangkannya nikmat. Allah SWT berfirman:

 إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” ( QS Asy-Syura : 42).

2. Durhaka kepada orang tua. 
Islam mengajarkan untuk memuliakan dan berlaku baik terhadap orang tua. Memuliakan orang tua menjadi salah satu sebab seseorang anak menjadi ahli surga. Sebaliknya berbuat durhaka kepada kedua orang tua menjadi sebab seseorang menjadi penghuni neraka. Banyak hadits tentang larangan durhaka kepada kedua orang tua. Pertama, hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan riwayat lainnya dari Mughirah bin Syu'bah. Nabi Muhammad SAW bersabda: 

إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ، ومنعا وهات ، وكره لكم قيل وقال : وكثرة السؤال وإضاعة المال 

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian berbuat durhaka kepada para ibu kalian, dan mengharamkan mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut yang bukan haknya. Allah juga membenci kalian menyebarkan kabar burung, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta?” Kedua, Imam Bukhari dan Imam Muslim serta sejumlah perawi hadits lainnya mengabarkan hadits dari Abu Bakar bahwa Rasulullah SAW bersabda:

 ألا أنبئكم بأكبر الكبائر ثلاثا ؟ قلنا بلى يا رسول الله قال الإشراك بالله وعقوق الوالدين ، وكان متكئا فجلس فقال : ألا وقول الزور وشهادة الزور ، فما زال يكررها حتى قلنا ليته سكت 

‘Maukah aku ceritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar, yaitu tiga perkara? Kami menjawab, Ya, Rasulullah. Rasulullah berkata: Menyekutukan Allah, dan mendurhakai dua orang tua. Rasulullah sedang bersandar lalu duduk, maka berkata Rasulullah: Tidak mengatakan kebohongan dan kesaksian palsu. Beliau terus mengulainya sampai kami berkata semoga beliau berhenti." 
Ketiga, dalam hadits Imam Bukhari dari Abdullah bin Amr bin Aas, dari Nabi SAW berkata:

 الكبائر الإشراك بالله ، وعقوق الوالدين ، وقتل النفس ، واليمين الغموس 

"Dosa besar itu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh manusia dan Al Yamin Al Ghomus (sumpah palsu)." Keempat, Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Tirmidzi meriwayatkan hadis dari sahabat Anas, ia berkata:

 ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم الكبائر فقال : الشرك بالله ، وعقوق الوالدين 

"Rasulullah SAW menyebutkan tentang dosa besar, beliau berkata: Dosa besar yaitu menyekutukan Allah dan durhaka pada orang tua. "

Kelima, dalam sebuah pesan yang ditulis Rasulullah untuk penduduk Yaman yang dikirim melalui Amar bin Hamzah dijelaskan: 

وأن أكبر الكبائر عند الله يوم القيامة الإشراك بالله ، وقتل النفس المؤمنة بغير الحق ، والفرار في سبيل الله يوم الزحف ، وعقوق الوالدين ، ورمي المحصنة ، وتعلم السحر ، وأكل الربا ، وأكل مال اليتيم 

“Sesungguhnya dosa yang paling besar di sisi Allah pada hari kiamat adalah syirik, membunuh mumin tanpa alasan yang benar, lari dari perang ketika melawan kafir, durhaka kepada kedua orang tua, menuduh wanita suci dengan tuduhan perzinaan, mempelajari sihir, memakan harta riba dan memakan harta anak yatim.” (Hadits riwayat Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya).

Keenam, dalam hadits yang diriwayatkan Imam Nasai dan Al Bazzar dari Ibnu Umar dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: 

ثلاثة لا ينظر الله إليهم يوم القيامة : العاق لوالديه ، ومدمن الخمر ، والمنان عطاءه . وثلاثة لا يدخلون الجنة : العاق لوالديه ، والديوث ، والرجلة من النساء 

“Tiga orang yang tidak akan dipandang Allah di hari kiamat. Yang durhaka kepada orang tua, yang kecanduan alkohol, yang juga mengungkit-ungkit pemberian. Dam tiga orang yang tidak akan masuk surga, yang durhaka pada orang tua, dayyuts (membiarkan istrinya melakukan maksiat), dan lelaki yang menyerupai perempuan.”

Ketujuh, Imam Ahmad, Imam Nasai, Al Bazzar dan Imam Hakim meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Amr bin Aas, bahwa Rasulullah berkata: 

ثلاثة حرم الله تبارك وتعالى عليهم الجنة : مدمن الخمر ، والعاق ، والديوث الذي يقر الخبث في أهله 

“Ada tiga orang yang Allah haramkan mereka masuk surga. Pecandu Khamr, anak yang durhaka pada orang tua, dan dayyuts yaitu orang yang setuju dengan maksiat yang dilakukan keluarganya.” Selain itu, Allah SWT juga berfirman:

 وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِ 

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia.” ( QS Al-Isra : 23).

3. Dosa memutuskan silaturahmi 
Imam al-‘Aini mengatakan silaturrahmi adalah kinâyah (ungkapan lain yang lebih halus-red) dari berbuat baik kepada kerabat dari kalangan orang-orang yang memiliki hubungan nasab (keturunan-red) dan pernikahan, bersikap sopan dan lemah-lembut kepada mereka, serta memperhatikan keadaan mereka. Walaupun mereka jauh dan berbuat buruk. Adapun qath’urrahmi (memutuskan persaudaraan) adalah memutuskan hal-hal yang disebutkan di atas (dengan tanpa alasan syari’at-pen)”. [Syarh Shahîh al-Bukhâri] Islam tidak menyukai orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan. Islam mengancam dan mengecam secara tegas orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda dari Abu Muhammad Jubiar bin Muth’im RA:

 عن أَبي محمد جُبَيْرِ بنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه أَنَّ رسولَ اللَّه ﷺ قَالَ: لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ 

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahim)." (HR Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa memutuskan kekerabatan merupakan dosa besar, dan menghalangi masuk surga. Maksud ‘Tidak akan masuk surga’ dalam hadits di atas, ada dua kemungkinan: Pertama, tertuju kepada orang yang menganggap halal memutuskan persaudaraan tanpa sebab, padahal dia mengetahui keharamannya, maka orang ini kafir, dia kekal di dalam neraka, dan tidak akan masuk surga selamanya. Kedua, maksudnya, tidak masuk surga semenjak awal bersama orang-orang yang dahulu, tetapi dia dihukum dengan diundurkan dari masuk surga dengan ukuran yang dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla . (Lihat Syarh Imam Nawawi, 16/113-114)

Demikian juga di antara bahaya memutuskan shilaturrahmi adalah Allâh Azza wa Jalla memutuskan kebaikan kepada pelakunya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِنَّ الرَّحِمَ شِجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ ، فَقَالَ اللَّهُ مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ ، وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ 

Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allâh) ar-Rahman. Allâh berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku akan menyambungnya; dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya”. (HR al-Bukhâri dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu).

Islam begitu tegas terhadap hubungan baik sesama manusia. Oleh karena itu, orang yang tidak mau berbuat baik dan justru memutus persaudaraan, Islam pun memberikan ancaman yang keras, yakni tidak akan masuk surga sebagai balasannya.

Referensi : 3 Dosa yang Disegerakan Balasannya di Dunia, yang Terakhir Tidak Masuk Surga


Balasan orang zalim di dunia & akhirat

Ilustrasi : Balasan orang zalim di dunia & akhirat

Balasan orang zalim di dunia & akhirat. Para nabi dan Rasul memang dikirimkan ke dunia untuk menegakkan kebaikan dan memberikan apa yang menjadi hak setiap manusia. Para nabi dan Rasul tersebut ada banyak tanda-tandanya dari Allah SWT. Rasul yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW dengan mukjizat diturunkan kitab Al-Qur’an. Kitab tersebut menjadi panduan umat Islam dan tetap terjaga sampai dengan sekarang. Selain Al-Qur’an ada juga hadist. Di dalam keduanya terdapat pedoman yang perlu dipatuhi. Salah satu isinya ada juga yang membahas tentang kezaliman. Ada beberapa balasan orang zalim di dunia dan akhirat, kamu bisa lihat berikut ini.

Dosa besar

Ketidakadilan merupakan salah satu dosa besar. Ketidakadilan bisa membuat seseorang yang diambil haknya jadi terlunta-lunta. Orang-orang yang cenderung menindas tersebut biasanya bisa bertingkah melalui penyalahgunaan fisik dan lisan. Sebagian besar orang yang menjadi target adalah pihak-pihak yang lemah. Jika tidak ingin masuk dalam kategori orang zalim, maka jangan mengambil apa yang menjadi hak orang lemah. Orang lemah yang dimaksud bisa secara fisik atau perekonomiannya.

Dijauhi masyarakat sebagai balasan orang zalim

Apabila orang yang melakukan kezaliman segera sadar, maka ia adalah orang-orang yang beruntung. Apalagi sebelum Allah SWT yang akan membongkar seluruh kezaliman tindakannya. Namun tindakan zalim yang dilakukan terus-menerus bisa berujung pada pembongkaran tindakannya di depan masyarakat. Setelah masyarakat mengetahuinya, dalam berbagai tahapan bisa membuat mereka tidak menyukai orang-orang yang berbuat zalim tadi. Alhasil mereka bisa saja dijauhi oleh masyarakat dan dikucilkan.

Memicu kehancuran sebagai balasan orang zalim

Bentuk zalim ini bisa sangat bermacam-macam. Bisa jadi berupa ketidakadilan dengan merampas harta yang bukan haknya. Bisa jadi bullying terhadap orang lain secara verbal dan lain-lain. Semua tindakan buruk tersebut pada akhirnya akan berdampak buruk pada diri sendiri. Namun kezaliman yang dilakukan secara massal oleh suatu bangsa dapat memicu turunnya azab. Sudah banyak sekali bangsa-bangsa atau suku yang dimusnahkan oleh Allah SWT akibat melazimkan perbuatan zalim.

Dapat laknat dari Allah SWT

Setiap muslim dilarang untuk berbuat zalim, karena memang diharamkan oleh Allah SWT Hal ini ada tercantum di dalam surat Ghafir ayat 52. Surat tersebut menjelaskan tentang hari kiamat adalah hari dimana permintaan maaf tidak lagi berguna. Semua orang zalim pada hari itu sudah tidak berguna permintaan maafnya dan sudah dipersiapkan tempat tinggal yang buruk. Tempat tinggal yang buruk tersebut berupa neraka. Isi dari surat tersebut bisa langsung dilihat dalam bentuk artiannya di bawah ini. “(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk” (QS. Ghafir: 52).

Referensi : Balasan Orang Zalim Didunia & Akhirat




3 Dosa yang Balasannya Disegerakan di Dunia

Ilustrasi : 3 Dosa yang Balasannya Disegerakan di Dunia

Tiga dosa yang balasannya disegerakan di dunia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Rasulullah ﷺ.

كلُّ ذنوبٍ يؤخِرُ اللهُ منها ما شاءَ إلى يومِ القيامةِ إلَّا البَغيَ، وعقوقَ الوالدَينِ، أو قطيعةَ الرَّحمِ، يُعجِلُ لصاحبِها في الدُّنيا قبلَ المَوتِ

“Setiap dosa akan diakhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah SWT hingga hari kiamat, kecuali al-baghy (zalim), durhaka kepada orang tua, dan memutuskan silaturahmi, Allah akan menyegerakan di dunia sebelum kematian menjemput.” (HR Al Hakim, Al Mustadrak No 7345).

1. Dosa yang balasannya disegerakan: Perbuatan zalim

Zalim adalah perbuatan melampaui batas dalam melakukan keburukan. Perbuatan zalim dapat mengotori hati, seperti sombong, dengki, ghibah, fitnah, dusta, dan lain sebagainya. Karena itu zalim termasuk dari dosa besar. Allah SWT menunda siksaan mereka dan ajal mereka, agar mereka kian bertambah zalim dan melampaui batas.

إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.” ( QS Ali Imran : 178).

Hal itu mungkin ditangguhkan juga untuk memberi kesempatan kepada orang-orang zalim agar bertaubat dan kembali ke jalan Allah, yang memiliki sifat Al-Halim (Yang Mahalembut) atau karena orang yang terzalimi sebelumnya telah berbuat zalim kepada yang lain pada masa hidupnya, lalu kezaliman yang menimpa dirinya merupakan hukuman atas kezaliman dia sendiri pada masa lalu.

Allah SWT sungguh telah mengancam orang-orang zalim dengan mendahulukan hukuman mereka di dunia sebelum kembali ke akhirat, karena hinanya kezaliman, dan banyaknya efek buruk bagi masyarakat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ.

لَيْسَ شَيْءٌ أُطِيعُ اللهَ فِيهِ أَعْجَلَ ثَوَابًا مِنْ صِلَةِ الرَّحِمِ، وَلَيْسَ شَيْءٌ أَعْجَلَ عِقَابًا مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada sesuatu yang aku patuhi kepada Allah di dalamnya (amalan itu) lebih cepat mendapat ganjaran lebih dari menyambung tali silaturahim, dan tidak ada sesuatu yang lebih cepat hukumannya dari berbuat zalim dan memutus tali silaturahim.” (HR Baihaqy).

Oleh karena itu, balasan bagi orang zalim di dunia ini mungkin muncul pada kesimpulannya, yaitu akhir hidupnya akan sangat menyakitkan.

Rasulullah SAW bersabda:

إن اللهَ ليُملي للظالمِ، حتّى إذا أخذه لم يفلتْهُ، قال: ثمّ قرأ: وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

“Sesungguhnya Allah akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zalim. Apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya.” Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: ‘Begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih dan keras.’ (QS Hud ayat 102).

2. Dosa yang balasannya disegerakan: Durhaka kepada orang tua

Allah bisa berkehendak untuk menunda azab akibat dosa-dosa hamba-Nya sampai hari kiamat kecuali azab akibat dosa anak yang durhaka kepada orang tuanya. Allah akan mempercepat azab-Nya di alam dunia sebelum ia meninggal.

“Ada dua pintu petaka yang disegerakan akibatnya di dunia, yaitu orang yang zalim dan durhaka kepada orang tua,” (HR Al-Hakim).

Al-Hakim dan Al-Ashbahani meriwayatkan semua dosa akan ditunda oleh Allah hukumannya sampai hari kiamat nanti. Terkecuali mereka yang durhaka kepada ayah atau ibu. Maka, Allah akan segera memberi hukumannya di dunia sebelum mereka meninggal.

3. Dosa yang balasannya disegerakan: Memutus silaturahmi

Nabi ﷺ mengancam orang yang memutuskan kerabat melalui sabdanya:

 لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidak akan masuk sorga orang yang memutuskan (persaudaraan).” (HR. al-Bukhâri dan Muslim, dari Jubair bin Muth’im)

Hadits ini menunjukkan bahwa memutuskan kekerabatan merupakan dosa besar, dan menghalangi masuk surga.

Demikian juga di antara bahaya memutuskan shilaturrahmi adalah Allâh Azza wa Jalla memutuskan kebaikan kepada pelakunya. Nabi ﷺ bersabda:

 إِنَّ الرَّحِمَ شِجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ ، فَقَالَ اللَّهُ مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ ، وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ

“Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allâh) ar-Rahman. Allâh berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku akan menyambungnya; dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya.” (HR. al-Bukhâri dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

Karena ada ancaman ‘tidak masuk surga, maka dosa memutus kekerabatan termasuk kabâ’ir (dosa-dosa besar). Selain itu banyak menimbulkan kerusakan dalam kehidupan. Karena memutus kekerabatan akan melepaskan ikatan di antara kerabat, menimbulkan permusuhan dan kebencian, dan merusakkan hubungan kekeluargaan. Bahkan memutus kekerabatan termasuk sebab yang akan mendatangkan laknat, menjadikan ketulian dan kebutaan hati. Oleh karena bahayanya dosa memutuskan kekerabatan ini, maka hukumannya disegerakan di dunia sebelum di akhirat.

Referensi : 3 Dosa yang Balasannya Disegerakan di Dunia


Surga dan Neraka Diperlihatkan di Alam Kubur

Ilustrasi : Surga dan Neraka Diperlihatkan di Alam Kubur

Surga dan Neraka Diperlihatkan di Alam Kubur. Alamkubur adalah fase dalam perjalanan makhluk menuju alam akhirat. Setiap muslim yang beriman kepada hari akhir diwajibkan untuk memperbanyak amal baik sebelum ajal menjemput. Apakah di alam kubur diperlihatkan Surga dan Neraka.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahu bahwa siksa kubur itu benar adanya. Oleh karena itu, seorang muslim harus berlindung kepada Allah Ta’ala dari siksa kubur, dan mempersiapkan dengan amal shalih untuk menghadapi kubur.

Di alam kubur atau alam barzakh, orang belum masuk surga. Namun, di sana, orang sudah ditunjukkan tempatnya, sehingga mereka ada yang bisa melihat surga. Dan ada pula yang ditunjukkan tempatnya sehingga mereka melihat neraka.

 اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ

“Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!”

Dalam ayat di atas dijelaskan Firaun sepanjang hari ditunjukkan neraka. Ini menjelaskan di alam barzakh ada siksa yang dinamakan siksa kubur.

Sementara dalam surat Yasin ayat 52 yang berbunyi :

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ

“Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).”

Menurut Professor Quraish, ayat di atas dijadikan alasan oleh beberapa ulama bahwa di alam barzakh manusia tidur. Ada beragam jawaban para ulama terkait ini. Namun, yang jelas orang meninggal menunggu waktunya sampai hari kiamat tiba di sana.

Mereka yang disiksa pun sesuai dengan takaran dosa-dosanya. Jika selesai disiksa, mereka tidur. Waktu di alam barzakh dengan waktu di dunia juga jauh berbeda.

Di alam barzakh, amal orang meninggal dapat bertambah. Ini yang dimaksud dengan orang yang masih hidup harus mendoakan mereka yang telah meninggal. Mereka menunggu amal-amalan yang datang melalui doa dari mereka yang masih hidup.

Referensi : Surga dan Neraka Diperlihatkan di Alam Kubur

Balasan Bagi Orang Zalim

Ilustrasi : Balasan Bagi Orang Zalim

Balasan Bagi Orang Zalim. manusia memiliki karakter atau pun perilaku yang berbeda. Tak semua manusia di muka bumi ini bersifat baik. Ada pula orang yang memang memiliki perilaku tidak baik, yang selalu membuat orang lain sengsara. Hal ini akibat pengaruh lingkungan yang berbeda-beda pula. Karena bukan hanya bawaan dari lahir, perilaku seseorang juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Salah satu perbuatan yang tidak baik, yang sering dilakukan adalah mendzalimi orang lain. Tak sedikit orang-orang yang mengalami rasa sakit di hati akibat didzalimi. Orang-orang yang didzalimi inilah, yang ketika ia berdoa insya Allah diijabah. Tapi, mengapa ya terkadang doa itu tak terkabul?

Ketika Anda merasa didzalimi dan Anda berdoa kepada Allah agar orang yang mendzalimi itu mendapat balasan, ternyata tidak dikabulkan, maka janganlah Anda menganggap Allah tidak mengabulkan doa Anda. Anda jangan cepat-cepat mengira bahwa pintu langit tertutup bagi Anda. Dan juga jangan mengira bahwa Anda tidak mendapat pembelaan dari Allah SWT hanya karena doa Anda itu tidak dikabul.

Sebenarnya Allah SWT itu telah mengabulkan doa Anda. Dan Allah telah memilih orang yang lebih mampu dari Anda untuk membalasnya. Hal inilah yang harus Anda yakini.

Memang, banyak orang yang bertanya, “Mengapa bukan Allah yang membalas dengan segera? Mengapa kami tidak bisa bertindak terhadap orang-orang yang mendzalimi kami?”

Jawabannya yaitu Allah tidak segera bertindak, karena Allah akan menugaskan orang yang lebih mampu dari Anda untuk melaksanakannya. Apa yang Allah lakukan pasti bakal mengejutkan Anda dengan cara yang belum pernah Anda bayangkan dan perhitungkan.

Allah SWT berfirman, “Maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang tidak mereka sangka-sangka,” (QS. Al-Hasyr: 2).

Itulah balasan yang akan diterima bagi orang-orang dzalim. Mereka akan mendapatkan hukuman di luar perkiraannya. Bukan hanya di akhirat, tapi di dunia pun kesengsaraan hidup akan juga mereka rasakan. Oleh karena itu, jadilah orang-orang yang berbudi baik pada orang lain. Jagalah diri kita, terutama hawa nafsu. 

Referensi : Balasan Bagi Orang Zalim



Allah SWT mengakhirkan balasan untuk orang-orang zalim

Ilustrasi : Allah SWT mengakhirkan balasan untuk orang-orang zalim

Mengapa Orang Zalim Terkadang Masih Sukses di Dunia. Allah SWT mengakhirkan balasan untuk orang-orang zalim. 

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ 

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS Ibrahim 42). 

Silakan orang-orang zalim itu melakukan segala cara untuk membentengi kezalimannya, Allah SWT pastikan itu akan musnah. Sebab, semua kezaliman tidak hanya melanggar syariatullah, tetapi juga sunnatullah. Apa pun kekuatan itu, jika melanggar ketentuan-Nya pasti akan hancur. 

Masih kurang apa kekuatan Firaun pada masa itu? Ternyata berakhir dengan cara yang sangat mengenaskan. Allah menenggelamkannya di Laut Merah.

Kaum Aad dan Tsamud juga dihancurkan dengan hukuman yang pedih. KaumTsamud dihancurkan dengan thaagiah (suara yang sangat keras), sedangkan kaum Aad dihancurkan dengan badai angin yang sangat dingin dan kencang selama tujuh malam delapan hari (QS Al Haqqah:5-8). Itu pelajaran supaya tidak ada lagi setelah itu orang-orang yang berbuat zalim.

Dalam surat Al Fajr 6-14, setelah menyebutkan kaum-kaum terdahulu yang diazab, Allah SWT menggambarkan urutan mengapa azab itu menimpa mereka. 

Pertama, karena melakukan penyimpangan thagha. Dari penyimpangan ini muncullah yang kedua, banyaknya kerusakan, seperti zina, korupsi, pembunuhan, dan sebagainya. Lalu terjadilah yang ketiga, yaitu turunnya azab Allah SWT, "Fashabba alaihim rabbuka sautha azaab". 

Di sini Allah SAW memastikan bahwa sekecil apa pun perbuatan zalim itu tetap dalam pantauan-Nya, "Inna rabbaka labil mirshaad". 

Artinya, orang-orang beriman yang berada dalam kebenaran optimislah selalu akan datangnya sebuah kemenangan, teruslah bersabar dalam ketaatan, lakukan ikhtiar semaksimal kemampuan, "Wal aaqibatu lilmuttaqiin." (kemenangan kelak pasti akan berpihak kepada siapa yang benar) (QS Al Araf 128).

Ayat ini sejatinya bagian dari nasihat Nabi Musa kepada kaumnya agar tetap bersama Allah dan bersabar pada saat dikejar-kejar Firaun dan setelah itu mereka menyaksikan langsung bagaimana Allah memenangkan mereka dan menenggelamkan Firaun dengan sehina-hinanya. 

Jadi, tidak perlu berprasangka buruk kepada Allah Swt, dengan mengatakan mengapa orang-orang zalim itu dibiarkan dan kaum Yahudi di Palestina tetap bercokol? Dalam rumus Alquran ada istilah istidraj. 

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ 

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS Al Araf 182). 

Bahwa ketika seseorang dimudahkan urusan dunianya sementara ia semakin berlumur kezaliman, itu sedang diulur. Artinya, sengaja Allah mudahkan baginya supaya dosanya seimbang dengan azab yang telah Allah persiapkan. Allah berfirman:

فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا  

“Famahhilili kaafriin amhilhum ruwaida (Tangguhkanlah orangorang kafir itu, tangguhkanlah sedikit saja) (QS At Tariq 17) sebab sengaja Allah menangguhkannya secara bertahap.  

Referensi :  Allah SWT mengakhirkan balasan untuk orang-orang zalim